BAB I PENDAHULUAN
G. Metode Penelitian
3. Jenis dan sumber data
Sumber data dalam penelitian sebagaimana dikatakan oleh Suharsimi Arikunto adalah subyek darimana data dapat diperoleh.37
Berangkat dari pernyataan Suharsimi ini, maka jenis data dalam
37 Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik, (Jakarta: Rineka Cipta, 2006), hlm. 129
penelitian ini terdiri atas dua macam yaitu data primer dan data sekunder.
Data primer, sumber datanya diperoleh secara langsung dari sumber aslinya. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan wawancara dan observasi dalam mengumpulkan data. Sedangkan data sekunder, sumber datanya berasal dari dokumentasi.
4. Teknik Pengumpulan Data
Guna mendapatkan data yang diperlukan dalam penelitian ini, maka peneliti melakukan beberapa cara untuk mengumpulkan data, yaitu : a. Observasi
Observasi merupakan alat pengumpulan data yang dilakukan dengan cara mengamati dan mencatat secara sistematik gejala-gejala yang diselidiki.38
Berdasar pengertian observasi ini, bentuk observasi yang peneliti gunakan adalah observasi non partisipan. Observasi ini dilakukan peneliti untuk melakukan pengamatan terhadap sikap dan perilaku pengurus atau pengelola BUMDES syariah dalam melakukan manajemen strategi pengelolaan BUMDES syariah tersebut baik berupa merencanakan program, eksekusi program dan evaluasi program kerja BUMDES syariah. Selain itu, bentuk observasi jenis ini juga dilakukan pada warga masyarakat Desa Kembang Kuning dalam menyikapi segala bentuk manajemen strategi pengelolaan BUMDES syariah yang telah dibuat oleh pengurusnya.
38 Cholid Narbuko dan H. Abu Achmadi, Metodologi Penelitian, (Jakarta: Bumi Aksara, 2004), hlm. 70.
b. Wawancara
Wawancara adalah proses tanya-jawab dalam penelitian yang berlangsung secara lisan di mana dua orang atau lebih bertatap muka mendengarkan secara langsung informasi-informasi atau keterangan- keterangan.39
Peneliti menggunakan teknik wawancara tidak terstruktur.
Dimana peneliti tidak menyusun terlebih dahulu pedoman pertanyaan- pertanyaan yang diajukan kepada informan atau responden. Namun, peneliti hanya menyusun point-point besar atau umum dari pertanyaan yang diajukan.
Wawancara dilakukan kepada tokoh agama, tokoh masyarakat, aparat desa, masyarakat atau nasabah, serta pengurus atau pengelola BUMDES syariah Desa Kembang Kuning Kabupaten Lombok Timur.
Topik wawancara berkaitan fokus masalah dalam penelitian ini.
c. Dokumentasi
Dokumentasi yaitu cara memperoleh data dengan pengambilan dokumen-dokumen, catatan, arsip serta buku-buku.40 Adapun dokumentasi yang peneliti cari dalam penelitian ini adalah terkait profil Desa Kembang Kuning, profil, SOP, laporan pertanggungjawaban, form-form akad produk pembiayaan yang dimiliki oleh BUMDES Syariah Desa Kembang Kuning, notulensi hasil rapat atau pertemuan yang dilakukan oleh pengurus/pengelola
39 Ibid, hlm. 83.
40Suharsimi Arikunto, Prosedur..., hlm. 158.
dalam merancang, membuat, melakukan dan mengevaluasi kegiatan- kegiatan yang dilakukan oleh BUMDES syariah tersebut.
5. Teknik Analisis Data
Analisis data adalah upaya yang dilakukan dengan jalan bekerja dengan data, mengorganisasikan data, memilah-milahnya menjadi satuan yang dapat dikelola, mencari dan menemukan pola, menemukan apa yang penting dan apa yang dipelajari, dan memutuskan apa yang dapat disertakan kepada orang lain dalam mengalisis data.41
Berangkat dari pengertian analisis data di atas, maka jenis analisis data yang peneliti gunakan yaitu analisis data induktif, di mana peneliti berusaha menganalisis berangkat dari fakta-fakta yang khusus atau konkrit kemudian ditarik kesimpulan yang bersifat umum. Langkah-langkah yang peneliti lakukan dalam melakukan analisis ini mengadopsi dan menerapkan pola interaktif yang dikembangkan oleh Miles dan Huberman sebagaimana tergambar berikut ini: a). Reduksi data; b). Penyajian data;
dan c). Penarikan kesimpulan/verifikasi.42
Proses analisis data diawali dengan melakukan reduksi data yaitu data-data yang diperoleh dari hasil wawancara, observasi dan dokumentasi yang berkaitan dengan strategi manajemen pengelolaan BUMDES syariah dan respon masyarakat terhadap manajemen strategi pengelolaan tersebut oleh peneliti digolongkan, diarahkan, kemudian membuang data-data yang
41 Husein Umar, Metode Penelitan Untuk Skripsi dan Thesis Bisnis (Jakarta:
RajaGrafindo Persada, 2007), h. 248.
42 Matthew B. Miles dan A. Michael Huberman, Analisis Data Kualitatif : Buku Sumber Tentang Metode-Metode Baru, Ter. Tjetjep Rohendi Rohidi (Jakarta: UI-Press, 1992), hlm.20.
tidak perlu. Setelah itu, peneliti melakukan penyajian data sedemikian rupa sehingga hasil penelitian diambil dalam bentuk kesimpulan yang disajikan dalam bentuk naratif.
6. Validitas Data
Validitas data merupakan upaya untuk meningkatkan kevaliditasan data yang diperoleh dari bukti-bukti yang ada.43 Penelitian ini menggunakan teknik validitas data sebagai berikut:
a. Ketekunan pengamatan.
Maksud dari tekun dalam penelitian ini adalah sebuah kegiatan peneliti dalam melakukan pengamatan yang dilakukan secara kontineu atau terus menerus tanpa putus. Di mana pengamatan dilakukan setiap peneliti melakukan wawancara dilapangan 2 kali dalam seminggu selama 3 bulan.
b. Kecukupan referensi.
Maksud kecukupan referensi di sini adalah sebuah kegiatan peneliti untuk mencari referensi dari berbagai sumber. Referensi yang diperoleh kemudian dipilah-pilah, referensi yang berhubungan dengan penelitian akan digunakan sebagai sumber utama sedangkan referensi yang tidak berhubungan dengan topik penelitian maka akan disisihkan.
Pelacakan sumber referensi akan terus dilakukan sejak penyusunan proposal dan dirasa cukup jika berdasarkan kemampuan peneliti tidak ditemukan lagi referensi yang berhubungan dengan topik penelitian.
H. Punaji Setyosari, Metode Penelitian Pendidikan dan Pengembangan (Jakarta:
Kencana, 2010), hlm. 1
Dengan demikian, ukurannya bukanlah jumlah referensi.
c. Triangulasi.
Triangulasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah triangulasi sumber dan triangulasi metode. Triangulasi sumber dilakukan dengan cara peneliti membandingkan hasil antar sumber, misal membandingkan hasil wawancara yang satu dengan hasil wawancara yang lain. Sedangkan tringulasi metode, peneliti lakukan dengan cara membandingkan antara hasil metode yang satu dengan metode yang lain, misalkan hasil metode wawancara dengan hasil metode observasi.
I. Sistematika Penulisan
Skripsi ini disusun dengan mendasarkan sistematika sebagai berikut : 1. Bagian Awal
Pada bagian awal ini terdiri atas : sampul depan, halaman judul, persetujuan pembimbing, nota dinas pembimbing, pernyataan keaslian skripsi, halaman pengesahan, halaman motto, halaman persembahan, kata pengantar, daftar isi dan abstrak.
2. Bagian Isi
Bab I Pendahuluan, berisi : latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, ruang lingkup dan setting penelitian, telaah pustaka, kerangka teori, metodologi penelitian dan sistematika penulisan.
Bab II Paparan Data, di mana pada bab ini peneliti akan
memaparkan hasil temuan lapangan diantaranya berupa : gambaran umum Desa Kembang Kuning, gambaran umum BUMDES syariah Desa Kembang Kuning Kabupaten Lombok Timur, manajemen strategi pengelolaan BUMDES syariah Desa Kembang Kuning Kabupaten Lombok Timur yang dilakukan oleh pengurus atau pengelola BUMDES syariah tersebut, serta respon masyarakat Desa Kembang Kuning terhadap manajemen strategi pengelolaan BUMDES syariah tersebut.
Bab III Analisis, sebuah bab dimana data-data yang peneliti temukan dan paparkan pada sebelumnya kemudian akan dianalisis berdasarkan pendapat peneliti dengan disertai teori pendukungnya.
Bab IV Penutup, berisi kesimpulan dan saran. Kesimpulan merupakan suatu ringkasan dari seluruh kajian, sedangkan saran merupakan rekomendasi pemikiran peneliti terkait dengan permasalahan yang diteliti.
BAB II
MANAJEMEN STRATEGI PENGELOLAAN BUMDES SYARI’AH DI DESA KEMBANG KUNING KABUPATEN LOMBOK TIMUR
A. Gambaran Umum BUMDES Syari’ah Desa Kembang Kuning Kabupaten Lombok Timur.44
1. Sejarah BUMDES Syari’ah Desa Kembang Kuning Kabupaten Lombok Timur.
BUMDES Syariah Desa Kembang Kuning adalah Lembaga milik Desa yang dikelola oleh masyarakat Desa Kembang Kuning yang didirikan pada tanggal 10 Maret 2016 yang diperkuat dengan Surat Keputusan Kepala Desa Kembang Kuning Nomor 141/02/2018 tanggal 26 Februari tentang pengurus BUMDES Syariah Desa Kembang Kuning An.
H. Lalu Sujian, SH. Dimasa awal kepemimpinannya yang menjadi prioritas yaitu badan usaha milik desa yang siap bersama-sama menggali segala potensi yang ada di Desa Kembang Kuning guna meningkatkan roda perekonomian masyarakat pedesaan, dan umumnya membantu dalam program peningkatan ekonomi nasional.
Sejarah dibentuknya BUMDES Syariah Kembang Kuning.
BUMDES Syariah Desa Kembang Kuning didirikan pada tahun 2016 yang bertujuan untuk membantu perekonomian masyarakat Desa Kembang Kuning dan juga membantu masyarakat yang tidak mampu seperti memberikan modal untuk usaha.
44 Lalu Irwan Effendi (Manajer BUMDES Syariah Kembang Kuning), Wawancara dan Dokumentasi, Kembang Kuning, 15 Juni 2020.
33
Sebelumnya BUMDES ini konvensional dan tidak berjalan dengan lancar tetapi setelah pergantian kepengurusan, BUMDES dibentuk dengan nama BUMDES Syariah dan terdiri dari tiga Anggota pengurus yaitu : Ketua, sekertaris dan bendahara. BUMDES ini mulai beroperasi sejak tahun 2016. Dan pada tahun 2018 mulai pergantian kepengurusan dan menjadi Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) Syariah Desa Kembang Kuning. Dimana BUMDES Syariah Kembang Kuning ini mulai beroprasi dengan system Syariah dari segala kegiatannya dan perkembangannya sampai saat ini didukung penuh oleh pemerintah dan masyarakat Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) Syariah Kembang Kuning berkegiatan melayani tabungan mulai dari tabungan haji dan umrah sampai tabungan untuk sekolah dan memberikan pinjaman modal usaha kepada masyarakat dengan system Syariah dengan menggunakan akad mudharabah dan murabahah, tidak hanya memberikan modal usaha, Badan Usaha Milik Desa Syariah Kembang Kuning juga menfasilitasi wisata, rumah makan, homestay, bengkel, toko bangunan dll yang dikelola oleh anak-anak muda maupun orang dewasa yang ada di Desa Kembang Kuning. Selain memberikan modal dan menfasilitasi usaha masyarakat Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) Syariah Kembang Kuning juga bersediah menyediakan peralatan/prabot rumah tangga seperti sprimbed, lemari, kulkas dll yang akan diberikan pada masyarakat yang membutuhkan sesuai kesepakatan akan dibayar setelah waktu yang sudah disepakati.
BUMDES Syariah Kembang Kuning ini selain melayani masyarakat Desa Kembang Kuning juga melayani desa tetangga untuk memberikan pinjaman modal dan menfasilitasi usaha dan wisata desa dan juga menyediahkan kebutuhan masyarakat desa tetangga juga. Tidak hanya Desa Kembang Kuning, namun juga desa tetangga. Seperti Desa Tetebatu, Desa Jerukmanis dilayani oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) Syariah Kembang Kuning.
Dalam perkembangannya BUMDES syariah di Desa Kembang Kuning, mendapat dukungan penuh dari Pemerintah dan masyarakat yang berharap agar desanya bisa menjadi laboratorium ekonomi syariah, hal ini dinilai beralasan dikarenakan kegiatan usaha berbasis syariah sudah mulai berkembang dalam beberapa tahun terakhir. BUMDES Syariah Kembang Kuning telah mewujudkan konstribusinya dalam mendukung dan membantu pertumbuhan perekonomian Desa Kembang Kuning dengan berbagai macam program berbasis Syariah sehingga turut mewujudkan harapan Pemerintah dan masyarakat yang ingin menjadikan Desa Kembang Kuning sebagai laboratorium ekonomi syariah dengan penerapan prinsip-prinsip syariah yang bertujuan demi kemaslahatan umat.
2. Letak Batas Wilayah Kantor BUMDES Syariah/Kantor Desa Kembang Kuning Kabupaten Lombok Timur.
Kantor Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) Syariah Kembang Kuning, Sikur Kabupaten Lombok Timur, berada di dalam Kantor Desa Kembang Kuning di jalan waterfall 01 Kembang Kuning Kecematan Sikur
Kabupaten Lombok Timur
Batas Wilayah BUMDES Syariah/Kantor Desa Kembang Kuning, Sikur Kabupaten Lombok Timur Sebagai Berikut :
Sebelah utara : Pertokoan Sebelah selatan : Masjid.
Sebelah timur : Homestay/Restaurant.
Sebelah barat : Jalan raya water fall 01 Kembang Kuning Kecematan, Sikur, Kabupaten Lombok Timur.
Kantor BUMDES Syariah Desa Kembang Kuning Kabupaten Lombok Timur secara fisik berada di Dalam Kantor Desa Kembang Kuning, yaitu satu ruangan yang digunakan oleh BUMDES Syariah di Kantor Desa Kembang Kuning Lombok Timur, di dalam ruang itu ada meja untuk kasir dan untuk pengurus BUMDES Syariah Kembang Kuning Lombok Timur serta untuk pelayanan nasabah.
4. Visi, Misi Dan Tujuan BUMDES Syariah Desa Kembang Kuning Kabupaten Lombok Timur.
a. Visi
Menjadi lembaga pengembangan ekonomi desa untuk menciptakan kesejahteraan masyarakat yang lebih baik demi terwujudnya Desa Kembang Kuning yang mandiri, partisipatif menuju perubahan dengan motto “Saatnya Bekerja Cerdas.
b. Misi
1. Optimalisasi asset desa untuk kesejahteraan dan kemanfaatan
masyarakat.
2. Menjadi masyarakat desa sebagai subjek pemberdayaan ekonomi desa untuk meningkatkan perekonomian desa.
3. Pengelolaan potensi ekonomi dan usaha kecil masyarakat desa.
4. Membangun tata kelola usaha desa yang transparan, partisipatif, tanggung jawab dan saling percaya.
5. Mengembangkan rencana kerjasama usaha antardesa atau dengan pihak ketiga.
6. Mengembangkan wawasan kewirausahaan dalam pemanfaatan potensi sumberdaya lokal.
7. Meningkatkan pendapatan asli desa.
8. Menciptakan peluang dan jaringan pemasaran hasil produksi masyarakat.
9. Mengelola dana program yang masuk ke desa bersifat dana bergulir terutama dalam rangka pengentasan kemiskinan dan pengembangan usaha ekonomi pedesaan.
c. Tujuan
1. Mengembangkan dana desa sebagai motor penggerak kegiatan ekonomi warga masyarakat
2. Mendorong usaha kecil kreatif dan usaha rumah tangga untuk berkembang dengan dukungan pembiayaan modal kerjadan akses pasar
3. Meningkatakan kesejahteraan masyarakat desa dengan melibatkan
masyarakat dalam kegiatan unit usahan Bumdes melalui kerja sama usaha
4. Membantu mewujudkan program pemerintah desa untuk menjadikan Desa Kembang Kuning sebagai desa mandiri
5. Meningkatkan penerimaan pendapatan asli desa melalui kegiatan usaha Bumdes
6. Menciptakan lapangan pekerjaan
4. Produk-Produk BUMDES Syariah Desa Kembang Kuning Kabupaten Lombok Timur
Dalam bisnis usaha, produk merupakan barang atau jasa yang dapat diperjualbelikan dalam marketing produk, produk adalah apapun yang ditawarkan ke pasar dan bisa memuaskan sebuah keinginan atau kebutuhan masyarakat. Adapun produk-produk BUMDES Syariah Desa Kembang Kuning adalah sebagai berikut:
1. Produk Pembiayaan BUMDES Syariah Desa Kembang Kuning a. Pembiayaan mudharabah
Pembiayaan mudharabah adalah penanaman dana dari pemilik dana kepada pengelola dana untuk melakukan kegiatan usaha tertentu, dengan pembagian menggunakan metode bagi untung dan rugi atau metode bagi pendapatan antara kedua belah pihak berdasarkan nisbah yang disepakati
b. Pembiayaan Murabahah
Pembiayaan Murabahah adalah suatu perjanjian antara pihak
pengurus dengan nasabah/masyarakat dalam bentuk pembiayaan pembelian atas sesuatu barang yang dibutuhkan oleh nasabah.
c. Pembiayaan kredit barang dan barang elektronik
Pembiayaan kredit barang dan barang elektonk adalah kredit yang disiapkan oleh Bumdes untuk memudahkan masyarakat Desa Kembang Kuning berbealnja setiap kebutuhannya.
2. Produk Simpanan BUMDES Syariah Desa Kembang Kuning a. Simpanan Wadi’ah
Simpanan wadi’ah adalah titipan murni dari satu pihak ke pihak yang lain, baik individu maupun badan hukum yang harus dijaga dan dikembalikan kapan saja penitip menghendakinya.
b. Simpanan Pendidikan
Simpanan Pendidikan adalah simpanan berjangka bagi siswa yang ingin melanjutkan ke perguruan tinggi.
c. Simpanan haji dan umrah
Simpanan haji dan umrah adalah tabungan dalam mata uang rupiah untuk membantu pelaksanaan ibadah haji dan umrah, yang dibuat berdasarkan prinsip Syariah dengan menggunakan akad mudharabah.
d. Simpanan Berjangka (Deposito)
Simpanan berjangka (Deposito) adalah simpanan yang penarikannya hanya dapat dilakukan pada waktu tertentu berdasarkan perjanjian nasabah dan pihak perusahaan atau pada saat jatuh tempo.
5. Jenis Usaha BUMDES Syariah Desa Kembang Kuning Kabupaten Lombok Timur
a. Usaha ekonomi desa simpan pinjam
Usaha ekonomi desa simpan pinjam adalah kegiatan BUMDES Syariah dalam hal memberikan modal usaha/pembiayaan dan simpanan kepada masyarakat.
b. Usaha perdagangan umum
Usaha perdagangan umum merupakan usaha yang diberikan pihak pengurus BUMDES Syariah kepada masyarakat yang memiliki usaha atau nasabah UMKM.
c. Penyediaan kebutuhan pertanian, peternakan dan perikanan
Penyediaan kebutuhan pertanian, peternakan dan perikanan adalah jenis usaha BUMDES Syariah Desa Kembang Kuning yang mempermudah segala kebutuhan masyarakat desa kembang kuning, seperti menyediakan bibit, pupuk dan obat-obatan unutk pertanian, peternakan maupun perikanan.
d. Perbengkelan
Jenis usaha perbengkelan adalah usaha BUMDES Syariah Desa Kembang Kuning yang menyewa toko/ruku dan menyediakan perlengkapan/alat-alat mesin yang bisa membantu masyarakat lokal maupun masyarakat luar untuk menservice motor dan mobil, usaha perbengkelan ini dikelola oleh pemuda Desa Kembang Kuning.
e. Jasa pembayaran online
Jenis usaha pembayaran online yang dilakukan oleh BUMDES Syariah Desa Kembang Kuning adalah melayani transaksi antar Bank, Pegadaian dan pembayaran kantor poss, semua yang dilakukan BUMDES Syariah adalah untuk mempermudah dan membantu kegiatan masyarakat Desa Kembang Kuning.
f. Usaha pariwisata dan jasa pelayanan wisata.
Jenis usaha periwisata dan jasa pelayanan wisata adalah usaha BUMDES Syariah Desa Kembang Kuning untuk mengatur dan mengelola perekonomian dan pariwisata Desa Kembang Kuning, dengan cara mefasilitasi kebutuhan wisata lokal maupun wisata luar dengan memperindah tempat wisata Desa Kembang Kuning, menyediakan karcis masuk, tempat parkir yang aman serta pentediakan penyewaan sepeda.
6. Struktur Organisasi BUMDES Syariah Desa Kembang Kuning Kabupaten Lombok Timur.
Struktur organisasi adalah sebuah kedudukan dan tugas dari pengurus Lembaga/perusahaan dimulai dari jabatan paling tinggi tingkatannya hingga paling rendah dalam sebuah perusahaan tersebut.
Adapun susunan struktur organisasi BUMDES Syariah Desa Kembang Kuning Kabupaten Lombok Timur.
STRUKTUR PENGURUS BUMDES SYARIAH DESA KEMBANG KUNING
Tugas dan tanggung jawab masing-masing bagian dalam struktur kepengurusan adalah sebagai berikut:
a. BPD (Badan Permusyawarata Desa)
Badan permusyawaratan desa merupakan Lembaga perwujudan demokrasi dalam penyelenggara pemerintah desa. BPD dapat dianggap sebagai parlemenya desa. BPD merupakan Lembaga Lembaga baru didesa pada era otonomi daerah diindonesia
b. Penasehat atau komisaris BUMDES
Penasehat atau komisaris BUMDES mempunyai tugas melaksanakan dan memberikan nasehat kepada pelaksana operasional atau direksi dalam menjalankan kegiatan pengelolaan usaha desa.
BENDAHARA SARTINI, S.KOM SEKERTARIS
LALU WENDY WILYAN A.MD
UNIT USAHA BERSAMA DESA
UNIT USAHA PELATIHAN UMUM - SAMPAH
UNIT USAHA PERDAGANGAN - BERAS DAN AIR
KEMASAN
UNIT USAHA BISNIS - PEMINJAMA
N
UNIT USAHA PERSEWAAN - HOMESTAY - TOKO - SEPEDA
BPD PENASEHAT
H. LALU SUJIAN, SH
DIREKTUR LALU IRWAN EFENDI
S,TP
PENGAWAS SAPAR, S.ADM LALU SAHRUL WAHID,
c. Pengawas BUMDES
Pengawas BUMDES mempunyai tugas mengawasi semua kegiatan dan memberikan nasihat kepada pelaksana operasional atau direksi dalam menjalankan kegiatan pengelolaan usaha desa.
d. Direktur BUMDES
Direktur BUMDES syariah yang memimpin, mengendalikan dan bertanggung jawab atas keseluruhan aktivitas Bumdes mulai dari perencanaan usaha, pelaksanaan kegiatan, manajemen dan keuangan.
e. Sekretaris BUMDES
Sekretaris BUMDES mempunyai tugas melaksanakan fungsi pengelolaan administrasi usaha BUMDES syariah desa Kembang Kuning.
f. Bendahara
Bendahara tugasnya yang melaksanakan fungsi pengelolaan keuangan sumber daya unit usaha BUMDES syariah Desa Kembang Kuning.
B. Manajemen Strategi Pengelolaan BUMDES Syariah Desa Kembang Kuning Kabupaten Lombok Timur.
Manajemen strategi pengelolaan BUMDES Syariah merupakan cara untuk mencapai tujuan perusahaan yang dibuat oleh anggota pengurus badan usaha/perusahaan diimplementasikan, diterapkan dan dipraktekkan kepada masyarakat. Sebagaimana yang peneliti paparkan dibab sebelumnya manajemen strategi pengelolaan badan usaha adalah serangkaian tindakan
dan keputusan yang mengharuskan badan usaha dalam hal ini perusahaan untuk menentukan visi, misi dan tujuan badan usaha/perusahaan, melakukan analisis lingkungan eksternal dan internal, menentukan staregi yang sesuai mengimplementasikan strategi, serta mengevaluasi, modifikasi atau mengubah strategi sesuai dengan kebetuhan masyarakat.
BUMDES Syariah Desa Kembang Kuning melakukan manajemen strategi pengelolaan dengan cara mempermudah masyarakat/nasabah untuk melakukan peminjaman modal maupun menabung dengan akad yang ditawarkan oleh pihak pengurus BUMDES Syariah desa Kembang Kuning dan dijelaskan kepada masyarakat/nasabah sedetailnya akad-akad yang digunakan oleh nasabah.
Untuk mengetahui manajemen strategi pengelolaan BUMDES Syariah Desa Kembang Kuning, maka pada bab ini peneliti akan memaparkan hasil wawancara dengan beberapa pengurus BUMDES Syariah Desa Kembang Kuning dan masyarakat nasabah maupun yang bukan nasabah dengan beberapa Manajemen Strategi Pengelolaan di antaranya:
1. Melakukan Sosialisasi Terhadap Kebijakan-Kebijakan Yang Dirumuskan Oleh Pengurus BUMDES Syariah Kepada Masyarakat.
Sebelum kebijakan-kebijakan yang sudah disepakati dan di rumuskan oleh pihak pengurus BUMDES Syariah dan Anggota Desa Kembang Kuning dijalankan oleh pihak pengurus BUMDES Syariah Desa Kembang Kuning, pihak pengurus melakukan sosialisasi kepada masyarakat terhadap kebijakan-kebijakan baru/perubahan-perubahan
usaha atau produk baru yang sudah disepakati dan dirumuskan oleh pengurus BUMDES Syariah dan Anggota Desa Kembang Kuning. Saat melakukan sosialisasi pengurus BUMDES Syariah menjelaskan alasan terjadinya perubahan kebijakan dan menjelaskan sebaik-baiknya agar masyarakat bisa menerima dan mengerti kebijakan-kebijakan yang sudah disepakati bersama, antar Pengurus dan Anggota Desa Kembang Kuning.
Kondisi di atas sebagaimana tergambar dari hasil wawancara peneliti dengan Bendahara BUMDES Syariah desa Kembang Kuning bernama Sartini yang mengatakan:
“Setelah kami melakukan rapat pengurus dan aparat desa berdasarkan kebijakan-kebijakan baru, atau usaha-usaha baru yang kami rumuskan bersama, kami melakukan sosialisasi kepada masyarakat, sama hal nya kami meminta persetujuan masyarakat, misalkan kami tahun ini akan membukan jalan wisata yang akan naik ke gunung rinjani, na kami menyediakan segala kebutuhan wisata lokal maupun wisata luar, begitupun usaha-usaha lainnya. Ataupun akad-akad baru yang kami gunakan. Kami melakukan sosialisasikan kepada masyarakat”45
Pernyataan ibu Sartini dibenarkan Oleh Ibu Yuliastri selaku nasabah BUMDES Syariah Desa Kembang Kuning yang mengatakan:
“Benar, biasanya kami semua nasabah/masyarakat tetap diundang oleh pengurus BUMDES Syariah ababila ada kegiatan sosialisasi atau musyawarah bersama. Biasanya kegiatan itu kadang sekali setahun, tetap kami masyarakat diundang”46
Gambaran di atas merupakan kegiatan BUMDES Syariah untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat terhadap kebijakan baru yang dibuat dan dirumuskan oleh pihak Pengurus BUMDES Syariah dengan anggota Desa Kembang Kuning.
45 Sartini, Wawancara, Kembang Kuning, 17 Juni 2020.
46 Yuliastri, Wawancara, Kembang Kuning, 17 Juni 2020.