• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL DAN ANALISIS PENELITIAN

4.1.11. Harapan dan Peluang

1. Peta Geographi Tanjung Gading dan Kuala Tanjung

Kota Tanjung Gading (lokasi pemukiman Karyawan) dan Kuala Tanjung (lokasi Pabrik Peleburan) berada di jalur 3 Kecamatan yaitu Kecamatan Sei Suka, Air Putih dan Medang Deras. Kondisi geograpi di sekitar Tanjung Gading umumnya berupa tanah perkebunan dan persawahan, sementara lokasi Kuala Tanjung berada di pinggir pantai.

2. Karakteristik masyarakat

Masyarakat sekitar Tanjung Gading dan Kuala Tanjung pada umumnya hidup sebagai petani dan pedagang kecil, sebagian sebagai nelayan yang tinggal di sekitar pantai. Berdasarkan pengamatan di lapangan, banyak sekali umat Islam yang tingkat ekonominya lemah sangat bergantung kepada renternir. Ini akibat ketiadaaan sumber dana untuk modal usaha. Kemudahan memperoleh 'suntikan modal' dari renternir tidak menjadi halangan walaupun 'bunga' yang diberikan cukup tinggi. Kergantungan hidupnya kepada renternir akan mengakibatkan hasil yang diperoleh dari usahanya sangat tipis sehingga tingkat kehidupannya akan susah untuk meningkat.

3. Peluang dan harapan

Saat ini harta ZIS yang sudah dihimpun oleh BPZ masih sekitar 20%

(Rp10 juta) per bulan. Jadi masih besar peluang untuk menghimpun dalam jumlah yang lebih besar. Ini adalah peluang bagi BPZ untuk bisa lebih banyak lagi menghimpun dana zakat dan harapan bagi masyarakat untuk memperoleh bantuan lebih banyak lagi.

4. Masyarakat yang madani

Dengan dihimpunnya harta ZIS oleh lembaga amil maka disinilah sebenarnya letak kelebihannya penyaluran oleh lembaga Amil. Dengan adanya lembaga Amil ini maka masyarakat memiliki semacam jaminan/proteksi sosial melalui pengelolaan dana ZIS yang berupa pinjaman kebijakan (qardhul hasan) ataupun berupa insentif sosial, yakni rasa kebersamaan melalui ikatan kelompok simpan pinjam ataupun kelompok yang berorientasi sosial. Proteksi sosial ini menjamin

distribusi rasa kesejahteraan dari masyarakat yang tidak punya kepada masyarakat yang punya. Dengan demikian, terjadi komunikasi antara dua kelas yang berbeda yang akan memberikan dampak positif kepada kehidupan sosial ekonomi komunitas masyarakat sekitar. Apabila rasa kesejahtraan dan keadilan ini sudah terpenuhi maka diharapkan akan terbentuk masyarakat yang madani.

4.1.12. Struktur Organisasi, Susunan Pengurus dan Tugas Organisasi Untuk lebih optimal dalam pengelolaan dan pendayagunaan harta zakat maka telah dibentuk struktur dan tugas organisasi sebagai berikut:

1. Struktur Organisasi terlampir 2. Tugas Organisasi

1) Ketua

-Bertanggung jawab terhadap kegiatan BPZ -Memimpin dan mengatur organisasi BPZ 2) Sekretariat

-Memimpin sekretariat

-Melaksanakan administrasi BPZ

-Membuat aturan-aturan dan mekanisme kerja BPZ -Membuat kriteria penyaluran

-Melakukan riview terhadap organisasi BPZ -Membantu bidang lain BPZ

3) Bendahara

-Mengumpulkan ZIS

-Membuat dan monitor cash flow dana BPZ -Melakukan pembayaran

-Membuat laporan keuangan -Membuat neraca keuangan -Membuat rencana anggaran -Membantu bidang/seksi lain

4) Ketua Bidang Pembinaan Dan Pengembangan -Koordinator Seksi Muzakki dan Seksi Mustahiq -Bertanggung jawab terhadap ketua

5) Seksi M u z a k k i

-Melakukan survey dan pendataan kondisi muzaki -Membuat program untuk peningkatan muzaki.

-Melaksanakan dan mengevaluasi program point-2

-Membuat program untuk dakwah Zakat ke muzaki (Seminar, dll) -Membuat program dokumentasi dan sosialisasi zakat

-Membuat program pengumpulan dan penyaluran zakat fitrah (Bentuk Panitia) 6) Seksi Mustahiq

-Melakukan survey dan membuat peta kondisi mustahik.

-Membuat program untuk peningkatan ekonomi umat (pedagang, petani, ternak) -Membuat program untuk pengembangan SDM mustahik

-Membuat program dakwah buat mustahik

-Membuat program bantuan/kegiatan sosial masyarakat 7) Ketua Bidang Pembiayaan

-Koordinator Seksi Konsumtif dan Seksi Produktif -Bertanggung jawab terhadap Ketua

8) Seksi Konsumtif

-Melakukan penyaluran dana konsumtif -Membuat laporan kegiatan penyaluran

-Melakukan pengawasan dan evaluasi kondisi mustahik yang jadi binaan

-Memberikan masukan kepada bidang Pembinaan dan Pengembangan mustahik.

9) Seksi Produktif

-Melakukan penyaluran dana produktif -Membuat laporan kegiatan penyaluran

-Melakukan pengawasan dan evaluasi kondisi mustahik yang jadi binaan -Memberikan masukan kepada bidang terkait untuk pelaksanaan usaha 10) Komisaris Seksi

-Membantu kegiatan sekretariat

-Sebagai perwakilan seksi/departemen.

4.1.13. Sejarah Singkat SMA Negeri 1 Sei Suka

SMA Negeri 1 Sei Suka didirikan pada tahun 2002 yang dibangun berasal dari dana APBD Kabupaten Asahan dan merupakan satu-satunya SMA

Negeri yang ada di Kecamatan Sei Suka yang terletak di sebelah Timur Ibu Kota Kecamatan Sei Suka Kabupaten Asahan.

Sesuai dengan UU No. 5 Tahun 2007 tentang pemekaran Kabupaten Asahan menjadi 2 (dua) kabupaten yaitu Kabupaten Asahan dan Kabupaten Batu Bara dan sesuai dengan letak geografisnya SMA Negeri 1 Sei Suka terletak di Kabupaten Batu Bara, dengan posisi segitiga antara Kabupaten Asahan, Simalungun dan Serdang Bedagai.

4.1.14. Visi dan Misi SMA Negeri 1 Sei Suka VISI

”Mewujudkan sekolah sebagai lembaga pusat pengembangan Sumber Daya Manusia yang kreatif dan inovatif serta menghasilkan lulusan yang bermoral Pancasila dengan wawasan IPTEK dan IMTAQ”.

MI S I

1.Menyelenggarakan dan meningkatkan kualitas kegiatan intrakurikuler.

2.Mengemban gkan dan melaksanakan secara b erkesinambungan kegiatan ekstrakurikuler.

3.Menyatukan dan memantapkan pemahaman warga sekolah tentang wawasan wiyata mandala.

4.Memelihara dan meningkatkan ketahanan sekolah.

5.Memberdayakan potensi warga sekolah dan masyarakat dalam

meningkatkan kualitas sekolah.

4.1.15. Tujuan

1. Unggul dalam kegiatan keagamaan dan kepedulian sekolah 2. Unggul dalam persentase kelulusan UN

3. Unggul dalam persaingan masuk ke Perguruan Tinggi Negeri melalui jalur PMP dan SPMB

4. Unggul dalam penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi.

4.1.16. Profil Sekolah

Nama Sekolah : SMA Negeri 1 Sei Suka

Alamat : Jln. Beringin No. 1 Tanjung Gading

Kecamatan : Sei Suka

Kabupaten : Batu Bara

Propinsi : Sumatera Utara

N S S : 301070618047

NPSN : 10204058

Tahun Berdiri : 4 Februari 2003 Nomor Rekening : 261.02.04.002724 – 2

Nama Bank : Bank Sumut

Alamat Bank : Jln. Sudirman No. Indrapura

Luas Tanah : 14.703 m2

4.1.17. Kepala Sekolah

N a m a : Drs. YAHYA SHAMADI

NIP : 13194 7 55 1

Pangkat/Golongan : Pembina, IV/a

Tempat/Tanggal Lahir : Binjai, 22 September 1961

Agama : Islam

Pejabat Yang Mengangkat : Bupati Asahan

Nomor dan Tanggal : 291 – BKD / 2004 Tanggal 6 Juli 2004 Pendidikan/Jurusan/Tahun : S.1/A-IV/SEJARAH/1985

4.2. Karakteristik Responden

Untuk mengeahui pengaruh pemberian beasiswa dari BPZ terhadap prestasi belajar siswa SMA Negeri 1 Sei Suka, dilakukan penelitian kepada 63 responden yang terdaftar sebagai responden, yang memiliki karakteristik-karakteristik sebagai berikut:

4.2.1. Karakteristik Responden Berdasarkan Usia

Dari sebaran data kepada responden, dari 63 orang responden, maka perincian untuk Karakteristik responden berdasarkan usia dapat di lihat pada tabel di bawah ini:

Tabel. 5

Usia Frekuensi Persen

<= 15 tahun 31 49,2%

16 - 18 tahun 32 50,8%

Total 63 100,0

Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa responden yang memiliki usia <= 15 tahun sebanyak 31 orang (49,2%), sedangkan yang berusia 16 - 18 tahun sebanyak 32 orang (50,8%). Jadi, dapat disimpulkan bahwa sebagian besar responden memiliki usia 16 - 18 tahun.

4.2.2. Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin

Dari sebaran data kepada responden, dari 63 orang responden, maka perincian untuk Karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin dapat di lihat pada tabel di bawah ini:

Tabel. 6

Jenis Kelamin Frekuensi Persen

Laki-laki 29 46,0%

Perempuan 34 54,0%

Total 63 100,0

Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa responden yang berjenis kelamin laki- laki sebanyak 29 orang (46,0%), sedangkan yang berjenis kelamin perempuan sebanyak 34 orang (54,0%). Jadi, dapat disimpulkan bahwa sebagian besar responden berjenis kelamin perempuan.

4.2.3. Karakteristik Responden Berdasarkan Tingkatan Kelas

Dari sebaran data kepada responden, dari 63 orang responden, maka perincian untuk Karakteristik responden berdasarkan kelas dapat di lihat pada tabel di bawah ini:

Tabel. 7

Kelas Frekuensi Persen

Satu 28 44,4%

Dua 23 36,5%

Tiga 12 19,0%

Total 63 100,0

Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa responden kelas I sebanyak 28 orang (44,4%), responden kelas II sebanyak 23 orang (36,5%), sedangkan kelas III sebanyak 12 orang (19,0%). Jadi, dapat disimpulkan bahwa sebagian besar responden masih duduk di kelas I.

4.2.4. Karakteristik Responden Berdasarkan Pekerjaan Orang Tua

Dari sebaran data kepada responden, dari 63 orang responden, maka perincian untuk Karakteristik responden berdasarkan pekerjaan orang tua dapat di lihat pada tabel di bawah ini:

Tabel. 8

Pekerjaan Orang Tua Frekuensi Persen

Petani 21 33,3%

Pedagang (wirausaha) 28 44,4%

Karyawan/buruh pabrik 2 3,2%

Buruh kasar 10 15,9%

Nelayan 2 3,2%

Total 63 100,0

Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa responden yang pekerjaan orang tuanya sebagai petani sebanyak 21 orang (33,3%), sebagai pedagang sebanyak 28 orang (44,4%), karyawan/buruh pabrik sebanyak 2 orang (3,2%), buruh kasar sebanyak 10 orang (15,9%), dan sebagai nelayan sebanyak 2 orang (3,2%). Jadi, dapat disimpulkan bahwa sebagian besar orang tua responden bekerja sebagai pedagang/wirausaha.

4.2.5. Karakteristik Responden Berdasarkan Penghasilan Orang Tua

Dari sebaran data kepada responden, dari 63 orang responden, maka perincian untuk Karakteristik responden berdasarkan penghasilan orang tua dapat di lihat pada tabel di bawah ini:

Tabel. 9

Penghasilan Orang Tua Frekuensi Persen

< Rp.500.000 39 61,9%

Rp.500.000 - Rp.1.000.000

20 31,7%

> Rp.1.000.000 - Rp. 1.500.000

4 6,3%

Total 63 100,0

Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa responden yang penghasilan orang tuanya < Rp.500.000 sebanyak 39 orang (61,9%), Rp.500.000 - Rp.1.000.000 sebanyak 20 orang (31,7%), dan > Rp.1.000.000 - Rp. 1.500.000 sebanyak 4 orang (6,3%). Jadi, dapat disimpulkan bahwa sebagian besar orang tua responden memiliki penghasilan sebanyak < Rp.500.000. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki latar belakang perekonomian lemah.

4.2.6. Karakteristik Responden Berdasarkan Pengeluaran Uang Jajan Perbulan Dari sebaran data kepada responden, dari 63 orang responden, maka perincian untuk Karakteristik responden berdasarkan pengeluaran uang jajan perbulan responden dapat di lihat pada tabel di bawah ini:

Tabel. 10

Jajan perbulan responden Frekuensi Persen

Rp.100.000 - Rp.150.000 58 92,1%

> Rp.150.000 - Rp.200.000

4 6,3%

> Rp.200.000 - Rp.250.000

1 1,6%

Total 63 100,0

Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa responden yang jajan setiap bulannya sebesar Rp.100.000 - Rp.150.000 sebanyak 58 orang (92,1%), > Rp.150.000 -

Rp.200.000 sebanyak 4 orang (6,3%), dan > Rp.200.000 - Rp.250.000 sebanyak 1 orang (1,6%). Jadi, dapat disimpulkan bahwa sebagian besar responden memiliki jajan perbulannya sebesar Rp.100.000 - Rp.150.000, yang berarti pengeluaran sebesar itu sangat minim jika kita bandingkan dengan harga-harga makanan dan transportasi sekarang.

4.3. Beasiswa BPZ

4.3.1. Jumlah nominal bantuan dana yang diberikan oleh BPZ Inalum

Dari sebaran data kepada responden, dari 63 orang responden, maka perincian untuk Karakteristik responden berdasarkan nominal bantuan menurut responden dapat di lihat pada tabel di bawah ini:

Tabel. 11

Nominal Bantuan Menurut Responden Frekuensi Persen

Besar 2 3,2%

Sedang 54 85,7%

Kecil 7 11,1%

Total 63 100,0

Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa responden yang menyatakan nominal bantuan bernilai besar sebanyak 2 orang (3,2%), yang menyatakan sedang sebanyak 54 orang (85,7%), dan yang menyatakan kecil sebanyak 7 orang (11,1%). Jadi, dapat disimpulkan bahwa sebagian besar responden menyatakan bahwa bantuan yang diberikan BPZ bernilai sedang walaupun mereka belum pernah mendapatkan beasiswa tersebut.

4.3.2. Motivasi untuk bisa menerima bantuan

Dari sebaran data kepada responden, dari 63 orang responden, maka perincian untuk Karakteristik responden berdasarkan motivasi untuk bisa menerima bantuan dapat di lihat pada tabel di bawah ini:

Tabel. 12

Motivasi Untuk Menerima Bantuan Frekuensi Persen Karena keadaan ekonomi

keluarga 14 22,2%

Untuk biaya sekolah 49 77,8%

Total 63 100,0

Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa motivasi untuk menerima bantuan dikarenakan keadaan ekonomi keluarga sebanyak 14 orang (22,2%), sedangkan untuk biaya sekolah sebanyak 49 orang (77,8%). Jadi, dapat disimpulkan bahwa sebagian besar responden termotivasi menerima bantuan dikarenakan biaya sekolah. Berarti, sebagian besar responden memang benar-benar sangat membutuhkan biaya untuk sekolah.

4.3.3. Pengaruh syarat penerimaan bantuan dalam memotivasi peningkatan nilai setiap semerter

Dari sebaran data kepada responden, dari 63 orang responden, maka perincian untuk Karakteristik responden berdasarkan pengaruh syarat penerimaan terhadap memotivasi peningkatan nilai dapat di lihat pada tabel di bawah ini:

Tabel.13 Pengaruh syarat penerimaan terhadap

memotivasi peningkatan nilai

Frekuensi Persen

Tidak berpengaruh 4 6,3%

Berpengaruh 43 68,3%

Sangat berpengaruh 16 25,4%

Total 63 100,0

Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa responden yang menyatakan syarat penerimaan bantuan tidak berpengaruh dalam memotivasi peningkatan nilai tiap semester sebanyak 4 orang (6,3%), yang menyatakan berpengaruh sebanyak 43 orang (68,3%), dan yang menyatakan sangat berpengaruh sebanyak 16 orang (25,4%). Jadi, dapat disimpulkan bahwa sebagian besar responden menyatakan bahwa syarat penerimaa bantuan berpengaruh dalam memotivasi peningkatan nilai tiap semester.

4.3.4. Pengaruh pemberian bantuan dalam keaktifan proses belajar

Dari sebaran data kepada responden, dari 63 orang responden, maka perincian untuk Karakteristik responden berdasarkan pengaruh pemberian bantuan dalam keaktifan proses belajar dapat di lihat pada tabel di bawah ini:

Tabel. 14 Pengaruh bantuan dalam

keaktifan proses belajar

Frekuensi Persen

Tidak berpengaruh 4 6,3%

Berpengaruh 45 71,4%

Sangat berpengaruh 14 22,2%

Total 63 100,0

Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa responden yang menyatakan bantuan tidak berpengaruh terhadap keaktifan proses belajar sebanyak 4 orang (6,3%), yang menyatakan berpengaruh sebanyak 45 orang (71,4%), dan yang menyatakan sangat berpengaruh sebanyak 14 orang (22,2%). Jadi, dapat disimpulkan bahwa sebagian besar responden menyatakan bantuan berpengaruh terhadap keaktifan proses belajar.

4.3.5. Pengaruh syarat penerimaan bantuan dalam memotivasi belajar

Dari sebaran data kepada responden, dari 63 orang responden, maka perincian untuk Karakteristik responden berdasarkan pengaruh syarat penerimaan bantuan dalam memotivasi belajar dapat di lihat pada tabel di bawah ini:

Tabel. 15 Pengaruh syarat penerimaan

dalam memotivasi belajar Frekuensi Persen

Tidak berpengaruh 6 9,5%

Berpengaruh 39 61,9%

Sangat berpengaruh 18 28,6%

Total 63 100,0

Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa responden yang menyatakan syarat penerimaan bantuan tidak berpengaruh dalam memotivasi belajar sebanyak 6 orang (9,5%), yang menyatakan berpengaruh sebanyak 39 orang (61,9%), dan yang menyatakan sangat berpengaruh sebanyak 18 orang (28,6%). Jadi, dapat disimpulkan bahwa sebagian besar responden menyatakan syarat penerimaan bantuan berpengaruh dalam memotivasi belajar.

4.4. Motivasi

4.4.1 Frekuensi dalam menjawab pertanyaan dari guru secara lisan

Dari sebaran data kepada responden, dari 63 orang responden, maka perincian untuk Karakteristik responden berdasarkan frekuensi dalam menjawab pertanyaan dari guru secara lisan dapat di lihat pada tabel di bawah ini:

Tabel. 16

Frekuensi menjawab Frekuensi Persen

Jarang 22 34,9%

Sering 40 63,5%

Sangat sering 1 1,6%

Total 63 100,0

Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa responden yang jarang menjawab pertanyaan dari guru secara lisan sebanyak 22 orang (34,9%), yang sering menjawab sebanyak 40 orang (63,5%), dan yang sangat sering menjawab sebanyak 1 orang (1,6%). Jadi, dapat disimpulkan bahwa sebagian besar responden sering menjawab pertanyaan dari guru secara lisan. Ini berarti mereka aktif dalam menjawab pertanyaan guru secara lisan.

4.4.2. Frekuensi dalam menjawab pertanyaan dari guru secara tulisan

Dari sebaran data kepada responden, dari 63 orang responden, maka perincian untuk Karakteristik responden berdasarkan frekuensi dalam menjawab pertanyaan dari guru secara tulisan dapat di lihat pada tabel di bawah ini:

Tabel. 17

Frekuensi menjawab Frekuensi Persen

Jarang 6 9,5%

Sering 39 61,9%

Sangat sering 18 28,6%

Total 63 100,0

Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa responden yang jarang menjawab pertanyaan dari guru secara tulisan sebanyak 6 orang (9,5%), yang sering menjawab sebanyak 39 orang (61,9%), dan yang sangat sering menjawab sebanyak 18 orang (28,6%). Jadi, dapat disimpulkan bahwa sebagian besar responden sering menjawab pertanyaan dari guru secara tulisan.

4.4.3. Frekuensi bertanya kepada guru mengenai materi pelajaran

Dari sebaran data kepada responden, dari 63 orang responden, maka perincian untuk Karakteristik responden berdasarkan frekuensi bertanya kepada guru mengenai materi pelajaran dapat di lihat pada tabel di bawah ini:

Tabel. 18

Frekuensi bertanya kepada guru Frekuensi Persen

Tidak pernah 1 1,6%

Jarang 44 69,8%

Sering 18 28,6%

Total 63 100,0

Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa responden yang tidak pernah bertanya kepada guru mengenai materi pelajaran sebanyak 1 orang (1,6%), yang jarang bertanya sebanyak 44 orang (69,8%), dan yang sering bertanya sebanyak 18 orang (28,6%). Jadi, dapat disimpulkan bahwa sebagian besar responden jarang bertanya

kepada guru mengenai materi pelajaran.

4.4.4. Frekuensi diskusi di dalam kelas

Dari sebaran data kepada responden, dari 63 orang responden, maka perincian untuk Karakteristik responden berdasarkan frekuensi diskusi di dalam kelas dapat di lihat pada tabel di bawah ini:

Tabel. 19

Frekuensi diskusi Frekuensi Persen

Jarang 6 9,5%

Sering 52 82,5%

Sangat sering 5 7,9%

Total 63 100,0

Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa responden yang jarang berdiskusi di dalam kelas sebanyak 6 orang (9,5%), yang sering berdiskusi sebanyak 52 orang (82,5%), dan yang sangat sering sebanyak 5 orang (7,9%). Jadi, dapat disimpulkan bahwa sebagian besar responden sering melakukan diskusi di dalam kelas.

4.4.5. Frekuensi keaktifan dalam mengumpulkan tugas pelajaran yang diberikan guru

Dari sebaran data kepada responden, dari 63 orang responden, maka perincian untuk Karakteristik responden berdasarkan frekuensi keaktifan dalam mengumpulkan tugas pelajaran yang diberikan guru dapat di lihat pada tabel di bawah ini:

Tabel. 20 Frekuensi keaktifan dalam

mengumpulkan tugas Frekuensi Persen

Jarang 4 6,3%

Sering 45 71,4%

Sangat sering 14 22,2%

Total 63 100,0

Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa responden yang jarang mengumpulkan tugas pelajaran yang diberikan guru sebanyak 4 orang (6,3%), yang sering mengumpulkan sebanyak 45 orang (71,4%), dan yang sangat sering mengumpulkan tugas sebanyak 14 orang (22,2%). Jadi, dapat disimpulkan bahwa sebagian besar responden sering mengumpulkan tugas pelajaran yang diberikan oleh guru.

4.4.6. Daya serap dalam menerima pelajaran

Dari sebaran data kepada responden, dari 63 orang responden, maka perincian untuk Karakteristik responden berdasarkan daya serap dalam menerima pelajaran dapat di lihat pada tabel di bawah ini:

Tabel. 21

Daya Serap Menerima Pelajaran Frekuensi Persen

Kurang cepat 41 65,1%

Cepat 22 34,9%

Total 63 100,0

Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa responden yang kurang cepat dalam menerima pelajaran sebanyak 41 orang (65,1%), dan yang cepat dalam menerima pelajaran sebanyak 22 orang (34,9%). Jadi, dapat disimpulkan bahwa sebagian besar responden kurang cepat dalam menyerap pelajaran.

4.4.7. Frekuensi dalam belajar kelompok selama seminggu

Dari sebaran data kepada responden, dari 63 orang responden, maka perincian untuk Karakteristik responden berdasarkan frekuensi dalam belajar kelompok selama seminggu dapat di lihat pada tabel di bawah ini:

Tabel. 22 Frekuensi dalam belajar

kelompok selama seminggu

Frekuensi Persen

Jarang (1 kali) 21 33,3%

Sering (2 -3 kali) 41 65,1%

Sangat sering (lebih dari 3 kali) 1 1,6%

Total 63 100,0

Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa responden yang jarang belajar kelompok selama seminggu sebanyak 21 orang (33,3%), yang sering belajar kelompok selama seminggu sebanyak 41 orang (65,1%), dan yang sangat sering sebanyak 1 orang (1,6%). Jadi, dapat disimpulkan bahwa sebagian besar responden sering (2-3 kali) belajar kelompok selama seminggu.

4.4.8. Frekuensi diskusi dengan teman diluar sekolah

Dari sebaran data kepada responden, dari 63 orang responden, maka perincian untuk Karakteristik responden berdasarkan frekuensi diskusi dengan teman diluar sekolah dapat di lihat pada tabel di bawah ini:

Tabel. 23 Frekuensi diskusi dengan

teman diluar sekolah

Frekuensi Persen

Jarang 15 23,8%

Sering 46 73,0%

Sangat sering 2 3,2%

Total 63 100,0

Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa responden yang jarang diskusi dengan teman diluar sekolah sebanyak 15 orang (23,8%), yang sering sebanyak 46 orang (73,0%), dan yang sangat sering sebanyak 2 orang (3,2%). Jadi, dapat disimpulkan bahwa sebagian besar responden sering diskusi dengan teman diluar sekolah.

4.5. Prestasi

4.5.1. Keaktifan belajar memotivasi peningkatan nilai (prestasi) guna memenuhi syarat penerimaan bantuan

Dari sebaran data kepada responden, dari 63 orang responden, maka perincian untuk Karakteristik responden berdasarkan keaktifan belajar memotivasi peningkatan nilai (prestasi) guna memenuhi syarat penerimaan bantuan dapat di lihat pada tabel di bawah ini:

Tabel. 24

Frekuensi Motivasi Frekuensi Persen

Tidak 13 20,6%

Ya 50 79,4%

Total 63 100,0

Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa responden yang tidak termotivasi untuk meningkatkan prestasi guna memenuhi syarat penerimaan bantuan sebanyak 13 orang

(20,6%), dan yang termotivasi sebanyak 50 orang (79,4%). Jadi, dapat disimpulkan bahwa sebagian besar responden termotivasi untuk meningkatkan prestasi guna memenuhi syarat penerimaan bantuan.

4.5.2. Keaktifan belajar kelompok bertujuan untuk meningkatkan kemampuan Dari sebaran data kepada responden, dari 63 orang responden, maka perincian untuk Karakteristik responden berdasarkan keaktifan belajar kelompok bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dapat di lihat pada tabel di bawah ini:

Tabel. 25

Keaktifan belajar kelompok Frekuensi Persen

Tidak 1 1,6%

Ya 62 98,4%

Total 63 100,0

Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa responden yang tidak aktif belajar kelompok untuk meningkatkan kemampuan sebanyak 1 orang (1,6%), dan yang aktif belajar kelompok untuk meningkatkan kemampuan sebanyak 62 orang (98,4%). Jadi, dapat disimpulkan bahwa sebagian besar responden aktif belajar kelompok untuk meningkatkan kemampuan. Ini berarti, responden tidak hanya mendapatkan ilmu dari guru dikelas, melainkan dari belajar kelompok juga.

4.5.3. Perbandingan peningkatan prestasi pada semester terakhir dengan yang sebelumnya

Dari sebaran data kepada responden, dari 63 orang responden, maka perincian untuk Karakteristik responden berdasarkan perbandingan peningkatan prestasi pada semester terakhir dengan yang sebelumnya dapat di lihat pada tabel di bawah ini:

Tabel. 26 Perbandingan peningkatan prestasi pada semester terakhir dengan yang

sebelumnya

Frekuensi Persen

Kurang meningkat 9 14,3%

Meningkat 51 81,0%

Sangat meningkat 3 4,8%

Total 63 100,0

Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa responden yang prestasinya kurang meningkat pada semester terakhir dengan yang sebelumnya sebanyak 9 orang (14,3%), yang prestasinya meningkat sebanyak 51 orang (81,0%), dan yang sangat meningkat sebanyak 3 orang (4,8%). Jadi, dapat disimpulkan bahwa sebagian besar responden prestasinya meningkat pada semester terakhir dengan yang sebelumnya.

4.5.4. Perbandingan peningkatan menyerap pelajaran pada semester terakhir dengan yang sebelumnya

Dari sebaran data kepada responden, dari 63 orang responden, maka perincian untuk Karakteristik responden berdasarkan perbandingan peningkatan menyerap

pelajaran pada semester terakhir dengan yang sebelumnya dapat di lihat pada tabel di bawah ini:

Tabel. 27 Perbandingan peningkatan menyerap pelajaran pada semester terakhir dengan

yang sebelumnya

Frekuensi Persen

Kurang meningkat 3 4,8%

Meningkat 57 90,5%

Sangat meningkat 3 4,8%

Total 63 100,0

Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa responden yang daya serap pelajaran pada semester terakhir dengan yang sebelumnya kurang meningkat sebanyak 3 orang (4,8%), yang meningkat sebanyak 57 orang (90,5%), dan yang sangat meningkat sebanyak 3 orang (4,8%). Jadi, dapat disimpulkan bahwa sebagian besar responden daya serap pelajaran pada semester terakhir dengan yang sebelumnya meningkat. Ini terbukti bahwa sebagian besar responden ingin mendapatkan beasiswa tersebut.

4.6. Analisis Data

Setelah data didapat dari lapangan, langkah berikutnya adalah mengolah atau menganalisis data mentah menjadi data masak dengan menggunakan program komputer. Berikut ini adalah data jumlah siswa kurang mampu dan nama-nama siswa yang mendapatkan beasiswa dari Badan Pengelola Zakat (BPZ) di SMA Negeri 1 Sei Suka Batubara:

Dokumen terkait