• Tidak ada hasil yang ditemukan

Karakteristik Responden

Dalam dokumen UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR (Halaman 49-54)

V. HASIL DAN PEMBAHASAN

5.1 Karakteristik Responden

33

34 Gowa dengan umur responden terkecil berada pada kisaran umur 25-37 tahun sebanyak 1 orang responden dengan persentase sebesar 20% dan untuk umur responden 38 – 50 tahun sebanyak 2 orang dengan persentase sebesar 40% dan pada umur responden 51-63 tahun sebanyak 2 orang dengan jumlah persentase sebesar 40%.

Dengan demikian dapat dikatakan umur peternak dalam usia produktif.

Umur peternak menurut Tatipikalawan (2012) adalah peternak usia produktif yaitu peternak yang mampu menghasilkan barang atau jasa, baik untuk memenuhi kebutuhan sendiri maupun untuk masyarakat. Indikasinya peternak masih mempunyai fisik yang kuat dan mampu mengelola peternakannya.

5.1.2. Populasi Ternak Responden

Tabel 8. Karakteristik Responden Berdasarkan Populasi Ternak di Desa Julukanaya Kecamatan Pallangga Kabupaten Gowa

No. Populasi Ternak Jumlah (Orang) Persentase (%)

1. 1.000 – 2.500 2 40

2. 2.600 – 4.600 3 60

Jumlah 5 100

Sumber: Data Primer Setelah Diolah, 2021

Berdasarkan Tabel 8 menunjukkan bahwa populasi ternak ayam ras petelur di Desa Julukanaya yang mengusahakan ayam ras petelur dengan populasi 1.000 – 2.500 sebanyak 2 orang dengan persentase sebesar 40 % dan yang mengusahakan ayam ras dengan populasi ternak 2.600 – 4.600 sebanyak 3 orang dengan persentase sebesar 60 %. Skala usaha ayam ras petelur dapat berpengaruh terhadap pendapatan peternak ayam, semakin besar usaha semakin besar pula pendapatan yang akan diperoleh dalam usaha ternak sehingga pendapatan para peternak bertambah dan dapat ditingkatkan dengan baik.

35 5.1.3. Pendidikan Responden

Tingkat pendidikan seorang peternak sangat berpengaruh terhadap penyerapan teknologi yang dapat meningkatkan kemampuan dan produktivitas dalam pengelolaan usaha ayam ras petelur. Berikut ini tingkat pendidikan peternak dilihat pada tabel:

Tabel 9. Karakteristik Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan di Desa Julukanaya Kecamatan Pallangga Kabupaten Gowa

No. Pendidikan Jumlah (orang) Persentase (%)

1. SMA 3 60

2. S1 2 40

Jumlah 5 100

Sumber: Data Primer Setelah Diolah, 2021

Tabel 9. menunjukkan bahwa karakteristik responden berdasarkan tingkat pendidikan di Desa Julukanaya Kecamatan Pallangga Kabupaten Gowa tertinggi yaitu pada tingkat SMA sebanyak 3 orang dengan persentase sebesar 60% dan pada tingkat S1 sebanyak 2 orang dengan persentase sebesar 40 %. Hal ini sesuai dengan pendapat Risqina et al (2011) bahwa pendidikan dan pengalaman akan membentuk dan menambah pengetahuan seseorang dalam mengerjakan sesuatu dengan cepat dan lebih tepat dengan demikian tingkat produktivitas kerja seseorang akan semakin tinggi pula, semakin tinggi pendidikan maka semakin matang dalam mengelola usaha.

36 5.2 Biaya Produksi Usaha Peternakan Ayam Ras Petelur

5.2.1 Biaya Tetap Usaha Ayam Ras Petelur

Biaya tetap adalah biaya yang tidak berubah jika hasilnya berubah.

Besarnya biaya tetap ini tidak tergantung pada besar kecilnya jumlah produksi yang diperoleh peternak ayam ras petelur di Desa Julukanaya. Berikut ini biaya tetap yang dikeluarkan oleh peternak ayam ras petelur di Desa Julukanaya Kecamatan Pallangga Kabupaten Gowa pada tabel 10.

Tabel 10. Rata-rata Biaya Tetap Usaha Peternakan Ayam Ras Petelur di Desa Julukanaya Kecamatan Pallangga Kabupaten Gowa

No. Jenis Biaya Tetap Jumlah (Rp)

1. Biaya Penyusutan Kandang 5.756.945

2. Biaya Penyusutan Peralatan 2.802.113

3. Biaya Pajak Tanah 130.000

Total Biaya 8.689.058

Sumber : Data Primer Setelah Diolah, 2021

Berdasarkan Tabel 10 menunjukkan rata-rata biaya penyusutan kandang yang dikeluarkan peternak ayam ras petelur di Desa Julukanaya Kecamatan Pallangga Kabupaten Gowa yaitu sebesar Rp. 5.756.945 Sedangkan biaya penyusutan peralatan sebesar Rp. 2.802.113 dan biaya pajak tanah yaitu sebesar Rp. 130.000. Jadi total biaya tetap usaha peternakan ayam ras petelur sebanyak Rp. 8.689.058.

5.2.2 Biaya Variabel Usaha Ayam Ras Petelur

Biaya variabel atau biaya tidak tetap yaitu yang dapat berubah jika hasil produksi juga berubah dan besar kecilnya biaya sangat tergantung pada skala produksi. Berikut ini biaya variable peternak ayam ras petelur di Desa Julukanaya Kecamatan Pallangga Kabupaten Gowa dapat dilihat pada tabel 11.

37 Tabel 11. Rata-Rata Biaya Variabel Usaha Peternakan Ayam Ras Petelur di Desa

Julukanaya Kecamatan Pallangga Kabupaten Gowa No. Uraian Satuan Jumlah Total Nilai

(Rp)

Persentase (%)

1. Ayam Ekor 2.920 157.500.000 18,93

2. Pakan

- Konsentrat - Jagung - Dedak

Kg Kg Kg

45.360 64.800 19.440

299.376.000 324.000.000 48.600.000

80,74 3. Obat-obatan dan

Vitamin

Botol

5 227.343 0,03

4. Listrik Unit 1 180.000 0,02

5. Biaya Tenaga Kerja HOK 2 2.300.000 0,28

Jumlah 832.183.343 100

Sumber : Data Primer Setelah Diolah, 2021

Berdasarkan Tabel 11 menunjukkan rata-rata biaya variabel yang dikeluarkan pengusaha ternak ayam ras petelur di Desa Julukanaya Kecamata Pallangga Kabupaten Gowa yaitu sebesar Rp. 832.183.343. Biaya pakan adalah faktor terbesar dalam biaya variabel yang mencapai 80,74% dari total biaya variabel yang ada. Sesuai dengan pendapat Mulyantini (2010) bahwa pembelian pakan akan menyumbangkan nilai terbesar karena pakan sebagai kebutuhan pokok ayam petelur dan jumlahnya pun ditentukan oleh jumlah ayam yang ada. Semakin banyak ternak yang dipelihara maka pakan yang dibutuhkan jumlahnya semakin besar.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pakan ayam ada 3 yaitu konsentrat, jagung dan dedak dimana pada proses pencampuran pakan ini jumlah jagung lebih banyak dari pakan yang lain yaitu sebanyak 50 %. Hal ini sesuai dengan pendapat Abidin (2004) bahwa komposisi jagung harus lebih banyak dari dedak dan konsentrat sebab kandungan kuning yang ada dalam jagung berfungsi untuk menambah kualitas kuning pada telur ayam ras. Pakan adalah salah satu

38 faktor yang sangat penting dalam menjamin kelangsungan hidup usaha. Hal ini ditunjang pula dengan pendapat Rasyaf (2001) mengatakan biaya variabel terdiri dari biaya bibit yang porsinya antara 10-16% dari total biaya produksi, biaya kesehatan dalam kondisi normal yaitu hanya 1-2% serta biaya pakan yang porsinya mencapai 70- 80% dari total biaya produksi.

Vitamin dan mineral dibutuhkan dalam jumlah kecil, akan tetapi vitamin dan mineral atau obat-obatan juga penting dalam usaha ternak ini sebab tanpa vitamin dan mineral tersebut maka produksi telur akan mengalami kelainan- kelainan untuk pembentukan cangkang telur. Pemberian pakan ayam ras dilakukan 2 kali sehari yaitu pagi dan sore hari, pakan ayam lebih banyak diberikan pada waktu sore hari karena di waktu sore dan malam hari ayam makannya lebih banyak, maka pakan diberikan lebih banyak juga pada sore.

Dalam dokumen UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR (Halaman 49-54)

Dokumen terkait