G. BUDAYA RENGKONG
1. Jawer Kotok / Tanaman Iler / Jengger Ayam
Gambar di ata merupakan tanaman dari jawer kotok.
Kingdom : Plantae Sub kingdom : Viridiplantae Infra kingdom : Streptophyta
64 Super divisi : Embriophyta
Super divisi : Embriophyta Divisi : Tracheophyta Sub divisi : Spermatophytina Kelas : Magnoliopsida Ordo : Lamiales Famili : Lumiaceae Genus : Plectrantus
Spesies : Plectrantus Scutellarioides
Jawer kotok atau yang bernama latin Plectranthus scotellaroides adalah tanaman yang biasa tumbuh liar di ladang atau kebun. Karena memiliki warna ungu dan hijau yang cerah bertangkai panjang dan daun ini pun kerap sekali dijadikan sebagai tanaman hias semak juga memilki banyak varietas.
Tersebar mulai dari daerah dataran rendah sampai ketinggian 1.300 mdpl.Suhu yang cocok bagi tumbuhan ini adalah suhu yang berkisar dari 20 °C- 60 °C dengan kisaran pH 5,0-7,5.
Tanaman ini mudah sekali ditanam, yaitu hanya dengan setek, tanaman dapat tumbuh dan tidak memerlukan pemeliharaan yang sulit. Namun, umurnya tidak panjang.
Umumnya tumbuhan ini ditemukan di tempat lembab dan terbuka seperti pematang sawah, tepi jalan pedesaan di kebun-kebun sebagai tanaman liar. Tanaman semusim ini tumbuh tegak, tinggi 60-90 cm, berbatang tebal dan kuat,
65 becabang, beralur. Daun tunggal, bertangkai, letak berseling.
Helaian daun bentuknya bulat telur sampai memanjang dengan panjang 5-12 cm, lebar 3,5-6,5 cm, ujung meruncing, pangkal runcing, tepi rata, pertulangan menyirip, warnanya hijau dengan sedikit garis merah ditengah daun.
Bunga majemuk berbentuk bulir, tebal berdaging, bagian atas melebar seperti jengger ayam jago, berlipat-lipat dan bercangap atau bercabang, keluar di ujung batang atau di ketiak daun, warnanya ungu, merah, dadu, atau kuning. Buah kotak, bulat telur, merah kehijauan, retak sewaktu masak, terdapat dua atau beberapa biji kecil, berwarna hitam.
Perbanyakan dengan biji.
Sejatinya tak butuh usaha lebih guna membudidayakan tanaman jawer kotok, karena dengan cara dipotong, dan kemudian distek pada batangnya, maka ia akan bisa mudah tumbuh dan berkembang, tanpa perawatan khusus. Ketika telah tumbuh sehat, daun dari tanaman ini juga akan bertumbuh lebat. Sehingga disarankan agar acap memotong batangnya supaya bisa tetap dipandang mata tanpa harus khawatir risiko patah akibat terlalu tinggi dan terkena angin..
Berikut beberapa penyakit yang dapat disembuhkan dengan daun jewer kotok:
a. Ambeien. Ambeien merupakan penyakit yang paling sering dan paling dipercaya dapat disembuhkan dengan
66 mengonsumsi daun jawer kotok. Untuk penyakit ini, dianjurkan dengan menambahkan kunyit dan daun ngokilo dalam ramuan obat yang akan diminum. Untuk penderita ambein derajat 3-4, minum sehari tiga kali. Sedangkan untuk ambein yang masih ringan, air rebusan tadi bisa diminum dalam 2-3 kali
b. Sembelit. Sembelit adalah salah satu penyebab ambeien.
Untuk itu, jawer kotok juga berfungsi mengobati sembelit yang apabila tidak diobati dapat menyebabkan ambeien.
c. Luka. Untuk mengobati luka, ambillah beberapa helai daun jawer kotok, remas remas dengan air, lalu tempelkan di bagian yang mengalami luka.
d. Sakit mata. Rebuslah beberapa helai daun jawer kotok lalu tiriskan. Setelah suhu agak menurun, tempelkan daun pada mata yang sakit.
Selain dari itu, tanaman yang mempunyai nama latin Plectrantus Scutellarioides ini bisa dijadikan sebagai bahan baku pembuatan pestisida nabati dengan sasaran sebagai fungisida atau pengendali jamur. Senyawa yang terkandung didalam tumbuhan Jawer kotok seperti Etil Salisilat, Alkaloid, Metil eugenol, Karvakrol, Timol dan Mineral merupakan senyawa kimia yang sangat bermanfaat.
67 2. Serai
Gambar di atas merupakan tanaman dari serai.
Serai atau Cymbopogon citratusmerupakan tumbuhan yang masuk ke dalam famili rumput-rumputan atau Poaceae.
Dikenal juga dengan nama serai dapur (Indonesia), sereh (Sunda), dan bubu (Halmahera). Tanaman ini dikenal dengan istilah Lemongrass karena memiliki bau yang kuat seperti lemon, sering ditemukan tumbuh alami di negara-negara tropis.
Kingdom : Plantae (Tumbuhan) Sub-Kingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisio : Spermatophyta (Menghasilkan biji) Divisio / Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
68 Classis / Kelas : Liliopsida (berkeping satu / monokotil) Sub-Classis :Commelinidae
Ordo / Bangsa : Poales
Familia / Famili : Poaceae (suku rumput-rumputan) Genus / Marga : Cymbopogon
Species / Jenis : Cymbopogon citratus.
Serai atau sereh adalah tumbuhan anggota suku rumput- rumputan yang biasa dimanfaatkan sebagai bumbu dapur untuk mengharumkan makanan atau ramuan pengusir nyamuk.
Tetapi, tahukah Anda bahwa di balik baunya yang harum, tanaman yang bernama latin Cymbopogon citratus.ini juga menyimpan beragam manfaat medis dan kesehatan?
Penelitian menunjukkan, daun sereh memiliki kandungan zat anti-mikroba dan anti-bakteri. Kandungan tersebut berguna khususnya dalam mengobati infeksi pada lambung, usus, saluran kemih dan luka. Sereh juga diketahui berkhasit sebagai diuretik, pereda kejang dan antirematik.
Beberapa orang percaya bahwa sereh dapat membantu menyembuhkan berbagai macam penyakit seperti tifus, infeksi kulit, keracunan makanan dan bau badan. Selain itu, kandungan senyawa analgesik pada minyak sereh dapat membantu menghilangkan rasa sakit akibat sakit kepala, nyeri sendi dan nyeri otot. Bukan hanya itu saja, sereh juga memiliki sifat anti-piretik yang bermanfaat dalam menurunkan panas.
69 Oleh karena itu, sereh sangat baik diberikan untuk orang yang sedang mengalami demam.
Dalam buku Herbal Indonesia Berkhasiat disebutkan bahwa daun sereh mengandung minyak atsiri yang terdiri dari sitrat, sitronelol, a-pinen, kamfen, sabinen, mirsen, felandren beta, p-simen, limonen, cis-osimen, terpinol, sitronelal, borneol, terpinen -4-ol, a-terpineol, geraniol, farnesol, metilheptenon, n-desialdehida, dipenten, metil heptanenon, bornilasetat, geranilformat, terpinil astet, sitronil asetat, geranil asetat, beta-elemen, beta-kariofilen, beta-bergamoten, trans- metilsoeugenol, beta-kadinen, elemol, dan kariofilen oksida.
Senyawa lain adalah geranial, geranil butirat, lomonen, eugenol dan metileugenol.
Salah satu resep sederhana pemanfaatan sereh adalah dengan cara merebusnya untuk membantu mengatasi gejala batuk. Sebanyak 5 gram akar sereh dicuci dan direbus dengan 1 gelas air selama 15 menit. Lalu minumlah air rebusan sereh tersebut dua kali sehari masing-masing 1/2 gelas pagi dan sore.
Kandungan kimia yang terdapat di dalam tanaman serai antara lain pada daun serai dapur mengandung 0,4% minyak atsiri dengan komponen yang terdiri dari sitral, sitronelol (66- 85%), ߙ-pinen, kamfen, sabinen, mirsen, ߚ-felandren, psimen, limonen, cis-osimen, terpinol, sitronelal, borneol, terpinen-4-ol,
70 ߙterpineol, geraniol, farnesol, metil heptenon, n-desialdehida, dipenten, metil heptenon, bornilasetat, geranilformat, terpinil asetat, sitronelil asetat, geranil asetat, dan ߚ-kariofilen oksida.
3. Kenikir
Divisi : Spermatophyta Sub divisi : Angiospermae Kelas : Dicotyledonae Ordo : Asterales Famili : Asteraceae Genus : Cosmos
Spesies : Cosmos caudatus.
Kenikir merupakan tumbuhan yang berasal dari Amerika kemudian menyebar ke daerah tropis. Kenikir dapat ditemui di pembatas sawah, tepi ladang dan semak belukar.
Kenikir tahan terhadap cuaca panas dan dapat tumbuh di tempat yang terkena sinar matahari langsung dengan tanah berpasir, berbatu, berlempung, dan liat berpasir dengan kelembapan sedang atau lebih.
Kenikir (Cosmos caudatus) merupakan tanaman perdu yang memiliki akar tunggang. Tanaman kenikir, memiliki batang kokoh, kuat, tegak, bercabang banyak, bersegi empat dengan alur membujur dan berambut. Tinggi tanaman ini mencapai 75 – 100 cm.
71 Bunga kenikir secara deskripsi pengamatan tergolong bunga majemuk yang tumbuh di ujung batang. Mahkota bunga terdiri dari 8 helai daun dan bewarna merah muda. Bunga kenikir mempunyai banyak cakram, berkelamin 2, bertaju 5, bewarna pucat dengan bagian pangkal bewarna kuning. Benang sari berbentuk tabung dan bewarna cokelat kehitaman. Putik berambut dengan 2 cabang tangkai putik dan bewarna hijau kekuningan.
Daun kenikir ternyata memiliki segudang manfaat berikut ini beberapa diantaranya:
a. Menghambat tumbuhnya sel kanker dalam tubuh
Daun kenikir mengandung senyawa flavonoid, terpenoid, saponin dan antioksidan yang berguna untuk menghambat pertumbuhan sel kanker payudara, kanker hati hingga kanker lambung. Cara mengonsumsinya yaitu dengan meminum air rebusan daun kenikir secara rutin, dibantu dengan mengonsumsi suplemen ekstrak daun kenikir agar penyebaran sel kanker terhambat dan hasilnya lebih maksimal.
b. Mengobati penyakit maag
Cara mengonsumsinya bisa direbus untuk kemudian dimakan seperti lalapan atau dibuat campuran sayuran pecel.
c. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh
Apa saja tanda-tanda kekebalan tubuh mulai berkurang?
Biasanya sering terserang penyakit seperti flu, radang atau
72 batuk. Nah, daun kenikir bisa menjadi salah satu pilihan untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh kita nih guys! Karena tanaman ini mengandung vitamin A, vitamin E dan vitamin C yang mampu memperbaiki sistem kekebalan tubuh yang lemah. Selain itu, ada senyawa protein nabati yang membantu proses pembentukan fagosit yang memiliki peran penting dalam pembentukan sistem kekebalan tubuh.
d. Mendetoksifikasi racun dalam darah
Di dalam sistem peredaran darah manusia kadang terdapat racun yang berasal dari makanan yang kita konsumsi sehari-hari. Racun tersebut jika didiamkan akan mengendap dan bisa memicu timbulnya berbagai macam penyakit dikemudian hari. Dengan mengonsumsi daun kenikir secara rutin berkhasiat mengeluarkan racun yang ada di dalam tubuh karena kandungan Vitamin E dan Flavonoid di dalamnya.
e. Memperkuat tulang
Kandungan mineral seperti magnesium dan kalsium yang terdapat pada daun kenikir ternyata mampu memperkuat fungsi tulang. Dengan mengonsumsi daun kenikir secara rutin, diyakini bisa memperkuat fungsi tulang, baik bagi orang dewasa maupun untuk anak-anak di masa pertumbuhan mereka. Walaupun terlihat sederhana daun kenikir ternyata memiliki berbagai macam manfaat kesehatan bagi tubuh kita.
73 Daun kenikir juga mudah sekali ditemukan di pasar dengan harga yang terjangkau.
Kandungan kimia daun kenikir pada umumnya adalah flavonoid, polifenol, tanin, saponin, terpenoid, dan minyak atsiri. Total kandungan fenolik dalam ekstrak air daun kenikir menunjukkan aktivitas yang lebih tinggi dibandingkan ekstrak etanol. Berdasarkan penelitian kandungan fenolik total ekstrak air daun kenikir adalah 844,8 mg GAE /100 g (berat basah), sedangkan total flavonoid sebesar 183,69 – 483,91 mg QE/ g ekstrak kering.), kuersetin sebanyak 51 % merupakan flavonoid utama yang terdapat pada daun kenikir, asam fenolat utama pada daun kenikir berupa asam klorogenik sebanyak 4,5%, asam kafeat sebanyak 3,6 %, dan asam ferulat sebanyak 3,1%. Selain itu, daun kenikir juga mengandung minyak esensial yang mayoritas berupa γ-kadinen sebanyak 33 % and kariofilen sebanyak 10 %.
Kemampuan kenikir untuk mengurangi tekanan oksidatif mungkin sebagiannya terdiri daripada kandungan antioksidajnya yang tinggi. Dan juga, tumbuhan ini mengandung zat kimia yang mengandung minyak atsiri, saponin danflavonoida polifenol. Berdasarkan kajian tempatan, kenikir mengandung 3 persen protein, 0,4 persen lemak dan karbohidrat serta kaya dengan kalsium dan vitamin
74 A. Senyawa yang bersifat antioksidan dapat memicu proses apoptosis melalui jalur intrinsik (jalur mitokondria).
75
76 PENUTUP
Demikian yang dapat kami paparkan mengenai materi yang menjadi pokok bahasan dalam buku ini, tentunya masih banyak kekurangan dan kelemahannya, kerena terbatasnya pengetahuan dan kurangnya rujukan atau referensi yang ada hubungannya dengan judul buku ini.
Penulis banyak berharap para pembaca yang budiman sudi memberikan kritik dan saran yang membangun kepada penulis demi sempurnanya buku ini dan dan penulisan buku di kesempatan-kesempatan berikutnya. Semoga buku ini berguna bagi penulis pada khususnya juga para pembaca yang budiman pada umumnya.
77 DAFTAR PUSTAKA
Angela, dkk. (2012). Etnobotani Tumbuhan Obat Masyarakat Subetnis Tonsawang Di Kabupaten Minahasa Tenggara Provinsi Sulawesi Utara. Jurnal Ilmiah Farmasi. 5(2):
205.
Astutiningrum, T. 2016. Uji aktivitas antibakteri ekstrak daun kenikir (Cosmos caudatus Kunth.) terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus secara in - vitro. Naskah Skripsi S-1. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta.
Galba, Sindu. 2009. “Kesenian Tradisional Masyarakat Cianjur”. Yogyakarta: Prapanca.
Hakim, Luchman. (2014). Etnobotani dan Manajemen Kebun- Pekarangan Rumah: Ketahanan Pangan, Kesehatan dan Agrowisata. Malang: Selaras.
Hariana, A. 2005. Tumbuhan Obat dan Khasiatnya. Penebar Swadaya, Jakarta.
Katno. (2008). Tingkat Manfaat Keamanan Dan Efektifitas Tanaman Obat Dan Obat Tradisional. Karanganyar:
Balai Besar Penelitian Dan Pengembangan. Jawa Tengah.
78 Oyen, L.P.A dan Dung, N.X. 1999. Plant Resource of South-
East Asia No. 19. Essential-Oil Plant. Prosea Bogor.
Indonesia.
Ruslan, dkk. (2008). Taksonomi Koleksi Tanaman Obat Kebun Tanaman Obat Citeureup. Jakarta: CV. Global express.
Rusli, S., Sumangat, D., dan Sumirat, I.S., 1979. Pengaruh Lama Pelayuan dan Lama Penyulingan terhadap Rendemen dan Mutu Minyak Pada Penyulingan Serai Dapur.Pemberitaan LPTI Juli-September (30).
http://geliatcianjur.blogspot.com/2017/01/beras-pandan-wangi- cianjur.html
https://www.kompasiana.com/asepdani/58eeddaa8623bd0931ff 9b6b/beras-menteri-padi-pandanwangi-cianjur?page=all https://www.kliktani.com/2018/11/padi-pandan-wangi.html http://nia-apina.blogspot.com/2014/10/budaya-leuit-lumbung- penyimpanan-padi.html
https://cianjurkab.go.id/yuk-kunjungi-kampung-budaya-padi- pandanwangi-cianjur/
https://id.wikipedia.org/wiki/Padi_Pandan_Wangi https://www.flickr.com/photos/8745014@N04/534317697 http://tanamanbawangmerah.blogspot.com/2015/10/cara- menanam-budidaya-serai-serei-di.html
79
80 PROFIL PENULIS
Acho Akbar
Penulis biasanya di panggil Acho dan merupakan anak bungsu dari 5 bersaudara. Penulis lahir di Bogor, tanggal 25 September 1999. Penulis tinggal di Jln.Puncak. Penulis memiliki hobi bermain sepak bola atau pun futsal. Saat ini penulis tercatat sebagai mahasiswa Universitas Pakuan (Unpak) jurusan Pendidikan Biologi.
Ajeng Andini Pujasmara
Penulis biasanya di panggil Ajeng dan merupakan anak ke 2 dari 3 bersaudara.
Penulis lahir di Cianjur, tanggal 14 Oktober 2000. Penulis tinggal di Kp.
Bojong petir Ds/Kec. Pagelaran Kab.
Cianjur. Penulis memiliki hobi membaca. Saat ini penulis tercatat sebagai mahasiswa Universitas Pakuan (Unpak) jurusan Pendidikan Biologi.
81 Farah Anisa
Penulis biasanya di panggil Mineh atau Farah dan merupakan anak bungsu dari 4 bersaudara. Penulis lahir di Bogor, tanggal 21 Juli 2000. Penulis tinggal di Kp. Legos No. 263 Desa Mekarsar Kecamatan Cicurug Kabupaten Sukabumi. Penulis memiliki hobi menggambar. Saat ini penulis tercatat sebagai mahasiswa Universitas Pakuan (Unpak) jurusan Pendidikan Biologi.
Ferra Handayani
Penulis biasanya di panggil Ferra dan merupakan anak bungsu dari 5 bersaudara. Penulis lahir di Bogor , tanggal 21 Maret 2000. Penulis tinggal di Kp. Babakan RT/RW 02/05 No. 111 Desa Dayeuh, Cileungsi, Bogor, Jawa Barat. Penulis memiliki hobi menyanyi, membaca dan travelling. Saat ini penulis tercatat sebagai mahasiswa Universitas Pakuan (Unpak) jurusan Pendidikan Biologi.
82 Hanny Dwi Yonanda
Penulis biasanya di panggil Hanny dan merupakan anak bungsu dari 2 bersaudara. Penulis lahir di Sungailiat, tanggal 11 Juni 2000. Penulis tinggal di Desa Air Ruai Kec. Pemali Kab.
Bangka Prov. Kep Bangka Belitung. Penulis memiliki hobi membaca dan menulis. Saat ini penulis tercatat sebagai mahasiswa Universitas Pakuan (Unpak) jurusan Pendidikan Biologi.
Rizki Rahayu
Penulis biasanya di panggil Cici dan merupakan anak bungsu dari 3 bersaudara. Penulis lahir di Sukabumi, tanggal 20 Juni 2000. Penulis tinggal di Kp. Tegal lega RT/RW 01/05 Desa Munjul Kec. Ciambar, Sukabumi, Jawa barat. Penulis memiliki hobi menulis. Saat ini penulis tercatat sebagai mahasiswa Universitas Pakuan (Unpak) jurusan Pendidikan Biologi.
83 Robelina Audya Usman
Penulis biasanya di panggil Abel dan merupakan anak ke 2 dari 4 bersaudara. Penulis lahir di Cianjur, tanggal 13 Maret 2000. Penulis tinggal di Kp. Pasar Kolot RT/RW 02/01 No.
212. Penulis memiliki hobi berenang.
Saat ini penulis tercatat sebagai mahasiswa Universitas Pakuan (Unpak) jurusan Pendidikan Biologi.
84 BIODATA PENGAMPU MATA KULIAH ILMU SOSIAL
DAN BUDAYA
"Kampung Wisata Budaya Padi Pandan Wangi”
Santa M,Pd. atau bapak Santa merupakan sebutan akrab oleh mahasiswa Universitas Pakuan sendiri, Beliau merupakan pengajar di Universitas Pakuan, Beliau mengampu mata kuliah Ilmu Sosial dan Budaya Dasar, tepatnya di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan sejak tahun 2009 sampai saat ini. Beliau menyelesaikan pendidikan terakhirnya di Universitas Pendidikan Indonesia, dengan jurusan pendidikan dasar yang lulus pada tahun 2013. Pada 2010 beliau menikahi wanita bernama Rina Yuliana, M,Pd.. Beliau tinggal di Perumahan Taman Dramaga Permai 4, Blok I-9 no 8 Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor. Beliau dikaruniai dua orang putri. Putri pertama bernama Ghaida Mazaya Fathinah dan putri kedua bernama Zulfa Raihana Huriyyah.
85 DOKUMENTASI
Gambar di atas merupakan dokumentasi foto dari penulis dan pengelola tempat serta petani yang mereka semua bersedia untuk diwawancarai oleh penulis sebagai narasumber untuk bagian dari isi buku ini.