• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1.1 Karbohidrat

Tabel 1 Uji Benedict

Larutan Warna Awal Warna Akhir Endapan

8 tetes glukosa 1% + 5ml

reagen benedict Biru Merah Bata Ada Endapan 8 tetes amilum 1% + 5ml

reagen benedict Biru Biru Tidak Ada

Endapan 8 tetes sukrosa 1% + 5ml

reagen benedict Biru Biru Tidak Ada

Endapan 8 tetes fruktosa 1% + 5ml

reagen benedict Biru Merah Bata Ada Endapan 8 tetes maltose 1% + 5ml

reagen benedict Biru Merah Bata Ada Endapan Pada tabel 1. Uji benedict, dapat diketahui bahwa 8 tetes glukosa dicampur dengan 5 ml reagen benedict yang awalnya berwarna biru akan berubah menjadi warna merah bata dengan dihasilkannya endapan. Pada 8 tetes amilum dicampur dengan 5 ml reagen benedict yang pada awalnya berawarna biru tidak mengalami perubahan dan tidak dihasilkannya endapan. Pada 8 tetes sukrosa dicampur dengan reagen benedict yang pada awalnya berwarna biru tidak mengalami perubahan dan tidak memiliki endapan. Pada 8 tetes frukstosa dicampur dengan 5 ml reagen benedict yang pada awanya berwarna biru berubah menjadi warna merah bata dan memiliki endapan. Pada 8 tetes maltosa dicampur dengan 5 ml reagen benedict yang pada awalnya berwarna biru berubah menjadi warna merah bata dan memiliki endapan.

25 Tabel 2 Uji Seliwanoff

Larutan Warna Awal Warna Akhir Endapan

2ml glukosa 1% + 3 tetes reagen molish + H2SO4

Bening Merah Ungu Tidak Ada Endapan 2ml amilum 1% + 3 tetes

reagen molish + H2SO4

Bening Ungu Tidak Ada

Endapan 2ml sukrosa 1% + 3 tetes

reagen molish + H2SO4

Bening Ungu Merah Tidak Ada Endapan 2ml fruktosa 1% + 3 tetes

reagen molish + H2SO4

Bening Merah Ungu Tidak Ada Endapan 2ml maltose 1% + 3 tetes

reagen molish + H2SO4

Bening Ungu Merah Tidak Ada Endapan Berdasarkan table 2 diatas dapat diketahui bahwa, 2ml glukosa dicampur dengan 3 tetes reagen molish dan H2SO4 akan mengalami perubahan warna dari yang awalnya bening menjadi merah ungu dan tidak ada endapannya. Kemudian 2ml amilum dicampur dengan 3 tetes reagen molish dan H2SO4 dari bening menjadi ungu juga tidak memiliki endapan. Lalu pada 2ml sukrosa yang dicampur dengan 3 tetes reagen molish dan H2SO4 dari bening menjadi ungu kemerahan dan tidak memiliki endapan. Kemudian 2ml fruktosa dicampur dengan 3 tetes reagen molish dan H2SO4 dari warna bening berubah ke merah keunguan juga tidak terdapat endapannya. Terakhir 2ml maltose yang dicampur dengan 3 tetes reagen molish dan H2SO4 dari bening menjadi ungu merah dan tidak terdapat endapan.

Tabel 3 Uji Seliwanoff

Larutan Warna Awal Warna Akhir Endapan

1ml glukosa 1% + 3ml

reagen seliwanoff Bening Bening TidakAda

Endapan 1ml amilum 1% + 3ml

reagen seliwanoff Bening Bening Tidak Ada

Endapan 1ml sukrosa 1% + 3ml

reagen seliwanoff Bening Merah (peach)

Tidak Ada Endapan 1ml fruktosa 1% + 3ml

reagen seliwanoff Bening Bening Tidak Ada

Endapan

26 1ml maltose 1% + 3ml

reagen seliwanoff Bening Bening Tidak Ada

Endapan Berdasarkan table 3 diatas dapat diketahui bahwa, 1ml glukosa dicampur dengan 3ml reagen seliwanoff tidak mengalami perubahan warna yaitu tetap bening dan juga tidak terdapat endapan. Kemudian 1ml amilum dicampur dengan 3ml reagen seliwanoff juga tidak mengalami perubahan dan juga tidak ada endapan.

Pada 1ml sukrosa yang dicampur dengan 3ml reagen seliwanoff terjadi perubahan warna dari bening ke merah peach tapi tidak terdapat endapan. Lalu 1ml fruktosa dicampur 3ml reagen seliwanoff tidak mengalami perubahan warna dan endapan.

Selanjutnya, 1ml maltose dicampur dengan 3ml reagen seliwanoff juga sama tidak ada perubahan warna juga tidak terdapat endapan.

Tabel 4 Uji Barfoed

Larutan Warna Awal Warna Akhir Waktu

1ml glukosa 1% + 3ml

reagen barfoed Biru Biru 7 menit

1ml amilum 1% + 3ml

reagen barfoed Biru Biru 7 menit

1ml sukrosa 1% + 3ml

reagen barfoed Biru Biru 7 menit

1ml fruktosa 1% + 3ml

reagen barfoed Biru Biru 7 menit

1ml maltose 1% + 3ml

reagen barfoed Biru Biru 7 menit

Berdasarkan table 4 diatas dapat disimpulkan bahwa, pada percobaan 1ml glukosa yang dicampur dengan 3ml reagen barfoed tidak ada perubahan warna setelah dipanaskan 7 menit. Kemudian 1ml amilum dicampur dengan 3ml reagen barfoed juga sama-sama tidak mengalami perubahan setelah dipanaskan. 1ml sukrosa yang dicampur 3ml reagen barfoed juga tidak memiliki perubahan warnanya tetap biru setelah dipanaskan. Kemudian fruktosa dicampur reagen barfoed diapanaskan tidak mengalami perubahan. Dan begitupun pada pencampuran 1ml maltose dengan 3ml reagen barfoed setelah dipanaskan tetap biru.

27 Tabel 5 Uji Iodine

Larutan Warna Awal Warna Akhir +Iodine Pemanasan Amilum 1%

+ air Bening Bening +endapan

putih

+endapan putih Amilum 1%

+ HCL Bening Bening +endapan

biru

+endapan biru Amilum 1%

+ NaOH Bening Bening Bening +endapan

putih Berdasarkan tabel 5 diatas diketahui bahwa, larutan amilum dicampur dengan air tidak mengalami perubahan warna kemudian ditambah iodine terdapat endapan berwarna putih lalu dipanaskan terdapat endapan putih. Lalu pada larutan amilum yang dicampur dengan HCL tidak mengalami perubahan warna kemudian ditambah larutan iodine terdapat endapan biru dan dipanaskan juga terdapat endapan biru. Terakhir larutan amilum yang dicampur dengan NaOH juga tidak ada perubahan warna dan kemudian ditambah iodine tetap bening lalu dipanaskan terdapat endapan putih

Tabel 6 Hidrolisis Pati

Larutan Waktu Dipanaskan Perubahan Warna

Larutan Iodine +

amilum 1% + HCL 6 N 3 menit Kuning

Larutan Iodine +

amilum 1% + HCL 6 N 6 menit Kuning

Larutan Iodine +

amilum 1% + HCL 6 N 9 menit Kuning

Larutan Iodine +

amilum 1% + HCL 6 N 12 menit Kuning

Larutan Iodine +

amilum 1% + HCL 6 N 15 menit Kuning bening

Larutan Iodine +

amilum 1% + HCL 6 N 18 menit Bening

28 4ml amilum 1% + 3ml

HCL 6 N + 2ml NaOH Bening

Reagen benedict +

amilum 1% + HCL 6 N Biru

Reagen seliwanoff +

amilum 1% + HCL 6 N Bening

Berdasarkan tabel 6 diatas dapat diketahui bahwa, larutan iodine dicampur dengan amilum 1% dan HCL 6 N dalam waktu pemanasan 3 menit warna kuning.

Kemudian diambil lagi dan dipanaskan selama 6 menit warna tetap kuning. Lalu diambil 1 tetes amilum dan dipanaskan lagi 9 menit warnanya tetap kuning.

Dilakukan Kembali dan dipanaskan selama 12 menit warna yang dihasilkan tetap saja kuning. Diulang dan dipanaskan 15 menit warna kuning nya agak bening.

Percobaan diulang dan dipanaskan selama 18 menit warna menjadi bening.

Kemudian didinginkan dan tambah 2ml NaOH pada larutan lalu diberikan uji benedict dan menghasilkan warna biru sedangkan dengan uji seliwanoff warnanya tetap bening.

Dalam dokumen Laporan Akhir Praktikum Biokimia (Halaman 34-38)

Dokumen terkait