• Tidak ada hasil yang ditemukan

Karakteristik Bahan Bakar

Dalam dokumen Teori Dasar Motor Diesel (Halaman 87-126)

Bab 5 BAGIAN-BAGIAN UTAMA MESIN DIESEL

6.3. Sistem Bahan Bakar

6.3.1. Karakteristik Bahan Bakar

Komposisi bahan bakar biasanya terdiri dari karbon dan hidrogen atau kombinasi keduanya yang disebut Hidrokarbon dan akan menghasilkan panas apabila dibakar.

Bahan bakar ini semuanya berasal dari alam (perut bumi), dan berbentuk padat, cair atau gas, yang terjadi karena adanya proses evolusi dari fosil-fosil selama beribu-ribu tahun yang lalu, oleh karena itu bahan bakar jenis ini disebut sebagai bahan bakar fosil.

Bahan bakar solar umumnya adalah Distilat tengah minyak bumi.

Komponennya ada yang tidak stabil terhadap proses oksidasi sehingga menjurus pada terbentuknya semacam lumpur yang menyebabkan terjadinya endapan pada sistem pemasukan bahan bakar.

Penyumbatan dapat terjadi terutama pada filter bahan bakar, pompa dan pipa-pipa bahan bakar. Endapan lumpur ini cenderung menimbulkan korosi.

Untuk menghindari korosi dan endapan lumpur diberikan bahan tambah yaitu Aditif Antioksidan dan Anti Korosi.

Penggunaan bahan bakar yang bermutu tinggi pada mesin Diesel akan memperbaiki sifat Atomisasi dan kebersihan ruang bakar serta mencegah terbentuknya endapan sehingga dapat mencapai pembakaran sempurna dan normal.

Selain mutu bahan bakar yang diukur dengan Angka Cetana, sifat- sifat lain dari bahan bakar Diesel yang sangat penting dan langsung mempengaruhi tingkat mutu yang tercantum dalam spesifikasi bahan bakar adalah :

a. Densitas.

b. Distilasi.

82

c. Viskositas.

d. Kadar Belerang.

e. Stabilitas.

f. Kadar Air.

g. Titik Didih.

h. Titik Keruh.

i. Sedimen.

j. Kadar Abu.

k. Titk Nyala.

i. SIFAT DENSITAS.

Sifat Densitasadalah satuan berat bahan bakar dalam 1 (satu) liter bahan bakar Diesel.

Rata-rata Density bahan bakar minyak Solar yang digunakan di Indonesia adalah 0,84 – 0,92 kg/liter.

ii. SIFAT DISTILASI.

Sifat Distilasi adalah kadar endapan dan kejernihan bahan bakar dalam 1 (satu) liter bahan bakar Diesel.

Sifat Distilasi bahan bakar minyak Solar akan mempengaruhi efisiensi pembakaran dan timbulnya endapan-endapan Kokas dalam saluran Injektor dapat menyumbat lubang laluan dan merusak fungsi Injektor.

iii. SIFAT STABILITAS.

Sifat Stabilitas sangat berpengaruh terhadap gangguan fungsi Injektor dan dapat membentuk endapan pada pompa bahan bakar serta penyumbatan pada filter bahan bakar.

iv. SIFAT VISKOSITAS.

Tingkat Viskositas bahan bakar Diesel menyebabkan kesulitan start pada saat kondisi mesin dingin atau pada suhu udara sekitarnya yang dingin.

83

Kondisi ini dapat menurunkan sifat pelumasan bahan bakar pada Injektor dan Pompa Injeksi sehingga dapat menyebabkan daya mesin menurun secara tajam.

v. KANDUNGAN BELERANG.

Kadar belerang yang tinggi dalam bahan bakar akan menimbulkan keausan pada bagian-bagian mesin.

Penyebab keausan adalah akibat proses pembakaran yang menghasilkan Oksida Belerang SO2 dan SO4 dimana pada suhu tinggi Oksida Belerang akan berbentuk Uap.

Keausan yang ditimbulkan dari bahan bakar yang mempunyai kadar belerang tinggi yang terutama adalah Ruang bakar dan Injektor.

vi. KANDUNGAN AIR DAN SEDIMEN.

Kadar air dan sedimen dalam bahan bakar selalu ada dan sulit dipisahkan dengan proses Destilasi.

Sedimen yang berbentuk partikel-partikel padat dapat merusak Pompa Injeksi dan Nozzles.

Kandungan air dan sedimen dapat menimbulkan karat dalam ruang bakar mesin dan tangki bahan bakar.

vii. TITIK NYALA.

Titik nyala bahan bakar Diesel harus cukup tinggi untuk menghindari terbakarnya bahan bakar pada suhu Ambien yang normal.

Spesifikasi yang berlaku di Indonesia untuk bahan bakar adalah Minimum 68o C atau 154o F.

viii. TITIK EMBUN (CLOUD POINT).

Titik embun bahan bakar Solar adalah suatu keadaan selama terjadi pendinginan bahan bakar telah mencapai suhu tertentu sehingga terjadi pembentukan kristal yang sangat tipis dalam phase cairan.

84

Spesifikasi Titik embun bahan bakar Diesel ditentukan berdasarkan keadaan cuaca daerah atau negara yang hendak menggunakan bahan bakar tersebut.

ix. KANDUNGAN ABU (ASH CONTENT).

Kandungan Abu di dalam bahan bakar minyak biasanya berasal dari : 1. Produk-produk mineral yang secara tidak senngaja tercampur

dengan bahan bakar.

2. Logam sabun yang dapat larut, sebagai akibat netralisasi asam organik sewaktu diadakan Alkali Treatment.

Abu sebagian besar keluar melalui ruang bakar dan sebagian lagi tinggal dalam dinding-dinding silinder dan permukaan silinder

Di Indonesia “ Ash Content” maksimum sebesar 0,01 % berat minyak.

x. RESIDU KARBON.

Residu karbon terjadi akibat kadar kandungan fraksi-fraksi yang mempunyai titik didih tinggi tidak terbakar dengan sempurna pada kondisi kerja mesin normal

Batas maksimal Residu Karbon dalam bahan bakar adalah 0,05 % berat bahan bakar.

xi. ANGKA CETAN.

Angka Cetan adalah karakteristik bahan bakar untuk menyala dengan sendirinya pada tekanan dan temperatur tertentu di dalam ruang bakar.

Angka Cetan yang tinggi menggambarkan penyalaan sendiri yang cepat dari bahan bakar tersebut.

Penyalaan sendiri (Auto Ignition) adalah kemampuan bahan bakar untuk menyala dengan sendirinya pada tekanan dan temperatur tertentu.

DETONASI terjadi akibat panjangnya tundaan nyala pada bahan bakar Diesel.

85

Panjang pendeknya tundaan nyala diukur dengan angka cetan, untuk mendapatkan tundaan nyala yang pendek maka bahan bakar harus mempunyai angka cetan yang cukup tinggi.

6.3.2. DIAGRAM & PERALATAN SISTEM BAHAN BAKAR.

DIAGRAM SISTEM BAHAN BAKAR

Tangki bahan bakar (Tangki Bulanan)

Saringan bahan bakar 1

Pompa Supply.2

Pompa Injeksi

Injektor Tangki Harian

Saringan bahan bakar 2

Over Flow

Pompa Supply.1

86

PERALATAN SISTEM BAHAN BAKAR

( Fungsi dan Prinsip Kerja )

A. Tangki bahan bakar.

Fungsi :

Menampung bahan bakar yang akan digunakan untuk jangka waktu yang lama (Tangki Bulanan) kapasitas besar dan untuk pemakaian sehari-hari (Tangki Harian) kapasiatas kecil serta kulitas bahan bakar lebih bersih agar kontinounitas operasi pembangkit dapat berjalan normal.

Prinsip Kerja :

Tangki Bulanan mempunyai kapasitas penampungna yang besar dan menerima pengisian bahan bakar dari pemasok bahan bakar, Tangki Harian kapsitas penampungan yang kecil untuk pemakaian langsung dan menerima pasokan dari Tangki Bulanan serta bahan bakar lebih (Over Flow) dari Pompa Injeksi dan Injektor.

87

B. Pompa Supply 1.

a.Pompa Sentrifugal.

Fungsi :

Memompakan bahan bakar dari tangki bulanan melalui saringan awal (1) ke tangki harian, dan dari tangki harian ke pompa injeksi tetapi pompa ini mempunyai tekanan pemompaan yang rendah..

Prinsip Kerja :

Pompa ini bekerja berdasarkan gaya sentripental dan pompa ini mempunyai tekanan yang rendah, tetapi putaran pompa cukup tinggi dan konstan pada arah putaran sesuai bentuk sudu pompa (Rotor Blade).

Jenis pompa ini digerakkan dengan menggunakan motor listrik dan kemampuan pengisian atau debit bervariasi dari kapasitas yang kecil hingga besar.

b. Pompa torak.

88

Prinsip Kerja :

Pompa ini bekerja berdasarkan gerakkan torak dan pompa ini mempunyai tekanan yang tinggi, putaran pompa dari putaran rendah hingga putaran sedang pompa digerakkan oleh nok dan volume pemompaan mengikuti putaran penggerak pompa (Pompa plunyer).

C. Saringan bahan bakar.

Fungsi :

Menyaring bahan bakar yang mengalir dari tangki penampung agar partikel- partikel dan kotoran lain tidak masuk kedalam pompa injeksi dan injektor.

Prinsip Kerja :

Bahan bakar yang tersimpan dalam tangki penampung dipompakan ke Saringan, dan kotoran yang diameternya lebih besar dari pori-pori saringan akan tertahan dan yang masuk ke pompa Injeksi adalah bahan bakar yang sudah bersih.

89

Bahan elemen saringan bahan bakar :

1. Kertas. 3. Kawat kasa.

2. Kain. 4. Logam.

Jenis saringan bahan bakar :

1. Saringan Tunggal.

2. Saringan Ganda (Duflex).

3. Saringan putar (Purifier).

90

D. Pompa Injeksi (Injection Pump).

Pompa Injeksi tipe Majemuk.

Digunakan pada mesin Diesel Kecil dan menengah.

Fungsi :

Mengatur waktu pengabutan (Timing Injection), mengatur volume pengabutan bahan bakar, pemompaan bahan bakar disesuaikan dengan Firing Order mesin.

Pompa Injeksi terpasang pada 1 (satu) rumah pompa injeksi untuk seluruh silinder.

91

Pompa Injeksi tipe Tunggal.

Digunakan pada mesin Diesel besar.

Fungsi :

Mengatur waktu pengabutan (Timing Injection), mengatur volume pengabutan bahan bakar, pemompaan bahan bakar disesuaikan dengan Firing Order mesin.

Pompa Injeksi terpasang pada 1 (satu) rumah pompa injeksi untuk 1 (satu) silinder.

92

Pompa Injeksi tipe Tunggal langsung Injektor.

Digunakan pada mesin Diesel Kecil dan menengah.

Fungsi :

Mengatur waktu pengabutan (Timing Injection), mengatur volume pengabutan bahan bakar, pemompaan bahan bakar disesuaikan dengan Firing Order mesin.

Pompa Injeksi terpasang pada 1 (satu) rumah pompa injeksi dan dilengkapi nozzleuntuk 1 (satu) silinder.

93

Prinsip Kerja :

Pompa bahan bakar ini disebut Pompa Plunyer, dan rumah Pompa Plunyer disebut Barrel.

Pengaturan pompa dengan menggunakan gigi (gear) yang dihubungkan dengan setang yang mempunyai alur seperti gigi pada plunyer disebut Rack.

Pada Barrel mempunyai lubang dan lubang keluar masuk bahan bakar (Over Flow).

Pada Plunyer ada alur pengatur volume bahan bakar yang disebut Helix.

Pengaturan volume bahan bakar ditentukan oleh posisi lubang Over Flow dengan dengan posisi Helix (Lihat gambar diatas).

Plunyer mempunyai langkah plunyer dan langkah pemompaan bahan bakar.

94

Katup satu arah pada pompa injeksi

Fungsi :

Menjaga agar aliran bahan bakar dari pompa injeksi tidak kembali ke pompa injeksi dan dalam pipa tekanan tinggi yang menuju Injektor tetap terisi bahan bakar yang mempunyai tekanan sedikit dibawah tekanan pengabutan (tekanan pengabutan injektor).

Jika terjadi kebocoran akan mempengaruhi waktu pengabutan pada injektor pada saat mesin di Start, sehingga mesin sering sulit di hidupkan.

95

E. Pengabut (Injektor).

Fungsi :

Mengabutkan bahan bakar di dalam ruang bakar agar mudah terbakar.

Prinsip Kerja :

Pompa bahan bakar memompakan bahan bakar dengan tekanan tinggi dan pada tekanan yang telah ditentukan pada injektor, maka bahan bakar yang mempunyai tekanan tinggi akan mengangkat jarum nosel sehingga bahan bakat tersebut keluar dari lubang nosel dan mengabut sesuai dengan tekanan pengabutan pada injektor.

96

6.3.3.PROSEDUR PENGOPERASIAN SISTEM BAHAN BAKAR.

Prosedur pengoperasian sistem bahan bakar merupakan langkah-langkah kerja yang mengikuti prosedur yang telah ditetapkan oleh pabrik pembuat mesin agar pengoperasian mesin dapat berjalan normal, umur pemakaian serta daya yang dihasilkan dapat maksimal dengan pemakaian bahan bakar yang minimal.

Pengoperasian sistem bahan bakar pada mesin Diesel yang mempunyai pompa injeksi majemuk tidak sama persis dengan mesin Diesel yang menggunakan pompa injeksi tunggal.

Perbedaannya terletak pada pengaturan posisi Rack pada batang penggerak utama pengatur volume pemompaan bahan bakar yang akan di kabutkan dalam ruang bakar.

Pada mesin Diesel yang menggunakan pompa bahan bakar tunggal pengaturan volume bahan bakar yang akan dikabutkan dapat disetel dari luar pompa.

6.3.4. SISTEM UDARA MASUK & GAS BUANG.

Sistem Udara Masuk & Gas Buang merupakan saluran yang mengarahkan aliran udara masuk kedalam masing-masing silinder dan sisa hasil pembakaran dari masing- masing silinder agar dapat dimanfaatkan secara maksimal.

Kelancaran, distribusi udara masuk dan gas buang sangat menentukan hasil pembakaran yang secara langsung akan mempengaruhi kemampuan mesin untuk memikul beban yang berubah-rubah.

97

Yang termonitor pada sistem udara masuk dan gas buang adalah :

1. Temperatur udara masuk.

2. Temperatur gas buang.

Peralatan pada sistem udara masuk & gas buang :

1. Saringan udara masuk (Air Filter).

2. Pendingin Udara Masuk (Inter Cooler).

3. Turbo Charger

4. Peredam Gas Buang (Selencer).

DIAGRAM ALIRAN UDARA MASUK DAN GAS BUANG

98

SIRKULASI UDARA MASUK DAN GAS BUANG

1. Saringan udara masuk (Air Filter).

99

2. Pendingin udara masuk (Inter Cooler).

3. Turbo Charger

100

4. Peredam Gas Buang (Selencer).

6.4. SISTEM START.

Sistem start mesin merupakan peralatan bantu yang digunakan sebagai penggerak mula untuk menghidupkan suatu mesin atau motor bakar.

Pemahaman sistem start mesin akan memudahkan menganalisa, mengamati, memelihara dan mengoperasikan sistem start tersebut.

Beragam model peralatan start mesin dibuat dan telah digunakan.pada bermacam-macam tipe mesin, tetapi yang umum dipakai yaitu :

1. Sistem start elektrikal.

2. Sistem start udara.

Pada sistem start elektrkal, melakukan start mesin berulang-ulang pada waktu menghidupkan mesin akan mempercepat kerusakan kerusakan motor start, dan memperpendek umur pemakaian Accu.

PERHATIKAN KONDISI 1. Penyambungan dari mesin sampai

ke ujung Selencer.

2. Flexible Joint.

3. Kemampuan peredaman gas buang.

101 6.4.1.JENIS SISTEM START.

Jenis sistem start untuk mesin banyak macam dan tujuan utamanya adalah menggerakkan poros engkol agar torak bergerak dengan kecepatan tertentu, agar terjadi kenaikan temperatur dan tekanan dalam ruang bakar.

Kecepatan putar dari peralatan start akan menentukan tingkat kemudahan mesin tersebut dapat hidup.

Kecepatan putar ini memberikan pengaruh terhadap temperatur dan tekanan kompresi, sehingga bahan bakar mudah terbakar.

Jenis Sistem Start :

a. Engkol (Slenger).

b. Motor Listrik (Electrical).

c. Motor Bantu (Motor Bensin).

d. Pegas (Spring).

e. Udara (Pneumatic)

Untuk yang umum digunakan sistem :

a. Sistem Engkol.

b. Sistem Elektrikal c. Sistem Udara.

Penggunaan Jenis Sistem Start.

a. Sistem Start Engkol (Slenger).

1. Sepeda Motor.

2. Mesin Diesel daya kecil (5-10HP) dengan 1 s/d 2 silinder.

3. Mesin Bensin daya kecil (5-10 HP).

102

b. Sistem Start Elektrikal (Battery, Accu).

Digunakan pada 1. Sepeda Motor.

2. Mesin Diesel daya kecil s/d menengah.

3. Mesin Bensin daya kecil s/d menengah.

DIAGRAM KELISTRIKAN START BATTTERY

103

c. Sistem Start Udara (Pneumatic).

Digunakan pada Mesin Diesel daya menengah s/d besar.

DIAGRAM ALIRAN UDARA START

Kecepatan Putaran Start

Sistem start menggunakan kemampuan putarnya untuk memudahkan mesin hidup.

Kecepatan putar sistem start ditentukan oleh :

104

1. Sistem Start Elektrikal (Battery, Accu).

Kondisi arus yang tersedia dalam Battery tersebut, pada tegangan 12 V maupun 24 V.

Besarnya Ah pada Battery yang digunakan.

2. Sistem Start Udara (Pneumatic).

Kondisi tekanan udara yang tersedia dalam botol udara tersebut, pada tekanan ideal yang harus disediakan dalam botol angin adalah 30 bar

Besarnya volume udara pada botol udara yang dapat disimpan akan menentukan waktu pemakain selama dilakukan start mesin.

Kecepatan putaran mesin pada saat di Start agar mesin mudah hidup berkisar :

150 s/d 200 Rpm

6.4.2. FUNGSI SISTEM START.

Fungsi sistem start mesin :

Menghidupkan mesin sebelum bahan bakar terbakar dan bahan bakar yang menggerakkan mesin tersebut.

105

1. Sistem start dengan Battery terdiri dari :

A. Selenoid.

Fungsi :

a. Sebagai kontak listrik untuk menggerakkan Poros Luncur (Rotor) yang akan memutar Roda Gila mesin, untuk motor stater yang gigi pinion menyatu dengan rotor.

b. Sebagai tuas penggerak kopling gigi Pinion yang terletak satu poros dengan Rotor, agar menempel pada gigi yang terletak pada Roda Gila (Fly Wheel), posisi rotor tetap dan yang bergerak maju hanya gigi pinion.

B. Motor Stater.

106

Fungsi :

a. Sebagai penggerak Roda Gila (Fly Wheel) yang akan menggerakan torak agar bahan bakar dapat terbakar sesuai dengan arah putaran mesin.

2. Sistem start dengan Udara terdiri dari :

A. Starting Valve.

107

7.4.3.

PROSEDUR PENGOPERASIAN SISTEM START.

START MESIN DENGAN BATTERY Sebelum mesin dihidupkan lakukan :

1. Periksa kondisi dan level air Accu.

2. Periksa sambungan-sambungan dan klem.

3. Periksa kondisi dan posisi pengaturan bahan bakar (Rack).

4. Jika normal, start mesin.

5. Pada waktu melakukan start jangan lakukan start terlalu lama karena motor stater cepat panas.

6. Apabila pada waktu start mesin tidak langsung hidup, beri waktu sesaat untuk melakukan start ulang agar motor stater tidak terlampau panas.

7. Jika Battery sudah lemah dan motor stater berputar lambat, jangan lakukan start berulang-ulang agar kontak pada selenoid tidak cepat aus.

108

START MESIN DENGAN UDARA.

Sebelum mesin dihidupkan lakukan :

1. Periksa kondisi tekanan botol angin dan usahakan pada tekanan maksimal yang diijinkan.

2. Periksa sambungan-sambungan, mur dan baut pengikat yang berhubungan dengan mesin.

3. Periksa kondisi pengaturan bahan bakar (Rack), dan posisikan Rack pada posisi Off.

4. Lakukan pelumasan awal, untuk meyakinkan bahwa pada poros engkol sudah terlumasi.

5. Buka Kran Indikator untuk melakukan pembilasan ruang bakar dan menggerakan poros engkol.

6. Lakukan start mesin dengan kondisi Kran Indikator terbuka, amati udara yang keluar dari Kran Indikator.

7. Apabila kondisi aman, tutup kembali Kran Indikator.

8. Posisikan pengaturan Rack pada posisi minimal agar mesin tidak over speed dan siap untuk melakukan Start mesin.

9. Urutan aliran udara start dari distributor udara start.

109

TEST TERTULIS I

 Petunjuk Pengisian :

1. Bacalah seluruh petunjuk pengerjaan soal sebelum mengerjakan .

2. Jawablah seluruh pertanyaan dan upayakan menjawab dengan singkat dan jelas.

3. Test ini terdiri dari beberapa jenis pertanyaan, perhatikan petunjuk pengerjaan pada setiap jenis pertanyaan.

4. Tulis jawaban pada lembar yang disediakan dengan tepat dan benar.

5. Waktu yang tersedia 90 Menit.

6. Jumlah nilai maksimum 100 (seratus).

A. SOAL URAIAN / ESAI

Petunjuk : Jawablah soal berikut dengan singkat dan jelas.

1. Sebutkan fungsi komponen mesin diesel berikut ini : Intake Valve, Exhaust Valve & Injector.

………

………

………

………...……….

………

………

………

2. Mengapa pada umumnya exhaust valve lebih besar dari inlet valve ?

………

………

………

………...……….

………

………

………

3. Apa syarat pelumasan bagi mesin diesel ?

………

………

………

………...……….

………

………

………

4. Sebutkan penyebab tekanan minyak pelumas turun (pressure low).

………

………

………

………...……….

………

………

………

5. Bagaimana cara saudara menentukan bahwa main bearing sudah tidak dapat dipakai lagi ?

………

………

………

………...……….

Bobot Nilai 40 %

110

………

………

………

6. Apa yang disebut dengan crankshaft deflection !

………

………

………

………...……….

………

………

………

7 Sebutkan langkah yang saudara harus lakukan bila thermostat sistim pendingin tidak berfungsi ?

………

………

………

………...………

….………..

………

………

8. Apa perbedaan antara main bearing dan trust bearing !

………

………

………

………...……….

………

………

………

9. Sebutkan faktor yang mempengaruhi tekanan pembakaran !

………

………

………

………...……….

………

………

………

10. Apa factor yang mempengaruhi tekanan pengkabutan injector ?

………

………

………

………

………

………

111 B. SOAL PILIHAN GANDA .

Petunjuk : a). Pilihlah jawaban yang paling benar dengan memberi lingkaran ( O ) pada a, b. c atau d

b). Bila jawaban pertama akan dikoreksi berilah tanda X pada lingkaran dan pillih kembali pada jawaban yang dianggap benar.

1. Komponen yang mengatur pergerakan valve dan fuel injection pump adalah : a. Plunjer & barel

b. Push rod c. Rocker Arm d. Cam

2. Bagian yang menerima tekanan pembakaran adalah : a. Piston body

b. Piston Pin c. Piston ring d. Crown

3. Agar mesin diesel dapat beroperasi optimal maka digunakan udara yanag didinginkan oleh : a. Reducer

b. Charge air cooler c. Air intake filter

d. Silencer

4. Untuk mendapatkan daya guna yang lebih besar dari suatu mesin diesel maka diperlukan : a. Turbocharger

b. Mengganti fuel injection pump baru yang lebih besar c. Mengganti injector baru yang lebih besar

d. Jawaban a, b dan c benar semua 5. Tekanan pengkabutan injector diatur oleh :

a. Besarnya lubang injektor b. Jumlah lubang injektor c. Tekanan spring

d. Besarnya needle

6. Untuk membatasi beban mesin maka pada governor komponen yang diatur : a. Load limit

b. Speed drop c. Speed setting.

d. Speed indicator

7. Crank pin (big end) bearing yang berlubang dipasang pada sisi : a.. Atas

b. Bawah c. Samping kiri d. Samping kanan

Bobot Nilai 15 %

112

8. Peralatan yang digunakan untuk mengukur diameter liner adalah : a. Inside micrometer

b. Manometer

c. Press combustion gauge d. Dial gauge

9. Untuk mengukur clearance antara bearing dan main journal digunakan : e. Vernicaliper

f. Inside micro meter g. Out side micro meter h. Plastic gauge

10. Untuk menggerakkan plunjer ( bagian fuel injection Pump ) digunakan peralatan / komponen a. Rool tappet

b. Relief valve c. Push rod.

d. Rek bahan bakar

C. SOAL BENAR DAN SALAH .

Petunjuk : a). Pilihlah jawaban yang paling benar dengan memberi lingkaran ( O ) pada huruf B bila benar dan furuf S bila salah pada pernyataan di bawanh ini.

b). Bila jawaban pertama akan dikoreksi berilah tanda X pada lingkaran dan pilih kembali jawaban yang dianggap benar .

1. B – S Connecting rod mengubah gerak bolak balik menjadi gerak putar

2. B – S . Tekanan minyak pelumas yang rendah mengakibatkan pelumasan pada piston pin kurang baik

3. B – S Clearence antara turbin blade dengan casing tidak mempengaruhi putaran poros turbo charger.

4. B – S Pemasangan piston ring tidak boleh segaris sambungannya 5. B – S Berat jenis ( spesific gravity ) bahan bakar 0,815 - 0,855

6. B – S Pemakaian minyak pelumas dapat dicampur dengan jenis yang lain asal SAE nya sama

7. B – S Radiator untuk mendinginkan turbo charger

8. B – S Kran indicator adalah komponen untuk memasukkan udara start ketika mesin akan dioperasikan

9. B – S Kebocoran pada crank case door (deksel) tidak mempengaruhi pada pemakaian minyak pelumas

10. B – S Overspeed mesin diesel tidak boleh melebihi 100 % putaran

Bobot Nilai 15 %

113 D. MENJODOHKAN

Petunjuk : a). Pilihlah jawaban yang dianggap benar dengan memilih pernyataan y;ang paling tepat dari kolom yang pertama sesuai dengan pernyataan dari kolom yang kedua.

b). Bila jawaban pertama akan dikereksi berilah tanda pada tanda X pada huruf pilihan pertama dan pilih kembali pada jawaban yang dianggap benar.

Jawaban Pernyataan I Pernyataan II

1 = 2 = 3. = 4. =

5 =

1. = 6 =

7 = 8 = 9 = 10 =

1. Main bearing 2. Turbo Charger 3. Plunjer & barel.

4. Speed droop 5. Compensator 6. Urutan phasa

7. Blower side dari turbocharge 8 Push rod

9 Injector

10. Perbedaan tekanan pembakaran

A B C D E F G H I J K L M

Governor Injector

Fuel injection pump Rocker Arm

Paralel dengan unit lain Exhaust gas

Oil pump CS Crankshaft 10 bar

Peredam getaran 350 kg/cm2

Lub. Oil Duplex filter Udara masuk

Bobot Nilai 10 %

114 E. SOAL MEMBERI LABEL :

Petunjuk : Berilah nama komponen komponen gambar piston assembly yang diberi tanda kotak persegi berisi nomor berikut dibawah ini, dan jelaskan dengan singkat kegunannya

1………..

2………...

3. ………...

4 ……….. ….

5. ………...

Bobot Nilai 20 %

1

3

4

5

2

115 Tes Tertulis II

Petunjuk Pengisian :

1. Bacalah seluruh petunjuk pengerjaan soal sebelum mengerjakan .

2. Jawablah seluruh pertanyaan dan upayakan menjawab dengan singkat dan jelas.

3. Test ini terdiri dari beberapa jenis pertanyaan, perhatikan petunjuk pengerjaan pada setiap jenis pertanyaan.

4. Tulis jawaban pada lembar soal ini juga.

5. Waktu yang tersedia 90 Menit.

6. Jumlah nilai maksimum 100 (seratus).

A. SOAL URAIAN / ESAI

Petunjuk : Jawablah soal berikut dengan singkat dan jelas.

1. Sebutkan syarat-syarat paralel suatu generator denga sistem kelistrikan

………

………

………

………

………

2. a). Apa yang dimaksud dengan proses pembilasan pada mesin Diesel 4 langkah. ?

………

………

………

………

………

b). Jelaskan manfaat proses pembilasan pada mesin Diesel 4 langkah.

………

………

………

3. Jelaskan fungsi governor ?

………

………

………

………

………

Bobot Nilai 40 %

Dalam dokumen Teori Dasar Motor Diesel (Halaman 87-126)

Dokumen terkait