BAB 12PEKERJAAN HIDROMEKANIKAL
BAB 14 SPESIFIKASI PENYELIDIKAN LAPANGAN TAMBAHAN
14.1 KANTOR LAPANGAN DIREKSI .1 Lingkup Pekerjaan
BAB 14 SPESIFIKASI PENYELIDIKAN LAPANGAN
boleh dipakai untuk menguruk bagian luar bangunan, dan kelebihannya untuk perataan halaman atau diangkut keluar pekarangan menurut petunjuk Direksi.
14.1.4 Pekerjaan Pondasi dan Urugan Pasir
Sebagai lantai kerja pondasi diurug pasir bersih setebal 10 cm dan kemudian diatasnya dipasang batu kosong setebal 20 cm dan diurug dengan pasir sedemikian rupa sehingga celah-celah diantara batu terisi pasir. Didalam seluruh lantai bangunan diurug pasir bersih, disiram air sampai padat. Tebal minimum urugan pasir 10 cm.
Pondasi rumah dibuat dari pasangan batu kali dengan mortar 1pc : 4 psr, sebelum batu dipasang pasang harus disiram air bersih. Spesifikasi pasangan batu untuk rumah jaga mengikuti Spesifikasi untuk Pasangan Batu.
14.1.5 Pekerjaan Beton
Seluruh pekerjaan beton bertulang untuk sloof, ringbalk dan kolom dibuat dengan campuran adukan 1 pc : 2 pasar : 3 kerikil. Dalam pelaksanaanya, seluruh ukuran- ukuran konstruksi beton baik pembesian maupun penampang harus sesuai dengan gambar konstruksi beton. Setiap perubahan harus disetujui oleh Direksi. Spesifikasi beton harus tetap mengacu pada Spesifikasi pada bab Pekerjaan Beton.
Seluruh pembesian harus terlebih dahulu mendapat persetujuan Direksi sebelum dilakukan pengecoran. Untuk penyanggah besi beton dibuat beton deking (tahu) dengan adukan 1 pc : 2 psr, ukuran 2,5cm x 5cm x 5cm. Pengadukan beton harus menggunakan mesin pengaduk beton mekanis.
Bila terjadi kesalahan sehingga merugikan konstruksi karena Kontraktor mengabaikan perintah/petunjuk Direksi, maka seluruh kesalahan tersebut menjadi tanggung jawab Kontraktor. Pekerjaan yang salah harus dibongkar dicor ulang dengan mortar yang sama sesuai dengan petunjuk/perintah Direksi tanpa ada penggantian biaya.
Setiap bagian pekerjaan beton harus disiram air setelah 6 (enam) jam selesai dicor dan selama proses pengerasannya, dijaga agar tetap basah. Begesting untuk balok sloof, kolom dan balok ring baru dapat dilepas setelah umur beton 7 hari.
Beton tak bertulang menggunakan campuran 1pc : 3ps : 5 kr dan dilaksanakan untuk kolom- kolom di bawah tiang kosen setinggi 15 cm dengan bentuk, seperti profil kosen.
Pekerjaan beton tak bertulang dilaksanakan dengan campuran air yang sedikit ditumbuk sama. Untuk lantai-lantai yang menggunakan beton tumbuk digunakan campuran 1 pc : 3 ps : 5kr setebal penjelasan pada gambar. Untuk pondasi tangga digunakan beton tak bertulang dengan campuran 1 pc : 3 ps : 5kr.
14.1.6 14.1.6 Pekerjaan Tembok dan Plesteran
Seluruh pasangan tembok dari batu bata bermutu baik, tidak hancur jika direndam dan berukuran sama. Mutu batu bata yang akan dipakai harus terlebih dahulu disetujui oleh Direksi/Pengawas Lapangan yaitu sebagai berikut :
Semua bata harus baik dan bermutu Kelas-I dan sesuai ketentuan SNI NI-10. Batu bata tersebut harus merah matang, keras, utuh, kuat lurus dengan sudut tajam-tajam.
Sebelum dipasang batu bata harus direndam dalam air sampai tidak lagi mengeluarkan
gelembung udara (jenuh).
Pasir untuk pasangan tembok harus cukup besar dan keras butirnya, harus homogen, dengan ketentuan maksimum 0,5 mm. Oleh karena itu pasir harus diayak. Pasir harus bersih dari kotoran organis.
Pasangan tembok kedap air (trasraam) dikerjakan mulai dari 15 cm dibawah permukaan pondasi sampai 20 cm diatas permukaan lantai, khusus untuk KM/WC 50 cm diatas permukaan lantai. Pasangan dan plesteran tembok kedap air (trasram) terdiri dari adukan 1 pc : 2 psr.
Pasangan tembok lainnya dikerjakan dengan adukan 1 pc : 4 psr, kemudian diaci rata dan licin.
Perawatan dan penghalusan tembok :
a. Dinding tembok yang telah terpasang harus setiap hari disiram dengan air selama atap bangunan belum selesai dipasang.
b. Dinding-dinding tembok harus diaci dengan semen Portland, sebelum dicat tembok harus diplamir putih dan dihaluskan dengan kertas gosok
Semua dinding dicat vinyl warna putih dengan cat tembok mutu baik minimum sebanyak 3 (tiga) kali atau sampai warna cat merata.
14.1.7 Pekerjaan Kosen, Daun Pintu dan Jendela
Kosen-kosen, rangka-rangka daun pintu dibuat dari kayu kwalitas baik atau jenis kayu lain dengan kwalitas kelas I setempat yang telah kering dan tidak retak-retak contoh jenis kayu yang akan dipakai harus disetujui oleh Direksi sebelum diangkut ketempat pekerjaan.
Daun pintu dilapisi teakwood pada kedua sisinya, kecuali sisi dalam pintu WC/KM dilapisi triplek dan seng licin jenis BJLS 0,20 mm. Semua pemasangan teakwood, triplek dilekat dengan lem aica aibon dan dipaku.
Hubungan tiang kosen dengan lantai memakai nut beton dengan dook diameter 1/2".
Tinggi nut beton 15 cm. Pekerjaan kayu pada kusen dan daun pintu harus halus dan rapi, pekerjaan yang kurang rapi akan ditolak oleh Direksi.
Semua bidang kayu sebelum dipasang harus dimenie dengan cat menie, angker- angker kosen dipasang dari besi diameter 1/2" dengan kurang lebih 0,80 m dan panjang 13 cm dan dibengkokan 900 pada jarak 5 cm untuk tiang-tiang kosen yang menempel pada tembok.
Semua kaca mati dari kaca bening tebal 5 mm. Semua kosen dicat warna coklat tua atau warna lain sesuai instruksi Direksi dengan kwalitas cat ICI atau setara, sedang daun pintunya diplitur warna coklat kayu.
14.1.8 Kuda-kuda, Plafon, Atap dan Lijstplank
Konstruksi kuda-kuda rangka atap dari kayu kuat, awet dan lurus dari jenis Kelas-II.
Jenis kayu yang akan dipakai harus terlebih dahulu mendapat persetujuan Direksi.
Beugel-beugel dan baut penguat harus dari besi bermutu baik.
Plafon dibuat dari triplek 3 mm, rangka plafon dibuat dari kayu Kelas-II berukuran 5cm x7cm, dimana satu sisi dari kayu yang menjadi tempat menempel triplek plafon harus di ketam rata.
Penutup atap dibuat dari genteng dan bubungan buatan lokal. Jika ternyata ada yang pecah atau rusak harus diganti dengan yang utuh. Pemasangan genteng harus rapi dan tidak bocor. Genteng sebelum dipasang harus dicat terlebih dahulu dengan bahan sesuai dan berkualitas terbaik. Warna akan ditentukan kemudian oleh Direksi.
Lijsplank dari papan ukuran 2,5cm x 20cm dicat sewarna dengan kosen, jika tidak didapat kayu ukuran tersebut diatas, papan dapat disambung sehingga mencapai ukuran tersebut.
Kontraktor hanya boleh menggunakan material baja ringan untuk bahan atap dan plafon jika mendapat persetujuan tertulis dari Direksi.
14.1.9 Alat-alat Penggantung, Kunci dan Kaca
Tiap daun pintu digantung pada 3 (tiga) buah engsel nylon buatan dalam negeri dengan mutu sekuqalitqas ARCH. Setiap daun pintu tunggal dan ganda dilengkapi dengan satu pasang kunci tanam 2 x putaran merk UNION atau yang sekualitas. Pemasangan harus rapi lengkap dan berfungsi baik sesuai dengan jenis, pintu/jendela serta sistim pembukaannya. Untuk ini Kontraktor harus mengajukan contoh lebih dahulu kepada Direksi sebelum di pasang.
Semua pintu menggunakan 3 engsel tiap daun pintu, sedangkan untuk jendela sesuai dengan kebutuhan .minimum 2 buah. Kualitas engsel harus bagus dan kokoh untuk menahan beban daun pintu.
Semua bahan kaca yang dipergunakan harus dari kwalitas yang No.1 dan tidak boleh mengandung cacad seperti: rengat, putus pinggirannya, bergelbendungan Randugunting, berbayang-bayang, berbintik dan sebagainya. Tebal dan ukuran kaca yang digunakan dapat dilihat dari Gambar Lelang atau atas petunjuk Direksi.
14.1.10 Pekerjaan Lantai
Semua lantai dipasang di atas dasar lapisan pasir. Pemasangan ubin keramik harus rapi dengan siar saling tegak lurus dan ukuran nut (celah antar ubin) tidak boleh lebih dari 2 mm.
Pemasangan ubin pada lantai harus rata dan datar, kecuali di ruang-ruang yang harus ada pengaliran air, seperti toilet atau WC, miring lantai menurut petunjuk Gambar.
Pemasangann ubin pada dinding harus rata, menegak.
Bahan-bahan ubin harus menurut contoh yang disetujui Direksi. Warna ubin harus - sama dan merata, perbedaan wama yang menurut Direksi terlalu menyolok tidak boleh dipakai. Adukan untuk ubin lantai adalah l pc : 3 psr untuk ruang-ruang biasa, untuk ruang-ruang yang lantainya sering basah seperti toilet atau WC dan untuk ubin penutup tembok dinding dipakai adukan 1 pc : 2 psr. Spesi pengisi antara harus berwarna seperti warna ubinnya.
Ubin Keramik yang dipakai adalah ukuruan 20cm x 20cm kualitas No. 1, warna putih
tanpa motif dari merk yang sama digunakan untuk semua ruangan, kecuali toilet dipakai ubin keramik kualitas No. 1 warna biru muda ukuran 10cm x 10cm. Untuk pelapis dinding toilet digunakan juga ubin jenis ini setinggi 1,5 m dari permukaan lantai.
Bak mandi terbuat dari beton dilapisi keramik warna biru sisi luar dan sisi dalam.
Ukuran dalam bak mandi tinggi x lebar x panjang adalah 0,8m x 0,6m x 0,8m.
14.1.11 Pekerjaan Cat
Seluruh dinding tembok dan plafon, semuanya dicat dengan bahan vinil acrilic warna putih bermutu baik minimal 3 lapis. Kosen-kosen, daun pintu, daun jendela, jelusi kayu dan lis pinggir plafond dicat dengan cat kayu kwalitet I setara dengan produk ICI. Warna ditentukan kemudian dan prosesnya sebagai berikut :
Satu (1) kali menie, satu (1) kali plamuur, satu (1) kali cat dasar, dan satu (1) kali cat mengkilap. Setelah lapisan pertama kering dan diampelas, baru dilakukan pengecetan lapisan berikutnya.
Daun-daun pintu teakwood (kayu jati) dipelitur dan rangka daun pintu kaca dicat 3 kali sampai mengkilap. Semua pekerjaan cat harus menghasilkan warna yang merata, bila masih ada bagian yang belum sempurna harus diulangi lagi sampai warna merata.
14.1.12 Instalasi Listrik dan Pemasangan Arus Listrik
Instalasi listrik dipasang dari titik lampu sampai meteran (instalasi luar). Jenis lampu, jumlah lampu, schakelar dan stop kontak menurut notasi Gambar detail titik lampu.
Semua kabel-kabel jaringan instalasi listrik yang melalui tembok harus dimasukan dalam pipa PVC dan ditanam dalam tembok. Kabel jaringan instalasi listrik menggunakan kabel sesuai standar PLN. Pipa-pipa instalasi yang melalui tembok sudah harus dipasang sebelum tembok diplester.
Kontraktor wajib memasang arus listrik pada bangunan tersebut diatas. Kontraktor wajib mengajukan permohonan dan memenuhi semua persyaratan PLN, dengan daya listrik sebesar 10.000 watt.
14.1.13 Pagar Patok Beton
Untuk keamanan pagar tembok didirikan mengelilingi bangunan seperti ditunjukkan dalam Gambar. Pemasangan kawat berduri jika diperlukan dikaitkan pada patok beton yang tingginya dari permukaan tanah 3.00 m. Patok beton ditanam pada jarak 1,5 ~ 2,0 m seperti ditunjukan dalam Gambar atau atas petunjuk Direksi. Jumlah baris kawat berduri sebanyak 5 baris horizontal dan 2 baris silang.
14.1.14 Penyediaan Air Bersih
Bangunan kantor Direkasi harus dilengkapi dengan prasarana penyediaan air bersih.
Penyediaan air bersih dapat disediakan dengan cara pembuatan sumur permanen.
Sumur dibuat permanen, terletak dibelakang kantor dekat ke kamar mandi atau WC, dilengkapi dengan pompa listrik kapasitas minimal 30 ltr/menit, tandon air 1000 ltr dari bahan fiberglas yang disangga konstruksi rangka baja dan lengkap dengan pemipaannya.
Sumur air harus digali pada saat musim kemarau dengan kedalaman minimum 1,00 m di bawah muka air tanah. Seluruh dinding sumur dilapisi dengan beton buis bertulang diameter 0,80 m, tebal 10 cm. Bibir sumur dibuat dari pasangan batu bata diplester, tinggi 0,80 m dari muka lantai, dalam 0.30 m dari muka lantai. Sumur dilengkapi dengan tiang beton bertulang 10 cm x 10 cm, kerek timba, tali dan 2 timba karet isi 7,5 liter.
Sumur harus dilengkapi dengan lantai cuci dari batu kali yang diplester ukuran 1,8 m x 1,8 m, sehingga disekitar sumur tidak becek.
Bila air sumur dinilai oleh Direksi tidak memenuhi syarat maka Kontraktor harus menyediakan fasilitas penyaringan air bersih kapasitas rumah tangga.
14.1.15 Water Closed (WC) dan Pembuangan Air Limbah
Water Closet (WC) yang dibuat adalah dari jenis WC jongkok dengan septik tank dari pasangan batu bata yang diplester, terdiri dari dua ruangan dengan ukuran panjang 2 m, lebar 1 m dan dalam 1,5 m dan ditutup oleh plat beton dilengkapi dengan pipa gas buang diameter 1,5 inchi dimana pada ujung ruang kedua dibuat pipa air resapan, terbuat dari PVC yang ditanam dengan ijuk dan pasir kerikil. Posisi septictank minimum berjarak 10 m dari sumur.
Jaringan pipa pembuangan air limbah harus dibuat sedemikian rupa sehingga air limbah tidak mempengaruhi mutu air sumur, disamping itu air limbah tidak boleh menganggu lingkungan sekitarnya.
14.2 MESS LAPANGAN UNTUK DIREKSI