BAB II TINJAUAN PUSTAKA
B. Prestasi Belajar
2. Jenis-Jenis Prestasi Belajar
Belajar merupakan aktivitas yang di lakukan seseorang untuk mendapatkan perbahan dalam dirinya melalui pelatihan-pelatihan atau pengalaman-pengalaman. Belajar dapat membawa perubahan bagi si pelaku, baik perubahan pengetahuan, sikap, maupun keterampilan. dengan perubahan hasil belajar tersebut, membatu orang memecahkan permasalahan dalam hidupnyaserta dapat menyesesuikan diri dengan lingkungannya.11
Prestasi belajar akan terukir melalui ketercapaian siswa dalam pengusaan ketiga ranah yakni ranah kognitif, effektif, dan psikomotorik. Sebagai yang terdapat dalam teori B.S Bloom berikut12 :
a. Cognitive Domain (ranah kognitif), yang berarti prilaku-prilaku yang menekankan aspek intelektual, seperti pengetahuan, dan keterampilan berpikir.
b. Affective Domain (ranah Affektif), berisi prilaku-prilaku yang menekankan aspek perasaan emosi, seperti minat, sikap, secara penyusaian diri. Tujuan pendidikan ranah affektif adalah hasil belajar atau kemampuan yang berhubungan dengan sikap affektif.
11Baharuddin, Pendidikan dan Psikologi Perkembangan, (Jokjakarta: Ar-Razz Media 2016 Cetakan V),h.161
12Nana sudjan, Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar, (Bandung: CV Sinar Bara, 1989),h.39
c. Psyhomotor Domain (ranah psikomotorik), berisi prilaka-prilaku yang menekankan aspek keterampilan motorik seperti tulisan tangan, mengetik, berenang, dan mengoprasikan mesin.
Bebera uraian diatas yaitu keterampilan motorik lainnya yang berkaitan dengan pendidikan agama ialah keterampilam bembaca dan menulis huruf arab, keterampilan membaca dan melagukan ayat- ayat Al-quran, keterampil melaksanakan gerakan-gerakan sholat.
Semua jenis keterampilan tersebut di peroleh melalui proses belajar dengan prosedur latihan.
3. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Belajar
faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar siswa mencakup “faktor internal dan faktor eksternal. Faktor Internal, yaitu faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan belajar yang berasal dari siswa yang sedang belajar yaitu :
a. Kondisi Fisiologis
Kondisi fisikologis pada umumnya sangat berpengaruh terhadap kemampuan belajar Seorang siswa dalam keadaan segar jasmaninya akan berpengaruh terhadap hasil belajarnya, sebaliknya siswa yang fisiknya lelah juga akan mempengaruhi hasil belajarnya. Di samping kondisi tersebut yang tidak kalah pentingnya adalah kondisi panca indera, terutama penglihatan dan pendengaran. Sebagian besar yang dipelajari manusia adalah dengan membaca, melihat contoh atau model,
18
melakukan observasi, mengamati hasil eksperimen, mendengarkan keterangan guru, mendengarkan ceramah keterangan orang lain.
b. Kondisi Psikologis
Semua keadaan dan fungsi psikologis tentu saja berpengaruh terhadap proses belajar yang juga bersifat psikologis. Beberapa faktor yang mempengaruhi terhadap proses dari hasil belajar yaitu:
c. Kecerdasan : Telah terjadi hal yang cukup terkenal bahwa kecerdasan besar peranannya dalam berhasil atau tidaknya seorang siswa mempelajari sesuatu atau mengikuti suatu program pendidikan. Seorang siswa yang cerdas umumnya akan lebih cepat mampu belajar jika dibandingkan dengan siswa yang kurang cerdas, meskipun fasilitas dan waktu yang diperlukan untuk mempelajari materi atau bahan pelajaran sama.
d. Bakat : Bakat adalah kemampuan yang ada pada seseorang yang dibawanya sejak lahir, yang diterima sebagai warisan dari orang tua. Bagi seorang siswa bakat bisa berbeda dengan siswa lain. Ada siswa yang berbakat dalam bidang ilmu sosial, dan ada yang di ilmu pasti. Karena itu, seorang siswa yang berbakat di bidang ilmu sosial akan sukar berprestasi tinggi di bidang ilmu pasti, dan sebaliknya.
e. Minat dan perhatian : Minat adalah kecenderungan yang besar terhadap sesuatu. Perhatian adalah melihat dan mendengar dengan baik dan teliti terhadap sesuatu. Minat dan perhatian biasanya berkaitan erat. Apabila seorang siswa menaruh minat pada satu pelajaran tertentu, biasanya cenderung memperhatikannya dengan baik. Minat dan perhatian yang tinggi pada mata pelajaran akan memberi dampak yang baik bagi prestasi belajar siswa.
f. Motivasi : kondisi psikologi yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu. Motivasi belajar kondisi psikologis yang mendorong seseorang untuk belajar. Motivasi selalu mendasari dan mempengaruhi setiap usaha serta kegiatan seseorang untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Dalam belajar, kalau siswa mempunyai motivasi yang baik dan kuat, hal itu akan memperbesar usaha dan kegiatannya mencapai prestasi yang tinggi.
g. Emosi : Sebagaimana kita ketahui bahwa dalam proses belajar seorang siswa akan terbentuk suatu kepribadian tertentu, atau tipe tertentu, misalnya siswa yang emosional dalam belajar, akan mudah putus asa. Hal ini mau tidak mau akan
20
mempengaruhi bagaimana siswa menerima, menghayati pengalaman yang didapatnya dalam suatu pembelajaran.13 C. Pendidikan Agama Islam
1. Pengertian Pendidikan Agama Islam
Kata pendidikan umum kita gunakan sekarang. Kata pendidikan, dalam bahasa Arab adalah Tarbiyah, dengan kata kerja rabba, sedangkan pendidikan islam dalam bahasa arab adalah tarbiyatul islamiyah. Kata kerja rabba sudah di gunakan pada zaman Rasulullah Saw.
Pendidikan agama islam adalah usaha sadar dan terencana dalam menyiapkan peserta didik untuk mengenal, memahami, menghayati, hingga mengimani ajaran Islam, dibarangi dengan tuntutan untuk menghormati penganut agama lain dalam hubungannya dengan kekurakunan antar umat beragama sehingga terwujud kesatuan dan persatuan bangsa.14
Pendidikan Agama Islam sebagai bimbingan jasmani dan rohani yang berdasarkan hukum agama Islam menuju kepada terbentuknya kepribadian utama menurut aturan Islam atau memiliki kepribadian.
Pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Dirancang untuk mengantarkan siswa kepada peningkatan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT serta pembentukan akhlak yang mulia. Keimanan dan ketaqwaan serta kemuliaan akhlak sebagaimana yang tertuang
13Dimyati Mahmud, Psikologi Pendidikan, (Bandung:Remaja Rosdakarya,1989),h .84-87
14Baharuddin, Pendidikan dan Psikologi Perkembangan (Jogjakarta: Ar Ruzz Media, Cet II, 2016),h.195
dalam tujuan akan dapat dicapai dengan terlebih dahulu jika siswa memiliki pengetahuan dan pemahaman yang utuh dan benar terhadap ajaran agama Islam, sehingga terinternalisasi dalam penghayatan dan kesadaran untuk melaksanakannya dengan benar.
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam, sebagai berikut :
1. Pendidikan Agama Islam sebagai usaha sadar, yakni suatu kegiatan membimbing, pengajaran atau latihan yang dilakukan secara berencana dan sadar atas tujuan yang hendak dicapai.
2. Peserta didik harus disiapkan untuk mencapai tujuan Pendidikan Agama Islam.
3. Pendidik atau Guru Agama Islam harus disiapkan untuk bisa menjalankan tugasnnya, yakni merencanakan bimbingan, pengajaran dan pelatihan.
4. Kegiatan pembelajaran Pendidikan Agama Islam diarahkan untuk meningkatkan keyakinan, pemahaman, penghayatan, dan pengamalan ajaran agama Islam.15
Sebagai salah satu komponen ilmu pendidikan Islam, metode pembelajaran Pendidikan agama islam harus mengandung potensi yang bersifat mengarahkan materi pelajaran kepada tujuan Pendidikan Agama Islam yang hendak dicapai proses pembelajaran.
Dalam konteks tujuan Pendidikan Agama Islam di sekolah umum, Departemen Pendidikan Nasional merumuskan sebagai berikut :
a. Menumbuh kembangkan akidah melalui pemberian, pemupukan, dan pengembangan pengetahuan, penghayatan,
15Nazarudin Rahman, Manajemen Pembelajaran: Implementasi Konsep, Karaktr stik dan Metodologi Pendidikan Agama Islam di Sekolah Umum. (Yogyakarta: Pustaka Felicha. 2009),h.57
22
pengamalan, pembiasaan, serta pengalaman peserta didik tentang agama Islam sehingga menjadi muslim yang terus berkembang keimanan dan ketakwaannya kepada Allah SWT.
b. Mewujudkan manusia Indonesia yang taat beragama dan berakhlak mulia yaitu manusia berpengetahuan, rajin beribadah, cerdas, produktif, jujur, adil, berdisiplin, bertoleran (tasamuh), menjaga keharmonisan secara personal dan sosial serta mengembangkan budaya agama dalam komunitas sekolah.
2. Tujuan Pendidikan Agama Islam
Sebelum lebih jauh menjelaskan tujuan pendidikan Islam terlebi dahulu apa sebenarnya makna dari tujuan tersebut. Secara etimologi tujuan adalah arah, maksud atau haluan. Terminologi tujuan berarti sesuatu diharapkan tercapai setelah sebuah usaha atau kegiatan selesai.
Tujuan Pendidikan Islam merupakan perwujudan nilai-nilai Islam dalam pribadi manusia didik yang diikhtiarkan oleh pendidik muslim melalui proses yang berkepribadian Islam yang beriman, bertaqwa dan berilmu pengetahuan yang sanggup mengembangkan dirinya.16
Adapun tujuan pendidikan Islam menurut para ahli yaitu : a. Menurut Khairuddin tujuan pendidikan Islam adalah
1. Terbentuknya insan kamil yang memiliki wajah-wajah qur’ani, dalam arti beriman, bertaqwa, dan berakhlak yang mulia.
Memiliki kekuatan, wawasan, perbuatan dan kebijaksanaan yang senapas dengan al-qur’an.
2. Terciptanya insane kaffah yang memiliki disensi-disensi religious, budaya dan ilmiah.
16Rafid, Pendidikan Islam Dalam Amsal Al-quran, (Makassar, 2004),h.6
3. Terwujudnya kesadaran tujuan manusia, yaitu sebagai hamba Allah.
b. Tujuan pendidikan Islam menurut Ahmad tafsir Khairuddin bahwa: Tujuan pendidikan Islam ialah muslim yang sempurna atau manusia yang taqwa, atau manusia yang beriman atau yang beribadah kepada Allah.
c. Tujuan pendidikan Islam secara universal menurut Abdul Majid dan Dian Andiyani yaitu :
1. Beriman kepada Allah SWT dan lima rukun iman yang lain dengan mengetahui fungsi serta terefleksi dalam sikap, perilaku dan akhlak peserta didik dimensi vertikal maupun horizontal.
2. Dapat membaca Al-qur’an sesuai dengan tajwidnya, menyalin dan mengartikannya.
3. Mampu beribadah dengan baik dan benar sesuai dengan tuntunan syariat Islam baik ibadah wajib maupun ibadah sunnah.
4. Dapat meneladani sifat, sikap, dan kepribadan Rasulullah Sallallahualaihi wa sallam serta khulafaurrasyidin.
5. Mampu mengamalkan sistem muamalat Islam dalam tata kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
24
Sedangkan tujuan pendidikan Islam menurut Q.S Al-Ashr (103):1-3
Terjemahnya:
“Demi masa, seungguhnya manusia benar-benar dalam kerugian kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.17
Berdasarkan uraian diatas tujuan pendidikan Islam, dapat di simpulkan bahwa tujuan pendidikan Islam berarti berbicara tentang nilai- nilai ideal yang bercorak identitas Islam sebagai warna yang menyelimuti segala aktivitas untuk mencapai tujuan pendidikan Islam. Segala identitas Islam adalah mengandung nilai dan perilaku manusia yang disadari iman dan takwa, yang kesemuanya upaya menuju tercapainya insan kaffah dengan sikap, perilaku dan akhlak.
17Kementrian Agama RI, Al-Qur’an dan Terjemahan (Bandung: Al- Mizan Publishing House, 2011),h.1-3
25 A. Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian kualitatif. Yakni pendekatan kualitatif yang bermaksud untuk mendeskripsikan dan menganalisis fenomena, peristiwa, aktifitas sosial, sikap, kepercayaan, pemikiran, dan seseorang secara individu maupun kelompok untuk menemukan penjelasan dan mengarah pada kesimpulan. Deskriptif Tertulis atau lisan dari orang-orang dan pelaku yang diamati.
Lokasi Penelitian di SMK Negeri 1 Dompu Kab. Dompu, Kelas XI petunjuk lakukan berdasarkan bahwa disekolah ini Guru pada umum dan terkhusus pada guru Pendidikan Agama Islam perlu memiliki kreatifitas dalam meningkatkan prestasi belajar siswa. Dimana hingga pada saat ini dalam paktiknya, proses pembelajaran disekolah tampaknya lebih cenderung menekankan pada pencapain perubahan prestasi belajar pada (intelektual). Sementara kreativitas guru Pendidikan Agama Islam dalam meningkatkan prestasi belajar di SMK Negeri 1 Dompu. Hal ini yang menjadi objek penelitian penulis adalah guru dan siswa kelas XI di SMK Negeri 1 Dompu Kabupaten Dompu.
26
B. Lokasi dan Objek Penelitian
Adapun lokasi penelitian yaitu di SMK Negeri 1 Dompu Kab Dompu. Dan yang menjadi objek dari penelitian ini yakni siswa kelas XI dan guru bidang studi Pendidikan Agama Islam.
C. Fokus Penelitian
Adapun yang menjadi fokus pada 2 hal yaitu : 1. Kreativitas Guru Pendidikan Agama Islam 2. Prestasi Belajar siswa
D. Deskripsi Fokus Penelitian
Adapun deskripsi fokus penelitian sebagai berikut :
1. Kreativitas Guru PAI dalam penelitian ini diartikan sebagai pembelajaran yang kreatif yang dapat menghasilkan belajar yang menyenangkan dan bermanfaat dan terfokus pada siswa melalui pembelajaran yg kreatif.
2. Prestasi Belajar PAI yang bermaksud di dalam penelitian ini adalah kemampuan yang didapatkan siswa setelah mengikuti proses belajar mengajar peserta didik pada mata pelajaran pendidikan agama islam merupakan nilai rapor maupun prestasi peserta didik di setiap even perlombaan pentas PAI.
Berdasarkan pengetian diatas dapat di simpulkan bahwa deskripsi fokus penelitian dalam penelitian ini adalah bagaimana peranan guru Pendidikan Agama Islam dalam meningkarkan prestasi belajar siswa kelas XI SMK Negeri 1 Dompu Kab. Dompu.
E. Sumber Data
Dalam penelitian ini digunakan dua jenis sumber data, yakni data primer dan sekunder. Dibawah ini penulis menjelaskan maksud kedua jenis data tersebit :
1. Data primer adalah sumber data yang tidak langsung memberikan data kepada pengumpul data. Misalnya lewat orang lain atau dokumen. Data dari sumber sekunder atau informasi pelengkap ini merupakan cerita dari lingkungan sekolah maupun luar sekolah seperti masyarakat ataupun orangtua, penuturan atau catatan mengenai model pembelajaran yang digunakan dalam proses pembelajaran.1
2. Data sekunder merupakan sumber data yang tidak langsung memberikan datakepada pengumpul data, misalnya lewat orang lain atau dokumen. Data dari sumber sekunder atau informasi pelekap ini berupa cerita dari lingkungan sekolah maupun luar sekolah Seperti masyarakat ataupun orang tua, penuturan atau catatan mengenai model pembelajaran yang digunakan dalam proses pembelajaran.2
F. Instrumen Penelitian
Penelitian kualitatif, yang menjadi istrumen ata alat penelitian adalah penelitin itu sendiri. Oleh karena itu peneliti sebagai instrumen Juga harus “divalidasi” seberapa jauh penelitian kualitatif siap melakukan penelitian yang selanjutnya terjun kelapangan.
Instrumen penelitian yang digunakan adalah sebagai berikut : 1. Pedoman Observasi.
Observasi adalah cara mengumpulkan data yang dilakukan dengan Indra manusia disertai dengan melakukan pencatatan secara sistematis. Metode observasi sering disebut
1Sugiyono, Memahami Penelitian Kualitatif. (Bandung: CV Al fabeta 2005),h.62
2Ibid,h.62
28
pengamatan dengan obyek penelitian dan juga merupakan cara yang efektif dalam Rangka menyumbangkan ilmu pengetahuan dengan keadaan sebenarnya.
2. Wawancara(Interview)
Wawancara merupakan suatu teknik pengumpulan data dengan percakapan atau tanya jawab secara langsung dengan sumber data ( obyek yang diteliti). Metode ini tepat sekali digunakan untuk mendapatkan data-data yang kongkrit atau dengan kata lain interview. Interview adalah proses tanya jawab dalam penelitian yang berlangsung secara langsung informasi- informasi atau yang senada dengan itu. metode interview adalah suatu bentuk komunikasi verbal, jadi interview merupakan semacam perlengkapan untuk mendapatkan informasi.3
3. Dokumentasi
Dokumentasi yaitu mencari data mengenai hal-hal yang berupa catatan, transkrip, buku, surat kabar, majalah, agenda dan sebagainya. Metode dokumentasi ini digunakan untuk memperoleh data mengenai struktur organisasi, data-data guru dan identitas siswa.4
G. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data dalam suatu kegiatan penelitian merupakan faktor penting yang harus dilakukan seseorang peneliti. Penggunaan prosedur pengumpulan data ini sifatnya lebih disesuaikan dengan analisis kebutuhan dan kemampuan penelitian Jenis teknik pengumpulan data terbagi atas dua yaitu sebgai
3Ibid. h.194
4Suharsimi Arikunto, Belajar Penelitian (suatu pendekatan praktek), (Rineka cipt a: Jakarta,1999),h.206
berikut: Teknik pengumpulan data yang digunakan oleh penelitian dalam penelitian ini adalah jenis penelitian Field research yaitu metode yang digunakan dalam pengumpulan data dengan jalan mengadakan penelitian langsung dilapangan terhadap masalah yang erat hubungan dengan judul, dalam hal ini digunakan teknik sebagai berikut:
1. Observasi dengan mengamati secara langsung hal-hal yang berkaitan dengan permasalahan yang akan diteliti.
2. Wawancara dengan beberapa responden untuk memperoleh data yang perlu dengan melakukan percakapan yang berhubungan dengan permasalahan yang telah dirumuskan ataupun mengguna kandaftar pertanyaan.
3. Dokumentasi, yaitu mencatat semua data secara langsung dari teraturdan informasi yang berkaitan dengan masalah penelitian.
H. Teknik Analisis Data
Pengolahan data pada penelitian ini, peneliti menggunakan sensor data yaitu sebelum data diolah baik melalui kuesioner ataupun interview perlu diadakan sensor terhadap data atau informasi-informasi yang tidak penting atau tidak relevan dengan tujuan penelitian ataupun dengan melengkapi data-data yang dianggap kurang lengkap.
30
Proses pengumpulan data dan analisis data pada prakteknya tidak mutlak dipisahkan. Kegiatan itu kadang - kadang berjalan secara bersamaan, artinya hasil pengumpulan data kemudian ditindak lanjuti dengan pengumpulan data ulang. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan sejak sebelum memasuki lapangan, selama dilapangan dan setelah proses pengumpulan data. Untuk keperluan menganalisis data dalam penelitian ini digunakan teknik analisis sesuai dengan sifat dan jenis data yang ada, serta tujuan dalam pembahasan proposal ini yaitu dengan menggunakan analisis data deskriptif, yaitu cara menganalisa dengan pemikiran logis, teliti, sistematis terhadap semua data yang berhasil dikumpulkan dengan mengidentifikasi, kategori pretasi.
Proses analisis data dalam penelitian ini penulis menggunakan metode induktif dan deduktif:
1. Menganalisis data dengan data-data atau faktor – faktor khusus kemudian menarik kesimpulan secara umum dengan kata lain dari kondisi nyata kemudian di ambil kesimpulan yang bersifat 2. Menganalisis data yang tertitik tolak dari beberapa hal bersifat
umum kemudian menarik kesimpulan yang bersifat khusus.
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Objektif Penelitian
1. Profil sekolah SMK Negeri 1 Dompu Sejarah singkat lokasi penelitian
Sebagai langkah awal dalam pembahasan ini akan dikemukakan sejarah singkat SMK Negeri I Dompu Kec. Dompu Kab. Dompu yang dijadikan sebagai objek penelitian. SMK Negeri I Dompu Kec. Dompu Kab. Dompu merupakan salah satu lembaga pendidikan formal yang terletak di Kec. Dompu Kab. Dompu Persis sebelah utara yang terletak di jalan Sultan Hasanuddi yang didirikan pada tahun 1970.
Sejak berdirinya pada tahun 1970 sampai pada tahun ajaran 2017- 2018, telah mengalami beberapa kali pergantian kepalah sekolah pada tahun ajaran 1970-1973 yang menjabat sebagai kepala Sekolah SMK Negeri I Dompu Kec. Dompu Kab. Dompu adalah Bapak Drs. Abdullah AB, pada tahun ajaran 1973- 1975 yang menjabat sebagai kepala sekolah adalah Arusul Kamaluddin,BSc. Pada tahun 1975-1981 yang menjabat sebagai kepala sekolah adalah Drs. M. Tarmizi,BSc pada tahun 1981- 1994 yang menjabat sebagai kepala sekolah adalah Drs. H.Didi Kadir Dan pada tahun 1994-2000 yang menjabat sebagai kepala sekolah adalah Drs.A.Karim Jamaluddin dan pada tahun 2000-2005 yang menjabat
31
32
sebagai kepala sekolah adalah Bambang Eko dan pada tahun 2005- April 2010 yang menjabat sebagai kepala sekolah adalah Drs.Asraruddin dan pada tahun April 2010 s/d Desember 2010 yang menjabat sebagai kepala sekolah adalah H.M.Yakub.S.Ag dan yang menjabat sebagai kepala sekolah pada tahun Desember 2010 sampai sekarang adalah Abdullatif, S.Pd, SE, M.Si
Tabel 4.1
Kepala Sekolah Yang Menjabat Di Smk Negeri 1 Dompu 1970-2018 Sekarang
No
Nama Jabatan Tahun Ket
1 Drs.Abdullah AB Kepala Sekolah 1970-1973 AKTIF
2 Arusul
Kamaluddin,BSc.
Kepala Sekolah 1973-1975 AKTIF
3 Drs.M. Tarmizi, Bsc Kepala Sekolah 1975-1981 AKTIF 4 Drs H.Didi Kadir Kepala Sekolah 1981-1994 AKTIF 5 Drs,A Karim
Jamaluddin
Kepala Sekolah 1994-2000 AKTIF
6 Bambang Eko Kepala Sekolah 2000-2005 AKTIF 7 Asaruddin Kepala Sekolah 2005-2010 AKTIF 8 H.M.Yakub.S.Ag Kepala Sekolah 2010-2010 Tidak
Aktif 9 Abbdullatif,S.Pd,SE,
M.Si
Kepala Sekolah 2010- Sekarang
AKTIF
2. Visi –Misi dan tujuan Smk Negeri 1 Dompu Visi
“Santun berakhlak dan unggul dalam prestasi”
Misi
- Menghasilkan tamatan bertakwa, berakhlak mulia, santun dan berbudi pekerti luhur
- Menghasilkan tamatan yang tanggap terhadap dinamikan kehidupan bermasyarakat
- Menghasilkan tamatan yang profesional,beretos kerja tinggi dan berjiwa usaha
Tujuan
- Anak didik dibiasakan melaksanakan kewajibannya sesuai dengan ajaran agama masing-masing
- Anak didik dibiasakan melaksanakan perbuatan terpuji, sopan santun dan berakhlak qorimah
- Menjadikan peserta didik yang unggul dalam prestasi
34
- Menjadikan peserta didik memiliki etos kerja tinggi, berjiwa wirausaha, sesuai tuntutan stacholder
- Menjadikan peserta didik untuk mampu bersaing dalam dunia usaha dan dunia industri.
3. Keadaan guru
Guru sebagai pelaku utama dalam pendidikan. Guru bukan saja dituntut untuk melaksanakan tugasnya secara profesional namun juga harus mamiliki pengetahuan dan kemampuan profesional dibidangnya, sehingga orang tua memasukkan anaknya kesekolah, dengan menyerahkan pada sekolah berarti melimpahkan sebagian tanggung jawab kepada guru. Posisi guru dalam suatu sekolah adalah sangat penting terhadap proses belajar dan interaksi lainnya. Karena setiap individu memiliki kepribadian yang berbeda-beda dalam dirinya.
Dengan keahlian guru dalam mendidik tentu dia tahu bagaimana perkembangan afektif, psikomotorik, dan kognitif anak didikinya dan mengetahui kesulitan-kesulitan belajar anak didiknya.
Guru bukan saja dituntut untuk melaksanakan tugasnya secara profesional namun juga harus mamiliki pengetahuan dan kemampuan profesional dibidangnya, sehingga orangtua memasukkan anaknya kesekolah, dengan menyerahkan pada sekolah berarti melimpahkan sebagian tanggungjawab kepada guru.
Posisi guru dalam suatu sekolah adalah sangat penting terhadap proses belajar dan interaksi lainnya. Karena setiap individu memiliki kepribadian yang berbeda-beda dalam dirinya.
Mengenai keberadaan guru di Sekolah SMK Negeri I Dompu Kec. Dompu Kab. Dompu, peneliti memberikan gambaran sebagaimana tercantum dalam tebel berikut ini:
Tabel 4.2
Keadaan Guru SMA Negeri I Dompu Kec. Dompu Kab. Dompu.
No Nama Jabatan Status
1 Abdullatif, S.Pd,SE,M.Si
Kepala Sekolah PNS
2 Abdul Azis Ismail, S.Pd PNS
3 Eko Sutrismi, S.Pd Wakasek Kurikulum PNS 4 Dra. Hj. Murni Ka.Bengkel Akuntansi PNS 5 Drs. H. Ahyad Wakasek
Sarana/Prasarana
PNS
6 Dra. St. Jubaidah K3 Jasa Boga PNS 7 Drs. Syahbuddin, M.Pd Wakasek I PNS
8 Drs. Abdurrasyad Wakasek II PNS
9 Suratman,BA Koordinator BP/BK PNS
36
10 Drs. Bung Syahrir K3 Multimedia PNS 11 Mahdin, S.Sos Ka. Bengkel
Pemasaran
PNS
12 Drs. Ahmad K3 Adm.Perkantoran PNS
13 Hj. Suhartin, BA Guru BP/BK PNS
14 Sudarsono, BA Guru BP/BK PNS
15 Siti Kartini, BA Guru Produktif PNS 16 Drs. Suharyanto Ka. Bengkel
Perbankan
PNS
17 Ita Yuliati, S.Pd Ka. Bengkel Busana Butik
PNS
18 Iwan Ermansyah, S.Pd PNS
19 Dra. Sri Murni Guru Normatif PNS
20 Ida Roswita, S.Pd Ka.Pokja Kurikulum PNS
21 Rosmin, S.Pd Wali Kelas XI AK PNS
22 Asniwati, S.Pd Wali Kelas XI Perbankan
PNS
23 Yuliati, S.Pd Wali Kelas XI Akuntansi 2
PNS
24 Muhaimin, SE K3 Perbankan PNS
25 Mohammad Syaiful Pembina Olah Raga PNS