BAB VIII Pengembangan Bahan Ajar PAI
A. Jenis dan Kriteria Bahan Ajar PAI
Bahan ajar adalah segala hal yang digunakan oleh para guru atau para siswa untuk memudahkan proses pembelajaran.
Bahan ajar bisa berupa kaset, video, CD-Room, kamus, buku bacaan, buku kerja, atau fotokopi latihan soal. Bahan juga bisa berupa koran, paket makanan, foto, perbincangan langsung dengan mendatangkan penutur asli, instruksi-instruksi yang diberikan oleh guru, tugas tertulis atau kartu atau juga diskusi antar siswa.106
Manfaat pengembangan bahan ajar adalah (a). dapat memberikan contoh-contoh dan ilustrasi yang menarik dalam
106Ajat Sudrajat, Pengembangan Bahan Ajar Materi Pembelajaran PAI, Bimbingan Teknis Penguatan KTSP SMP Bagi Tim Pengembang Kurikulum, Bogor, 2008
Pembelajaran PAI di Sekolah | 124 rangka mendukung pemaparan materi pembelajaran. (b).
Memberikan kemungkinan bagi peserta didik untuk memberikan umpan balik atau mengukur penguasaannya terhadap materi yang diberikan dengan memberikan soal-soal latihan tugas, dan sejenisnya. (c).Kontekstual, yaitu materi yang disajikan terkait dengan suasana atau konteks tugas dan lingkungan peserta didik dapat memberikan pemahaman yang luas terhadap peserta didik.
(d). Bahasa yang digunakan dapat membantu peserta didik dalam memahami materi pembelajaran yang disampaikan dalam proses pembelajaran. 107
1. Jenis Bahan Ajar
a. Bahan ajar cetak (visual)
Sumber Belajar dan bahan Ajar dalam PAI – Bahan cetak dapat ditampilkan dalam berbagai bentuk. Yang termasuk dalam bahan ajar ini, yaitu:
1) Handout, adalah bahan tertulis yang dipersiapkan oleh seorang guru untuk memperkaya pengetahuan peserta didik. Contoh: dengan cara mendownload dari internet, atau menyadur dari sebuah buku.
2) Buku, adalah bahan tertulis yang menyajikan ilmu pengetahuan.
107Wina Sanjaya, Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan, (Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2010), h. 210.
Pembelajaran PAI di Sekolah | 125 3) Modul, adalah sebuah buku yang ditulis dengan tujuan
agar peserta didik dapat belajar secara mandiri tanpa atau dengan bimbingan guru, sehingga modul berisi paling tidak tentang segala komponen dasar bahan ajar yang telah disebukan sebelumnya.
4) Lembar kegiatan siswa, adalah lembaran-lembaran berisi tugas yang harus dikerjakan oleh peserta didik. Lembar kegiatan biasanya berupa petunjuk, langkah-langkah untuk menyelesaikan suatu tugas.
5) Brosur, adalah bahan informasi tertulis mengenai suatu masalah yang disusun secara bersistem atau cetakan yang hanya terdiri atas beberapa halaman dan dilipat tanpa dijilid atau selebaran cetakan yang berisi keterangan singkat tetapi lengkap tentang perusahaan atau organisasi.
6) Leaflet, adalah bahan cetak tertulis berupa lembaran yang dilipat tapi tidak dimatikan atau dijahit.108
7) Wallchart, adalah bahan cetak, biasanya berupa bagian siklus atau proses atau grafik yang bermakna menunjukkan posisi tertentu. Contoh: tentang siklus makhluk hidup binatang antara ular, tikus dan lingkungannya.
8) Foto atau gambar, sebagai bahan ajar tentu diperlukan satu rancangan yang baik agar setelah selesai melihat
108Wina Sanjaya, Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan, (Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2010), h.. 86.
Pembelajaran PAI di Sekolah | 126 sebuah atau serangkaian foto atau gambar siswa dapat melakukan sesuatu yang pada akhirnya menguasai satu atau lebih kompetensi dasar.
9) Model atau maket, adalah bentuk yang dapat dikenal menyerupai persis benda sesungguhnya dalam ukuran skala yang diperbesar atau dikecilkan.109
b. Bahan Ajar Audio
Media audio adalah media atau bahan yang mengandung pesan dalam bentuk auditif (pita suara atau piringan suara) yang dapat merangsang pikiran dan perasaan pendengar sehingga terjadi proses belajar.110
1) Kaset/ piringan hitam/ compact disk
Media kaset dapat menyimpan suara yang dapat secara berulang-ulang diperdengarkan kepada peserta didik yang menggunakannya sebagai bahan ajar. Bahan ajar kaset biasanya digunakan untuk pembelajaran bahasa atau pembelajaran musik.
2) Radio
Radio adalah media dengar yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan ajar, dengan radio peserta didik bisa belajar sesuatu. Program radio dapat dirancang sebagai bahan
109Akhmad Sodiq, Bahan Ajar PLPG: Metodologi Pembelajaran Agama Islam, (Jakarta: FITK UIN Syarif Hidayatullah, 2011), cet. III, h. 48.
110Abdul Majid, Belajar dan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam, (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2012), h. 171.
Pembelajaran PAI di Sekolah | 127 ajar, misalnya pada jam tertentu guru merencanakan sebuah progam pembelajaran melalui radio. Seperti mendengarkan pengajian langsung di cenel radio dais yang sedang berlangsung.111
c. Bahan Ajar Audio Visual
1) Audio visual adalah media yang mempunyai unsur suara dan unsur gambar. Jenis media ini mempunyai kemampuan yang lebih baik, karena meliputi kedua jenis media auditif (mendengar) dan visual (melihat).
2) Video/ Film
Umumnya progam video telah dibuat dalam rancangan lengkap, sehingga setiap akhir dari penayangan video siswa dapat menguasai satu atau lebih kompetensi dasar.
3) Orang/ nara sumber
Orang sebagai sumber belajar dapat juga dikatakan sebagai bahan ajar yang dapat dipandang dan didengar, karena dengan orang seseorang dapat belajar misalnya karena orang tersebut memiliki ketrampilan khusus tertentu.112
d. Bahan Ajar Interaktif
Sumber Belajar dan bahan Ajar dalam PAI – Bahan ajar interaktif adalah kombinasi dari dua atau lebih media (audio,
111Baharuddin & Esa Nur Wahyuni, Teori Belajar & Pembelajaran, (Jogjakarta: Ar-Ruzz Media, 2012), cet. VII, h. 128-139.
112Diadaptasi dari Basyiruddin Usman, Metodologi Pembelajaran Agama Islam, (Jakarta: Ciputat Pers, 2002), h. 33-61.
Pembelajaran PAI di Sekolah | 128 teks, garfik, gambar, animasi, dan video) yang oleh penggunanya dimanipulasi untuk mengendalikan perintah dan atau perilaku alami dari suatu presentasi. Bahan ajar interaktif dalam menyiapkannya diperlukan pengetahuan dan keterampilan pendukung yang memadai terutama dalam mengoperasikan peralatan seperti komputer, kamera video, dan kamera photo. Bahan ajar interaktif biasanya disajikan dalam bentuk compack disk (CD).113
2. Kriteria Bahan Ajar
Materi pelajaran berada dalam ruang lingkup isi kurikulum. Karena itu, pemilihan materi pelajaran tentu saja harus sejalan dengan ukuran-ukuran (kriteria) yang digunakan untuk memilih isi kurikulum bidang studi bersangkutan.
Kriteria materi pelajaran yang akan dikembangkan dalam sistem intruksional dan yang mendasari penentuan strategi belajar mengajar:114
a) Kriteria tujuan instruksional
Suatu materi pelajaran yang terpilih dimaksudkan untuk mencapai tujuan instruksional khusus atau tujuan-
113Putra, MIS., Implementasi Pembelajaran IPA Terpadu Berbasis Model nested untuk Meningkatkan Respon Belajar Mahasiswa UNIPDU Jombang.
TARBIYA ISLAMIA: Jurnal Pendidikan dan Keislaman 7 (1), 93-113
114Widoko, Model Pembelajaran Konsep (Surabaya: University Press IKIP Surabaya).
Pembelajaran PAI di Sekolah | 129 tujuan tingkah laku. Karena itu, materi tersebut supaya sejalan dengan tujuan-tujuan yang telah dirumuskan.
b) Materi pelajaran supaya terjabar
Perincian materi pelajaran berdasarkan pada tuntutan dimana setiap TIK telah dirumuskan secara spesifik, dapat diamati dan terukur. Ini berarti terdapat keterkaitan yang erat antara spesifikasi tujuan dan spesifikasi materi pelajaran.115
c) Relevan dengan kebutuhan siswa
Kebutuhan siswa yang pokok adalah bahwa mereka ingin berkembang berdasarkan potensi yang dimilikinya.
Karena setiap materi pelajaran yang akan disajikan hendaknya sesuai dengan usaha untuk mengembangkan pribadi siswa secara bulat dan utuh. Beberapa aspek di antaranya adalah pengetahuan sikap, nilai, dan keterampilan.
d) Kesesuaian dengan kondisi masyarakat
Siswa dipersiapkan untuk menjadi warga masyarakat yang berguna dan mampu hidup mandiri.
e) Materi pelajaran mengandung segi-segi etik
Materi pelajaran yang akan dipilih hendaknya memepertimbangkan segi perkembangan moral siswa kelak.
Pengetahuan dan keterampilan yang bakal mereka peroleh dari materi pelajaran yang telah mereka terima di arahkan
115Silberman, M., Active Learning: 101 Strategies to Teach Any Subject,.
(A. Simon & Schuster Company Needham Heights, Massachusetts).
Pembelajaran PAI di Sekolah | 130 untuk mengembangkan dirinya sebagai manusia yang etik sesuai dengan sistem nilai dan norma-norma yang berlaku di masyarakatnya.
f) Materi pelajaran tersusun dalam ruang lingkup dan urutan yang sistematik dan logis
Setiap materi pelajaran disusun secara bulat dan menyeluruh, terbatas ruang lingkupnya dan terpusat pada satu topik masalah tertentu. Materi disusun secara berurutan dengan mempertimbangkan faktor perkembangan psikologis siswa.
g) Materi pelajaran bersumber dari buku sumber yang baku, pribadi guru yang ahli dan masyarakat
Ketika faktor ini perlu diperhatikan dalam memilih materi pelajaran. Buku sumber yang baku pada umumnya disusun oleh para ahli dalam bidangnya dan disusun berdasarkan GBPP yang berlaku, kendatipun belum tentu lengkap sebagaimana yang diharapkan. Guru yang ahli penting, oleh sebab sumber utama memang adalah guru itu sendiri.116