PENDAHULUAN
Latar Belakang
Karena siswa belum memahami aksara Arab dan mata pelajaran pendidikan agama Islam tidak diprioritaskan, maka prioritasnya ada pada jurusan masing-masing. Permasalahan di atas memerlukan penggunaan metode pengajaran dan evaluasi hasil belajar yang berbeda dengan mengajar. Berdasarkan latar belakang kreatif diatas, maka penelitian ini akan membahas hal-hal yang berkaitan dengan: “Kreativitas Guru PAI dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Bidang Studi Pendidikan Agama Islam Siswa Kelas XI SMK Negeri 1 Kabupaten Dompu
Rumusan Masalah
Bagaimana kinerja belajar siswa bidang studi PAI Kelas XI di SMK Negeri 1 Dompu Kabupaten Dompu. Bagaimana kreativitas guru PAI dalam meningkatkan prestasi belajar siswa pada pendidikan agama Islam? Pembelajaran kelas XI SMK Negeri 1 Dompu.
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Sebagai bahan informasi bagi guru untuk meningkatkan kreativitasnya dan bagi siswa untuk meningkatkan prestasi belajarnya.
TINJAUAN PUSTAKA
Kreatifitas Guru PAI
- Pengertian Kreativitas
- Pengertian Guru
Kreativitas guru pendidikan agama Islam dalam meningkatkan prestasi belajar siswa pada bidang studi PAI XI di SMK Negeri 1 Dompu. Prestasi guru di SMK Negeri 1 Dompu sangat baik karena adanya guru Pendidikan Agama Islam di SMK Negeri 1 Dompu. Kata Kunci: Kreativitas Guru Pendidikan Agama Islam, Prestasi Belajar Siswa, SMK Negeri 1 Dompu Kabupaten Dompu.
Tuhan semesta alam yang maha penyayang lagi maha pengasih, yang telah melimpahkan rahmat dan taufiq-Nya, sehingga penulis menyelesaikan skripsi ini dengan judul “Kreativitas Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa di Bidangnya” pendidikan agama Islam”. Pembelajaran pada Siswa Kelas XI 1 SMK Negeri Dompu Kabupaten Dompu”.
Prestasi Belajar
- Pengertian Prestasi Belajar
- Jenis-Jenis Prestasi Belajar
- Faktor Yang Mempengaruhi Belajar
Nana Sudjana memberikan definisi belajar sebagai berikut: “belajar adalah suatu proses yang ditandai dengan perubahan pada diri seseorang.”10. Dari berbagai definisi kinerja dan pembelajaran yang dikemukakan di atas, dapat disimpulkan bahwa kinerja belajar adalah hasil yang dicapai atau ditunjukkan oleh siswa sebagai hasil belajarnya yang diperoleh melalui pengalaman dan praktek. Faktor internal yaitu faktor yang mempengaruhi keberhasilan belajar yang berasal dari siswa belajar yaitu.
Kondisi fisik pada umumnya mempunyai pengaruh yang besar terhadap kemampuan belajar, siswa yang segar secara jasmani akan mempengaruhi hasil belajarnya, sebaliknya siswa yang lelah secara fisik juga akan mempengaruhi hasil belajarnya. Segala kondisi dan fungsi psikologis tentunya mempengaruhi proses belajar yang juga bersifat psikologis. Kecerdasan: Telah diketahui bahwa kecerdasan memainkan peran utama dalam keberhasilan atau kegagalan siswa dalam mempelajari sesuatu atau mengejar program pendidikan.
Siswa yang cerdas pada umumnya akan dapat belajar lebih cepat dibandingkan dengan siswa yang kurang cerdas, meskipun fasilitas dan waktu yang diperlukan untuk mempelajari materi pelajaran atau materi tersebut sama. Oleh karena itu, seorang siswa yang berbakat dalam bidang ilmu sosial akan kesulitan untuk mencapai prestasi yang tinggi dalam bidang ilmu tersebut, begitu pula sebaliknya. Emosi Seperti kita ketahui, seorang siswa dalam proses belajar akan mengembangkan kepribadian tertentu, atau tipe tertentu, misalnya siswa yang emosional dalam belajar akan mudah menyerah.
Pendidikan Agama Islam
- Pengertian Pendidikan Agama Islam
- Tujuan Pendidikan Agama Islam
Berdasarkan pengertian di atas maka dapat disimpulkan bahwa gambaran fokus penelitian penelitian ini adalah Peran Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Kelas XI SMK Negeri 1 Dompu Kab. Untuk lebih jelasnya mengenai usulan dan sarana prasarana yang tersedia di SMK Negeri 1 Dompu Kec. Kreativitas Guru PAI dalam Pendidikan Agama Islam Kelas XI SMK Negeri 1 Dompu Kabupaten Dompu kelas XI SMK Negeri 1 Dompu Kabupaten Dompu.
Prestasi Belajar Siswa Wilayah Belajar PAI Kelas XI SMK Negeri 1 Dompu Kabupaten Dompu Dompu Kabupaten Dompu. Dalam wawancara peneliti dengan Bpk. Abdullatif selaku Kepala SMK Negeri 1 Dompu sebagai berikut. Kreativitas Guru PAI dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pendidikan Agama Islam di SMK Negeri 1 Dompu.
Menurut Anda, sebagai guru PAI, bagaimana kreativitas guru pendidikan agama Islam di SMK Negeri 1 Dompu Kabupaten Dompu? Bagaimana cara meningkatkan prestasi akademik siswa SMK Negeri 1 Dompu Kabupaten Dompu. Sebagai guru PAI, bagaimana pendapat anda mengenai kreativitas guru PAI dalam meningkatkan prestasi akademik siswa pada mata pelajaran pendidikan agama Islam di SMK Negeri 1 Dompu Kabupaten Dompu?
METODE PENELITIAN
Jenis Penelitian
Dompu, Klas Dalam praktiknya saat ini, proses pembelajaran di sekolah nampaknya lebih menekankan pada pencapaian perubahan kinerja pembelajaran (intelektual). Hal inilah yang menjadi objek penelitian penulis yaitu guru dan siswa kelas XI SMK Negeri 1 Dompu Kabupaten Dompu.
Lokasi dan Objek Penelitian
Fokus Penelitian
Deskripsi Fokus Penelitian
Sejak berdirinya pada tahun ajaran 1970 hingga tahun ajaran, terjadi beberapa kali pergantian kepala sekolah pada tahun ajaran 1970-1973 yang menjabat sebagai kepala SMK Negeri I Dompu Kec. Dari tabel kondisi sarana dan prasarana tersebut di atas, penulis dapat menyimpulkan bahwa sarana dan prasarana tersebut dimiliki oleh SMK Negeri I Kabupaten Dompu. Salah satu kemampuan yang harus dimiliki tenaga pengajar SMK Negeri 1 Dompu adalah guru harus menguasai teknologi pembelajaran dan merancang program pembelajaran.
Dari hasil wawancara diatas peneliti dapat menyimpulkan bahwa kreativitas guru yang harus dimiliki oleh guru SMK Negeri 1 Dompu, salah satunya adalah guru harus mampu menguasai teknologi pembelajaran agar guru tidak ketinggalan karena Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini sangat pesat, sangat disayangkan bila guru tidak menguasai teknologi. Hasil wawancara peneliti dengan guru pendidikan agama islam bapak. Lalu Masrin tentang kinerja belajar siswa yaitu. Dengan demikian, peneliti dapat menyimpulkan bahwa kreativitas guru PAI dapat meningkatkan kinerja belajar siswa pada pembelajaran pendidikan agama Islam.
Dari hasil wawancara diatas peneliti dapat menyimpulkan bentuk kompetensi yang harus dimiliki oleh guru SMK Negeri 1 Dompu, salah satunya adalah guru harus menguasai teknologi pembelajaran agar guru tidak ketinggalan, karena berkembangnya ilmu pengetahuan. dan teknologi saat ini berkembang dengan sangat cepat. Sangat menyedihkan bila guru tidak menguasai teknologi. Pada kesempatan lain, peneliti juga mewawancarai Eko Sutrismi selaku wakil kepala kurikulum SMK Negeri 1 Dompu, ujarnya. Sebagai masukan bagi para guru Pendidikan Agama Islam khususnya di SMK Negeri 1 Dompu Kabupaten Dompu untuk selalu meningkatkan kreativitas mengajarnya dalam proses pembelajaran di kelas, agar mampu mengelola kelas dengan baik sehingga dapat tercipta pembelajaran yang baik.
Khaerunisa, 2018, Siswa Kelas XI Tata Busana SMK Negeri 1 Dompu Markunah, 2018, Wali Kelas
Metode Pengumpulan Data
Instrumen Penelitian
Tekhnik Pengumpulan Data
Tekhnik Analisis Data
HASIL PENELITAN DAN PEMBAHASAN
Situasi dan Kondisi Penelitian isi Objek
- Kondisi Objek Dan Lokasi Penelitian
- Visi-Misi
- Keadaan Guru
- Keadaan Siswa
- Keadaan Sarana dan Prasarana
Kreatifitas Guru PAI Pada Bidang Studi Pendidikan
Dimana guru mempunyai pengaruh yang cukup dominan terhadap kualitas pembelajaran, karena gurulah yang bertanggung jawab terhadap proses pembelajaran di kelas, juga sebagai penyelenggara pengajaran di sekolah. Berkaitan dengan hal tersebut, kreativitas guru semakin menjadi persoalan seiring dengan perubahan ilmu pengetahuan dan teknologi, sehingga diperlukan kesiapan seorang guru untuk tidak ketinggalan dalam menyikapi perubahan zaman khususnya dalam dunia pendidikan. Karena untuk mengupdate perkembangan pendidikan dan mengetahui lebih jauh metode pembelajaran yang tidak membosankan salah satunya adalah teknologi.
Prestasi Belajar Siswa Pada Bidang Studi PAI Kelas
Dalam pendidikan agama Islam upaya untuk meningkatkan prestasi belajar siswa pada ranah kognitif yaitu bagaimana seorang guru mampu mengetahui tingkat pengetahuan siswanya sehingga dapat melakukan evaluasi ketika pengetahuannya masih belum lengkap pada mata pelajaran agama Islam. pendidikan.” 2. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa tingkat pemahaman siswa terkait mata pelajaran pendidikan agama Islam meningkat dari nilai standar KKM (75) apabila guru pendidikan agama Islam dapat memperhatikan beberapa hal seperti pemahaman karakter siswa, mampu mengelola kelas dan menguasai teknologi pembelajaran, setelah selesai melakukan evaluasi terkait membaca dan menulis Al Quran, nilai KKM meningkat dari 75 menjadi 85 dan lulus 20 siswa dari 30 siswa yang ada. Peneliti melakukan wawancara dengan Bapak Syahbuddin selaku ustadz dan wakil kepala bagian 2, sebagai berikut.
Prestasi belajar siswa dalam rentang efektif terlihat dari perubahan sikap dan minat belajar siswa di kelas, terlihat pada 83% siswa di kelas tersebut. 5. Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa peningkatan dapat dilihat pada sikap dan kinerja belajar siswa pada mata pelajaran pendidikan agama Islam ketika seorang guru pendidikan agama Islam menggunakan beberapa bentuk kinerja pembelajaran dalam proses pembelajaran, salah satunya merupakan program bimbingan dan konseling bagi siswa dengan tujuan untuk meningkatkan sikap dan minat belajar siswa. Untuk meningkatkan kreatifitas kita sebagai peserta didik, guru pendidikan agama islam melakukan beberapa hal yaitu guru pendidikan agama islam mengamalkan salat jenazah, membimbing kita dalam membaca dan menulis al quran dan.
Dari hasil dua wawancara tersebut peneliti dapat menyimpulkan bahwa kreativitas guru dalam meningkatkan prestasi belajar siswa pada pendidikan agama islam bukan hanya sekedar pengurangan tanggung jawab sebagai seorang guru, namun yang terpenting bagi seorang guru adalah bagaimana guru tersebut mampu menciptakan kreativitas dalam segala aspek seperti merancang pembelajaran, menguasai teknologi pembelajaran, dan mampu membuat program pengajaran dengan baik dan benar. Kreativitas guru Pendidikan Agama Islam untuk meningkatkan prestasi belajar siswa tidak hanya sekedar memberikan materi saja, namun guru harus mampu memberikan ilmu yang mencakup prestasi belajar, yaitu sebagai berikut. Diharapkan kepada kepala sekolah untuk selalu memberikan dukungan yang lebih untuk meningkatkan kreativitas guru Pendidikan Agama Islam.
PENUTUP
Kesimpulan
Saran
Sebagai penerapan ilmu yang telah penulis peroleh serta untuk menambah pengalaman dan pengetahuan baik dalam bidang penelitian, pendidikan maupun penulisan karya ilmiah. Ngainum Naim, 2011, Menjadi guru kreatif inspiratif yang memberdayakan dan mengubah jalan hidup siswa (Yogyakarta: Perpustakaan Siswa, Cet. III). Bagaimana tanggapan Anda sebagai kepala sekolah terhadap guru yang kurang kreatif dalam proses belajar mengajar?
Bagaimana Anda, sebagai direktur sekolah, memastikan siswa berprestasi, baik di dalam maupun di luar sekolah? Bagaimana pendapat Anda mengenai buruknya prestasi akademik siswa dan solusi apa yang dapat diambil untuk mengatasinya?