• Tidak ada hasil yang ditemukan

Karakteristik Kreativitas

BAB V PERKEMBANGAN KREATIVITAS DAN

A. Perkembangan Kreativitas

3. Karakteristik Kreativitas

Menurut Utami Munandar ciri-ciri kreaivitas dapat dibedakan menjadi dua yaitu ciri kognitif (aptitude) dan ciri non- kognitif (non-aptitude). Ciri kognitif (aptitude) dari kreativitas terdiri dari orisinalitas, fleksibilitas, kelancaran dan elaboratif.

Sedangkan ciri non kognitif dari kreativitas meliputi motivasi, kepribadian, dan sikap kreatif. Krativitas baik itu yang meliputi ciri kognitif maupun non-kognitif merupakan salah satu potensi yang penting untuk dipupuk dan dikembangkan.

Pendapat lain menyebutkan bahwa pada dasarnya karekteristik kreativitas dibagi menjadi 3 macam, diantaranya sebagai berikut:

a. Kefasihan, yaitu kemampuan peserta didik dalam menyelesaikan masalah terbuka (open ended) dengan beberapa alternatif jawaban yang benar.

b. Fleksibilitas, yaitu kemampuan peserta didik menyelesaikan masalah terbuka (open ended) dengan beberapa cara.

c. Kebaruan, yaitu kemampuan peserta didik dalam menyelesaikan masalah terbuka (open ended) dengan

beberapa jawaban yang berbeda tetapi bernilai benar dan satu jawaban yang tidak biasa dilakukan peserta didik pada tahap perkembangan mereka atau tingkat pengetahuannya (Hamdani, 2012).

Sedangkan Tuhana Taufik Endriyanto (2013) mengemukakan bahwa ciri-ciri pribadi yang kreatif antara lain:

a. Berani beresiko, maksudnya siap menghadapai resiko keberhasilan maupun kegagalan. Setiap keberhasilan dihadapi dengan penuh semangat dan percaya diri namun tetap rendah hati. Apabila mengalami kegagalan maka dengan ikhlas menerima dengan lapang dada dengan tetap berusaha tanpa berputus asa.

b. Cepat tanggap terhadap perubahan (responsive), maksudnya selalu terbuka dengan adanya perkembangan informasi dan telekomunikasi yang terus berkembang dari waktu ke waktu.

c. Terbuka terhadap pendapat orang lain dan fleksibel menerima perbedaan.

d. Aktif mencari gagasan baru (activator), maksudnya seseorang berusaha menemukan solusi dalam setiap permasalahan yang ditemui.

e. Memiliki inisiatif atau kemauan dan penggagas sesuatu yang baru (inisiator). Berani uji coba sesuatu yang baru (eksperimentor). Jika permasalahan yang ditemui sangat rumit tidak merasa takut untuk mengadakan percobaan, dan melakukan riset untuk mendapatkan temuan baru untuk menyelesaikan masalah tersebut.

f. Menghargai karya orang lain (apresiator), maksudnyasetiap pendapat atau hasil karya orang lain ditanggapi dengan sikap yang positif.

g. Mengadopsi karya terdahulu dan diimplementasikan menjadi sesuatu yang baru (adopter).

Adapun Csikszentmihalyi (Rosnawati, 2011) mengemukakan sepuluh pasang ciri-ciri kepribadian kreatif yang seakan-akan paradoksal tetapi saling terpadu secara dialektis, ciri tersebut sebagaimana berikut.

a. Pribadi kreatif mempunyai kekuatan energi fisik yang memungkinkan mereka bekerja berjam-jam dengan kosentrasi penuh, tetapi mereka juga bisa tenang dan rileks, bergantung pada situasinya.

b. Pribadi kreatif cerdas dan cerdik, tetapi pada saat yang sama mereka juga naif. Di satu pihak mereka mempunyai kebijakan (wisdom) tetapi juga bisa seperti anak-anak (childlike). Insight yang mendalam dapat tampak bersamasama dengan ketidakmatangan emosional dan mental. Mereka mampu berpikir konvergen dan divergen

c. Ciri-ciri paradoksal ketiga berkaitan dengan kombinasi antara sikap bermain dan disiplin.

Kreativitas memerlukan kerja keras, keuletan dan ketekunan untuk menyelesaikan suatu gagasan atau karya baru dengan mengatasi rintangan yang sering dihadapi

d. Pribadi kreatif dapat berselang seling antara imajinasi dan fantasi, namun tetap bertumpu pada realitas.

Keduanya diperlukan untuk melepaskan diri dari kekinian tanpa kehilangan sentuhan dengan masa lalu.

Orang sering mengira bahwa seniman kuat dalam fantasi dan imajinasi, sedangkan ilmuwan, politikus, dan orang bisnis sarat. Hal ini mungkin saja dalam kegiatan rutin seharihari, tetapi jika terlibat dalam kerja kreatif, seniman bisa sama realitisnya dengan

ilmuwan, dan ilmuawan sama imajinatifnya dengan seniman.

e. Pribadi kreatif menunjukkan kecendrungan baik introvert maupun ekstrover. Seorang perlu dapat bekerja sendiri untuk berkreasi, menulis, melukis, melakukan eksperimen dalam laboratorium, tetapi juga penting baginya untuk bertemu dengan orang lain, bertukar pikiran, dan mengenal karya-karya orang lain.

f. Orang kreatif dapat bersikap rendah diri dan bangga akan karya pada saat yang sama. Mereka puas dengan prestasi mereka tetapi biasanya tidak terlalu ingin menonjolkan apa yang telah mereka capai, dan mereka juga mengakui adanya faktor keberuntungan dalam karir mereka. Mereka lebih berminat terhadap yang masih akan mereka lakukan.

g. Pribadi kreatif menunjukkan kecendrungan androgini psikologis, yaitu mereka dapat melepaskan diri dari streotip gender (maskulin-feminim). Lepas dari kedudukan gender, mereka bisa sensitif dan asertif dominan dan submisif pada saat yang sama.

Perempuan kreatif pada umumnya cendrung lebih dominan dari pada perempuan lain dan pria kreatif cendrung lebih sensitif dam kurang agresif dari pada pria lain.

h. Orang kreatif cendrung mandiri bahkan suka menantang tetapi di lain pihak mereka bisa tetap tradisionl dan konservatif. Bagaimanapun kesediaan untuk mengambil resiko dan meninggalkan keterikatan pada tradisi yang perlu,

i. Kebanyakan orang kreatif sangat bersemangat (pasionate) bila menyangkut karya mereka, tetapi juga sangat objektif dalam penilaian karyanya. Tanpa

passion seseorang bisa kehilangan minat terhadap tugas yang sangat sulit, tetapi tanpa objektivitas, karyanya bisa menjadi kurang baik dan kehilangan kredibilitas.

j. Sikap keterbukaan dan sensitivitas orang kreatif sering membuatnya menderita jika mendapat banyak kritik dan serangan terhadap hasil jerih payahnya, namun di saat yang sama ia juga merasakan kegembiraan yang luar biasa. Keunggulan sering mengundang tantangan dan lingkungan dan pribadi yang kreatif bisa merasa terisolir dan seperti tidak dipahami.

Berdasarkan pendapat para ahli di atas, dapat disimpulkan ciri-ciri kreativitas pada kepribadian seseorang adalah seseorang yang memiliki memiliki rasa ingin tahu yang besar, berfikir divergen (kreatif), suka mencoba, berani mengaambil resiko, peka terhadap keindahan dan estetika. percaya diri dan mandiri, tekun dan tidak bosan, memiliki disiplin yang tinggi.

Karakteristik kepribadian kreatif berlaku bagi semua orang baik anak-anak, pemula dan dewasa. Seseorang mampu menyelesaikan masalah dengan beberapa alternatif jawaban yang benar, memiliki beberapa cara, mampu menyelesaiakan masalah dengan beberapa jawaban yang berbeda tetapi bernilai benar, dan memiliki imajinasi kuat, rasa percaya diri, bebas dalam berpikir dan penuh semangat.