BAB IV HASIL PENELITIAN
B. Layanan Guru Bimbingan Konseling Terhadap
SMP Muhammadiyah 11 Tello Baru memiliki guru khusus Bimbingan Konseling 1 orang dan didukung oleh latar belakang pengetahuan keagamaan dan masa pengabdian yang terbilang cukup lama, akan memberikan kontribusi yang besar terhadap pelaksanaan pembelajaran yang lebih berkualitas. Kemampuan yang dimiliki dalam membuat perencanaan membentuk karakter siswa agar mudah percaya diri dalam berprestasi. Dan mengajarkan kedisiplinan dalam belajaran, cara ini dapat memberikan dampak positif pada siswa. Agar siswa tidak kesulitan dalam pembentukan karakter sendiri.
Untuk lebih mengetahui kepedulian atau perhatian yang diberikan guru bimbingan konseling terhadap siswa maka peneliti mengadakan
wawancara dengan mengajukan pertanyaan “Dalam proses pembelajaran, terkadang ada beberapa siswa yang mengalami kesulitan dalam mengenal karakternya sendiri.
Bagaimana bapak membentuk karakter siswa dengan layanan Bimbingan Konseling?”
Menyikapi pertanyaan dari peneliti maka pak Muh. Rukman Rahman, S. Th. I guru Bimbingan Konseling mengatakan lewat hasil wawancara bahwa :
Kami membentuk karakter setiap siswa dengan cara selalu memberikan motivasi atau dorongan agar bisa percaya diri dalam hal bersosialisasi dan prestasi. Namun Kami selaku pendidik selalu berusaha memberikan perhatian dengan baik kepada siswa dengan selalu melakukan evaluasi terhadap siswa yang mengalami kesulitan karena terkadang masih banyak yang kami temukan siswa yang memang masalah utamanya datang dari lingkungan keluarganya dan juga dari diri sendiri.yang masih kurang bimbingan,
Tabel 6
Layanan Bimbingan Konseling Terhadap Pembentukan Karakter Siswa SMP Muhammadiyah 11 Tello Baru
No. Jawaban Respondent Frekuensi Presentase
1 Cukup baik 38 60%
3 Kurang baik 25 40%
4 Tidak baik - -
Jumlah 63 100%
Sumber data : angket nomor 1
41
Tabel tersebut menunjukkan bahwa guru layanan bimbingan konseling selalu memberikan waktu buat siswa terhadap pembentukan karakter di dalam lingkungan sekolah ini cukup baik dengan dengan frekuensi 38 orang dan persentase sebesar 60% sedangan siswa yang memilih kurang baik dengan jumlah frekuensi 25 orang dan presentase 40%.
Hal ini menunjukkan bahwa di sekolah ini memang memberikan layanan bimbingan konseling terhadap pembentukan karakter siswa meskipun tidak ada di bidang studi khusus bimbingan konseling.
Berdasarkan data yang diperoleh peneliti pada objek yang diamati, dapat dikemukakan bahwa guru layanan bimbingan konseling cukup baik dalam meningkatkan mutu, kualitas dan karakter anak didiknya. Khususnya penelitian yang peneliti laksanakan walaupun tidak ada pembelajaran khusus bimbingan konseling di lokasi yang peneliti temukan terbukti bahwa di dalam sekolah siswa harus memiliki karakter agar dapat mengetahui kemampuan siswa itu sendiri.
C. Faktor yang menghambat guru bimbingan konseling terhadap penbentukan karakter siswa di SMP Muhammadiyah 11 Tello Baru.
Berdasarkan wawancara yang telah dilakukan sebelumnya bahwa untuk mengatasi kesulitan yang dihadapi siswa maka guru melakukan bimbingan khusus untuk mengatasinya. Selanjutnya ditempat dan hari yang sama peneliti mengajukan pertanyaan kedua bahwa “dalam proses pembelajaran disekolah khususnya dalam hal karakter sebagaimana telah
dijelaskan sebelumnya bimbingan konseling tidak terdapat pada mata pelajaran yang ada di sekolah namun bimbingan konseling adalah bimbingan khusus untuk siswa.
Maka faktor apa yang menghambat guru bimbingan konseling terhadap pembentukan karakter siswa SMP Muhammadiyah 11 Tello Baru?”
Pak Muh. Rukman Rahman, S. Th. I mengatakan bahwa :
Sebenarnya pada saat guru bimbingan konseling memberikan layanan bimbingan konseling kepada siswa masih banyak siwa yang kurang mengerti apa maksud dari guru bimbingan konseling. Dan pada akhirnya siswa yang kurang mengerti tersebut melaporkan kepada orang tuanya dan menyebabkan orang tuanya salah faham dalam menanggapi laporan dari anaknya,yang menyebabkan orang tua tersebut tidak setuju apa yang guru bimbingan konseling berikan kepada anaknya. Pada saat orang tua siswa menyampaikan ketidak setujuannya kepada guru bimbingan konseling, maka guru bimbingan konseling memberikan penjelasan apa yang dimaksudkan oleh guru mimbingan konseling itu hanya untuk membentuk karakter setiap siswa agar siswa memiliki karakter yang baik. Dan pada akhirnya orang tua dari siwa yang kurang mengerti itu dapat menerima dan menegerti apa yang dimaksud oleh guru bimbingan konseling.
Selama penelitian berlangsung dan melakukan wawancara maka peneliti dapat simpulkan bahwa meskipun sekolah ini adalah sekolah swasta tetapi guru selalu memperhatikan karakter setiap siswa dan memberikan pengarahan kepada siswa agar menjadi siswa yang berkarakter. Hasil penelitian yang diperoleh dengan teknik pengumpulan data berupa angket yang dibagikan kepada sejumlah sampel siswa untuk mengetahui factor yang dihadapi guru bimbingan konseling terhadap pembentukan karakter siswa, maka data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan rumus persentase.
43
Tabel 7
Siswa mengerti apa yang diberikan guru bimbingan konseling
No. Jawaban Respondent Frekuensi Presentase
1 Mengerti 25 40%
2 Kurang mengerti 31 49%
3 Tidak mengerti 7 11%
Jumlah 63 100%
Sumber data : angket nomor 2
Tabel diatas menunjukan bahwa pada saat guru mimbingan konseling memberikan layanan bimbingan konseling kepada siswa SMP Muhammadiyah 11 Tello Baru, masih ada yang sering memgerti, jarang mengerti, tidak mengerti. Dan pada table yang terdap diatas siswah yang memilih menegerti dengan presentase 40% dan frekuensi 25 orang, yang memilih kurang mengerti dengan presentase 49% dan frekuansi 31 orang, dan yang memilih tidak mengerti dengan presentase 11% dan frekuansi 7 orang.
Hal ini menunjukkan bahwa di sekolah ini masih ada yang tidak mengerti apa yang dimaksud guru bimbingan konseling terhadap pembentukan karakter siswa SMP Muhammadiyah 11 Tello Baru.
Berdasarkan data yang diperoleh peneliti pada objek yang diamati, dapat dikemukakan bahwa guru bimbingan konseling harus memberikan
bimbingan konseling yang dapat dimengerti oleh siswa agar siswa tidak salah mengerti apa yang dimaksud guru bimbingan kenseling tersebut.
D. Cara Guru Bimbingan Konseling Terhadap Pembentukan Karakter Siswa SMP Muhammadiyah 11 Tello Baru
Guru SMP Muhammadiyah 11 Tello Baru selalu berusaha memberikan solusi kepada siswa yang masih mengalami kesulitan khususnya dalam memahami karakter sendiri.
Bagaimana cara bapak membentuk karakter siswa melalui layanan bimbingan konseling?”
Menurut bapak Muh. Rukman Rahman, S. Th. I dalam wawancara bahwa:
Guru selalu memperhatikan dan menyediakan bimbingan khusus bagi siswa yang masih mengalami kesulitan dalam memahami kemampuan atau karakternya, dan guru bimbingan konseling dapat memberikan bimbingan yang lebih intensif dengan metode khusus pula agar dapat memberikan kemudahan bagi siswa agar memiliki karakter yang lebih baik.
Tabel 8
Siswa yang melakukan Perubahan Karakter setelah Mengikuti Bimbingan Konseling di SMP Muhammadiyah 11 Tello Baru No. Jawaban Respondent Frekuensi Presentase
1 Berubah 51 81%
3 Kurang berubah 12 19%
4 Tidak berubah - -
Jumlah 63 100%
Sumber data : angket nomor 3
45
Tabel di atas menunjukkan bahwa guru bimbingan konseling SMP Muhammadiyah 11 Tello Baru memiliki kepedulian dengan berusaha mendorong siswa agar melakukan perubahan karakter yang lebih baik khususnya di lokasi sekolah, siswa yang memilih berubah dengan presentase 81% dan frekuansi 51 orang, sedangakan siswa memilih kurang berubah dengan presentase 19% dan frekuensi 12 orang.
Tabel 9
Siswa Mengulangi pelanggaran yang pernah di Lakukan No. Jawaban Respondent Frekuensi Presentase
1 Selalu mengulangi - -
3 Jarang mengulangi 15 24%
Tidak pernah
mengulangi 48 76%
Jumlah 63 100%
Sumber data : angket nomor 4
Tabel di atas menunjukkan bahwa guru selalu berusaha memberikan arahan atau motivasi untuk memiliki kepribadian dan karakter yang baik yang dapat memberikan perubahan yang lebih baik buat siswanya. Hal ini diperkuat dengan jawaban siswa yang memilih jarang mengulangi dengan presentase 24% dan frekuensi 15 orang , sedangkan siswa yang memilih tidak pernah mengulani dengan presentase 76% dan frekuensi 48 orang.
Tabel 10
Guru selalu memberikan masukan kepada Siswa untuk memiliki Karakter yang baik terhadap teman
No. Jawaban Respondent Frekuensi Presentase
1 Sangat baik 44 70%
3 Kurang baik 19 30%
4 Tidak baik - -
Jumlah 63 100%
Sumber data : angket nomor 5
Tabel di atas menunjukkan bahwa dalam bimbingan ini sebagian besar guru bimbingan konseling selalu memberikan masukan kepada siswa untuk memiliki karakter yang baik terhadap temannya. Terdapat pada table diatas siswa yang memilih sanagt baik dengan presentase 70% dan frekuensi 44 orang, sedangkan siswa yang memilh kurang baik dengan presentase 30%
dan frekuensi 19 orang.
47
Tabel 11
Guru memberikan Bimbingan Konseling agar Siswa Giat Belajar dan Mengerjakan Tugas
No. Jawaban Respondent Frekuensi Presentase
1 Giat 53 84%
3 Kurang Giat 10 16%
4 Tidak Giat - -
Jumlah 63 100%
Sumber data : angket nomor 6
Tabel tersebut menunjukkan bahwa guru memberikan bimbingan konseling agar siswa lebih giat belajar dan mengerjakan Tugas. Hal ini diperkuat oleh jawaban siswa yang memilih Sangat giat dengan presentase 84% dan frekuensi 53 orang, sedangkan siswa yang memilih kurang giat dengan presentase 16% dan frekuensi 10 orang.
peneliti melihat siswa sangat antusias dalam belajar karena adanya motivasi yang kuat dari guru bimbingan konseling khususnya terhadap Karakter siswa SMP Muhammadiyah 11 Tello Baru.
48 A. Kesimpulan
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, maka peneliti dapat menarik kesimpulan sebagai berikut :
1. Layanan Bimbingan Konseling yang ada di SMP Muhammadiyah 11 Tello Baru sudah berjalan baik, karena guru selalu melaksanakan tugasnya dengan baik serta kepeduliannya terhadap siswa.
2. Tidak ada faktor yang selalu menghambat Guru Bimbingan Konseling di SMP Muhammadiyah 11 Tello Baru dalam memberikan Layanan Bimbingan Konselig kepada siswa karena setiap siswa mampu memahami aturan dan arahan yang diberikan kepada Guru Bimbingan Konseling.
3. Cara Guru Bimbingan Konseling membimbing siswa yang ada di sekolah SMP Muhammadiyah Tello Baru, dengan cara memberikan arahan dan contoh yang baik kepada setiap siswa yang ada di sekolah.
B. Saran
Sehubungan dengan penelitian yang dilakukan, maka peneliti memberikan saran yang berkaitan dengan layanan bimbingan konseling terhadap pembentukan karakter siswa, kepedulian guru terhadap siswa sebaiknya guru bimbingan
konseling memberikan dorongan atau motivasi di dalam lokasi sekolah,
Guru (khususnya guru Bimbingan Konseling) diharapkan lebih memperhatikan kondisi baik itu kondisi lingkungan siswa ataupun kondisi fisik siswa di dalam
Menentukan karakter agar berdapat karakter yang lebih baik untuk siswa SMP Muhammadiyah 11 TelloBaru.
49
DAFTAR PUSTAKA
Al Qur’an Al Karim
Arifin, H. M. (2003). Teori – teoriKonseling Agama Islam danUmum. Jakarta : PT Golden TerayonPrees.
Anggoro, M. Toha, 2007. Metode Penelitian. Jakarta: Universitas Terbuka.
BimoWalgito. 1975. BimbingandanPenyeluhandisekolah. Yogyakarta : YayasanPenerbitFakultasPsikologi UGM.
BP3K Dep P dan K. 1975.BimbingandanPenyuluahanuntuk PPSP PengantarKepadaLayananBimbinganSekolah. Jakarta
Departemen Agama RI, Terjemahaan Al Qur’an Al Kari. Bandung. Syamil CiptaMedika 2005.
ElfiMu’awanahdanRifahHIdayah, BimbinganKonseling Islam, (Jakarta, BumiAksara), 2009.
Hidayatullah, Furqan. 2010. PendidikanKarakter: MembangunPeradaban Bangsa. Surakarta: Yuma Pustaka.
Hikmawati, Fenti. (2010). BimbinganKonseling.Jakarta :Rajawali Pers.
M. FurqonHidayatullah. 2010. Guru Sejati: MembangunInsanBerkarakter kuat&cerdas. Surakarta: Yuma Pustaka
Prayitno&EmtiErman, 2004, Dasar – DasarBimbingandanKonseling Di Sekolah, Jakarta: PT. RinekaCipta
Tohirin. 2007. Bimbingan dan Konseling di Sekolah Madrasa , Jakarta : PT Raja Grafindo Persada
S Margono, MetodologiPenelitianPendidikan, Cet. 7, Jakarta: RinekaCipta, 2007.
Sofyan S. Willis. 2004. Konseling Individual; TeoridanPraktek.Bandung: Alfa Beta
SuharsimiArikunto, ProsedurPenelitianSuatuPengamatanPrektik, Jakarta RinekaCipta, 2006.
SukardiKetutDewa&KusmawatiNila, 2008, Proses BimbingandanKonseling di Sekolah, Jakarta: PT. RinekaCipta
Winkel, W. S. 1991. BimbingandanKonseling di InstitusiPendidikan. Jakarta:
Grasindo.
http://abiechuenk.wordpress.com/2012/01/07/pendidikan-dan-pembentukan- karakter.html.
http//romexvanz.blogspot.//2013/05/peranan-guru-dalam-bimbingan- konseling.html
"Pembentukkan Karakter". Dalam
http://kabarbaik.bravehost.com/modul/bab4_modul4.htm.
"Pentingnya Bimbingan Konseling di Sekolah". Dalamhttp://timotius- sukarman.blogspot.com/2011/08/.
ANGKET PENELITIAN
1. Bagaimana layanan bimbingan konseling terhadap pembentukan karakter siswa di SMP Muhammadiyah 11 Tello Baru Makassar?
a. Cukup baik b. Kurang baik c. Tidak baik
2. Apakah siswa di SMP Muhammadiyah 11 Tello Baru Makassar mengerti apa yang guru bimbigan konseling berikan?
a. Mengerti
b. Kurang mengerti c. Tidak mengerti
3. Apakah ada perubahan karakter siswa di SMP Muhammadiyah 11 Tello Baru Makassar setelah mengikuti bimbingan konseling?
a. Berubah
b. Kurang berubah c. Tidak berubah
4. Setelah mengikuti bimbingan konseling, apakah siswa di SMP Muhammadiyah 11 Tello Baru Makassar mengulangi pelanggaran yang penah dilakukan?
a. Selalu mengulangi b. Jarang mengulangi
Muhammadiyah 11 Tello Baru Makassar giat belajar dan mengerjakan tugas?
a. Giat
b. Kurang giat c. Tidak giat
6. Setelah mengikuti bimbingan konseling, apakah siswa di SMP Muhammadiyah 11 Tello Baru Makassar memiliki karakter yang baik terhadap sesama teman?
a. Sangat baik b. Kurang baik c. Tidak baik
HASIL WAWANCARA
1. Peneliti :
Bagaimana bapak membentuk karakter siswa dengan layanan Bimbingan Konseling?”
Guru BK :
Kami membentuk karakter setiap siswa dengan cara selalu memberikan motivasi atau dorongan agar bisa percaya diri dalam hal bersosialisasi dan prestasi. Namun Kami selaku pendidik selalu berusaha memberikan perhatian dengan baik kepada siswa dengan selalu melakukan evaluasi terhadap siswa yang mengalami kesulitan karena terkadang masih banyak yang kami temukan siswa yang memang masalah utamanya datang dari lingkungan keluarganya dan juga dari diri sendiri.yang masih kurang bimbingan,
1. Peneliti :
faktor apa yang menghambat guru bimbingan konseling terhadap pembentukan karakter siswa SMP Muhammadiyah 11 Tello Baru?”
Guru BK :
Sebenarnya pada saat guru bimbingan konseling memberikan layanan bimbingan konseling kepada siswa masih banyak siwa yang kurang mengerti apa maksud dari guru bimbingan konseling. Dan pada akhirnya siswa yang kurang mengerti tersebut melaporkan kepada orang tuanya dan menyebabkan orang tuanya salah faham dalam menanggapi laporan dari anaknya,yang menyebabkan orang tua tersebut tidak setuju apa yang guru bimbingan konseling berikan kepada anaknya.
Pada saat orang tua siswa menyampaikan ketidak setujuannya kepada guru bimbingan konseling, maka guru bimbingan konseling memberikan penjelasan apa yang dimaksudkan oleh guru mimbingan konseling itu hanya untuk membentuk karakter setiap siswa agar siswa memiliki karakter yang baik. Dan pada akhirnya orang tua dari siwa yang kurang