• Tidak ada hasil yang ditemukan

Variabel Penelitian

Dalam dokumen BISSOLORO KAB. GOWA (Halaman 48-57)

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

C. Variabel Penelitian

Dengan melihat judul di atas variasi mengajar guru yang integratif dalam menumbuhkan minat belajar siswa SMP Darul Fallah Unismuh Desa Bissoloro Kab. Gowa . Terdapat dua variabel yang akan di teliti yaitu

1. Variabel Bebas (Indevenden Variable), Variasi Mengajar Guru Yang Integratif

2. Variabel Terikat (Devenden Variable), Menumbuhkan Minat Belajar Siswa SMP Darul Fallah Unismuh Desa Bissoloro Kab. Gowa

D. Definisi Operasional Variabel

1. Variasi Mengajar Guru Yang Integratif

Variasi mengajar guru yang integratif adalah perubahan dalam proses kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar peserta didik, serta mengurangi kejenuhan dan kebosanan.

Di kemukakan oleh Mulyasa,(2008:78) Pemberian variasi dalam interaksi belajar-mengajar dapat diartikan sebagai perubahan pengajaran dari yang satu ke yang lain, dengan tujuan untuk menghilangkan kebosanan dan kejenuhan siswa dalam menerima bahan pengajaran yang diberikan guru.

Sedangkan Soetomo, (1993:100) “menggunakan variasi diartikan sebagai perbuatan guru dalam konteks proses belajar-mengajar yang bertujuan mengatasi kebosanan siswa, sehingga dalam proses belajarnya siswa senantiasa menunjukkan ketekunan, keantusiasan, serta berperan

serta secara aktif. Jadi, keterampilan mengadakan variasi adalah suatu keterampilan yang digunakan oleh seorang guru untuk mengadakan perubahan-perubahan dalam proses belajar mengajar agar selama pembelajaran berlangsung siswa tidak merasa bosan atau jenuh melainkan siswa dapat berperan aktif didalamnya. Atau keanekaan yang membuat pembelajaran tidak monoton.

2. Menumbuhkan Minat Belajar siswa

Minat belajar siswa merupakan faktor yang sangat penting dalam menunjang tercapainya efektivitas proses belajar mengajar, yang pada akhirnya akan berpengaruh terhadap hasil belajar siswa yang bersangkutan.

E. Populasi dan Sampel 1. Populasi

Untuk mengetahui lebih jelas mengenai populasi, terlebih dahulu penulis memberikan pengertian populasi yang berdasarkan rumusan yang di kemukakan oleh penulis , yaitu sebagai berikut :

Juliansyah Noor (2011:147), menerangkan bahwa :

“Dalam penelitian, populasi digunakan untuk menyebutkan seluruh elemen atau anggota dari suatu tempat yang menjadi sasaran penelitian atau merupakan keseluruhan dari obyek penelitian”.

Suharsimi Arikunto (2011 :115) Populasi adalah keseluruhan obyek penelitian. Adapun Populasi pada penelitian ini adalah guru yang berjumlah 15 orang dan siswa kelas VII, VIII dan IX, SMP Darul Fallah

Unismuh Desa BIssoloro Kab. Gowa yang berjumlah 97 orang Jadi jumlah keseluruhan 112 orang sebagaimana di gambarkan dalam tabel berikut:

Tabel I Keadaan Populasi

Sumber data: Kantor Tata usaha SMP Darul Fallah Unismuh Desa Bissoloro Kab. Gowa 2014.

2. Sampel

Penentuan sampel merupakan sebagian kecil yang di ambil dari sebuah populasi penelitian. Jadi dalam penentuan sampel tidak selamanya perlu meneliti secara keseluruhan populasi, karena hal tersebut membutuhkan dana, biaya, dan anggaran yang relatif banyak , memiliki waktu yang agak lama serta keterbatasan yang di miliki oleh peneliti.Sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang di teliti.

Suharsimi Arikunto (2010 :275). Dalam bukunya prosedur penelitian, menjelaskan berdasarkan penetapan jika subjek berjumlh lebih dari 100

No.. Nama Guru dan

Siswa VII –IX Jenis Kelamin Jumlah

Laki-Laki Perempuan

1. Guru 11 4 15

2. Siswa kelas VII 13 19 32

.3. Siswa kelas VIII 17 19 36

4. Siswa kelas IX 16 13 29

Jumlah 57 55 112

maka di ambil di antara 10-15% atau 20-25%, tetapi apabila populasi kurang dari 100 maka di ambil keseluruhannya.

Dalam penelitian ini penulis mengambil sampel sebanyak 25% dari jumlah populasi yaitu ! 112 = 28 untuk lebih jelasnya lihat tabel sebagai berikut :

Tabel II Keadaan Sampel

F. Instrumen Penelitian

Instrumen penelitian merupakan sebuah alat yang di gunakan untuk mengumpulkan data atau informasi yang bermamfaat untuk menjawab permasalahan instrumen penelitian. Instrumen sebagai alat pada waktu penelitian yang menggunakan suatu metode.

Adapun instrumen yang penulis akan pergunakan dalam penelitian untuk mengetahui variasi mengajar guru yang integratif dalam menumbuhkan minat belajar siswa SMP Darul Fallah Unismuh Desa Bissoloro Kab. Gowa tersebut terdiri atas tiga pedoman yaitu : Observasi, wawancara dan angket/kuisioner. Ketiga bentuk instrumen penelitian tersebut di gunakan karena pertimbangan praktis sebab

No. Guru dan

Siswa VII-IX Jenis Kelamin

Jumlah Laki-Laki Perempuan

1. Guru 4 4 8

2. Siswa Kelas VII 4 3 7

3 Siswa kelas VIII 4 4 8

4 Siswa Kelas IX 3 2 5

Jumlah 15 13 28

hasilnya kemungkinan lebih valid. Untuk memberikan gambaran dari ketiga bentuk instrumen tersebut di atas, maka penulis akan menguraikan secara sederhana sebagai berikut :

1. Catatan Observasi

Observasi diartikan sebagai pengamatan dan pencatatan secara sistimatis terhadap fenomena atau gejala-gejala pada objek penelitian atau cara pengumpulan data dengan mengamati secara langsung kelapangan.

Sutrisno Hadi dalam Sugiyono (2012:203) Mengemukakan bahwa

“Observasi merupakan suatu proses yang kompleks, suatu proses yang tersusun dari berbagai proses yang biologis dan psikilogis dua di antara yang terpenting adalah proses-proses pengamatan dan ingatan”.

2. Pedoman wawancara

Peneliti yang tujuannya memperoleh data atau keterangan secara langsung dari instrumen . Wawancara sering pula disebut Interview, yaitu pengumpulan informasi dengan cara mengajukan sejumlah pertanyaan secara lisan atau di jawab secara lisan pula.

Suharsimi Arikunto dalam Sugiyono (2012:194) berpendapat ditinjau dari pelaksanaannya, maka interview atau wawancara dapat di bedakan atas beberapa macam yaitu :

a. Wawancara terstruktur, yaitu teknik pengumpulan data, bila peneliti telah mengetahui dengan pasti tentang informasi apa yang akan di peroleh

b. Wawancara semiterstruktur, yaitu teknik pengumpulan data dengan bebas peneliti mewawancarai informan

c. Wawancara tak berstruktur yaitu teknik pengumpulan data tampa mengunakan pedoman hanya garis-garis besarnya saja.

3. Pedoman Angket

Angket atau kuisioner adalah teknik pengumpulan data, yang di lakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk di jawabnya.

Amirul Hadi dan Haryono (1998 :137) menyebutkan macam-macam kuisioner/angket yaitu:

a. Quisioner berstruktur b. Quisioner tak berstruktur

c. Quisioner Kombinasi berstruktur dan tak berstruktur d. Quisioner semi terbuka

4. Catatan Dokumentasi

Teknik pengumpulan data dengan dokumentasi ialah pengambilan data yang di peroleh dengan dokumen-dokumen yang ada pada SMP Darul Fallah Unismuh Desa Bissoloro Kab. Gowa yang di anggap penting atau berhubungan dengan penelitian yang dilakukan dengan tujuan agar dokumen-dokumen tersebut dapat menbantu memecahkan masalah yang ada hubungannya dengan pembahasan dalam penelitian ini

G.Teknik Pengumpulan data

Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan beberapa teknik dan metode mengumpulkan data sebagai berikut :

1. Library research

Pengumpulan data yang dilakukan peneliti dalam penelitian.pengkajian dan pencatatan terhadap literatur atau buku-buku referensi sesuai dengan kebutuhan pembahasan dalam penelitian ini, karya ilmiah yang relevan terhadap masalah yang di bahas berupa konsep, teori dan gagasan para ahli sehubungan dengan objek yang di bahas metode pengumpulan data ini terbagi atas dua bagian yaitu :

a. Kutipan langsung, yaitu peneliti mengutip pendapat para ahli yang terdapat dalam buku-buku referensi yang berhubungan dengan pembahasan penulisan ini dengan tampa berubah redaksi kalimatnya dan makna yang terkandung di dalamnya.

b. Kutipan tidak lansung, yaitu kutipan pendapat para ahli yang terdapat dalam referensi dala bentuk uraian yang berbeda dalam konsep aslinya, tetapi makna dan tujuannya sama.

2. Field research

Penelitian lapangan (field research) yaitu peneliti terjun langsung kelokasi penelitian untuk mendapatkan data-data yang objektif dan akurat untuk di jadikan data utama dalam kajian skripsi ini. Dengan menggunaka teknik sebagai berikut :

a. Observasi, yaitu suatu metode pengumpulan data dengan memperoleh data yang di butuhkan. Sasaran observasi adalah SMP Darul Fallah Unismuh Desa Bissoloro Kab. Gowa termasuk aktifitas-aktifitas yang di lakukan

b. Angket/ Kuisioner, yaitu metode pengumpulan data yang di gunaka peneliti dengan cara mengumpulkan data dari responden tentang permasalah yang di bahas oleh penulis an ini dengan mengajukan lembar pertanyaan. Jadi yang di teliti dengan teknik pengumpulan data berupa angket dengan hal-hal yang berkenaan dengan aktivitas dan kepribadian muslim pada siswa SMP Darul Fallah Unismuh Desa Bissoloro Kab. Gowa.

c. Wawancara/ interview, yaitu suatu metode pengumpulan data dengan metode wawancara langsung dengan informan yang dapat memberikan data yang di butuhkan Informasi dalam hal ini adalah guru tentang kurangnya variasi mengajar guru yang integratif dalam menumbuhkan minat belajar siswa SMP Darul Fallah Unismuh Desa Bissoloro Kab. Gowa.

d. Dokumentasi, yaitu suatu metode yang di gunakan dalam mengumpulkan data yang di ambil secara langsung pada lokasi penelitian, dengan jalan mencatat langsung arsip-arsip yang di butuhkan oleh seorang peneliti. Sebab adanya dokumen ini peneliti sangat mudah menyalin data yang akan di gunakan sebagai pembahasan dalam skripsi nantinya.

H. Teknik Analisis Data

Teknik analisis data yang di gunakan dalam penelitian ini yaitu yaitu teknik analisis kualitatif deskriptif untuk mengetahui tingkat penelitian, seperti penjelasan sebagai berikut :

Analisis kualitatif diskriptif untuk mengetahui variasi mengajar guru yang integratif dalam menumbuhkan minat belajar siswa di Desa Bissoloro .Data yang bersifat kualitatif ini penulis menggunakan beberapa analisis sebagai berikut :

1. Teknik analisis induktif yaitu dengan melihat data-data yang di dapatkan selanjutnya menarik suatu kesimpulan yang bersifat umum. Dengan kata lain menganalisis data dengan betolak dari hal-hal yang bersifat khusus selanjutnya mengambil kesimpulan yang bersifat umum

2. Teknik analisis deduktif, yaitu teknik yang di laksanakan dengan membandingkan beberapa data yang terkumpul selanjutnya menarik suatu kesimpulan yamg bersifat khusus, dengan melihat berbagai data yang di peroleh baik dari hasil wawancara , angket maupun observasi

3. Teknik analisis komperatif, yaitu analisis data yang membandingkan pendapat yang berbeda kemudian pendapat tersebut di rumuskan menjadi kesimpulan yang bersifat objektif

43

A. Gambaran Umum SMP Darul Fallah Unismuh Desa Bissoloro Kab. Gowa

1. Sejarah berdirinya SMP Darul Fallah Unismuh Desa Bissoloro

SMP Darul Fallah Unismuh didirikan oleh Badan Pelaksana Harian (BPH) Universitas Muhammadiyah Makassar pada Tanggal Berdiri: 14 Juli 2007 dengan Luas Wilayah: 4 ha (untuk sekolah) 68 Ha (Hutan Pendidikan). Dari tahun 2007 sampai dengan 2014 ini Bapak Dahlan Lama Bawa S.Ag, M.Ag. Selaku kepala sekolah SMP Darul Fallah Unismuh ini banyak mendapat perhatian dari pemerintah dan masyarakat sekitar khususnya desa bissoloro. Dengan melihat Visi, Misi dan tujuan sekolah SMP Darul Fallah Unismuh Desa Bissoloro Kab. Gowa

Visi :Menjadi Sekolah Yang Unggul dan Siap Berkarya Misi :

a. Menanamkan nilai-nilai Islam dan pembiasaan sejak usia sekolah agar peserta didik memiliki keunggulan dalam bidang aqidah, ibadah, akhlakul karimah, pengetahuan umum, estetika, jasmani dan teknologi.

b. Memberi bekal kemampuan berpikir logis, kritis dan kreatif agar peserta didik tampil menjadi kader bangsa yang senantiasa akalnya berpikir, hatinya berdzikir dan tangannya terampil.

c. Memberi bekal ilmu pengetahuan dan teknologi agar peserta didik memiliki wawasan lingkungan yang sehat, wawasan enterpreneurship (kewirausahaan) dan keterampilan dalam mengelola alam sekitar lingkungannya.

d. Melatih, mendidik dan membimbing peserta didik melalui Program Pembelajaran Alam Terpadu (PPAT) agar dapat berkarya menjadi motivator pembangunan yang berkualitas dan petani yang sigap berkarya.

e. Memberikan nasehat, pujian, penghargaan dan hukuman agar peserta didik memiliki motivasi dalam belajar dan memiliki keinginan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Tujuan: Menghasilkan lulusan yang terampil dan memiliki keunggulan dan keterampilan untuk berkarya.

Kepala SMP Darul Fallah Unismuh Bapak Dahlan Lama Bawa, S.Ag, M.Ag, yang mulai mengabdi dari tahun 2007. Sejak kepemimpinan beliau SMP Darul Fallah Unismuh mengalami banyak kemajuan dan perubahan baik di lihat dari segi bangunan fisik maupun non fisik.

Pada lima tahun terakhir, SMP Darul Fallah Unismuh mendapat bantuan dari Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas) Bank Syari’ah Mandiri (BSM) yang di serahkan langsung oleh Direktur Laznas BSM, Ki Bagus M. Thohir pada 12 Desember 2013 di saksikan Ketua BPH Unismuh Makassar Ir.HM. Syaiful Saleh dan Rektor Unismuh Makassar

Dr. H. Irwan Akib, M.Pd beserta jajarannya di mesjid Al-Aqabah Ponpes Darul Fallah Unismuh Makassar di Bissoloro Gowa. Dengan sumbangan sebanyak Rp. 100.000.000 untuk 2 RKB dan Rp. 40.000.000 untuk 10 unit computer.

STRUKTUR ORGANISASI

SMP DARUL FALLAH UNISMUH DESA BISSOLORO TAHUN AJARAN 2014-2015

Sumber Data :Kantor SMP Darul Fallah Unismuh Desa Bissoloro Kab.Gowa Pada Tanggal 10 Maret 2014.

KEPALA SEKOLAH Dahlan Lama Bawa S.Ag. M.Ag

KA. TATA USAHA Herli S.Sos WAKASEK URUSAN

KESISWAAN Syamsuddin S. Pd.I WAKASEK URUSAN

KURIKULUM Amiruddin S.Pd

WAKASEK URUSAN HUMAS M. Khairun S. Pd.I

WAKASEK URUSAN SARANA/PRASARANA

M. Abduh S.S KOORD. BP/BK

Nurhayati S.P.Pd GURU- GURU

SISWA

2. Keadaan Guru

Dengan kondisi siswa yang berjumlah 97 orang tersebut, telah tersedia tenaga pendidik/guru sebanyak 15 orang yang terdiri dari guru PNS yang di angkat oleh Departemen Agama, guru tetap dan guru honorer yang yang mengabdi di SMP Darul Fallah Unismuh dari berbagai bidang studi yang di bawakannya ada dari bahasa inggris, ada yang dari fisika dan lain-lain.

Adapun keadaan guru SMP Darul Fallah Unismuh Desa Bissloro Kab. Gowa, dapat di lihat pada tabel sebagai berikut:

Tabel III

KEADAAN GURU DAN PENGAWAI SMP DARUL FALLAH UNISMUH DESA BISSLORO KAB. GOWA

No. Nama L

/P

Pendidikan

Jabatan

Tamatan Terakhir/

Universitas Tingk

atan Jurusan 1. Dahlan Lama

Bawa, S.Ag.M.Ag L S.II PAI Kepsek 2001/ UIN Makassar 2. M. Abduh, S.S L S.I TIK/Bhs

Arab Wakasek/

urusan Sarana/pr

asarana

2002/

Unismuh Makassar 3. Amiruddin, S.Pd L S.I PAI Kepala

Asrama 2002/

Unismuh Makassar 4. Syamsuddin,

S.Pd.I L S.I

Akred itasi 2007

PAI Wakasek

urusan Kesiswaan

2001/

Unismuh Makassar 5. Muh. Khairun,

S.Pd.I L S.I PAI Wakasek

urusan Humas

2003/

Unismuh Makassar

6. Herli, S. Sos P S.I Sejarah

- KA Tata

usaha 2003/

Unismuh Makassar 7. M. Amir, S.Ag. M.

Ag. M.Pd.I L S.II PAI GTT 2001/ UIN

Makassar 8. Baharuddinn, S.Pd L S.I Fisika GTT 2003/

Unismuh Makassar 9. Basrinuddin, S. Pd L S.I Bahasa

Inggris

GTT 2005/

Unismuh Makassar 10. Supriadi, S.Pd.I L S.I Akidah

Akhlaq

GTT 2008/

Unismuh Makassar 11. Supriadi, S.Pd L S.I Matema

tika

GTT 2005/

Unismuh Makassar 12. Nurhayati. S.Pd P S.I Kimia/

TIK

Koord.

Bp/bk

2008/ UNM 13. Sukardi, S.Pd L S.I Olahrag

a

GTT 2011/ UNM 14. Sutina, S. Ag.

M.Ag

P S.II PAI GTT 2001/ UIN

Makassar

15. Fatiya, S.Pd.I P S.I PAI GTT 2007/Unism

uhMakassar Sumber Data; Papan potensi kedaaan guru dan pegawai SMP Darul

Fallah Unismuh Desa Bissoloro Kab. Gowa 2014.

3. Keadaan Siswa

Menurut data yang penulis peroleh, keadaan siswa SMP Darul Fallah Unismuh Desa Bissoloro Kab. Gowa dari kelas VII, VIII, IX berjumlah 97 orang siswa laki-laki dan perempuan pada SMP Darul Fallah Unismuh Desa Bissolro Kab. Gowa dapat di lihat pada tabel sebagai berikut:

Tabel IV

KEADAAN SISWA SMP DARUL FALLAH UNISMUH DESA BISSOLORO KAB. GOWA

No.

Kelas Siswa Jumlah

Laki-laki Perempuan 1.

2.

3.

VII VIII

IX

13 Orang 17 Orang 16 orang

19 Orang 19 Orang 13 Orang

32 Orang 38 orang 29 Orang

Jumlah 46 Orang 51 Orang 97 Orang

Sumber Data: Papan potensi keadaan siswa SMP Darul Fallah Unismuh Desa Bissoloro Kab. Gowa 2014.

Melihat keadaan jumlah siswa pada SMP Daul Fallah Unismuh Desa Bissoloro Kab. Gowa tahun ajaran 2013/2014, maka di peroleh gambaran bahwa jumlah siswa yang paling banyak pada kelas VIII, yakni sebanyak 38 orang. Ini berarti bahwa siswa SMP Darul Fallah Unismuh memiliki prospek masa depan yang lebih baik di bandingkan tahun ajaran sebelumnya

4. Keadaan Sarana dan Prasarana

SMP Darul Fallah Unismuh memiliki sarana dan prasarana yang sangat terbatas dalam menunjang kegiatan belajar mengajar di kelas maupun di luar kelas. Adapun keadaan sarana dan prasarana yang di miliki SMP Darul Fallah Unismuh ini, dapat di lihat pada tabel sebagai berikut :

Tabel V

KEADAAN SARANA DAN PRASARAN SMP DARUL FALLAH UNISMUH DESA BISSOLORO KAB. GOWA

No. Sarana dan Prasarana Jumlah Keadaan

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9 10.

11.

12.

13 14.

15.

16.

17..

Ruang Belajar Ruang Kantor

WC Meja Guru Kursi Guru Meja Siswa Kursi Siswa Kursi Meja White Board Lemari Kantor Lemari/Rak Buku

Meja Kantor Kursi Kantor Kursi Tamu Jumlah Asrama Jumlah Sarana Ibadah Laboratorium Komputer

3 Ruang 1 Ruang 3 Ruang 3 Buah 3 Buah 43 Buah 43 Buah 54 Buah 3 Buah 3 Buah 1 Buah 6 Buah 12 Buah

1 Set 1 Buah

1Buah 1 / 9 Unit Komputer

Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Sumber Data: Dokumentasi SMP Darul Fallah Unismuh Desa Bissoloro

Kab. Gowa 2014.

B. Variasi Mengajar Guru Yang Integratif Dalam Menumbuhkan Minat Belajar Siswa

Untuk mengetahui bagaimana variasi mengajar guru yang integratif dalam menumbuhkan minat belajar siswa SMP Darul Fallah Unismuh

Desa Bissoloro Kab. Gowa, maka peneliti mengadakan wawancara kepada guru disekolah tersebut:

Dahlan Lama Bawa S. Ag, M. Ag, (27 Februari 2014) selaku kepala sekolah SMP Darul Fallah Unismuh, mengemukakan bahwa:

“Variasi yang di gunakan dalam menumbuhkan minat belajar siswa”, yaitu:

1. Melengkapi administrasi (membuat silabus dan RPP).

2. Menyajikan mata pelajaran sesuai dengan silabus.

3. Mengajar dengan menggunakan metode yang sesuai dengan kondisi siswa

4. Mengunakan alat peraga

5. Mengajarkan bidang studi pengembangan diri sesuai dengan bakat siswa

6. Memberikan selingan kegiatan agar siswa tidak bosan dalam belajar

Dari hasil wawancara di atas, dapat penulis simpulkan bahwa guru menyiapkan administrasi sebelum mengajar, mengunakan metode mengajar sesuai dengan kondisi siswa, menggunakan alat bantu/peraga agar siswa lebih mudah menerima pelajaran, memberikan pelajaran tambahan misalnya, pengembangan diri sesuai dengan kemampuan, minat dan bakat siswa.

Muhammad Abduh S. Sos. (28 Februari 2014) Guru Tik/ Bahasa Arab mengemukakan bahwa:

“Variasi mengajar guru yang integratif dalam menumbuhkan minat belajar siswa”, yaitu;

1. Mempersiapkan alat pembelajaran.

2. Menggunakan alat atau metode yang bervariasi dalam mengajar.

3. Menanamkan kedisiplinan kepada siswa.

4. Memberikan tugas di rumah.

5. Integratif, adalah memadukan mata pelajaran satu dengan lainnya misalnya mendikte sambil menulis mendengarkan juga

Dari hasil wawancara penulis, maka dapat di tarik kesimpulan bahwa dalam menumbuhkan minat belajar siswa, maka variasi yang di gunakan yakni, mempesiapkan alat pembelajaran, menggunakan alat atau metode bervariasi dalam mengajar agar siswa tidak jenuh dalam belajar, memberikan tugas di rumah agar siswa apat mengulang kembali pelajaran yang telah di berikan di sekolah.

M. Amir S. Ag. M.Ag. M.Pd.I, (28 Februari 2014) Guru Akidah Akhlak mengemukakan bahwa:

“Variasi mengajar guru yang integratif dalam menumbuhkan minat belajar siswa”, yaitu;

Merupakan belajar mengajar yang melibatkan beberapa bidang studi. Pendekatan belajar mengajar seperti ini diharapkan akan dapat memberikan pengalaman yang bermakna kepada anak didik kita. Arti bermakna disini dikarenakan dalam pembelajaran terpadu diharapkan anak akan memperoleh pemahaman terhadap konsep-konsep yang mereka pelajari dengan melalui pengalaman langsung dan menghubungkannya dengan konsep lain yang sudah mereka pahami.

Pembelajaran Integratif merupakan pendekatan belajar mengajar yang memperhatikan dan menyesuaikan dengan tingkat perkembangan anak didik. Pendekatan yang berangkat dari teori pembelajaran yang menolak drill-system sebagai dasar pembentukan pengetahuan dan struktur intelektual anak

Amiruddin S.Pd, (30 Februari 2014) Guru Kemuhammadiyah-an mengemukakan bahwa

“Variasi mengajar guru yang integratif dalam menumbuhkan minat belajar siswa” yaitu: Pembelajaran ini dikenal dengan istilah “integrated“ atau terpadu. Diawali dengan kegiatan:

1. Pengelolaan kelas yang meliputi penyiapan aspek-aspek kegiatan belajar,

2. Alat-alat, media dan

3. Peralatan lainnya yang dapat menunjang terlaksananya pembelajaran terpadu. Dalam tahap perencanaan guru memberikan arahan kepada siswa tentang kegiatan yang akan dilaksanakan, cara pelaksanaan kegiatan, belajar dan cara siswa memperoleh bantuan guru.

Dari hasil wawancara penulis dapat menyimpulkan bahwa Variasi mengajar guru yang integratif dalam menumbuhkan minat belajar siswa adalah dengan mengelolah kelas, mempersiapkan alat-alat media dan peralatan lain yang dapat menunjang serta memberi arahan kepada siswa agar siswa tetap semangat dalam belajar.

Syamsuddin S. Pd.I, (10 Maret 2014) guru Pendidikan Agama Islam/

juga Kepala urusan kesiswaan, mengemukakan bahwa:

“Variasi mengajar guru yang integratif dalam menumbuhkan minat belajar siswa” yaitu:

1. Kurikulum terpadu(integratif curriculum).

2. Pembelajaran integratif (terpadu).

3. Hari terpadu (integrated day).

Dari hasil wawancara di atas, maka penulis dapat menyimpulkan bahwa variasi mengajar guru yang integratif, berkenaan dengan pendidikan yang dilaksanakan dalam suasana pendidikan progresif yaitu kurikulum terpadu (integrated curriculum), hari terpadu (integrated day), dan pembelajaran terpadu (integrated learning). Kurikulum integratif/terpadu adalah kegiatan menata keterpaduan berbagai materi mata pelajaran melalui suatu tema lintas bidang membentuk suatu keseluruhan yang bermakna sehingga batas antara berbagai bidang studi tidaklah ketat atau boleh dikatakan tidak ada. Hari terpadu berupa perancangan kegiatan siwa dari sesuatu kelas pada hari tertentu untuk mempelajari atau mengerjakan berbagai kegiatan sesuai dengan minat mereka. Sementara itu, pembelajaran terpadu menunjuk pada kegiatan belajar yang terorganisasikan secara lebih terstruktur yang bertolak pada tema-tema tertentu atau pelajaran tertentu sebagai titik.

Untuk mengetahui secara jelas tentang variasi mengajar guru yang integratif dalam menumbuhkan minat belajar siswa, maka penulis melakukan penelitian dengan menggunakan angket dalam mengumpulkan data, untuk lebih jelasnya dapat di lihat pada tabel berikut ini:

Tabel VI

1. Distribusi frekuensi Pernyataan siswa tentang penerapan variasi mengajar sangat penting dalam kegiatan belajar .

No. Kategori Jawaban Frekuensi Persentase 1.

2 3 4.

Sangat Penting Penting

Kurang Penting Tidak Penting

28 _ _ _

100%

0%

0%

0%

Jumlah 28 100%

Sumber Data: Angket No. 1 Tahun 2014

Berdasarkan tabel tersebut di atas, dapat di tarik kesimpulan bahwa 28 responden atau 100% siswa memberikan jawaban tentang penerapan variasi mengajar sangat penting dalam proses belajar untuk menghilangkan kejenuhan dalam proses belajar berlangsung di kelas.

Tabel VII

2. Distribusi frekuensi pernyataan siswa tentang variasi mengajar guru yang integratif mampu menghilangkan kejenuhan dalam belajar

No Kategori Jawaban Frekuensi Persentase

1.

2 3.

4.

Sangat Menghilangkan Kejenuhan Menghilangkan Kejenuhan

Kadang Menghilangkan Kejenuhan Tidak Menghilangkan Kejenuhan

23 - 5 -

82,14%

0%

17.86%

0%

Jumlah 28 100%

Sumber Data: Angket No. 2 Tahun 2014

Dalam dokumen BISSOLORO KAB. GOWA (Halaman 48-57)