• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODOLOGI PENELITIAN

Dalam dokumen BAB III (Halaman 51-56)

- Studi Literatur

Penulis dalam menyelesaikan tugas akhir ini, juga dengan melakukan studi dari buku-buku dan perpustakaan yang berkaitan dengan permasalahan serta gambar dart dokumen lainnya

- Pengumpulan data

Pengumpulan data yaitu dengan metode wawancara dan pengambilan data pada Metro Tanjung Bungan Makassar yang berkaitan dengan penyusunan judul tugas akhir ini.

- Diskusi

Penulis melakukan diskusi dengan pihak-pihak yang memahami permasalahan ini.

- Penyusunan

Dalam pembuatan tugas akhir atau karya tulis diperlukan suatu cara untuk menyusun pormulasi untiuk mendapatkan hasil dari tugas akhir ini.

C. Gambar Rangkaian Metode

Flowuchart 3.1 Blok diagram

Perhitungan penerangan luar

Perhitungan luas penampang

Organisasi pemeliharaan Perhitungan kumparan

hambatan arus

Penentuan penampang pentanahan pemeliharaan Selesai

a. Penghantar

- Jenis kabel yang digunakan antara perlengkapan hubung bagi utama ke cabang.

- Kabel untuk penerangan dan kotak kontak yang digunakan . - Kabel yang digunakan apakah sudah mendapat sertifikasi.

- Sistem pemasangan kabel yang terpasang pada bagian bangunan.

- Keberadaan peyambungan dan lilitan kabel.

- Tiap kelompok group penerangan yang diperkenankan terhadap beban.

b. Saklar dan Kotak-Kontak

- Dalam pemasangan instalasi ini saklar yang digunakan terbuat dari bahan yang tidak mudah terbakar dan tidak menjalarkan api.

- Pemasangan saklar, ketinggian dari lantai dan jarak dari pintu.

- Pemasangan saklar dan kotak kontak dipasang pada tempat-tempat yang mudah terjangkau dan berada pada ruang bebas.

- Kapasitas saklar.

- Kotak kontak ditanam dalam plesteran dengan ketinggian dari lantai.

- Saklar dan kotak kontak yang digunakan c. Tata Letak Lampu/Armatur

- Teras

Pada tempat ini jenis lampu yang digunakan serta tempat penempatannya - Kantor, Bilas Ganti, Dapur, dan Food Court

Ruang-ruang ini semuanya menggunakan jenis lampua apa dan tempat penempatannya. Pada ruang-ruang tertentu digunakan armatur tertentu sehingga tingkat kesilauannya dapat dikurangi.

Lampu/armatur dipasang kuat pada bangunan, tetapi harus mudah dibuka untuk pemeliharaan. Dalam pemasangannya harus rapi dan lurus sesuai dengan bagian bangunan.

- Taman dari Dermaga

Pada tempat pemasangan digunakan jenis lampu dengan sistem penerangan yang menyebar (diffuse) di mana lampunya dipasang di dalam tabling lampu taman. Penempatan lampu diatur sedemikian rupa sehingga selain sebagai penerangan taman Jalan, dan dermaga, juga menambah keindahan.

d. Lampu-lampu (Lighting Fixtures)

- Kualitas lampu-lampu yang digunakan

- Pemasangan lampu TL, ballast, stater, dan kondensor yang sekualitas.

- Fitting lampu atau yang sekualitas e. Pemilihan Peralatan

Pemilihan peralatan instalasi, yang sesuai dengan beban yang akan dilayani, akan menjamin keamanan instalasi. Faktor bentuk peralatan juga mempengaruhi penempatan meja kerja dalam ruangan. Dalam hal ini penempatan peralatan instalasi harus tidak mengganggu penempatan meja kerja, artinya peralatan-peralatan instalasi berada pada ruang bebas.

f. Pentanahan

Pada lokasi ini merupakan daerah pantai dengan jenis tanahnya yang berpasir sehingga digunakan sistem pentanahan dengan elektroda batang di mana elektroda pentanahannya adalah besi baja profil yang dipancang.

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

1. Gambaran Fisik Bangunan

Taman hidangan dan dermaga yang dibangun terletak di tepi Pantai Tanjung Merdeka di kawasan Tanjung Bunga, pembangunan tersebut memiliki empat buah gedung, dengan dilengkapi taman dan dermaga dengan distribusi jaringan listriknya menggunakan beberapa buah sub panel yang terletak di dalam ruang panel. Sub-sub panel ini dihubungkan dengan panel utama yang terletak di ruang panel. Sedangkan panel utama disupplai oleh PLN.

2. Ukuran Bangunan

Bangunan-bangunan taman hidangan dan dermaga ini mempunyai berbagai ukuran dan fungsi tiang yang berbeda-beda Ukuran dari masing-masing ruang dapat dilihat pada tabel 4.1.

Ukuran ini perlu diketahui dimaksudkan untuk memudahkan dalam perhitungan jumlah unit lampu yang diperlukan, karena akan diperoleh beberapa faktor indeks ruang.

3. Dinding Bangunan

Dinding bangunan ini terbuat dari batu merah, yang kemudian diplester dengan lapisan luar yang dicat. Warna dari dinding sangat penting dalam menentukan tingkat pencahayaan suatu ruang, sehingga ruang akan menampakkan

4. Lantai Bangunan

Tingkat pemantulan cahaya juga ditentukan oleh faktor refleksi lantai.

Lantai yang terpasang pada bangunan ini terdiri dari pecahan-pecahan keramik yang mempunyai permukaan dengan faktor pemantulan yang sangat berpengaruh.

5. Plafon Bangunan

Untuk plafon yang digunakan pada bangunan ini adalah eternit warna putih untuk mendapatkan faktor pemantulan yang besar.

Tabel 4.1 Ukuran Ruang Tiap Bangunan NAMA

RUANG

UK U R AN Jumlah

Ruang Panjang

(m)

Lebar (m)

Tinggi (m)

R. Tunggu 6 6 3,25 1

Office 1 8 6 3,25 1

Office 2 6 6 3,25 1

R. Sholat 4 4 3,25 1

R. Panel 4 4 3,25 1

Teras l 8 2 2,5 1

Teras 2 6 3 2,5 1

Dapur 3 3 2,5 8

R. Panel 3 3 2,5 1

+ R. Kasir

Toilet Man 4,05 3 3,25 1

Toilet Woman 4,05 3 3,25 1

R.Rias 5 4 2,5 1

Gudang 3 1,9 3,25 2

Teras Depan 42,95 2 2,5 2

Teras Belakang 42,95 2 2,5 2

Toilet 2,67 1,33 3,25 2

R. Bilas 5,33 1,33 3,25 2

R. Ganti 2,67 2,67 3,25 2

Teras 5,34 3 3,25 1

Restoran 20 12 4 1

B. Uraian Teknis 1. Instalasi Penerangan

Pada sub bab ini akan kami uraikan syarat teknis mengenai pemasangan peralatan dan perlengkapan instalasi penerangan dalam dan penerangan luar sesuai dengan kondisi bangunan.

g. Perlengkapan Hubung Bagi

Penggunaan perlengkapan hubung bagi dalam mensupplai kebutuhan daya listrik pada beban, hams aman terhadap gangguan alam dan mekanis.

Perlengkapan hubung bagi yang digunakan dengan spesifikasi sebagai berikut:

- Perlengkapan hubung bagi yang digunakan terbuat dari plat besi dengan ketebalan 1,5 mm dengan ukuran panjang dan lebar yang disesuaikan dengan kebutuhan.

- Perlengkapan hubung bagi dipasang tertanam dengan kedalaman kurang lebih 5 cm atau setengah tertanam pada tembok dan ditempatkan dalam ruangan yang mudah terjangkau.

- Perlengkapan hubung bagi cabang mendapat supplai dari perlengkapan hubung bagi utama, yang terletak di ruang panel melalui saluran di dalam tanah dengan menggunakan kabel NYY.

- Untuk hubungan antara perlengkapan hubung bagi cabang dengan perlengkapan hubung bagi utama, diberi suatu pengaman dalam hal ini MCCB, sedang dari perlengkapan hubung bagi cabang ke beban diberi pengaman MCB.

- Perlengkapan hubung bagi utama, perlengkapan hubung bagi cabang, diberikan lampu tanda untuk mendeteksi adanya tegangan pada semua fasa h. Penghantar

- Jenis kabel yang digunakan antara perlengkapan hubung bagi utama ke cabang menggunakan kabel NYY.

- Kabel untuk penerangan dan kotak kontak biasa menggunakan kabel NYM 2,5 mm2+.

- Kabel yang digunakan adalah produk dalam negeri yang sudah mendapat sertifikat PLN (LMK).

- Pemasangan kabel harus rapi, lurus, dan kuat terpasang pada bagian bangunan.

- Tiap penyambungan kabel harus berada dalam terminal box matel ex LICO atau sekualitas dan lilitan penyambungan kabel tersebut ditutup dengan lasdop.

- Tiap kelompok group penerangan yang diperkenankan adalah 15 titik beban.

- Semua instalasi penerangan di dalam ruang, merupakan pemasangan tanairi (inbow).

i. Saklar dan Kotak-Kontak

- Dalam pemasangan instalasi ini saklar yang digunakan terbuat dari bahan yang tidak mudah terbakar dan tidak menjalarkan api.

- Saklar dipasang tertanam dalam plesteran dengan ketinggian 150 cm dari lantai dan 30 cm dari pintu.

- Saklar dan kotak kontak dipasang pada tempat-tempat yang mudah terjangkau dan berada pada ruang bebas.

- Kapasitas saklar adalah 10 A.

- Kotak kontak ditanam dalam plesteran dengan ketinggian 30 cm dari lantai.

- Saklar dan kotak kontak yang digunakan adalah merk LEGRANG, LMK, atau yang sekualitas.

j. Tata Letak Lampu/Armatur - Teras

Pada tempat ini jenis lampu adalah pijar yang mana fitting langsung menempel pada plafon sehingga sistem penerangan di tempat ini adalah langsung.

- Kantor, Bilas Ganti, Dapur, dan Food Court

Ruang-ruang ini semuanya menggunakan lampu TL dan pijar atau sejenisnya dengan armatur yang menempel pada plafon Sistem yang digunakan pada ruang-ruang tersebut adalah langsung. Pada ruang-ruang tertentu digunakan armatur tertentu sehingga tingkat kesilauannya dapat dikurangi.

Lampu/armatur dipasang kuat pada bangunan, tetapi harus mudah dibuka untuk pemeliharaan. Dalam pemasangannya harus rapi dan lurus sesuai dengan bagian bangunan.

- Taman dari Dermaga

Pada tempat ini digunakan lampu pijar dengan sistem penerangan yang menyebar (diffuse) di mana lampunya dipasang di dalam tabling lampu

taman. Penempatan lampu diatur sedemikian rupa sehingga selain sebagai penerangan taman Jalan, dan dermaga, juga menambah keindahan.

k. Lampu-lampu (Lighting Fixtures)

- Lampu-lampu yang digunakan adalah merk Philips atau yang sekualitas.

- Untuk lampu TL, ballast, stater, dan kondensor merk Philips atau yang sekualitas.

- Fitting lampu merk Philips atau yang sekualitas l. Pemilihan Peralatan

Pemilihan peralatan instalasi, yang sesuai dengan beban yang akan dilayani, akan menjamin keamanan instalasi. Faktor bentuk peralatan juga mempengaruhi penempatan meja kerja dalam ruangan. Dalam hal ini penempatan peralatan instalasi harus tidak mengganggu penempatan meja kerja, artinya peralatan-peralatan instalasi berada pada ruang bebas.

m. Pentanahan

Pada lokasi ini merupakan daerah pantai dengan jenis tanahnya yang berpasir sehingga digunakan sistem pentanahan dengan elektroda batang di mana elektroda pentanahannya adalah besi baja profil yang dipancang.

C. Perhitungan Penerangan

1. Perhitungan Penerangan Dalam Dengan Metode Lumen

Untuk menghitung jumlah unit lampu yang digunakan pada penerangan dalam, digunakan metode lumen. Sebelum menghitung jumlah lampu yang dibutuhkan setiap ruang, perlu diketahui faktor-faktor sebagai berikut:

a. Jumlah iluminasi yang dibutuhkan.

b. Jenis lampu dan sistem penerangan yang digunakan c. Panjang ruang dan lebar ruang.

d. Tinggi plafon ke bidang kerja.

e. Faktor refleksi plafon (ρc).

f. Faktor refleksi dinding (ρw).

g. Faktor depresiasi.

Untuk perhitungan jumlah unit lampu, maka berikut ini digunakan Ruang Tunggu pada bangunan utama sebagai contoh perhitungan penerangan dalam.

Ruang tunggu ini merupakan salah satu bagian ruang dari bangunan utama yang digunakan sebagai ruang tunggu yang juga dapat difungsikan sebagai ruang untuk pertemuan, atau kegiatan yang sejenisnya Karena ruang ini tidak digunakan secara terus-menerus, maka tingkat iluminasi yang dibutuhkan pada ruang ini adalah 150 lux. Sistem penerangan yang digunakan adalah sistem penerangan langsung di mana armatur lampu dipasang langsung menempel pada plafon, dengan menggunakan :

Lampu pijar 100 w dengan Ip = 1280 lumen Faktor refleksi plafon (ρc) = 70 %

Faktor refleksi dinding (ρw) = 50 %

Faktor depresiasi = 0,8 karena pada lokasi ini terjadi tingkat pengotoran ringan dengan masa pemeliharaan 2 tahun.

di mana diketahui : p = 6 meter I = 6 meter

h = (3,25 - 0,8) meter = 2,45 meter hasil perhitungan :

- Ko = = = = 1,22 K1 = 1,2 ; 1 = 0,52

K2 = 1,5 ; 2 = 0,56

- o = 1 + (2-1)= 0,52 + (0,56-0,52) = 0,52

- tot =

=

=

= 12980,77

- n =

=

= 10,14

= 10 buah

Dengan metode perhitungan penerangan dalam yang sama seperti di atas maka kebutuhan jumlah unit lampu untuk setiap bangunan dapat dilihat pada tabel 4.1 (terlampir).

Berdasarkan hasil perhitungan seperti yang diperlihatkan pada tabel 4.1, terdapat perbedaan antara perencanaan dan analisis. Di mana pada beberapa ruang, jumlah titik cahaya yang digunakan tidak sesuai dengan hasil perhitungan.

Kemungkinan besar perbedaan ini karena pada perencanaan kurang memperhatikan faktor refleksi atau kondisi bangunan, dalam hal ini warna dinding dan plafon untuk setiap ruang.

Dari basil analisis, maka untuk memperoleh tingkat penerangan yang maksimal sesuai dengan fungsi ruang, jumlah titik lampu yang digunakan pada perencanaan harus disesuaikan dengan jumlah titik lampu dari hasil perhitungan.

Seperti miisalnya ruang tunggu pada bangunan utama di mana pada perencanaan digunakan 4 titik lampu, sedangkan pada perhitungan diperoleh 10 titik lampu

Dengan demikian, jumlah titik lampu yang harus digunakan adalah sesuai dengan jumlah yang diperoleh pada hasil perhitungan. Begitu pula dengan ruang-ruang yang lainnya

2. Perhitungan Penerangan Luar

Untuk perhitungan penerangan luar, maka digunakan metode titik.

Langkah-langkah yang dilakukan untuk melakukan perhitungan luar ini adalah : - Menentukan fluks cahaya lampu ( ), yaitu 1280 Lumen karena lampu yang

digunakan adalah lampu Pijar 100 W.

- Menentukan jarak antara sumber cahaya, yaitu 5 meter, - Menentukan besarnya intensitas penerangan, yaitu :

Eh = cos  dan Ev =

dimana: I = 1,28 x 170

= 217,6 Candela

Diagram polar yang digunakan adalah diagram polar yang umumnya dipakai untuk lampu yang memberikan 1000 lumen (gambar diagram polar terlampir). Karena pada perhitungan ini lampu yang digunakan adalah lampu yang memberikan 1280 lumen, maka nilai-nilai yang diberikan dalam diagram polar tersebut masih harus dikalikan dengan jumlah ribuan lumen lampu tersebut, yaitu 1,28.

Sehingga

Eh = cos  dan Ev =

= 17,41 x 0,71 = 17,41 lux

= 12,36 lux

Jadi intensitas penerangan yang dibutuhkan untuk arah atau bidang horizontal sebesar 12,36 lux dan untuk bidang vertikal adalah 17,41 lux dengan tinggi sumber cahaya 2,5 m dan jarak antar sumber cahaya 5 m.

BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan

1. Sistem penerangan pada Taman Hidangan dan Dermaga Akkarena menggunakan sistem penerangan langsung dengan metode lumen untuk penerangan dalam, dengan sumber cahaya atau lampu yang menempel pada plafon. Sedangkan untuk penerangan luar menggunakan sistem penerangan diffuse dengan metode titik.

2. Pengaman beban penerangan yang digunakan adalah Mini Circuit Breaker, yang dipasang pada peralatan hubung bagi cabang dan peralatan hubung bagi utama, dengan pengaman utama yaitu MCCB 3 fasa.

3. Bila dilihat dari pemakaian daya dan pengaman yang digunakan oleh kelompok beban penerangan pada masing-masing group, termasuk kurang efektif dan ekonomis karena beban yang dilayani relatif kecil dari kapasitas pengaman yang dipasang terlalu besar.

B. Saran

1. di harapkan kepada pemerintah setempat agar lebih memperhatikan penentuan kapasitas pengaman terhadap arus dan beban lebih pada jaringa instalasi listrik di taman hidangan dan dermaga dan lebih meningkatkan Sistem penerangan pada Taman Hidangan dan Dermaga Akkarena menggunakan sistem penerangan langsung dengan metode lumen untuk penerangan dalam, dengan sumber cahaya atau lampu yang

2. di harapkan agar dapat lebih memperhatikan tentang Pengaman beban penerangan yang digunakan adalah Mini Circuit Breaker, yang dipasang pada peralatan hubung bagi cabang dan peralatan hubung bagi utama, dengan pengaman utama yaitu MCCB 3 fasa.

3. Di harapakan Pihak terkait dapat memgatasi masalah yang terjadi seperti hasil penelitian yang di temukan di lapangan secara langsung dari pemakaian daya dan pengaman yang digunakan oleh kelompok beban penerangan pada masing-masing group, termasuk kurang efektif dan ekonomis karena beban yang dilayani relatif kecil dari kapasitas pengaman yang dipasang terlalu besar.

DAFTAR PUSTAKA

Jhon Parson And H.G. Barnet, Electrical Translation And Distribution Reference Book, Westinghouse Electrical Corparation, Eats Pittsburg, Fourth Edition, 2015.

Kadir Wahid ,2018 "/Transmisi Tegangan Listrik", Jakarta, Ul-Press.

Michael Neidle, Teknologi Instalasi Listrik., Erlangga, Edisi Ketiga, 2019

Peraturan Umum Instalasi Listrik 2018, Penerbit Panitia Revisi Puel Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Jakarta.

Philips, Compact Lighting Catalogue, 2018

Pln Wilayah Viii, Basil Rapat Dinas Tahunan Pln Wlayah Viii, Makassar, 10mei2018.

Setiawan , Instalasi Listrik Arus Kuat 1, Binacipta, Cetakan Kedua, Desember 2018.

Setiawan, Instalasi Listrik Arus Kuat 2, Binacipta, Cetakan Kedua, Desember 2018.

Soemarto Sudirman Ir., Pola Pengaman Sistem Distribusi, Topik, Perusahaan Umum Listrik Negara, Jakarta, 2018.

Tahir Harahap Ir., Studi Distribusi Sulawesi Selatan Dan Tenggara, Perusahaan Listrik Negara, Makassar, 18 April 2018.

.

L A M

P

I

R

A

N

Dalam dokumen BAB III (Halaman 51-56)

Dokumen terkait