BAB IV HASIL PENELITIAN
C. Menciptakan variasi mengajar guru yang integratif dalam
berlansung, mengajarnya harus menerapkan variasi mengajar, guru harus menggunakan media dalam mengajar, gurunya harus integratif.
C. Menciptakan Variasi Mengajar Guru Yang Integratif Dalam
variasi mengajar yang mampu menghilangkan kebosanan pada anak didik serta dapat menumbuhkan minat belajar pada siswa
Basiruddin, S.Pd. (5 Maret 2014) guru bahasa inggris mengemukakan bahwa:
“menciptakan variasi mengajar guru yang integratif dalam menumbuhkan minat belajar siawa” adalah:
1. Membaca 2. Mendengarkan
3. Membaca dan mendengarkan di laboratorium bahasa
Dari hasil wawancara di atas, maka penulis dapat menyimpulkan bahwa:
a. Membaca
Fasilitas menampilkan teks dalam program aplikasi ini memungkinkan pembuatan materi pembelajaran keterampilan membaca dengan mudah. Pembuat program bisa memasukan teks dalam slide pertama, kemudian memasukan latihan dalam slide kedua dan umpan balik latihan dalam slide berikutnya. Untuk memperindah tampilan teks- teks bacaan juga bisa dilengkapi dengan berbagai gambar. Apabila pembuat ingin memberikan materi pembelajaran yang lebih otentik maka bisa diberikan satu alamat situs web. Pembelajar akan membaca teks di situs itu kemudian kembali ke program dan mengerjakan latihan yang ada dan kemudian melihat slide umpan balik.
b. Mendengarkan
Dengan adanya fasilitas memasukkan suara dan video maka pembelajaran keterampilan mendengarkan mempunyai lebih banyak
pilihan variasi. Program bisa membuat bahan pembelajaran dengan video ataupun audio. Seperti halnya pada membaca materi pembelajaran, latihan-latihan dan umpan balik dapat diberikan di slide-slide yang berbeda. Fasilitas hyperlink yang memungkinkan program dihubungkan dengan jaringan internet akan memperkaya penyediaan bahan pembelajaran.
c. Menulis dan Berbicara
Keterbatasan program aplikasi ini adalah pada umpan balik yang berupa tulisan. Program ini tidak mempunyai fasilitas yang memungkinkan pembelajar memberikan umpan balik dalam bentuk tulisan atau suara.
Namun demikian keterbatasan program dalam menyediakan fasilitas untuk umpan balik suara ini bisa diatasi dengan strategi pembelajaran gabungan, yaitu menggabungkan pembelajaran mandiri dan berpasangan. Sesudah menjalankan program komputer pembelajar diberi tugas untuk berinteraksi dengan pembelajar yang lain.
Nurhayati, S.Pd, (11 Maret 2014) guru kimia/TIK,merangkap menjadi koodinator BK mengemukakan bahwa:
“menciptakan variasi mengajar guru yang integratif dalam menumbuhkan minat belajar siswa” yaitu:
1. Memasukkan Teks, Gambar, Suara dan Video 2. Membuat tampilan menarik
3. Membuat Hyperlink
Dari hasil wawancara di atas, maka penulis dapat menyimpulkan bahwa untuk menciptakan variasi mengajar guru yang integratif dalam menumbuhkan minat belajar siswa, seorang guru dalam mengajar mengunakan media komputer dengan cara memasukkan teks, gambar,suara,dan video, membuat tampilan menarik, membuat hyperlink.
maka cara ini bisa membuat siswa semangat dan termotivasi dalam mengikuti pelajaran.
Sutina, S.Ag.M.Ag, (6 Maret 2014) guru agama islam mengemukakan bahwa;
“menciptakan variasi mengajar guru yang integratif dalam menumbuhkan minat belajar siswa” yaitu:
1. Menciptakan variasi gaya mengajar.
2. Menciptakan variasi media dan bahan ajar.
3. Menciptakan variasi interaksi.
Dari hasil wawancara dengan Ibu Sutina ini maka dapat penulis simpulkan bahwa dalam menciptakan variasi mengajar itu bukan hanya terletak pada media saja akan tetapi pada diri guru atau pendidk itu sendiri. Salah satunya adalah gaya seorang guru sangat mempengaruhi daya minat belajar siswa, dua, media sebagai pendukung sebagai bahan ajar dan ketiga adalah variasi interaksi, pola interaksi ini di bagi dalam dua hal yaitu;
a. Siswa belajar atau melakukan aktifitas lainnya dalam ruang lingkup pembelajaran secara bebas tampa campur tangan dari guru.
b. Siswa hanya mendengarkan secara pasif sedangkan guru berbicara secara aktif sehingga seluruh proses belajar mengajar di dominasi oleh guru
Dalam artian, guru tidak mendominasi kelas, dan siswa juga memilki kebebasan tanpa berarti tidak ada kendali guru. Maka dalam konteks ini hendaklah guru berdiri di tengah-tengah.
Dahlan Lama Bawa S. Ag, M. Ag, (27 Maret 2014) kepala sekolah SMP Darul Fallah ini mengatakan bahwa:
“Menciptakan variasi mengajar dalam konteks proses belajar” adalah:
1. Agar perhatian siswa meningkat.
2. Memotivasi siswa.
3. Menjaga wibawa guru.
4. Mendorong kelengkapan fasilitas pengajaran.
Dari hasil wawancara ini, maka penulis dapat disimpulkan bahwa menciptakan variasi mengajar memang sangat penting tujuannya di antaranya adalah:
a. Agar perhatian siswa meningkat, hal ini tentu tujuan pembelajaran akan mudah tercapai manakala kendala-kendala siswa dapat di alihkan menjadi pusat perhatian. Di samping siswa mau dan mampu mencerna pelajaran yang di berikan guru dengan penuh perhatian. Dengan perhatian penuh tersebut di harapkan siswa akan mampu menguasai materi pelajaran yang di berikan guru.
b. Memotivasi siswa
Pada setiap siswa sesungguhnya memiliki potensi yang sama terhadap motivasi, atau lazim di kenal “motivasi Instrinsik”. Peranan guru terhadap ini ada dua menurut saya, pertama mempertebal
“motivasi instrinsik” siswa, kedua guru merupakan faktor “motivasi ekstrinsik” atau motivasi dari luar dalam rangka agar siswa termotivasi untuk belajar. Melalui pengajaran bervariasi itulah berarti guru telah mampu menghadirkan motivasi ekstrinsik pada siswa.
c. Menjaga wibawa guru dan mendorong kelengkapan fasilitas pembelajaran
Untuk menghindari berbagai kejadian yang dapat merendahkan wibawa guru. Salah satunya guru harus mampu mengajar dengan penuh percaya diri. Memiliki kesiapan mental dan intelektual, memiliki kekayaan metode, keleluasaan teknik dan sebagainya.
Dengan kata lain guru harus memilki bentuk pengajaran yang bervariasi. Dan jika guru mampu menghadirkan pengajaran yang bervariasi maka dengan sendirinya akan memicu sekolah akan menyediakan berbagai fasilitas yang mendukung bagi penggunaan pengajaran yang bervariasi.
Syamsuddin S. Pd.I, (10 Maret 2014) guru Pendidikan Agama Islam/
Kepala urusan kesiswaan, mengemukakan bahwa:
“menciptakan variasi mengajar guru yang integratif dalam menumbuhkan minat belajar siswa” yaitu:
Dalam menciptakan variasi mengajar yang integratif serta bagaimana pelaksanaannya dapat berjalan maksimal maka harus:
1. Penggalian tema.
2. Pelaksanaan pembelajaran integratif.
3. Evaluasi.
4. Redaksi.
Dari hasil wawancara di atas, maka penulis dapat simpulkan bahwa dalam menciptakan variasi mengajar yang integratif dan bagaimana pelaksanaannya adalah seorang guru harus menggali lebih awal tema atau pokok bahasan yang akan di berikan siswa kemudian mencari variasi apa yang cocok, pelaksanaan pengajaran integratif, guru hendaknya jangan menjadi “single actor“ yang mendominasi pembicaraan dalam proses belajar mengajar, pemberian tanggung jawab individu dan kelompok harus jelas dalam setiap tugas yang menuntut adanya kerjasarna kelompok, guru perlu akomodatif terhadap ide-ide yang terkadang sama sekali tidak terpikirkan dalam poses perencanaan memberi kesempatan kepada siswa untuk melakukan evaluasi diri di samping bentuk evaluasi lainnya, guru perlu mengajak siswa untuk mengevaluasi perolehan belajar yang telah dicapai berdasarkan kriteria keberhasilan pencapaian tujuan yang telah disepakati dalam kontrak.
reaksi, dampak pengiring (nuturan efek) yang penting bagi perilaku secara sadar belum tersentuh oleh guru dalam kegiatan belajar mengajar.
Karena itu, guru dituntut agar mampu merencanakan dan melaksanakan
pembelajaran sehingga tercapai secara tuntas tujuan-tujuan pembelajaran. Guru harus bereaksi terhadap reaksi siswa dalam semua
“event “ yang tidak diarahkan ke aspek yang sempit tetapi suatu kesatuan yang utuh dan bermakna.
Untuk mengetahui secara jelas tentang menciptakan variasi mengajar guru yang integratif dalam menumbuhkan minat belajar siswa, maka penulis melakukan penelitian dengan menggunakan angket dalam mengumpulkan data, untuk lebih jelasnya dapat di lihat pada tabel berikut ini.
Tabel X
1. Distribusi frekuensi pernyataa siswa tentang guru yang kreatif dalam mengajar mampu menumbuhkan minat belajar
No. Kategori Jawaban Frekuensi Persentase
1.
2.
3.
4.
Sangat kreatif Kreatif
Kadang kreatif Tidak kreatif
26 1 1 -
92,86%
3,57%
3,57%
0%
Jumlah 28 100%
Sumber Data: Angket No. 5 Tahun 2014
Dari hasil tabulasi angket maka penulis dapat menarik kesimpulan bahwa 26 responden atau 92,86% yang menjawab sangat kreatif bahwa guru yang kreatif dalam mengajar mampu menumbuhkan minat belajar,
responden yang menyatakan kreatif 1 atau 3,57% guru yang kreatif dalam mengajar mampu menumbuhkan minat belajar dan yang menyatakan bahwa kadang guru yang kreatif dalam mengajar mampu menumbuhkan minat belajar siswa juga hanya 1 atau 3,57% saja. Jadi penciptaan variasi mengajar sangatlah penting dalam menumbuhkan minat belajar pada siswa karena dengan variasi mengajar siswa akan termotivasi dalam belajar, perhatian untuk mengikuti mata pelajaran akan semakin meningkat, karena merasa amat pelajaran tersebut mampu menumbuhkan minat pada setiap siswa.
Tabel XI
2. Distribusi frekuensi pernyataan siswa tentang media (buku) dengan penerapan sistem dikte biasa menghilangkan kebosanan, kejenuhan dalam belajar mengajar
No. Kategori Jawaban Frekuensi Persentase
1.
2.
3.
4.
Sangat menghilangkan Menghilangkan
Kadang menghilangkan Tidak menghilangkan
16 10 2
-
57,15%
35,72%
7,13%
0%
Jumlah 28 100%
Sumber Data: Angket No. 6 Tahun 2014
Dari hasil tabulasi angket tentang pernyataan siswa mengenai media (buku) dengan penerapan sistem dikte bisa menghilangkan kebosanan, kejenuhan dalam belajar mengajar, maka responden
menjawab sangat menghilangkan sebanyak 16 atau 57,15%, responden yang menjawab menghilangkan ada 10 atau 35,72%,hanya berkisar 10%
saja mengenai sistem dikte bias menghilangkan kebosanan dalam belajar mengajar. Dan yang menjawab kadang menghilangkan tentang media (buku) dalam sistem dikte bisa menghilangkan kejenuhan dan kebosanan dalam belajar adalah 2 atau 7,13% saja. Jadi media buku dengan penerapan sistem dikte masih kental dalam proses pembelajaran berlangsung tapi tergantung pada guru bagaimana cara agar siswa tetap semangat dalam menulis dan mendengarkan.
Dari hasil wawancara dan hasil tabulasi angket keseluruhan tentang menciptakan variasi mengajar guru yang integratif dalam menumbuhkan minat belajar siswa, maka penulis dapat menyimpulkan bahwa dalam menciptakan variasi mengajar, seorang guru terlebih dahulu harus mampu dalam mengelolah materi menjadi bervariasi, kreatif, disiplin ilmu, dan yang tatkalah penting adalah profesionalisme guru
Seorang guru juga harus mampu memberi motivasi, meningkatkan perhatian dan daya minat siswa terhadap pelajaran deangan cara guru harus mengubah variasi gaya mengajar, variasi interaksi, menciptakan media dengan tampilan-tampilan menarik karena dari semua pendekatan yang di lakukan guru dalam proses belajar mengajar itu aakan membuat para siswa akan terhindar dari berbagai kejenuhan di dalam kelas misalnya media gambar, dengan menggunakan LCD itu adalah ciptaan guru yang mampu menarik minat belajar siswa..
D. Faktor Penghambat Variasi Mengajar Guru Yang integratif Dalam