• Tidak ada hasil yang ditemukan

Untitled - Repository Unpak

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Untitled - Repository Unpak"

Copied!
90
0
0

Teks penuh

Desa Wisata Budaya Beras Pandan Wangi sendiri merupakan desa budaya khas masyarakat sekitar yang terkenal dengan wangi nasinya yang hanya terdapat di kawasan itu sendiri. Desa Wisata Budaya Padi Pandan Wangi sudah ada sejak dahulu kala, namun karena tergerus dan termakan waktu, Desa Budaya tersebut perlahan mulai mengalami kemerosotan. Padi Pandan Wangi merupakan salah satu jenis padi bulu yang ditanam di Cisalak, Cibeber, Cianjur, Jawa Barat.

Kampung Budaya Pandan Wangi juga ramai dikunjungi oleh masyarakat lokal maupun mancanegara. 23 Kunjungan wisatawan ke Kampung Budaya Pandan Wangi di Kecamatan Warungkondang, Cianjur, Jawa Barat, mulai meningkat. Kampung Budaya Padi Pandan Wangi memiliki lahan sekitar 12 hektar, dan hanya sekitar 1,3 hektar yang dijadikan bangunan.

Karena menurut petani, padi pandan wangi hanya bisa ditanam di desa budidaya pandan wangi karena faktor keasaman tanah dan lain sebagainya. 31 Gambar di atas menunjukkan beberapa tanaman lain selain yang ditanam masyarakat di desa wisata budaya padi pandan wangi. Mengapa demikian, karena Desa Pandan Wangi merupakan desa budaya pengembangan padi yang jarang ditemukan yaitu padi Pandan Wangi.

Masyarakat sekitar Kampung Budaya Pandan Wangi memanfaatkan Leui (lumbung penyimpanan padi atau gabah hasil panen masyarakat petani) untuk memanfaatkan hasil panen sebagai cadangan pada saat terjadi bencana kelaparan.

Gambar  di  atas  merupakan  bagian  depan  kampung  wisata budaya padi pandan wangi
Gambar di atas merupakan bagian depan kampung wisata budaya padi pandan wangi

BUDAYA MENANAM PADI

Apabila padi varietas Pandan Wangi ditanam di luar tujuh kecamatan tersebut maka hasil yang diperoleh akan berbeda terutama rasa dan aromanya. Jika budidaya padi konvensional hanya membutuhkan benih sebanyak 25 kg/ha, maka padi Pandan Wangi memiliki benih sebanyak 40 kg/ha. Nasi pandan wangi merupakan satu-satunya nasi terbaik di dunia yang juga sangat populer di kalangan orang Jepang, Korea, Thailand, dan orang asing.

Beras pandan aromatik ini juga merupakan satu-satunya beras di dunia yang memiliki aroma khas pandan. 34; Dalam”, artinya umur tanamnya cukup panjang. Umur padi pandan wangi sampai dipanen kurang lebih 140 -150 hari setelah tanam. Untuk ciri khas padi pandan wangi, padi wangi ini memiliki daun bendera dan batang yang berbendera. pohon yang berbentuk lurus dengan tinggi sekitar 170 cm.

Jika menanam padi pandan aromatik dengan benar, padi ini berpotensi menghasilkan gabah kering giling sebanyak 6 - 7 ton/ha, dengan tingkat keberhasilan rata-rata 5 ton/ha. Secara umum semua varietas padi ditanam dengan cara yang sama, namun untuk menanam padi pandan wangi ada sedikit perbedaan yaitu harus di tempat yang tingkat kelembapannya tidak terlalu tinggi, yaitu sekitar 700 meter di atas permukaan laut. tingkat. Dari segi perawatannya juga berbeda-beda, berikut cara merawat beras pandan wangi yang benar.

Saat menanam padi pandan wangi, gunakan jarak tanam ganda, hal ini bertujuan untuk mengantisipasi serangan hama, dan tanaman padi dapat berfotosintesis dengan sempurna. Pemupukan padi pandan wangi dilakukan seperti padi pada umumnya, namun karena padi ini cukup tinggi dan terhindar dari resiko roboh, sebaiknya penggunaan pupuk nitrogen (UREA) tidak terlalu banyak. Varietas padi pandan wangi sangat rentan terserang hama ini, sehingga jika terdapat 2-5 WBC pada 1 ikat padi, kemungkinan akan segera terjadi serangan.

Oleh karena itu tidak heran jika harga Beras Pandan Wangi Organik Cianjur cukup mahal karena rasanya yang sangat khas, bahkan bisa dua kali lipat dari harga beras biasa. Tak heran pula jika para pemerhati produksi beras organik mengklaim bahwa beras Orgaik Pandan Wangi Cianjur merupakan beras organik terbaik di dunia.

BUDAYA BERDAGANG

Menurut para pedagang, didirikannya objek wisata kampung budaya pandan wangi ini dapat menambah pendapatan sehari-hari mereka.

BUDAYA SYUKURAN

BUDAYA MASAK BARENG

BUDAYA MAKAN BARENG

46 Saat ada acara syukuran, para petani, warga sekitar, dan seringkali tokoh pemerintah diundang ke jamuan makan bersama tersebut. Makan bersama biasa disebut dengan 'ngaliwet', yaitu nasi dan lauk pauknya diletakkan di atas daun pisang lalu semua orang langsung makan disana tanpa menggunakan piring. Makan bersama ini menjadi momen yang ditunggu-tunggu karena mereka bersahabat dengan warga Cianjur. selain makan bersama. Jika tidak ada syukuran biasanya para petani makan bersama setelah selesai bekerja di sawah, sehingga para petani membawa bekal dari rumah masing-masing atau makanan diantar oleh keluarganya.Makan bersama ini dilaksanakan sekitar jam 12 setelah makan siang. agar mereka beristirahat dan berdoa.

BUDAYA RENGKONG

Jawer Kotok / Tanaman Iler / Jengger Ayam

Jawer kotok atau nama latinnya Plectranthus scotellaroides merupakan tanaman yang biasa tumbuh liar di ladang atau kebun. Oleh karena itu, jawer kotok juga berkhasiat untuk mengatasi sembelit yang jika tidak ditangani dapat menyebabkan wasir. Senyawa-senyawa yang terkandung dalam tanaman kotok Jawer seperti etil salisilat, alkaloid, metil eugenol, carvacrol, timol dan mineral merupakan senyawa kimia yang sangat bermanfaat.

Kandungan kimia yang terdapat pada tanaman serai antara lain daun serai dapur mengandung minyak atsiri 0,4% dengan komponen terdiri dari citral, citronellol, pyrene, camphene, sabinene, myrcene, π-phelandrene, psimene, limonene, cis -osimen. , terpinol, sitronelal, borneol, terpinen-4-ol, . Daun kenikir mengandung flavonoid, terpenoid, saponin dan antioksidan yang bermanfaat menghambat pertumbuhan sel kanker payudara, kanker hati, dan kanker lambung. Cara mengkonsumsinya adalah dengan rutin meminum air rebusan daun kenikir, dibantu dengan mengkonsumsi suplemen ekstrak daun kenikir agar penyebaran sel kanker terhambat dan hasilnya maksimal.

Nah, daun kenikiri bisa jadi salah satu pilihan untuk meningkatkan daya tahan tubuh kita nih guys. Pasalnya tanaman ini mengandung vitamin A, vitamin E, dan vitamin C yang dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh yang lemah. Dengan rutin mengonsumsi daun kenikiri efektif mengeluarkan racun dari dalam tubuh karena kandungan vitamin E dan flavonoid di dalamnya.

Kandungan mineral seperti magnesium dan kalsium yang terdapat pada daun kenikiri mampu memperkuat fungsi tulang. Mengonsumsi daun kenikir secara rutin dipercaya dapat memperkuat fungsi tulang baik pada orang dewasa maupun anak-anak seiring bertambahnya usia. Kandungan kimia daun kenikiri umumnya adalah flavonoid, polifenol, tanin, saponin, terpenoid dan minyak atsiri.

Kandungan total fenolik ekstrak air daun kenikir menunjukkan aktivitas lebih tinggi dibandingkan ekstrak etanol. Menurut penelitian, total kandungan fenolik ekstrak air daun kenikir adalah 844,8 mg GAE/100 g (berat basah), sedangkan total flavonoid adalah mg QE/g ekstrak kering.), Quercetin sebanyak 51% utama flavonoid. Terdapat pada daun kenikir, asam jawa. Kandungan fenol utama pada daun kenikir adalah asam klorogenat 4,5%, asam caffeic 3,6%, dan asam ferulat 3,1%. Selain itu daun kenikir juga mengandung minyak atsiri yang maksimal 33% γ-cadinene dan 10% caryophyllene.

Semoga buku ini bermanfaat bagi penulis pada khususnya dan pembaca yang budiman pada umumnya. Uji aktivitas antibakteri ekstrak daun kenikir (Cosmos caudatus Kunth.) terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus secara in vitro.

Gambar di atas merupakan tanaman dari serai.
Gambar di atas merupakan tanaman dari serai.

Gambar

Gambar  di  atas  merupakan  bagian  depan  kampung  wisata budaya padi pandan wangi
Gambar  di  atas  merupakan  tangga  jalan  utama  untuk  masuk  lebih  dalam  melihat  rumah-rumah  adat  yang  dibangun  serta deretan padi pandan wangi yang di tanam di sana
Gambar  di  atas  merupakan  rumah  adat  yang  dibuat  sengaja  untuk  pengunjung  yang  datang  sekedar  untuk  tempat  peristirahatan sejenak
Gambar  di  atas  memperlihatkan  petani  yang  sedang  mengolah tanah untuk bercocok tanam
+6

Referensi

Dokumen terkait

In recent years, much attention of scientists has been attracted by research on accidents at power plants with an installed capacity of 25 MW or more and at the facilities of the