B. Kerangka Teori
2. Jalur non akademik
berisi data lengkap peserta didik secara keseluruhan sejak awal pendirian suatu lembaga pendidikan.36
ekstrakurikuler merupakan kegiatan yang diselenggrakan diluar jam pelajaran tatap muka dilaksanakan disekolah.37
b. Tujuan prestasi jalur non akademik
Tujuan prestasi non akademik menururt Badrudin ada dua yaitu:
a) Meningkatkan kemampuan kognitif, afektif dan psikomotorik siswa.
b) Mengembangkan minat dan bakat siswa dalam upaya pembinaan pribadi menuju pembinaan manusia seutuhnya.
Jadi dengan adanya prestasi non akademik (ekstrakurikuler) siswa dapat memperdalam dan memperluas pengetahuan keterampilan mengenai hubungan antara berbagai mata pelajaran, menyalurkan bakat dan minat serta menyiapkan siswa agar menjadi siswa masyarakat yang berakhlaq mulia, demokratis, dan mandiri.
c. Fungsi prestasi jalur non akademik
Prestasi non aka demik (ekstrakurikuler) juga memiliki beberapa fungsi diantaranya:
a. Fungsi pengembangan, kegiatan ekstrakurikuler diharapkan medukung perkembangan peserta didik melalui perluasan minat, pengembangan protensi, dan memberikan pelatihan kepemimpinan serta karakter peserta didik.
b. Fungsi sosial kegiatan ekstrakurikuler diharapkan diharapkan mampu mengembangkan rasa tanggung jawab siswa.
37 Muhammad Amin, Sandi Suci Larasati, Irwan Fathurrochman, “ Implementasi Manajemen Kesiswaan Dalam Meningkatkan Prestasi Non Akademik Di SMP Kreatif „Aisyiyah Rejang Lebon” , Jurnal Literasiologi, Volume 1, No. 1 Januari-Juni 2018, 116-117.
Pengembangan dilakukan melalui pengalaman praktik, keterampilan sosial, interlisasi nilai norma dan sosial, serta pengalam sosial.
c. Fungsi rekreatif, pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler dalam suasana yang menyenangkan dan santai sehingga peserta didik mampu mengembangkan minat dan bakat secara maksimal.
d. Fungsi persiapan karir, melalui kegiatan ekstrakurikuler diharapkan mampu mengasah minat dan bakat siswa sehingga dapat menjadi pendukung karir ataupun profesi yang kelak ditekuni.38
d. Macam-macam jalur non akademik a. Pembacaan kitab makna mabadi fiqih
Qiraatul kutub merupakan suatu proses pembelajaran membaca kitab kuning, yang mana berasal dari qaraa yang berarti membca sedangkan kutub yakni ktab. Indonesia dalam pengembangan kitab kuning, mendirikan percetakan kitab kuning, mendirikan pendidikan islam, karena kitab kuning merupakan penopang utama tradisi keilmuan islam, tradisi keilmuan islam, hampir tidak diragukan lagi kitab kuning mempunyai peran besar tidak hanya dalam transmisi ilmu pengetahuan islam, bukan hanya kalangan komunitas santri,
38 Ahmad Hikam, Etty Nurbaya, Gianto “Peran Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Prestasi Non-Akademik Di Madrasah Ibtidaiyah Ma‟arif Nahdlatul Ulama 003 Samarinda”, Jurnal Tarbiyah Dan Keguruan (JTIK) Borneo Volume 2 No. 1 (2020, 40).
tapi juga ditengah masyarakat muslim Indonesia secara keseluruhan.39
Proses Pembelajaran kitab kuning mempertahan kan metode klasik ala pesantren yaitu: guru membaca redaksi kitab beserta maknanya dengan menggunakan bahasa jawa dengan susunan tarkib sesuai kaidah gramatikal arab, yakni nahwu saraf seperti makna “utawi-iki-iku” sedangkan peserta didik mencatat makna yang disampaikan oleh guru dibawah tiap-tiap kata yang diartikan dengan menggunakan tulisan arab pengon yang ditulis miring. Di sana juga mempelajari menulis pegon untuk anak yang belum bisa menulis sampai dengan yang sudah bisa menulis pegon. 40
Langkah-langkah pembelajaran kitab dengan langkah awal nya yakni seorang guru membacakan sebuah kitab yang sudha lengkap dengan maknanya, kemudia murid menirukannya, setelah itu barulah seorang murid disuruh membaca satu persatu sampai bacaanya baik setelahnya itu juga gur menjelaskan maksud dari kitab yang dibacakan tadi.
Alasan pentingnya pembelajaran kitab kuning adalah : sebagai pengantar bagi langkah ijtihad dan pembinaan hukum
39Arifatul Chusna, Ali Mohtarom, “Implementasi Qiraatul Kutub Untuk Meningkatkan Membaca Kitab Kuning Di Madrasah Diniyah Darut Taqwa Sengonagung Purwosari Pasuruan”, Jurnal Mu’allim Volume 1Nomor 1 Januari (2019), 7.
40Arifatul Chusna, Ali Mohtarom, “Implementasi Qiraatul Kutub Untuk Meningkatkan Membaca Kitab Kuning Di Madrasah Diniyah Darut Taqwa Sengonagung Purwosari Pasuruan”.
islam kontemporer. sebagai materi pokok dalam memahami, menafsirkan menerapkan bagu hukum positif yang masih menetapkan hukum islam atau madzhab fikih tertentu sebagai sumber hukum baik secara historis, maupun secara resmi.
Sebagai upaya untuk emmenuhi kebutuhan umat manusia secara universal dengan memberikan sumbangan bagi kemajuan ilmu hukum sendiri melalui studi perbandingan hukum.41
Pembelajaran membaca kitab yang dilakukan melalui beberapa tahap diantaranya:
a) anak-anak membaca satu persatu.
b) Menterjemahkan apa yang mereka baca
c) Menjelaskan secara singkat apa yang telah di terjemahkan d) memberi pertanyaan anak-anak seputar tentang pembahasan
yang diujikan.42 b. Baca, tulis al-qur’an
Sebaik-baiknya manusia adalah orang yang belajar Al- qur’an dan mengajarkannya. Al-qur’an sebagai pedoman kehidupan umat islam tiada alasan untuk tidak membacanya, baik di waktu sempit maupun luang, baik orang tua maupun
41Arifatul Chusna, Ali Mohtarom, “Implementasi Qiraatul Kutub Untuk Meningkatkan Membaca Kitab Kuning Di Madrasah Diniyah Darut Taqwa Sengonagung Purwosari Pasuruan”.
42Muhammaf Ansori, Wildan Habibi, “Program Pembelajaran Membaca Kitab Kuning Melalui Metode Sorongan Di Pondok Pesantrendarussalam”, Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Desa, Volume 1, Number 2, 2020, 205.
muda, baik besar maupun kecil. Makan pembelajaran baca Al- qur’an mutlak dilaksanakan sejak dini sebagai bekal kehidupan di dunia dan akhiratnya.
Pembelajaran Al-qur’an adalah pembelajaran yang sangat penting bagi seluruh umat islam, karena membaca Al- qur’an adalah gerbang menuju pengetahuan islamiah seperti akidah, ibadah, akhlak dan sebagainya. Proses baca ini adalah proses pertama dan utama dalam membuka kunci petunjuk umat islam tersebut.
Tujuan pembelajaran Al-qur’an sebagai suatu kegiatan interaksi belajar mengajar juga mempunyai tujuan, adapun tujuan pembelajaran al-qur’an sebagai berikut: 1) agar pelajar dapat membaca al-qur’an dengan fasih dan betul menurut tajwid, 2) agar pelajar dapat membiasakan al-qur’an dalam kehidupannya, 3) memperkaya pembendaharaan kata-kata dan kalimat-kalimat yang indah dan menarik hati.
c. Hafalan juz amma’
a. Pengertian juz amma’
Juz amma‟ merupakan juz ketiga puluh dalam kitab suci Al-qur’an dan bagian yang paling sering didengar dan paling sering dibaca ketika belajar membaca al-qur’an dimasa kecil, hal pertama yang dipelajari adalah mebaca dan menghafal surat-surat pendek yang terdapat pada juz
amma‟. Ditambah lagi kebanyakan para imam di masjid sering lebih sering membaca surat-surat pendek yang terdapat dalam juz amma‟ dari pada membaca surat-surat pendek lainyya, baik secara lengkap maupun berupa penggalan surat. Sehingga dengan demikian surat-surat tersebut terasa begitu akrab dan tidak asing lagi ditelinga, bahkan banyak yang hafal surat-surat tersebut diluar kepala.
Juz amma‟ merupakan juz dengan jumlah surat terbanyak. Didalamnya terdapat 37 surat dimulai dengan surat An-Naba’ dan surat An-Nas. Sebagian besar dari surat-surat tersebut terdapat 34 surat merupakan surat makiyah yaitu surat yang turun sebelum nabi hijrah ke madinah. Sedangkan 3 surat sebelumnya yakni Al-Bayina, Al-Zalzalah, dan An-Nasr merupakan surat madaniyah yaitu surat yang turun ketika nabi setelah hijrah ke madinah.
b. Syarat menghafal juz amma’
Menghafal bukan perkara yang sulit, namun juga tidak semudah membalikkan telapak tangan. Ada beberapa syarat yang perlu diperhatikan sebelum kita melakukan hafalan diantaranya:
1) Mampu membaca dengan benar dan lancar
kemampuan membaca dengan lancar dan benar akan mempermudah dalam proses menghafal
2) Kontinuitas
Menghafal memerlukan kontinuitas, hendaknya tidak bosan-bosan dalam mengulang hafalan kapan dan dimanapun, dengan demikian kontinuitas memiliki kedisiplinan baik waktu, tempat maupun materi.
e. Pembinaan prestasi non akademik
Pengembangan keberhasilan non akademik merupakan bentuk dukungan pendidik yang berlangsung diluar jam pelajaran dan diawasi oleh seorang pelatih. Ekstrakurikuler pramuka misalnya, adalah salah satu spesialisnya. Pembinaan prestasi non akademik dilakukan untuk membantu anak mengembangkan bakatnya dan memenangkan perlombangan ditingkat kabupaten, provinsi, dan nasional. Tujuan mendorong keberhasilan non akademik adalah untuk meningkatkan bakat siswa dalam praktik pembelajaran.43
Prestasi non akademik dipengaruhi oleh berbagai faktor, yang secara garis besar diklasifikasikan sebagai beikut:
a) Minat, harapan khusus, kesuksesan, rekreasi, kepribadian, dan kesehatan adalah pengaruh dari internal.
b) Lingkungan, keluarga, infasuktur, pelatih, dan ekonomi adalah pengaruh dari eksternal.
43 M. Ardiansyah, Tamyiz, Sarpendi, “Pengelolaan Ekstrakutikuler Dalam Pembinaan Prestasi Non Akademik Siswa Di Madrasah Aliyah Hidayatul Mubtadin Sidoharjo Jati Agung Lampung Selatan Tahun Pelajaran 2021/2022”, Ar Royhan: Jurnal Pemikiran Islam, Vol. 1, No. 2 Juli- Desember 2021, 169.
Kedua unsur ini sangat berpengaruh terhadap kemampuan anak dan mewujudkan potensinya melalui kegiatan ekstrakurikuler.
Pengelola lembaga pendidik secara tidak langsung dituntut untuk memimpin siswanya agar unggul diberbagai mata pelajaran dalam kompetensi yang diadakan untuk tingkat siswa. Baik secara akademis maupun non akademik. Madrasah yang mampu menjadi juara akan mendapatkan kepercayaan masyrakat lebih. Kegiatan ekstrakurikuler sangat bermanfaat bagi siswa, pada kenyataannya, hampir semua kegiatan di madrasah diarahkan untuk membantu siswa mencapai potensi penuh mereka, akibatnya, sangat penting membuat pengaturan yang memungkinkan anak-anak mencapai potensi penuh mereka. Kepala madrasah, sebagai pemimpin pendidikan, memainkan peran penting dalam membangun kondisi seperti ini. Artinya, memberikan kesempatan belajar ekstrakurikuler sebanyak-banyaknya guna menghasilkan lulusan yang berkualitas.44
f. Jalur pendaftaran jalur non akademik
a) Calon peserta didik baru yang memperoleh sertifikat kejuaran dalam lomba yang berjenjang menjadi juara I sampai juara harapan I dan II tingkat internasional/nasional. Juara I sampai
44 M. Ardiansyah, Tamyiz, Sarpendi, “Pengelolaan Ekstrakutikuler Dalam Pembinaan Prestasi Non Akademik Siswa Di Madrasah Aliyah Hidayatul Mubtadin Sidoharjo Jati Agung Lampung Selatan Tahun Pelajaran 2021/2022”, 170.
juara III tingkat provinsi atau juara I tingkat kabupaten baik prestasi akademik maupun prestasi non akademik secara perorangan pada saat di SD/MI, dikeluarkan oleh lembaga pemerintah, langsung diterima sebagai peserta didik baru sekolah yang dikehendaki dengan direkomendasikan oleh kepala dinas pendidikan atau kepala kantor kementerian agama kabupaten dan dinyatakan lulus uji petik oleh satuan pendidikan.
b) Tabel skor prestasi akademik dan non akademik kegiatan lomba c) Apabila calon memiliki lebih dari satu prestasi, akan diambil
salah satu yang memiliki skor yang tinggi.
d) Sekolah berwenang melakukan konfirmasi, klarifikasi, dan validasi terhadap prestasi akademik dan non akademik yang disertakan dalam pendaftaran.45
45 Petunjuk Teknis Pelaksanaan Sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (SIMPPEDAR), Pada Jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Kabupaten Banyuwangi Tahun Pelajaran 2020/2021.
45
mendapatkan data, tujuan, dan kegunaan tertentu. Berdasarkan hal tersebut terdapat empat kata kunci yang perlu diperhatikan yaitu cara ilmiah, data, tujuan dan kegunaan.46