• Tidak ada hasil yang ditemukan

Jenis-Jenis Kerusakan Jalan

Dalam dokumen SP. TERMINAL DAN BTS. KOTA DUMAI (Halaman 63-71)

BAB IV TINJAUAN KHUSUS PEKERJAAN PATCHING PADA

4.2 Jenis-Jenis Kerusakan Jalan

Jenis-jenis kerusakan yang terjadi pada kerusakan jalan di proyek Rehabilitasi jalan di Jalan Soekarno Hatta / Pinang Kampai Kota Dumai

4.2.1 Retak Kulit Buaya (Alligator Crack)

Retak yang berbentuk sebuah jaringan dari bidang persegi banyak (polygon) kecil-kecil menyerupai kulit buaya dengan lebar celah lebih besar atau sama dengan 3 mm. Hal ini disebabkan penurunan yang berlebihan akibat jenuh air lapisan dibawahnya dan pembebanan kendaraan. Tingkat kerusakan, identifikasi, dan pilihan perbaikan terdapat pada Tabel 9

Tabel 9 Tingkat Kerusakan Retak Kulit Buaya (Alligator Crack)

Sumber: Shahin, 1994

57 Gambar 11 Kerusakan Retak Buaya

(Sumber: Dokumentasi Lapangan) 4.2.2 Retak Blok (Block Cracking)

Retak ini umumnya terjadi pada lapisan overlay yang menggambarkan pola retakan perkerasan di bawahnya dengan ukuran lebih dari 200 mm x 200 mm. Berikut Tabel 9 mengenai retak blok.

Tabel 9 Tingkat Kerusakan Retak Blok (Block Cracking) Tingkat

Kerusakan

Identifikasi

Kerusakan Pilihan Untuk Perbaikan L

Blok didefinisikan oleh retak dengan tingkat kerusakan Rendah

Penutupan retak bila retak melebihi 3 mm

M

Blok didefinisikan oleh retak dengan tingkat kerusakan Sedang

Penutupan retak mengembalikan permukaan; dikasarkan dengan pemanas dan lapis tambahan H

Blok didefinisikan oleh retak dengan tingkat kerusakan tinggi

Penutupan retak (seal crack) mengembalikan permukaan;

dikasarkan dengan pemanas dan lapis tambahan

Sumber: Shahin, 1994

58 Gambar 12 Retak Blok

Sumber : Dokumentasi Lapangan, 2022 4.2.3 Lubang (Potholes)

Kerusakan ini berbentuk seperti mangkok yang dapat menampung dan meresapkan air pada badan jalan. Berikut Tabel 8 mengenai kerusakan ini.

Tabel 10 Tingkat Kerusakan Lubang (Potholes) Kedalaman maks.

Lubang (inc)

Diameter lubang rerata (inc) 4 s/d 8 8 s/d 18 18 s/d 30

0,5 s/d 1 Low Low Medium

1 s/d 2 Low Medium High

> 2 Medium Medium High

Sumber: Shahin, 1994 dengan:

L = Belum perlu diperbaiki, penambalan parsial atau diseluruh kedalaman

M = Penambalan parsial atau diseluruh kedalaman H = Penambalan diseluruh kedalaman

Gambar 13 Lubang Sumber: Shahin, 1994

59 4.2.4 Retak Pinggir (Edge Crack)

Kerusakan ini disebabkan oleh tidak baiknya sokongan dari arah samping, drainase kurang baik, terjadi penyusutan tanah atau settlement di bawah daerah tersebut. Berikut Tabel 12 mengenai tingkat kerusakan ini.

Tabel 11 Tingkat kerusakan Retak Pinggir (Edge Crack) Tingkat

Kerusakan Identifikasi Kerusakan Pilihan Untuk Perbaikan L

Retak sedikit sampai sedang dengan tanpa pecahan atau butiran lepas

Belum perlu diperbaiki, penutupan retak untuk retakan > 1/8 in (3 mm)

M Retak sedang dengan beberapa

pecahan dan butiran lepas Penutup retak, penambalan parsial

H

Banyak pecahan atau butiran lepas disepanjang tepi Perkerasan

Penambalan parsial Sumber: Shahin, 1994

Gambar 14 Retak Pinggir Sumber: Shahin, 1994

4.2.5 Retak Memanjang dan Melintang (Longitudinal and Transfersal Crack)

Retak ini berjajar yang terdiri dari beberapa celah. Kerusakan ini disebabkan oleh beberapa faktor seperti:

1. Permbatan dari retak penyusutan lapisan perkerasan dibawahnya.

60 2. Lemahnya sambungan perkerasan.

3. Adanya akar pohon di bawah lapisan perkerasan.

4. Dukungan material pada pinggir perkerasan kurang baik. Berikut Tabel 13 mengenai tingkat kerusakan ini.

Tabel 12 Tingkat Kerusakan Retak Memanjang dan Melintang Tingkat

Kerusakan Identifikasi Kerusakan Pilihan Untuk

Perbaikan

L

Retak tak terisi lebar < 3/8 in (10 mm), atau retak terisi sembarang lebar (pengisi kondisi bagus)

Belum perlu diperbaiki;

pengisi retakan (seal crack) > 1/8 in

M

Retak tak terisi lebar 3/8-3 in (10-76 mm), atau retak tak terisi sembarang lebar 3 in (76 mm) dikelilingi retak acak ringan.

Penutupan retakan H Sembarang retak terisi atau tak terisi dikelilingi

dengan retak acak , atau retak tak terisi lebih dari 3 in (76 mm),

Penambalan kedalaman parsial Sumber: Shahin, 1994

4.2.6 Alur (Rutting)

Bentuk kerusakan ini terjadi pada lintasan roda sejajar dengan as jalan dan berbentuk alur. Berikut Tabel 14 mengenai tingkat kerusakan ini.

Tabel 13 Tingkat Kerusakan Alur (Rutting) Tingkat

Kerusakan

Identifikasi

Kerusakan Pilihan Untuk Perbaikan L Kedalaman alur rata-

rata 6-13 mm Belum perlu diperbaiki, lapisan tambahan M Kedalaman alur rata-

rata 13-25,5 mm

Penambalan dangkal, parsial atau diseluruh kedalaman, lapisan tambahan

H Kedalaman alur rata- rata 25,4 mm

Penambalan dangkal, parsial atau diseluruh kedalaman, lapisan tambahan

61 Sumber: Shahin, 1994

Gambar 15 Alur Sumber: Shahin, 1994 4.2.7 Kerusakan Keriting (Corrugation)

Bentuk kerusakan ini berupa gelombang pada lapisan permukaan, atau dapat dikatakan alur yang terjadi yang arahnya melintang jalan. Kerusakan ini umumnya terjadi pada tempat berhentinya kendaraan.

Gambar 16 Kerusakan Keriting (Corrugation)

Sumber : google, 2022

4.2.8 Kerusakan Amblas (Depression)

Bentuk kerusakan yang terjadi berupa turunnya lapisan permukaan perkerasan tertentu dengan atau tanpa retak. Kedalaman retak ini umumnya lebih dari 2 cm dan akan menampung air.

Gambar 17 Kerusakan Amblas (Depression)

Sumber : google, 2022

62 4.2.9 Kerusakan Retak Refleksi Sambungan (Joint Reflection Cracking)

\Kerusakan ini pada umumnya terjadi pada permukaan aspal yang telah dihamparkan di atas perkerasan aspal. Pola retak dapat ke arah memanjang, melintang, diagonal, atau membentuk blok.

Gambar 17 Kerusakan Refleksi sambungan Sumber : google, 2022

4.2.10 Kerusakan Penurunan Bahu pada Jalan (Lane)

Kerusakan ini terjadi akibat terdapatnya beda ketinggian antara permukaan perkerasan dengan permukaan bahu atau tanah sekitarnya, dimana permukaan bahu lebih rendah terhadap permukaan perkerasan.

Gambar 18 Kerusakan Penurunan Bahu (Lane)

Sumber : google, 2022

4.2.11 Kerusakan Retak Menggeser (Slippage Cracking)

Retak bentuk bulan sabit atau setengah lingkaran umumnya mempunyai dua titik akhir sesuai arah lalu lintas

Gambar 19 Retak Menggeser

Sumber : google, 2022

63 4.2.12 Kerusakan Tersungkur (Shoving)

Kerusakan ini membentuk jembulan pada lapisan aspal. Kerusakan ini terjadi pada lokasi tertentu dimana kendaraan berhenti pada kelandaian yang curam

Gambar 20 Kerusakan Tersungkur

Sumber : google, 2022

4.2.13 Kerusakan Keluar Aspal dari Permukaan Jalan (Bleeding)

Kerusakan ini terjadi apabila tebal film aspal pada permukaan perkerasan, yang biasanya terlihat licin dan seperti kaca.

Gambar 21 Kerusakan Keluar Aspal dari Permukaan Jalan

Sumber : google, 2022

64 4.2.14 Kerusakan Tambalan (Patching)

Tambalan dapat dikelompokkan ke dalam cacat permukaan, karena pada tingkat tertentu (jika jumlah luas tambalan besar) akan menggangu kenyamanan berkendara.

Gambar 22 Kerusakan Tambalan (Patching)

Sumber : google, 2022

4.3 Alat Berat yang digunakan

Dalam dokumen SP. TERMINAL DAN BTS. KOTA DUMAI (Halaman 63-71)

Dokumen terkait