BAB II TINJAUAN PUSTAKA
C. Konsep Penyakit
Penyakit merupakan pola respon oleh organisme hidup terhadap beberapa bentuk invasi dari substansi asing atau injury/ cedera yang menyebabkan keterbatasan fungsi normal organisme. Penyakit merupakan keadaan dimana terdapat gangguan terhadap bentuk dan fungsi tubuh sehingga berada dalam keadaan yang tidak normal (Azwar, 1988). Selain itu, penyakit merupakan keadaan dimana proses kehidupan tidak lagi teratur atau terganggu serta kegagalan mekanisme adaptasi suatu organisme untuk bereaksi secara tepat terhadap rangsangan atau tekanan sehingga timbul gangguan pada struktur atau fungsi dari sistem tubuh. Di Padukuhan Tukharjo terdapat beberapa permasalahan kesehatan yang ditemukan yaitu hipertensi, asam- urat (masalah persendian), rematik, stunting, diabetes, lambung, sesak nafas, jantung yaitu :
a. Hipertensi
1) Pengertian Hipertensi
Tekanan darah adalah kekuatan yang diberikan oleh sirkulasi darah terhadap dinding artei tubuh, pembuluh utama dalam tubuh. Hipertensi a dalah ketika tekanan darah terlalu tinggi. (WHO, 2022). Hipertensi adalah suatu peningkatan tekanan darah di dalam arteri. Dimana Hiper yang artinya berebihan, dan Tensi yang artinya tekanan/tegangan, jadi hipertensi merupakan gangguan pada sistem peredaran darah yang menyebabkan kenaikan tekanan darah diatas nilai normal (Musakkar & Djafar, 2021) dalam jurnal Poltekes Kemenkes Denpasar 2022.
Seseorang dinyatakan hipertensi apabila seseorang memiliki tekanan darah sistolik ≥ 140 mmHg dan ≥ 90 untuk tekanan darah diastolik ketika dilakukan pengulangan (Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia, 2015).
2) Penyebab Hipertensi
Beberapa penyebab hipertensi menurut (Musakkar & Djafar, 2021), dalam jurnal Poltekkes Kemnekes Denpasar antara lain :
a) Keturunan b) Usia c) Garam d) Kolesterol
e) Obesitas/kegemukan f) Stress
g) Rokok h) Kafein
Berdasarkan penyebab Hipertensi dibagi menjadi 2 golongan menurut (Musakkar & Djafar, 2021) dalam jurnal Poltekkes Denpasar yaitu :
a) Hipertensi esensial adalah hipertensi yang sebagian besar tidak diketahui penyebabnya. Sekitar 10-16% orang dewasa yang mengidap penyakit tekanan darah tinggi ini.
b) Hipertensi sekunder adalah hipertensi yang diketahui penyebabnya.
Sekitar 10 % orang yang menderita hipertensi jenis ini.
3) Klasifikasi Hipertensi
Menurut (Perhimpunan Dokter Hipertensi Indonesia, 2019) adalah sebagai berikut :
Tabel 2.1 Klasifikasi Hipertensi Kategori Tekanan Darah
Sistolik
Tekanan Darah Diastolik
Optimal < 120 < 80
Normal 120-129 80-84
Normal- Tinggi 130-139 85-89
Hipertensi Derajat 1 140-159 90-99
Hipertensi Derajat 2 160-179 100-109
Hipertensi Derajat 3 ≥ 180 ≥ 110
Hipertensi sistolik terisolasi
≥ 140 < 90
Sumber : 2018 ESC/ESH Hypertension Guidelines 4) Tanda dan Gejala
Adapun tanda-tanda gejala Hipertensi menurut (Salma, 2020) dalam Jurnal Poltekes Kemenkes Denpasar adalah sebagai berikut :
a) Sakit kepala (biasanya pada pagi hari sewaktu bangun tidur) b) Bising (bunyi “nging”) di telinga
c) Jantung berdebar-debar d) Pengelihatan kabur e) Mimisan
f) Tidak ada perbedaan tekanan darah walaupun berubah posisi.
5) Faktor-Faktor Resiko Hipertensi
Adapun faktor-faktor resiko penyakit Hipertensi yaitu :
Hipertensi yang tidak teratasi, dapat menimbulkan komplikasi yang berbahaya menurut (Septi Fandinata, 2020):
a) Payah Jantung b) Stroke
c) Kerusakan Ginjal d) Kerusakan Pengelihatan 6) Pencegahan Hipertensi
Adapun pencegahan Hipertensi adalah sebagai berikut : a) Mengurangi asupan garam (kurang dari 5 gram setiap hari) b) Makan lebih banyak buah dan sayuran
c) Aktifitas fisik secara teratur d) Menghindari penggunaan rokok
e) Membatasi asupan makanan tinggi lemak jenuh
f) Menghilangkan/mengurangi lemak trans dalam makanan.
b. Asam Urat
1) Pengertian Asam Urat
Sisa metabolisme zat purin yang berasal dari makanan yang dikonsumsi. Purin adalah zat yang terdapat pada tiap bahan makanan yang berasal dari tubuh makhluk hidup. Jika tubuh dalam keadaan normal, asam urat itu akan dikeluarkan tubuh melalui kotoran atau urin. Namun karena ginjal tidak mampu mengeluarkan asam urat maka yang terjadi adalah kadar asam urat dalam tubuh berlebihan. Asam urat tadi kemudian terkumpul pada persendian sehingga menyebabkan rasa nyeri dan bengkak. Oleh karena itulah maka penderita asam urat biasanya susah jalan. (Kemenkes, 2022)
2) Etiologi (Penyebab Rematik)
Adapun etiologi penyebab rematik disebabkan oleh penumpukan kristal asam urat pada sendi. Kondisi ini bisa terjadi akibat tubuh menghasilkan terlalu banyak asam urat atau fungsi ginjal dalam membuang asam urat tidak bekerja dengan baik, sehingga membuat kadar asam urat dalam darah terlalu tinggi.
Penyakit asam urat umumnya ditandai dengan munculnya rasa nyeri yang terjadi secara tiba-tiba dan bertahan selama beberapa waktu.
Sendi yang nyeri juga kerap mengalami kemerahan, bengkak, dan terasa panas. Bagian yang paling sering terdampak asam urat adalah kaki. Gejala tersebut biasanya hanya terjadi pada satu sendi, tetapi juga bisa terjadi pada beberapa sendi disaat yang bersamaan, misalnya disendi dan jari- jari tangan.
3) Cara Menggobati Asam Urat
Untuk meredakan gejala, pasien dapat diberikan obat-obatan, seperti colchicine, obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS), atau kortikosteroid.
Sementara untuk mencegah terjadinya komplikasi, pasien dapat diberikan obat-obatan seperti allopurinol atau probenecid.
Pencegahan penyakit asam urat juga perlu dilakukan dengan mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat, seperti dengan:
a) Rutin berolahraga,
b) Tidak mengonsumsi alkohol secara berlebihan, serta
c) Mengonsumsi makanan yang baik untuk penderita asam urat.
c. Diabetes
Diabetes adalah penyakit kronis yang ditandai dengan ciri-ciri berupa tingginya kadar gula (glukosa) darah. Glukosa merupakan sumber energi utama bagi sel tubuh manusia. Glukosa yang menumpuk di dalam darah akibat tidak diserap sel tubuh dengan baik dapat menimbulkan berbagai gangguan organ tubuh. Jika diabetes tidak dikontrol dengan baik, dapat timbul berbagai komplikasi yang membahayakan nyawa penderita.
Kadar gula dalam darah dikendalikan oleh hormon insulin yang diproduksi oleh pankreas, yaitu organ yang terletak di belakang lambung. Pada penderita diabetes, pankreas tidak mampu memproduksi insulin sesuai kebutuhan tubuh.
Secara umum, diabetes dibedakan menjadi dua jenis, yaitu diabetes tipe 1 dan tipe 2. Diabetes tipe 1 terjadi karena sistem kekebalan tubuh penderita menyerang dan menghancurkan sel-sel pankreas yang memproduksi insulin. Hal ini mengakibatkan peningkatan kadar glukosa darah, sehingga terjadi kerusakan pada organ-organ tubuh. Diabetes tipe 1 dikenal juga dengan diabetes autoimun.
Diabetes autoimun disebabkan oleh faktor genetik dari penderita yang dipengaruhi juga oleh faktor lingkungan. Diabetes tipe 2 merupakan jenis diabetes yang lebihsering terjadi. Diabetes jenis ini disebabkan oleh sel-sel tubuh yang menjadi kurang sensitif terhadap insulin, sehingga insulin yang dihasilkan tidak dapat dipergunakan dengan baik (resistensi sel tubuh terhadap insulin). Sekitar 90-95% persen penderita diabetes di dunia menderita diabetes tipe ini. Selain kedua jenis diabetes tersebut, terdapat jenis diabetes khusus pada ibu hamil yang dinamakan diabetes gestasional. Diabetes pada kehamilan disebabkan oleh perubahan hormon, dan gula darah akan kembali normal setelah ibu hamil menjalani persalinan.
d. Stunting
1) Pengertian stunting
Stunting adalah kondisi ketika tinggi badan anak lebih pendek daripada standar usianya akibat kekurangan gizi dalam jangka panjang. Kondisi ini bisa disebabkan oleh malnutrisi yang dialami ibu saat hamil atau anak pada masa pertumbuhannya.
2) Penyebab stunting
Penyebab utama stunting adalah malnutrisi dalam jangka panjang (kronis).
Kekurangan asupan gizi ini bisa terjadi sejak bayi masih di dalam kandungan karena ibu tidak mencukupi kebutuhan nutrisi selama kehamilan. Selain itu, anak yang kebutuhan nutrisinya tidak terpenuhi selama masa tumbuh kembangnya juga bisa mengalami stunting.
3) Faktor risiko stunting
Risiko terjadinya stunting pada anak bisa meningkat jika ibu hamil memiliki beberapa kondisi atau faktor berikut:
a) Intrauterine growth restriction (IUGR) b) Perawakan pendek
c) Berat badan ibu tidak naik selama kehamilan d) Tingkat pendidikan rendah
e) Kemiskinan
f) Tinggal di lingkungan dengan sanitasi buruk dan tidak mendapatkan akses untuk air bersih
Sedangkan pada anak, beberapa kondisi yang meningkatkan risikonya mengalami stunting adalah:
a) Mengalami penelantaran.
b) Tidak mendapatkan ASI eksklusif.
c) Mendapatkan gizi MPASI yang berkualitas buruk.
d) Menderita penyakit yang menghalangi penyerapan nutrisi, seperti penyakit TBC, anemia, penyakit jantung bawaan, infeksi kronis, serta sindrom malabsorbsi.
4) Gejala stunting
Gejala stunting sering tidak disadari, karena anak hanya diduga memiliki tubuh yang pendek. Meski demikian, gejala stunting umumnya bisa terlihat saat anak berusia 2 tahun. Gejala yang menunjukkan anak mengalami stunting adalah:
a) Tubuh anak lebih pendek dibandingkan standar tinggi badan anak seusianya
b) Berat badan anak bisa lebih rendah untuk anak seusianya c) Pertumbuhan tulang terhambat
d) Mudah sakit e) Gangguan belajar
f) Gangguan tumbuh kembang
Bila menderita penyakit kronis, anak dengan stunting bisa mengalami sejumlah gejala berikut:
a) Tidak aktif bermain
b) Batuk kronis, demam, serta berkeringat pada malam hari c) Tubuh anak membiru ketika menangis (sianosis)
d) Sering lemas e) Sesak napas
f) Ujung jari berbentuk seperti tabuh (clubbing finger) g) Bayi tidak dapat menyusu dengan baik
e. Stroke
1) Pengertian Stroke
Stroke adalah kondisi yang terjadi ketika pasokan darah ke otak mengalami gangguan atau berkurang akibat penyumbatan (stroke iskemik) atau pecahnya pembuluh darah (stroke hemoragik). Tanpa pasokan darah, otak tidak akan mendapatkan asupan oksigen dan nutrisi, sehingga sel-sel pada sebagian area otak akan mati. Kondisi ini menyebabkan bagian tubuh yang dikendalikan oleh area otak yang rusak tidak dapat berfungsi dengan baik.
Stroke merupakan kondisi gawat darurat yang perlu ditangani secepatnya, karena sel otak dapat mati hanya dalam hitungan menit. Tindakan penanganan yang cepat dan tepat dapat meminimalkan tingkat kerusakan otak dan mencegah kemungkinan munculnya komplikasi.
2) Penyebab Penyakit Stroke
Berdasarkan penyebabnya, stroke terbagi menjadi dua jenis, yaitu:
a) Stroke iskemik
Terjadi ketika pembuluh darah arteri yang membawa darah dan oksigen ke otak mengalami penyempitan, sehingga menyebabkan aliran darah ke otak sangat berkurang. Kondisi ini disebut juga dengan iskemia. Stroke
iskemik dapat dibagi lagi ke dalam 2 jenis, stroke trombotik dan stroke embolik.
b) Stroke hemoragik
Terjadi ketika pembuluh darah di otak pecah sehingga menyebabkan perdarahan. Pendarahan di otak dapat dipicu oleh beberapa kondisi yang memengaruhi pembuluh darah. Misalnya hipertensi yang tidak terkendali, dinding pembuluh darah yang lemah, dan sedang menjalani pengobatan dengan pengencer darah. Stroke hemoragik terbagi lagi menjadi dua jenis, yaitu perdarahan intraserebral dan subarachnoid.
3) Faktor Risiko Penyakit Stroke
Ada tiga faktor yang meningkatkan risiko seseorang mengalami stroke, yaitu faktor kesehatan, gaya hidup, dan faktor lainnya. Selain stroke, berbagai faktor tersebut juga berisiko meningkatkan risiko serangan jantung.
Adapun yang termasuk dalam faktor risiko kesehatan, di antaranya:
a) Hipertensi.
b) Diabetes.
c) Kolesterol tinggi.
d) Obesitas.
e) Penyakit jantung, seperti gagal jantung, penyakit jantung bawaan, infeksi jantung, atau aritmia.
f) Sleep apnea.
g) Pernah mengalami transient ischemic attack (TIA) atau serangan jantung sebelumnya.
Sedangkan yang termasuk dalam faktor risiko gaya hidup, yaitu:
a) Merokok.
b) Kurang olahraga atau aktivitas fisik.
c) Konsumsi obat-obatan terlarang.
d) Kecanduan alkohol.
4) Gejala Penyakit Stroke
Setiap bagian otak bertugas mengendalikan bagian tubuh yang berbeda, sehingga gejala stroke bergantung pada bagian otak yang terserang dan tingkat kerusakannya. Itulah sebabnya, gejala stroke bisa bervariasi pada tiap pengidap. Namun, biasanya stroke terjadi secara mendadak. Setidaknya, ada tiga gejala utama stroke yang mudah untuk dikenali, yaitu:
a) Salah satu sisi wajah akan terlihat lebih turun dan pengidap tidak mampu tersenyum karena mulut/mata tampak terkulai.
b) Pengidap tidak mampu mengangkat salah satu lengan karena terasa lemas atau mati rasa. Tidak hanya lengan, tungkai yang berada pada sisi yang sama dengan lengan juga mengalami kelemahan.
c) Ucapan menjadi tidak jelas, kacau, atau bahkan tidak mampu berbicara sama sekali meski pengidap terlihat sadar.
Sementara itu, gejala dan tanda stroke lainnya adalah:
a) Mual dan muntah.
b) Sakit kepala hebat yang datang secara tiba-tiba, disertai kaku pada leher dan pusing seperti berputar (vertigo).
c) Mengalami penurunan kesadaran.
d) Sulit menelan (disfagia) sehingga mengakibatkan tersedak.
e) Mengalami gangguan pada keseimbangan dan koordinasi.
f) Mengalami hilang penglihatan secara tiba-tiba.
f. Lambung
Sebagai salah satu organ sistem pencernaan, lambung berfungsi memecah makanan dan minuman yang Anda konsumsi menjadi cairan berbentuk pasta agar nutrisi di dalamnya mudah diserap oleh usus halus. Selain itu, lambung juga bertugas membunuh kuman atau bakteri yang mungkin saja terkandung pada makanan atau minuman yang Anda konsumsi. Penyakit pada lambung ini dapat menyebabkan tubuh kekurangan asupan nutrisi dan mengganggu aktivitas sehari- hari. Berikut ini adalah beberapa jenis penyakit pada lambung dan berbagai gejala yang menyertainya:
1) Gastritis
Gastritis atau peradangan pada dinding lambung terbagi menjadi dua jenis, yaitu gastritis akut dan kronis. Kondisi ini dapat disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari penggunaan obat antiinflamasi nonsteroid dalam jangka panjang, konsumsi alkohol secara berlebihan, hingga adanya penyakit autoimun. Pada sebagian orang, gastritis dapat terjadi tanpa disertai gejala.
Namun, jika menimbulkan gejala, penderita gastritis bisa mengalami muntah, mual, cegukan, nyeri pada ulu hati, hingga buang air besar dengan tinja berwarna hitam. Jika tidak ditangani, gastritis dapat menyebabkan komplikasi serius pada penderitanya, seperti tukak lambung, perdarahan lambung, dan kanker lambung.
2) GERD (Gastroesophageal Reflux Disease)
GERD (gastroesophageal reflux disease), yang juga dikenal sebagai penyakit asam lambung, merupakan kondisi di mana makanan atau minuman yang telah bercampur dengan asam lambung kembali naik ke kerongkongan.
Kondisi tersebut dapat menyebabkan munculnya rasa asam atau pahit pada mulut dan sensasi terbakar di dada. Tak hanya itu, penderita GERD juga bisa mengalami mual, muntah, sakit tenggorokan, dan sulit tidur. Dalam jangka panjang dan tanpa penanganan yang tepat, GERD dapat menyebabkan iritasi serta perdarahan pada kerongkongan dan bahkan kanker esofagus.
3) Tukak lambung
Tukak lambung adalah luka akibat pengikisan pada dinding lambung atau usus halus. Pada umumnya, penyakit pada lambung ini disebabkan oleh infeksi bakteri Helicobacter pylori atau konsumsi obat antiradang, seperti aspirin dan ibuprofen, secara berlebihan. Seseorang yang mengalami tukak lambung dapat merasakan beberapa gejala, seperti perut kembung, mual, sering sendawa, nyeri ulu hati, bahkan muntah darah. Beberapa gejala ini juga bisa memburuk saat penderitanya mengalami stres, mengonsumsi makanan pedas atau asam secara berlebihan, serta merokok dan minum alkohol.
4) Gastroparesis
Otot lambung bertugas untuk mendorong makanan atau minuman ke dalam usus halus. Namun, pada penderita gastroparesis, otot lambung tidak dapat bekerja dengan maksimal, sehingga proses pencernaan makanan pun menjadi lambat. Gastroparesis biasanya disertai dengan beberapa keluhan, mulai dari cepat merasa kenyang saat makan, perut kembung, mual, nyeri ulu hati, hingga memuntahkan makanan yang belum tercerna sempurna.
Meski penyebabnya belum diketahui secara pasti, gastroparesis diduga terjadi akibat rusaknya saraf yang mengontrol otot lambung. Penyakit lambung satu ini juga lebih berisiko terjadi pada orang dengan masalah kesehatan tertentu, seperti amiloidosis, diabetes, dan skleroderma.
5) Kanker lambung
Penyakit pada lambung yang juga perlu diwaspadai adalah kanker lambung. Pasalnya, kanker lambung jarang menimbulkan gejala yang spesifik pada stadium awal, sehingga baru terdeteksi saat sudah memasuki stadium lanjut. Penyebab kanker lambung belum diketahui secara pasti. Namun, ada beberapa hal yang bisa meningkatkan risiko kanker lambung, seperti obesitas, konsumsi makanan yang tidak sehat, kebiasaan merokok, dan jarang berolahraga.
Guna mengurangi risiko terjadinya penyakit pada lambung, Anda dianjurkan menjalani gaya hidup sehat, mulai dari memperbanyak konsumsi sayur dan buah, menjaga berat badan tetap ideal, hingga membatasi konsumsi makanan atau minuman yang tidak sehat, seperti gorengan dan alkohol.
g. Jantung 1) Pengertian
Penyakit jantung dan pembuluh darah atau penyakit kardiovaskular adalah berbagai kondisi di mana terjadi penyempitan atau penyumbatan pembuluh darah yang dapat menyebabkan serangan jantung, nyeri dada (angina), atau stroke. Penyakit kardiovaskuler termasuk kondisi kritis yang butuh penanganan segera. Pasalnya, jantung adalah organ vital yang berfungsi untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Jika jantung bermasalah, peredaran darah dalam tubuh bisa terganggu.
2) Jenis penyakit
Penyakit kardiovaskuler terdiri dari banyak jenis, berikut yaitu :
a) Aterosklerosis. Penumpukan plak dari kolesterol pada pembuluh jantung dan peradangan ringan pada pembuluh tersebut.
b) Penyakit jantung koroner. Penyumbatan pada satu atau lebih pembuluh darah arteri yang disebabkan oleh penumpukkan plak. Akibatnya, aliran darah jadi tidak lancar.
c) Aritmia. Kelainan jantung yang ditandai dengan detak atau ritme yang tidak normal, di mana detak jantung Anda bisa saja terlalu cepat, terlalu pelan, atau tidak teratur.
d) Kelainan jantung kongenital atau cacat jantung bawaan. Kondisi struktur jantung yang tidak sempurna ketika seseorang masih dalam kandungan.
e) Endokarditis. Infeksi yang memengaruhi membran bagian dalam ruang dan katup jantung (endokardium). Orang yang memiliki penyakit jantung bawaan dan punya riwayat gangguan jantung lainnya berisiko tinggi mengalami kondisi ini.
f) Penyakit katup jantung. Kerusakan katup jantung akibat penyempitan (stenosis), kebocoran (regurgitasi atau insufisiensi), ataupun penutupan yang tidak sempurna (prolaps).
3) Tanda dan gejala
a) Gejala penyakit jantung koroner b) Nyeri di dada (angina).
c) Muncul keringat dingin.
d) Mual.
e) Sesak napas.
f) Gejala aritmia
g) Jantung berdebar-debar.
h) Detak jantung cepat atau lambat.
i) Pusing.
j) Nyeri dada.
k) Sesak napas.
l) Berkeringat.
m) Pingsan (sinkop) atau hampir pingsan.
n) Palpitasi (detak jantung seperti terlewat dan berdebar).
Gejala cacat jantung bawaan yaitu :
a) Perubahan warna kulit, seperti warna kebiruan atau pucat.
b) Pembengkakan kaki dan perut.
c) Mudah lelah atau sesak napas sesaat setelah melakukan aktivitas fisik.
d) Gejala endokarditis e) Demam.
f) Sesak napas.
g) Kelelahan.
h) Pembengkakan di kaki atau perut.
i) Denyut jantung tidak teratur.
j) Batuk kering terus menerus.
k) Muncul ruam kulit atau keunguan yang tidak biasa.
l) Gejala penyakit katup jantung.
m) Nyeri dada.
n) Kelelahan.
o) Sesak napas.
p) Detak jantung tidak teratur.
q) Kaki atau pergelangan kaki bengkak.
r) Pingsan (sinkop).
h. Sesak nafas 1) Pengertian
Sesak napas adalah kondisi ketika seseorang mengalami kesulitan dalam bernapas. Dalam istilah medis, kondisi ini juga dikenal sebagai dyspnea. Sesak napas merupakan gejala penyakit pada jantung atau paru-paru. Sesak napas bisa terjadi secara tiba-tiba dan dalam jangka waktu yang singkat (akut) atau dalam jangka waktu yang panjang serta berulang (kronis). Jika tidak mendapat penanganan yang tepat, sesak napas dapat mengakibatkan tubuh kekurangan oksigen (hipoksia) dan menimbulkan komplikasi serius.
2) Penyebab
Sesak napas dapat disebabkan oleh gangguan fisik atau psikis (psikologis).
Sesak napas karena gangguan fisik terjadi karena sistem pernapasan dan sirkulasi darah tidak mampu mengedarkan cukup oksigen
untuk tubuh. Sedangkan sesak napas akibat gangguan psikis terjadi karena respon tubuh terhadap mekanisme hadapi-atau-lari (fight-or-flight) saat mengalami tekanan mental. Berikut adalah penjelasan lebih detail tentang kondisi atau gangguan kesehatan yang menyebabkan sesak napas:
a) Gangguan pada paru-paru
Sesak napas akibat gangguan pada paru-paru bisa terjadi karena adanya hambatan pada saluran udara, luas permukaan paru-paru yang berkurang, atau paru-paru yang tidak elastis. Kondisi ini dapat terjadi dalam jangka waktu yang pendek (akut) atau panjang (kronis). Gangguan pada paru-paru yang dapat menyebabkan sesak napas akut, yaitu:
(1) Serangan asma (2) Emboli paru
(3) Infeksi paru, seperti pneumonia dan COVID-19 (4) Pneumothorax
(5) Penumpukan cairan di paru-paru
Sementara itu, sejumlah gangguan pada paru-paru yang dapat menimbulkan sesak napas kronis adalah:
(1) Penyakit paru obstruktif kronis (2) Asma
(3) Penyakit paru interstisial (4) Bronkiektasis
(5) Asbestosis (6) Kanker paru-paru b) Gangguan pada jantung
Sesak napas akibat gangguan pada jantung terjadi ketika jantung tidak mampu memompa darah yang kaya oksigen dengan optimal.
Sejumlah gangguan pada jantung yang dapat menimbulkan sesak napas adalah:
(1) Penyakit jantung koroner (2) Aritmia
(3) Gagal jantung kongestif (4) Penyakit katup jantung (5) Perikarditis
c) Gangguan psikis
Sesak napas akibat gangguan psikis dapat terjadi jika otot pernapasan mengalami ketegangan sebagai respons dari stres atau serangan panik. Gangguan psikis yang dapat menimbulkan sesak napas, di antaranya:
(1) Gangguan kecemasan (2) Gangguan somatoform