BAB II LANDASAN TEORI
B. Kedisiplinan Siswa
2. Karakteristik dan Ciri-Ciri Siswa Disiplin
Seorang siswa perlu menanamkan sikap disiplin dalam hal belajar karena hal ini akan menjadi kebiasaan yang baik yang tertanam dalam diri siswa. Siswa perlu memperhatikan disiplin di sekolah agar mereka belajar dengan teratur sehingga memperoleh hasil yang baik di sekolah.
Kedisiplinan penting untuk di terapkan dalam kehidupan sehari-hari tetapi sering menjadi masalah di sekolah karena ada siswa yang melanggar disiplin.
Disiplin siswa dapat di ketahui dengan ciri-ciri dan karakteristik yaitu, masuk kelas sesuai jadwal yang di tetapkan, melakukan kegiatan disekolah sesuai dengan petunjuk guru dan aturan sekolah, melaksanakan piket kelas sebelum kegiatan belajar dimulai, meminta izin jika berhalangan hadir mengikuti pelajaran di sekolah dan mengikuti upacara setiap hari senin.20
Berdasarkan pejelasan-penjelasan di atas kedisiplinan siswa perlu di tegakkan, jika disiplin siswa sudah terbentuk dengan baik maka disiplin bisa menjadi karakter siswa.
Kedisiplinan sangat penting di sampaikan kepada seluruh siswa hal ini di maksudkan agar siswa dapat memahami disiplin dan dapat melaksanakannya di lingkungan sekolah. Disiplin akan berjalan optimal apabila ada kerja sama dari berbagai pihak di sekolah.
Disiplin siswa erat kaitannya dengan kerajinan siswa dalam belajar dan melaksanakan tata tertib di sekolah. Setiap sekolah memiliki peraturan dan tata tertib yang harus di laksanakan dan di patuhi oleh semua siswa peraturan dan tata tertib yang di buat di
20 Sigit Setiawan. “Pengaruh Bentuk Pola Asuh Orang Tua dan Regulasi Diri Terhadap Disiplin Siswa: Ilmu Psikologi.” Vol.5, No.2/2017.
sekolah merupakan kebijakan sekolah yang berlaku sebagai standar untuk mengetahui batasan-batasan tingkah laku siswa.21
Berdasarkan penjelasan-penjelasan di atas dapat di pahami bahwa karakteristik dan ciri-ciri siswa yang disiplin ialah siswa yang mentaati peraturan-peraturan yang telah di terapkan di lingkungan sekolahnya dengan adanya kesadaran siswa untuk bersikap disiplin dengan menjalankan tata tertib yang ada maka siswa akan bertingkah laku sesuai aturan yang telah di tetapkan di sekolahnya.
Adapun tata tertib sekolah MTs Muhammadiyah Metro diantaranya adalah:
1. Peserta didik wajib hadir selambat-lambatnya pukul 07.15 2. Sebelum masuk kelas peserta didik harus berbaris di depan
kelas dan berjabat tangan dengan bapak/ibu guru
3. Sebelum pelajaran di mulai dan setelah pelajaran selesai peserta didik berdoa bersama-sama
4. Peserta didik wajib membawa Al Quran dan wajib tadarusan selama 10 menit sebelum jam pembelajaran pertama dimulai
5. Peserta didik dilarang berada diluar kelas selama jam pembelajaran berlangsung
6. Peserta didik wajib melaksanakan sholat duha bagi yang tidak berhalangan
7. Peserta didik wajib mengikuti sholat zuhur berjamaah di sekolah
8. Peserta didik wajib menjaga kebersihan ruang kelas, halaman sekolah, kamar kecil/toilet
9. Peserta didik hendaknya mengucap salam antar sesame teman, kepala sekolah, guru atau karyawan apabila bertemu
10. Bertingkah laku sopan dan beradab dalam hubungan dengan orang tua dan teman, tidak melanggar norma- norma susila agama dalam bergaul dengan teman atau lawan jenis
21 Febrina sanderi, Marjohan, Indah Sukmawati “Kepatuhan Siswa terhadap Disiplin dan Upaya Guru BK dalam Mingkatkannya melalui Layanan Informasi:Ilmiah Konseling.” Vol.2, No.1/ Januari 2013.
11. Peserta didik wajib mengikuti upacara bendera setiap hari senin
12. Peserta didik dilarang mewarnai rambut, membawa senjata tajam
13. Peserta didik dilarang membawa rokok dan merokok di lingkungan sekolah atau di luar sekolah ketika masih menggunakan seragam sekolah
14. Peserta didik dilarang berkelahi di dalam dan diluar sekolah
15. Setiap peserta didik wajib melaksanakan 8 K (Kebersihan, keamanan, ketertiban, keindahan, kekeluargaan, kerindangan, kesopanan, dan kejujurana).22
Berdasarkan tata tertib di atas dapat disimpulkan bahwa ciri-ciri siswa disiplin ialah:
1. Siswa hadir disekolah selambat-lambatnya pukul 07:15 2. Siswa harus berbaris di depan kelas dan berjabat tangan
dengan bapak atau ibu guru sebelum masuk kelas
3. Siswa harus berdoa bersama-sama pada saat pelajaran akan dimulain dan setelah pelajaran selesai
4. Siswa wajib membawa Al Quran dan tadarusan selama 10 menit sebelum jam pembelajaran pertama di mulai
5. siswa tidak boleh berada di luar kelas selama jam pembelajaran berlangsung
6. siswa wajib melaksanakan ibadah sholat Duha bagi yang tidak berhalangan
7. Siswa wajib mengikuti sholat zuhur berjamaah di sekolah 8. Wajib menjaga kebersihan ruang kelas, halaman sekolah
dan kamar kecil atau toilet
22 Sumber , Dokumentasi MTs Muhammadiyah Metro
9. Mengucap salam antar sesama teman, kepala sekolah, guru dan karyawan apabila bertemu
10. Bertingkah laku sopan santun dan beradab serta tidak melanggar norma susila agama dalam bergaul
11. Siswa wajib mengikuti upacara bendera setiap hari senin 12. Tidak boleh mewarnai rambut, dan membawa senjata
tajam
13. Tidak boleh membawa rokok dan merokok di lingkungan sekolah atau di luar sekolah ketika masih menggunakan seragam sekolah
14. Dilarang berkelahi di dalam dan diluar sekolah
15. Wajib melaksanakan 8 K ( Kebersihan, keamanan, ketertiban, keindahan, kekeluargaan, kerindangan, kesopanan, dan kejujuran).
Berdasrkan penjelasan di atas dapat di simpulkan bahwa setiap sekolah memiliki tata tertib masing-masing yang telah di tetapkan oleh pihak sekolah. Tata tertib sekolah merupakan rambu-rambu bagi peserta didik dalam bersikap, bertindak dan melaksankan kegiatan sehari-hari di sekolah. Dengan adanya tata tertib di sekolah ini dapat melatih dan menjadikan siswa yang disiplin baik di sekolah maupun di lingkungan masyarakat.
3. Fungsi Kedisiplinan siswa
Disiplin merupakan salah satu faktor penting yang turut berperan dalam mencapai suatu tujuan. Seorang siswa dalam belajar pasti mempunyai tujuan. Adapun tujuan siswa dalam belajar adalah meraih prestasi belajar yang setinggi-tingginya. Untuk meraih prestasi belajar yang tinggi, seorang siswa membutuhkan apa yang disebut disiplin. Hal ini dikarenakan disiplin merupakan persyaratan bagi pembentukan sikap, prilaku dan tata kehidupan berdisiplin ini akan ikut mengantarkan siswa mencapai keberhasilan dalam belajar.
Adapun fungsi disiplin adalah sebagai berikut : 1. Menata kehidupan bersama
Disiplin menpunyai fungsi untuk menyadarkan seseorang bahwa dirinya perlu menghargai orang lain dengan cara menaati dan mematuhi peraturan yang berlaku, sehingga tidak akan merugikan orang lain.
2. Membangun kepribadian
Suatu lingkungan yang mempunyai tingkat kedisiplinan yang baik akan mempunyai pengaruh yang kuat terhadap kepribadian seseorang, siswa merupaka sosok manusia muda yang sedang tumbuh kepribadiannya, apabila dalam lingkungan sekolah terdapat suasana yang tertib, teratur, tenang dan tentram, maka akan sangat berperan dalam membangun kepribadian yang baik.
3. Melatih kepribadian
Suatu sikap, prilaku dan pola kehidupan yang baik dan berdisiplin tidak terbentuk secara serta merta dalam waktu yang singkat, akan tetapi terbentuk melalui proses yang panjang. Adapun salah satu adapun salah satu proses untuk membentuk kepribadian tersebut dilakukan malalui latihan.
4. Pemaksaan
Disiplin dapat terjadi karena adanya pemaksaan dan tekanan dari luar, misalnya ketika seorang siswa yang kurang disiplin masuk ke suatu sekolahan yang berdisiplin baik, maka siswa tersebut terpaksa harus mematuhi tata tertib yang ada di sekolah terseut.
5. Hukuman
Tata tertib sekolah biasanya berisi hal-hal positif yang harus di taati dan dilaksanakan oleh siswa. pelanggaran atas tata tertib sekolah
akan dikenakan sanksi atau hukuman. Pemberian sanksi atau hukuman sangat penting untuk meneggkan kedisiplinan siswa dan disamping itu juga dapat memberi dorongan bagi siswa untuk selalu patuh dan mentaati segala macam peraturan yang berlaku di sekolah.
6. Menciptakan linkungan yang kondusif
Segala macam bentuk aturan yang diberlakukan disekolah merupakan wujud usaha dari sekolah untuk menegakkan kedisiplinan bagi semua elemen yang ada di dalamnya, termasuk didalamnya adalah guru, karyawan dan siswa. sikap dan perbuatan berdisiplin di sekolah harus dilaksanakan secara konsisten, sehingga dapat berfungsi untuk mendukung dan memperlancar terlaksananya proses dan kegiatan pendidikan di sekolah, sehingga dapat dicapai prestasi belajar yang optimal.23
Berdasarkan pejelasan-penjelasan di atas dapat di pahami bahwa kedisiplinan memiliki fungsi yang penting dan dibutuhkan oleh setiap siswa. disiplin menjadi suatu prasyarat bagi pembentukan sikap, prilaku dan tata kehidupan berdisiplin yang akan mengantar anak didik menjadi sukses dalam belajar. Disiplin dapat mendorong seorang siswa belajar secara konkret tentang hal-hal yang positif baik disekolah maupun di rumah, untuk melakukan hal-hal yang lurus dan benar, serta menjauhi dari hal-hal negatif.
Dengan berdisiplin, seorang siswa dapat beradaptasi dengan lingkungannya dengan baik, sehingga muncul keseimbangan diri dalam hubungan dengan orang lain. Jadi disiplin dapat menata prilaku seseorang dalam hubungannya di tengah-tengah lingkungannya.
23Tulus Ta’al, Peran Disiplin pada Prilaku dan Prestasi Siswa, (Jakarta:Grafindo, 2004), h.38
4. Tujuan Kedisiplinan siswa
Tujuan kedisiplinan ialah penurutan terhadap suatu peraturan dengan kesadaran dari diri sendiri untuk terciptanya peraturan yang telah di tetapkan.Tujuan kedisiplinan juga untuk mengembangkan suatu keteraturan dalam tindakan yang di lakukan.
“Tujuan dapat di artikan sebagai suatu usaha untuk memberikan rumusan hasil yang di harapkan dari siswa”.24 Tujuan seluruh disiplin ialah membentuk prilaku pada diri siswa agar siswa dapat bertanggung jawab dan terbiasa melakukan suatu kegiatan dan tata tertib yang telah di tetapkan di sekolah. Dalam arti lain tujuan merupakan pemberi arah pada prilaku. “Secara psikologis tujuan merupakan titik akhir sementara pencapaian kebutuhan”.25
Dari penjelasan di atas dapat di simpulkan bahwa tujuan kedisiplinan siswa adalah suatu usaha penurutan yang di lakukan siswa agar mentaati peraturan yang telah di tetapkan serta dapat membentuk prilaku seseorang ke dalam pola yang disetujui oleh lingkungannya.
24 Sardiman, Interkasi dan Motivasi Belajar Mengajar, (Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, 2011), h.57
25 Dimyati dan Mudjiono, Belajar dan pembelajaran, (Jakarta: Rineka cipta, 2010), h.83
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
A. Jenis dan Sifat Penelitian 1. Jenis Penelitian
“Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif, yaitu penelitian yang bermaksud untu memahami fenomena tentang apa yang di alami oleh subjek penelitian, misalnya prilaku, persepsi, motivasi, tindakan dan lain- lain”.1
“Penelitian kualitatif adalah penelitian yang obyeknya bersifat alamiah, dimana peneliti sebagai instrumen kunci, teknik pengumpulan data secara induktif, dan hasil penelitian nya lebih menekankan makna”.2 Penelitian kualitatif masih dibagi lagi menjadi dua jenis yakni penelitian kualitatif lapangan dan kualitiatif kepustakaan, dan jenis penelitian yang dilakukan oleh penulis yaitu penelitian kualitatif lapangan,Penelitian kualitatif lapangan dapat juga dianggap sebagai pendekatan luas dalam penelitian kualitatif yakni ide pentingnya berangkat ke lapangan untuk melakukan pengamatan tentang suatu fenomena dalam suatu keadaan alamiah.3
Peneilitian ini dilakukan dengan menghimpun data dalam keadaan yang sewajarnya, mempergunakan cara bekerja yang sistematis, terarah
1 Lexy J Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif, ( Bandung: PT Remaja Rosdakarya,
2012 ), h. 6
2 M Djamal, Paradigma Penelitian Kualitatif, (Yogyakart: Mitra Pustaka, 2015), h.9-10
3 Lexy J. Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif., h. 26
dan dapat dipertanggungjawabkan, sehingga tidak menghilangkan unsur ilmiahnya atau serangkaian kegiatan atau proses menjaring data/informasi yang bersifat sewajarnya.
Lokasi penelitian adalah MTs Muhammadiyah Metro Adapun yang menjadi objek penelitian adalah peranan Guru Bimbingan dan Konseling dalam Meningkatkan Kedisiplinan Siswa.
2. Sifat Penelitian
“Penelitian ini bersifat deskriptif yaitu penelitian yang berusaha untuk menuturkan pemecahan masalah yang ada sekarang berdasarkan data- data”.4 Berdasarkan sifat peneltian di atas, maka penelitian ini berupaya mendeskripsikan secara sistematis dan faktual mengenai kedisiplinan siswa di MTs Muhammadiyah Metro, didasarkan dengan data-data yang terkumpul selama penelitian dan dituangkan dalam bentuk laporan atau uraian.
B. Sumber Data
Sumber data dalam penelitian adalah subjek dari mana data dapat di peroleh. Sumber data dalam penelitian ini terbagi menjadi dua macam, yaitu sumber data primer dan sekunder. Klasifikasi sumber data tersebut bermanfaat sebagai acuan untuk memilih data yang seharusnya menjadi prioritas penelitian.
4 Cholid Narbuko, Metodologi Penelitian, (Jakarta: PT Bumi Aksara, 2012), h.44
1. Sumber Primer
“Sumber primer adalah sumber data yang langsung memberikan data kepada pengumpul data.”5 Berdasarkan kutipan di atas, maka sumber primer dalam penelitian ini adalah guru bimbingan dan konseling, dan siswa.
2. Sekunder
“Sumber data sekunder merupakan data primer yang telah diolah lebih lanjut dan disajikan baik oleh pihak pengumpul data atau oleh pihak lain”.6 Dalam mengumpulkan data tentang peran guru bimbingan dan konseling dalam meningkatkan kedisiplinan siswa tidak hanya bergantung pada sumber data primer, tetapi juga menggunakan sumber data sekunder yaitu, kepala sekolah MTs Muhammadiyah Metro, waka kesiswaan dan buku- buku penujang tentang peran guru bimbingan dan konseling dalam meningkatkan kedisiplinan siswa.
C. Teknik Pengumpulan Data
“Teknik pengumpulan data merupakan langkah yang paling strategis dalam penelitian, karena tujuan utama dalam penelitian adalah mendapatkan data”.7 Dalam penelitian ini metode pengumpulan data yang dipilih oleh peneliti yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi.
5 Sugiyono, Memahami Penelitian Kualitatif, (Bandung: Alfabeta, 2014), h.1
6 Husein Umar, Metode Penelitian untuk Skripsi dan Tesis Bisnis, (Jakarta:PT RajaGrafindo Persada, 2009), h.42
7 Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D, (Bandung: Alfabeta,2012), h.224
1. Metode Wawancara
“Wawancara adalah percakapan dengan maksud tertentu.
Percakapan itu dilakukan oleh dua pihak, yaitu Pewawancara (interviewer) yang mengajukkan pertanyaan dan terwawancara (interviewee) yang memberikan jawaban atas pertanyaan itu”8
Jenis wawancara yang dilakukan oleh peneliti adalah wawancara mendalam, yaitu proses memperoleh keterangan untuk tujuan penelitian dan cara tanya jawab sambil bertatap muka antar pewawancara dengan informan dengan menggunakan pedoman wawancara, dimana pewawancara dan informan terlibat dalam kehidupan social yang relative lama.9
Wawancara dilakukan kepada sumber data primer, yaitu guru bimbingan dan konseling dan siswa di MTs Muhammadiyah Metro. Data- data yang diharapkan dari wawancara tersebut yaitu data tentang bagaimana peran guru dalam meningkatkan kedisiplinan siswa di MTs Muhammadiyah Metro
2. Metode Observasi
“Metode observasi adalah suatu usaha sadar untuk mengumpulkan data yang dilakukan secara sistematis, dengan prosedur yang terstandar”.10 Pada metode ini peneliti dituntut untuk melakukan pengamatan baik secara langsung maupun tidak langsung terhadap objek yang diteliti.
8 Lexy J Meleong, Metodologi Penelitian Kualitatif, 186
9 Juliansyah Noor, Metodologi Penelitian, (Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2011), h.139
10 Suharsimi arikunto, Prosedur Penelitian , (Jakarta: PT Rineka Cipta,2013), h.265
Metode observasi ini terdiri dari dua macam yaitu observasi terbuka (partisipatif) dan observasi tertutup (non partisipatif). Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode observasi tertutup (non partisipatif), dikarenakan dalam kegiatan sehari-hari penulis tidak berinteraksi langsung dengan subjek penelitian.
“Obyek penelitian dalam penelitian kualitatif yang diobservasi dinamakan situasi social, yang terdiri atas tiga komponen yaitu place (tempat), actor (pelaku), dan activities (aktivitas)”:11
a. Tempat penelitian, yaitu MTs Muhammadiyah Metro b. Pelaku, Guru Bimbingan Konseling
c. Aktivitas, yaitu kaitannya dengan bagaimana peran guru bimbingan dan konseling dalam meningkatkan kedisiplinan siswa di sekolah 3. Metode Dokumentasi
“Metode dokumentasi, yaitu mencari data mengenai hal-hal atau variable yang berupa catatan, transkip, buku, surat kabar, majalah, notulen rapat, dan sebagainya”.12 Metode dokumentasi penulis gunakan untuk mencari data tentang profil MTs Muhammadiyah Metro, visi, misi, struktur organisasi, struktur kepegawaian, serta jumlah kelas.
D. Teknik Penjamin Keabsahan Data
Teknik pengecekan keabsahan data merupakan hal yang sangat menentukan kualitas hasil penelitian. Untuk mencapai apa saja yang
11 Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif,kualitatif, dan R&D, h. 146
12 Suharsimi arikunto, Prosedur Penelitian, h.274
diharapkan oleh penelitia, maka digunakan teknik-teknik pemeriksaan data yang memuat tentang usaha-usaha peneliti untuk memperoleh keabsahan data.
Teknik-teknik tersebut adalah:
1. Perpanjangan pengamatan 2. Meni ngkatkan ketekunan 3. Triangulasi
4. Analisis kasus negative 5. Menggunakan bahan referensi 6. Mengadakan member check13
Tenik yang digunakan untuk mengkaji keabsahan data dalam penelitian ini adalah triangulasi data. Triangulasi dalam menguji kredibilitas ini diartikan sebagai pengecekan data dari berbagai sumber dengan berbagai cara, dan berbagai waktu. Sehingga ada triangulasi sumber, triangulasi teknik.
1. Triangulasi Sumber
Triangulasi sumber untuk menguji kredibilitas data dilakukan dengan cara mengecek data yang telah diperoleh melalui beberapa sumber.
2. Triangulasi Teknik
Triangulasi teknik untuk menguji kredibilitas data dilakukan dengan cara mengecek data kepada sumber yang sama dengan teknik yang berbeda.
E. Teknik Analisis Data
“Setelah data yang diteliti terkumpul, maka tahap selanjutnya adalah menganalisa data. Analisa data adalah proses mengorganisasikan dan mengurutkan data ke dalam pola, kategori, dan satuan uraian dasar sehingga
13 Sugiyono, Memahami Penelitian Kualitatif, h. 122-129
dapat ditemukan tema dan dapat dirumuskan hipotesis kerja seperti disarankan oleh data”.14
Teknik analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisa data kualitatif. Yaitu upaya yang dilakukan dengan jalan bekerja dengan data, mengorganisasikan data, memilah- milahnya menjadi satuan yang dapat dikelola, mensintetiskannya, mencari dan menemukan pola, menemukan apa yang penting dan apa yang dipelajari, dan memutuskan apa yang dapat diceritakan kepada orang lain.15
“Aktivitas dalam analisis data kualitatif dilakukan secara terus- menerus sampai tuntas, sehingga datanya sudah jenuh. Aktifitas analisis data yaitu, data reduction, data display, dan conclusion drawing/verification”.16 1. Data Reduction (reduksi data)
Tujuan utama dari penelitian kualitatif adalah pada temuan. Oleh karena itu, kalau peneliti melakukan penelitian, menemukan segala sesuatu yang dipandang asing, tidak dikenal, belum memiliki pola, justru itulah yang harus dijadikan perhatian peneliti dalam melakukan reduksi data.
Reduksi data merupakan proses berfikir sensitive yang memerlukan kecerdasan dan keluasaan dan kedalaman wawasan yang tinggi.
2. Data Display (penyajian data)
Dalam penelitian kualitatif yang paling sering digunakan untuk menyajikan data adalah dengan teks yang bersifat narasi. Dengan mendisplaykan data, maka akan memudahkan untuk memahami apa yang terjadi, merencanakan kerja selanjutnya berdasarkan apa yang telah difahami tersebut.
14 Lexy J. Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif., h. 280
15 Juliansyah Noor, Metodologi Penelitian, h. 17
16 Sugiyono, Memahami Penelitian Kualitatif, h. 91
3. Conclusion Drawing/verivication
Langkkah ke tiga dalam analisis data kualitatif adalah penarikan kesimpulan dan verifikasi. Kesimpulan awal yang dikemukakan masih bersifat sementara, dan akan berubah bila tidak ditemukan bukti-bukti yang kuat yang mendukung pada tahan pengumpulan data berikutnya.17
17 Ibid, h. 92-95
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Deskripsi Lokasi Penelitian
1. Sejarah Singkat Berdirinya MTs Muhammadiyah Metro
MTs Muhammadiyah Metro terletak di Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1 Imopuro kecamatan Metro Pusat kelurahan Imopuro yang berdiri sejak tahun 1969 di atas tanah kepemilikan Yayasan Muhammadiyah seluas242 m2.
Sejak di berlakukan Undang- Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Nasional dan Peraturan Pemerintah No.19 Tahun 2005 tentang Standar Naional Pendidikan, telah mendorong perubahan perubahan pada sistem pengelolaan pendidikan di Kota Metro. Proses pembelajaran di MTs Muhammadiyah Metro telah menggunakan kurikulum K13.
2. Visi dan Misi MTs Muhammadiyah Metro a. Visi Sekolah
“Unggul, Kreatif dan Berakhlak Mulia”
Indikator :
1) Unggul dalam prestasi akademik
2) Unggul dalam kedisiplinan dan tanggung jawab
3) Unggul dalam kerukunan, kebersamaan, dan kepedulian terhadap sesama
4) Unggul dalam kesenian
5) Unggul dalam sikap dan prilaku 6) Unggul dalam kegiatan keagamaan b. Misi Sekolah
1) Mengoptimalkan kemampuan memahami, menghayati serta mengamalkan ajaran Islam
2) Meningkatkan penguasaan IPTEK, baik secara kognetif, afektif dan motoric
3) Meningkatkan keterampilan siswa dibidang
Adapun struktur organisasi MTs Muhammadiyah Metro sebagai berikut:
Gambar .1.Struktur organisasi MTs Muhammadiyah Metro Komite sekolah
Sri hartati
Kepala sekolah Busro, S.Ag
Wakil kepala sekolah 1. Waka kurikuum
(Andi kurniawan, S.Pd) 2. Waka kesiswaan
(Saifudin, S.Pd) 3. Waka Sarpras
(hanif yulianto, S.E 4. Waka Humas&Al Islam
(Drs. Sahriza)
Tata Usaha 1. Bendahara
(Rahmayani, S.Pd.i) 2. Kebersihan
( Edy sutaryo)
Operator seklah 1. Badar Aziz, S.Kom
2. M. Ilyas saputra, A.md Kep. Perpustakaan
(Fatiyah, S.Pd) P. Perpustakaan
(Holman) Dewan Guru
Siswa
33
4. Data Guru MTs Muhammadiyah Metro
Jumlah dewan guru MTs Muhammadiyah Metro sebanyak 26 orang.
Untuk lebih jelasnya diuraikan pada table berikut:
Tabel 4.1 Keadaan Guru MTs Muhammadiyah Metro
No NBM / NIP Nama Mata pelajaran/
jabatan
1 637255 Busro s.Ag Kepala sekolah
2 597087 Sukardi, S.Sos.I Sejarah Kebudayaan
Islam 3 196808092000122001 Dra. Rahma Mustika Fiqih
4 1035549 Eko Sumanto S.Kom
I
Bahasa Lampung
5 652672 Sri Hartati Bedahara
6 755841 Holman Bahasa Arab
7 542114 Drs. Sahriza Ilmu Pendidikan Sosial
8 196701101997031002 Suwanto, S.Ag , M.Pd. I
Al Quran Hadist
9 1035544 Andi Kurniawan,
S.Pd
Ilmu Pengetahuan Alam
10 - Annis Afifah
Ningtyas S.Pd
Ilmu pengetahuan Alam
11 198006032005012010 Muniroh, S.Pd. I Aqidah Akhlaq 12 1035547 Rahmayani, S.Pd. I Bendahara
13 197501282006042000 Farida Trisati, S.Pd Matematika
14 1079845 Hanif Yulianto, S.E Ilmu Pengetahuan Sosial
15 1079849 Saifudin, S.Pd Bimbingan Konseling
16 1035281 Dwi Yanti, S.Pd Bahasa Indonesia
17 1147768 Arfi Adi Sukmawan,
S.Pd
Penjaskes
18 1147765 Badar Aziz, S.Kom Prakarya/ BK TIK
19 1096085 Eva Oktaviana
Hasan, S.E
Pendidikan kewarganegaraan 20 1147766 Arief Permana, S.Pd Bahasa Inggris
21 1237848 Parmiati, S.Pd Bahasa Indonesia
22 1079841 Hery Polsen, S.Pd Matematika
23 197107122006042033 Fatiyah, S.Pd Pendidikan Kewarganegaraan
24 - Nina Desi Istiana,
S.Pd
Bahasa Inggris
25 - Rara Putriana, S.Pd Bahasa Arab
26 1237856 M. Ilyas Saputra,
A.Md
Staf TU
5. Data Siswa MTs Muhammadiyah Metro
Adapun jumlah siswa 3 tahun terakhir untuk lebih jelasnya diuraikan pada table berikut:
Tabel 4.2 Data Siswa 3 (tiga tahun terakhir) Tahun
Pelajaran
Jumlah
Pendaftar Kelas VII Kelas VIII Kelas IX
Jumlah
(Cln Siswa Baru)
Jumla h Siswa
Jumlah Rombel
Jumlh Siswa
Jumlah Rombel
Jumla h Siswa
Jumlah
Rombel Siswa Rom bel
2016/2017
68 4 83 4 79 3 230 12
2017/2018 36 4 67 3 87 3 190 10
2019/2020 66 3 41 2 66 3 173 8
6. Sarana Prasaarana MTs Muhammadiyah Metro a) Data Ruang Belajar (Kelas / ruang teori) Tabel 4.3 Data Ruang Belajar Kelas / Ruang Teori
Kondisi
Jumlah dan ukuran Jml. ruang lainnya yg digunakan
untuk ruang teori
(e)
Jumlah keseluruhan
ruang (f)=(d+e) Ukuran
8x9 m2/ 73m (a)
Ukuran
>73m2 (b)
Ukuran
<73 m2 (c)
Jumlah (d)
=(a+b+c)
Baik 3 2 3 8
b) Data Ruang Belajar Lainnya Tabel 4.4 Data Ruang Belajar lainnya Jenis Ruangan Jumlah
(buah) Ukuran (pxl) Kondisi*)
Perpustakaan 1 4x4 Baik