• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN

H. Kajian Hipotesis

: > : Ada perbedaan hasil belajar antara sebelum dan setelah diterapkan media puzzle peta

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASA

A. Hasil Penelitian

1. Deskripsi Hasil Pretest Sebelum Menggunakan Media Puzzle Peta Terhadap Hasil Belajar IPS Kelas V SD Negeri Pagandongan.

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti di SD Negeri Pagandongan Kota Makassar mulai bulan Mei 2018, maka diperoleh data-data yang dikumpulkan melalui instrument tes sehingga dapat diketahui kemampuan belajar murid kelas V pada mata pelajaran Ilmu pengetahuan sosial SD Negeri Pagandongan Kota Makassar

Data perolehan skor hasil belajar Ilmu pengetahuan sosial kelas V SD Negeri pagandongan, dapat diketahuisebagai berikut:

Tabel 4.5 Skor Nilai Pre-Test

No. Nama Murid Nilai

1 Awal 40

2 Ahmad Yani 40

3 Ahmad Ardan 45

4 M. Fajri 55

5 M. Fajri S 50

6 Habiyuda 40

7 Isnaeni Ramadhani 75

8 Junaedi 50

9 Mirna 60

10 M. Rahmat 30

11 M. Yusran Hadi 70

12 Meilani Antika 50

13 Musrifan 55

14 Muharram 70

15 M. Irham Al Fajri 45

16 Nurfila Meyada 40

17 Nuramelia 50

18 Nurul Asisa Melia 80

19 Nur Safira 60

20 Nur Aisya 50

21 Nurhaningsi 60

22 Nayla Nurkhalisa 30

23 RiSDayanti 50

24 Ratnalisti 55

25 Reihana Rahman 30

26 Tiara Cinta Lestari 55

27 Ussy Ayudia 60

28 Santika 35

29 Suseno 40

30 Rena Febrianti 45

31 Rifka Awalia 65

32 Zaqhur Farhan 70

33 Fandy 50

34 Muh. Adithia Pasha 65

35 Andika Putra 50

36 Nur Qalbi 60

37 Anugrah Ramadhan 35

Sumber SD Negeri Pagandongan Kota Makassar

Cara mencari mean (rata-rata) nilai Pretest dari murid kelas V SD Negeri Pagandongan, dapat dilihat melalui tabel di bawah ini:

Tabel 4.6 Perhitungan untuk mencari mean (rata-rata) prestest

X F X.F

30 3 90

35 2 70

40 4 160

45 3 135

50 8 400

55 4 220

60 5 300

65 2 130

70 4 280

75 1 75

80 1 80

Jumlah 37 1940

Sumber Hasil olah data SD Negeri Pagandongan Kota Makassar

Berdasarkan data di atas dapat diketahui bahwa nilai dari ∑ = 1940 sedangkan niali n sendiri adalah 37. Oleh karena itu, dapat diperoleh nilai rata – rata (mean) sebagai berikut:

̅ =

3

Berdasarkan hasil perhitungan di atas maka diperoleh nilai rata – rata dari hasil belajar murid kelas V SD Negeri Pagandongan, sebelum penerapan media puzzle peta yaitu 52,43. Adapun dikategorikan pada pedoman Departemen pendidikan dan kebudayaan (Depdikbud), maka keterangan murid dapat dilihat pada table berikut

Tabel 4.7 Tingkat Hasil Belajar Pretest

No Interval Nilai frekuensi Persentase (%) Kategori

1. 0 – 54 20 54,04% Sangat rendah

2. 55 – 64 9 24,32% Rendah

3. 65 – 74 6 16,21% Sedang

4. 75 – 84 2 5,40% Tinggi

5. 85 – 100 0 0 Sangat tinggi

Sumber Hasil olah data SD Negeri Pagandongan Kota Makassar

Berdasarkan data yang dapat dilihat pada tabel maka dapat disimpulkan bahwa hasil belajar pada tahap pretest dengan menggunakan instrument test dikategorikan sangat rendah yaitu 54,04%, rendah yaitu 24,32%, sedang 16,21%, tinggi 5.40%,.

Melihat dari hasil presentase yang ada dapat dikatakan bahwa tingkat hasil belajar murid sebelum diterapkan media puzzle peta tergolong rendah.

Tabel 4.8 Deskripsi Ketuntasan Belajar IPS

Skor Kategorisasi Frekuensi %

0 ≤ × < 75 Tidak Tuntas 35 94,59%

75 ≥ × ≤ 100 Tuntas 2 5,40%

Jumlah 37 100%

Hasil olah data SD Negeri Pagandongan Kota Makassar

Apabila Tabel 4.7 dikaitkan dengan indikator kriteria ketuntasan hasil belajar IPS murid yang ditentukan oleh peneliti yaitu jika jumlah Murid yang mencapai atau melebihi nilai KKM (75) 5,40%, sehingga dapat disimpulkan bahwa hasil belajar pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial murid (IPS) Kelas VB SD Negeri Pagandongan Kota Makassar, belum memenuhi kriteria ketuntasan hasil belajar secara klasikal dimana murid yang tuntas hanya 2 orang.

2. Deskripsi Hasil Belajar Post-test Setelah Menggunakan Media Puzzle Peta Terhadap Hasil Belajar IPS Murid Kelas V SD Negeri Pagandongan Kota Makassar.

Selama penelitian berlangsung terjadi perubahan terhadap kelas setelah diberikan perlakuan. Perubahan tersebut berupa hasil belajar yang datanya diperoleh setelah diberikan post-test. Perubahan tersebut dapat dilihat dari data berikut ini.

Data perolehan skor hasil belajar murid kelas V SD Negeri Pagandongan Kota Makassar, setelah penerapan media puzzle peta.

Tabel 4.9 Skor Nilai Post-test

No. Nama Murid Nilai

1 Awal 60

2 Ahmad Yani 75

3 Ahmad Ardan 85

4 M. Fajri 85

5 M. Fajri S 80

6 Habiyuda 90

7 Isnaeni Ramadhani 95

8 Junaedi 85

9 Mirna 80

10 M. Rahmat 80

11 M. Yusran Hadi 100

12 Meilani Antika 80

13 Musrifan 75

14 Muharram 90

15 M. Irham Al Fajri 75

16 Nurfila Meyada 80

17 Nuramelia 90

18 Nurul Asisa Melia 100

19 Nur Safira 95

20 Nur Aisya 85

21 Nurhaningsi 95

22 Nayla Nurkhalisa 55

23 RiSdayanti 85

24 Ratnalisti 95

25 Reihana Rahman 55

26 Tiara Cinta Lestari 90

27 Ussy Ayudia 100

28 Santika 90

29 Suseno 80

30 Rena Febrianti 80

31 Rifka Awalia 90

32 Zaqhur Farhan 100

33 Fandy 85

34 Muh. Adithia Pasha 95

35 Andika Putra 80

36 Nur Qalbi 85

37 Anugrah Ramadhan 60

Sumber SD Negeri Pagandongan

Cara mencari mean (rata – rata) nilai post-test dari murid kelas V SD Negeri Pagandongan Kota Makassar.

Tabel 4.10 Perhitungan untuk mencari mean (rata – rata) nilai post-test

X F F.X

55 2 110

60 2 120

75 3 225

80 8 640

85 7 595

90 6 540

95 5 475

100 4 400

jumlah 37 3105

Sumber hasil olah data SD Negeri Pagandongan

Berdasarkan data hasil post-test di atas dapat diketahui bahwa nilai dari

∑ = 3105 dan nilai n terdiri dari 37. Kemudian dapat diperoleh nilai rata – rata (mean) sebagai berikut:

̅ =

= 83.91

Berdasarkan hasil perhitungan di atas maka diperoleh nilai rata – rata dari hasil belajar murid kelas Vb SD Negeri Pagandongan Kota Makassar, setelah penerapan media puzzle peta yaitu 83,91 dari skor ideal 100.

Adapun di kategorikan pada pedoman Departemen pendidikan dan kebudayaan (Depdikbud), maka keterangan murid dapat dilihat pada tabel berikut :

Table 4.11 Tingkat hasil belajar Post-test

No Interval Nilai frekuensi Persentase (%) Kategori

1. 0 – 54 0 0 Sangat rendah

2. 55 – 64 4 10,81% Rendah

3. 65 – 74 0 0 Sedang

4. 75 – 84 11 29,72% Tinggi

5. 85 – 100 22 59,45% Sangat tinggi

Sumber hasil olah data

Berdasarkan data yang dapat dilihat pada table di atas maka dapat disimpulkn bahwa hasil belajar murid pada tahap post-test dengan menggunakan instrumen test dikategorikan sangat tinggi yaitu 59,45%, tinggi yaitu 29,72%, rendah 10,81%. Melihat dari hasil persentase yang ada dapat dikatakan bahwa

tingkat hasil belajar murid dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) setelah menggunakan media puzzle peta telah berhasil.

Tabel 4.12 Deskripsi Ketuntasan Belajar IPS

Skor Kategorisasi Frekuensi Persentase%

0 ≤ × < 75 Tidak Tuntas 4 10,81%

75 ≥ × ≤ 100 Tuntas 33 89,18%

Jumlah 37 100%

Sumber hasil olah data

Apabila tabel 4.11 dikaitkan dengan indikator kriteria ketuntasan hasil belajar murid yang ditentukan oleh peneliti yaitu jika jumlah murid yang mencapai atau melebihi nilai KKM 75 ≥ 89,18 %, sehingga dapat disimpulkan bahwa hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) murid kelas V SD Negeri Pagandongan Kota Makassar, telah memenuhi kriteria ketuntasan hasil belajar secara klasikal karena murid yang tuntas adalah 33 orang.

3. Pengaruh Media puzzle peta Terhadap Hasil Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial Murid Kelas V SD Negeri Pagandongan Kota Makassar.

sesuai dengan hipotesis penelitian yakni “ada pengaruh penggunaan media puzzle peta terhadap hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial murid kelas V di SD Negeri Pagandongan Kota Makassar, maka teknik yang digunakan untuk menguji hipotesis tersebut adalah teknik statistic inferensial dengan menggunakan uji – t.

Tabel 4.13 Analisis skor Pre-test dan Post-test

No X1 (pre-test) X2 (post-test) d =X2-X1 D2

1 40 60 20 400

2 40 75 35 1225

3 45 85 40 1600

4 55 85 30 900

5 50 80 30 900

6 40 90 50 2500

7 75 95 20 400

8 50 85 35 1225

9 60 80 20 400

10 30 80 50 2500

11 70 100 30 900

12 50 80 30 900

13 55 75 20 400

14 70 90 20 400

15 45 75 30 900

16 40 80 40 1600

17 50 90 40 1600

18 75 100 25 625

19 60 95 35 1225

20 50 85 35 1225

21 60 95 35 1225

22 30 55 25 625

23 50 85 35 1225

24 55 95 40 1600

25 30 55 25 625

26 55 90 35 1225

27 60 100 40 1600

28 70 90 20 400

29 40 80 40 1600

30 45 80 35 1225

31 65 90 25 625

32 70 100 30 900

33 50 85 35 1225

34 65 95 30 900

35 50 80 30 900

36 60 85 25 625

37 35 60 25 625

Jumlah 1940 3105 1165 38975

Sumber hasil nilai data pretest dan postest SD negeri pagandongan

Langkah – langkah dalam pengujian hipotesis adalah sebagai berikut:

1. Mencari harga “Md” dengan menggunakan rumus:

Md =

2. Mencari harga ” dengan menggunakan rumus:

= ( )

( )

3. Menentukan harga t hitung

t =

( )

t =

( )

t =

t = t = t = 23,66

4. Menentukan harga t Tabel

Untuk mencari t Tabel peneliti menggunakan tabel distribusi t dengan taraf signifikan = 37 – 1 = 36 maka diperoleh t 0,05 = 2,719

Setelah diperoleh tHitung= 23,66 dan tTabel = maka diperoleh tHitung > tTabel atau 23,66 > 2.719. Sehingga dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima. Ini berarti bahwa penerapan media puzzle peta berpengaruh terhadap hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial murid kelas V SD Negeri Pagandongan Kota Makassar.

Tabel 4.14 perbandingan pretest dan posstest

No. Nama Murid Nilai ket Nilai ket

1 Awal 40 tidak tuntas 60 tidak tuntas

2 Ahmad Yani 40 tidak tuntas 75 tuntas

3 Ahmad Ardan 45 tidak tuntas 85 tuntas

4 M. Fajri 55 tidak tuntas 85 tuntas

5 M. Fajri S 50 tidak tuntas 80 tuntas

6 Habiyuda 40 tidak tuntas 90 tuntas

7 Isnaeni Ramadhani 75 tuntas 95 tuntas

8 Junaedi 50 tidak tuntas 85 tuntas

9 Mirna 60 tidak tuntas 80 tuntas

10 M. Rahmat 30 tidak tuntas 80 tuntas

11 M. Yusran Hadi 70 tidak tuntas 100 tuntas 12 Meilani Antika 50 tidak tuntas 80 tuntas

13 Musrifan 55 tidak tuntas 75 tuntas

14 Muharram 70 tidak tuntas 90 tuntas

15 M. Irham Al Fajri 45 tidak tuntas 75 tuntas 16 Nurfila Meyada 40 tidak tuntas 80 tuntas

17 Nuramelia 50 tidak tuntas 90 tuntas

18 Nurul Asisa Melia 80 tuntas 100 tuntas

19 Nur Safira 60 tidak tuntas 95 tuntas

20 Nur Aisya 50 tidak tuntas 85 tuntas

21 Nurhaningsi 60 tidak tuntas 95 tuntas

22 Nayla Nurkhalisa 30 tidak tuntas 55 tidak tuntas

23 Risdayanti 50 tidak tuntas 85 tuntas

24 Ratnalisti 55 tidak tuntas 95 tuntas

25 Reihana Rahman 30 tidak tuntas 55 tidak tuntas 26 Tiara Cinta Lestari 55 tidak tuntas 90 tuntas

27 Ussy Ayudia 60 tidak tuntas 100 tuntas

28 Santika 35 tidak tuntas 90 tuntas

29 Suseno 40 tidak tuntas 80 tuntas

30 Rena Febrianti 45 tidak tuntas 80 tuntas

31 Rifka Awalia 65 tidak tuntas 90 tuntas

32 Zaqhur Farhan 70 tidak tuntas 100 tuntas

33 Fandy 50 tidak tuntas 85 tuntas

34 Muh. Adithia Pasha 65 tidak tuntas 95 tuntas

35 Andika Putra 50 tidak tuntas 80 tuntas

36 Nur Qalbi 60 tidak tuntas 85 tuntas

37 Anugrah Ramadhan 35 tidak tuntas 60 tidak tuntas Sumber hasil olah data

B. Pembahasan

Media Puzzle Peta merupakan media gambar yang termasuk ke dalam media visual karena hanya dapat dicerna melalui indera penglihatan. media Puzzle juga

dapat disebut permainan edukasi karena tidak hanya untuk bermain tetapi juga mengasah otak dan melatih antara kecepatan pikiran dan tangan. Oleh karena itu, media Puzzle diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar murid.

Kelebihan Media Puzzle Peta yaitu merupakan salah satu sarana yang dapat mencerdaskan kemampuan kognitif, sehingga dapat meningkatkan daya imajinasi dan kreatifitas dari berfikir logis, melatih untuk memusatkan perhatian dan memahami konsep tertentu.

Berdasarkan hasil ditemukan dalam penelitian ini, hasil yang dimaksud yaitu kesimpulan yang diambil dari berdasarkan data yang terkumpul dan analisis data yang telah dilakukan. Berdasarkan hasil pre-test nilai rata – rata hasil belajar murid 52,43 kategorikan sangat rendah karena masih berada dibawah kriteria ketuntasan. Melihat dari hasil presentasi yang ada dapat dikatakan bahwa tingkat kemampuan murid dalam memahami dan penguasaan materi pembelajaran IPS sebelum diterapkan media puzzle peta tergolong rendah.

Selanjutnya nilai rata-rata haasil post-test menunjukkan bahwa adanya peningkatan setelah menggunakan media puzzle peta dapat dilihat dari hasil post- test menunjukkan bahwa nilai rata-rat hasil post-test 83,57 mencapai kriteria ketuntasan jadi, hasil belajar IPS setelah menggunakan media puzzle peta dan hasil presentase siswa juga meningkat.

Hasil penelitian dapat diketahui bahwa setelah dilakukan uji-t yang menunjukkan bahwa terdapat pengaruh secara signifikan pada penggunaan media puzzle peta terhadap hasil belajar IPS murid kelas V Sd Negeri Pagandongan kota makassar

Hasil analisis diatas yang menunjukkan adanya pengaruh pengggunaan media puzzle peta terhadap hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial, sejalan dengan hasil observasi yang dilakukan. Berdasarkan hasil terdapat perubahan pada murid dimana pada awal kegiatan pembelajaran ada beberapa murid yang melakukan kegiatan lain atau bersikap cuek selama pembelajaran berlangsung. Hal ini dapat dilihat pada pertemuan pertama murid yang melakukan kegiatan lain sebanyak 10 murid, sedangkan pada pertemuan terakhir hanya 5 murid yang melakukan kegiatan lain pada saat guru menjelaskan materi. Pada awal pertemuan, hanya sedikit murid yang aktif pada saat pembelajaran berlangsung. Akan tetapi sejalan dengan diterapkannya penggunaan Media Puzzle Peta murid mulai aktif pada setiap pertemuan.

Hasil observasi menunjukkan banyaknya jumlah murid yang menjawab pada saat diajukan pertanyaan dan murid yang mengajukan diri untuk mengerjakan soal di papan tulis. Murid juga mulai aktif dan percaya diri untuk menanggapi jawaban dari murid lain sehingga murid yang lain ikut termotivasi untuk mengikuti pelajaran. Proses pembelajaran yang menyenangkan membuat murid tidak lagi keluar masuk pada saat pembelajaran berlangsung.

Berdasarkan hasil analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial yang diperoleh serta hasil observasi yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa penggunaan Media Puzzle Peta memiliki pengaruh terhadap hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) pada murid kelas V SD Negeri Pagandongan Kota Makassar.

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan

Penelitian ini dilakukan dengan maksud untuk mengetahui hubungan antara media puzzle dengan hasil belajar murid pada SD negeri pagandongan kota makassar.Penelitian ini terdiri dari dua variabel yaitu media puzzle sebagai variabel bebas (X) yang mempengaruhi, hasil belajar murid sebagai variabel terikat (Y) yang dipengaruhi.

1. Gambaran hasil belajar murid pretest

Gambaran murid terkait hasil belajar murid dalam pembelajaran SD Negeri Pagandongan Kota Makassar. Bahwa hasil belajar siswa pada tahap pretest yaitu dari 37 murid terdapat 2 siswa (5,40%) yang tuntas dan 35 siswa (94,59%) yang tidak tuntas. Skor rata-rata pretest yaitu 52,43 berada pada kategori rendah.

2. Gambaran hasil belajar murid posttest

bahwa hasil belajar murid pada tahap post-test dari 37 siswa terdapat 33 siswa (89,18%) yang tuntas dan 4 (10,81%) yang tidak tuntas. Skor rata-rata posttest 83,91 berada pada kategori tinggi. Hasil analisis statistik inferensial dengan menggunakan rumus uji t, dapat diketahui bahwa nilai t hitung sebesar 23,66. dengan frekuensi (dk) sebesar 37 – 1 = 36 , pada taraf signifikan 5 % diperoleh t tabel = 2.719 Oleh karena t hitung > t tabel pada taraf signifikan 5 % , maka hipotesis nol (H0) ditolak dan hipotesis alternatif (H1) diterima. Sehingga

dapat disimpulkan bahwa penerapan Media Puzzle Peta mempengaruhi hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS).

Dokumen terkait