Untuk mengetahui sifat dan karakteristik dari tanah TPA (Tempat Pembuangan Akhir) Pandu maka dari itu dilakukan beberapa pengujian laboratorium agar dapat diketahui karakteristik tanah yang ada di TPA Pandu dan hasil dari pengujian sebagai berikut :
Tabel 8. Hasil Pengujian Tanah
Berdasarkan tabel di atas didapat : 1. Kadar air
Dari pengujian kadar air awal tanah asli di dapatkan nilai kadar air tanah sebesar 45,29%.Seperti terlihat pada tabel 8.
2. Berat jenis
Dari hasil pengujian berat jenis tanah di dapatkan hasil sebesar 2,492%.
3. Berat isi
Dari hasil pengujian tanah asli di dapatkan berat isi tanah yaitu 1,931 gr/cm3
4. Batas-batas Atterberg
a. Batas cair (Liquid Limit, LL) dari hasil grafik hubungan jumlah ketukan dan kadar air di peroleh nilai batas cair (LL) sebesar 32,1%
b. Batas plastis (Plastic Limit, PL) dalam pengujian di peroleh hasil batas plastis (PL) = 20,08%
c. Indeks plastisitas di peroleh dari selisih antara batas cair dan batas plastis, dengan rumus PI = LL – PL maka diperoleh nilai Indeks Plastisitas (PI), = 12,02%
5. Analisa ukuran butir dalam pelaksanaan pengujian gradasi yang dilakukan dengan pengujian analisa saringan dan pengujian hidrometer di dapat hasil tanah tersebut 89,60% yang lolos dari saringan No. 200, maka tanah termasuk dalam kategori A-7 (tanah lempung) sesuai dengan standard klasifikasi tanah AASHTO. Lihat gambar grafik 48.
Gambar 48. Grafik Analisa Ukuran Butir
Gambar 49. Analisa Hidrometer
Dari hasil analisa hidrometer terlihat di grafik saat memasuki saringan No.200 garis grafik terjun bebas menandakan bahwa material dominan dengan lanau dan lempung.
6. Pemadatan
Pengujian Modified compaction yang bertujuan untuk menentukan kadar air optimum sampel tanah dengan hubungan berat isi kering maksimum, dan setelah dilakukan pengujian hasil di peroleh sebagai berikut :
Tabel 9. Pemadatan Tiap Variasi Campuran
7. Grafik hubungan Berat Isi Kering Pemadatan
Berdasarkan grafik hubungan berat isi kering di dapat pada berat isi kering pada asli 1.437 gr/cm3 dan variasi campuran 10% adalah 1.445 gr/cm3, pada variasi 15% adalah 1.470 gr/cm3 dan variasi campuran 20% adalah 1.490 gr/cm3 dapat dilihat dari gambar 50 grafik hubungan berat isi kering antar variasi.
Gambar 50. Grafik Hubungan Berat Isi Kering
Variasi Wopt Ydry
Tanah Asli 33,50% 1,437 gr/cm3
Tanah + 10% Domato 31,50 % 1,445 gr/cm3 Tanah +15% Domato 29,00 % 1,470 gr/cm3 Tanah + 20% Domato 28,50 % 1,490 gr/cm3
8. Grafik Hubungan Kadar Air Optimum Pemadatan
Berdasarkan pada grafik hubungan pada tiap variasi yaitu pada tanah asli di dapat 33.5%, dan mengalami penurunan pada variasi 10% sebesar 31,50% , pada variasi campuran 15% terjadi penurunan sebesar 29,00%
dan juga pada variasi campuran 20% terjadi penurunan sebesar 28,50% . pada gambar 51 bisa dilihat dari grafik kadar air optimum pemadatan
Gambar 51. Grafik Hubungan Kadar Air Optimum
9. CBR variasi campuran domato di tiap tumbukan 15x dari hasil CBR campuran di dapat di tiap-tiap tumbukan 15x, pada tanah asli untuk 0,1 inch Nilai CBR sebesar 0,56 dan pada 0,2 inch nilai CBR didapat 0,98, pada tanah variasi campuran 10% nilai CBR 0,1 inch didapat 1,3 dan pada 0,2 inch nilai CBR didapat 1,34, pada tanah variasi campuran 15% nilai CBR 0,1 inch didapat 4,94 dan pada 0,2 inch nilai CBR didapat 5,02, pada tanah variasi 20% nilai CBR 0,1 inch didapat 7,14 dan pada 0,2 inch di dapat nilai CBR 7,79. Lihat gambar 52 grafik hubungan CBR 15x tumbukan
Gambar 52. Grafik Hubungan CBR 15x Tumbukan
10. CBR variasi campuran domato di setiap tumbukan 35x dari hasil CBR campuran di dapat di tiap-tiap tumbukan 35x, pada tanah asli untuk 0,1 inch nilai CBR sebesar 1,30 dan pada 0,2 inch didapat 2,08, pada tanah variasi 10% nilai CBR 0,1 inch didapat 3,25 dan pada 0,2 inch nilai CBR didapat 3,46 , pada tanah variasi 15% nilai CBR 0,1 inch didapat 8,18 dan pada 0,2 inch nilai CBR didapat 8,23, pada tanah variasi 20% nilai CBR 0,1 inch didapat 11,04 dan pada 0,2 inch nilai CBR didapat 11,26. Pada gambar 53 dapat dilihat grafik hubungan CBR 35x tumbukan di tiap variasi.
0 2 4 6 8 10 12 14 16 18 20
0 1 2 3 4 5 6 7 8 9
0.98 1.34
5.02
7.79
0.56
1.3
4.94
7.14
CBR Tumbukan 15x
Pene- trasi 1 Inch
Variasi
Nilai CBR
0 2 4 6 8 10 12 14 16 18 20
0.00 1.00 2.00 3.00 4.00 5.00 6.00 7.00 8.00 9.00 10.00 11.00 12.00
2.08
3.46
8.23
11.26
1.30 3.25
8.18
11.04
CBR Tumbukan 35x
Penetrasi 1 InchPenetrasi 2 Icnh
Variasi
Nilai CBR
Gambar 53. Grafik Hubungan CBR 35x Tumbukan di Tiap Variasi 11.
CBR variasi campuran domato di setiap tumbukan 56x tanah asli untuk 0,1 inch nilai CBR sebesar 2,73 dan pada 0,2 inch nilai CBR didapat 3,90, pada tanah variasi campuran 10% nilai CBR 0,1 inch didapat 5,85 dan pada 0,2 inch nilai CBR didapat 6,06 , pada tanah variasi campuran 15%
nilai CBR 0,1 inch didapat 12,34, dan pada 0,2 inch nilai CBR didapat 12,56, pada tanah variasi 20% nilai CBR 0,1 inch didapat 16,24, dan pada 0,2 inch nilai CBR didapat 16,46. Pada gambar 54 di lihat grafik hubungan CBR 56x tumbukan.
Gambar 54. Grafik Hubungan CBR 56x Tumbukan di Tiap Variasi
12. CBR desain 1. Tanah asli
Gambar 55. Grafik CBR Desain Tanah Asli
0.00 2.00 4.00 6.00 8.0010.0012.0014.0016.0018.0020.00 0.00
2.00 4.00 6.00 8.00 10.00 12.00 14.00 16.00 18.00
3.90
6.06
12.56 16.46
2.73
5.85
12.34
16.24
CBR Tumbukan 56x
Penetrasi 1 Penetrasi 2 Inch
Variasi
Nilai CBR
Berikut hubungan antara compaction tanah asli dan CBR tanah asli didapatkan CBR desain 3,80% . Lihat pada gambar 55 Grafik CBR Design tanah asli.
2. Tanah dan 10% Variasi Campuran
Gambar 56. Grafik Desain CBR Tanah + 10% Campuran
Hasil dari hubungan antara compaction 10% dan CBR 10% campuran didapatkan nilai 6,70% dan CBR desain pada Gambar 56 Grafik CBR design tanah + 10% domato .
3. Tanah dan Variasi 15% campuran
Gambar 57. Grafik Desain CBR Tanah + 15% Campuran
Hasil dari hubungan antara compaction 15% dan CBR tanah + 15%
campuran, didapatkan nilai CBR desain 12,00% .
4. Tanah dan Variasi 20% campuran
Gambar 58. Desain CBR Tanah + 20% Campuran
Hasil dari hubungan antara compaction 20% domato dan CBR tanah 20% campuran, didapatkan nilai CBR desain 15,10% dan CBR desain pada Gambar 58 grafik CBR design tanah + 20% campuran domato.
5. CBR Design setiap variasi yang memenuhi spesifikasi Bina Marga
Gambar 59. CBR Design Penambahan Domato 15% dan 20%
Setelah melihat grafik CBR design diatas semakin tinggi penambahan domato maka terjadi juga penambahan nilai CBR design, pada penambahan10%,15% dan 20% telah mencapai spesifikasi bina marga untuk pekerjaan tanah dasar.
BAB V PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil pengujian yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan sebagai berikut :
1. Dari hasil penelitian ini menunjukkan substitusi dengan domato pada tanah lempung yang di stabilisasi, nilai UCS terjadi peningkatan nilai qu pada tanah asli sebesar 0,186 kg/cm2. Saat di campur dengan domato 10% sebesar 0,105 kg/cm2, 15% sebesar 0,283 kg/cm2, dan 20%
sebesar 0,450 kg/cm2.
2. Hasil stabilisasi dengan substitusi domato terjadi peningkatan pada nilai CBR pada setiap variasi. Nilai CBR pada tanah asli sebesar 3,80%, pada variasi campuran penggunaan domato 10% sebesar 6,70%, untuk variasi campuran 15% sebesar 12,00%, dan pada variasi campuran 20% sebesar 15,10%. Nilai CBR yang di dapat dari setiap campuran terjadi peningkatan di setiap variasi pada campuran 15%, dan 20% lebih besar dari nilai CBR minimum untuk tanah dasar (subgrade).
3. Kenaikan signifikan nilai CBR pada variasi 15% dan 20% domato di sebabkan karena komposisi domato yang meningkat sehingga kadar air dari tanah lempung menurun sehingga campuran yang ada menjadi mudah padat dan saling mengikat.
5.2 Saran
Berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan maka dapat saran sebagai berikut :
1. Untuk penelitian lebih lanjut sebaiknya tanah yang dipakai pada pengujian pemadatan dan CBR tanah harus di keringkan serentak sama-sama di bawah sinar matahari agar kadar air awal tanah di tiap- tiap variasi sama dan bisa mempermudah pengolahan data pada tiap- tiap variasi campuran.
2. Lebih memperhatikan proses pencampuran sampel serta lamanya waktu pemeraman dan perendaman karena merupakan faktor yang
nantinya akan mempengaruhi tinggi rendahnya nilai California Bearing Ratio.
DAFTAR PUSTAKA
AASHTO T 180-74 Modified Proctor
AASHTO T 193-73 Swelling test and California Bearing Ration (CBR) AASHTO, 1929. “Public Road Administration Classification System
Andrews, oflaherty, warsiti, 2009, Meningkatkan CBR dan Memperkecil Swelling Tanah Sub Grade Dengan Metode Stabilitas Tanah Kapur. (Online), Vol. 14 (1):
38-45
Arif Dermawan, Anas Puri, Roza Mildawati, 2017, Pengaruh Perendaman Terhadap Kuat Dukung Tanah Terstabilisasi Pasir, Pekan baru.
Arif Rahman Antai, 2018. Pengaruh Penambahan Abu Sekam Padi dan Semen pada nilai CBR Tanah Lempung. , Skripsi, Jurusan Teknik Sipil,Program Studi D- IV, Teknik Konstruksi Jalan dan Jembatan, Politeknik Negeri Manado, Manado.
ASTM D 2166-85 tentang pengujian kuat tekan bebas ASTM D 2216-80 tentang pengujian batas atterberg ASTM D 2216-80 tentang pengujian kadar air ASTM D 2937-83 tentang pengujian berat isi tanah ASTM D 854-83 tentang pengujian berat jenis tanah ASTM D-3080-82 tentang geser langsung
Darwis. H., 2017, Dasar-Dasar Teknik Perbaikan Tanah., Pustaka AQ Nyutran MG, Yogyakarta.
Das, Braja M. 1995, Mekanika Tanah Jilid 1, Erlangga, Jakarta
Gati Sri Utami, A. Harris. HA, 2016, Analisis Pemanfaatan Kapur sebagai Bahan Stabilisasi Tanah Lempung Ditinjau dari Kuat Geser, Prosiding SNTEKPAN VI, A1- 7
Hardiyatmo H.Ch. 2017, Mekanika Tanah 1., Gadjah Mada University Press, Anggota IKAPI, Yogyakarta.
Hinoke Jefrianto, 2018. Stabilisasi Tanah Lempung Lunak Menggunakan Semen Untuk Meningkatkan Daya Dukung Tanah, Skripsi, Jurusan Teknik Sipil,
Program Studi D-IV, Teknik Konstruksi Jalan dan Jembatan, Politeknik
Negeri Manado, Manado.Politeknik Negeri Manado. 2004, Buku Pedoman Praktek Laboatorium Uji Tanah.Manado.