• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tarikh Khulafa' Sejarah Penguasa Islam

N/A
N/A
Thao Vu

Academic year: 2023

Membagikan "Tarikh Khulafa' Sejarah Penguasa Islam"

Copied!
605
0
0

Teks penuh

Sebagai nota sampingan, terdapat banyak puisi yang diungkapkan dalam buku ini, khususnya pada zaman Khalifah Abbasiyah kerana kesusasteraan Islam mencapai zaman kegemilangan pada ketika itu. Akhir kata, bolehlah kita katakan bahawa kitab ini merupakan salah satu peninggalan ulama Islam yang paling berharga dan menjadi rujukan yang tidak boleh diketepikan oleh mereka yang ingin memahami sejarah pendahulu mereka khususnya sejarah pemerintah Islam. Buku ini merupakan catatan sejarah para penguasa masyarakat Islam, ditulis dengan ikhlas oleh seorang penulis Islam mazhab Syaf i dan salah seorang saksi sejarah akhir pemerintahan Bani Abbas di Mesir.

Sebab buku ini mencatat sejarah para penguasa (khalifah) Islam tanpa bias sedikitpun dan tanpa kepentingan apapun. Dalam buku ini kita akan disuguhi pertarungan politik kelas atas antara keluarga Bani Abbas yang seharusnya membuat kita berdoa berkali-kali. Karena buku ini menjelaskan banyak fakta yang belum pernah saya dengar dan belum pernah saya baca secara serius.

Dengan membaca buku ini, saya dan tentunya para pembaca akan diajak melakukan perjalanan melewati fase-fase era pemerintahan Islam yang penuh dinamisme dan romantisme. Akhir kata, saya berharap buku ini dapat mencerahkan sejarah kita dan mampu menggali hakikat sejarah para khalifah.

BIB I

Semua khulafa'Bani Abbas adalah anak dari budak wanita, kecuali As-Saffah, Al-Mahdi dan Al-Amin

Tidak seorang pun yang menjadi khalifah berasal dari keturunan Bani Hasyim dengan ibunya juga dari Bani Hasyim. Tidak ada seorang pun yang mempunyai Khalifah bernama Ali kecuali Ali bin Abi Talib dan Ali Al-Muktafi. Adz-Dzal:^abi berkata, Aku berkata: Kebanyakan nama-nama Khalifah adalah bujang, sedang hanya sedikit yang berganda, sedangkan banyak yang diulang-ulang, seperti Abdullah, Ahmad, Muhammad.

Seperti Al-Mustanshir, Al-Mustakfi, Al-Watsik, Al-Hakim, Al-Mu'tedhid, Al-Mutawakkil, Al-Musta'shim, Al-Musta'in, Al-Kaim dan Al-Mustanjid. Semuanya diulang lebih dari satu kali, kecuali Al-Mustakfi, Al-Mu'tadhid yang gelarnya hanya diulang satu kali. Sedangkan Al-Mahdi dan Al-Mansur diberi gelar Bani Abbas sebelum berdirinya Bani Ubayd.

Saya berkata: Begitu pula dengan Al-Mustakfi dan Al-Mustayn, dimana dua khalifah Bani Abbas diberi gelar itu, keduanya dicopot dan diasingkan. Tidak ada seorangpun yang memerintah setelah anak pamannya, kecuali Al-Muktafi setelah Ar-Rasyid dan Al-Mustanshir setelahnya.

Tak seorang pun yang memerintah setelah anak pamannya kecuali Al-Muqtafi setelah Ar-Rasyid, dan Al-Mustanshir setelah

Tidak ada seorangkhalifah punyangmenjadikhalifah saat ayah- nya masih hidup kecuali Abu Bakar Ash-Shiddiq dan Abu Bakar

Para ulama berkata, Orang yang pertama kali memangku jabatan khilafah dan ayahnya masih hidup adalah Abu Bakar

Manakala khalifah yang mula-mula mewasiatkan kuasa khalifah semasa hayatnya ialah Muawiyyah, beliau juga yang pertama melantik orang yang dikebiri untuk menjadi hamba dan pembantunya. Sedangkan khalifah yang pertama kali dibawa kepadanya oleh ala-kep yang dipenggal adalah Abdullah bin Zubair. Sedangkan Al-\7alid bin Abdul Malik adalah khalifah yang melarang orang lain memanggilnya dengan nama asalnya.

Sedangkan Al-Mansur merupakan khalifah yang pertama kali memberikan jabatan kepada ahli nujum. Beliau merupakan khalifah pertama yang menjadikan mantan budaknya sebagai pembantu dekatnya pada posisi tertentu, bahkan beliau lebih mengutamakan mereka dibandingkan orang Arab. Sedangkan Al-Mahdi merupakan khalifah yang pertama kali memerintahkan orang-orang terdekatnya untuk menulis kitab sebagai jawaban terhadap orang-orang yang menentangnya.

Al-Mu'tashimi adalah orang pertama yang memasukkan orang asal Turki ke dalam kantor pemerintahan. Sedangkan khalifah yang pertama kali mengenakan jubah berlengan lebar dan kopiah lebih kecil adalah Al-Musta'in, menurut Al-Mutizz.

Sedangkan khalifah terakhir yang mengatur sendiri urusan kemiliteran adalah Ar-Radhi. Dia jugalah khalifah yang memiliki

Dalam kitab Al-Auailkarangan Al-Askari disebutkan: Khalifah yang pertama kali berkuasa pada saat ibunya masih hidup adalah

Saya katakan: di sini kita dapat menambahkan ibu-ibu Abbas dan Hamzah, serta ibu-ibu Daud dan Sulaiman, yang merupakan anak-anak Al-Mutawakkil. Adz-Dzahabi berkata: Pemerintahan Bani'Ubaid adalah pemerintahan orang Majusi dan Yahudi, dan bukan pemerintahan Alawiyyin. Sementara itu, orang-orang yang menyebut diri mereka sebagai khilafah Bani Umayyah di Maghrib jauh lebih unggul dari Bani Ubaid dalam hal keislaman mereka, dalam pengamalan sunnah Rasul mereka, dalam kesalehan, keutamaan, ilmu dan jihad.

Jumlah mereka sangat ramai, bahkan dalam satu walhr di Andalusia ada enam orang yang menggelarkan diri mereka sebagai khalifah. Saya berkata: Saya juga telah melihat karangan IbnulJauzi bertajuk Tarihh Khulafa Bani Al-Abbas yang memperkatakan tentang pemerintahan An-Nashir. Jrrga Tarihb Al-Kbulafa' oleh Abul Fadhl Ahmad bin Abi Thahir Al-Marwazi Al-Katib, salah seorang penyair avant-garde yang Menin ggal pada tahun 2 80 Hijrah.

Al-Khatib dalam bukunya At-Tarikh meriwayatkan dengan sanadnya dari Muhammad bin Ubadah, dia berkata, Tidak ada

Al-Khatib dalam kitabnya At-Tarikh meriwayatkan dengan sanadnya daripada Muhammad bin Ubadah, katanya: Tidak ada seorang pun. Manakala putusan}: ikrarnya ialah: Saya berikrar kepada Tuhan dan Pemimpin kami, Imam yang terikat kepada semua untuk mentaatinya, Abu Nashr Muhammad Az}e-Z}:ahir Biamrillah, berdasarkan Kitab Allah dan Sunnah Nabinya dan ijtihad pemimpin orang-orang mukmin, dan bahawa tidak ada khalifah

BIB 2

Ibn Asakir meriwayatkan daripada Abdullah bin Zubayr, dia berkata: Abu Bakar tidak bersyair sama sekali. Ibn Asakir meriwayatkan dari Abdur Rahman bin Abu Bakar Ash-Siddiq bahawa dia berkata, Rasulullah bersabda: Khatib meriwayatkan dari Abu Bakar bin Iyas bahawa dia berkata: Abu Bakar Ash-Siddiq adalah khalifah Rasulullah. daripada Allah.

  • Jmar kemudian berdiri dan mengambil wudlu, kemudian dia membaca surat Thaha hingga berakhir padaayat

Abu Daud meriwayatkan dari Ibnu Abbas katanya: Aku mendengar Abu Bakar berkata: "Makanlah ikan yang terapung." Apabila Labid menoleh, Abu Bakar berkata, "Mungkin dia memetik syair dari kata-kata hikmah." Dia juga meriwayatkan dari Qatadah, dia berkata: Dikhabarkan kepadaku bahawa Abu Bakar berkata: "Seandainya aku rumput hijau yang dimakan binatang."

Abu Bakar berkata: "Aku akan berkata kepada Tuhanku, aku telah menjadikan orang yang terbaik di antara mereka sebagai orang yang memimpin mereka." (HR. Ibnu Sa'ad). Lelaki itu berkata: "Saya adalah ketua kaum Mukminin (Uthman bin Affan), saya telah diperintahkan untuk berjumpa gabenor Mesir." Dia kemudian memandang kepada Muhammad bin Abu Bakar dan berkata, "Saya adalah hamba Amirul Mu'minin."

Referensi

Dokumen terkait