• Tidak ada hasil yang ditemukan

Cover bina marga

A. Jalan

Jalan adalah prasaranan transportasi darat yang meliputi segala bagian jalan, termasuk bangunan pelengkap dan perlengkapannya yang diperuntukkan bagi lalu lintas, yang berada pada permukaan tanah dan air, serta di atas permukaan air kecuali jalan kereta api, jalan lori, dan jalan kabel. Dalam bidang bina marga ada 2 kegiatan yaitu pembangunan dan preservasi jalan jembatan. Pembangunan jalan adalah kegiatan pemrograman dan penganggaran, perencanaan teknis, pelaksanaan konstruksi, serta pengoperasian dan pemeliharaan jalan. Pembangunan jalan terdiri atas pembangunan jalan dari belum tembus menjadi ada serta pengembangan jalan non standar menjadi standar.

Kewenangan Preservasi Jalan dan Jembatan Menurut Undang-Undang No 23 Tahun 2014

- Pemerintah Pusat

a. Pengembangan sistem jaringan secara rasional.

b. Penyelenggaraan jalan secara umum dan penyelenggaraan jalan nasional.

- Provinsi

Penyelenggaraan jalan provinsi.

- Daerah Kabupaten/Kota

Penyelenggaraan Jalan kabupaten/kota

Preservasi jalan terdiri atas peningkatan dan pemeliharan jalan. Dimana peningkatan jalan adalah kegiatan untuk dapat meningkatkan kemampuan ruas-ruas jalan dalam

Pembangunan Jalan dan Jembatan

Preservasi Jalan dan Jembatan

Pemeliharaan Rutin

Pemeliharaan Berkala Pembangunan JJ

(0-Ada)

Bina Marga

Peningkatan JJ Pengembangan JJ

(Non Standar- Standar)

Pemeliharaan JJ

kondisi tidak mantap atau kritis agar ruas jalan tersebut dalam kondisi mantap sesuai dengan umur terencana. Sedangkan pemeliharaan jalan terbagi atas 2 yaitu pemeliharaan rutin adalah kegiatan merawat serta memperbaiki kerusakan-kerusakan yang terjadi pada ruas-ruas jalan dengan kondisi pelayanan mantap dilakukan setiap tahun dan pemeliharaan berkala adalah kegiatan penanganan terhadap setiap kerusakan yang diperhitungkan dalam desain, agar penurunan kondisi jalan dapat dikembalikan pada kondisi kemantapan sesuai dengan rencana yang dilakukan setiap ada kerusakan.

Pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan merupakan nadi bagi mobilitas masyarakat. Sebagai penunjang transportasi darat jaringan jalan dan jembatan yang baik dapat berdampak baik pada sektor ekonomi suatu daerah. Pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur jalan dan jembatan menjadi prioritas pemerintah mengingat semakin besar jumlah penduduk.

Jalan umum berdasarkan statusnya dikelompokkan menjadi jalan nasional, jalan kabupaten, jalan kota, dan jalan desa. Pembagian jalan kabupaten/kota di Provinsi Riau sebagai berikut:

Tabel 3.1 Panjang Jalan di Provinsi Riau Menurut Kabupaten/Kota dan Tingkat Kewenangan Pemerintahan (Km), Tahun 2020

Kabupaten/ Kota

Tahun 2020 Negara2 Provinsi Kabupaten/

Kota3 Jumlah

1 2 3 4 5

1 Kota Dumai 72,45 140,12 1.198,24 1.410,81

2 Kabupaten Kepulauan Meranti 0 131,24 929,42 1.060,66 3 Kabupaten Rokan Hilir 193,78 217,98 1.961,53 2.373,29 4 Kabupaten Bengkalis 103,16 82,60 1.257,11 1.442,87

5 Kabupaten Siak 128,13 155,00 2.880,19 3.163,32

6 Kabupaten Kuantan Singingi 123,42 189,70 1.989,85 2.302,97 7 Kabupaten Indragiri Hulu 193,33 339,38 1.593,61 2.126,32 8 Kabupaten Indragiri Hilir 163,32 280,15 1.190,59 1.634,06 9 Kabupaten Pelalawan 114,33 233,59 1.985,80 2,333,72

10 Kabupaten Kampar 161,26 398,96 2.073,10 2.633,32

11 Kabupaten Rokan Hulu 0 503,58 2.140,36 2.643,94

12 Kota Pekanbaru 65,25 127,51 1.277,90 1.488,86

Provinsi Riau 1.336,63 2799,81 20.477,69 24.614,13 Catatan : Data tidak termasuk panjang jalan tol

Sumber: 1. Berdasarkan Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat No.248/KPTS/M/2015.

2. BPS Provinsi Riau

3. Keputusan Gubernur Riau No. Kpts.308/IV/2017 Tentang Penetapan Ruas – Ruas Jalan Menurut Statusnya Sebagai Jalan Provinsi di Provinsi Riau

Jalan daerah merupakan jalan yang kewenangan pembinaannya berada di tangan pemerintah daerah. Jalan daerah antara lain jalan provinsi, jalan kota, dan jalan kabupaten. Panjang jalan daerah sering terjadi perubahan, hal ini disebabkan ada pembangunan jalan baru, perubahan status kewenangan jalan, serta ada beberapa jalan yang belum ditetapkan status kewenangannya. Panjang jalan daerah ditetapkan melalui surat keputusan kepala daerah.

Peran Dinas PUPRPKPP dalam hal ini Bidang Bina Marga selaku penyelenggara jalan adalah memberikan fasilitas kepada penyelenggara jalan daerah berupa pembinaan, sosialisasi, pelatihan, serta bantuan pendanaan. Data jalan daerah diperoleh berdasarkan hasil entri dari daerah.

Jalan kewenangan provinsi merupakan jalan kolektor dalam sistem jaringan jalan primer yang menghubungkan ibukota provinsi dengan ibu kota kabupaten/kota, atau antar ibu kota kabupaten/kota, dan jalan strategis nasional.

Tabel 3.2 Rekap Data Dasar Prasarana Jalan Provinsi Perkabupaten/Kota di Provinsi Riau Berdasarkan Kondisi Kemantapan Jalan Tahun 2020 Kabupaten/Kota

Panjang Ruas

Lebar

Ruas Mantap Tidak

Mantap

(KM) (M) % (KM) % (KM)

Rokan Hilir 217,98 6,38 49,28 107,41 50,72 110,57

Kota Dumai 140,12 7,00 54,17 75,91 45,83 64,21

Bengkalis 82,60 6,00 92,98 76,80 7,02 5,80

Kepulauan Meranti 131,24 6,00 27,30 35,83 72,70 95,41

Siak 155,00 6,80 94,00 145,70 6,00 9,30

Pelalawan 233,59 7,00 28,34 66,20 71,66 167,39

Indragiri Hilir 280,15 6,36 33,61 94,15 66,39 186,00 Indragiri Hulu 339,38 6,10 53,47 181,46 46,53 157,92 Kuantan Singingi 189,70 5,13 65,28 123,84 34,72 65,86 Kota Pekanbaru 127,51 7,80 82,11 104,70 17,89 22,81

Kampar 398,96 5,67 81,29 324,33 18,71 74,63

Rokan Hulu 503,58 5,42 77,44 389,99 22,56 113,59

Jumlah 61,66 1.726,321 38,34 1.073,489

Sumber:Bidang Bina Marga Survei IRMS 2020 Dinas PUPRPKPP Provinsi Riau

Grafik 3.1. Kondisi Kemantapan Jalan Kewenangan Provinsi Riau Tahun 2020 1726,321;

61,66 1073,489;

38,34

Mantap Tidak Mantap

Secara umum kondisi kemantapan jalan kewenangan Provinsi Riau dalam keadaan mantap, dapat dilihat pada Tabel 3.2. Persentase jalan provinsi mantap secara agregat sebesar 61,66 %. Pada Tabel 3.2 dapat dilihat secara rinci kondisi kemantapan jalan kewenangan Provinsi Riau tahun 2020. Kondisi jalan Kabupaten Siak memiliki kondisi jalan mantap terbaik dengan persentase kemantapan jalan sebesar 94,00 %. Kondisi berbeda terjadi pada Kabupaten Kepulauan Meranti yang memiliki kondisi jalan mantap terendah dengan persentase kemantapan 27,30 %.

Bagan Data Dasar Prasarana Jalan Provinsi di Provinsi Riau Tahun 2020

Perkembangan jalan kewenangan Provinsi Riau dapat dibagi menjadi dua yaitu kondisi jalan dan panjang tiap jenis permukaan jalan. Dimana panjang tiap jenis permukaan jalan terdiri atas aspal, beton, kerikil dan tanah atau belum tembus. Sedangkan kondisi jalan terdiri atas kondisi baik, kondisi sedang, kondisi rusak ringan dan kondisi rusak berat. Perbaikan dan pembangunan jalan dilaksanakan setiap tahunnya sehingga kondisi panjang jalan daerah sering terjadi perubahan.

Panjang Tiap Jenis Permukaan Jalan

Rusak Ringan

Rusak Berat Beton

Jalan Kewenangan Provinsi Riau

Aspal

Tanah/

Belum Tembus

Baik Sedang

Mantap Kerikil

Tidak Mantap Kondisi Jalan

Tabel 3.3 Rekap Data Dasar Prasarana Jalan Provinsi Per kabupaten/Kota di Provinsi Riau Berdasarkan Panjang Tiap Jenis Permukaan Jalan Tahun 2020

Sumber: Bidang Bina Marga Survei IRMS 2020 Dinas PUPRPKPP Provinsi Riau

Dapat kita lihat jenis permukaan jalan beraspal tertinggi adalah Kota Pekanbaru yaitu sebesar 80,19 %. Sama halnya dengan 2 kabupaten lainnya yaitu Kabupaten Siak dan Kabupaten Kampar yaitu sebesar 76,63 % dan 75,33 % . Kondisi berbeda pada Kota Dumai dimana kondisi permukaan jalan tanah atau belum tembus tertinggi yaitu berkisar 45,68 % dan diikuti Kabupaten Indragiri Hilir yaitu 44,64 % dan Kabupaten Pelalawan 37,19 %.

Tabel 3.4 Rekap Data Dasar Prasarana Jalan Provinsi Per kabupaten/Kota di Provinsi Riau Berdasarkan Panjang Tiap Kondisi Tahun 2020 Kabupaten/

Kota

Panjang

Ruas Baik Sedang Rusak Ringan Rusak Berat

(Km) % (Km) % (Km) % (Km) % (Km)

Rokan Hilir 217,98 35,00 76,30 14,27 31,11 13,67 29,80 37,05 80,77 Kota Dumai 140,12 46,90 65,71 7,28 10,20 5,57 7,80 40,26 56,41 Bengkalis 82,60 77,48 64,00 15,50 12,80 7,02 5,80 - - Kepulauan

Meranti 131,24 8,46 11,10 18,84 24,73 36,97 48,52 35,73 46,89 Siak 155,00 82,74 128,25 11,26 17,45 1,97 3,05 4,03 6,25 Pelalawan 233,59 25,05 58,50 3,30 7,70 26,02 60,79 45,64 106,60 Indragiri Hilir 280,15 16,31 45,70 17,29 48,45 18,92 53,00 47,47 133,00 Indragiri Hulu 339,38 40,17 136,33 13,30 45,13 23,52 79,81 23,02 78,11 Kuantan Singingi 189,70 52,42 99,44 12,86 24,40 21,64 41,06 13,07 24,80 Kota Pekanbaru 127,51 73,94 94,28 8,17 10,42 4,82 6,14 13,07 16,67 Kampar 398,96 68,75 274,30 12,54 50,03 14,65 58,45 4,06 16,18 Rokan Hulu 503,58 69,12 348,09 8,32 41,90 9,24 46,53 13,32 67,06 Sumber: Bidang Bina Marga Survei IRMS 2020 Dinas PUPRPKPP Provinsi Riau

Kabupaten/ Kota

Panjang Ruas

Aspal (AC, HRS,

ATB)

Perkerasan Beton

Kerikil/

Telford/Urpil

Tanah/

Belum Tembus

(Km) % (Km) % (Km) % (Km) % (Km)

Rokan Hilir 217,98 33,61 73,26 44,65 20,48 49,60 22,75 50,47 23,15 Kota Dumai 140,12 14,14 19,81 56,20 40,11 0,11 0,08 64,00 45,68

Bengkalis 82,60 69,08 57,06 25,54 30,92 - - - -

Kepulauan

Meranti 131,24 10,29 13,50 42,65 32,50 75,09 57,22 - - Siak 155,00 76,63 118,78 33,57 21,66 2,65 1,71 - - Pelalawan 233,59 25,13 58,70 0,60 0,26 87,41 37,42 86,88 37,19 Indragiri Hilir 280,15 13,90 38,95 59,40 21,20 56,70 20,24 125,10 44,65 Indragiri Hulu 339,38 49,90 169,36 35,31 10,40 24,10 7,10 110,61 32,59 Kuantan Singingi 189,70 45,23 85,80 45,44 23,95 4,10 2,16 54,36 28,66 Kota Pekanbaru 127,51 80,19 102,25 2,95 2,31 3,64 2,85 18,67 14,64 Kampar 398,96 75,33 300,54 43,23 10,83 32,06 8,03 23,14 5,80 Rokan Hulu 503,58 65,26 328,66 76,53 15,20 83,56 16,59 14,83 2,94

Dapat kita lihat pada Tabel 3.4 kondisi jalan baik tertinggi adalah Kabupaten Siak yaitu sebesar 82,74%. Sama halnya dengan 2 kabupaten lainnya yaitu Kabupaten Bengkalis dan Kota Perkanbaru yaitu sebesar 77,48 % dan 73,94 % . Kondisi berbeda pada Kabupaten Indragiri Hilir dimana kondisi jalan rusak berat tertinggi yaitu berkisar 47, 47 % dan diikuti Kabupaten Pelalawan yaitu 45,64 % dan Kota Dumai 40,26 %.

Tabel 3.5 merupakan rekap data panjang tiap jenis permukaan jalan kewenangan Provinsi Riau dari tahun 2014 sampai tahun 2020, sedangkan Tabel 3.6 merupakan rekap data kondisi jalan kewenangan Provinsi Riau dari tahun 2014 sampai tahun 2020.

Tabel 3.5 Rekap Data Dasar Prasarana Jalan Provinsi Perkabupaten/Kota di Provinsi Riau Berdasarkan Panjang Tiap Jenis Permukaan Jalan Tahun 2014-2020

No Tahun

Panjang Tiap Perkerasan Aspal

(AC, HRS, ATB)

Perkerasan Beton

Kerikil / Telford/Urpil

Tanah / Belum Tembus

km % km % km % km %

1 2014 1.295,24 42,7 168,56 5,56 741,33 24,44 828,19 27,3 2 2015 1.769,95 58,35 - - 1.081,11 35,64 182,26 6,01 3 2016 1.594,33 52,56 289,63 9,55 397,33 13,10 752,04 24,79 4 2017 1.391,73 49,71 440,3 15,73 628,31 22,44 339,47 12,12 5 2018 1.365,69 48,78 428,66 15,31 673,75 24,06 331,71 11,85 6 2019 1.332,93 47,61 433,53 15,48 700,93 25,03 332,42 11,87 7 2020 1.366,66 48,81 466,07 16,65 419,01 14,97 548,06 19,57 Sumber: Bidang Bina Marga Survei IRMS 2014 - 2020 Dinas PUPRPKPP Provinsi Riau

Grafik 3.2. Rekap Data Dasar Prasarana Jalan Provinsi Perkabupaten/Kota di Provinsi Riau Berdasarkan Panjang Tiap Jenis Permukaan Jalan Tahun 2014-2020 0

10 20 30 40 50 60 70

2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020

Aspal ( AC, HRS, ATB ) Perkerasan Beton Kerikil/Telford/Urpil Tanah/Belum Tembus

Kondisi tipe permukaan jalan beraspal kewenangan Provinsi Riau pada tahun 2015 mengalami kenaikan namun pada tahun 2016 sampai 2019 mengalami penurunan sebesar 10,8 % namun pada tahun 2020 mengalami kenaikan 1,2 % dari tahun 2019.

Grafik 3.3. Kondisi Permukaan Jalan Beraspal Kewenangan Provinsi Riau Tahun 2014 sampai Tahun 2020

Kondisi tipe permukaan jalan beton kewenangan Provinsi Riau dari tahun 2014 sampai tahun 2020 mengalami kenaikan dikarenakan perbaikan jalan dilakukan setiap tahunnya

Grafik 3.4. Kondisi Permukaan Jalan Perkerasan Beton Kewenangan Provinsi Riau Tahun 2014 sampai Tahun 2020

Kondisi permukaan jalan kerikil pada tahun 2015 mengalami kenaikan hal ini disebabkan karena perbaikan jalan dari yang tanah/belum tembus dilakukan. Pada taun 2016 permukaan jalan kerikil mengalami penurunan karena perbaikan ruas jalan kerikil dilakukan. Namun pada tahun 2017 mengalami kenaikan kembali dikarenakan pada tahun 2017 ruas permukaan jalan tanah/belum tembus diperbaiki dan pada tahun 2020 mengalami penurunan karena perbaikan ruas jalan kerikil dilakukan.

42,70

58,35

52,56

49,71 48,78 47,61 48,81

2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020

0,0 10,0 20,0 30,0 40,0 50,0 60,0 70,0

Aspal

5,56

0,00

9,55

15,73 15,31 15,48

16,65

2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020

0,0 2,0 4,0 6,0 8,0 10,0 12,0 14,0 16,0 18,0

Perkerasan Beton

Grafik 3.5. Kondisi Permukaan Jalan Krikil/Telford/Urpil Kewenangan Provinsi Riau Tahun 2014 sampai Tahun 2020

Pada tahun 2014 sampai 2015 kondisi permukaan jalan tanah/belum tembus mengalami penurunan dikarenakan perbaikan jalan dilakukan. Namun pada tahun 2016 mengalami kenaikan yang cukup tinggi yaitu sebesar 24,79 % hal ini disebabkan karena adanya penambahan ruas jalan dan pada tahun 2017 sampai 2019 mengalami penurunan Kembali dan untuk tahun 2020 mengalami kenaikan karena ada perbaikan data jalan beton yang lebar 1 meter tahun sebelumnya di buat tanah/ belum tembus tapi pada tahun 2020 di anggap beton rusak ringan.

Grafik 3.6. Kondisi Permukaan Jalan Tanah/Belum Tembus Kewenangan Provinsi Riau Tahun 2014 sampai Tahun 2020

24,44

35,64

13,10

22,44 24,06 25,03

14,97

2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020

0,0 5,0 10,0 15,0 20,0 25,0 30,0 35,0 40,0

Kerikil/Telford/Urpil

27,30

6,01

24,79

12,12 11,85 11,87

19,57

2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020

0,0 5,0 10,0 15,0 20,0 25,0 30,0

Tanah/Belum Tembus

Tabel 3.6 Rekap Data Dasar Prasarana Jalan Provinsi Perkabupaten/Kota di Provinsi Riau Berdasarkan Panjang Tiap Kondisi Tahun 2014-2020 No Tahun Panjang

(Km)

Panjang Tiap Kondisi

Baik Sedang Rusak Ringan Rusak Berat

km % km % km % km %

1 2014 3033,32 931,10 30,70 936,11 30,86 544,88 17,96 621,23 20,48 2 2015 3033,32 1.153,42 38,03 756,55 24,94 383,65 12,65 739,70 24,38 3 2016 3033,32 1.330,97 43,88 582,14 19,19 410,98 13,55 709,23 23,38 4 2017 2799,81 1.384,54 49,45 251,69 8,99 148,54 5,31 1.015,04 36,25 5 2018 2799,81 1.003,86 35,85 698,59 24,95 93,93 3,35 1.003,43 35,84 6 2019 2799,81 1.324,11 47,29 382,44 13,66 122,73 4,38 970,53 34,66 7 2020 2799,81 1.402,00 50,08 324,31 11,58 440,746 15,74 632,74 22,60 Sumber : Bidang Bina Marga Survei IRMS 2014 - 2020 Dinas PUPRPKPP Provinsi Riau

Grafik 3.7. Rekap Kondisi Jalan Kewenangan Provinsi Riau Tahun 2014 sampai Tahun 2020

Dapat kita lihat pada grafik 3.8 jalan yang dalam kondisi baik meningkat dari tahun 2014 sampai tahun 2017, namun tahun 2018 kondisi jalan yang dalam keadaan baik menurun sebesar 13,60 % disebabkan karena banyaknya kendaran ODOL yang melewati jalan tersebut sehingga jalan dalam kondisi baik menjadi rusak, pada tahun 2019 sampai 2020 jalan dalam kondisi baik Kembali meningkat seiring dengan perbaikan jalan yang terus dilakukan.

Grafik 3.8. Kondisi Baik Jalan Kewenangan Provinsi Riau Tahun 2014 sampai Tahun 2020 0

10 20 30 40 50 60

2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020

Baik Sedang Rusak Ringan Rusak Berat

30,70

38,03

43,88

49,45

35,85

47,29 50,08

2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020

0,00 10,00 20,00 30,00 40,00 50,00 60,00

Rekap Kondisi Jalan Provinsi Riau

Baik

Dapat dilihat pada grafik 3.9 Jalan dalam kondisi sedang menurun dari tahun 2014 sampai tahun 2017 karena pembangunan dan perbaikan jalan dari sedang menjadi baik dilaksanakan, namun di tahun 2018 kondisi jalan sedang meningkat yang disebabkan karena kondisi jalan yang baik menjadi rusak, pada tahun 2019 sampai tahun 2020 jalan dalam kondisi sedang menurun Kembali karena perbaikan dan pembangunan jalan terus dilakukan menuju kondisi jalan baik.

Grafik 3.9. Kondisi Sedang Jalan Kewenangan Provinsi Riau Tahun 2014 sampai Tahun 2020

Dapat dilihat pada grafik 3.10, Tahun 2014 sampai tahun 2015 jalan dalam kondisi rusak ringan semakin menurun yang disebabkan perbaikan jalan dari rusak ringan terus diperbaiki. Pada tahun 2016 jalan yang dalam kondisi rusak ringan meningkat karena jalan yang kondisinya rusak berat diperbaiki, namun pada tahun 2017 sampai tahun 2019 jalan dalam kondisi rusak ringan semakin menurun yang disebabkan perbaikan jalan dari rusak ringan terus diperbaiki namun pada tahun 2020 jalan dalam kondisi rusak ringan meningkat siknifikan karena jalan dalam kondisi rusak berat di perbaiki.

30,86

24,94

19,19

8,99

24,95

13,66

11,58

2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020

0,00 5,00 10,00 15,00 20,00 25,00 30,00 35,00

Sedang

17,96

12,65 13,55

5,31

3,35 4,38

15,74

2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020

0,00 2,00 4,00 6,00 8,00 10,00 12,00 14,00 16,00 18,00 20,00

Rusak Ringan

Dapat dilihat pada grafik 3.11, pada ahun 2014 sampai 2015 kondisi jalan rusak berat mengalami kenaikan. Ini terjadi karena banyaknya penduduk yang melewati jalan tersebut dan kendaraan ODOL sehingga jalan dalam kondisi rusak ringan menjadi rusak berat, pada tahun 2016 kondisi jalan dalam keadaan rusak berat Kembali menurun karena dilakukannya perbaikan jalan namun pada tahun 2017 mengalami rusak berat yang singnifikan berkisar 12,87 % dan pada tahun 2018 sampai 2020 kembali turun seiring dilakukannya perbaikan dan pembangunan jalan.

Grafik 3.11. Kondisi Rusak Berat Jalan Kewenangan Provinsi Riau Tahun 2014 sampai Tahun 2020 Tabel 3.7 Besaran Parameter Kinerja SPM untuk Indeks Aksesibilitas

Kepadatan Penduduk (jiwa/Km)

Nilai Indeks Aksesibilitas

Kategori Besaran

Sangat Tinggi >5000 >5,00

Tinggi >1000 >1,50

Sedang >500 >0,50

Rendah >100 >0,15

Sangat Rendah >100 >0,05

Sumber : Kepmenkimpraswil No. 534/KPTS/M/2001

Untuk mengetahui tingkat ketersediaan prasarana jalan atau indeks aksesibilitas, dapat dianalisis melalui rasio panjang jalan terhadap luas wilayah (km2). Semakin tinggi nilai rasio, maka semakin tinggi pula daerah yang dilayani. Rasio >5 menunjukkan indeks aksesibilitas sangat tinggi, >1,5 menunjukkan indeks aksesibilitas tinggi, >0,5 menunjukkan indeks aksesibilitas sedang, >0,15 menunjukkan indeks aksesibilitas rendah, >0,05 menunjukkan indeks aksesibilitas sangat rendah.

Dapat kita lihat pada Tabel 3.8 rasio aksesibilitas paling rendah yaitu di Kabupaten Indragiri Hilir yaitu senilai 0,13 dengan indeks aksesibilitas sangat rendah. Rasio aksesibilitas paling tinggi yaitu Kota Pekanbaru sebesar 2,35 sedangkan indeks aksesibilitasnya sedang yaitu Kota Dumai sebesar 0,87. Rasio aksesibilitas Provinsi Riau sebesar 0,50 ini merupakan indeks aksesibilitas rendah.

20,48

24,38 23,38

36,25 35,84 34,66

22,6

2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020

0,00 5,00 10,00 15,00 20,00 25,00 30,00 35,00 40,00

Rusak Berat

Tabel 3.8 Indeks Aksesibilitas Berdasarkan Rasio Panjang Jalan Terhadap Jumlah Penduduk per Kabupaten/Kota di Provinsi Riau Tahun 2020

Catatan : * Rasio = Jumlah : Luas Wilayah

Sumber : 1. Dinas PUPRPKPP Provinsi Riau, 2020.

2. Badan Pusat Statistika Provinsi Riau.

Tabel 3.9 Analisa Perbandingan Parameter Kinerja SPM untuk Indeks Aksesibilitas di Provinsi Riau Tahun 2020

Sumber : 1. Dinas PUPRPKPP provinsi Riau 2020.

Dokumen terkait