• Tidak ada hasil yang ditemukan

Lokasi Penelitian

Dalam dokumen pemanfaatan lingkungan sekolah (Halaman 34-69)

BAB III METODE PENELITIAN

B. Lokasi Penelitian

penelitiannya dengan metode statistika regrensi. Penelitian ini sama-sama memanfaatkan lingkungan sekitar dalam ranah pembelajaran. Namun, penelitian ini memfokuskan pada mata pelajaran IPS. Lokasi penelitian ini berada di MTs Ma’arif Al-Hikmah Ngrayun pada siswa kelas VII. Hasil dari penelitian ini menghasilkan angket untuk mengetahui hasil belajar siswa.

Tabel 2.1

Pemetaan Kajian Penelitian Terdahulu

No Judul Penelitian Hasil Penelitian Persamaan Perbedaan 1 “Pengaruh

Lingkungan Belajar Terhadap Motivasi Belajar Siswa

Ditinjau dari Locus Of Control Survei Pada Siswa Kelas XII SMA Di Kotamadya Yogyakarta”. Pada tahun 2018. Merli Puspita.

Peran lingkungan belajar terhadap motivasi belajar siswa ditinjau dari Locus Of Control Survei, tidak ada pengaruh positif lingkungan keluarga, sekolah,dan

masyarakat terhadap motivasi belajar.

a. Penulis ini sama-sama memanfaatkan lingkungan sebagai motivasi

belajar siswa dan sama-sama mengambil subjek penelitian siswa SMA.

a. Jenis penelitian yang digunakan peneliti adalah penelitian survei.

b.Lokasi penelitian

2 “Pemanfaatan Lingkungan Sekolah Terhadap Hasil Belajar Ilmu Alam Terpadu Di Sekolah Menengah Pertama Negeri 28 Kabupaten Tebo”. Pada tahun 2018. Lili Suryani.

Pemanfaatan

lingkungan sekolah memberikan efek lebih tinggi terhadap hasil belajar ilmu pengetahuan alam terpadu.

a. Penelitian ini sama-sama meneliti tentang pemanfaatan lingkungan sekolah.

a.Penelitian ini menggunakan metode penelitian metode quasi eksperimen, yang merupakan salah satu metode kuantitatif.

b. Fokus pada

16 Dian Sulvita, “Pengaruh Pemanfaatan Lingkungan Sekitar Sebagai Sumber Pembelajaran IPS Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas VII MTs Ma’arif Al-Hikmah Ngrayun Tahun Ajaran 2020/2021”, (Skripsi, IAIN Ponorogo, 2021), 32.

mata pelajaran IPA.

c. Lokasi

penelitian dan subjek

penelitian di SMP.

3 “Pengaruh

Lingkungan Sekolah Terhadap Motivasi Belajar Murid SD Bisra Kecamatan Bontonompo Selatan Kabupaten Gowa”.

Pada tahun 2018. Ika Nurjannah Arif.

Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi murid guru dan kepala sekolah saran yang diajukan ialah hendaknya

lingkungan sekolah diciptakan secara aman dan nyaman agar hasil belajar murid menjadi optimal.

a. Penulis ini sama-sama mengangkat judul tentang pengaruh

lingkungan sekolah sebagai motivasi belajar.

a.Penelitian ini menggunakan metode penelitian survei dengan jenis kuantitatif.

b.Lokasi penelitian.

4 “Pemanfaatan

Lingkungan Sekolah Sebagai Sumber Belajar Pada Mata Pelajaran IPA di Sekolah Dasar”. Pada tahun 2018. Kurnia Rosita.

Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa hasil wawancara dan observasi yang diperoleh, bahwa pemanfaatan

lingkungan sebagai sumber belajar dapat membuat siswa lebih cepat memahami dan mengerti dengan apa yang dipelajari sehingga dapat memudahkan untuk mencapai tujuan pembelajaran.

a. Dalam

penelitian ini penulis

menggunakan pendekatan kualitatif, teknik pengumpulan data bisa berupa observasi, interview.

b. Penelitian ini sama-sama mengangkat judul tentang pemanfaatan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar.

a. Lokasi penelitian.

b. Subjek pada siswa SD.

5 “Pengaruh Pemanfaatan

Lingkungan Sekitar Sebagai Sumber Pembelajaran IPS

Pemanfaatan

lingkungan sekitar sumber pembelajaran IPS siswa kelas VII MTs Ma’arif Al-

a. Penelitian ini sama-sama memanfaatkan lingkungan sekitar dalam

a.Penelitian ini menggunakan penelitian

kuantitatif dalam penelitiannya

Pembahasan teori secara lebih luas dan mendalam akan semakin memperdalam wawasan penulis dalam mengkaji permasalahan yang hendak dipecahkan sesuai dengan rumusan dan tujuan penelitian. Berbeda dengan penelitian kuantitatif, posisi teori dalam penelitian kualitatif diletakkan sebagai perspektif atau pisau analisis, bukan untuk diuji17.

1. Pemanfaatan Lingkungan Sekolah a. Pengertian Lingkungan

Lingkungan menurut KBBI lingkungan adalah semua yang memengaruhi pertumbuhan manusia dan hewan18. Menurut Munib lingkungan secara umum diartikan sebagai kesatuan dengan semua benda, daya, makhluk hidup, dan keadaan, manusia juga termasuk bagian dari lingkungan. Manusia yang saling memengaruhi antara

17 Tim penyusun, Pedoman Penulisan Karya Ilmiyah IAIN Jember, 52.

18 Tim Penyusun Kamus Pusat Bahasa, Kamus Besar Bahasa Indonesia edisi III (Jakarta:

Balai Pustaka, 2007), 708.

manusia satu dengan yang lainnya, sehingga menciptakan kesejahteraan dalam lingkungan tersebut19.

Menurut Zakiyah Darajat, lingkungan merupakan segala sesuatu yang tampak dan terdapat alam dalam kehidupan yang senantiasa berkembang. Ia adalah seluruh yang ada, baik manusia maupun benda buatan manusia, alam yang bergerak atau tidak bergerak, kejadian- kejadian atau hal-hal yang mempunyai hubungan dengan seseorang20.

Lingkungannya dapat diartikan secara luas dan di dalam lingkungan sekitar kita tidak hanya terdapat satu faktor saja tetapi meliputi beberapa faktor lain. Lingkungan dapat memengaruhi perubahan tingkah laku seseorang yang ada di lingkungan tersebut, sama seperti pendapat dari Beroya yang mengartikan lingkungan sebagai segala sesuatu yang meliputi organisme yang dapat memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan lingkungannya21.

Berdasarkan beberapa definisi yang telah disebutkan di atas dapat ditarik kesimpulan, lingkungan adalah segala sesuatu yang tampak dan ada dalam sekitar kita yang bisa tumbuh dan berkembang, di sana terdapat manusia, hewan, dan tumbuhan.

b. Sekolah

Sekolah menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah bangunan atau lembaga untuk belajar dan mengajar serta tempat

19 Munib Achmad, Pengantar Ilmu Pendidikan (Semarang: Unnes Press, 2011), 5.

20 Zakiyah Darajat, Ilmu Pendidikan Islam (Jakarta: Bumi Aksara, 2014), 63.

21 I Gusti Bagus Arjuna, Geografi Lingkungan Sebuah Induksi (Jakarta: PT. Raja Grafinda, 2013), 26.

menerima dan memberi pelajaran22. Sekolah merupakan suatu lembaga yang didirikan untuk proses pembelajaran yang dalam kegiatan belajar-mengajar masih dalam pengawasan seorang pendidik atau guru dengan tujuan meningkatkan kecerdasan serta membantu pembentukan moral serta karakter peserta didik supaya menjadi pribadi yang lebih berkualitas.

Menurut Syamsu Yusuf mendefinisikan sekolah yaitu sekolah merupakan lembaga formal yang secara sistematis melaksanakan program bimbingan, latihan, dan pengajaran dalam rangka membantu peserta didik supaya mampu mengembangkan potensi yang ada dalam dirinya23.

Unsur-unsur sekolah, meliputi:

1) Kepala Sekolah 2) Tenaga kependidikan 3) Guru

4) Proses belajar mengajar

Jadi dapat disimpulkan, dari beberapa definisi yang telah disebutkan sebelumnya, sekolah merupakan suatu lembaga pendidikan yang di sana terdapat kegiatan belajar-mengajar dalam rangka mencerdaskan peserta didik serta membantu pembentukan moral agar melahirkan generasi yang terpelajar dan terdidik dalam lingkungan

22 Tim Penyusun Kamus Pusat Bahasa, Kamus Besar Bahasa Indonesia edisi III (Jakarta:

Balai Pustaka, 2007), 1054.

23 Syamsu Yusuf, Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2007), 54.

tersebut. Dalam sekolah terdapat kepala sekolah, guru, peserta didik, dan semua yang ada dalam lingkup sekolah.

c. Unsur-unsur Pendidikan

Pendidikan sebagai sarana dalam mengembangkan diri guna menjadi pribadi yang memiliki nilai tri kompetensi dasar, yaitu: intelektual, humanitas, dan religualitas. Dalam arti sederhana dengan adanya pendidikan, masyarakat mampu membina kepribadiannya sesuai dengan nilai-nilai yang terkandung dalam lingkungan masyarakat dan kebudayaan.

Ada beberapa pendapat terkait dengan unsur-unsur dalam pendidikan.

Menurut Ramayulis, ada beberapa unsur dalam pendidikan, yaitu24:

1) Kegiatan pendidikan yang meliputi: pendidikan diri sendiri, pendidikan oleh lingkungan, pendidikan oleh seseorang terhadap orang lain.

2) Binaan pendidikan, mencakup: jasmani, akal, dan kalbu.

3) Tempat pendidikan, mencakup: rumah tangga, sekolah, dan masyarakat.

4) Komponen pendidikan, meliputi: dasar, tujuan, materi, metode, evaluasi, administrasi, dana, dan lain sebagainnya.

Unsur-unsur pendidikan menurut Umar Tirtaraharja dan S.L. La Sulo bahwa unsur-unsur pendidikan terdiri dari:

1) Subjek yang dibimbing (peserta didik)

Peserta didik merupakan anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan potensi diri melalui pembelajaran yang tersedia pada jalur dan jenjang pendidikan tertentu.

24 Haeran, Landasan Pendidikan (Bandung: CV. Media Sains Indonesia, 2022), 40.

2) Orang yang membimbing (pendidik)

Pendidik ialah pelaku utama dalam tujuan dan sasaran pendidikan yaitu membentuk manusia berkepribadian dan dewasa.

3) Interaksi antara peserta didik dengan pendidik (interaksi edukasi) Hubungan antara peserta didik dengan pendidik adalah hubungan yang tak dapat dipisahkan keduanya saling berhubungan yang menghasilkan perambahan intelektual.

4) Ke arah mana bimbingan ditujukan (tujuan pendidikan)

Tujuan pendidikan memuat gambaran tentang nilai-nilai yang baik, luhur, pantas, benar, dan indah untuk kehidupan.

5) Pengaruh yang diberikan dalam bimbingan (materi pendidikan)

Dalam dunia pendidikan sekolah, materi telah dirancang dalam kurikulum yang akan disajikan sebagai sarana pencapaian tujuan.

6) Cara yang digunakan dalam bimbingan (alat dan metode)

Alat dan metode diartikan sebagai segala sesuatu yang dilakukan ataupun diadakandengan sengaja untuk mencapai tujuan25.

Adapun pendapat lain mengenai unsur-unsur pendidikan, yaitu:

1) Peserta didik

Peserta didik atau disebut dengan subjek didik, merupakan pribadi yang otonom, yang ingin diakui keberadaannya.

25 Haeran, Landasan Pendidikan, 41-47.

2) Pendidik

Pendidik adalah orang yang bertanggung jawab pelaksanaan proses pendidikan dengan sasaran peserta didik.

3) Interaksi edukatif antara peserta didik dan pendidik

Interaksi edukatif pada dasarnya adalah komunikasi timbal balik antara peserta didik dengan pendidik yang terarah kepada tujuan pendidikan pada saat pembelajaran berlangsung.

4) Materi/isi pendidikan (kurikulum)

Materi atau kurikulum adalah alat untuk mencapai suatu tujuan.

5) Konteks yang memengaruhi pendidikan

Alat dan metode diartikan sebagai sesuatu yang dilakukan ataupun diadakan dengan sengaja untuk mencapai tujuan pendidikan.

6) Perbuatan pendidik

Tata cara atau sikap yang ditunjukan pendidik pada saat penyampaian materi.

7) Lingkungan pendidikan

Lingkungan pendidikan bisa disebut juga dengan tri pusat pendidikan, yakni sebagai berikut:

(a) Lingkungan keluarga (b) Lingkungan sekolah (c) Masyarakat

8) Evaluasi dan tujuan pendidikan26

Evaluasi dan tujuan pendidikan merupakan sikap mengulas kembali pelajaran-pelajaran yang telah dipelajari dalam bentuk latihan dan tugas.

Dari beberapa pendapat di atas yang menyebutkan tentang unsur-unur pendidikan meliputi: peserta didik, pendidik, alat pengajaran, tujuan pendidikan, dan lingkungan pendidikan.

d. Pemanfaatan Lingkungan Sekolah

Lingkungan sekolah menurut pendapat dari Ki Hajar Dewantara merupakan lingkungan kedua yang perlu diperhatikan setelah lingkungan keluarga. Lingkungan keluarga yang di maksud adalah in loco parentis atau mengambil alih peran orang tua (orang tua kedua di sekolah). Dengan kata lain, apa yang telah ditanamkan dalam lingkungan keluarga akan diteruskan dan bisa saja dimodifikasi 1agi di lingkungan sekolah tersebut peserta didik27.

Menurut Slameto lingkungan sekolah adalah lingkungan memengaruhi tingkat keberhasilan belajar siswa. Beliau juga menerangkan bahwa faktor sekolah memengaruhi belajar mencakup metode mengajar, relasi guru dengan siswa, kurikulum, relasi siswa

26 Septian Nur Ika Trisnawati, Pengantar Pendidikan Indonesia: Arah Baru Dalam Membentuk Profil Pancasila (Jakarta: CV. Tahta Media Group, 2022), 52-58.

27 Faisal Faliyandra, Tri Pusat Kecerdasan Sosial Membangun Hubungan Baik Antar Manusia Pada Lingkungan Pendidikan Di Era Teknologi (Malang: CV. Literasi Nusantara Abadi, 2019), 149.

dengan siswa, disiplin sekolah, waktu sekolah, sarana prasarana, metode belajar, dan tugas rumah28.

Menurut Hasbullah lingkungan sekolah adalah lembaga pendidikan formal, teratur, sistematis, bertingkat, dan dengan mengikuti syarat-syarat yang jelas dan ketat (mulai dari taman kanak- kanak sampai perguruan tinggi)29.

Lingkungan sekolah merupakan lingkungan sosial (guru dan tenaga kependidikan, teman-teman sekolah serta budaya sekolah) dan lingkungan sekolah non formal (kurikulum, program, dan sarana prasarana) dalam pendidikan formal yang memberikan dukungan terhadap pembentukan jiwa kewirausahaan dan pengembangan potensi kewirausahaan peserta didik30.

Dapat disimpulkan dari beberapa definisi di atas, pengertian pemanfaatan lingkungan sekolah merupakan tempat peserta didik dalam menjalankan kegiatan-kegiatan belajar yang ada di lingkungan sekolah tersebut. Dalam sekolah tersebut peserta didik mendapatkan pendidikan dan memperoleh ilmu berupa pengetahuan, keterampilan, dan perubahan sikap yang terjadi pada diri peserta didik baik di dalam kelas maupun luar kelas dengan mengikuti dan menaati peraturan yang sudah ditetapkan dalam lingkungan sekolah tersebut sehingga proses belajar-mengajar bisa berjalan sesuai dengan tujuan yang diharapkan.

28 Slameto, Belajar dan Faktor-faktor Yang Mempengaruhinya (Jakarta: PT. Rineka Cipta, 2010), 54-71.

29 Hasbullah, Dasar-dasar Ilmu Pendidikan (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2012), 46.

30 Siti Hamidah, “Pengaruh Self-efficacy, Lingkungan Keluarga, Lingkungan Sekolah Terhadap Minat Berwirausaha Siswa SMK Jasa Boga“, Jurnal Pendidikan, 2 (Juni, 2014), 199.

Dalam lingkungan sekolah tersebut terdiri dari guru, peserta didik, tenaga kependidikan, sarana prasarana, dan semua yang berhubungan dengan kegiatan belajar mengajar.

Menurut Sofan Amri lingkungan sekolah meliputi:

1) Fisik yaitu berupa bangunan, alat, media, dan gurunya.

2) Non fisik yaitu berupa kurikulum, norma, dan pembiasaan nilai- nilai yang ada dalam sekolah tersebut31.

Menurut Nana Syaodih Sukmadinata lingkungan sekolah meliputi:

1) Lingkungan fisik sekolah merupakan lingkungan yang kondusif memiliki peran kontribusi dalam memberikan kenyamanan dan kelangsungan kegiatan pembelajaran peserta didik di kelas. Seperti:

sarana dan prasarana belajar, sumber-sumber belajar, dan media belajar.

2) Lingkungan sosial menyangkut hubungan siswa dengan teman- temannya, guru-gurunya, keluarga, dan staf sekolah yang lain.

3) Lingkungan akademis yaitu suasana sekolah dan pelaksanaan kegiatan belajar-mengajar dan berbagai kegiatan ekstrakulikuler32.

31 Sofan Amri, Implementasi Pendidikan Karakter Dalam Pembelajaran (Jakarta:

Prestasi Pustaka, 2011), 106.

32 Wulaningsih “Pengaruh Kebiasaan Belajar Dan Lingkungan Sekolah Terhadap Prestasi Belajar Pada Kompetensi Mengelola Kartu Aktiva Tetap Siswa Kelas XI Program Keahlian Akuntansi SMK Muhammadiyah Cawas Tahun Ajaran 2011/2012” (Skripsi, Universitas Negeri Yogyakarta, 2012), 11.

Dapat kita ketahui lingkungan sekolah sangat memengaruhi perkembangan belajar peserta didik. Lingkungan sangat berperan penting dalam kegiatan belajar peserta didik di sekolah.

Lingkungan sekolah dibagi menjadi tiga seperti yang sudah disebutkan, yaitu: lingkungan fisik, lingkungan sosial, dan lingkungan akademis. Dari ketiga lingkungan tersebut dapat diketahui jika lingkungan sekolah bermanfaat untuk peserta didik dalam mentransfer pengetahuan dengan teman-temannya, setelah mereka mendapatkan ilmu baru dari gurunya. Mereka juga memanfaatkan lingkungan sekitar, seperti staf sekolah, kualitas guru, metode pengajaran, sarana- prasarana, dan lain sebagainya.

1) Lingkungan fisik

Lingkungan fisik merupakan lingkungan yang memberikan ruang untuk bergerak dan semua aspek yang berkaitan dengan sirkulasi udara serta penyegaran pemikiran bagi peserta didik setelah pelaksanaan kegiatan pembelajaran yang disebut fasilitas yang telah disediakan di lembaga sekolah tersebut. Sarana dan prasana tersebut bermanfaat bagi keberhasilan belajar di sekolah tersebut33.

Lingkungan fisik yang menguntungkan dan memenuhi syarat akan mendukung meningkatnya intensitas pembelajaran peserta didik dan mempunyai pengaruh positif terhadap pencapaian tujuan dalam mengajar. Pengelolaan kelas di sekolah sangat diperlukan karena tidak

33 Muhammad Faiz Muzakky, “Pengaruh Self-Efficacy, Lingkungan Sosial dan Lingkungan Fisik Sekolah Terhadap Prestasi Belajar Ekonomi Siswa Kelas XII IPS MAN Babakan Lebaksiu Tahun Ajaran 2014/2015” (Universitas Negeri Semarang, 2015), 127.

hanya menyangkut tentang pengajaran saja, fasilitas fisik, dan rutinitas, tetapi menyiapkan kondisi kelas dan lingkungan guna terciptanya kenyamanan dan suasana belajar yang efektif. Oleh karena itu, sekolah dan kelas perlu diadakannya pengelolaan secara baik dan menciptakan iklim belajar yang menunjang34.

Lingkungan fisik yang memenuhi syarat, mampu memengaruhi belajar peserta didik dan mendukung intesitas proses kegiatan belajar mengajar peserta didik di samping itu pula mempunyai pengaruh terhadap tujuan pembelajaran. Pada pengelompokan dari lingkungan fisik terdiri dari, keluarga, rumah,masyarakat, kawan bermain,dan sebagainnya35.

Lingkungan sekolah juga sangat berpengauh terhadap suatu pelaksanaan kegiatan pembelajaran peserta didik, karena kegiatan pembelajaran tersebut akan dilaksanakan di tempat lingkungan sekolah tersebut berada. Dari ruang lingkup tersebut yang membentuk secara tidak langsung pada proses kegiatan belajar mengajar. Tidak hanya saat kegiatan belajar mengajar saja yang membuat peserta didik betah di tempat tersebut, akan tetapi lingkungan yang bersih, kondusif dan nyaman mampu menjadikan peserta didik nyaman saat belajar36.

34 Warni Tune Sumar, “Pengelolaan Kelas dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa”, (Jambura Journal of Education Management, Universitas Negeri Gorontalo, 2020), 51.

35 Riska Handayani, “Pengaruh Lingkungan Tempat Tinggal dan Pola Asuh Orang Tua Terhadap Motivasi Belajar Siswa Sekolah Dasar”, (Jurnal Tunas Bangsa, Universitas Negeri Jakarta, 2019), 7.

36 Euis Karwati dan Doni Juni, Manajemen Kelas, (Bandung: Alfabeta, 2015), 271.

Lingkungan sekolah yang kondusif memiliki peran kontribusi dalam memberikan kenyamanan dan kelangsungan kegiatan pembelajaran siswa di dalam kelas. Siswa yang merasa nyaman dengan lingkungan sekolah tersebut motivasi belajarnya tinggi dan positif, dapat dikategorikan memiliki motivasi, minat,dan wawasan yang lebih luas mengenai bagaimana pentingnya ilmu tersebut dengan hal tersebut peserta didik mampu memperoleh hasil belajar yang maksimal37.

Menurut Suprayekti dalam Syamsul Arifin, lingkungan fisik merupakan lingkungan di mana terdapat siswa di sekitarnya, termasuk berada di dalam kelas dan ada ruang lingkup sekolah.lingkungan fisik ini berupa situasi dan kondisi kelas, sarana, maupun prasarana yang dibutuhkan sebagai penunjang kegiatan pembelajaran, serta penggunaan media belajar yang dipergunakan guru saat mengajar38.

Menurut Saroni dalam Muhammad Faiz Muzzaky, lingkungan fisik merupakan lingkungan yang dapat menyediakan ruang untuk bergerak dan semua aspek yang berkaitan dengan sirkulasi udara dan fasilitas yang tersedia di sekolah39.

37 Zaqya Nurastanti, Sukirman,dan Fajri Ismail, “Pengaruh Lingkungan Belajar di Sekolah Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Fikih Kelas XI Madrasah Aliyah Negeri 1 Banyuasin”, (Jurnal PAI Raden Fatah, 2019), 14.

38 Syamsul Arifin, “Hubungan Antara Kondisi Lingkungan belajar di Sekolah dan Hasil Belajar IPA Siswa Kelas V”, (Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Edisi 34, 2016), 2.

39 Muhammad Faiz Muzakky, “Pengaruh Self-Efficacy, Lingkungan Sosial dan

Lingkungan Fisik Sekolah Terhadap Prestasi Belajar Ekonomi Siswa Kelas XI IPS MAN Babakan Lebaksiu Tahun Ajaran 2014/2015”, 127

Dapat disimpulkan bahwasanya definisi dari lingkungan fisik merupakan lingkungan yang ditinggali peserta didik dalam mencari ilmu dan penegtahuan, yang meliputi: guru, peserta didik,sarana- prasarana,dan sumber belajar.

2) Lingkungan sosial

Lingkungan sosial merupakan lingkungan sekolah yang di dalamnya terdapat warga sekolah, baik itu Kepala Sekolah, guru, karyawan, semua teman sekolah, semuanya dapat memengaruhi semangat belajar peserta didik itu sendiri. Para guru mampu menunjukkan sikap dan waperilaku yang baik, hal tersebut mampu memberikan semangat dan menumbuhkan motivasi yang positif40.

Menurut Dalyono lingkungan sosial adalah semua orang atau manusia yang memengaruhi kita. Pengaruh dari lingkungan tersebut ada yang diterima secara langsung dan ada yang tidak bisa diterima secara langsung. Contoh perilaku yang dapat diterima dalam pergaulan sehari-hari, meliputi: teman-teman. Keluarga, kawan sekolah, dan sebagainnya41.

Menurut Syah lingkungan sosial adalah hubungan-hubungan pribadi saling aksi dan mereaksi, penerimaan oleh anggota kelompok, kerjasama dengan teman-teman sekelompok akan menentukan

40 Muhibbin Syah, Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2008), 137.

41 Nelpa Fitri Yuliani, “Hubungan Antara Lingkungan Sosial dengan Motivasi Belajar Santri di Pesantren Madinatul Ilmi Islamiyah”, (Skripsi, FIP Universitas Negeri Padang, 2013), 51.

perasaan puas dan rasa aman di sekolah. Hal-hal tersebut sangat berpengaruh terhadap hasil dan motivasi belajar pada peserta didik42.

Hubungan sosial yang terjadi antara lingkungan sosial dengan lingkungan sekolah seperti hubungan guru dengan siswa maupun dengan teman sebayanya sangatlah penting untuk meningkatkan motivasi belajar dan dalam hal kegiatan belajar saat pembelajaran berlangsung. Karena peserta didik butuh adanya pengakuan dari peserta didik yang lain atau temannya dan guru sebagai sumber motivasi belajar. kebanyakan peserta didik yang bersemangat dan berprestasi, tetapi karena sokongan dari temannya.

Lingkungan sosial melibatkan kondisi, keadaan,dan interaksi antara manusia yang satu dengan yang lainnya. Lingkungan sosial lainnya yaitu teman sebaya. Teman dapat memberi warna dan memengaruhi kehidupan dari seseorang terlebih lagi peserta didik.

Jika teman tersebut mampu memberikan pengaruh positif terhadap dirinya dapat memengaruhi prestasi akademik, orang tua, pendidik, dan pembuat kebijakan43.

Menurut Muhibbin Syah, lingkungan sosial terdiri dari lingkungan sosial sekolah, lingkungan sosial siswa (masyarakat), dan lingkungan keluarga. Lingkungan sekolah yang termasuk ke dalam kategori

42 Nelpa Fitri Yuliani, “Hubungan Antara Lingkungan Sosial dengan Motivasi Belajar Santri di Pesantren Madinatul Ilmi Islamiyah”, 51.

43 Didik Kurniawan, “Pengaruh Perhatian Orang Tua, Motivasii Belajar, dan Lingkungan Sosial Terhadap Prestasi Belajar Matematika Siswa SMP”, (Jurnal Riset Pendidikan Matematika, 2014), 3.

lingkungan sosial adalah seluh warga sekolah, guru, karyawan, dan teman kelas, semuanya dapat memengaruhi semangat belajar siswa44.

Dari beberapa pendapat yang telah dipaparkan sebelumnya lingkungan sosial meliputi hubungan antara peserta didik, teman, dan yang lainnya dengan adanya hubungan tersebut terciptalah kondisi bersemangat belajar.

3) Lingkungan akademis

Lingkungan akademis merupakan keadaan sekolah dan terjadinya kegiatan pembelajaran. Pada lingkungan ini tidak hanya kegiatan pembelajaran saja tetapi ada berbagai kegiatan ekstrakurikuler guna memberikan ruang peserta didik mengembangkan bakat di bidang non akademik45.

Lingkungan belajar adalah salah satu komponen penting yang terdapat dalam proses pembelajaran. Lingkungan belajar seharusnya merupakan bagian yang mendapat perhatian guru dalam kegiatan pembelajaran. Akan tetapi kurang bervariasi dan belum optimalnya media pembelajaran yang digunakan menyebabkan kurangnya minat siswa untuk belajar.

Hal ini sangat disayangkan, karena bertolak belakang dengan tujuan media pembelajaran, yakni sebagai alat bantu belajar yang berguna untuk mengefektifkan proses pembelajaran. Lingkungan sekolah merupakan salah satu tempat atau wahana yang paling umum

44 Muhibbin Syah, Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru, , (Bandung: PT.

Remaja Rosdakarya, 2008), 137.

45 Dimyati dan Mudjiono, Belajar dan Pembelajaran (Jakarta: Rineka Cipta, 2009), 112.

digunakan sebagai media pembelajaran dalam proses belajar mengajar di Indonesia. Dari beberapa pendapat di atas yang menyebutkan macam-macam lingkungan sekolah meliputi lingkungan fisik, lingkungan sosial, dan lingkungan akademis46.

Lingkungan akademis merupakan lingkungan yang terjadi kegiatan pembelajaran dan kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan pembelajaran di luar jam pembelajaran. Lingkungan akademis yaitu ada di area sekolah merupakan lingkungan pendidikan yang secara sengaja dirancang dan dilaksanakan dengan aturan-aturan yang ketat seperti harus berjenjang dan berkesinambungan, sehingga disebut pendidikan formal dan sekolah adalah lembaga khusus, suatu wahana, suatu tempat untuk menyelenggarakan pendidikan, yang di dalamnya terdapat suatu proses belajar mengajar untuk mencapai tujuan pendidikan47.

Lingkungan akademis merupakan lingkungan pembelajaran yang sistem pembelajaran yang dapat memotivasi mahasiswa berpikir aktif, kreatif serta lingkungan pembelajaran penekanan dalam proses belajar. Dalam hal ini, pembelajar dituntut untuk aktif mengembangkan pengetahuan dan bertanggung jawab terhadap hasil belajar mereka. Dengan demikian, penekanan belajar siswa secara

46 Ahmad Zain Sarnoto, “Pengaruh Kecerdasan Emosional (EQ) dan Lingkungan bela1ar Terhadap Motivasi Belajar Siswa SMA Negeri 3 Tanggerang Selatan”, (Adragogi: Jurnal

Pendidikan Islam, 2019), 57.

47 Eri Pradiptya, “Peran Lingkungan sekolah Terhadap Pencapaian Prestasi Akademik dan Non Akademik Siswa”, (Skripsi, UNES, 2020), 15.

Dalam dokumen pemanfaatan lingkungan sekolah (Halaman 34-69)

Dokumen terkait