• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bagan 2.1 Kerangka Berpikir

A. Jenis Penelitian

Jenis penelitian ini yaitu penelitian kuantitatif dengan tipe pre- Experimental Design desain ini belum merupakan desain sungguh-sungguh karena masih terdapat variabel luar yang ikut berpengaruh terhadap terbentuknya variabel dependen. Jadi hasil eksperimen yang merupakan variabel dependen itu bukan semata-mata dipengaruhi oleh variabel independen. Hal ini dapat terjadi, karena tidak adanya variabel kontrol, dan sampel tidak dipilih secara random.33

Metode penelitian kuantitatif dinamakan metode tradisional, karena metode ini sudah cukup lama digunakan sehingga sudah mentradisi sebagai metode untuk penelitian. Metode ini disebut sebagai metode positivistik karena berlandaskan pada filsafat positivisme. Metode ini sebagai metode ilmiah/scientific karena telah memnuhi kaidah-kaidah ilmiah yaitu konkrit/empiris, obyektif, terukur, rasional, dan sistematis. Metode ini juga disebut metode discovery, karena dengan metode ini dapat ditemukan dan dikembangankan berbagai iptek baru. Metode ini disebut kuantitatif karena dalam penelitian berupa angka-angka dan analisis menggunakan statistik.34

33 Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, Dan R&D, (Bandung: Alfabeta,

2016), hlm. 74

34 Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, Dan R&D, (Bandung: Alfabeta, 2016), hlm. 7

36

Dalam penelitian ini peneliti menggunakan desain penelitian berbentuk One Group Pretest-Posstest Design, dalam penelitian ini dilaksanakan pada satu penelitian saja tanpa adanya kelompok pembanding dan menggunakan pretest sebelum diberi perlakuan. Dengan demikian hasil perlakuan dapt diketahui lebih akurat, karena dapat membandingkan dengan keadaan sebelum perlakuan.

Bentuk desain ini dapat dilihat pada gambar 3.1 dan tabel 3.1.35 Bagan 3.1

Desain Penelitian O1 X O2

Tabel 3.1 Desain penelitian

Kelas Pretest Perlakuan Posstest

III O1 X O2

Keterangan :

X = Media sempoa dan tanpa menggunakan media sempoa O1 = Nilai Pretest untuk siswa yang belum diberi perlakuan

menggunakan media sempoa

O2 = Nilai Posstest untuk siswa yang sudah diberi perlakuan menggunakan media sempoa

35 Sugiyono, Penelitian Kuantitatif, Kualitatif Dan R&D, (Bandung: Alfabeta, 2016), hlm. 75

37 B. Tempat Dan Waktu Penelitian

1. Tempat penelitian

Lokasi penelitian ini peneliti memilih lokasi di SD Negeri 12 yang beralamat di Desa Ujung Pulau Kecamatan Tanjung Sakti Pumu Kabupaten Lahat Provinsi Sumatera Selatan, bahwa kelas III berjumlah 18 siswa.

2. Waktu penelitian

Penelitian ini dilaksanakan pada 26 Februari- 9 April 2021.

Berikut ini adalah jadwal pelaksanaan penelitian:

Tabel 3.2

Jadwal Pelaksanaan Penelitian

Kegiatan

Kelas Eksperimen

Hari/Tanggal Waktu

Pre-test Senin/ 01-03-2021 09.30-10.40 WIB Perlakuan 1 Rabu/ 10-03-2021 07.30-09.15 WIB Perlakuan 2 Rabu/ 17-03-2021 09.30-10.40 WIB Perlakuan 3 Senin/ 22-03-2021 07.30-09.15 WIB Post- test Senin/ 04-04-2021 07.30-10.40 WIB

Dari tabel diatas pelaksaan penelitian dimulai pada hari Senin 01 Januari 2021 dengan melakukan Pre-Test sampai dengan hari Senin 04 April 2021 dengan melakukan Post-test. Pada saat pandemi Covid 19 seperti sekarang ini jadwal tatap muka di SD Negeri 12 Kecamatan

38

Tanjung Sakti Pumu Kabupaten Lahat dilaksanakan hanya 3 kali dalam seminggu yaitu, Senin, Rabu, dan Jum’at dari jam 07.30-11.45 WIB.

C. Populasi Dan Sampel Penelitian 1. Populasi

Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri dari atas:

obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulanya.36 Pada penelitian ini, populasi penelitian yang diambil merupakan seluruh siswa kelas I-VI SD Negeri 12 Kecamatan Tanjung Sakti Pumu Kabupaten Lahat.

Tabel 3.3

Rincian Jumlah Populasi

No Kelas Laki-laki Perempuan Jumlah

1. I 7 8 15

2. II 10 8 18

3. III 8 10 18

4. IV 9 17 26

5. V 7 14 21

6. VI 12 10 22

Total 53 67 120

Sumber: Dokumentasi Tata Usaha SD Negeri 12 Kecamatan Tanjung Sakti Pumu Kabupaten Lahat Tahun 2020/2021.

36 Sugiyono, Statistik Untuk Penelitian, (Bandung: Alfabeta, 2014) hlm. 61

39

Berdasarkan tabel diatas, dapat diketahui bahwa keseluruhan populasi seluruh kelas adalah berjumlah enam kelas dengan total siswa secara keseluruhan siswa adalah 120 siswa yang terdiri dari 53 siswa laki- laki dan 67 siswa perempuan.

2. Sampel

Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi. Bila populasi besar, dan peneliti tidak mungkin mempelajari semua yang ada pada populasi, misalnya karena keterbatasan dana, tenaga dan waktu, maka peneliti dapat menggunakan sampel yang diambil dari populasi itu , apa yang dipelajari dari sampel, kesimpulanya akan dapat diberlakukan untuk populasi. Untuk itu sampel yang diabil dari populasi harus betul-betul refresentatif (mewakili).37

Adapun teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah probality sampling, jenis sampel probality sampling dengan cluster random sampling. Dengan menggunakan teknik ini, pengambilan anggota sampel dalam populasi dilakukan secara acak (random) tanpa memperhatikan sketsa yang ada didalam populasi tersebut. Cara tersebut dapat dilakukan apabila anggota populasi dianggap homogen.38

Selanjutnya Suharsimi Arikunto menyatakan bahwa teknik ini memberikan hak yang sama kepada setiap subjek dalam populasi untuk memperoleh kesempatan dipilih menjadi sampel. Apabila subjek kurang dari 100, lebih baik diambil semua sehingga penelitianya merupakan

37 Sugiyono, Statistik Untuk Penelitian, (Bandung: Alfabeta, 2014), hlm. 62

38 Sugiyono, Penelitian Kuantitatif, Kualitatif Dan R&D, (Bandung: Alfabeta, 2016),

hlm. 82

40

populasi. Jika subjek besar atau lebih dari 100 dapat diambil 10%-15%

atau 20%-25% atau lebih.39

Berdasarkan pendapat diatas mengingat jumlah keseluruhan siswa berjumlah 120 siswa atau responden dan peneliti juga melakukan penelitian eksperimen maka peulis hanya meneliti dan mengambil sampel pada kelas III SD Negeri 12 Kecamatan Tanjung Sakti Pumu Kabupaten Lahat, jumlah siswanya 18 orang dan jumlah siswanya 18 orang masing- masing mempunyai bobot yang sama.

Tabel 3.4

Rincian Jumlah Sampel

Kelas Laki-Laki Perempuan Jumlah

III SD 10 8 18

Sebagai kelas eksperimen pada penelitian ini kelas III dimana hari pertama belum mendapatkan perlakuan dan hari berikutnya mendapat perlakuan yaitu menggunakan media sempoa.

D. Teknik Pengumpulan Data 1. Observasi

Observasi merupakan suatu proses yang kompleks, suatu proses yang tersusun dari berbagai proses biologis dan psikologis. Dua diantara yang terpenting adalah proses-proses pengamatan dan ingatan.40 Adapun

39 Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, (Jakarta: Rineka Cipta, 2006), hlm. 134

40 Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, Dan R&D, ( Bandung: Alfabeta, 2014), hlm. 145

41

hal yang diobservasi di lapangan adalah tentang penerapan media pembelajaran sempoa pada mata pelajaran matematika.

Tujuan penggunaan metode ini adalah untuk melihat secara langsung fenomena-fenomena yang terjadi di lapangan. Pelaksanaan observasi dilakukan secara terprogram, yaitu judul pelaksanaan penelitian sudah ditentukan sebelumnya.

Pada saat pengumpulan data dengan melakukan observasi jaringan data yang peneliti lakukan yaitu: Melihat kondisi sekolah, sarana dan prsarana sekolah, jalannya proses pembelajaran matematika yang dilakukan oleh guru disekolah tersebut, media yang sering digunakan pada saat proses pembelajaran dan mengambil jumlah seluruh siswa dari kelas I- VI.

2. Tes

Tes sebagai instrumen pengumpulan data adalah serangkaian pernyataan atau latihan yang digunakan untuk mengukur keterampilan pengetahuan, intelegensi, kemampuan, atau bakat yang dimiliki oleh individu atau kelompok.41 Tes digunakan peneliti untuk mengetahui pengaruh penggunaan media sempoa terhadap hasil belajar siswa.

Dalam penelitian ini peneliti menggunakan tes dengan bentuk pilihan ganda. Tes dalam penelitian ini berupa pretest dan posstest.

41 Sudaryono, Metode Penelitian Pendidikan, (Jakarta: Kencana, 2016), hlm. 89

42 a. Pretest

Pretest merupakan tes yang diberikan sebelum pembelajaran dimulai atau sebelum siswa dibeikan perlakuan dengan tujuan untuk mengukur kemampuan awal siswa pada materi penjumlahan bilangan bulat.

b. Posttest

Posstest yaitu tes yang diberikan pada akhir pembelajaran untuk mengetahui kemampuan siswa dalam menerima pembelajaran yang telah dipelajari atau setelah siswa diberikan perlakuan dengan tujuan untuk mengukur hasil akhir siswa.

3. Dokumentasi

Dokumentasi adalah ditunjukan untuk memperoleh data langsung dari tempat penelitian, meliputi buku-buku yang relevan, peraturran- peraturan, laporan kegiatan, foto-foto, film dokumenter, data yang relevan penelitian. Dokumen merupakan catatan peristiwa yang sudah berlalu.

Dokumen biasanya berbentuk tulisan, gambar, atau karya-karya monumental dari seseorang.42 Dokumentasi dalam penelitian ini untuk mengambil data berupa foto. Foto tersebut digunakan sebagai bukti jika peneliti sudah dilaksanakan serta mengetahui aktivitas siswa pelajaran matematika tentang penjumlahan bilangan bulat.

Dokumen terkait