• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE KEGIATAN PBL

A. Jenis Dan Rancangan Penelitian

lalu dianjurkan pada jarak 4 minggu dari imunisasi pertama. Jarak imunisasi ke-3 dengan ke-2 minimal 2 bulan dan terbaik setelah 5 bulan.

Vaksin BCG atau Bacillus Calmette–Guérin adalah vaksin untuk mencegah TBC atau tuberkulosis. Vaksin BCG merupakan salah satu jenis vaksinasi yang wajib diberikan kepada anak.Vaksin BCG berasal dari bakteri mycobacterium tuberculosis yang telah dilemahkan. Penyuntikan vaksin BCG ini akan membantu tubuh mengenal dan membentuk kekebalan terhadap bakteri ini.

Vaksin IPV atau Inactivated polio vaccine mengandung strain virus polio tipe acak, yang masing-masing sudah dimatikan memakai formalin.

Sehingga, virus yang sudah tidak hidup ini sanggup menciptakan antibodi pada tubuh buat mencegah virus memasuki sistem saraf pusat.Imunisasi IPV menunjukkan proteksi terhadap penyakit polio, yang bisa mengakibatkan kelumpuhan & kematian.

Vaksin DPT-HB-Hib ddiberikan guna mencegah 6 penyakit, yakni Difteri, Pertusis, tetanus, Hepatitis B serta Pneumonia (radang paru) dan meningitis (radang selaput otak) yang disebabkan infeksi kuman Hib. Vaksin MR diberikan untuk mencegah penyakit Campak sekaligus Rubella pada anak merupakan penyakit ringan, namun apabila menular ke ibu hamil, terutama pada periode awal kehamilannya dapat berakibat pada keguguran atau bayi yang dilaahirkan menderita cacat bawaan seperti tuli, katarak dan gangguan jantung bawaan.

c. Hubungan Keluarga

Suasana hubungan keluarga yang diharapkan adalah suasana hubungan yang harmonis dalam keluarga baik antar anggota keluarga sendiri maupun antar anggota keluarga dengan orang lain. Variabel ini bertujuan untuk dapat mengetahui bagaimana suasana hubungan dalam satu keluarga serta hubungan sosial antar masyarakat di Padukuhan Tukharjo, Kalurahan Purwoharjo, Kapanewon Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Adapun variabel- variabel yang termasuk di dalamnya adalah:

1) Pengambilan keputusan bila ada masalah 2) Pembagian tugas setiap anggota keluarga 3) Suasana hubungan di dalam keluarga

4) Anggota keluarga aktif dalam kegiatan sosial atau organisasi Hubungan anggota keluarga dengan orang lain.

d. Pola Hidup Sehari-hari

Pola hidup sehari-hari adalah kebiasaan responden dalam melakukan aktivitas atau kegiatan sehari-hari untuk menjaga kesehatannya, baik itu kesehatan fisik maupun psikisnya. Variabel ini berisi daftar pertanyaan mengenai pola hidup sehari- hari responden yang bertujuan untuk menilai status kesehatan masyarakat dilihat dari perilaku hidup sehari- hari yang menonjol yang ditujukan kepada semua anggota keluarga kecuali bayi atau balita. Variabel meliputi konsumsi makanan bergizi dan beragam, aktivitas mandi, buang air besar, olahraga rekreasi, beribadah, potong kuku, merokok, minum alkohol dan HIV/AIDS.

e. Data Kesehatan ibu dan Anak

Data status kesehatan ibu dan anak adalah data yang mencakup masalah kesehatan yang dihadapi oleh ibu dan anak di Padukuhan Tukharjo, Kalurahan Purwoharjo, Kapanewon Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Pertanyaan meliputi nama, usia, kehamilan, tinggi badan, berat badan, lingkar lengan atas, tekanan darah, riwayat kehamilan, dan keluhan selama kehamilan.

f. Pengetahuan Kehamilan

Kehamilan adalah suatu proses berkembangnya janin di dalam rahim ibu.

Pertanyaan pada variabel ini hanya ditujukan bagi ibu yang pada saat itu sedang mengandung, dimana bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengetahuan ibu mengenai kehamilan. Variabel meliputi tanda- tanda kehamilan, pemeriksaan kehamilan, tanda bahaya kehamilan, faktor risiko kehamilan, imunisasi ibu hamil, konsumsi tablet besi, porsi makan, persiapan persalinan, senam hamil, tanda- tanda persalinan, manfaat payudara, dan makanan pantangan selama kehamilan.

g. Pengetahuan ibu Tentang Perawatan Bayi dan Balita

Bayi adalah anak yang berusia 0 sampai 12 bulan pada saat di data.

Pernyataan pada variabel ini hanya ditujukan bagi ibu yang saat itu mempunyai bayi, dimana bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengetahuan ibu mengenai cara- cara perawatan bayi yang baik dan benar. Sedangkan balita adalah anak yang berusia 1 sampai 5 tahun pada saat didata.

Pertanyaan pada variabel ini hanya ditujukan bagi ibu yang saat itu mempunyai balita, dimana bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengetahuan ibu tentang kesehatan balita serta menilai status gizi balita. Variabel meliputi nama, umur, indeks massa tubuh, status gizi, umur makanan pendamping ASI, penyakit yang diderita, manfaat perawatan bayi, manfaat ASI, ASI eksklusif, kolostrm, pemberian makanan tambahan, lama menyusui bayi, pola makan ibu saat menyusui, kuantitas menyusui.

h. Pengetahuan KB Khusus bagi Pasangan Usia Subur (PUS)

Keluarga berencana adalah program yang dianjurkan oleh pemerintah untuk membatasi jumlah kelahiran dalam keluarga dengan menggunakan alat kontrasepsi yang ditujukan untuk masayarakat khususnya Pasangan Usia Subur (PUS). Daftar pertanyaan pada variabel ini hanya ditujukan bagi warga yang termasuk dalam kategori pasangan suami istri yang berusia antara 15 sampai 44/49 tahun. Variabel meliputi jenis kontrasepsi, cara memperoleh pelayanan KB, manfaat KB dan efek samping. Variabel ini bertujuan unutk menilai seberapa besar pengetahuan mereka mengenai jenis- jenis kontrasepsi, manfaat, serta, efek samping.

i. Data Pengkajian Lansia

Lanjut usia adalah masyarakat yang berusia lebih atau sama dengan 60 tahun keatas. Variabel ini bertujuan untuk mendapatkan data mengenai keadaan lansia serta keaktifan dalam melakukan kegiatan sehari- hari baik secara fisik maupun sosial di masyarakat. Variabel meliputi tempat tinggal, hubungan anggota keluarga, kemampuan melakukan aktivitas, penyakit, keaktifan mengikuti kegiatan perkumpulan lansia, olahraga,dan aktivitas keagamaan.

j. Data Status Kesehatan Lingkungan Sekitar Rumah dan Sarana Sanitasi Rumah.

Lingkungan yang sehat adalah lingkungan yang bersih, rapi serta bebas dari sumber- sumber pencemaran lingkungan yang dapat menimbulkan penyakit yang dapat membahayakan kesehatan masyarakat, variabel status kesehatan lingkungan ini terdiri dari beberapa bagian yaitu;

1) Status Rumah

a) Status kepemilikan rumah b) Keadaan fasilitas rumah 2) Kontruksi Rumah

a) Kondisi kontruksi bangunan rumah b) Pencahayaan rumah

c) Tata letak ruang rumah

d) Alat penerangan yang digunakan 3) Keadaan Sanitasi Rumah

a) Kondisi kebersihan rumah b) Kondisi bak mandi

c) Kebiasaan membersihkan bak/tandon mandi d) Jarak sumber air dari WC/septik tank

e) Jumlah jentik nyamuk di bak mandi/ penampungan air f) Keberadaan tikus

g) Jumlah lalat

h) Sumber pencemaran lingkungan i) Penampungan air

4) Pemanfaatan Pekarangan a) Posisi kandang ternak

b) Pemanfaatan perkarangan rumah c) Pekarangan/ lingkungan rumah 5) Cara Pembuangan Sampah

a) Cara pembuangan sampah

b) Kondisi tempat penampungan sampah c) Jarak penampungan sampah ke rumah

Dimana variabel ini dimaksudkan untuk mendapatkan gambaran kondisi lingkungan di masyarakat yang nantinya dapat digunakan sebagai indikator untuk menilai status kesehatan masyarakat tersebut.

k. Indikator Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)

Perilaku hidup bersih dan sehat adalah perilaku masyarakat untuk menjaga kebersihan diri dari lingkungan agar tetap sehat dan terhindar dari penyakit.

Variabel ini dimaksudkan untuk menilai seberapa jauh masyarakat yang berada di Padukuhan Tukharjo, Kalurahan Purwoharjo, Kapanewon Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. ini telah melakukan pola perilaku hidup bersih dan sehat.

Variabel perilaku hidup bersih dan sehat meliputi merokok/menyirih, pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan profesional, pemeriksaan kehamilan, akses kontrasepsi, menopause, imunisasi dasar lengkap, penimbangan balita, kebiasaan sarapan, fasilitas jaminan asuransi kesehatan, kebiasaan mencuci tangan, kebiasaan menggosok gigi, aktivitas fisik, penggunaan jamban yang sehat, penggunaan sarana air bersih, pembangunan

sampah yang memenuhi syarat, saluran pembuangan limbah, ventilasi rumah, perbandingan kuas rumah dengan jumlah penghuni, kondisi lantai rumah, TOGA, akses pelayanan kesehatan, pemeriksaan jentik secara berkala, pengetahuan new emerge disease.

3. Rancangan Penelitian

Rancangan penelitian yang digunakan yaitu menggunakan metode non probabilty sampling dengan teknik accidental sampling. Menurut Sugiyono metode non probabilty sampling (2016:84) yaitu “teknik pengambilan sampel yang tidak memberikan kesempatan yang sama pada setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel”. Teknik yang digunakan untuk mengambil sampel adalah accidental sampling. Menurut Sugiyono (2016:85) “accidental sampling adalah mengambil responden sebagai sampel berdasarkan kebetulan, yaitu siapa saja yang secara kebetulan bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel bila orang yang kebetulan ditemui cocok sebagai sumber data”. Kemudian untuk menentukan jumlah sampel yang diambil dapat menggunakan rumus Slovin.

Dokumen terkait