• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II KAJIAN KEPUSTAKAAN

B. Kajian Teori

1. Sistem Informasi Akuntansi

a. Pengertian Sistem Informasi Akuntansi

Sistem adalah suatu jaringan prosedur yang dibuat menurut pola yang terpadu untuk melaksanakan kegiatan pokok perusahaan.

Prosedur adalah suatu urutan kegiatan klerikal, biasanya melibatkan beberapa orang dalam satu departemen atau lebih yang dibuat untuk menjamin penanganan serta seragam transaksi perusahaan yang terjadi berulang-ulang.24

Informasi merupakan suatu hal yang penting bagi manajemen didalam pengambilan suatu keputusan. Dan untuk menghasilkan informasi yang berguna bagi pemakai, diperlukan keahlian untuk mengelola informasi yang tersedia. Di Bawah ini akan dijelaskan beberapa pengertian sistem informasi akuntansi menurut para ahli yaitu.

24Mulyadi. 2017. Sistem Akuntansi. Edisi Keempat. Jakarta: Salemba Empat, 5.

Sistem informasi akuntansi adalah organisasi formulir, catatan dan laporan yang dikoordinasikan sedemikian rupa, untuk menyediakan informasi keuangan yang dibutuhkan oleh manajemen dalam pengelolaan perusahaan. 25

b. Tujuan Sistem Informasi Akuntansi

Adapun tujuan dari sistem akuntansi, yaitu:

1. Untuk menyediakan informasi bagi pengelolan kegiatan usaha baru.

2. Untuk memperbaiki informasi yang dihasilkan oleh sistem yang sudah ada, baik mengenai mutu, ketepatan penyajian, maupun struktur informasinya.

3. Untuk memperbaiki pengendalian akuntansi dan pengecekan intern.

4. Untuk mengurangi biaya klerikel dalam penyelenggaraan catatan akuntansi.26

c. Unsur-unsur Sistem Informasi Akuntansi

Sistem akuntansi terdiri dari unsur-unsur yang saling bekerja sama untuk menghasilkan informasi akuntansi. Unsur suatu sistem akuntansi pokok terdiri dari:27

1. Formulir

Formulir merupakan dokumen yang digunakan untuk

25Mulyadi. 2017. Sistem Akuntansi. Edisi Keempat. Jakarta: Salemba Empat, 3.

26Mulyadi. 2017. Sistem Akuntansi. Edisi Keempat. Jakarta: Salemba Empat,15.

27Marshall B. Romney dan Paul John Steinbart, Sistem Informasi Akuntansi: Accounting Information Systems Edisi 14 Pearson, (Jakarta: Salemba Empat, 2018), hal. 11

merekam kejadian transaksi. Formulir sering disebut dengan istilah dokumen, karena dengan formulir ini peristiwa yang terjadi didalam organisasi, direkam dan didokumentasi di atas kertas. Formulir sering juga di sebut dengan istilah media, karena formulir merupakan media untuk mencatat peristiwa yang terjadi didalam organisasi ke dalam catatan. Dalam sistem akuntansi secara manual (manual system), media yang digunakan untuk merekam pertama kali data transaksi keuangan adalah formulir yang dibuat dari kertas (paper form). Sedangkan dalam sistem akuntansi dengan komputer (computerized system) digunakan berbagai macam media untuk memasukkan data ke dalam sistem pengolahan data seperti: papan ketik (keyword), optical and magnetic characters and code, mice, voice, touch sensor, dan cats.

2. Jurnal

Jurnal diartikan sebagai buku harian atau catatan akuntansi yang digunakan untuk mencatat semua transaksi yang terjadi berupa pendebetan dan pengkreditan secara kronologis sesuai urutan tanggal. Sumber pencatatan dalam jurnal adalah bukti transaski atau formulir. Dalam jurnal ini data keuangan untuk pertama kalinya diklasifikasikan menurut penggolongan yang sesuai dengan informasi yang akan disajikan dalam laporan keuangan. Dalam jurnal ini pula

terdapat kegiatan peringkasan data, yang hasil peringkasannya (berupa jumlah rupiah transaksi tersebut) kemudian di-posting ke akun yang terkait dalam buku besar. Contoh jurnal adalah jurnal penerimaan kas, jurnal pengeluaran kas, jurnal pembelian, jurnal penjualan dan jurnal umum.

3. Buku Besar

Buku besar (general ledger) terdiri dari akun-akun yang digunakan untuk meringkas data keuangan yang telah dicatat sebelumnya dalam jurnal. Akun-akun dalam buku besar ini disediakan sesuai dengan unsur-unsur informasi yang akan disajikan dalam laporan keuangan. Rekening dalam akun buku besar ini disatu pihak dapat dipandang sebagai wadah untuk menggolongkan data keuangan sedangkan di pihak lain dipandang sebagai sumber informasi keuangan untuk penyajian laporan keuangan.

4. Buku Pembantu

Buku pembantu (subsidiary ledger) terdiri dari akun- akun pembantu yang merinci data keuangan yang tercantum dalam akun tertentu dalam buku besar. Buku besar dan buku pembantu merupakan catatan akuntansi akhir (books of final entry), yang berarti tidak ada catatan akuntansi lain lagi sesudah data akuntansi diringkas dan digolongkan dalam akun buku besar dan buku pembantu. Setelah data akuntansi dicatat

dalam buku-buku tersebut, maka proses akuntansi selanjutnya adalah penyajian laporan keuangan.

5. Laporan

Hasil akhir proses akuntansi adalah laporan keuangan berupa laporan posisi keuangan, laporan laba-rugi, laporan perubahan saldo laba, laporan harga pokok produksi, laporan beban pemasaran, laporan beban pokok penjualan, daftar umur piutang, daftar utang yang akan dibayar, daftar saldo persediaan yang lambat penjualannya. Laporan berisi informasi yang merupakan keluaran (output) sistem akuntansi.

Laporan dapat berbentuk hasil cetak komputer dan tayangan pada layar monitor computer.28

Penelitian yang dikutip oleh Alvia, menurut ahli George H.

Bodnar dan William S. Hopwood teknik sistem merupakan alat untuk analisis, desain, dan dokumentasi untuk memahami keterkaitan antar sistem. Teknik sistem dapat berupa diagram ataupun flowchart.

Teknik pendokumentasian dibutuhkan untuk menerangkan pemrosesan data yang dimasukkan, diproses, disimpan, dihasilkan, dandikendalikan serta sangan dibutuhkan pada saat pengembangan sistem atau membuat sistem informasi dalam suatu perusahaan.

28 Marshall B. Romney dan Paul John Steinbart, Sistem Informasi Akuntansi: Accounting Information Systems Edisi 14 Pearson, (Jakarta: Salemba Empat, 2018), hal. 10

Tabel 2.2 Simbol Dasar

Simbol Nama Penjelasan

Input/output Simbol yang menandakan terjadinya masukan dan pengeluaran data yang akan maupun sudah dilakukan pemrosesan untuk menghasilkan informasi.

Proses Menggambarkan simbol sedang dilakukannya pemrosesan olah data guna menghasilkan informasi.

Garis Arus Simbol untuk mengaitkan simbol yang satu dengan simbol lainnya, untuk memberikan tanda keterkaitan.

Anotasi Menggambarkan catatan singkat berupa penjelasan maupun keterangan dan komentar.

Sumber: George H. Bodnar S. Hopwood, 2006, edisi ke 9.

a. Diagram arus data

Perlu diketahui diagram membantu suatu pemrosesan yang menggunakan prosedur dengan simbol-simbol, aliran data, pada sebuat sistem yang kemudian dilakukan penyimpanan. Diagram ini juga memberikan sajian sistem diklasifikasikan dari tingkat umum sampai dengan secara rinci atas suatu sistem yang berjalan.

b. Diagram Relasi Entitas

Salah satu teknik dokumentasi hubungan antar entitas dari masing-masing aktivitas dari setiap entitas yang ada, misalnya dalam entitas kegiatan produksi, penjualan, aktivitas, dan para pelaku guna memperoleh data.

c. Bagan Alir (Flowchart)

Bagan alir atau yang biasa disebut dengan (flowchart) adalah suatu bagan yang mendeskripsikan relasi atau hubungan antar entitas serta memberikan suatu gambaran elemen-elemen. Dalam hal ini dilakukan secara manual maupun terkomputerisasi guna memperjelas aliran dari masing-masing sistem yang terbentuk.29

Tabel 2.3 Simbol Bagan Alir

Simbol Nama Penjelasan

Simbol-simbol Output/Input

Dokumen Menggambarkan simbol

dokumen baik manual ataupun dari komputer.

Dokumen rangkap Sekumpulan dari beberapa dokumen ditandai dengan nomor utut pada bagian depan.

Input/Output, Jurnal/Buku Besar

Simbol yang ada pada bagan alir yang memberikan penjelasan runtutan dari suatu rangkaian atau proses.

Tampilan Menampilkan informasi yang dilakukan melalui alat seperti terminal CRT atau monitor komputer PC.

Pemasukan data on- line

Menunjukkan data yang di input secara online.

Simbol Processing

Pemrosesan computer

Menggambarkan terjadinya suatu proses atau pengolahan dengan

29Alvia Beta Zumarnis, “Penerapan Sistem Informasi Akuntansi Penggajian Dan Pengupahan Guna Meningkatka Pengendalian Internal Pada CV. Saha Perkasa Gajah Mada Kabupaten Tulungagung”, (Skripsi Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, 2022), hal. 20-24

dibantu oleh program yang ada pada komputer untuk memproses data menjadi informasi.

Kegiatan manual Terjadinya pengolahan atu proses secara manual.

Kegiatan campuran Sebuah kegiatan pemrosesan yang menggunakan alat selain komputer dari pemrosesan data.

Kegiatan pemasukan data off-line

Sebuah kegiatan yang dilakukan dengan menggunakan alat pemasukan data off-line (entri data ke disket, register kas).

Disk bermagnit Penggambaran dari tempat menyimpan data yang disimpan di disk bermagnit.

Pita bermagnit Perlu dilakukannya penyimpanan pada pita bermagnit untuk data yang ada.

Penyimpanan on- line

Data disimpan sementara dalam file on-line dalam sebuah media direct access seperti disket.

Arsip Menggambarkan bahwa dokumen

diarsipkan seuai dengan urutan yang telah ditentukan.

Simbol-simbol Arus dan Simbol Lain-lain Arus dokumen atau pemrosesan

Menggambarkan arah dari arus suatu dokumen dalam pemrosesan.

Arus data atau informasi

Arus data yanh digambarkan untuk memberi tanda mengenai pengkopian daokumen satu ke daokumen lainnya.

Penghubung halaman

Sebagai penghubung bagan alir di halaman sama untuk memberi kemudahan dalam penghubung dihalaman.

Penghubung

halaman yang berbeda

Menghubungkan halaman satu dengan halaman yang berbeda ditandai dengan nomor halaman.

Terminal Sebagai tanda untuk memulai, mengakhiri, dan titik berhentinya dari sebuah proses.

Keputusan Menggambarkan pada pembuatan keputusan dari berbagai alternatif dalam bagan alir.

Sumber: George H. Bodnar S. Hopwood, 2006, edisi ke 9.

2. Pembiayaan Qardhul Hasan a. Pengertian Qardhul Hasan

Qardhul hasan merupakan pembiayaan dengan akad ibadah, dimana tujuan utamanya adalah membantu nasabah dalam mengembangkan usaha sehingga dapat terbentuk sebuah semangat wirausaha dalam sektor industri mikro, yang pada akhirnya akan memacu percepatan ekonomi kerakyatan berbasis syariah. Hal tersebut sesuai dengan teori qardhul hasan yaitu mengenai pemberian harta kepada orang lain yang dapat ditagih atau diminta kembali atau dengan kata lain meminjamkan tanpa mengharapkan imbalan.30

Dalam pengertian lain, qardhul hasan pinjaman tanpa laba. Al- Quran sangat menganjurkan kaum muslimin untuk memberi pinjaman kepada yang membutuhkan. Peminjam hanya wajib mengembalikan pokok pinjamannya tanpa membayar laba, namun diperbolehkan memberi bonus sesuai keridhaannya.31

Selain itu, qardhul hasan juga disebut akad ta'awuniah yaitu akad yang berdasarkan prinsip tolong-menolong. Namun Rasulullah SAW menggalakkan agar para sahabat memberikan profit sebagai

30 Muhammad Syafi;I Antonio, Bank Syariah dari Teori ke Praktek (Jakarta: Gema ismani 2001), hlm. 131.

31Latifa M. Algaoud dan Mervyn k. Lewis. Perbankan Syariah. Prinsip. Praktek & Prospek.

Jakarta: PT Serambi Ilmu Semesta.

terima kasih kepada orang yang telah meminjamkan dana. Jadi pinjaman yang diberikan itu adalah semata-mata suatu muamalah yang baik.32

b. Rukun dan Syarat Qardhul Hasan 1. Rukun Pemiayaan Qardhul Hasan

a. Muqarridh (pemberi pinjaman) pihak yang memiliki dana.

b. Muqtaridh (peminjam) pihak yang membutuhkan dana.

c. Muqtaradh (objek atau dana) barang yang dipinjamkan.

d. Ijab dan Qabul (ucapan serah terima.

2. Syarat-Syarat Qardhul Hasan

a. Orang yang melakukan akad (muqrridh dan muqtaridh) harus baligh dan berakal sehat. Akad qardh ini menjadi tidak sah apabila yang melakukan akad itu anak kecil, orang gila dan dipaksa oleh seseorang.

b. Qard atau barang yang akan dipinjamkan harus barang yang bermanfaat, bernilai dan dapat dilihat manfaatnya.

c. Syarat sighat harus menunjukkan kesepakatan kedua belah pihak. Dalam sighat ijab qabul juga tidak mensyaratkan qardh sebagai akad lainnya.33

b. Prosedur Persyaratan Pembiayaan Qardhul Hasan

Saat melakukan pembiayaan qardhul hasan terdapat beberapa persyaratan diantaranya yaitu:

32Abdul Ghofur Ansori, Perbankan Syariah di Indonesia, Yogyakarta: Gajah Mada University Press.

33 Zainuddin Ali, Hukum Perbankan Syariah, (Jakarta: Sinar Grafika, 2008), hlm 44.

1. Mengisi aplikasi permohonan pembiayaan baik di kantor cabang atau secara online melalui aplikasi BMT NU Keren.

2. Mengisi form sistem informasi mitra (SIM).

3. Menjadi anggota KSPP. Syariah BMT NU Jawa Timur.

4. Memiliki tabungan aktif di BMT NU Jawa Timur.

5. Bersedia diwawancarai, dilakukan survei usaha serta kelayakannya dan dinilai jaminannya.

6. Menyerahkan bukti kepemilikan barang jaminan berupa: sertifikat tanah/bangunan, BPKB mobil/motor, SK pertama dan SK terakhir pengangkatan PNS, dan atau jaminan tabungan atau atas nama perorangan atau lembaga.

7. Bersedia menyerahkan photo copy KTP/SIM/KARTANU dan kartu tanda pengenal lainnya dan sertakan persyaratan administrasi lainnya yang ditentukan.34

3. BMT NU

a. Pengertian BMT NU

Baitul Mal Wat Tamwil atau lebih dikenal dengan BMT adalah lembaga keuangan mikro yang dioperasikan dengan konsep bagi hasil, menumbuhkembangkan bisnis usaha mikro dalam rangka mengangkat derajat dan martabat serta membela kepentingan kaum fakir miskin.

Baitul Mal Wat Tamwil terbagi menjadi dua suku kata, Baitul Tamwil dan Baitul Mal. Baitul Tamwil (rumah pengembangan harga), melakukan pengembangan usaha-usaha produktif dan investasi dalam

34 BMT NU Jawa Timur, https://bmtnujatim.com.

meningkatkan kualitas ekonomi pengusaha mikro dan kecil, antara lain dengan mendorong kegiatan menabung dan menunjang pembiayaan kegiatan ekonomi. Sedangkan Baitul Mal (rumah harta) menerima titipan dana zakat, infaq, dan sedekah serta mengoptimalkan distribusinya sesuai dengan peraturan dan amanahnya.35

b. Fungsi BMT NU

Fungsi BMT di masyarakat adalah sebagai berikut:

1. Meningkatkan kualitas SDM anggota, pengurus, dan pengelolaan menjadi profesional, salaam (selamat, damai, dan sejahtera), dan amanah sehingga semakin utuh dan tangguh dalam berjuang dan berusaha (beribadah) menghadapi tantangan globa.

2. Mengorganisasi dan memobilisasi dana sehingga dana yang dimiliki oleh masyarakat dapat dimanfaatkan secara optimal di dalam dan di luar organisasi untuk kepentingan rakyat banyak.

3. Mengembangkan kesempatan kerja.

4. Mengukuhkan dan meningkatkan kualitas usaha dan pasar produk- produk anggota.

5. Memperkuat dan meningkatkan kualitas lembaga-lembaga ekonomi dan sosial masyarakat banyak.

35BMT NU Jawa Timur, https://bmtnujatim.com.

Dokumen terkait