• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN

2.6. Susu Lotus

Teratai merupakan tanaman air yang banyak tumbuh secara alami di daerah perairan baik itu rawa maupun sungai yang tidak begitu dalam dan biasanya berair tenang. Bagian tanaman teratai ini yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan pangan adalah bunga, biji, batang, dan umbinya. Akan tetapi yang paling banyak dimanfaatkan oleh penduduk, terutama di daerah Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan, adalah bijinya. Biji buah teratai oleh penduduk setempat sering dijadikan sebagai sumber karbohidrat pengganti beras di saat paceklik ataupun dijadikan tepung untuk membuat kue. Biji teratai yang sudah berada dalam keadaan yang kering inilah yang kemudian dikupas kulit luarnya nya lalu dijual di pasar-pasar dengan harga yang lumayan mahal. Biji teratai putih yang biasa dijadikan bahan pangan berasal dari spesies Nymphaea pubescens Willd. Di Filipina dan India, biji teratai dijadikan tepung untuk pembuatan Di daerah Tuban (Jawa Timur) biji teratai dijadikan dodol atau jenang yang dicampur dengan beras ketan. Namun, saat ini sudah ada sebuah inovasi terbaru untuk menggantikan susu kedelai yang merupakan susu berprotein nabati, yaitu susu dengan bahan dari biji Teratai atau lotus yang sudah dikaji kandungannya di Universitas Sriwijaya (Marianto, 2011).

Proses pembuatan susu dari biji lotus hampir mirip dengan proses pembuatan susu kedelai. Langkah pertama yang harus dilakukan yaitu mencuci biji lotus sampai bersih. Lalu rendam biji lotus, setelah itu cuci kembali biji lotus hingga kotoran yang masih menempel pada bagian biji lotus bersih. Setelah itu haluskan biji lotus dengan menggunakan blender dengan menambahkan sedikit air supaya lebih mudah menghaluskan biji lotus. Setelah dihaluskan, saring dengan menggunakan kain penyaring dengan sari-sari dari biji lotus. Lalu masukkan sari biji lotus ke dalam panci yang sudah ditambahkan air sesuai dengan takaran yang sudah ditentukan, lalu masak hingga mendidih. Jika, menginginkan rasa susu biji lotus tersebut manis, tambahkan gula secukupnya, lalu aduk-aduk terus susu tersebut supaya tidak gosong dan merubah cita rasa dari susu biji lotus yang sedang kita buat. Di dalam biji lotus banyak mengandung tannin, flavonoid, saponin, dan asam tanat yang dapat membuat usus lebih sehat dan tahan sedangkan sekresi gastrik berkurang secara simultan atau dengan kata lain, produk ini sangat baik untuk kesehatan pencernaan bagi manusia (Aniagu, et al., 2015).

39 Universitas Sriwijaya

BAB 3

PELAKSANAAN PRAKTIKUM

3.1. Waktu dan Tempat

Praktikum Pertanian Lahan Basah dengan materi Pemanfaatan Tanaman Lahan Rawa dilaksanakan pada hari Kamis, 8 November 2023 Pukul 12.00 WIB sampai dengan selesai, di RK THI 1, Universitas Sriwijaya dan rumah masing- masing.

3.2. Alat dan Bahan

Adapun alat yang digunakan pada Praktikum Pertanian Lahan Basah dengan materi Pemanfaatan Tanaman Lahan Rawa yaitu baskom, panci, kompor, spatula, wajan timbangan digital, sendok. Sedangkan, bahan yang digunakan adalah tapioka, tepung akar teratai, bawang putih, daun bawang, tepung terigu, garam dan minyak goreng.

3.3. Prosedur Kerja

Adapun cara kerja yang dilakukan pada praktikum Pertanian Lahan Basah dengan materi Pemanfaatan Tanaman Lahan Rawa sebagai berikut.

1. Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan

2. Masukkan tepung terigu 100 gram, tepung tapioka 200 gram, dan tepung akar Teratai 30 gram

3. Kemudian, tambahkan garam dan bawang putih ke dalam tepung dan dicampurkan secara homogen dengan ditambahkan air panas sedikit demi sedikit. Adonan diaduk hingga kalis

4. Lalu adonan pempek dibentuk lenjeran kecil, setelah itu direbus selama 10-15 menit

5. Tiriskan pempek dan goreng

6. Dan siap untuk diuji organoleptiknya 7. Lakukan uji organoleptik.

40 Universitas Sriwijaya

BAB 4

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1. Hasil

Adapun hasil yang didapatkan dari Praktikum Pertanian Lahan Basah materi Pemanfaatan Tumbuhan Rawa ini adalah sebagai berikut.

Tabel 5. Hasil Uji Organoleptik Kelas A

Kelompok Nama Produk Spesifikasi

Kenampakan Warna Aroma Rasa Tekstur

1 Pempek Akar

Teratai

4 5 4 4 2

2 Pempek Akar

Teratai

4 4 2 1 4

3 Pempek Akar

Teratai

5 4 4 4 4

4 Kacang Atom

Biji Lotus

5 4 4 2 0

5 Kacang Atom

Biji Lotus

5 4 2 2 1

Tabel 6. Hasil Uji Organoleptik Kelas B

Kelompok Nama Produk Spesifikasi

Kenampakan Warna Aroma Rasa Tekstur

6 Kacang Atom

Biji Lotus

4 4 4 5 4

7 Emping Biji

Lotus

2 5 4 2 2

8 Emping Biji

Lotus

4 5 4 2 2

9 Susu Biji

Lotus

5 4 2 5 4

10 Susu Biji

Lotus

5 2 4 1 1

Keterangan:

5 = Sangat suka 4 = Suka 2 = Agak suka 1 = Netral 0 = Tidak suka

41

Universitas Sriwijaya 4.2. Pembahasan

Pada praktikum Pertanian Lahan Basah materi Pemanfaatan Tanaman Lahan Rawa, praktikan diminta untuk membuat suatu produk dan melakukan uji organoleptik terhadap produk berbahan dasar biji lotus dan tepung akar teratai.

Produk yang dibuat adalah pempek akar teratai, kacang atom biji lotus, emping biji lotus dan juga susu lotus. Kali ini kelompok kami membuat pempek dengan menggunakan akar teratai, tepung akar teratai ini akan membuat tekstur kekenyalan dari pempek ini menjadi berbeda dari pada pempek yang berbahan dasar dari ikan dan menggunakan tepung tapioka serta tepung terigu saja. Tekstur pempek akar teratai ini sangat kenyal dengan rasa yang lezat dari penambahan daun bawang serta bumbu-bumbu yang diberikan. Pada saat proses pengadukan dan diuleni adonan pempek akar teratai ini tidak ada sama sekali gumpalan dari tepung-tepung yang ditambahkan dan juga berwarna sedikit akan bening dan juga putih. Penambahan tepung akar teratai ini juga dimaksudkan untuk menambahkan nilai gizi dari pempek yang dibuat, seperti karbohidrat, protein dan juga vitamin.

Pada kesempatan kali ini, praktikkan membuat Pempek dari tepung akar teratai, yang dilaksanakan di rumah dengan berkelompok, untuk mempersiapkan bahan dan alat nya membuat pempek akar teratai tersebut. cara membuatnya siapkan alat dan bahan yang digunakan, masukan tepung terigu 100 gram, tepung tapioca 200 gram dan tepung akar Teratai sebanyak 30 gram, kemudian tambahkan garam dan bawang putih ke dalam tepung dan dicampur secara merat dengan ditambahkan air panas sedikit demi sedikit. Adonan diaduk hingga dikalis, lalu adonan pempek dibentuk lenjeran kecil, setelah itu pempek direbus selama 10-15 menit, setelah itu pempek ditiriskan dan digoreng hingga sampai masak dengan baik. Pempek yang sudah digoreng, letakkan pempek dipiring dan siap di uji. Untuk Hasil uji dari pempek tepung akar Teratai ini dimulai dari kenampakan, warna, aroma, rasa, dan tekstur. Pengujian ini bertujuan untuk mengetahui hasil buatan dari tunmbuhan lahan rawa, setiap pada hasil produknya yaitu ada kacang atom biji lotus, emping biji lotus, dan susu biji lotus. Untuk hasil pencicipan pempeknya memiliki penampakan sangat suka dilihat, lalu untuk warnanya juga baik, kemudian aromanya, rasanya , dan tekstur baik, hasil ini tentu akan menjadi catatan simpanan, karena akan berguna untuk pengujian ditahap selanjutnya.

42 Universitas Sriwijaya

BAB 5

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1. Kesimpulan

Adapun kesimpulan yang di dapatkan dari praktikum Pertanian Lahan Basah dengan materi Pemanfaatan Tumbuhan Rawa ialah sebagai berikut.

1. Pembuatan pempek tidak hanya bisa dibikin atau diolah dengan menggunakan sumber hewani melainkan dapat juga dari sumber nabati seperti tepung akar teratai.

2. Pemanfaatan tumbuhan rawa dengan bahan bubuk atau tepung akar teratai dapat diaplikasikan pada pembuatan pempek.

3. Pada proses pembuatan pempek dari bahan dasar tepung akar teratai ini berupa perebusan dan penggorengan yang mana dapat mempengaruhi organoleptik pempek tersebut.

4. Sumber nabati akar teratai dapat juga dimanfaatkan untuk menjadi bahan olahan pangan salah satu nya ialah pembuatan pempek.

5. Penggunaan bubuk atau tepung akar teratai ini dapat mempengaruhi tekstur dan rasa dari produk olahan pempek tersebut.

5.2.Saran

Adapun saran untuk praktikum ini sebaiknya para praktikan diberikan waktu dan kesempatan untuk dapat mempresentasikan hasil olahan mereka agar para praktikan lain dapat mengetahui apa saja produk hasil olahan dari tumbuhan atau tanaman rawa yang telah di buat.

Universitas Sriwijaya

DAFTAR PUSTAKA

Adisarwanto, A. A. 2000. Meningkatkan Produksi Kacang Tanah di Lahan Sawah dan Lahan Kering. Penebar Swadaya, Jakarta.Aniagu, A., Yusuf, S., Andrew, G.O., Zezi, A.U. dan Abdurahman, E.M. 2015. Journal of Evaluation of fi ve medicinal plants used in diarrhea treatment in Nigeria.

J. Ethnopharmacology 101:27-30.

Aflizar. 2018. Desain Sistim Informasi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) untuk Rehabilitasi dan Konservasi DAS Sumani. Jurnal.

Agustina, Asri, 2015. Budidaya Kacang Tanah. Monograf Balitkabi. Vol. No.13 Aminullah, A., Daniel, D., & Rohmayanti, T. 2020. Profil tekstur dan hedonik

pempek lenjer berbahan lokal tepung talas bogor (Colocasia esculenta L.

Schott) dan ikan lele dumbo (Clarias gariepinus). Jurnal Teknologi &

Industri Hasil Pertanian.

Amir, M. 2013. Serangga Taman Nasional Gunung Halimun Jawa Bagian Barat.

Biodiversity Conservation Project. Jawa Barat.

Anonim. 2016. Kajian Model Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) Terpadu.

Direktorat Kehutanan dan Konservasi Sumberdaya Air.

Ansori. 2013. Kelimpahan dan Dinamika Populasi Odonata berdasarkan Hubungannya dengan Fenologi Padi di beberapa Persawahan Sekitar bandung. Jurnal Jurusan Biologi UNIB.

Arlita. 2012. Lahan Rawa : Sifat Pengelolaan Tanah Bermasalah Sulfat Masam.

PT. Raja Grafindo Persada. Jakarta.

Arsyad, D. M., B. B. Saidi, dan Enrizal. 2014. Pengembangan Inovasi Pertanian di Lahan Rawa Pasang Surut Mendukung Kedaulatan Pangan. In Jurnal Pengembangan Inovasi Pertanian Vol. 7 No. 4.

Aulia, A. N., & Hakim, L. 2017. Pengembangan Potensi Ekowisata Sungai Pekalen Atas, Desa Ranu Gedang, Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo. Jurnal Wilayah dan Lingkungan, 5(3), 156-167.

Azay Ragsul Saputri dan Yulinah Trihadiningrum. 2010. “Pemanfaatan Biomassa Eceng Gondok Dari Kolam Pengolahan Greywater Sebagai Penghasil Biogas”. Jurnal Fakultas Teknik Sipil. ITS. Surabaya

Brotowidjoyo, M, D, Djoko, T & Eko, M. 2015. Pengantar Lingkungan Perairan dan Budidaya Air. Yogyakarta: Liberty.

Chandra, B., Asra, R., & Mevia, N. A. 2022. Perbedaan ekstraksi daun teratai (Nymphaea pubescens Willd) sebagai fungsi aktivitas antioksidan. Jurnal Farmasi Higea, 14(1), 28-39.

Cahyono. 2015. Pembibitan Itik. Penebar Swadaya. Jakarta.

Direktorat Jenderal Bpphp. 2015. Revitalisasi Pertanian Melalui Agroindustri Perdesaan. Jakarta: Departemen Pertanian.

Universitas Sriwijaya Effendy, E. 2011. Drainase untuk Meningkatkan Kesuburan Lahan Rawa. Jurnal.

PILAR, 6 (2).

Fatikasari, R. N., & Tarzan, P. 2022. Efektivitas Hydrilla verticillata dan Lemna minor sebagai Fitoremediator LAS pada Deterjen Limbah Domestik.

LenteraBio, 11(2), 263–272.

Ghiovani, D., & Tangahu, B. O. 2017. Fitoremediasi Air yang Tercemar Limbah Laundry dengan Menggunakan Kayu Apu (Pistia Stratiotes). Jurnal Teknik ITS , 6(2), 2301-9271

Hamidi, R., Furqon, M. T., & Rahayudi, B. 2017. Implementasi Learning Vector Quantization (LVQ) untuk Klasifikasi Kualitas Air Sungai. Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer, 1(12), 1758- 1763.

Handoko, Y. A., Riani, I. P., & Laurita, L. 2016. Studi Pertumbuhan Pistia Stratiotes L. Terhadap Beberapa Jenis Logam. Prosiding karya ilmiah, 2, 105-115.

Helmi. 2015. Peningkatan Produktivitas Padi Lahan Rawa Lebak Melalui Penggunaan Varietas Unggul Padi Rawa. In Jurnal Pertanian Tropik Vol.

2 No. 2.

Ismuhajaroh, B. N., Noor, S., & Erhaka, M. E. 2016. Perbandingan Morfologi Dan Biologi Bunga Pada Dua Spesies Teratai (Nymphaea) Di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Perbandingan Morfologi Dan Biologi Bunga Pada Dua Spesies Teratai (Nymphaea) Di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, 896-900.

Karneta, R. (2010). Analisis kelayakan ekonomi dan optimasi formulasi pempek lenjer skala industri. Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan, 4(3).

Koes. 2010. Telaga Rawa Pening, Masyarakat Banyu Biru, dan Eceng Gondok Kusmana, C. 2015. The biodiversity of Flora in Indonesia. J Nat Resour Environ Management. Jurnal.

Latuconsina, 2019. Ekologi Perairan Tropis: Prinsip Dasar Pengelolaan Sumber Daya Hayati Perairan. Yogyakarta: Gadjah MAda University Press.

Listyanto, N., & Andriyanto, S. (2009). Ikan gabus (Channa striata) manfaat pengembangan dan alternatif teknik budidayanya. Media Akuakultur, 4(1), 18-25.

Lubis, D. A. 2010. Ilmu Makanan Ternak. Cetakan ke-2 PT. Pembangunan, Jakarta.

Maftuah, E and N. Wakhid. 2019. Replacing slash and burn practices with slash and composting to reduce Carbon Dioxide emissions from degraded peatland. Indonesian Journal of Agricultural Science. 20 (1), : 9-18.

Marianto, L.A. 2011. Tanaman Air. Penerbit PT Agro Media Pustaka, Jakarta.

Marsi. 2013. Karakteristik Kimia dan Kesuburan Tanah Serta Kualitas Air Daerah

Universitas Sriwijaya Rawa Pasang Surut. Bahan Pelatihan Nasional Manajemen Daerah Rawa, Palembang.

Megumi, S., R. 2020. Purun Tikus, Tanaman Rawa Penyerap Logam Berat.

Jakarta: Swadaya

Mulyadi T. 2015. Studi pengelolaan kayu putih Linn. berbasis ekosistem di BDH Karangmojo, Gunung Kidul, Yogyakarta. Thesis Program Pascasarjana S2 Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada.

Musanni. 2011. Budidaya Ikan Guppy (Poecilia reticulata). Laporan Praktikum Budidaya Ikan Hias Universitas Lampung. Bandar Lampung.

Najiyati. 2015. Rawa, Budidaya dan Penanganan Lepas Panen. PT. Penebar Swadaya: Jakarta.

Nurafifah. 2016. Pengaruh Kombinasi Kiambang dan Zeolit Terhadap Penurunan Plant National Database. 2003. Plant Profile for Salvinia molesta. Jurnal, Plant Database nasional. Logam Berat Kadmium.

Putri, Aafiyah. 2015. Analisis Pengaruh Perubahan Profitabilitas Rawa terhadap Perubahan Saham pada Perubahan Manufaktur yang Terrdaftar. Skripsi.

Universitas Hasanudin: Makassar.

Putri, Y. S. E., & Wurjanto, A. 2016. Tata Cara Perencanaan Teknik Jaringan Irigasi Rawa. RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil, 2(1), 48.

Putra, A. S. 2014. Analisis Distribusi Kecepatan Aliran Sungai Musi (Ruas Sungai: Pulau Kemaro Sampai dengan Muara Sungai Komering) (Doctoral dissertation, Sriwijaya University).

Rahayu, W.P., Maoen, Suliantari, S. Fardias. 2012. Teknologi Fermentasi Produk Perikanan. Pusat Antar Universitas IPB Bogor : Bogor

Rezeky, S. M., Pandjaitan, N. K., & Sjaf, S. 2018. Sistem Nilai dan Resiliensi Komunitas dalam Pengelolaan Rawa Lebak. Jurnal Sosiologi Pedesaan, 6(30), 220-227.

Rismayani, A, Putri. 2017. Pengaruh Pemberian Pakan Cacing Tanah (Lumbricus rubellus) terhadap Warna Pada Ikan Guppy. Departemen Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Hassanudin. Makassar.

Sinaga, E. 2019. Potensi Medisinal Karamunting. Jakarta Selatan; UNAS Press Sudarsono, H. 2013. Hama belalang kembara (Locusta migratoria Manilensis

Meyen): fakta dan analisis awal ledakan populasi di Provinsi Lampung.

Jurnal Hama dan Penyakit Tumbuhan Tropika, 3(2), 51-56.

Sugiyono. 2012. Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.

Susilo A, Rumende CM, Pitoyo CW, Santoso WD, Yulianti M, Herikurniawan, Sinto R. 2019, Coronavirus Disease 2019. Jakarta; Tinjauan Literatur Terkini.

Tindaon, G., D., R. 2019. Pemanfaatan Purun Tikus (Eleocharis dulcis) sebagai

Universitas Sriwijaya Bahan Baku Papan serat Kempa Panas. Skripsi. Fakutas Pertanian, Unila.

Winarno FG. 2014. Kimia Pangan dan Gizi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Winarno, F.G. 2018. Kimia Pangan dan Gizi: Edisi Terbaru. Jakarta. Gramedia Pustaka Utama.

Universitas Sriwijaya

LAMPIRAN GAMBAR

IDENTIFIKASI FLORA DAN FAUNA DI LAHAN RAWA

Purun tikus Kayu Gelam Karamunting

Hydrilla Belalang Benih Ikan Gabus

Capung Anggang-Anggang

Universitas Sriwijaya

IDENTIFIKASI FLORA DAN FAUNA DI LAHAN SUNGAI

Apu-Apu Eceng Gondok Kiambang

Capung Ikan opi-opi Itik

Universitas Sriwijaya

PEMANFAATAN TANAMAN LAHAN RAWA

Persiapan bahan Persiapan alat Proses pencampuran bahan

proses mengaduk

Proses Pembentukan pempek

Pempek yang sudah dibentuk

Proses Perebusan Pempek yang sudah direbus

Universitas Sriwijaya

LAMPIRAN DOKUMENTASI

IDENTIFIKASI FLORA DAN FAUNA DI LAHAN RAWA

Universitas Sriwijaya

IDENTIFIKASI FLORA DAN FAUNA DI LAHAN SUNGAI

Universitas Sriwijaya

LAMPIRAN PEMBAGIAN TUGAS

IDENTIFIKASI FLORA DAN FAUNA DI LAHAN RAWA

Nama Praktikkan Pembagian Tugas

Putri Dwi Wahyuni BAB 1 PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang 1.2. Tujuan

Zahrannasywa Salsabila Wiwin Afriyanti Wulandari Muhammad Faris Septian Zahrannasywa Salsabila Zahrannasywa Salsabila Putri Dwi Wahyuni Putri Dwi Wahyuni

Anindya Nafiera Putri Syatia Muhammad Ridho Al Fajri

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Rawa

2.2. Karakteristik Lahan Rawa 2.3. Klasifikasi dan Morfologi Flora 2.3.1. Purun Tikus

2.3.2. Gelam 2.3.3. Hydrilla

2.4. Klasifikasi dan Morfologi Fauna 2.4.1. Belalang

2.4.2. Ikan Gabus 2.4.3. Capung

2.4.4. Anggang-Anggang

Anindya Nafiera Putri Syatia BAB 3 PELAKSANAAN PRAKTIKUM 3.1. Waktu dan Tempat

3.2. Alat dan Bahan 3.3. Prosedur Kerja

Muhammad Faris Septian BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1. Hasil 4.2. Pembahasan

Anindya Nafiera Putri Syatia BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN 5.1. Kesimpulan

5.2. Saran Anindya Nafiera Putri Syatia Cover

Muhammad Ridho Al Fajri Daftar Pustaka Muhammad Ridho Al Fajri Lampiran Gambar Wiwin Afriyanti Wulandari Lampiran Dokumentasi Anindya Nafiera Putri Syatia Lampiran Pembagian Tugas

Anindya Nafiera Putri Syatia Menggabungkan Laporan dan Memperbaiki Laporan

Universitas Sriwijaya

IDENTIFIKASI FLORA DAN FAUNA DI LAHAN SUNGAI

Nama Praktikan Pembagian Tugas

Putri Dwi Wahyuni BAB 1 PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang 1.2. Tujuan

Zahran Nasywa Salsabila Muhammad Faris Septian Muhammad Ridho Al Fajri Muhammad Ridho Al Fajri Anindya Nafiera Putri Syatia Anindya Nafiera Putri Syatia Wiwin Afriyanti Wulandari Muhammad Faris Septian

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Sungai

2.2. Karakteristik Lahan Sungai 2.3. Klasifikasi Dan Morfologi Flora 2.3.1. Apu-Apu

2.3.2. Eceng Gondok 2.3.3. Kiambang

2.4. Klasifikasi Dan Morfologi Fauna 2.4.1. Capung

2.4.2. Itik

2.4.3. Ikan guppy

Wiwin Afriyanti Wulandari BAB 3 PELAKSANAAN PRAKTIKUM

3.1. Waktu dan Tempat 3.2. Alat dan Bahan 3.3. Cara Kerja

Anindya Nafiera Putri Syatia BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1. Hasil

4.2. Pembahasan

Putri Dwi Wahyuni BAB 5 KESIMPULAN

5.1. Kesimpulan 5.2. Saran Zahran Nasywa Salsabila

Anindya Nafiera Putri Syatia Wiwin Afriyanti Wulandari Muhammad Faris Septian Anindya Nafiera Putri Syatia Zahran Nasywa Salsabila Wiwin Afriyanti Wulandari

Cover

Daftar Pustaka Lampiran Gambar

Menggabungkan Laporan Revisi Laporan

Lampiran Pembagian Tugas Lembar Dokumentasi

Dokumen terkait