• Tidak ada hasil yang ditemukan

Jenis – Jenis Formulir Sistem Informasi Rumah Sakit

Dalam dokumen 15 Statistik Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Halaman 101-113)

a. Jenis pelayanan rawat inap disuatu rumah sakit diisi sesuai dengan jenis pelayanan yang diberikan pada pasien.

b. Untuk rumah sakit yang mempunyai ruangan sesuai spesialisasinya, maka mengisi jenis pelayanan sesuai dengan ruangan tersebut.

c. Untuk rumah sakit yang mempunyai suatu ruangan dengan berbagai jenis pelayanan, maka dari ruangan tersebut akan mengisis beberapa jenis pelayanan yang ada di ruang tersebut.

d. Untuk ruang perawatan obstetric (ibu melahirkan dan nifas) yang mempunyai rawat gabung akan melaporkan juga jenis pelayanan perinatologi.

e. Untuk Rumah Sakit Khusus yang menampng hanya satu jenis pelayanan spesialisasi (RS Jiwa, RS Mata, RS Kusta, RS Tuberkulosa Paru dsb). Kegiatan rawat inap dilaporkan pada masing-masing ruang rawat inap yang sesuai dengan spesialisasinya.

f. Pelayanan rawat inap disuatu rumah sakit mempunyai tingkatan pelayanan yang diperinci menurut kelas perawatan. Kelas perawatan tersebut ditentukan oleh masing-masing rumah sakit dan untuk standardisasi berbagi kelas telah diadakan pengelompkan kelas perawatan.

g. Kelas perawatan rawat inap yang ada disuatu rumah sakit harus tercermin pada pengisian RL1 halan 1 dan RL3 halaman 1. Pengisaian kelas perawatan pada formulir RL1 harus esuai dengan kelas perawatan yang dinyarakan pada RL3.

h. Jenis elayanan rawat inap yang ada disuatu rumah sakit harus tercermin pada pengisian RL1 halaman 2 dan RL3 halaman 2. Pengisian jenis pelayanan rawat jalan pada kedua formulir harus sama.

i. Untuk beberapa jenis playanan rawat jalan tertentu antara lain KB, Jiwa,Gigi dan Mulut, Radiologi, Unit Darurat, Rehabilitasi Medik harus tercermin pula perincian kegiatannya pada paragraf yang relevan dihalaman berikutnya dari formulir RL1 tersebut.

2. Data Keadaan Morbiditas Rawat Inap – RL2a

a. Formulir RL2a adalah formulir untuk data keadaan morbiditas pasien rawat inap yang merupakan formulir rekapitulasi dari jumlah pasien keluar Rumah Sakit (hidup dan mati) untuk periode satu tahun.

b. Data dikumpulkan dari tanggal 1 Januari sampai dengan 31 Desember setiap tahunnya.

c. Untuk semua pasien keluar Rumah Sakit pada tanggal 1 Januari s/d 31 Desember dibuatkan rekapitulasi dan dilaporkan dengan mengisi formulir RL2a.

d. Pengelompokan jenis penyakit yang terdapat pada formulir RL2a disusun menurut pengelompokan jenis penyakit sesuai dengan Daftar Tabulasi Dasar KIP/10.

e. Data jumlah pasien keluar rumah sakit untuk setiap jenis penyakit diperinci menurut golongan umur dan menurut seks dari pasien keluar Rumah Sakit tersebut.

f. Formulir RL2a diisi dalam rangkap 6, lembar pertama untuk Departemen Kesehatan sedangkan lembar berikutnya untuk masing-masing instansi sesuai dengan ketentuan saluran pengiriman data (Kanwil Depkes, Dinkes Propinsi, Dinkes Ka/Kodya, Pemilik RS dan arsip Rumah Sakit).

3. Data Keadaan Morbiditas Pasien Rawat Jalan – RL2b

a. Formulir RL2b adalah formulir standar untuk data keadaan morbiditas pasien rawat jalan merupakan formulir rekapitulasi dari jumlah kasus baru dan jumlah kunjungan yang terdapat dan unit rawat jalan rumah sakit untuk periode satu tahun.

b. Data dikumpulkan dari tanggal 1 Januari sampai dengan 31 Desember setiap tahunnya.

c. Untuk semua kasus baru yang ada pada tanggal 1 Januari s/d 31 Desember dibuatkan rekapitulasinya dan dilaporkan dengan mengisi formulir RL2b.

d. Pengelompokan jenis penyakit yang terdapat pada formulir RL2b disususn menurut pengelompokan jenis penyakit sesuai dengan Daftar Tabulasi Dasar KIP/10.

e. Data tentang jumlah kasus baru untuk setiap jenis penyakit diperoleh dari masing-masing rawat jalan kecuali dari radiologi, dan gizi.

f. Data jumlah kasus baru untuk setiap jenis penyakit diperinci menurut golongan umur dan jenis kelamin dari kasus baru tsb.

g. Formulir RL2b diisi dalam rangkap 6, lembar pertama untuk Departemen Kesehatan sedangkan lembar berikutnya untuk masing-masing instalasi sesuai dengan ketentuan saluran pengiriman data (Kanwil Depkes, Dinkes Propinsi, Dinkes Kab/Kodya, Pemilik RS dan Arsip Rumah Sakit).

4. Data Status Immunisasi RL2c

a. Formulir RL2c merupakan lampiran pada anak umur 0-14 tahun terdapat kasus penyakit khusus yang dapat dicegah dengan immunisasi.

b. Penyakit – penyakit khusus tersebut adalah :

1) Difteri A36

2) Pertusis A37

3) Tetanus A35

4) Tetanus neonatorum A33

5) TBC paru A16

6) Campak B05

7) Polio A80

c. Formulir RL2c memuat perincian sebagai berikut : 1) Nomor Rekam Medis pasien

2) Umur dan Seks 3) Penyebab sakit 4) Status immunisasi

5) Keadaan pasien keluar Rumah Sakit

5. Data Dasar Rumah Sakit – RL3

a. Formulir RL3 adalah formulir standar untuk data dasar Rumah Sakit. Formulir tersebut diisi oleh Rumah Sakit satu kali dalam setahun untuk keadaan setiap tanggal 31 Desember.

b. Formulir RL3 diisi dalam rangkap 5, lembar pertama untuk Departemen Kesehatan sedangkan lembar berikutnya untuk masing-masing instansi sesuai dengan ketentuan saluran pengiriman data (Pemda Provinsi, Pemda Kab, Pemda Kota, Pemilik Rumah Sakit, dan Arsip Rumah Sakit).

c. Jumlah tempat tidur tersedia diperinci menurut jenis pelayanan rawat inap sebagaimana tercermin dalam formulir RL1 halaman 1, seperti dibawah ini :

1) Penyakit dalam 2) Bedah

3) Kesehatan anak 4) Obstetri

5) Ginekologi 6) Bedah saraf 7) Saraf 8) Jiwa 9) THT 10) Mata

11) Kulit dan Kelamin 12) Gigi dan Mulut 13) Kardiologi 14) Radioterapi 15) Bedah ortopedi 16) Paru-paru 17) Kusta 18) Umum

19) Pelayanan rawat darurat 20) Rehabilitasi medic 21) Isolasi

22) Luka bakar 23) ICU 24) ICCU 25) NICU/PICU

26) Penatalaksana penyalahgunaan napza 27) Kedokteran nuklir

28) Perinatologi.

d. Yang dimaksud dengan pelayanan rawat inap adalah pelayanan kepada pasien yang memerlukan observasi, diagnosis, teraphi atau rehabilitasi yang perlu menginap

dan menggunakan tempat tidur serta mendapat makanan dan pelayanan perawat terus menerus.

e. Untuk sesuatu jenis pelayanan rawat inap harus mempunyai ruang rawat tersendiri dan jumlah tempat tidur tertentu.

Sebagai contoh :

Jika suatu rumah sakit menyatakan mempunyai jenis pelayanan ruang rawat inap penyakit dalam maka dalam rumah sakit tersebut harus mempunyai ruang rawat tersendiri dan alokasi tempat tidur tertentu untuk penyakit dalam. Demikian juga halnya jenis pelayanan rawat inap spesialisasi lainnya.

f. Pelayanan Rawat Inap Umum

Pelayanan rawat inap umum adalah pelayanan rawat inap kepada pasien berbagai jenis penyakit atau kondisi.

Pelayanan rawat inap umum seyogyanya ada pada setiap rumah sakit umum karena ruang rawat inap umum adalah ruang rawat untuk berbagai pasien dengan berbagai jenis penyakit.

g. Pelayanan rawat inap umum terdapat pada semua kelas atau tingkat Rumah Sakit Umum sebagai contoh :

1) Ruang rawat inap laki-laki dan ruang rawat inap perempuan pada RSU kelas D.

2) Ruang rawat inap yang dipakai untuk berbagai jenis spesialisaisi yang tidak mempunyai jumlah tempat tidur tersendiri pada RSU kelas C.

3) Ruang rawat kelas VVIP/VIP/utama/paviliun. Pada RSU kelas A dan kelas B serta Rumah Sakit tertentu lainnya. Seperti diketahui ruang rawat inap untuk berbagai spesialisasi.

4) Ruang rawat inap yang khusus disediakan untuk pasien dengan berbagai penyakit.

h. Pelayanan Rawat Inap Parinatologi

Pelayanan rawat inap parinatologi adalah pelayanan rawat inap yang khusus disediakan untuk bayi baru lahir.

i. Setiap rumah sakit umum minimal mempunyai ruang rawat inap umum, obstetri dan parinatologi dengan jumlah tempat tidur tersendiri. Oleh karena itu setiap rumah sakit umum minimal mengisis jumlah tempat tidur untuk pelayanan rawat inap umum, obstetri dan perinatologi.

6. Data Keadaan Tenaga Rumah Sakit RL 4

a. Data ketenagaan rumah sakit merupakan data rekapitulasi semua tenaga yang di tetapkan resmi bekerja di suatu rumah sakit, termasuk tenaga dokter yang hanya memberikan pelayanan pada pasien rawat inap atau rawat jalan saja, termasuk pegawai tidak tetap.

b. Data ketenagaan rumah sakit di isi dengan semua jenis tenaga yang bekerja di rumah sakit baik tenaga kesehatan seperti medis, keperawatan, kefarmasian, kesehatan masyarakat, gizi, keterapian fisik, teknik medik, maupun tenaga non kesehatan.

c. Tenaga yang bekerja secara part time atau paruh waktu juga dimasukkan dalam laporan RL 4 rumah sakit yang bersangkutan. Dokter tamu adalah dokter yang bekerja di suatu rumah sakit di luar SK tetapnya atau pokok.

d. Tenaga honorer adalah tenaga yang statusnya belum diangkat menjadi pegawai negeri atau tetap pada suatu rumah sakit dalam laporan RL 4 rumah sakit yang bersangkutan.

e. Tenaga yang mengikuti tugas belajar, panataran, cuti, dan sebagainya tetap dilaporkan dalam formulir RL 4 rumah sakit yang bersangkutan, kecuali dokter yang mengikuti PPDS (Program Pendidikan Pasca Sarjana) tidak tercatat lagi dalam rumah sakit tersebut.

f. Tenaga dokter yang mengikuti Program Pendidikan Pasca Sarjana di suatu rumah sakit dicatat pada rumah sakit pendidikan yang menyelenggarakan PPDS tersebut, bukan oleh rumah sakit yang mengirim.

7. Data Peralatan Medik Rumah Sakit Dan Data Kegiatan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit – RL5

a. Data peralatan medik rumah sakit dikumpulkan setahun sekali sesuai dengan keadaan pada tanggal 31 Desember tahun laporan, dengan menggunakan formulir standar RL5.

b. Informasi yang diharapkan dari pengumpulan data peralatan medik adalah untuk mendapatkan gambaran yang lebih terperinci mengenai :

c. Peralatan medik di rumah sakit baik mengenai jumlah, umur, kondisi, ijin operasional serta serifikat kalibrasi.

d. Data kegiatan kesehatan lingkungan yang meliputi dokumen, pengelolaan air limbah, pengelolaan limbah padat dan penyehatan air di Rumah Sakit.

e. Data peralatan medik Rumah Sakit ini khususnya untuk peralatan dan kesehatan lingkungan medic yang sangat penting untuk dimonitor baik karena kegunaannya maupun kebutuhan pemeliharaannya.

f. Unit IPSRS bertanggung jawab untuk mengkoordinasikan pengumpulan data peralatan medic dan kesehatan

lingkungan rumah sakit serta mengisi kelengkapan dan kebenaran pengisian formulir RL5.

Dalam dokumen 15 Statistik Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Halaman 101-113)

Dokumen terkait