BAB III PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS
C. Karakter Tokoh Novel 99 Cahaya di Langit Eropa
Penokohan merupakan penggambaran watak tokoh dalam novel.
Perwatakan dalam novel lebih kompleks dan detail apabila dibandingkan dengan cerpen.
Karakter adalah jenis peran yang akan dimainkan, sedangkan penokohan adalah proses kerja untuk memainkan peran yang ada dalam
185 Rais, 99 cahaya, 64.
naskah lakon. Penokohan ini biasanya didahului dengan menganalisis peran tersebut sehingga bisa dimainkan.
Tokoh dalam novel 99 cahaya di langit Eropa terdiri dari : 1. Hanum
Hanum adalah salah satu tokoh dalam novel 99 cahaya dilangit Eropa Dalam buku di ceritakan bila selama tiga tahun, Hanum dan suaminya, Rangga Almahendra, berjalan-jalan keliling Eropa untuk mengenal sejarah Islam di benua tersebut. Karakter Hanum yang ada dalam novel 99 cahaya di langit Eropa yaitu ingin tahu, jadi Hanum tertarik memutuskan ingin pergi ke Eropa karena tertarik dan ingin tahu sejarah peradaban Islam di Eropa. Catatan perjalanan ini berdasarkan kisah nyata saya dan Rangga dalam berinteraksi sosial dan mengusung fakta sejarah yang sebenarnya.
Hanum berkata ”ini yang coba saya refleksikan dalam catatan perjalanan ini. Saya mencoba mengumpulkan kembali sisa kebesaran peradaban Islam yang kini terserak. Dan saya justru menemukan jejak-jejak peninggalan tersebut selama menempuh perjalanan menjelajah Eropa.‟‟ 186
Hanum selalu terobsesi dengan hal-hal yang baru. Setiap informasi adalah sumber ilmu yang dapat meledakkan rasa ingin tahunya kapan saja.
Kejadian ini terjadi ketika Hanum dan Rangga pergi kesebuah rumah makan muslim yang berbeda dari rumah makan yang lainnya yaitu makan sepuasnya bayar secukupya. Hanum kaget dan merasa ingin tahu kenapa
186 Ibid.,6.
rumah makan tersebut sistemnya bisa seperti itu, lalu Hanum bertanya langsung kepada pemiliknya.
Hanum mempunyai karakter : Protagonis, karena merupakan mempunyai rasa keinginan tahu pada Islam yang sangat besar.
2. Rangga
Rangga adalah suami dari Hanum yang menjalani pendidikan dengan kuliah di international school. Di novel ini, karakter Rangga akan mengalami pengembangan dari cerita di film. Selain berkutat di kehidupan kampus, karakter Rangga banyak berperan dalam menemani Hanum dalam menapaki jejak peninggalan Islam di Eropa. Rangga mempunyai karakter tokoh protagonis, karena bersama-sama Hanum menjelajahi eropa.
Sebagai mahasiswa yang sedang melanjutkan studi di Eropa, Rangga akan banyak digali dari sisi kehidupannya di kampus. Bagaimana ia berinteraksi, dan masuk dalam situasi ketika ada perbedaan pandangan mengenai agama dari teman-temannya, dan masalah yang dialami muslim minoritas lainnya seperti kesulitan beribadah.
Sosok Rangga di dalam cerita mempunyai karakter sebagai laki- laki yang baik dan selalu ikhlas dalam menjalankan segala hal. Selain itu juga penyabar dan bersyukur. Di buktikan dalam kutipan novel sebagai berikut:
Hanum berkata “Rangga memutuskan mengalah. Dia membuang jauh-jauh setan yang siap bertepuk tangan menonton pertandingan Rangga-Khan lawan Maarja dan teman-teman Eropanya.
Pertandingan yang hanya akan memperkeruh suasana. Kami tak
lagi menggunakan microwave untuk menghangatkan bekal.sikap mengalah tanpa pamrih yang rupanya mendapat jawaban.
Microwave rusak.”187
Rangga dan Maarja berebut menggunakan microwave, karena setelah menggunakan microwave Maarja tidak mau membersihkan sisa makanan yang berasal dari babi. Dan Rangga merasa jijik karena dalam agama Rangga yaitu Islam harus menjauhi babi. Dan itulah sebabnya Rangga selalu erebut Microwave dengan Maarja. Tetapi pada akhirnya Rangga mengalah . dan ternyata Mirowave rusak.
Dari kutipan di atas karakter rangga terlihat jelas dia seorang penyabar. Jadi sabar di sini adalah suatu kekuatan, daya positif yang mendorong jiwa untuk menunaikan suatu kewajiban. Dan disamping itu pula bahwa sabar adalah suatu kekuatan yang menghalangi seseorang untuk, melakukan kejahatan. Di dalam Al-Qur'an kata sabar telah disebutkan di tujuh puluh tempat, menurut Ijma' Ulama' ummat, sabar ini wajib, dan juga merupakan separuh dari iman (menurut pendapat Imam Ahmad). Sebab irnan di sini dibagi menjadi dua bagian, yakni separuh adalah sabar dan yang separuhnya lagi itu adalah syukur. Di dalam Al- Qur'an kata sabar itu disebutkan diantaranya ialah : Perintah sabar, terdapat di dalam firman Allah SWT (Q.S. Hud : 115).
Artinya: “Dan bersabarlah, karena Sesungguhnya Allah tiada menyia- nyiakan pahala orang-orang yang berbuat kebaikan”.188
187 Ibid.,207-208.
188 Departemen agama RI, Al-Qur’an, 234.
3. Fatma
Fatma merupakan karakter wanita muslim asal Turki yang ditemui Hanum saat berada di Austria. Ia juga dikenal sangat taat beribadah sekaligus menjadi ibu yang bijak bagi putrinya yang bernama Ayse. Fatma diceritakan memiliki pengetahuan mendalam tentang sejarah Islam, khususnya di Eropa. Fatma juga menjadi sahabat sekaligus karakter yang membantu Hanum menemukan jejak-jejak Islam di Eropa. Perjalanan dan pencariannya pun menuntun Hanum lebih cinta sekaligus kagum dengan agamanya.
Fatma mempunyai karakter baik dan pemurah, dia selalu memberikan ilmu pengetahuan yang dia punya dan dia tau kepada orang yang membutuhkan, sifat saling berbagi ilmu pengetahuan kepada sesame manusia yang dimiliki Fatma semata-mata dia hanya ingin beriman kepada Allah dan ingin menjadi agen muslim yang baik. Di buktikan dalam kutipan novel 99 cahaya di langit Eropa sebagai berikut:
Fatma berkata “Sekarang ini anak-anak makin melupakan sejarah agama. Aku ingin suatu saat nanti, dari awal kedatangan di dunia ini seluruh anak muslim tahu, tiada kebanggaan yang berarti kecuali menjadi agen muslim yang baik. Aku ingin mereka lahir sebagai muslim karena mereka memahami, meresapi, mengenal, menyentuh, merasakan, dan mencintai Islam, bukan karena paksaan orang lain.”189
Deskripsi di atas menunjukkan bahwa sifat Fatma yang pemurah dalam memberikan ilmu pengetahuan sebagaimana tertulis dalam ayat Al- Qur‟an surat At-Taubah : 122.
189 Rais, 99 cahaya, 368.
Artinya: “Tidak sepatutnya bagi mukminin itu pergi semuanya (ke medan perang). mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya.190 Ayat tersebut merupakan isyarat tentang wajibnya mendalami agama, bersedia mengajarkannya di tempat-tempat permukiman, dan memberikan pemahaman kepada orang banyak. Dengan demikian, mereka tidak bodoh lagi tentang hukum-hukum agama secara umum yang wajib diketahui oleh setiap mukmin. Orang-orang yang beruntung adalah orang yang memperoleh kesempatan untuk mendalami agama dengan maksud seperti ini. Mereka mendapat kedudukan yang tinggi di sisi Allah dan tidak kalah tingginya dari kalangan pejuang yang mengorbankan harta dan jiwa dalam meninggikan kalimat Allah- membela agama dan ajaran-Nya.
Bahkan mereka boleh jadi lebih utama dari pejuang pada situasi lain ketika mempertahankan agama menjadi fardhu‟ain bagi setiap orang. 191
Selain pemurah, Fatma juga mempunyai karakter dan sifat sabar.
Terutama sabar karena taat kepada Allah yaitu sabar untuk tetap melaksanakan perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya dengan
190 Departemen agama RI, Al-Qur’an, 206.
191 umar, Hadis Tarbawi, 11.
senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada-Nya192. Allah SWT berfirman,
Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung.”193
4. Khan
Khan adalah salah satu teman baik Rangga yang sosoknya benar- benar ada dan bukan fiksi. Khan merupakan seorang pria asal Pakistan yang pernah menjadi korban bom teroris, pengalaman itu membuatnya ia menjadi sosok yang sangat agresif dan memiliki pandangan sendiri tentang Islam di Eropa. Khan dikenal tidak memiliki toleransi yang berkaitan dengan kewajibannya sebagai umat Muslim. Walau di Eropa Muslim minoritas, tapi Khan tetap merasa bangga dan selalu tegar serta tegas dalam menghadapi berbagai godaan.194
Sebagaimana yang tertera dalam kutipan novel 99 cahaya dilangit Eropa sebagai berikut:
“Dilarang menaruh babi dan bir!”pungkas Rangga terhadap Stefan.
“No..no...” jawab Stefan dengan wajah marah.
Khan berkata “ sudah-sudah... ini microwave kampus, jadi kalian berdua jangan bertengkar menggunakan barang ini.195
192 Anwar, Akidah Akhlak, 222.
193 Umar, Hadis Tarbawi,14.
194 http://www.21cineplex.com/features/inilah-daftar-pemain-novel-99-cahaya-di-langit- eropa,53.htm
195 Rais,99 cahaya, 214.
Ketika berada di dapur kampus, terjadi pertengkaran antara Stefan dan Rangga yang berebut Microwave, dan Khan sebagai penengah, sebagai pemisah antara Stefan dengan Rangga,Khan berhasil melerai mereka berdua dan Khan membawa Rangga keluar dari ruangan untuk mengalah dan tetap menjaga kesabaran Rangga kepada Stefan.
Khan ialah teman Rangga yang sangat baik dan pengertian. Dia selalu mengingatkan Rangga akan kesabaran dan keikhlasan dalam menjalankan hal apapun. Selain itu Khan juga sebagai penengah antara Rangga dan Stefan yang selalu berbeda pendapat dan berselisih pemikiran tentang agama.
5. Stefan
Stefan adalah pria tampan yang merupakan seorang atheis yang menjadi teman Rangga dan Hanum di kampus.Stefan diceritakan seorang yang memiliki pemikiran sekuler. Ia tidak terlalu percaya dengan agama, dan lebih mengutamakan logika. Karakter yang ini akan banyak berinteraksi dengan Rangga dan Khan. Di tunjukkan dalam kutipan novel 99 cahaya di langit Eropa sebagai berikut:
Stefan berkata “Agamamu kurang realistis. Kenapa agamamu menyiksa umatnya dengan segala macam kewajiban? Kalau memang Tuhan itu ada, kalau memang Tuhan itu Maha Pemurah, kenapa dia menganiaya kalian dengan semua kesulitan itu ? kau harus sembahyang 5 kali sehari. Kau harus puasa sebulan setahun.
Kau harus pergi haji, berpanas-panasan, berdesak-desakan seperti yang kulihat di TV. Kenapa harus begitu? Dan kenapa kau harus mau? Itu tidak logis!”. 196
196 Ibid.,214.
Pertanyaan Stefan yang ditujukan Rangga terkadang membuat Rangga geram dan Karakter Stefan yang tidak percaya akan adanya Tuhan memang ditunjukkan dalam kutipan novel di atas. Selain itu juga ada rasa ingin tahu terhadap agama Islam. untuk itu, Stefan selalu bertanya-tanya kepada Rangga dan selalu ingin mengajak debat tentang agama Islam.
6. Marion Latimer
Marion Latimer. Wanita tersebut merupakan seorang mualaf yang bekerja sebagai ilmuwan di Arab World Institute Paris. Dia seorang perempuan yang pintar, berilmu, dan berhati mulia. Karena dia senang dan ikhlas berbagi ilmu dan pengalaman kepada Hanum. Dia juga berakhlak baik dan takwa terhadap Allah Swt yang tertulis dalam surat Al-Imran ayat 102.
Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam Keadaan beragama Islam.”197
Takwa kepada Allah Swt dibuktikan dalam kutipan novel 99 cahaya sebagai berikut:
Marion berkata “Merci. Buatku rukun Islam itu ada 6. Yang keenam adalah menjaga kehormatanku dengan jilbab,” ujar Marion tersipu-sipu.”198
197 Departemen agama RI, Al-Qur’an, 63.
198 Rais,99 cahaya, 131.
Merci dalam kutipan di atas berarti “iya” Deskripsi dari kutipan di atas menunjukkan bahwa karakter marion yaitu takwa dalam makna memenuhi kewajiban perintah Allah yang menjadi kewajiban manusia.
Kewajiban ini harus ditunaikan oleh semua manusia khususnya kaum hawa, untuk memenuhi kebutuhan hidup jasmani dan rohani. Selain itu juga untuk mengabdi kepada Allah Swt. sebagaimana terdapat dalam surat az-Dzariyat ayat 56.
Artinya: “Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.”199
Selain itu, Marion juga mempunyai sifat tepat janji. Dibuktikan dalan novel 99 cahaya di langit Eropa:
“Marion menepati janjinya. Tepat pukul 09.00 pagi dia sudah menunggu di lobi hotel. Rangga sudah terlebih dahulu meninggalkan hotel menuju tempat konferensi setengah jam sebelumnya.”200
Deskripsi di atas menunjukkan sifat marion yang menepati janjinya kepada Hanum dalam cerita di dalam novel 99 cahaya di langit Eropa Hukum berjanji adalah boleh (jaiz) atau disebut juga dengan mubah.
Tetapi hukum memenuhi atau menepatinya adalah wajib. Melanggar atau tidak memenuhi janji dalah haram dan berdosa. Berdosanya itu bukan sekadar hanya kepada orang yang kita janjikan tetapi juga kepada Allah swt. Dasar dari wajibnya kita menunaikan janji yang telah tertulis dalam firman Allah (An-Nahl ayat 91).
199 Departemen agama RI, Al-Qur’an, 523.
200 Rais, 99 cahaya, 140.
Artinya: “Dan tepatilah Perjanjian dengan Allah apabila kamu berjanji dan janganlah kamu membatalkan sumpah-sumpah(mu) itu, sesudah meneguhkannya, sedang kamu telah menjadikan Allah sebagai saksimu (terhadap sumpah-sumpahmu itu).
Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang kamu perbuat.”201 Seruan menepati janji pada ayat tersebut bersifat wajib. Dengan kata lain, orang yang tidak menepati janji tanpa disertai oleh alasan-alasan yang dibolehkan syariat akan mendapatkan dosa. Bahkan, dua dosa.
Pertama, dosa terhadap orang yang telah kita berikan sebuah janji yang tidak ditepati. Hatinya akan terluka. Kedua, dosa kita kepada Allah yang menjadi saksi penjanjian antara kita dan orang lain.202
201 Departemen agama RI, Al-Qur’an, 277.
202 http://www.noormuslima.com/hukum-menepati-janji-dan-mengingkarinya-dalam-islam/.
A. Kesimpulan
Strategi penanaman nilai pendidikan Islam merupakan upaya yang dilakukan untuk menanamkan nilai keislaman sehingga merupakan keyakinan dan kesadaran akan kebenaran doktin yang pada akhirnya diwujudkan dalam sikap dan perilaku seseorang.
Strategi pembelajaran menggunakan metode cerita adalah kegiatan pembelajaran dengan cara menuturkan atau menyampaikan cerita secara lisan kepada anak didik sehingga dengan cerita tersebut dapat disampaikan pesan-pesan yang baik.
Novel 99 cahaya di Langit Eropa merupakan sebuah novel yang banyak mengandung nilai-nilai pendidikan Islam, berdasarkan penelitian yang penulis lakukan tentang nilai-nilai pendidikan Islam dalan novel 99 cahaya di Langit Eropa maka dapat disimpulkan sebagai berikut:
1. Kesimpulan Umum
Nilai Pendidikan Islam dalam novel 99 cahaya di langit Eropa karya Hanum Salsabiela Rais yaitu meliputi nilai (a) akidah, (b) Akhlak dan (c) Syariah yang tergambar dalam setiap pengalaman hidup para tokoh berupa komunikasi yang banyak mengandung nilai pendidikan Islam.
2. Kesimpulan Umum
a. Nilai pendidikan akidah (keimanan)yang terkandung dalam novel 99 cahaya di langit Eropa antara lain: Iman kepada Allah, Iman kepada
Malaikat, Iman kepada Kitab, Iman kepada Rasul, Iman kepada kitab Allah, Iman kepada qada’ dan qadar.
b. Nilai pendidikan Akhlak dalam novel 99 cahaya di langit Eropa adalah: (1) Akhlak kepada Allah yang melahirkan sikap yang digambarkan oleh para tokoh dalam novel 99 cahaya di langit Eropa meliputi: husnudhan kepada Allah, selalu menggantungkan diri kepada Allah, bersyukur atas nikmat Allah, ikhlas dan tawakal. (2) Akhlak Terhadap Sesama Manusia meliputi; Akhlak kepada diri sendiri, Akhlak terhadap orang tua berupa berbakti kepada orang tua dan menjalin silaturahmi, Akhlak terhadap masyarakat meliputi; saling tolong menolong terhadap sesama masyarakat. (3) Akhlak terhadap Alam meliputi: menjaga keindahan alam, memanfaatkan lingkungan dengan sebaik-baiknya.
c. Nilai pendidikan syariah (ibadah dan muamalah) yang terkandung dalam novel 99 cahaya di langit Eropa berupa perbuatan shalat tepat waktu yang dilakuka secara berjamaah dan menuntut ilmu kemudian mengamalkannya (mengajarkan kepada orang lain). Hal ini tentu memberikan implikasi berupa pemahaman bagaimana seharusnya manusia dalam berhubungan dengan Tuhannya (Ibadah) dan terhadap sesama manusia (muamalah).
B. Saran-Saran
Berdasarkan hasil analisis strategi pembelajaran pendidikan agama Islam menggunakan metode cerita (novel 99 cahaya dilangit Eropa) untuk menanamkan nilai-nilai pendidikan Islam dalam novel 99 cahaya di langit Eropa karya Hanum Salsabiela Rais, pada bagian ini peneliti ingin ikut serta memberikan kontribusi berupa saran sebagai berikut:
1. Bagi pengarang novel, sudah selayaknya pengarang novel maupun karya sastra lainnya mempertimbangkan sisi edukatif yang dapat disumbangkan kepada masyarakat luas bukan hanya asal buat dan mengikuti selera pasar.
2. Bagi mahasiswa yang ingin melakukan penelitian literatur hendaknya lebih selektif dalam memilih novel yang akan dikaji.
3. Kepada guru pendidikan agama Islam hendaknya berupaya dan memperkaya strategi pembelajaran bercerita untuk menanamkan nilai-nilai pendidikan akidah, akhlak, syariah. Dengan tujuan meningkatkan nilai- nilai pendidikan Islam peserta didik. Dan menjalin kerja sama antar guru dan orangtua peserta didik sebagai kontrol perilaku peserta didik.
DAFTAR PUSTAKA
Al Barry ,M. Dahlan.2001. Kamus Ilmiyah Populer. Surabaya: Arkola.
Ali, Zainuddin. 2012. Pendidikan Agama Islam. Jakarta:Bumi Aksara.
Alim, Muhammad. 2006. Pendidikan Agama Islam : Upaya Pembentukan Pemikiran dan Kepribadian Muslim. Bandung:Remaja Rosdakarya.
Aminnudin. 2014.Pendidikan Agama Islam. yogyakarta:Graha Ilmu.
Aminuddin. 2006. Membangun Karakter dan Kepribadian Melalui Pendidikan Agama Islam. Yogyakarta:Graha Ilmu.
Anwar, Rohison. 2008. Akidah Akhlak. Bandung: Pustaka Setia.
Daud, Muhammad. 2008. Pendidikan Agama Islam. Jakarta:Rajawali Pers.
Departemen Agama RI. 2012..Al-Qur’an dan Terjemahnya At-Thayyib.
Jakarta:Cipta Bagus Segara.
Hasan M. Ali & Mukti Ali. 2003. Kapita Selekta Pendidikan Islam.Jakarta : Pedoman Ilmu Jaya.
Helmy, Masdar. Keteladanan Akhlak Rasulullah Saw tuntunan Moral untuk Muslim. Bandung:Pustaka Hidayah.
Husnul Albab. 2011. Wanita yang dicintai dan dibenci Allah Swt.
Kasiram, Moh.2008. Metodologi Penelitian, Yogyakarta: UIN Maliki Press.
Kosasih. 2012. Dasar-dasar Ketrampilan Bersastra, Bandung: CV. Yrama Widya.
Kusumamiharja, Supan . 1978. Studi Islamica. Bogor: Team Pendidik Agam Islam Institut Pertanian Bogor.
Mahfud, Rois. 2011.Al-Islam Pendidikan Agama Islam. Erlangga.
Moleong, Lexy J. 2011. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosda Karya.
Muchtar, Jauhari Heri. 2005. Fiqh Pndidikan. Bandung:Remaja Rosda Karya.
Muhaimin, 2006. Nuansa baru Pendidikan Islam: Mengurai Benang Kusut Dunia Pendidikan. jakarta: PT.Raja Grafindo Persada.
Muhammad Fathi, salim. 2001.Hadits ahad dalam Aqidah. Bangil: Al-izzah.
Mukni’ah. Materi Pendidikan Agama Islam untuk Prguruan Tinggi Umum Yogyakarta: Ar-ruzz Media.
Mustafa, Fuhaim. 2009. Kurikulum Pendidikan Anak Muslim. Surabaya:Pustaka Utama.
Nasution, S. 2006. Metode Research (Penelitian Ilmiah). Jakarta: Bumi Aksara.
Nata Abuddin. 2008. Akhlak Tasawuf. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Noor Salimi, Abu Ahmadi. 2008. Dasar-Dasar Pendidikan Agama Islam.
Jakarta:Bumi Aksara.
Penyusun Tim. 2014. Pedoman Penulisan Karya Ilmiah. Jember: STAIN Jember Press.
Prasetyo, Bambang dan Lina Miftahul Jannah.2005. Metode Panelitia Kuantitatif, Teori & Aplikasi. Jakarta:PT Raja Grafindo Persada.
Penyusun Tim. 2014. Pedoman Penulisan Karya Ilmiah. Jember: STAIN Jember Press.
Sabiq, Sayid. 1995. Aqidah Islam, Bandung:CV Diponegoro.
Saebani, Bani Ahmad dan Hendra Akhdiyat, 2009. Ilmu Pendidikan Islam.
Bandung : Pustaka Setia.
Salsabiela, Rais Hanum. 2014. 99 Cahaya di Langit Eropa. Jakarta: Gramedia.
Shihab Quraish. 2002.Tafsir Al-Misbah, Jakarta: Lentera Hati.
Sugono, Dendy. 2011. Buku Praktis Bahasa Indonesia Jilid 2, jakarta:
Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.
Sugiyono, 2010. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung:
Alfabeta.
Syafi’I, Rachmad. 2000.Al-Hadits, Bandung: Pustaka Setia.
Tabrani. Abd Muis, 2013. Pengantar dan Dimensi-Dimensi Pendidikan. Jember:
Stain Jember Press.
Tafsir, Ahmad. 2005. Ilmu Pendidikan Perspektif Islam. Bandung:Remaja Rosda Karya.
Umar, Bukhari.2014.Hadis Tarbawi. Jakarta: Amzah.
Yunus, H. Mahmud.2010. Kamus Arab Indonesia. Jakarta: PT Mahmud Wa Dzurriyyah.
Metode Analisis Isi Reliabilitas Adanva Validitas Dalam Metode Penelitian Komunikasi, (On line), http://massofa.wordpress.com/2008/01/28/.
http://jendelakomunikasirestu.blogspot.com/2014/04/mpkii-proposal-penelitian- analisis.html.
http://www.21cineplex.com/features/inilah-daftar-pemain-novel-99-cahaya-di- langit-eropa,53.html.
http://www.noormuslima.com/hukum-menepati-janji-dan-mengingkarinya-dalam- islam.html.
Judul Variabel Sub variabel
Indikator Sumber data Metode penelitian Rumusan masalah Strategi
pembelajaran pendidikan agama Islam dengan menggunakan metode cerita (novel 99 cahaya dilangit Eropa) untuk menanamkan nilai-nilai pendidikan Islam.
1. Strategi pembelajara n
pendidikan agama Islam menggunak an metode cerita (novel 99 cahaya dilangit Eropa) untuk menanamka n nilai-nilai pendidikan Islam.
1.1 Aqidah
1.2 Akhlak
1.3 Syariah
Iman Kepada Allah
Iman Kepada Malaikat Allah Iman kepada Kitab Allah Iman kepada Nabi dan Rasul Iman kepada Hari Akhir Iman Kepada Qada’ dan Qadar
Akhlak kepada Allah Akhlak kepada sesama Akhlak kepada Alam
Ibadah Muamalah
1. Primer
Buku Novel 99 cahaya di langit Eropa
2. Sekunder - Majalah - Ensiklopedi - Kamus - Website - Tulisan-
tulisan berhubungan dengan nilai pendidikan islam
1. Jenis penelitian Kepustakaan (library reseach)
2. Pendekatan
penelitian kualitatif 3. Metode
pengumpulan data Dokumentasi
4. Metode Analisist Content Analisis
5. Validitas data : Triangulasi sumber
FOKUS PENELITIAN : 1. Bagaimana strategi
pembelajaran
pendidikan agama Islam menggunakan metode cerita (novel 99 cahaya dilangit Eropa) untuk menanamkan nilai- nilai Pendidikan Islam ?
SUB FOKUS PENELITIAN 1. Bagaimana strategi
pembelajaran
pendidikan agama Islam menggunakan metode cerita (novel 99 cahaya dilangit Eropa) untuk menanamkan nilai-nilai pendidikan Aqidah melalui ? 2. Bagaimana strategi
pembelajaran
pendidikan Islam menggunakan metode cerita (novel 99 cahaya
pendidikan Akhlak ? 3. Bagaimana strategi
pembelajaran pendidian
agama Islam
menggunakan metode cerita (novel 99 cahaya dilangit Eropa) untuk menanamkan nilai-nilai Pendidikan Syariah?