• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kabel Instalasi Berselubung

Dalam dokumen BAB III (Halaman 34-39)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

C. Penghantar Instalasi

2. Kabel Instalasi Berselubung

Kabel instalasi Berselubung sering digunakan karena mempunyai keuntungan dibandingkan kabel instalasi dalani pipa, yaitu ;

a. Lebih mudah dibengkokkan;

b. Lebih tahan terhadap pengaruh asam dan uap atau gas tajam;

c. Sambungan dengan alat pemakai dapat ditutup lebih

NYM memiliki penghantar tembaga polos berisolasi PVC. Untuk luas penampang 1,5 mm -10 mm penghantarnya berupa kawat tunggal, sedangkan untuk

satu sampai lima Urat yang lebih dari satu disatukan dengan dibelit kemudian diberi lapisan pembungkus inti dari karet atau plastik lunak supaya bentuknya bulat.

Lapisannya harus lunak dan rapuh agar mudah dikupas waktu memasang, lain diberi selubung PVC putih.

Jari-jari pembengkokan NYM waktu dipasang diukur sehingga bagian dalam lengkungannya harus enam kali diameter luar kabelnya. Penggunaan NYM harus mengikuti ketentuan berikut (ayat 742 Bl):

1. NYM boleh dipasang langsung menempel pada plesteran atau kayu atau ditanam langsung pada plesteran, juga di ruang lembab atau basah, di tempat kerja atau gudang dengan bahaya kebakaran atau ledakan.

2. NYM juga boleh dipasang langsung pada bagian-bagian lain dari bangunan, konstruksi, rangka, dan sebagainya asalkan pemasangannya tidak merusak selubung luar kabelnya.

3. NYM tidak boleh dipasang di dalam tanah.

Untuk pemasangannya digunakan klem dengan jarak yang cukup rapat, sehingga kabelnya terpasang rapi, lurus, dan tidak melendut Kalau dipasang di ruang lembab harus digunakan kotak sambung yang kedap air dan kedap lembab (ayat 742 B3).

Gambar 2.4. Konstruksi NYA dan NYM

3. Kabel Tanah Termolpastik Tanpa Perisai

Salah satu kabel tanah termoplastik tanpa perisai yaitu NYY. Konstruksi NYY pada prinsipnya mempunyai susunan yang sama dengan susunan NYM hanya tebal isolasi dan selubung luarnya, sertajenis kompon PVC yang digunakan berbeda warna selubung luarnya hitam. Untuk kabel tegangan rendah., tegangan nominalnya 0,6kV-lkVdimana:

0,6 kV : tegangan nominal terhadap tanah 1 kV : tegangan antar penghantar

Jumlah uratnya antara satu sampai lima dengan luas penampangnya sampai 240 mm2 atau lebih.

Gambar2.5. Konsiniksi NYY

Penggunaan utama NYY sebagai kabel tenaga untuk instalasi industri di dalam gedung maupun di alam terbuka, di saluran kabel dan dalam lemari hubung bagi, apabila dapat diperkirakan tidak ada gangguan mekanis. NYY dapat juga ditanam dalam tanah asal diberi perlindungan secukupnya terhadap kemungkinan terjadinya kerusakan mekanis.

4. Kabel Tanah Termoplastik Berperisai

Kabel tanah termoplastik berperisai yang banyak digunakan di Indonesia adalah NYRGbY dan NYFGbY. Konstruksi NYRGbY dapat dilihat pada gambar di bawah. Uratnya terdiri dari penghantar tembaga tanpa lapisan timah putih,

lalu diberi lapisan pembungkus inti dari karet atau plastik lunak atau perisai kawat baja bulat berlapis seng. Perisai kawat baja ini diikal dengan spiral pita baja berlapis seng. Untuk melindungi perisainya terhadap korosi, kabelnya diberi selubung luar PVC warna hitam.

Gambar 2.6, Konstruksi NYRGbY dan NYFGbY

Konstruksi NYRGbY sama dengan NYFGbY, hanya untuk perisai NYFGbY digunakan kawat baja pipih berlapis seng. NYRGbY lebih tahan terhadap tarikan daripada NYFGbY, perisainya juga lebih baik. Kedua kabel ini digunakan di mana NYY tidak dapat digunakan karena adanya kemungkinan gangguan mekanis. Untuk ditanam dalam tanah umumnya digunakan kabel berperisai.

NYRGbY dapat juga digunakan dalam air atau sungai, asal tidak ada gangguan gaya tarik. Untuk kabel tegangan rendah, tegangan nominal 0,6 kV - 1

kV. Jari-jari pembengkokan pada waktu pemasangan diukur hingga bagian dalani lengkungannya harus dua belas kali diameter luar kabelnya.

D. Pengaman Instalasi

Arus yang mengalir dalani suatu penghantar akan menimbulkan panas.

Supaya suhu penghantamya tidak menjadi terlalu tinggi, arusnya hams dibatasi.

Untuk mengamankan hantaran clan aparatur digunakan alat-alat pengaman.

Alat-alat pengaman ini umumnya digunakan untuk :

1. Mengamankan hantaran, aparatur, dan motor listrik terhadap beban lebih;

2. Pengamanan terhadap hubung singkat antara fasa atau antara fasa dan netral dan terhadap hubung singkat dalam aparatur atau motor listrik;

3. Pengamanan terhadap hubung singkat dengan badan mesin atau aparat.

1. Mini Circuit Breaker

Mini Circuit Breaker adalah suatu peralatan pemutus beban yang dapat memutuskan arus hubung singkat dan dapat mengamankan peralatan dari gangguan beban lebih. Bila terjadi gangguan, maka peralatan pemutus ini terbuka oleh peralatan elektromagnetik yang terdapat pada pemutus beban tersebut dan akan menekan kontak yang menyebabkan proses tripping terjadi.

Keuntungan sebuah pengaman otomatis atau Mini Circuit Breaker adalah dapat segera digunakan lagi setelah terjadi pemutusan.

Mini Circuit Breaker mempunyai dua komponen pemutus, yaitu pemutus thermis/panas dan pemutus elektromagnetik.

Untuk pemutus thermis digunakan sebuah elemen dwilogam. Elemen ini akan memutuskan arus jika arus yang melaluinya melebihi nilai yang telah ditentukan. Sedangkan untuk pengamanan elektromagnetik digunakan sebuah kumparan yang dapat menarik sebuah angker dari besi lunak. Jika arus yang melaluinya melebihi nilai yang telah ditentukan, arusnya akan segera diputuskan.

Umumnya pemutusan secara elektromagnetik ini berlangsung tanpa kelambatan.

Pemutus secara thermis berlangsung dengan kelambatan. Waktu pemutusannya tergantung pada arusnya Berdasarkan waktu pemutusannya, Mini Circuit Breaker dibagi atas :

a. Otomat-L

Pada jenis ini mempunyai dua komponen penggerak mekanis tipping yaitu komponen penggerak dwilogam dan komponen elektromagnetik.

Pengaman thermisnya disesuaikan dengan meningkatnya suhu hantaran. Kalau terjadi beban lebih dan suhu hantarannya melebihi suatu nilai tertentu, elemen dwilogamnya akan memutuskan arusnya.

Kalau terjadi hubung singkat, arusnya diputuskan oleh pengaman elekfromagnetiknya Komponen ini akan bereaksi terhadap pengaliran arus yang sangat besar (3,5In - 5In). Namun dalam pengoperasiannya tidak diharapkan suatu peralatan pemutus bekerja pada saat pengasutan, maka hams dipilih peralatan pemutus yang mempunyai karakteristik di atas karakteristik arus pengasutan.

Mini Circuit Breaker otomat-L ini biasanya digunakan untuk melindungi kabel-kabel instalasi penerangan.

b. Otomat-H

Secara thermis Mini Ciruit Breaker jenis ini sama dengan otomat-L, tetapi pengaman elektromagnetiknya memutuskan dalam waktu 0,2 detik kalau arusnya sama dengan 2?5In -3In. Jenis otomat ini digunakan untuk instalasi rumah di mana arus gangguan rendah pun harus diputuskan dengan cepat sehingga kalau terjadi gangguan tanah, bagian-bagian yang terbuat dari logam tidak akan lama bertegangan.

c. Otomat-G

Mini Circuit Breaker jenis ini digunakan untuk mengamankan motor-motor listrik arus bolak-balik atau arus searah, alat-aiat listrik, dan juga rangkaian akhir yang besar untuk penerangan, misalnya untuk penerangan bangsal pabrik.

Pengaman elektromagnetiknya berfungsi pada 7In - 12In untuk arus bolak-balik atau pada 14In untuk arus searah. Jenis ini dapat memutuskan arus hubung singkat yang besar,. yaitu hingga 15 00 A.

Faktor-faktor yang harus diperhatikan dalam pemilihan Mini Circuit Breaker adalah :

- Arus nominal beban - Tegangan nominal beban - Arus pengasutan beban - Waktu pengasutan - Arus hubung singkat - Temperatur ruangan

Konstruksi dari Mini Circuit Breaker dapat dilihat pada gambar di bawah ini.

Gambar 2.7 Konstruksi Mini Circuit Breaker Keterangan Gambar :

1 = Terminal dwilogam pelepas 2 = Pelepas sesaat elektromagnetik 3 = Pelepas busur api

4 = Pengeras fitting 5,10 = terminal

6 = grendel mekanis

7 = Tungkai pembuka kontak 8 = kontak hubung positif 9 = jalannya busur api

2. Moulded Case Circuit Breaker

Pada dasarnya Moulded Case Circuit Breaker (MCCB) tidak jauh berbeda dengan Mini Circuit Breaker bila ditinjau dari cara kerjanya, namun MCCB mempunyai beberapa kelebihan dibandingkan dengan MCB, yaitu :

a. Rating arus pemutusan thermal MCB berkisar dari 0,5A - 1GOA, sedangkan MCCB ada yang mencapai 1600A.

b. MCCB tipe-tipe tertentu dilengkapi dengan setting thermal dan setting elektomagnetik untuk pemutusan,

c. Sebagian dari tipe MCCB dilengkapi dengan peralatan interlock. Konstruksi dari MCCB dapat dilihat dari gambar berikut.

Gambar 2.8. Konstruksi Moulded Case Circuit Breaker E. Panel

Panel merupakan tempat pemasangan proteksi, peralatan kontrol dan lain-lain. Panel dapat dibagi atas panel kontrol, panel penerangan, dan panel daya.

Apabila dalain panel tersebut berisi peralatan-peralatan kontrol, maka disebut panel kontrol. Sedangkan apabila dalam panel tersebut tempat pelayanan daya beban, maka disebut panel daya, dan apabila panel tersebut melayani lampu-lampu penerangan, maka disebut panel penerangan.

1. Pembagian Panel

Pembagian panel dalam instalasi merupakan suatu hai yang harus diperhatikan. Hal ini dilakukan untuk memisahkan jenis-jenis beban dan membagi jumlah beban Apabila dalam suatu gedung terdiri dari dua jenis beban yaitu instalasi daya dan instalasi penerangan, maka kedua jenis beban tersebut harus diperhatikan. Hal ini dimaksudkan apabila terjadi gangguan, kedua jenis instalasi tersebut tidak paling mempengaruhi.

Pembagian jumlah beban dalam suatu panel diusahakan supaya seimbang, agar setiap fasa melayani jumlah beban yang sama dengan fasa lainnya. selain itu dengan beban yang seimbang memudahkan pemilihan material dan peralatan.

2. Penempatan Panel

Penempatan panel harus direncanakan dengan mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut:

a. Tempat dan penempatan peralatan yang jelas.

b. Kemungkinan untuk melakukan pengawatan dan penyambungan lebih mudah.

c. Tempat kosong yang memadai, harus disediakan untuk keperluan penambahan yang terjadi.

Selain pertimbangan tersebut di atas, penempatan panel sedapat mungkin ditempatkan pada pusat, agar hantaran yang digunakan lebih efisien dan ekonomis,.

serta rugi daya dan susut tegangan pada penghantar dapat diperkecil.

F. Pentanahan

Hal - hal yang perlu diperhatikan dalam persoalan pentanahan adalah : 1. Tahanan jenis.

2. Tegangan maksimum yang boleh terjadi.

3. Pemilihan besar tahanan tanah 4. Pemilihan elektroda pentanahan.

5. Cam pemasangan elektroda pentanahan.

1. Pemilihan Elektroda Pertanahan

Adapun jenis - jenis elektroda pentanahan yang lazim digunakan adalah sebagai berikut:

a. Elektroda Pita (Strip)

Elektroda pita dibuat dari hantaran berbentuk pita atau batang bulat, atau dari hantaran yang dipilih. Elektroda pentanahan ini berbentuk radial, lingkaran, atau suatu kombinasi dari bentuk - bentuk tersebut

b. Elektroda Batang

Elektroda batang terbuat dari pita atau besi baja profil yang dipancarkan dan harus digunakan, disesuaikan dengan tahanan pentanahan yang diperlukan seperti pada tabel 2.1

Tabel 2.1 Resistansi Pembumian Pada Resistansi Jenis Q1 = 100 m

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11

Jenis Elektrode

Pita atau pengahntar pilin

Barang atau pipa Pelat Vertikal sisi atas  1 m dibawah

permukaan tanah Panjang (m) Panjang (m) Ukuran (m2)

10 25 50 100 1 2 3 4 0,5x1 1x1

Resistans pembumian

()

20 10 5 3 70 40 30 20 35 25

c. Elektroda Plat

Elektroda plat dibuat dari plat logam . Plat ini ditanam tegak lurus didalam tanah dengan tepi atasnya sekurang - kurangnya satu meter dibawah permukaan tanah

Untuk menentukan jenis elektroda pentanahan yang digunakan, maka perlu diketahui harga tahanan jenis tanah pada daerah kedalaman yang terbatas tergantung dari beberapa faktor, yaitu:

1. Jenis tanah : tanah liat berpasir, berbatu, dan lain-lain.

2. lapisan tanah : berlapis-lapis dengan tahanan jenis berlainan atau seragam.

3. Kelembaban tanah.

4. Temperatur.

2. Bahan dan Ukuran Elektroda Pentanahan

Bahan yang digunakan untuk elektroda pentanahan adalah tembaga, baja berlapis seng atau baja berlapis tembaga. Untuk keadaan khusus, misalnya untuk pabrik-pabrik kimia, kadang-kadang diperlukan bahan lain yang lebih korosi.

Tahanan pentanahan dari elektroda pita dan batang terutama ditentukan oleh panjangnya. Pengaruh luas penampang hanya kecil sekali. Untuk memperoleh hasil yang baik, elektroda yang dipasang dibuatkan kontak yang baik dengan tanah.

Batu dan kerikil yang langsung mengenai elektroda akan memperbesar tahanan pentanahan elektroda ini.

Studi Perencanaan Sistem Kelistrikan Pada Toman Htaanzan dan Dermaza Akkarena

Tabel 2.2 Ukuran Minimum Elektroda Bumi

1 2 3

No Bahan

Jenis Elektrode

Baja digalvanisasi dengan proses pemanasan

Baja berlapis tembaga

Tembaga

1 Elektrode pita - Pita baja 100 mm2 setebal minimum 3 mm

SO mm2 Pita tembaga 50 mm2 tebal minimum 2 mm - Penghantar

pilin 95 mm2 (bukan kawat halus)

Penghantar 35 mm (bukan kawat

halus) 2 Elektrode batang - Pipa baja 25

mm - Baja profil

(mm) L 65 x 65 x 7 U6,5 T6x50x3 - Batang profil

lain yang setaraf

Baja berdiameter 15 mm dilapisi tembaga setebal

2,5 mm

3 Elektrode plat Platbesi tebal 3 mm; luas 0,5 m sampai 1mm2

Plat tembaga tebal 2 mm; luas 0,5 mrn sampai 1

mm2

3. Tahanan Elektroda Pertanahan

Tanahan pertanahan dari elektroda pertahanan tergantung pada jenis dan keadaan tanah serta pada ukuran dan cara pengaturan dari elektroda. Besarnya tahanan pertahanan diusahakan sekecil mungkin dan nilai tahanan pertanahan tidak boleh lebih dari 5 Q . Untuk daerah yang tahanan jenis tanahnya tinggi, tahanan pembumian boleh mencapai 10 Q.

Adapun tahanan jenis tanah yang telah distandarkan dalain PUIL 1987, pasal 320 Cl adalah sebagai berikut:

Tabel 2.3 Tahanan Jenis Tanah

1 2 3 4 5 6 7

Jenis tanah Tanah rawa

Tanah Hat dan tanah

ladang

Pasir Basah

Kerikil basah

Pasir dan kerikil kering

Tanah berbatu Resistans

jenis (m) 30 100 200 500 1000 3000

G. Alat Ukur Dan Indikator

Pemasangan alat ukur dan indikator digunakan untuk menunjukkan adanya aliran listrik dalam suatu rangkaian listrik. Ketentuan untuk pemasangan alat ukur dan indikator menurut PUIL 1987, pasal 630. C. 1 adalah sebagai berikut: Alat ukur seperti volmeter dipasang untuk menunjukkan tegangan yang masuk ke panel, nominal atau tidak. Begitu pula untuk lampu indikator untuk menunjukkan apakah setiap fasa hantaran mengalir arus atau tidak.

H. Kotak Kontak

Kotak kontak atau lazim dikatakan stop kontak digunakan sebagai tempat

menghubungkannya, dibutuhkan tusuk kontak sebagai pasangan dari kotak kontak tersebut Beberapa persyaratan yang harus diperhatikan dalam pemasangan kotak kontak sesuai dengan PUIL 2000 yaitu ;

1. Kotak kontak fasa tunggal, baik yang berkutub dua maupun tiga harus dipasang sedemikian rupa sehingga kutub netralnya berada di sebelah kanan atau di sebelah bawah kutub tegangan (Pasal 204.3.4 ).

2. Kotak kontak harus dipasang pada tempat yang tidak mudah terkena siraman air (pasal 840. C4).

3. Kotak kontak dipasang kurang dari 1,25 meter tingginya dari lantai harus dilengkapi dengan tutup (pasal 840. C5).

4. Kemampuan kotak kontak sekurang-kurangnya sesuai dengan alat yang dihubungkan padanya, tetapi tidak boleh lebih kecil dari 5A (pasal 840. C6).

I. Saklar

Saklar adalah suatu peralatan listrik yang digunakan untuk memutuskan atau menghubungkan rangkaian listrik. Saklar sering juga disebut saklar beban karena dapat memutuskan rangkaian dalam keadaan berbeban dan saklar memiliki pemutusan sesuai. Kecepatan pemutusannya tergantung oleh pegas di maria pada saat saklarnya membuka, sebuah pegas akan diregangkan kemudian menggerakkan. saklar sehingga dapat memutuskan rangkaian dalam waktu singkat Karena cepatnya pemutusan, dapat memperkecil timbulnya bunga api antar kontak-kontak pemutusan.

Saklar harus memenuhi persyaratan, antara lain :

1. Harus dapat dilayani secara aman tanpa memerlukan alat bantu;

2. Jumlahnya harus sedemikian hingga semua pekerjaan pelayanan, pemeliharaan, dan perbaikan pada instalasi dapat dilakukan dengan aman;

3. Dalam keadaan terbuka, bagian-bagian saklar atau pemisah yang bergerak harus tidak bertegangan

4. Harus tidak dapat menghubungkan dengan sendirinya karena pengaruh gaya berat

5. Kemampuan saklar sekurang-kurangnya harus sesuai dengan daya alat yang dihubungkannya, tetapi tidak boleh kurang dari 5A

Beberapa jenis saklar yang sering digunakan dalam instalasi penerangan dan daya antara lain saklar seri, saklar sen, saklar tukar, maupun saklar golongan.

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

A. Waktu dan Tempat a. Waktu

Pembuatan tugas akhir ini akan dilaksanakan selama 6 bulan, mulai dari bulan Agustus 2020 sampai dengan Desember 2020 sesuai dengan perencanaan waktu yang terdapat pada jadwal penelitian.

b. Tempat

Penelitian ini dilakukan di Taman Hidangan dan Dermaga Akkarena di Tanjung Bunga Makassar.

B. Metode Penelitian

Alur Penelitian

Gambar 3.1 Diagram Blok

- Studi Literatur

Penulis dalam menyelesaikan tugas akhir ini, juga dengan melakukan studi dari buku-buku dan perpustakaan yang berkaitan dengan permasalahan serta gambar dart dokumen lainnya

- Pengumpulan data

Pengumpulan data yaitu dengan metode wawancara dan pengambilan data pada Metro Tanjung Bungan Makassar yang berkaitan dengan penyusunan judul tugas akhir ini.

- Diskusi

Penulis melakukan diskusi dengan pihak-pihak yang memahami permasalahan ini.

- Penyusunan

Dalam pembuatan tugas akhir atau karya tulis diperlukan suatu cara untuk menyusun pormulasi untiuk mendapatkan hasil dari tugas akhir ini.

C. Gambar Rangkaian Metode

Flowuchart 3.1 Blok diagram

Perhitungan penerangan luar

Perhitungan luas penampang

Organisasi pemeliharaan Perhitungan kumparan

hambatan arus

Penentuan penampang pentanahan pemeliharaan Selesai

a. Penghantar

- Jenis kabel yang digunakan antara perlengkapan hubung bagi utama ke cabang.

- Kabel untuk penerangan dan kotak kontak yang digunakan . - Kabel yang digunakan apakah sudah mendapat sertifikasi.

- Sistem pemasangan kabel yang terpasang pada bagian bangunan.

- Keberadaan peyambungan dan lilitan kabel.

- Tiap kelompok group penerangan yang diperkenankan terhadap beban.

b. Saklar dan Kotak-Kontak

- Dalam pemasangan instalasi ini saklar yang digunakan terbuat dari bahan yang tidak mudah terbakar dan tidak menjalarkan api.

- Pemasangan saklar, ketinggian dari lantai dan jarak dari pintu.

- Pemasangan saklar dan kotak kontak dipasang pada tempat-tempat yang mudah terjangkau dan berada pada ruang bebas.

- Kapasitas saklar.

- Kotak kontak ditanam dalam plesteran dengan ketinggian dari lantai.

- Saklar dan kotak kontak yang digunakan c. Tata Letak Lampu/Armatur

- Teras

Pada tempat ini jenis lampu yang digunakan serta tempat penempatannya - Kantor, Bilas Ganti, Dapur, dan Food Court

Ruang-ruang ini semuanya menggunakan jenis lampua apa dan tempat penempatannya. Pada ruang-ruang tertentu digunakan armatur tertentu sehingga tingkat kesilauannya dapat dikurangi.

Lampu/armatur dipasang kuat pada bangunan, tetapi harus mudah dibuka untuk pemeliharaan. Dalam pemasangannya harus rapi dan lurus sesuai dengan bagian bangunan.

- Taman dari Dermaga

Pada tempat pemasangan digunakan jenis lampu dengan sistem penerangan yang menyebar (diffuse) di mana lampunya dipasang di dalam tabling lampu taman. Penempatan lampu diatur sedemikian rupa sehingga selain sebagai penerangan taman Jalan, dan dermaga, juga menambah keindahan.

d. Lampu-lampu (Lighting Fixtures)

- Kualitas lampu-lampu yang digunakan

- Pemasangan lampu TL, ballast, stater, dan kondensor yang sekualitas.

- Fitting lampu atau yang sekualitas e. Pemilihan Peralatan

Pemilihan peralatan instalasi, yang sesuai dengan beban yang akan dilayani, akan menjamin keamanan instalasi. Faktor bentuk peralatan juga mempengaruhi penempatan meja kerja dalam ruangan. Dalam hal ini penempatan peralatan instalasi harus tidak mengganggu penempatan meja kerja, artinya peralatan-peralatan instalasi berada pada ruang bebas.

f. Pentanahan

Pada lokasi ini merupakan daerah pantai dengan jenis tanahnya yang berpasir sehingga digunakan sistem pentanahan dengan elektroda batang di mana elektroda pentanahannya adalah besi baja profil yang dipancang.

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

1. Gambaran Fisik Bangunan

Taman hidangan dan dermaga yang dibangun terletak di tepi Pantai Tanjung Merdeka di kawasan Tanjung Bunga, pembangunan tersebut memiliki empat buah gedung, dengan dilengkapi taman dan dermaga dengan distribusi jaringan listriknya menggunakan beberapa buah sub panel yang terletak di dalam ruang panel. Sub-sub panel ini dihubungkan dengan panel utama yang terletak di ruang panel. Sedangkan panel utama disupplai oleh PLN.

2. Ukuran Bangunan

Bangunan-bangunan taman hidangan dan dermaga ini mempunyai berbagai ukuran dan fungsi tiang yang berbeda-beda Ukuran dari masing-masing ruang dapat dilihat pada tabel 4.1.

Ukuran ini perlu diketahui dimaksudkan untuk memudahkan dalam perhitungan jumlah unit lampu yang diperlukan, karena akan diperoleh beberapa faktor indeks ruang.

3. Dinding Bangunan

Dinding bangunan ini terbuat dari batu merah, yang kemudian diplester dengan lapisan luar yang dicat. Warna dari dinding sangat penting dalam menentukan tingkat pencahayaan suatu ruang, sehingga ruang akan menampakkan

4. Lantai Bangunan

Tingkat pemantulan cahaya juga ditentukan oleh faktor refleksi lantai.

Lantai yang terpasang pada bangunan ini terdiri dari pecahan-pecahan keramik yang mempunyai permukaan dengan faktor pemantulan yang sangat berpengaruh.

5. Plafon Bangunan

Untuk plafon yang digunakan pada bangunan ini adalah eternit warna putih untuk mendapatkan faktor pemantulan yang besar.

Tabel 4.1 Ukuran Ruang Tiap Bangunan NAMA

RUANG

UK U R AN Jumlah

Ruang Panjang

(m)

Lebar (m)

Tinggi (m)

R. Tunggu 6 6 3,25 1

Office 1 8 6 3,25 1

Office 2 6 6 3,25 1

R. Sholat 4 4 3,25 1

R. Panel 4 4 3,25 1

Teras l 8 2 2,5 1

Teras 2 6 3 2,5 1

Dapur 3 3 2,5 8

R. Panel 3 3 2,5 1

+ R. Kasir

Toilet Man 4,05 3 3,25 1

Toilet Woman 4,05 3 3,25 1

R.Rias 5 4 2,5 1

Gudang 3 1,9 3,25 2

Teras Depan 42,95 2 2,5 2

Teras Belakang 42,95 2 2,5 2

Toilet 2,67 1,33 3,25 2

R. Bilas 5,33 1,33 3,25 2

R. Ganti 2,67 2,67 3,25 2

Teras 5,34 3 3,25 1

Restoran 20 12 4 1

B. Uraian Teknis 1. Instalasi Penerangan

Pada sub bab ini akan kami uraikan syarat teknis mengenai pemasangan peralatan dan perlengkapan instalasi penerangan dalam dan penerangan luar sesuai dengan kondisi bangunan.

g. Perlengkapan Hubung Bagi

Penggunaan perlengkapan hubung bagi dalam mensupplai kebutuhan daya listrik pada beban, hams aman terhadap gangguan alam dan mekanis.

Perlengkapan hubung bagi yang digunakan dengan spesifikasi sebagai berikut:

- Perlengkapan hubung bagi yang digunakan terbuat dari plat besi dengan ketebalan 1,5 mm dengan ukuran panjang dan lebar yang disesuaikan dengan kebutuhan.

- Perlengkapan hubung bagi dipasang tertanam dengan kedalaman kurang lebih 5 cm atau setengah tertanam pada tembok dan ditempatkan dalam ruangan yang mudah terjangkau.

- Perlengkapan hubung bagi cabang mendapat supplai dari perlengkapan hubung bagi utama, yang terletak di ruang panel melalui saluran di dalam tanah dengan menggunakan kabel NYY.

- Untuk hubungan antara perlengkapan hubung bagi cabang dengan perlengkapan hubung bagi utama, diberi suatu pengaman dalam hal ini MCCB, sedang dari perlengkapan hubung bagi cabang ke beban diberi pengaman MCB.

- Perlengkapan hubung bagi utama, perlengkapan hubung bagi cabang, diberikan lampu tanda untuk mendeteksi adanya tegangan pada semua fasa h. Penghantar

- Jenis kabel yang digunakan antara perlengkapan hubung bagi utama ke cabang menggunakan kabel NYY.

- Kabel untuk penerangan dan kotak kontak biasa menggunakan kabel NYM 2,5 mm2+.

- Kabel yang digunakan adalah produk dalam negeri yang sudah mendapat sertifikat PLN (LMK).

- Pemasangan kabel harus rapi, lurus, dan kuat terpasang pada bagian bangunan.

- Tiap penyambungan kabel harus berada dalam terminal box matel ex LICO atau sekualitas dan lilitan penyambungan kabel tersebut ditutup dengan lasdop.

- Tiap kelompok group penerangan yang diperkenankan adalah 15 titik beban.

- Semua instalasi penerangan di dalam ruang, merupakan pemasangan tanairi (inbow).

i. Saklar dan Kotak-Kontak

- Dalam pemasangan instalasi ini saklar yang digunakan terbuat dari bahan yang tidak mudah terbakar dan tidak menjalarkan api.

- Saklar dipasang tertanam dalam plesteran dengan ketinggian 150 cm dari lantai dan 30 cm dari pintu.

Dalam dokumen BAB III (Halaman 34-39)

Dokumen terkait