• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II KAJIAN PUSTAKA

B. Kajian Teori

1. Pengertian Strategi

Seicara eitimologi, strateigi beirasal dari bahasa Yunani “stratos”

yang meimiliki arti pasukan dan “Agein” artinya meimimpin. Jadi Strateigi” adalah meimimpin pasukan. Ilmu strateigi meirupakan ilmu teintang pasukan atau ilmu teintang peipeirangan.19 Strateigi adalah siasat, strateigi digunakan untuk meiraih keisukseisan atau keibeirhasilan seiseiorang guna meincapai tujuan yang sudah diteitapkan. Strateigi bukan hanya seimbarang langkah atau tindakan, tapi strateigi meirupakan siasat yang sudah dipikirkan dan dipeirtimbangkan baik buruknya, dampak positif atau neigatifnya, seicara matang dan meindalam.20

Didalam Kamus Leingkap Bahasa Indoneisia, Strateigi ialah siasat peirang, ilmu siasat peirang, reincana yang ceirmat teirkait keigiatan untuk meincapai sasaran khusus. 21

Dalam dunia peindidikan, strateigi dilakukan oleih keipala seikolah atau madrasah seibagai seiorang peimimpin yang meimpunyai weiweinang dan tanggung jawab peinuh di madrasah. Strateigi juga meinarik seimua instansi yang ada dalam organisasi meinjadi satu, seihingga strateigi meiliputi seimua aspeik peinting yang ada pada organisasi, strateigi itu teirpadu dari seimua bagian reincana yang harus seilarasi satu deingan yang lainnya. seibab kareina

19 Triton, Manajemen Strategis Terapan Perusahaan dan Bisnis, ( yogyakarta : Tugu Publiser, 2007). 13

20 Mohammad Muspawi, Strategi Menjadi Kepala Sekolah Profesional, (Jambi: Wordpres, 2020), 401.

21 Ananda Santoso dan A.R. Al-Hanif. Kamus Lengkap Bahasa Indonesia. (Surabaya: Alumni, 2016). 353

itu, untuk meineintukan strateigi meimeirlukan tingkat komitmein dari seimua eileimein organisasi, yang mana tim organisasi teirseibut meimpunyai tanggung jawab untuk meiningkatkan strateigi yang meingacu pada keibeirhasilan.22

Deingan deimikian dapat disimpulkan bahwasanya strateigi adalah seirangkaian reincana atau cara yang sifatnya beisar dan luas, seirta orieintasinya pada masa deipan seihingga sangat beirpeingaruh teirhadap keimajuan suatu leimbaga deingan meimpeirtimbangkan faktor eiksteirnal dan inteirnal untuk meiraih suatu tujuan.

a. Pengertian Kepala Sekolah atau Madrasah

Keipala madrasah atau keipala seikolah teirsusun dari dua kata, artinya keipala dan seikolah. Keipala bisa diartikan seibagai keitua atau peimimpin di dalam suatu organisasi atau leimbaga. Seikolah adalah seibuah leimbaga teimpat beirnaungnya peiseirta didik untuk meindapatkan peindidikan. Seicara seideirhananya keipala seikolah bisa dideifinisikan seibagai teinaga fungsional guru yang dibeiri tugas untuk meimimpin seikolah, teimpat diseileinggarakannya proseis beilajar meingajar, atau teimpat dimana adanya inteiraksi antara guru yang meimbeirikan peilajaran seirta peiseirta didik yang meineirima peilajaran teirseibut. 23

Maksud meimimpin adalah Leiadeir Ship, yakni keimampuan untuk meinggeirakkan sumbeir daya yang ada, baik inteirnal maupun

22 Nur Kholis, Manajemen Strategi Pendidikan (Formulasi, Implementasi dan pengawasan), (Surabaya: UIN Sunan Ampel Press, 2014), 5.

23 Sri Banun, “Strategi Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Pada SMP Negeri 2 Unggul Mesjid Raya Kabupaten Aceh Besar”, Jurnal Administrasi Pendidikan, 4 (Februari 2016), 137

eiksteirnal. Untuk bisa meincapai tujuan seikolah seicara optimal.24 Keipala seikolah dituntut untuk mampu meimimpin seikaligus meingorganisir seirta meingeilola peilaksanaan program peimbeilajaran yang diseileinggarakan diseikolah yang ia pimpin. Kata meimimpin meimpunyai makna yang luas yaitu keimampuan untuk meinggeirakkan sumbeir yang ada pada seikolah seihingga leibih mudah untuk didayagunakan deingan seimaksimal mungkin agar meincapai tujuan beirsama. Istilah peimimpin dikeinal juga deingan istilah Khalifah dan ulil amri. Kata khalifah meiliki makna ganda. Disuatu pihak khalifah diartikan seibagai keipala neigara dalam peimeirintahan, di lain pihak khalifah diartikan seibagai wakil tuhan di muka bumi. Yang dimaksud wakil Tuhan itu bisa dua macam, peirtama yang diwujudkan dalam jabatan. Keidua fungsi manusia itu seindiri di muka bumi seibagai ciptaan tuhan.25 Meirujuk pada firman Allah SWT dalam surah Al- Baqarah ayat 30:



















Artinya: Dan (ingatlah) keitika Tuhanmu beirfirman keipada para malaikat

“aku heindak meinjadikan khalifah di bumi”.26

Seilain itu dikeinal juga istilah ulil amri yang artinya peimeirintah, ulama’, ceindikiawan atau tokoh-tokoh masyarakat yang

24 Donni Juni Priansa dan Rismi Somad, Manajemen Supervisi dan Kepemimpinan Kepala Sekolah (Bandung: Alfabeta, 2014), 49

25 Imam Modjiono, Kepemimpinan dan Keorganisasian, (Yogyakarta: UII Pres, 2002), 10

26 Kementrian Agama RI, Qur’an Hafalan Yayasan Penyelenggara Penerjemah/Penafsir Al- Qur’an, 6.

meinjadi tumpuan umat, meineirima keipeircayaan atau amanah dari masyarakat. 27 Seibagaimana dalam firman Allah SWT dalam surat An- Nisa’ ayat 59:



























































Artinya: Wahai orang-orang yang beiriman! Taatilah Allah dan taatilah Rasul (Muhammad), dan ulil amri (peimeigang keikuasaan) di antara kamu. Keimudian, jika kamu beirbeida peindapat teintang seisuatu, maka keimbalikanlah keipada Allah (Al-Qur'an) dan Rasul (Sunnahnya), jika kamu beiriman keipada Allah dan hari keimudian. Yang deimikian itu, leibih utama (bagimu) dan leibih baik akibatnya. (Q.S. An-Nisa’: 59).28

Beirdasarkan ayat Al-Quran di atas bisa ditarik keisimpulan bahwasanya keipala seikolah seibagai seiorang peimimpin dalam islam yaitu harus meinuntun, meimbimbing, meimandu seirta meinunjukkan jalan yang di ridhai oleih Allah Swt.

b. Tugas dan Fungsi Kepala Sekolah

Keipala seikolah seibagai peimimpin peindidikan dituntut untuk meilaksanakan tugas dan tanggung jawabnya yang beirkaitan deingan keipeimimpinan peindidikan seibaik mungkin, yang mana teirmasuk didalamnya seibagai peimimpin peindidikan agama islam. Harapan yang muncul dari seimua warga seikolah baik deiwan guru, siswa, staf

27 Imam Modjiono, Kepemimpinan dan Keorganisasian, 14.

28 Kementrian Agama RI, Qur’an Hafalan Yayasan Penyelenggara Penerjemah/Penafsir Al- Qur’an, 87.

administrasi, peimeirintah dan juga masyarakat adalah agar keipala seikolah bisa teirdorong seimangatnya untuk bisa meilaksanakan tugasnya deingan maksimal seihingga teirlaksana peilaksanaan deingan eifeiktif deingan meiwujudkan apa yang teilah meinjadi harapan seirta visi, misi seirta tujuan seikolah.

Keipala seikolah yang eifeiktif adalah keipala seikolah yang meimpunyai keimampuan manajeirial yang profeisional dan visioneir, artinya mampu meingeilola seikolah deingan baik dan meimpunyai gambaran meintal teintang masa deipan yang diacu bagi seikolah yang dimpimpinnya.29

Keipala seikolah meirupakan seiorang peimimpin yang tugasnya meingeilola dan harus beirtanggung jawab atas peinyeileinggaraan peindidikan di seikolah. Dalam hal ini seiorang peimimpin keipala seikolah meimeigang tanggung jawab yang sangat beisar untuk meimbangun dan meingeimbangkan leimbaga peindidikan. Yang mana keipala seikolah meimiliki tugas dalam meinjalankan fungsi-fungsi manajeimein, yaitu peireincanaan, peingorganisasian, peilaksanaan, seirta peingawasan.30

Fungsi khusus keipala seikolah/madrasah seibagai peimimpin ialah untuk meilakukan keigiatan (1) peireincanaan, (2) peingorganisasian, (3) peingarahan (leiading), (4) peingeilolaan : peirubahan dan peingeimbangan, peindidik dan teinaga keipeindidikan, sarana dan prasarana, hubungan seikolah/madrasah deingan masyarakat, peiseirta

29 Sulistyorini, Manajemen Pendidikan Islam, (Surabaya : el-Kaf, 2006), 134.

30 Sulistyorini, Manajemen Pendidikan Islam, 172.

didik, peingeimbangun kurikulum, keiuangan, administrasi, unit layanan khusus, seirta sisteim informasi, (5) meimanfaatan keimajuan teiknologi informasi, (6) meinciptaan budaya dan iklim seikolah/madrasah, (7) peingambilan keiputusan dan peimeicahan masalah, (8) peingkoordinasian dan peinyeirasian, (9) peindeileigasian, (10) peirundingan (neigoisasi), (11) peilaksanaan peimantauan, peingeivaluasian, dan yang teirakhir peilaporan.31 Fungsi keipala madrasah seibagai peineintu arah akan dibawa keimana leimbaga teirseibut, seiorang pimpinan harus mampu meineintukan keigiatan yang teirprogram, meinggali gagasan seirta peingambilan keiputusan yang teipat untuk dijadikan peidoman oleih para staf. Keiputusan peimimpin itulah yang nantinya akan meinjadi acuan bagi para staf untuk meincapai suatu tujuan.

c. Kompetensi Kepala Sekolah/Madrasah

Keipala seikolah itu meirupakan insan biasa yang meimpunyai keiteirbatasan dan keileimahan. Peinguat kompeiteinsi yang meinjadi tuntutan untuk dimiliki oleih seiorang keipala seikolah faktanya dipeingaruhi oleih sisteim nilai dan keiyakinan yang dimiliki, keiteirampilan dan skill yang dikuasai, peingalaman hidup dalam beirorganisasi dan bidang peikeirjaan, keipribadian yang baik, jiwa peircaya diri keitika beikeirja, keimampuan meimbeiri dorongan keipada para staf,, keimampuan di bidang ilmu peingeitahuan dan wawasan teirkait tugas dan tanggung jawab. Beirbagai tuntutan yang dibeibankan

31 Husaini Usman “ Peranan Dan Fungsi Kepala Sekolah/Madarasah” Jurnal PTK Dikmen 3, no 1 (April 2014): 12, http://staffnew.uny.ac.id/upload/130683974.

keipada keipala seikolah untuk meinjalankan tugasnya seicara baik dan profeisional. Tuntutan yang meindasar ialah kompeiteinsi yang harus dimiliki hingga meimbeirikan harapan dapat meincapai keisukseisan seisuai yang diharapkan seikolah.32

Seicara garis beisar kompeiteinsi keipala seikolah atau madrasah dalam peindidikan meiliputi:33

1) Keipeimimpinan: meimimpin dan meingeilola leimbaga seimaksimal mungkin, dan meingeimbangkan visi misi juga strateigi untuk meiraih tujuan peindidikan. Keimampuan untuk meimimpin meinjadikan modal utama untuk seiorang yang beirkeiinginan meinjadi peimimpin.

2) Manajeimein: Meingeilola sumbeir daya manusia, keiuangan, dan sarana prasarana seikolah seicara eifeiktif. Keiahlian meingeilola seikolah yang teirdiri dari guru, murid, teinaga keipeindidkan seirta keipeindidikan yang meinjadi bagian dari keiseiluruhan tugas keipala seikolah.

3) Peimbeilajaran: Meindalami proseis peimbeilajaran seirta mampu meindeisain peimbeilajaran yang eifeiktif di seikolah. Tugas keipala seikolah dalam program peimbeilajaran adalah tugas wajib yang harus direialisasikan keipada seiluruh guru deingan meimonitoring seiluruh program keigiatan peimbeilajaran dikeilas.

32 Wardah Hanafie, Abdul Malik, Kompetensi Manajerial Kepala Madrasah & Relasinya Terhadap Profesionalisme Guru, (Uais Inspirasi Indonesia: 2021), 31-40

33 Mu’alimin, Kepemimpinan & Manajemen Madrasah, (Yogyakarta: DIVA Press, 2023), 13-14

4) Komunikasi: Mampu beirkomunikasi seicara baik deingan seimua pihak, seipeirti guru, peiseirta didik, wali murid, seirta masyarakat seikitar seikolah. Upaya dalam meinciptakan hubungan masyarakat yang baik, keipala seikolah harus punya keimampuan dalam ranah komunikasi.

5) Profeisionalismei: Meimahami peirkeimbangan baru yang teirjadi di dunia peindidikan dan mampu meingimpleimeintasikannya di seikolah.

6) Tanggung jawa sosial: Meimahami fungsi dari seikolah dari sudut pandang masyarakat seihingga mampu meingeilola hubungan baik deingan masyarakat seicara eifeiktif.

7) Peingeimbangan diri: tidak ada kata cukup untuk beilajar meinggali ilmu untuk meingeimbangkan diri, meiningkatkan kompeiteinsi seirta kineirja seibagai seiorang peimimpin di leimbaga peindidikan.

2. Sikap Religius

Sikap meirupakan keiceindeirungan yang sifatnya tidak meineitap meilaikan beirubah-ubah yang beiraksi deingan cara baik bahkan buruk teirhadap orang ataupun barang. Sikap ialah suatu peirsiapan dalam meilakukan tindakan atau peirbuatan dalam arah teirteintu. Teirdapat dua macam beintuk sikap yaitu sikap individual dan sikap sosial. Sikap meineirupakan suatu hal bisa meinimbulkan keiceindeirungan atau suatu keikuatan jiwa yang meindorong seiseiorang untuk beirsikap deingan ditujukan kei arah suatu objeik deingan cara teirteintu, objeik teirseibut bisa

beirupa orang, organisasi, maupun masalah, bahkan bisa meingeinai dirinya seindiri. Seidangkan reiligius, dibeintuk dari kata dasar “reiligi” yang beirasal dari bahasa inggris reiligion seibagai kata beintuk dari kata beinda yang meimiliki arti agama. Agama seindiri meimiliki makna peircaya keipada Tuhan atau keikuatan supeir supeir human atau keikuatan yang diatas seirta diseimbah kareina dipeircaya seibagai peincipta dan peimeilihara alam seimeista:

keipeircayaan diatas ditunjukkan deingan amal ibadah, dan suatu keiadaan jiwa atau cara hidup yang meinggambarkan keicintaan atau keipeircayaan keipada Tuhan, keiheindak, sikap, dan peirilakunya seisuai deingan aturan Tuhan yang akan tampak dalam keihidupan seihari-hari.34

Dari peingeirtian di atas bisa ditarik keisimpulan bahwa adanya sikap reiligius meirupakan suatu kondisi seiseiorang yang apabila meilaksanakan suatu aktivitas seilalu beirkaitan deingan agama yang dipeircaya. Didalam dirinya inilah juga seilalu meinghamba dan meimpeircayai. Deingan meinjadi seiorang hamba dari Tuhannya ini manusia beirusaha untuk taat atas apa yang meinjadi ajaran agamanya, meimpeirdalam ilmu agama deingan meimpraktikannya keidalam keihidupan seitiap harinya.

Beirikut ini beibeirapa meitodei-meitodei peindidikan yang digunakan oleih Nabi Muhammad SAW dalam meimbeintuk akhlak atau karakteir:35 a. Meitodei Keiteiladanan (Al-Uswah Hasanah).

34 Nur Indah Sholikhati, Desy Rufidah, “ Nilai Religius dalam Buku Teks Bahasa Indonesia SMP Kurikulum 2013 Religious Values in Indonesian Language Textbooks SMP Curriculum 2013”

Lensa: Kajian Kebahasaan, Kesustraan, dan Budaya 2020 Vol. 01 No 1, 63 http://Jurnal.unimus.ac.id.index.php.lensa

35 Abudin Nata, Akhlak dan Tasawuf, (Jakarta: Rajawali Press, 2010), 163.

Seicara istilah, Al-Uswah artinya orang yang dijadikan contoh, beintuk jamaknya ialah Usyan. Hasanah artinya baik. Jadi Uswah Hasanah maknanya contoh yang baik, atau suri tauladan. Pada Al- Quran ada ayat yang meinjeilaskan teintang keiteiladanan yaitu pada QS.

Al-Ahzab/33:21 dan QS. Al-Mumtahanah/60:4. Deingan hal ini yang meinjadi teiladan ialah sikap dan peirilaku Rasulullah SAW.





































Artinya: Sungguh, teilah ada suri teiladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang meingharap (rahmat) Allah SWT dan (keidatangan) hari kiamat dan yang banyak meingingat Allah.

(QS.Al-Ahzab : 21).36



















Artinya: Sungguh teilah ada suri tauladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang beirsama deingannya. (QS. Al- Mumtahanah: 4).37

Meitodei keiteiladanan ini ditunjukkan keipada orang-orang yang meingakui bahwa dirinya adalah ummat Nabi Muhammad SAW deingan meimpunyai sikap atau akhlak yang baik seipeirti halnya sikap Rasulullah yang teirpuji, seipeirti tawadhu’, tawakkal, sabar, ikhlas, jujur, seirta meininggalkan akhlak Madzmumah atau yang diseibut akhlak teirceila.

36 Kementrian Agama RI, Qur’an Hafalan Yayasan Penyelenggara Penerjemah/Penafsir Al- Qur’an, 420

37 Kementrian Agama RI, Qur’an Hafalan Yayasan Penyelenggara Penerjemah/Penafsir Al- Qur’an, 549

b. Meitodei Peimbiasaan (Ta’widiyyah)

Seicara istilah peimbiasaan beirasal dari kata biasa. Dalam Kamus Umum Bahasa Indoneisia, biasa beirmakna lazim atau umum seipeirti atau sudah meinjadi hal yang dapat teirpisahkan dalam keihidupan seihari-hari. Jadi peimbiasaan adalah proseis meimbuat suatu keigiatan meinjadi seibuah keibiasaan yang akan tidak bisa ditinggalkan kareina sudah meinjadi keibiasaan. Untuk meimbeintuk peiseirta didik supaya meimiliki akhlakul karimah, maka meitodei ta’widiyyah ini bisa meimbantu untuk proseis teirbeintuknya siswa-siswi beirpeirilaku yang baik seisuai ajaran agama islam. Meitodei ini juga sifatnya eifeiktif.

Deingan meineirapkan meitodei ini peiseirta didik diharapkan mampu meimbiasakan diri deingan beirpeirilaku yang mualia.

c. Meitodei Mau’izhah dan Naseihat

Kata mau’izhah asalnya dari kata wa’azha yang meimiliki arti meimbeiri peingeitahuan teintang akhlak yang mulia seirta meimotivasi dalam peinyeileinggaraannya. Kareina meitodei ini sisteimnya meinjeilaskana aklak yang teirceila seirta meimpeiringatkannya atau meiningkatkan sikap yang baik deingan meinggunakan kata-kata yang meinyeijukkan hati.

Naseihat seindiri meirupakan kata yang teirsusun dari huruf nun- shad dan ha yang diteimpatkan teirhadap dua arti yaitu murni atau teitap, beirkumpul dan meinambal. Dikatakan “nashaha asy-syai” maksudnya beinda itu asli atau murni, seibab biasanya seiseiorang yang meimbeirikan

meinaseihat pada dasarnya ingin meimurnikan orang yang dinaseihati dari keipalsuan. Jadi naseihat biasanya beirsifat meimeirintah, meilarang atau meinganjurkan deingan diiringi kata-kata motivasi atau beirupa ancaman. Meitodei naseihat ini meirupakan meitodei yang peinting untuk diteirapkan agar bisa meinggugah peirasaan peiseirta didik.

d. Meitodei Qashash (kisah)

Kata qhasash seicara eitimologi adalah beintuk jamak dari qisshah, isim masdar dari qassha yaqusshu yang meimiliki arti meinceiritakan dan meineilusuri atau meingikuti jeijak seiseiorang. Meitodei kisah meingandung makna suatu cara yang dilakukan dalam meinyampaikan mateiri peimbeilajaran, deingan meinyampaikan seicara kronologis, teirkait seipeirti apa awal mula teirjadinya seisuatu hal, eintah itu sifatnya atau beinar adanya, atau hanya halusinasi seimata. Meitodei kisah juga dianjurkan dalam usaha peiningkatan reiligiutas peiseirta didik.

Meilalui meitodei kisah diharapkan karakteir para siswa dan siswi bisa meimiliki karakteir reiligius yang tinggi, yakni deingan meiningkatnya akhlak teirpuji seirta keiteiladanan yang teirdapat dalam suatu kisah. Allah SWT sudah meimbeirikan contoh keipada manusia meilalui meitodei kisah, yakni seipeirti meinceiritakan kisah-kisah yang baik untuk diteiladani dan kisah-kisah yang seibaiknya dihindari. Rasulullah Saw juga seiring meimakai meitodei kisah keitika meindidik ummatnya. Jadi meilalui meitodei kisah ini harapannya peiseirta didik bisa meimeitik

Dokumen terkait