BAB II KAJIAN PUSTAKA
A. Jenis dan Pendekatan Penelitian
25 BAB III
METODE PENELITIAN
26
3. Sumber dan Jenis Data a. Jenis data
Adapun data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Data kualitatif, yaitu data yang disajikan dalam bentuk kata verbal bukan dalam bentuk angka.27 Yang termasuk data kualitatif dalam penelitian ini yaitu gambaran umum obyek penelitian meliputi kreatifitas masyarakat dalam pengembangan produk lebah trigona terhadap peningkatan pendapatan masyarakat di Desa Sintung Kecamatan Pringgarata Kabupaten Lombok Tengah.
b. Sumber data
Adapun jenis data yang dijadikan sumber data adalah sebagai berikut:
1) Data primer
Data primer yaitu data yang diperoleh secara langsung dari obyek penelitian perorangan, kelompok dan organisasi.28 Dalam penelitin ini yang termasuk data primer adalah data yang di peroleh secara langsung dari masyarakat yaitu kelompok usaha ternak budidaya lebah trigona di Desa Sintung Kecamatan Pringgarata Kabupaten Lombok Tengah melalui wawancara yang
27 Moleong J. Lexy, ―Metodologi Penelitian Kualitatif,‖ Bandung (PT. Remaja Rosdakarya, 2012), h. 157.
28 Rosdy Ruslan, ―Metode Penelitian Public Relations Dan Komunikasi,‖ Jakarta (PT. Raja Grapindo Persada, 2013), h. 29.
dilakukan peneliti terhadap masyarakat peternak budidaya lebah trigona.
2) Data sekunder
Data sekunder yaitu data yang diperoleh dan digali melalui hasil pengolahan hasil kedua dari hasil penelitian lapangannya, baik berupa data kualitatif maupun data kuantitatif.29 Dalam penelitian ini data sekunder yaitu data yang di ambil dari buku- buku, majalah ilmiah, sumber dari arsip, serta dokumen-dokumen lainnya yang dibutuhkan terkait dengan kreatifitas masyarakat dalam pengembangan produk lebah trigona terhadap peningkatan pendapatan masyarakat di Desa Sintung Kecamatan Pringgarata Kabupaten Lombok Tengah.
B. Teknik Pengumpulan Data
Supaya data dan informasi dapat dipergunakan dalam penalaran, data dan informasi tersebut harus merupakan fakta. Untuk mengumpulkan data yang relevan dengan masalah yang diteliti maka dalam hal ini peneliti akan menggunakan tiga metode, yaitu metode
29Muhammad Teguh, ―Metode Penelitian Ekonomi, Teori Dan Aplikasi,‖ Jakarta (Grapindo Persada, 2010), h. 121.
28
observasi, wawancara dan dokumentasi.30 Supaya lebih jelas ketiga metode ini akan di uaraikan sebagai berikut:
a. Observasi
Observasi merupakan kegiatan pengumpulan data dengan melakukan penelitian langsung terhadap kondisi lingkungan dengan cara mengamati dan mencatat secara sistematik gejala-gejala yang diselidiki.31 Observasi dapat dilakukan dengan cara partisipatif dan non partisipatif. Observasi partisipatif adalah kegiatan mengumpulkan data dimana pengamat ikut serta dalam kegiatan yang sedang berlangsung.
Sedangkan observasi nonpartisipatif adalah pengamat tidak ikut serta dalam kegiatan, dimana dia hanya berperan mengamati kegiatan.32
Peneliti menggunakan metode observasi partisipatif dengan alasan dapat memudahkan peneliti dalam memperoleh data.
b. Wawancara (Interview)
Wawancara merupakan salah satu metode pengumpulan data dengan jalan komunikasi yakni melalui kontak atau
30 Hamid Patilima, ―Metode Penelitian Kualitatif,‖ Bandung (Alfabeta, 2013), h. 63.
31 Sugiyono, ―Metode Penelitian Kombinasi (Mixed Methode),‖ Bandung (CV alfabeta, 2013).
32Nana Syaodih Sukmadinata, “Metode Penelitian Pendidikan,‖ Bandung (Remaja Rosdakarya, 2010), hlm. 220.
hubungan pribadi antara pengumpul data (pewancara) dengan sumber data (responden).
Wawancara dapat dibedakan menjadi dua bagian yaitu wawancara terstruktur dan tidak terstruktur. Metode wawancara yang peneliti gunakan adalah wawancara terstruktur. Wawancara terstruktur adalah wawancara yang dimana peneliti menggunakan pedoman wawancara yang telah tersusun secara lengkap dan sistematis dalam mengumpulkan datanya.33 penulis melakukan wawancara untuk mencari data kreatifitas masyarakat dalam pengembangan produk lebah trigona terhadap peningkatan pendapatan masyarakat di Desa Sintung Kecamatan Pringgarata Kabupaten Lombok Tengah dengan mewawancarai pihak terkait seperti masyarakat peternak yang menjalanakan usaha budidaya lebah trigona dengan mengajukan pertanyaan.
c. Dokumentasi
Dokumentasi berasal dari kata dokumen yang mengandung arti mencari data mengenai hal-hal yang berupa catatan atau karya seseorang, transkip, buku, surat kabar,
33 Sugiyono, ―Memahami Penelitian Kualitatif,” Bandung (Alfabeta, 2012), 73–74.
30
majalah dan sebagainya.34 Penulis menggunakan teknik ini untuk mencari informasi dari buku, foto tentang kreatifitas masyarakat dalam pengembangan produk lebah trigona terhadap peningkatan pendapatan masyarakat di Desa Sintung Kecamatan Pringgarata Kabupaten Lombok Tengah.
C. Teknik Analisis Data
Metode analisa data yang penulis gunakan adalah menggunakan kualitatif deskriptif, yaitu dengan memaparkan informasi-informasi faktual yang diperoleh dari lapangan yang banyak bersifat informasi dan keterangan-keterangan, baik berupa kata-kata lisan maupun tulisan dan langkah-langkah yang dapat diamati dari orang-orang yang diteliti.35
Dalam menganalisa data, peneliti menerapkan langkah-langkah yaitu:
a. Pencocokan, kegiatan pencocokan adalah untuk mengetahui jumlah instrumen yang terkumpul sesuai dengan kebutuhan dan mengecek kelengkapan lembar instrument.
b. Kegiatan pembenahan, meliputi pengecekan kelengkapan pengisian data, keterbatasan tulisan, kejelasan makna jawaban,
34 Suharsimin Arikunto, ―Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek,‖ Jakarta (PT.
Bineka Cipta, 2012).
35 Johan Setiawan Albi Anggito, “Metodologi Penelitian Kualitatif,” Jawa Barat (CV Jejak, 2018), hlm. 183.
keajegan dan kesesuaian jawaban, relevansi jawaban dan penggunaan satuan data.36
c. Penerapan data sesuai dengan pendekatan penelitian mengingat penelitian ini menampilkan data-data kualitatif
Data yang terkumpul ditafsirkan dan dianalisis secara induktif untuk memberikan gambaran mengenai hal-hal yang sebenarnya terjadi. Metode induktif adalah jalan berfikir dengan mengambil kesimpulan dari data-data yang bersifat khusus. Berfikir induktif adalah berangkat dari fakta-fakta khusus, peristiwa-peristiwa kongkrit, kemudian dari data atau peristiwa yang kongkrit itu ditarik generalisasi-generalisasi yang mempunyai sifat umum.37 D. Validitas dan Reliabelitas Data
Validitas merupakan derajat ketepatan data yang terjadi pada obyek penelitian dengan data yang dapat dilaporkan oleh peneliti.
Dengan demikian data yang valid adalah data yang tidak berada antara data yang dilaporkan oleh peneliti dengan data yang sesungguhnya pada obyek penelitian.38
Reliabelitas berkenaan dengan derajat konsistensi dan stabilitas data atau temuan. Dalam pandangan fositivistik, suatu data dinyatakan
36Ibid
37Sutrisno Hadi, ―Metode Riserach,‖ Jakarta (Andi Offset, 2011), hlm. 42.
38 Ibid, hlm. 267.
32
reliabelitas apabila dua atau lebih peneliti dalam objek yang sama menghasilkan data yang sama atau sekelompok data bila dipecah menjadi dua menunjukkan data yang tidak berbeda.
Dalam hal ini dapat kita temukan bahwa alat ukur dan hasil pengukuran berkaitan atau merupakan satu kesatuan, sehingga kriteria validitas dan reliabelitas tidak dapat berdiri dan kita selalu berusaha untuk membuat atau memakai alat ukur yang terpercaya dengan hasil pengukuran yang valid.
Untuk mendapatkan data atau informasi yang benar-benar valid, kredibel, data akurat, maka perlu diketahui kebenaran atau kesahihan dari data tersebut. Beberapa macam metode digunakan dalam rangka menguji kesahihan data, yaitu:
a. Perpanjangan keikutsertaan
Keikutsertaan Peneliti adalah hal yang paling utama dan sangat penting serta menentukan dalam proses pengumpulan data.
Keikutsertaannya tidak hanya dilakukan dalam waktu yang singkat. Tetapi memerlukan perpanjangan keikutsertaan peneliti hingga pengumpulan data yang dibutuhkan bisa tercapai.
b. Pembahasan dengan teman sejawat
Penulis melakukan teknik ini dengan cara memaparkan hasil penelitian dengan cara diskusi dengan rekan-rekan sejawat.
Meleong, mengungkapkan bahwa diskusi dengan teman sejawat akan menghasilkan: (1) pandanagan kritis terhadap hasil penelitian, (2) semua teori substantive, (3) membantu mengembangkan langkah berikutnya, (4) pandangan lain sebagai pembanding.39
c. Kecukupan referensi
Dalam suatu penelitian Kecukupan referensi sangatlah penting dan perlu untuk mendukung dan menyempurnakan hasil penelitian. Oleh karena itu Peneliti selalu berupaya untuk memperbanyak referensi agar nantinya data dan informasi yang diperoleh dapat dipertanggung jawab kan secara cerdas, ilmiah, dan professional.
39 Ibid.
34 BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian
1. Gambaran Umum Lokasi Penelitian a. Sejarah Singkat Desa Sintung
Desa sintung berdiri sekitar tahun 1812 M yang pendirinya adalah Raden Taham yang berasal dari Desa Rambitan yaitu pada zaman kerajaan bali, pada waktu itu kerajaan Bali dipimpin oleh seorang raja yang bernama Anak Agung Ngurah.
Desa Sintung merupakan desa asli sebelum pemekaran wilayah kecamatan di kabupaten Lombok Tengah, pada waktu itu Desa Sintung masuk dalam wilayah kecamatan Batukliang, setelah pemekaran Kecamatan di Wilayah Kabupaten Lombok Tengah pada tahun 1969, maka Desa Sintung masuk dalam Wilayah Kecamatan Pringgarata.
Sedangkan jabatan Kepala Desa Sintung dari pertama sampai sekarang adalah :
1)Mamiq Milasih yang di kenal dengan Jero Okon menjabat / bertugas sejak tahun 1849 s/d 1884.
2)Mamiq Ratmaja menjabat / bertugas dari tahun 1884 s/d 1886.
3)Mamiq Sani menjabat / bertugas dari tahun 1886 s/d 1936.
4)Muh menjabat / bertugas dari tahun 1936 s/d 1960.
5)Darwan menjabat / bertugas dari tahun 1960 s/d 1962.
6) Lalu Sabar menjabat / bertugas sebagai pejabat sementara tahun 1962.
7) Abdul Rauf menjabat / bertugas dari tahun 1962 s/d 1963.
8) Darwan menjabat / bertugas dari tahun 1963 s/d 1964 9) Basri menjabat / bertugas dari tahun 1964 s/d 1968
10)Darwan menjabat / bertugas dari tahun 1968 s/d 1981 yang diangkat oleh Bupati Lombok Tengah dari hasil pemilihan tahun 1968 yang dipilih kembali pada tahun 1977, dan Pada tahun 1982 Kepala Desa dijabat oleh Camat Pringgarata Drs. L.Moh. Danial dan H.L.Yusuf Umar, Ba. Sebagai penjabat sementara karena Kepala Desa Meninggal dunia.
11) Suarno menjabat / bertugas dari tahun 1983 s/d 1997 12) M. Zaenudin menjabat / bertugas dari tahun 1998 s/d 2003
13) Muhadjar menjabat / bertugas dari tahun 2003 s/d 2005 yang ditunjuk dan diangkat oleh Bupati Lombok Tengah sebagai penjabat karena Kepala Desa sebelumnya mengundurkan diri.
14) L. Sunawar Artijaya, S.Ag. menjabat / bertugas pada tahun 2006 yang ditunjuk dan diangkat oleh Bupati Lombok Tengah sebagai PJS.
15) Risnawati Hartani, S.IP menjabat / bertugas dari tahun 2007 s/d 2012 16) Muhadjar, menjabat/bertugas pada tahun 2012 yang ditunjuk dan
diangkat oleh Bupati Lombok Tengah sebagai PJS.
36
17) Lalu Asroruddin, S.Pd menjabat / bertugas dari tahun 2013 sampai dengan tahun 2018
18)Herman menjabat / bertugas dari tahun 2019 sampai sekarang.40 b. Letak Geografis
1) Luas wilayah : 481,166 Ha 2) Batas wilayah
Sebelah utara : Desa Peresak Kec. Narmada Sebelah timur : Desa Arjangka
Sebelah selatan : Desa Sisik Sebelah barat : Desa Bagu 3) Orbitas
a) Jarak dari pusat pemerintahan kecamatan : 3 km b) Jarak dari pusat pemerintahan Kabupaten : 14 km c) Jarak dari pusat pemerintahan Provinsi : 14 km c. Kependudukan
1) Jumlah penduduk menurut Jenis Kelamin41 a) Laki – laki : 4.160 Orang
b) Perempuan : 4.505 Orang c) Jumlah : 8.665 Orang
40 Profil Kantor Desa Sintung. Dikutip pada tanggal 22 Maret 2021
41 Profil Kantor Desa berdasarkan Jumlah Penduduk, h. 10 Dikutip pada tanggal 22 Maret 2021
d) Jumlah kepala keluarga : 3.212 KK 2) Jumlah penduduk menurut tingkat pendidikan :
a) Lulusan pendidikan umum : (1) Taman kanak – kanak :
(2) Sekolah Dasar ( SD ) : 1.327 Orang (3) SMTP / Sederajat : 3.415 Orang (5) SMTA / Sederajat : 1.085 Orang
(6) D1 : 21 Orang
(7) D2 : 74 Orang
(8) D3 : 11 Orang
(9) S1 : 76 Orang
(10)S2 : 2 Orang
b) Lulusan pendidikan khusus :
(1) Pondok pesantren : 50 Orang (2) Sekolah Luar Biasa ( SLB ) : -
(3) Kursus Keterampilan : 100 Orang (4) Pendidikan lain – lain : -
3) Jumlah penduduk menurut mata pencaharian : a) Karyawan :
(1) PNS : 63 Orang
(2) Polri : 5 Orang
(3) TNI : 5 Orang
38
(4) Swasta : 52 Orang
b) Pedagang : 57 Orang
c) Tani : 1.622 Orang
d) Pertukangan : 60 Orang e) Buruh tani : 1.667 Orang
f) Jasa : 57 Orang
g) Pensiunan : 4 Orang h) Pengerajin : - Orang d. Kondisi Pemerintahan Desa
Pembagian wilayah Desa sintung terdiri dari 9 Dusun yang terletak di seluruh wilayah Sintung sebagai berikut :
1) Kadus Sintung Timur : L. Maksum Ali 2) Kadus Sintung Barat : M. Nuzul 3) Kadus Kebon Nyiur : Sailah Hawadi 4) Kadus Esot : H. Baharudin 5) Kadus Lempenge : Samsul Hadi
6) Kadus Pidada : Deni Alpian Andika Putr 7) Kadus Selakan : Zaenudin
8) Kadus Krg. Jangkong : Pathurrahman 9) Kadus Telaga Rena : H.Sepudin
e. Nama dan Jabatan Pemerintah Desa
Pemerintahan Desa Sintung Kec. Pringgarata Kab.Lombok Tengah Sesuai Perdes Nomor 3 Tahun 2016 sebagai berikut :42
Tabel 4.1 Daftar Nama Serta Jabatan Pemerintahan Desa
NAMA JABATAN
Herman Kepala desa
Kariadi Sekretaris Desa
Sapwan Kaur Perencanaan
Huzaefa Kasi Pemerintahan
Muhlis Kasi Kesra
Misroq Kasi Pelayanan
Sabdi Kaur Keuangan
Suhirman Kaur Umum
Ilmihan Staf Administrasi
Sumber: Buku Profil Desa Bonjeruk
f. Profil Kelompok Budidaya Lebah Trigona di Dusun Lempenge Desa Sintung Kecamatan Pringgarata Kabupaten Lombok Tengah
Kelompok budidaya lebah trigona berjumlah 26 orang yang berasal dari empat dusun yaitu dusun Lempenge, Pidada, Selakan dan Kebun Nyiur.
42 Ibid
40
Kelompok budidaya lebah trigona berdiri sejak tahun 2015 dan kepala desa langsung yang menjadi Pembina pada saat itu.
Berikut daftar pengurus dan anggota sadar wisata budidaya lebah trigona yang ada di dusun Lempenge Desa Sintung Kec. Pringgarata Kab.
Lombok Tengah :
Tabel. 4.1
Daftar pengurus dan anggota kelompok sadar wisata budidaya lebah trigona:43
No Nama Jabatan
1 Sahwan, S.Pt, M.Si Ketua 2 Ahmad Afandi, S.Pt Wakil 3 Hartawan, S.Pt Sekretaris
4 Mizro'ah Bendahara
5 H. Ahmad Farizi Seksi Kemanan
6 Sabandi Seksi Kebersihan Dan Keindahan 7 Nurlia Daeni Seksi Daya Tarik Wisata
8 Lalu Asrorudin, S.Pd Seksi Humas Dan Pengembangan SDM 9 Ahmat Ramli Seksi Pengembangan Usaha
10 M. Agus Juhairi Seksi Usaha Lainnya
43 Observasi pada tanggal 23 Maret 2021.
11 Sahri Anggota
12 Sarpin Anggota
13 Nita Lismayanti, S.Pd Anggota
14 Selamat Anggota
15 Muhammad Hamsun Anggota
16 Aq. Selemah Anggota
17 Hidayatul badriah Anggota
18 Raisah Anggota
19 Rusniadi Anggota
20 Serune Anggota
21 Jumarim Anggota
22 Muhakim Anggota
23 Sahni Anggota
24 Mukminah Anggota
25 Sadri Anggota
26 Hasanah Anggota
Dari keempat dusun yang melakukan budidaya Lebah trigona hanya dusun Lempenge yang melakukan kreatifitas yaitu membuat produk dari produk hasil lebah trigona yaitu propolis yang diolah menjadi produk sabun batang dan parfum.
42
2. Kreatifitas Masyarakat Dalam Pengembangan Produk Lebah Trigona Terhadap Peningkatan Pendapatan Masyarakat Di Desa Sintung
Penelitian ini dilakukan di Desa Sintung sebelum melakukan penelitian peneliti terlebih dahulu melakukan observasi langsung ketempat pengelola budidaya lebah trigona untuk melihat kondisi budidaya lebah trigona dan berkonsultasi dengan pengelola tentang budidaya lebah trigona yang akan diteliti.
a) Kreatifitas Budidaya Lebah Trigona
Budidaya lebah Trigona merupakan salah satu budidaya yang memiliki hasil ekonomi yang cukup menjanjikan. Akan tetapi dilingkungan masyarakat umum, budidaya ini memang masih belum dikenal secara luas dan sampai saat sekarang ini untuk daerah Lombok Tengah pengembangan atau proses budidaya ini hanya ada di Dusun Lempenge Desa Sintung Kecamatan Pringgarata Kabupaten Lombok Tengah. Dengan adanya Inovasi dan kreatifitas yang dimiliki masyarakat dapat menunjang keberhasilan dalam menjalankan suatu usaha.
Maka dari masalah tersebut lahirlah sebuah inisiatif dari bapak Sahwan untuk membuat kelompok usaha ternak lebah trigona ketika beliau pernah mengikuti sebuah seminar atau penyuluhan tentang budidaya lebah Tigona di kantor desa. Setelah mendapat inisiatif tersebut bapak Sahwan mencoba untuk membuka usaha budidaya lebah trigona dikarenakan
budidaya lebah trigona di dusun Lempenge belum ada orang yang membuka atau membangun budidaya lebah trigona tersebut.
Adapun hasil wawancara bersama bapak Sahwan selaku ketua pengelola budidaya lebah Trigona mengatakan bahwa:
‖Usaha budidaya lebah Trigona banyak dibudidaya di Indonesia, khususnya di Nusa Tenggara Barat karena masyarakat sudah hampir mendapatkan jutaan dari hasil budidaya lebah trigona tersebut. Namun ketika melihat dan mengamati kondisi di wilayah Nusa Tenggara Barat yang bahwa lebah trigona dapat menghasilkan madu sama seperti lebah tawon, bahkan lebih mahal harga madu trigona dari pada madu biasa, karena usaha budidaya madu trigona merupakan usaha yang mudah dan memiliki nilai produksi tinggi tingkat pemasaran dan pendapatanya, maka termotivasi ingin membuat usaha budidaya trigona di kampung sendiri untuk dapat membantu ekonomi keluarga, lapangan pekerjaan bagi masyarakat dan dapat meningkatkan kesehatan masyarakat‖.44 Adapun hasil wawancara yang tidak jauh beda dengan bapak Ahmad Afandi selaku wakil ketua kelompok mengatakan :
―Setelah mengikuti seminar saya dengan bapak Sahwan berencana untuk membuat usaha ternak lebah trigona. Iya karena dalam pembudidayaan lebah trigona tergolong mudah kami sepakat dengan bapak Sahwan bahwa membangun usaha ini dapat kita diskusikan dengan masyarakat agar mereka mudah dalam memenuhi kebutuhan ekonomi keluarganya.
Karena dengan persediaan dan harga madu trigona tergolong lebih mahal dari madu biasa sehingga dapat kita kembangkan bersama‖.45
44Hasil Wawancara dengan bapak Sahwan (ketua kelompok budidaya lebah trigona), Wawancara pada tanggal 25 Mei 2021
45Hasil Wawancara dengan Ahmad Afandi (wakil ketua kelompok budidaya lebah trigona), Wawancara pada tanggal 23 Maret 2021
44
Adapun hasil wawancara dari anggota kelompok yakni saudari ibu Raisah yang mengatakan tentang pengolahan lebah madu trigona :
―Kami sebagai warga sangat terbantu dengan adanya usaha ternak lebah trigona karena dengan harga madunya yang lebih mahal dari madu biasa sehingga ekonomi keluarga kami tercukupi meski tidak setiap hari. Dalam pengolahan yang tidak begitu sulit‖.46
Adapun hasil wawancara dari peternak lainnya yakni saudara bapak Sahri yang mengatakan :
―kami sebagai peternak budidaya lebah trigona sangat terbantu dengan adanya budidaya lebah trigona karena selain menghasilkan madu murni yang tentunya memiliki nilai jual yang tinggi lebah trigona juga menghasilkan beepollen dan propolis yang mempunyai manfaat yang begitu besar untuk kesehatan maupun kecantikan ‖.47
Dari hasil wawancara di atas peneliti dapat menyimpulkan bahwa dalam pembudidayaan dan pengembangan lebah trigona sangat cocok untuk dikelola dalam kelompok usaha kecil maupun besar karena dengan persediaan yang mudah sehingga masyarakat antusias untuk memproduksi madu dari lebah trigona sehingga warga dapat terbantu untuk kesibukan selain dari pekerjaan rumahnya.
46Hasil Wawancara dengan ibu Raisah (anggota kelompok budidaya lebah trigona), Wawancara pada tanggal 25 Mei 2021
47Hasil Wawancara dengan Bapak Sahri (anggota kelompok budidaya lebah trigona), Wawancara pada tanggal 25 Mei 2021
Mengetahui Kelompok Budidaya lebah trigona yang ada di Desa Sintung tergabung dalam satu kelompok yang terdiri dari 4 Dusun yaitu Dusun Lempenge, Kebun Nyiur, Pidada dan Selakan. Lokasi kelompok budidaya lebah trigona berada di Dusun Lempenge dengan Luas wilayah tempat budidaya lebah trigona sekitar 1 Hektar yang terdapat 100 kotak/stup dan lahan yang digunakan yaitu milik pribadi atau milik ketua kelompok budidaya lebah trigona. Masyarakat juga melakukan budidaya secara individu dilahan rumah masing-masing.48
b)Produksi Dan Pengembangan Lebah Trigona
Berbicara mengenai produksi dan pengembangan lebah trigona peneliti dapat menjelaskan apa yang telah didapatkan selama observasi mengenai lebah trigona.
Pada proses budidaya ini Lebah trigona menghasilkan tiga produk yaitu madu, propolis dan bepollen, Bahwa hasil Lebah trigona ini dapat menghasilkan 3 produk yaitu Madu, Beepollen, dan Propolis. Olahan dari lebah trigona hanya Propolis yang sangat berperan besar dalam pengembangan usaha. Sedangkan Madu dijual seperti biasa tanpa olahannya tetap masih madu murni 100%, ada dibuat dalam kemasan botol 60 ml dan ada dijual perliter.
Ketika pengambilan madu trigona dari tempat penyimpanan madu digunakan
48 Observasi, Tanggal 23 Maret 2021
46
alat sedotan madu agar dapat melihat berapa liter dalam satu koloni atau kotak budidaya lebah trigona.
Diantara ketiga hasil tersebut propolis menjadi produk yang memiliki keunggulan yang paling menonjol, sehingga propolis ini diolah oleh masyarakat Dusun Lempenge menjadi suatu produk yang mempunyai nilai ekonomi yang tinggi yaitu produk sabun batang dan parfum. Adapun indikator dari kreatifitas yaitu :
a. Menciptakan
Proses membuat sesuatu dari tidak ada menjadi ada atau kemampuan membuat suatu produk baru.
Adapun hasil wawancara yang peneliti lakukan dengan bapak Sahwan selaku ketua kelompok mengatakan:
―Kami mendapatkan ide untuk membuat sabun batang dan parfum dari bahan dasar propolis karena pernah ikut pelatihan di suatu lembaga organisasi yang bergerak di bidang pemberdayaan masyarakat produksi tetapi bukan dari produk lebah trigona melainkan dari bahan lain, tetapi kami berinisiatif buat mencoba membuat suatu produk dari produk turunan lebah trigona‖.49
― Kami mencoba berinovasi dalam membuat suatu produk turunan dari budidaya lebah madu trigona seperti berbahan dasar propolis‖. Dalam 100 kotak/stup mampu menghasilkan 8 liter madu dengan nominal 3 juta dan mampu menghasilkan 5 kg propolis.
Kelompok budidaya menyediakan bahan baku atau menjadi supplier bahan baku yang akan menjadi produk hasil turunan. Setiap pembudidaya mempunyai 20-200 stup disetiap rumah atau dilahan masing-masing. Dalam 3 sampai 4 stup menghasilkan 500 ml madu dan 1 kg propolis tergantung dari setiap koloni dan kami juga
49Hasil Wawancara dengan bapak Sahwan (ketua kelompok budidaya lebah trigona), Wawancara pada tanggal 25 Mei 2021
membeli bahan baku di anggota budidaya dengan harga propolis yaitu Rp. 50.000 perkilo. Dalam 1 kg propolis mengahasilkan 10 sabun batang dan 8 parfum dan harga sabun batang yaitu Rp. 35.000/batang sedangkan parfum roll on yang berukuran 8 ml seharga Rp. 15.000 dan parfum semprot yang berukuran 25 ml seharga Rp. 25.000. 50 b. Memodifikasi
Memodifikasi adalah mencari cara-cara membentuk fungsi- fungsi baru atau merubah bentuk sebuah barang atau produk dari yang kurang menarik menjadi lebih menarik tanpa menghilangkan fungsi aslinya, serta menampilkan bentuk yang lebih bagus dari aslinya.
Sebagaimana yang dikatakan bapak Ahmad Afandi wakil ketua kelompok budidaya lebah trigona mengatakan :
― Kami mencoba membuat sabun dari bahan dasar propolis supaya beda dari sabun pada umumnya dan kami berusaha mempertahankan kualitas dan kuantitas agar tetap diminati oleh konsumen Karena dengan adanya propolis kami sangat terbantu untuk mengembangkan usaha ini dan pendapatan dari setiap koloni bisa bertambah hasilnya selain menjual madu‖.51
c. Mengombinasikan
Mengombinasikan adalah mengombinasikan dua hal atau lebih yang sebelumnya tidak saling berhubungan.
Wawancara dengan Hartawan sekretaris kelompok budidaya lebah trigona mengatakan :
50 Hasil Wawancara dengan bapak Sahwan (ketua kelompok budidaya lebah trigona), Wawancara pada tanggal 23 Maret 2021
51 Hasil Wawancara dengan Ahmad Afandi (wakil ketua kelompok budidaya lebah trigona), Wawancara pada tanggal 23 Maret 2021
48
― Kami membuat produk parfum tanpa alkohol yang berasal dari campuran minyak propolis dan bibit parfum‖.52
d. Mengembangkan
Mengembangkan adalah suatu kemampuan dalam mengolah suatu produk yang sudah ada menjadi nilai jual yang tinggi
Hasil Wawancara dengan ibu Mizro’ah mengatakan :
―Kami memasarkan produk tidak hanya diwilayah Lombok saja tetapi sudah keberbagai daerah seperti Surabaya, Bali, Batam dan lain-lain‖.53
Adapun hasil wawancara dengan Lalu Asrorudin mengatakan:
― Kami membuat produk dari bahan dasar propolis yang sudah melalui tahap penyulingan. Kami memasarkan produk hasil budidaya lebah trigona melalui sosial media dan reseller yang ada di berbagai daerah. Jika lagi musim bunga maka produk yang dihasilkan meningkat begitu pula pendapatan akan meningkat. Pendapatan per sekali panen bisa mencapai 4-5 juta itu diperoleh dari hasil penjualan madu dan produk hasil lebah trigona yaitu propolis yang dibuat menjadi sabun batang dan parfum‖.54
Dari beberapa hasil wawancara peneliti menyimpulkan bahwa masyarakat memanfaatkan produk yang sudah ada atau disebut dengan produk turunan. Masyarakat kemudian mencoba berinovasi membuat menjadi produk yang mempunyai nilai ekonomi yang tinggi.
52 Hasil Wawancara dengan Hartawan (Sekretaris kelompok budidaya lebah trigona), Wawancara pada tanggal 23 Maret 2021
53 Hasil Wawancara dengan ibu Mizroah (Bendahara kelompok budidaya lebah trigona), Wawancara pada tanggal 23 Maret 2021
54Hasil Wawancara dengan Lalu Asrorudin ( Peternak budidaya lebah trigona), Wawancara pada tanggal 23 Maret 2021