• Tidak ada hasil yang ditemukan

Jmar kemudian berdiri dan mengambil wudlu, kemudian dia membaca surat Thaha hingga berakhir padaayat

Dalam dokumen Tarikh Khulafa' Sejarah Penguasa Islam (Halaman 139-200)

BIB I BIB I

I- Jmar kemudian berdiri dan mengambil wudlu, kemudian dia membaca surat Thaha hingga berakhir padaayat

{

r

t ,^u}@ aaln iiSi;5 o-L;6utiy-jy7'ni6r;y

"Sesungguhnya

Aku

ini adalah

Allab,

tidale ada Tuban (yang bak) selain

Ahu,

maka sernbablah ahu dan

dirihanlab

sbalat

untuh

mengin gat Ah

u.'

(Thaha: I 4)

IJmar

berkata,'Antarkan

aku kepada Muhammad!" Khabbab yang mendengar ucapan I-Imar

ini

segera keluar, dan berkata, "Bergembiralah engkau wahai

O*".,

saya berharaP semoga doa Rasulullah pada malam Kamis yang lalu adalah untukmu. Saat itu dia berdoa,

"Ya Allab, kuatleankb Islam dengan tJmar bin Kbatbab

atau'Amr

bin Hisyam. " (saat itu Rasulullah berada di dalam sebuah Rumah di dekat Shafa)

Setelah

itu

berangkatlah Umar hingga dia sampai ke rumah temPat Rasulullah berada.

Di

depan

pintu

rumah

itu

ada Hamzah dan Thalhah

dan beberapa orang yang lain. Hamzahberkata,

"Ini

lJmar datang!Jika

Allah

menginginkan kebaikan baginya, maka dia akan masuk Islam, dan

jika

dia

menginginkan

selain

itu

maka akan gampang bagi

kita untuk

membunuhnya."

Saat

itu

Rasulullah sedang berada di dalam

rumah,lalu

dia keluar dan menemui

umar.

Rasulullah memegang bagian baju

umar

dan sarung pedangnya seraya berkata, "Jika kamu tidak berhenti melakukan ini wahai

U-"r, Rllrh

akan menurunkan siksa kepadamu sebagaimanayangAllah turunkan kepada

Al-\(ra[d

bin

Al-Mughirah."

IJmar berkata, "Asyhad'u Anla a I laab a I lla Allab w a A sy b a d u Annak a' ab d ulkh i w a R as u lu b

u."

Al-Bazzar,Ath-Thabarani dan

Abu Nu'aim

meriwayatkan dalam

Hilyat Al-Auliya'serta

Imam Al-Baihaqi meriwayatkan dalam D alail dari Aslam, dia berkata, IJmar berkata kepada kami: "Saya adalah orang yang paling keras terhadap Rasulullah.

Di

suatu siang yang sangat

terik,

saya iedarrg berjalan di salah satu jalan kota Makkah. Tiba-tib a sayabertemu de.rgan seorang

laki-laki,

dia berkata,

*Aneh

benar engkau wahai anak Khaihab, kamu mengira bahwa kamu begini dan begini. Namun tak kamu sadari bahwa satu persoalan besar telah masuk dalam rumahmu!" [Jmar berkata, "Apakah itu?" Dia berkata, "saudarimu telah masuk

Islam!"

124

TarikhKhulafa'

.i,iAtJ. 'A,ri fyJ.tF €,\i$,)t f ,<tr

Lalu saya kembali dengan hati yang sangat geram hingga mengetuk pintu rumah adikku. Orang yang ada di dalam rumah berkata" "Siapa yang mengetuk pintu?" Saya berkata,

"IJmar!"

Mendengar itu mereka segera bersembunyi. Mereka saat itu sedang membaca beberapa ayat suci

Al-Qur'an.

Karena rasa

takutnya

kepada saya, hingga ada bagian yang tertinggal dari lembaran

Al-Qur'an

tersebut.

Saudari.saya membukakan

pintu.

Saya katakan kepadanya, "'Wahai orang yang memusuhi dirinya sendiri, apakah kau telah berganti agama ? " Saya wakru itu memukul kepalanya dengan satu benda yangadadi tangan saya. Darah mengalir dan dia menangis, seraya dia berkata, "'$7'ahai anak Al-Khathab apa pun yang akan kamu lakukan, maka lakukanlah sekehendakmu, saya telah masuk Islam!"

IJmar menuturkan lebih lanjut:

Saya masuk dan

duduk

dia atas kasur. Tiba-tiba saya melihat lembarAn-lembaran tulisan ayat

Al-Qur'an.

Kemudian saya katakan, "Apa ini, berikan kepada saya!

Saudari saya berkata, "Kau tidak berhak unruk menyentuhnya, karena engkau

tidak

suci dari

junub,

sedangkan

kitab ini tidak

boleh disentuh kecuali oleh orang-orang yang suci."

Saya memaksanya dengan keras hingga akhirnya dia memberikan lembaran

itu

kepada saya. Saya dapatkan dalam lembaran

itu

tulisan,

"Dengan nama AllahYang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang." Tatkala saya membaca nama-nama Allah hati saya bergetar hebat. Maka saya lepaskan lembaran itu.

Setelah saya mampu menguasai diri kembali, saya ambil lembaran itu.

Kemudian saya dapatkan firman Allah yang berbunyi,

{,,+,rr tr@ # r-,A fr "ei.iti r-i(ii,iC, ;t &

"Semua yang berada di langit dan berada di bumi bertasbib hepada

Allab. Dan Dialab

Yang Mabakuasa dtas segala sesuatu."

(Al-

Hadid:1)

Saya membaca lembarAn-lembaran itu hingga sampai kepada firman Allah yang berbunyi,

WL$fiit$"*-ffi fs,v"t6i;-tilj:li\V(

{ v:+.r}r }@ 65i

"Berimanlah hamu hepada

Allah

dan Rasul-Nya dan nafkablah sebagian

dari

hartarn,.t. yang

Allab

telah rtenjad.ikan h,amu me- nguasainya. Maka orang-orang ydng beriman di antara leamu dan menafhabhan (sebagian) dari hartanya rnemperoleh pahala yang besar."

(Al-Hadid:

7)

Pada saat itulah saya ucapk an,* Asybadu Anlaa

llaaba illallab ua

Asyh adu Anna M ub ammadar Rasulullab."

Mendengarkan kesa}sian saya ini orang-orangyang bersembunyi keluar sambil mengumandangkan takbir dan berkatao'Kaba1 g-enlbira bagimu wahai Umar! Sesungguhnya Rasulullah berdoa kepada Allah di Hari Senin,

'Ya

Allab,

mulialeanlab

agama-Mu ini

dengan dua ordng yang engkau cintai di antaranyot

Abr lobol

bin Hisyam dtau

umar

bin

Khathab."

Lalu mereka memberi tahu saya bahwa Rasulullah saat ini sedang berada di kaki bukit Shafa. Setelah itu saya keluar dari kamar dan berjalan menemui Rasulullah. Saya ketuk

pintu

tempat Rasulullah berada. Sahabat-sahabat Rasulullah berkata: "Siapa kau?"

Saya katakan, "Saya l-Imar bin Khathab."

Mereka telah tahu bagaimana kekerasan sikapku terhadap Rasulullah.

Maka tidak ada seorang pun yang berani membukakan pintu unrukku. Hingga Akhirnya Rasulullah bersabda, "Bukakan pintu!

"

Mereka membukakan pintu untukku. Lalu dua orang di antara mereka memegang lengan bagian atisku hingga saya berada di hadapan Rasullah.

Rasulullah bersabda, "Lepaskan!

"

Kemudian Rasulullah memegang bagian

bajuku

dan

menarikku

kepadanya. Kemudian dia bersabda, "'\trflahai Ibnu Khathab, masuk Islarnlah' ya

Allahterilah

dia perunjuk!' Saat itu pula saya mengucapkan dua kalimat syahadat. Mendengar bacaan syahadat yangsaya baca, kaum

muslimin

mengumandangkan takbir yang didengar di jalanan Makkah. Pada saat

itu kauri muslimin

menyebarkan Islam dengan cara sembunyi-sembunyi.

Tidaklah saya menghendaki seseorang memukul orang lain kecuali saya akan menyatsikannya, namun hal iru tidak pernah menimpa diri saya.

Kemudian saya datang menemui paman sayq AbuJahal bin Hisyam.

Dia adalah seorrng iokoh yang dihormari. Saya ketuk pintunya. Dia berkata,

"Siapa?"

Saya jawab, "Saya l-Imar bin Khathab, saya telah berganti agama!

"

Dia berkata, "Jangan kau lakukan

itu!"

kemudian dia masuk dan menutuppintu.

Saya berkata,

"Ini

tak ada apa-apanya."

Kemudian s ayaper?]menemui salah seorang pembesar Quraisy. Lalu sayapanggil dia. Dia datang menemui saya. Lalu saya katakan apayangsaya

k"t"[r" t"pada

paman saya. Dia juga mengatakan seperti yang dikatakan oleh paman saya. Dia masuk dan menutuP pintu.

Saya kembali berkata,

"Ini tak

ada apa-apanyal" Kaum

muslimin

dipukuli sedangkan saya

tidak."

126

TarikhKtrulafa' I

I I

I

I

Seseorangberkata kepada saya "Apakah kamu menginginkan keislaman- mu diketahui orang banyak?"

Saya katakan,

"Ya!"

"Kalau

begitu, tatkala orang-orang

berkumpul di Hijr

(Ka'bah),

maka temuilah seseorang

di

antara mereka

di

mana orang

itu tidak

bisa menyembunyikan rahasia,lalu katakan kepadanya: Saya telah berubah agama.

Karena sesungguhnya hanya sedikit orang yang

mamPu menyembunyikan rahasia. " Katanya.

Tatkala orang-orang sudah berkumpul, saya datang ke

Hijr.

Lalu saya katakan kepada salah seorang bahwa saya telah berganti agama.

Dia berkata, "Apakah kamu benar-benar telah melakukannya?"

Saya katakan,

"Ya!"

Orang tadi kemudian berteriak dengan suaranya yang sangat tinggi, bahwa Umar bin Khathab telah masuk Islam.

Mereka datang menyerbuku. Saya memukul mereka dan mereka juga memukul saya. Orang-orang

berkumpul

mengepungku. Salah seorang paman saya datang dan

berkata,'Ada

apa orang berkumpul sedemikian banyak?"

Mereka berkata, *IJmar

telah berganti agama!"

Pamanku berdiri di atas

Hijr,

dan dia memberi isyarat dengan lengan bajunya seraya berkata,

"Ketahuilah

olehmu sekalian

bahwa

aku telah memberikan jaminan bagi anak saudariku

ini!"

Mereka pergi meninggalkan saya. Saya tidak ingin melihat seorang muslim pun dipukul ataupun memukul kecuali saya melihatnya. Maka saya berkata, "Apa yang menimpa saya ini tidak apa-aPanyajika dibandingkan dengan apa y angmenimpa mereka.

"

Saya mendatangi paman yang memberi

jaminan.

Saya katakan kepadanya,

"Jaminan yang kau berikan untukku

saya

kembalikan

kepadamu."

Sejak

itulah

saya

dipukul

atau memukul orang-orang yang meng- gangguku hingga Allah memuliakan Islam.

Abu

Nu'aim

meriwayatkan dalam kitabnya

Dalail An-Nubuwah,

jugaIbnu Asakir dari IbnuAbbas diaberkata, "Saya bertanya kepadalJmar, mengapa kamu diberi gelar

Al-Faruq?"

[Jmar berkata, *Hamzahmasuk Islam tiga hari sebelum saya' Setelah itu saya datang ke Masjidil-Haram. AbuJahal saat itu segera menemui Nabi Muhammad

*

dan mencemoohkannya.

Hamzahdiberi

tahu apa yang

dilakukan oleh AbuJahal tersebut. Kemudian Hamzah mengambil busur anak panahnya dan segera datang ke Masjidil-Haram tempat orang-orang berkumpul yang di dalamnya ada AbuJahal. Kemudian dia bertelekan pada busur panah yang dibawanya dan berhadapan dengan AbuJahal. AbuJahal segera membaca

gelagatjahat pada wajah Hamzah,serayaberkatq "Apa yang terjadi ga{amu

*"t

ri

Ab,'A-".ah."

Hamzah mengangkat busur anak panahnya, lalu dia pukulkan kepada AbuJahal hingga purus. Darah mengalir dari leher

Abu

jahal. Orang-Lrang Quraisy melerai kedua tokoh itu karena khawatir terjadi

keributan besar.

Umar berkata, Rasulullah saat itu sedang bersembunyi di rumah Darul Arqam Al-Makhzumi. Hamzah kemudian datang menemui Rasulullah dan dia

-enyatakat

diri masuk Islam. Saya keluar tiga hari setelah masuk Islamnya Hamzah.Tiba-tiba saya berpapasan dengan Fulan bin Fulan Al-Makhzumi.

Saya katakan kepadanya, "Apakah kamu membenci agama nenek moyangmu dan kamu

ikuti

agama Muhammad?"

Dia berkata,

"Aku

telah melakukan

itu,

namun hendaknya kamu ketahui bahwa ada orangyang lebih berhak kamu tanyakantentangmasalah ini daripada aku."

Saya berkata, "Siapa dia?"

Dia berkata, "Dia tak lain adalah saudarimu sendiri dan iparmu."

Saya segera bergerak pergi ke rumah saudariku. Saat itu pintu sedang tertutup-da,

i"y"

mendengar suara sayap-sayap. Pintu segera dibukakan untuk saya dan saya bergegas masuk. Saya bertanya kepada mereka, "Suara

apayalgsaya dengar tadi, apa yang kalian baca tadi?"

Mereka berkata, "Saya kira kau tidak mendengar apa-apa)'

Pembicaraan terus

berlangsungantara

saya dan mereka hingga

saya jambak rambut iparku dan saya pukul dia dengansatu pukulan

ylng

-"-brrt

nya berdarah. Saudariku berdiri dan memeging kepala s

aya.\i9

dengan sengit berkata, "semuanya telah terjadi meskipun engkau

tidak

menyukainya hingga ke ubun-ubun."

Saya merasa malu tatkala ada darah mengalir. Saya duduk dan berkata,

"Perlihatkan kepada saya buku

itu!"

Namun saudari saya malah berkata menantang, "sesungguhnya Kitab itu tidak akan disentuh kecuali oleh orang-orangyang bersih.Jika kau benar- benar mau memegang Kitab itu makabangundan mandilah."

Saya

bangkit berdiri lalu

mandi. Setelah semuanya.selesai saya kembali danduduk. Mereka kemudian mengeluarkan satu lembaranyangdi dalamnya ada tulisan: * B is millab

in

ab m anin ab irn." Say a katakan, " Nama- nama indah penuh pesona dan suci."

"Thaba.

Kami tidak

menurunhan

Al-Qur'an ini

hepadamtt'

agal

kamu menjadi susah, tetaPi sebagai

peringatan

bagi orang yang

takut

(kepada

Atlah)."

Saya membaca surat Thaha

ini

hingga

^yat kedelapan yang berbu nyi: "Dialab

Allab,

tidale ada Tuban (yong berbak. disembah) mekinhan Dia, Dia yang rnemPunyai Al-asmaul husna (nama-nama yang baile)."

l2a

Tarikhl(hulatu'

Ayat-ayatitu demikian membekas dan terasa agung dalam dadaku.

Saya berkata, "Apakah dari

ini

semua Quraisy berlari?" Saat itulah saya menyatakan diri masuk Islam.

Saya tanyakan kepada orang-orang yang hadir di tempat itu, "Dimanakah Rasulullah?"

Saudariku berkata, "Dia sedang berada di Darul

Arqam."

Saya berangkat ke tempat

itu

dan saya ketuk

pintu

Rumah. Orang- orang yang berada di tempat

itu

segera berkumpul.Hamzahyang sedang berada bersama mereka berkata, "Ada apa dengan kalian?"

Mereka berkata, "fJmar!

"

Hamzah berkata,

"Buka pintu,

walaupun orang tersebut adalah

tlmar,

jika dia menantang kita, maka akan kita hadapi dan

jika

lari, akan kita bunuh."

Rasululah yang berada di dalam Rumah mendengar apayangteriadi,

segera keluar dan lJmar segera mengucapkan dua kalimat syahadat. Orang- orang yang berada di tempat itu segera bertakbir yang didengar oleh semua pendudukMakkah.

Saya berkata, "Bukankah kita berada di jalan yang benar?"

Rasulullah berkata, "Ya!

"

"Lalu mengapa kita mesti melakukan dakwah yang benar ini dengan cara sembunyi-sembunyi?" lanjut saya kepada Rasulullah.

Lalu kami keluar dalam dua barisan. Satu baris bersama Hamzah dan satu lagi bersama saya.

Kami

memasuki

Masjidil-Haram. Orang-

orang Quraisy melihat kepadaku dan Flamzah. Mereka merasa sedih dan duka sekali. Sebuah peristiwa duka cita yang belum pernah mereka alami sebelumnya. Makanya, Rasulullah pun memberi gelar kepada saya dengan gelarAl-Faruq.

Umar disebut demikian karena ia menampakkan Islam dengan terang- terangan dan dia membedakan antara yang hak dan yang batil.

Ibnu Saad meriwayatkan dari Dzakwan dia berkata, saya bertanya kepada'Aisyah, "Siapa yang menggelari I-Imar bin Khathab dengan

Al-

Faruq?"

Dia berkata, "Rasulullah.

"

Ibnu Majah dan

Al-Hakim

meriwayatkan dari Ibnu Abbas, dia ber- kata: Tatkala

Umar bin

Khathab masuk Islam,

Jibril

datang menemui Rasulullah dan berkata, "'Wahai Muhammad, para penduduk langit sangat bersuka cita dengan masuk Islamnya Umar.o

Al-Bazzar dan

Al-Hakim meriwayatkan dari Ibnu

Abbas

-Al-

Hakim menyatakan bahwa hadits

ini shahih-

dia berkata: Tatkala Llmar menyatakan diri masuk Islam orang-orang Quraisy berkata: Kini kaum yang

ada

di

antarakita telah berpecah dua. Allah kemudian menurunkan

firmAn- Nyr,

{rt :Ju! }@ <r:>15\i6fti itrKti5l i$iq:€,

"HaiNabi,

cubuplah

Allah

(menjadi Pelindung) bagimu dan bagi orang- orang muhrnin y ang mengih,utimu.' (Al-AnfaL 54)

Imam Bukhari meriwayatkan dari

Ibnu

Mas'ud dia berkata,

"Kita

menjadi mulia setelah Umar masuk Islam.

"

Ibnu

Sa'ad dan

Thabarani meriwayatkan dari Ibnu Mas'ud

dia berkata,

"Islamnya tlmar

adalah sebuah kemenagan besar, sedangkan hijrahnya adalah keuntungan. Kepemimpinann y a adalah rahmat, Saya telah melihaisendiri bagaimana kami tidak mampu melakukan shalat di Baitullah sebelum

lJmar

rnenyatakan keislamannya. Tatkala LImar masuk Islam, dia menyatakan perang kepada mereka sehingga mereka membiarkan kami melakukan shalat dengan bebas."

Ibnu Sa'ad dan

Al-Hakim

meriwayatkan dari Hudzaifah dia berkata:

Tatkala Umar masuk Islam, Islam laksana laki-laki yang datang, dia semakin lama semakin dekat, tatkala Umar dibunuh maka Islam laksana lelaki yang pergi, dia semakin jauh dan semakin jauh."

Ath-Thabarani

dengan sanad yang hasan shahih

meriwayatkan dari Ibnu

Abbas dia berkata,

"Orang yaflgpertama kali

menyatakan keislamannya secara terang-terangan adalah

Umar."

Ibnu

Sa'ad meriwayatkan dari Shuhaib dia berkata: Tatkala

lJmar

masuk Islam, dia menyatakan keislamannya dengan terang-terangandan dia mengajak manusia

untuk

berislam dengan terang-teranBan. Kita bisa duduk di sekitar Baitullah dengan tenang. Kita melakukan thawaf hnPa rasa khawatir. Kita mampu menolak orang-oran gyangmenSganggu kita.

Ibnu Sa'ad juga meriwayatkan dari Aslam maula

tlmar:

IJmar masuk Islam pada bulan

Dzulhijjah,

rahun keenam kenabian. Saat

itu

ia masih berusia dua puluh enam

hhun.

Hijrahnya Umar

bin

Khathab

Ibnu Asakir meriwayatkan dari

Ali

dia berkata: Saya tidak mengenal

seorang pun yang melakukan Hijrah kecuali dia akan melakukannya dengan cara

se-bt-yi-sembunyi

kecuali Umar bin Khathab. Saat Umar akan melakukan hijrah dia menyandangkan busur panahnya, dia mengeluarkan beberapa anak panah yang dia pegang di tangannya. Dia mendatangr Ka'bah, saat orang-orang

Quraiiy rJ"n[ bi.rda

di halamannya. Dia melakukan thawaf selama

tujuh

t ati.

oi,

melakukan shalat dua raka'at di Maqam Ibrahim. Kemudian dia mendatangi

kelompok-kelompok

orang Quraisy satu demi satu sambil berkata, "ttr7ahai

*!rh

yang tidak bersinar, barangsiapa yang mau ibunya kehilangan anaknya, dan anak menjadi yatim, atau

istri-istrinya

menjadi

t3O

Tarikhl(hulafa'

janda,temuilah aku di belakang lembah

itu."

Namun tidak ada seorang Pun yang mengikutinya.

Dia juga meriwayatkan dari Al-Barra', dia berkata: Orang yang datang pertama kali kepada kami dari kalangan Muhaj irin adalah Mush'ab bin Umair, kemudian Ibnu Ummi Maktum, lalu Umar bin Khathab dengan rombongan dua puluh orang yang berkendaraan.

Kami berkata, "Apa yang sedang dilakukan Rasulullah saat

ini?"

Umar berkata, "Dia sedang berada di belakangku." Kemudian setelah itu Rasulullah dan Abu Bakar datang ke Madinah.

Imam An-Nawawi berkata, "IJmar bin Khathab adalah sahabat yang mengikuti semua medan jihad bersama Rasulullah. Dia juga adalah orang yang tidak beranjak meninggalkan Rasulullah di Perang IJhud.

"

Hadits-hadits tentang Keutamaan Umar selain yang telah disebutkan pada Riwayat Hidup

Abu Bakar

'

Imam

Bukhari

dan

Muslim

meriwayatkan dari

Abu Hurairah

dia berkata, Rasulullah bersabda,

"Tatkala sd.yatidur, sayabermirnpiberada di dakm surgd.. Tiba-tiba

ada seorang mengambil wudlu di samping seb uah istana. Saya hauhan,

" Siapapemilik istana ini? " M ereha

berkau,'

Ini milik Umat. " Saya ingat rasa cernburumu wabai IJmar,"

klu

saya berbalih. Kernudia.n Umar menangis dan berkata, Apahab saya rnerasa cemburu hepadamu

anbai

Rasululhh?"

Imam

Bukhari

dan

Muslim

juga meriwayatkan dari Umar bahwa Rasulullah bersabda,

qi €q7str J\'*'i ,;, cqt * u.; e.t ci,'5

et j$ i;i')i r-; tsui * *:r, ? qrvLi ,f. ji

'Tathah

saya ti.dur, saya bermimpi rninum susu hingga saya melibat dalam mimpiku air mengalir di buhu-leukuhu, lala sayaminumhan air itu hepada (Jmar." Para sababdt bertanya, "Apa tahwilnya

uahai

Rasululkb ? " Rasulullab rnenj autab : " I lmu.

"

jot J^'

t, |

(J\+

,zri

Imam Bukhari dan Muslim juga meriwayatkandari Said

Al-Khudri,

dia berkata, Saya mendengar Rasulullah bersabda,

,+c'4 Jf Wt *:';i 43r c.i, Cari,'i'

i;:r fi ^r;'r'# :* ;;': iii rr! gcYi,:at

.u\t i6

,nr

;;,

U

ii'ti ta

t

je

" Saat saya tid.ar saya d.itampakhan kepadahu or*rg b*ryoh, dan mereka sarnd-salna memaleai baju.

Di

antara mereha ada yang memakai baju bingga dadanya, ada pula memaleai baiu yangtidah sampai dadanya.

l^a.lu ditampakkankepadaleu [Jmar, dia memahai baju yangpaniang dan menyiretnya.o Para sababat bertanya, Apa

takwilnya

wahai Rasulullah ? " Rasulullab rnenj aza ab, o Agama.'

Imam Bukhari dan Muslim juga

meriwayatkandari

Sa'ad bin

Abi

\(aqqash dia berkata, Rasulullah bersabda,

U * to;,iuuarr !?

" :i e oit t itiAt ut

u.

'Wahai

lbnu

Kbatbab, demi

Dzat

Yang jiatahu ada di tangan-Nya, sekali-sehali setan tidak ahan rnehlui suatu jalan yang akan engkau

lewati.'

Imam Bukhari meriwayatkan dari Abu Hurairah

dia berkata, Rasulullah bersabda,

" Ada orang yang daung sebelum hamu mendapat ilbam (muhadditsun),

jilea orang tersebut ada pada unuthu, pasti dia adalab Urn zr.

Imam Tirmidzi meriwayatkan dari Abdullah bin umar bahwa Rasul- ullah bersabda,

+, i:o,,* a ;rt;;'ittlY

" Sesunggubnya

Alkb

mmj ad.ikan. kebenaran di lid,ah da.n hati Umar.

"

Abdullah bin Umar berkata, "Tak ada satu perkara pun yang terj adi kepada manusia, lalu mereka berpendapat seperti ini, sedangkan Umar juga belpendapat lain, kecuali akan rurun wahyu Allah yang membenarkan pendapat fJmar.

"

Imam

Tirmidzi

dan

Al-Hakim -dia

menyatakan bahwa

riwayat ini

shahih- meriwayatkan dari 'Uqbah bin

Amir

dia berkata, Rasulullah bersabda,

19.2

TarikhKtrulafa'

.A:r**evit

" Andaibata setelah aku ada nabi pastilab dia U mar. "

Hadits serupa juga diriwayatkan oleh Imam Thabarani dari Abu Sa'id

Al-Khudri

dan'Ishmah bin Malik. Sedangkan Ibnu Asakir meriwayatkan dari

AbdullahbinUmar.

Imam Tirmidzi juga meriwayatkan dari'Aisyah dia berkata,

Rasulullah bersabda,

-,) o , ,i o1 c c z ' t"l s

.t b t-t'; u u;ti.r.;)l ,*V Jl ,J-) .tl

"Sesunggubnya sa.yd

tekb

melibat setan-setan rnanusia dan jin pada

larid.ariUmar."

Ibnu Majah dan

Al-Hakim

meriwayatkan dari Ubay bin Ka'ab dia berkata, Rasulullah bersabda,

"Orang yangpertarna. hali dijabat tangannya oleh Yang Maba

Haq

adahb [-l mar, dan or an g y an I P e rtarna k ali dib eri s akm adahh U mar,

ord.ng yang diambil tangannya ?ertama hali adalah Umar hemudian dirnasuhkan ke dalam surga."

Ibnu Majah juga meriwayatkan dari Abu Dzar diaberkata, saya men- dengar Rasulullah bersabda,

"sesunggubnya Allab rnenernpatkan kebenaran di lidab Urnar, yang kebenaran itu dia ucaphan dengan lisannya."

Imam Ahmad dan Al-Bazzar meriwayatkan dari Abu Hurairah dia berkata, Rasulullah bersabda,

c/

^)3i 'ioa,*;-JtFa' dl

"sesunggubnya Allab rnenetnPdthan kebenaran pada lisan dan bati

Umar.'

Hadits serupa juga diriwayatkan oleh Imam Ath-Thabarani dari Umar bin Khathab, Bilal,

Mu'awiyyah

bin

Abu

Sufyan dan Aisyah. Sedangkan Ibnu Asakir meriwayatkan dari Abdullah bin Umar.

Ibnu Mani'meriwayatkan

dalam Masnad.nya dari

Ali

dia berkata,

"Kami,

para sahabat

Muhammad, tidak pernah

merasa ragu bahwa kedamaian itu terucap dari lisan

Umar."

Imam ftl-Bazzarjuga

meriwayatkan dari

Abdullah

bin Umar dia berkata, Rasulullah bersabda,

" [Jmar adalah lentera p enduduh surga.'

Hadits ini

juga

diriwayatkan

oleh

Ibnu Asakir dari

hadits

Abu

Hurairah dan Ash-Sha'b binJutstsamah.

Dalam dokumen Tarikh Khulafa' Sejarah Penguasa Islam (Halaman 139-200)

Dokumen terkait