• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengaruh pembinaan akhlak remaja di kelurahan banta’-bantaeng

Dalam dokumen FAKULTAS AGAMA ISLAM (Halaman 59-67)

BAB IV Hasil Penelitian

C. Pengaruh pembinaan akhlak remaja di kelurahan banta’-bantaeng

yayasan dan mantan pengurus remaja yang dilakukan oleh peneliti maka dapat ditarik kesimpulan bahwa peranan Yayasan Ali Imran dalam pembinaan Akhlak remaja sangat berpengaruh terhadap perubahan Akhlak remaja Di Kelurahan Banta-bantaeng Kecamatan Rappocini Kota Makassar.

C. Pengaruh pembinaan akhlak Remaja di kelurahan Banta-bantaeng

Remaja semakin konsisten dalam melakukan ahlak yang baik Option Kategori jawaban Frekuensi Persentase (%)

A B C

Bertambah Biasa saja

Tidak

13 7 1

62 33 5

Jumlah 21 100

Tabulasi Angket No.3

Berdasarkan tabel diatas menunjukkan bahwa sebanyak 13 responden atau 62 persen mengatakan bahwa setelah mengikuti pembinaan akhlak remaja di Yayasan Ali Imran di Kelurahan Banta-bantaeng Kecamatan Rappocini Kota Makassar bertambah konsisten dalam melakukan akhlak yamg baik. 7 responden atau 33 mengatakan bahwa setelah mengikuti kegiatan pembinaan Akhlak biasa saja dalam melakukan akhlak baik. Dan 1 reponden atau 5 persen yang mengatakan bahwa setelah mengikuti pembinaan akhlak remaja tidak konsisten melakukan akhlak yang baik.

Selain konsisten dalam melakukan akhlak yang baik, hubungan atau komunikasi dengan teman sebaya bertambah baik setelah mengikuti kegiatan pembinaan Akhlak remaja. Pembinaaan aklak remaja yang dilakukan oleh yayasan ali imran dapat meningkatkan hubungan dan komunikasi terhadap sesame karena dalam pembinaan tersebut remaja terus

jelasnya dapat dilihat dari tabel berikut:

Tabel VII

Hubungan dengan teman sebaya semakin baik setelah mengikuti kegiatan pembinaan akhlak remaja

Option Kategori jawaban Frekuensi Persentase (%)

A B C

Bertambah Biasa saja

Tidak

11 10 -

52 48

Jumlah 21 100

Tabulasi Angket No.4

Berdasarkan tabel diatas menunjukkan bahwa sebanyak 11 responden atau 52 persen mengatakan bahwa setelah mengikuti pembinaan akhlak hubungan mereka dengan teman sebaya bertambah baik. 10 responden atau 48 mengatakan bahwa setelah mengikuti kegiatan pembinaan akhlak dangan hubungan dengan teman sebaya mereka biasa saja. Dan tidak ada responden yang mengatakan bahwa setelah mengikuti pembinaan akhlak hubungan mereka dengan teman sebaya mereka tidak baik.

Dari penjelasan kedua tabel diatas peneliti menyimpulkan bahwa pembinaan akhlak remaja berpengaruh terhadap remaja, baik dari pelaksaan

remaja maupun hubungan atau komunikasi terhadap teman sebaya Di Kelurahan Banta-bantaeng Kecematan Rappocini. Dan kita dapat melihat hasil wawancara peneliti terhadap bapak Imam Ikhsan S.Sos Selaku Pembina remaja:

Dengan adanya pembinaan akhlak remaja yang dilakukan oleh yayasan Ali Imran saya menyaksikan para remaja berlomba-lomba untuk adzan dimasjid. Bahkan diantara remaja ada yang kemudian diberikan kesempatan untuk menjadi imam dalam sholat. Melalui proses inilah sehingga para remaja tertanam dalam diri mereka suatu nilai kepercayaan dan itu semangat sangat dibutuhkan oleh para remaja.

(wawancara, 17 Oktober 2014)

Kemudian pengurus remaja yang dimisioner mengungkapkan berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan peneliti terhadap Muhammad Arfah S.Pd :

Melakukan kajian setiap pekannya merupakan salah satu langkah untu bisa mempengaruhi para remaja dalam mempraktekkan prilaku-prilaku yang baik. Misalnya dalam kajian dibahas tentang pentingnya sholat berjamaah dimasjid bahkan ada yang adzan pun remaja, dan yang lebih hebatnya diantara mereka dipercayaan untuk menjadi imam dalam sholat berjamaah. (wawancara, 24 Oktober 2014)

Dari beberapa tabulasi angket remaja dan hasil wawancara pembina remaja dan mantan pengurus remaja yang dilakukan oleh peneliti maka dapat ditarik kesimpulan bahwa setelah mengikuti kegiatan pembinaan akhlak remaja bertambah konsisten dengan ajaran Agama Islam dan hubungan atau komunikasi terhadap teman sebaya semakin bertambah baik.

Remaja di kelurahan Banta-bantaeng Kecamatan Rappocini Kota Makassar.

Dalam suatu pekerjaan tentunya tidak selamanya berjalan dengan lancar, kadang berjalan lancar kadang juga mempunyai hambatan atau tantangan apa lagi dalam menghadapi remaja yang lumayan banyak seperti kesulitan mengajak remaja untuk ikut bergabung dikegiatan pembinaan akhlak bahkan remaja pun terkadang kesulitan untuk mengajak teman untuk bergabung dikegiatan pembinaan akhlak, Untuk lebih jelasnya dapat dilihat dari tabel berikut:

Tabel VIII

Hambatan dalam mengajak teman sebaya dalam mengikuti pembinaan akhlak remaja

Option Kategori jawaban Frekuensi Persentase (%)

A B C

Sering Kadang-kadang

Tidak pernah

2 14

5

9 67 24

Jumlah 21 100

Tabulasi Angket No.5

atau 9 persen mengatakan bahwa remaja sering mendapat hambatan untuk mengajak teman mengikuti kegiatan pembinaan akhlak remaja. 14 responden atau 67 mengatakan bahwa remaja merasa kadang-kadang ketika mengajak teman untuk mengikuti kegiatan pembinaan akhklak remaja. Dan 5 responden atau 24 yang mengatakan bahwa mereka tidak pernah merasa kesulitan dalam mengajak temannya untuk bergabung dikegiatan pembinaan akhlak remaja.

Selain dari mereka kesulitan dalam mengajak teman untuk mengikuti kegiatan pembinaan remaja terkadang mereka mendapatkan kesulitan dan hambatan ketika mengikuti kegiatan pembinaan akhlak remaja, Untuk lebih jelasnya dapat dilihat dari tabel berikut:

Tabel IX

Remaja mendapatkan hambatan dan kesulitan ketika mengikuti pembinaan akhlak

Option Kategori jawaban Frekuensi Persentase (%)

A B C

Sering Kadan-kadang

Tida pernah

3 10

8

14 48 38

Jumlah 21 100

Tabulasi Angket No.6

atau 14 persen mengatakan bahwa remaja sering mendapatkan hambatan dan kesulitan dalam mengikuti kegiatan pembinaan akhlak remaja. 10 responden atau 48 mengatakan bahwa remaja kadang-kadang mendapatkan hambatan dan kesulitan dalam mengikuti kegiatan pembinaan remaja. Dan 8 responden atau 38 yang mengatakan bahwa mereka tidak pernah mendapatkan hambatan dan kesulitan ketika mengikuti kegiatan pembinaan keagamaan

Dari penjelasan kedua tabel diatas peneliti menyimpulkan bahwa dalam pembinaan remaja memiliki banyak hambatan dan tantangan baik ketika mengajak teman untuk ikut bergabung dalam kegiatan pembinaan remaja maupun ketika dalam proses kegiatan pembinaan akhlak remaja. Dan kita dapat melihat hasil wawancara peneliti terhadap Pembina remaja dalam hal ini bapak Imam Ikhsan S.Sos:

Setiap kegiatan yang bertujuan kearah yang lebih baik itu tentunya akan memperoleh sebuah hambatan. Adapun hambatan antara lain ketika remaja ada yang ditegur dengan cara yang kurang baik walaupun teguran itu sesungguhnya baik tetapi menurut mereka itu kurang tepat biasanya mereka kompak untuk langsung tidak aktif kemasjid sehingga para pengurus yayasan kewalahan kerena tidak adanya bantuan dari para remaja, sehingga yayasan memandang perlu untu selalu berlaku baik terhadap remaja. (wawancara, 17 Oktober 2014)

Sedangkan menurut penjelasan dari mantan pengurus remaja dalam hal ini Muhammad Arfah S.Pd:

Berbicara masalah hambatan tentu ada, diantaranya adalah ketika remaja dihadapkan dengan sifat malas, ketika sifat malas itu datang maka tidak ada pekerjaan yang bias terselesaikan dan ini adalah

Dari beberapa tabulasi angket remaja dan hasil wawancara pembina dan mantan pengurus remaja yang dilakukan oleh peneliti maka dapat ditarik kesimpulan bahwa dalam proses kegiatan pembinaan akhlak remaja memiliki hambatan dan tantangan, baik yang dirasakan oleh remaja ketika mengajak teman maupun sebagai pengurus Yayasan Ali Imran sangat kesulitan untuk mengajak remaja di Kelurahan Banta-Bantaeng Kecamatan Rappocini Kota Makassar mengikuti kegiatan pembinaan akhlak remaja dan bahkan Pembina sekalipun terkadang merasa susah untuk mengumpulkan remaja untuk saling berbagi pengetahuan tentang Islam.

BAB V

KESIMPULAN

A. Kesimpulan

Berdasarkan uraian dan pembahasan pada bab sebelumnya, serta hasil deskripsi dan interpretasi data yang peneliti lakukan dalam bab IV, maka peneliti dapat mengemukakan kesimpulan bahwa:

1) Peranan Yayasan Ali Imran dalam pembinaan akhlak Di Kelurahan Banta-Bantaeng kecamatan Rappocini dianggap mampu memberikan dorongan dan motivasi kepada remaja untuk aktif dalam kegiatan pembinaan akhlak remaja, hal ini dapat dilihat dari apa yang dilihat sendiri oleh peneliti dilapangan dan tabulasi angket yang disebarkan kepada remaja Di kelurahan Banta-bantaeng Kecamatan Rappocini.

2) Pengaruh dari pembinaan Akhlak remaja bukan hanya dirasakan oleh remaja baik dari segi akidah, ibadah dan akhlak akan tetapi Pembina dan pengurus pun merasakan pengaruh dengan keberadaan kegiatan pembinaan akhlak, hal ini dapat dilihat dari apa yang dilihat sendiri oleh peneliti dilapangan dan tabulasi angket yang disebarkan kepada remaja dan hasil wawancara

3) Hambatan bagi pengurus Yayasan dan pembina dalam kegiatan pembinaan akhlak remaja adalah kesulitan dalam mengajak

remaja Dikelurahan Banta-bantaeng kecamatan Rappocini untuk mengikuti kegiatan pembinaan akhlak remaja, ditambah lagi remaja yang sudah mengikuti kegiatan pembinaan akhlak terkadang jarang datang untuk mengikuti kegiatan tersebut, dan materi yang disampaikan oleh Pembina kegiatan akhlak tidak sistematis disebabkan tidak ada acuan modul yang jelas sehingga itu termasuk hambatan dalam proses kegiatan pembinaan keagamaan, hal ini dapat dilihat oleh peneliti dilapangan dan tabulasi angket yang disebarkan kepada remaja di kelurahan banta-bantaeng kecamatan rappocini dan hasil wawancara.

B. Saran

Pada bagian ini peneliti ingin memberikan beberapa saran terkait dengan judul yang dibahas oleh peneliti,adapaun saran yang ingin disampaikan adalah sebagai berikut:

1) Bagi Yayasan Ali Imran Kelurahan Banta-Bantaeng Kecamatan Rappocini hendaknya mempertahankan dan lebih meningkatkan strategi yang digunakan untuk mengajak remaja untuk mengikuti proses kegiatan pembinaan remaja.

2) Tingkatkan pembinaan remaja agar lebih taat dan konsisten melaksanakan ajaran agama islam agar termasuk orang yang bertakwa kepada Allah Subhana Wa Ta’ala.

3) Sehubungan dengan hasil akhir penelitian ini perlu diadakan penelitian lebih lanjut tentang peranan yayasan Ali Imran dalam

membina akhlak remaja,serta memperhatikan strategi yang digunakan karena seiring berjalannya waktu tentu akan lebih banyak timbul permasalahan yang tentunya membutuhkan strategi baru dalam menyelesaikan masalah tersebut.

56

DAFTAR PUSTAKA Alquranul Karim

Departemen Agama RI. 2008. Al-quran dan Terjemahnya, Jakarta: Proyek Pengadaan Kitab Suci Al-quran.

Departemen Pendidikan Nasional. 2002. Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta: Balai Pustaka.

DR.H.Yunahar.1999. Kuliah Akhlak, Yogyakarta:Pustaka Pelajar.

DR.Muhammad Rabbi Muhammad Jauhari. 2006. Keistimewaan Akhlak Islam.Bandung:Pustaka Setia.

Abdul Halim, M. Nipan, Menghias Diri dengan Akhlak Terpuji, Yogyakarta:

Mitra Pustaka, 2000.

Kartini, Kartono, Dr., 2005. Kenakalan Remaja. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Drs.KH.Ahmad Dimyathi Badruzzaman,M.A. 2004. Panduan Kuliah Agama Islam. Bandung:Sinar Baru

Arikunto, Suharsimi. 1996. Metodelogi Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif.

Jakarta:Alfabeta

Sugiyono. 2013. Panduan Penulisan Karya Tulis Ilmiah, Jakarta: Pustaka Firdaus.

Sugiono, 2011,. Bandung: Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&, Afabeta, Cv

Darajat, Zakiyah, Ilmu Pendidikan Islam, Bumi Aksara, 1982/1983, Jakarta

Zabidi, Imam, Ringkasan Hadist Shahih Muslim, Pustaka Amani, 2002, Jakarta

Dimas, Rasyid, Muhammad, 20 Kesalahan dalam Mendidik Anak, Rabbani Press, 2002, Jakarta

Istadi, Irawati, Mendidik dengan Cinta, Pustaka Inti, 2006

Munawar, Husin, Agil, Said, dkk, Agenda Generasi Intelektual, Permadani, 2002,Jakarta

Ahyadi, Aziz, Abdul, Psikologi Agama, Sinar Baru,1998, Bandung

Tafsir Ahmad, Pendidikan Agama dalam Keluarga, Remaja Rosdakarya, 1996, Bandung

Zuhaerini, Metodik Khusus Pendidikan Agama, Biro Ilmiah Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Ampel,1981, Surabaya

Ulwan, Nasih, Abdullah, Pedoman Pendidikan Anak dalam Islam, Asy-Syifa, 1981, Bandung

Hasan, Langgulung, Manusia dan Pendidikan, Pustaka Al-Husna, 1986, Jakarta

Daien, Amir, Indrakusuma, Pengantar Ilmu Pendidikan, Usaha Nasional, 1973, Surabaya

Singgih, Gunarsa, Psikologi Perkembangan,Gunung Mulia, 1990, Jakarta Poerwadarminta, Kamus Umum Bahasa Indonesia, Balai Pustaka, 1987,

Jakarta

Muttahari, Murtadha, Manusia dan Agama, Mizan, 1984, Bandung http://www.damandiri.or.id/file/muazarhabibiupibab2.pdf

http://hizbut-tahrir.or.id/2008/07/27/menggugat-definisi-anak

http://id.answer.yahoo.com/question/index?qid=20080116230605AAOCCFb http://mfebrianto.wordpress.com/2007/11/08/peran-orangtua-menunjang- keberhasilan-

http://www.wikimu.com/News/DisplayNews.aspx?ID=11974

Dalam dokumen FAKULTAS AGAMA ISLAM (Halaman 59-67)

Dokumen terkait