• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODELOGI SISTEMATIKA REVIEW

G. Metode Analisis

Data-data yang sudah diperoleh kemudian dianalisis dengan metode analisis deskriptif. Metode analisis deskriptif dilakukan dengan cara mendeskripsikan fakta-fakta yang kemudian disusul dengan analisis, tidak

semata-mata menguraikan, melainkan juga memberikan pemahaman dan penjelasan secukupnya. Data yang diperoleh dikompulasi, dianalisis, dan disimpulkan sehingga mendapatkan kesimpulan mengenai studi literature.

Analisis dimulai dengan materi hasil penelitian yang secara sekuensi diperhatikan dari yang paling relevan, relevan, dan cukup relevan. Cara lain dapat juga, misalnya dengan melihat tahun penelitian diawali dari yang paling mutakhir, dan berangsung–angsur mundur ke tahun yang lebih lama. Ketika memulai suatu topik penelitian, usahakan mengutamakan jurnal ilmiah yang terindeks misalnya Web of Science (ISI), Thomson Reuters dan SCOPUS.

Untuk mengecek apakah suatu jurnal dan proceedings terindeks SCOPUS, bisa menggunakan situs ScimagoJR.Com . Membaca abstrak dari setiap penelitian lebih dahulu untuk memberikan penilaian apakah permasalahan yang dibahas sesuai dengan yang hendak dipecahkan dalam penelitian.

Mencatat bagian–bagian penting dan relevan dengan permasalahan penelitian, Untuk menjaga tidak terjebak dalam unsur plagiat, para peneliti hendaknya juga mencatat sumber–sumber informasi dan mencantumkan daftar pustaka.

Jika memang informasi berasal dari ide atau hasil penelitian orang lain.

Membuat catatan, kutipan, atau informasi yang disusun secara sistematis sehingga penelitian dengan mudah dapat mencari kembali jika sewaktu-waktu diperlukan. Setelah melakukan literature review, peneliti tidak berhenti sampai hanya membaca literatur, tetapi juga merangkum, membuat analisis dan melakukan sintesis secara kritis dan mendalam dari artikel yang direview atau ditinjau. Hasil Seluruh literature diseleksi dengan menggunakan kriteria

inklusi dan eksklusi. Pencarian dan proses seleksi literatur dalam penelitian ini digambaran dalam bentuk Flow diagram Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-analyses (PRISMA) sebagai berikut :

Sumber : Diagram PRISMA (Pangesti & Kusumawati, 2019) Bagan 3.2 Diagram/ Bagan PRISMA

Pada penulisan karya ilmiah Systematic Literature Review ini, penulis mengambil jurnal-jurnal dari Google search dan Google Scoolar. Pada tahap awal artiel yang dikumpulkan berjumlah 35.500 artikel dengan menggunakan

Hasil Jurnal Secara Keseluruhan sumber Google Scholer, One Search, Scihub (n=35.500 )

Hasil screening artikel secara singkat melalui judul

(n= 11)

Artikel yang diekslusi

1) Rentang waktu >5 tahun terakhir 2) Tidak dapat diakses Full Text 3) Tipe (literature review artikel) 4) Artikel terduplikasi

5) Artikel tidak dapat di akses dengan tanpa berbayar

6) Masalah bukan pada kelancaran persalinan (n= 35.489)

Artikel Full Teks dan di uji kelayakannya

(n= 11)

Artikel lengkap yang diekslusi 1) Ketidak sesuain judul dengan isi 2) Artikel penelitian selain esperimental 3) Skripsi yang tidak bisa diupload

(n = 4)

Memenuhi Kriteria Inklusi

a. Jurnal diterbitkan dalam rentang waktu 5 tahun (2016-2020).

b. Tipe jurnal ( research articles).

c. Jurnal yang dapat diakses secara penuh

d. Menggunakan Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris

e. Jenis penelitian Kuantitatif

f. Jurnal memiliki sumber yang jelas dan terakreditasi

g. Relevan ke judul penelitian

Literatur memenuhi kriteria inklusi dan akan di review

(n= 7)

I D E N T I F I K A S I

S c r e e n i n g

E g i b i l i t y

I n c l u d e d

key word “pengaruh yoga, senam hamil, kelancaran persalinan”. Setelah dilakukan identifikasi yang relevan dengan judul hanya 11 artikel yang dibaca memiliki kualitas baik karena lebih lengkap metode penelitiannya yang terdiri dari jurnal, nasional, jurnal internasional

Risiko bias dalam literature review ini menggunakan asesmen pada metode penelitian masing-masing studi, yang terdiri dari (Nursalam, 2020):

a. Teori: Teori yang tidak sesuai, sudah kadaluwarsa, dan kurang kredibilitas b. Desain: Desain kurang sesuai dengan tujuan penelitian

c. Sample: Ada 4 hal yang harus diperhatikan yaitu Populasi, sampel, sampling,dan besar sampel yang tidak sesuai dengan kaidah pengambilan sampel

d. Variabel: Variabel yang ditetapkan kurang sesuai dari segi jumlah,pengontrolan variabel perancu, dan variabel lainya

e. Inturmen: Instrumen yang digunakan tidak memeliki sesitivitas, spesivikasi dan dan validatas-reliablitas

f. Analisis Data: Analisis data tidak sesuai dengan kaidah analisis yang sesuai dengan satandar

63

BAB IV HASIL

A. Karakteristik Studi

Pada penulisan karya ilmiah Systematic Literature Review ini, penulis mengambil jurnal-jurnal dari Google search dan Google Scoolar.

Setelah dilakukan identifikasi yang relevan dengan judul hanya 11 artikel yang dibaca memiliki kualitas baik karena lebih lengkap metode penelitiannya yang terdiri dari jurnal, nasional, jurnal internasional.

Sebelas artikel memenuhi criteria inklusi terbagi menjadi dua sub pembahasan berdasarkan topik literature review yaitu faktor yang berkaitan dengan prenatal gentle yoga (5) dan senam hamil (2) dan empat (4) terkait dengan keduanya. Setelah dilakukan identifikasi yang relevan dengan judul hanya 11 artikel yang dibaca memiliki kualitas baik karena lebih lengkap metode penelitiannya yang terdiri dari jurnal, nasional, jurnal internasional. Adapun jurnal-jurnal yang dijadikan referensi adalah sebagai berikut:

1. Jurnal Nasional

a. Dewi, Elok Sari (2016) Pengaruh Kombinasi Yoga Pranatal dan Senam Hamil Terhadap Perubahan Kadar Kortisol dan Lama Persalinan Kala I.

Metode penelitian: Metode penalitian quasy-experimental (experiment semu) rancangan Non-Equivalen Group Desain.

Populasi adalah ibu hamil trimester III di Kabupaten Nganjuk.

Cara pengambilan sampel dengan teknik purposive sampling penelitian ini dilakukan pada 26 responden yang terdiri dari kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Analisis data dengan menggunakan uji beda sampel berpasangan yang sebelumnya dilakukan uji normalitas. Hasil penelitian: Ada perbedaan yang bermakna kadar kortisol sebelum dan sesudah intervensi pada kelompok perlakuan Hasil uji Mann- Whitney diperoleh nilai signifikasi 0,010 lebih kecil dari 0,05. Terjadi penurunan sebesar - 209.67 ng/ml pada kelompok perlakuan dan -129.96 ng/ml pada kelompok kontrol. Rata-rata lama persalinan pada kelompok perlakuan dan kelompok kontrol setelah dilakukan uji statistic dengan uji Wilcoxon di peroleh nilai p = 0,003 lebih kecil dari 0,05, artinya ada pengaruh kombinasi yoga prenatal dan senam hamil terhadap lama persalinan kala I. Kesimpulan: Kombinasi yoga prenatal dan senam hamil terbukti lebih efektif dalam menurunkan kadar kortisol pada ibu hamil dengan rata-rata lama persalinan lebih cepat. Saran: Setiap ibu hamil trimester III disarankan melakukan latihan kombinasi yoga prenatal dan senam hamil secara rutin.

b. Wahyuni Ridha (2020) Mempersiapkan Persalinan dengan Yoga Pregnancy

Metode yang digunakan adalah memperagakan dan membimbing ibu hamil melakukan yoga pregnancy. Alat yang digunakan adalah

matras yoga. Sasaran kegiatan ini adalah ibu hamil yang melakukan jalan santai di GOR Segiri yaitu sebanyak 10 orang.

Hasil yang dicapai adalah ibu hamil melaksankan yoga kehamilan sampai tuntas dan tertarik mengikuti kembali. Kesimpulan pengabdian ini adalah untuk mendapatkan persalinan yang nyaman perlu dilakukan persiapan sedini mungkin dari masa kehamilan dengan melakukan latihan yoga pregnancy. (Indonesian Journal of Community Dedication (IJCD) Volume 2 Nomor 1 Januari 2020)

c. Suryani Ida (2015) Pengaruh Senam Hamil Teratur pada Primigravida terhadap Perubahan Psikofisiologis Ibu dan Berat Badan Lahir Bayi (Studi Eksperimen di Puskesmas Pagarsih dan Padasuka Bandung)

Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimental dengan rancangan pretest-posttest control group design. Populasi penelitian ini adalah ibu hamil primigravida yang mengikuti senam hamil. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik non- random sampling dengan metode consecutive sampling. Jumlah sampel 50 responden yang dibagi menjadi 25 responden kelompok perlakuan dan 25 responden kelompok kontrol, pengolahan dan analisis data menggunakan uji kai kuadrat,eksak fisher, Mann- whitney dan T-test. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh senam hamil teratur terhadap penurunan skor kecemasan

(nilai p=0,026), perubahan tekanan darah diastolik (nilai p=0,014) dan perubahan pernapasan (nilai p<0,001) yang memperlihatkan adanya perbedaan yang signifikan antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Tetapi tidak terdapat perbedaan yang bermakna pada tekanan darah sistolik (p>0,05), penambahan berat badan ibu(p>0,05) dan berat badan lahir bayi (p>0,05). Kesimpulan dalam penelitian ini adalah senam hamil teratur berpengaruh terhadap penurunan kecemasan, perubahan tekanan darah, dan perubahan pernapasan serta tidak terdapat pengaruh senam hamil yang teratur terhadap perubahan tekanan darah sistolik, penambahan berat badan ibu dan berat badan lahir bayi. (IJEMC, Volume 2 No. 3, September 2015)

d. Puspita Erlin dan Syarifah Rosita (2019) Pengaruh Tata Gym Dan Yoga Vinyasa Terhadap Kemajuan Persalinan Dan Penurunan Nyeri Pada Ibu Hamil Trimester III Di Klinik Musytasyfah Di Karawang Tahun 2019.

Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan rancangan Quasi Experimental Group dengan Pottest-Only Control Design.

Adapun teknik pengambilan sampel yaitu dengan menggunakan teknik Sampling Purposif (Purposive Sampling) yakni dengan sampel penelitian berjumlah 60 responden, 30 ibu hami Trimester III sebagai kelompok Kasus, dan 30 ibu hamil sebagai kelompok kontrol, dari hasil penelitian bivariat dengan uji statistik Chi

Square didapatkan hasil bahwa Tata Gym berpengaruh terhadap Kemajuan persalinan Kala II dengan nilai P Value 0,018 sedangkan untuk Kemajuan Persalinan Kala I didapatkan nilai P 0,506 ( > 0,05) sehingga Tata Gym tidak ada pengaruh terhadap Kala I. Untuk Variabel Nyeri Persalinan dilakukan dengan Regresi Logistik untuk melihat tingkatan nyeri yang paling berpengaruh, didapatkan hasil skala nyeri sedang dengan P Value <0,05, dan OR sebesar 4,333. Dan berdasarkan Analisis Multivariat terdapat 3 variabel yang memiliki pengaruh terhadap Tata Gym ( Lama Kala II, Nyeri Persalinan dan Paritas), dan disimpulkan bahwa Tata Gym memiliki Hubungan yang paling kuat terhadap variable Kemajuan Persalinan dengan P Value 0,038 ( < 0,05) (Laporan akhir penelitian unggulan terapan perguruan tinggi Poltekes Kemenkes Jakarta I tahun 2019)

e. Rusmini (2017) Hubungan Antara Keikutsertaan Senam Hamil dengan Ketepatan Waktu dan Proses Persalinan Kala II di Klinik Ayifa Suradadi Kabupaten Tegal.

Desain penelitian ini adalah metode eksperimen dengan pengambilan data primer dan sekunder. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 30 dan pengambilan sampel dilakukan dengan teknik

Quota sampling” menetapkan sejumlah anggota sempel secara quantum atau jatah. Diperoleh jumlah sampel sebanyak 30 orang.

Analisis data dengan Chi Square. Dari 30 responden yang

mengikuti senam hamil secara teratur di Klinik Asyfa Suradadi Kabupaten Tegal sebanyak 15 orang (50%) dan yang tidak mengikuti senam hamil 15 orang (50%). Waktu kala II persalinan yang tepat sebanyak 20 (66.7%), dan yang tidak tepat sebanyak 10(33.3%). Hasil uji statistik dengan “Uji Chi Square” di dapatkan nilai p-value 0,000 < 0,05 sehingga dapat disimpulkan terdapat hubungan yang signifikan antara keikut sertaan senam hamil dengan ketepatan waktu proses persalinan kala II pada Di Klinik Asyifa Suradadi Kabupaten Tegal Tahun 2016. Saran bagi instasi kesehatan diharapkan dapat meningkatkan sosialisasi tentang senam hamil dan menerapkan pada pelayanan ANC dan dalam kelas hamil (Jurnal Siklus Volume 6 No 1 Januari 2017 ISSN:2089-6778).

2. Jurnal Internasional

a. Narendran Shamantkamani (2005) Efficacy of Yoga on Pregnancy Outcome.

Objective: To study the efficacy of yoga on pregnancy outcomes. Design and setting: Three hundred thirty five (335) women attending the antenatal clinic at Gunasheela Sur-gical and Maternity Hospital in Bangalore, India, were enrolled between 18 and 20 weeks of pregnancy in a prospective, matched, observational study; 169 women in the yoga group and 166 women in the control group. Methods: Women were

matched for age, parity, body weight, and Doppler velocimetry scores of umbilical and uterine arteries. Yoga practices, including physical postures, breathing, and meditation were practiced by the yoga group one hour daily, from the date of entry into the study until delivery. The control group walked 30 minutes twice a day (standard obstetric advice) during the study period. Compliance in both groups was en-sured by frequent telephone calls and strict maintenance of an activity diary. Main outcomes: Birth weight and gestational age at delivery were primary outcomes. Results: The number of babies with birth weight 2500 grams was significantly higher (p 0.01) in the yoga group. Preterm labor was significantly lower (p 0.0006) in the yoga group. Complications such as iso-lated intrauterine growth retardation (IUGR) (p 0.003) and pregnancy-induced hypertension (PIH) with as-sociated IUGR (p 0.025) were also significantly lower in the yoga group. There were no significant adverse effects noted in the yoga group.

Conclusions: An integrated approach to yoga during pregnancy is safe. It improves birth weight, decreases preterm labor, and decreases IUGR either in isolation or associated with PIH, with no increased complications.THE JOURNAL OF ALTERNATIVE AND COMPLEMENTARY MEDICINE Volume 11, Number 2, 2005, pp. 237–244 © Mary Ann Liebert, Inc

b. Maharana Satyapriya Effect of integrated yoga on stress and heart rate variability in pregnant women (2009) Objective: To study the effect of integrated yoga practice and guided yogic relaxation on both perceived stress and measured autonomic response in healthy pregnant women. Method: The 122 healthy women recruited between the 18th and 20th week of pregnancy at prenatal clinics in Bangalore, India, were randomized to practicing yoga and deep relaxation or standard prenatal exercises 1-hour daily. The results for the 45 participants per group who completed the study were evaluated by repeated measures analysis of variance. Results: Perceived stress decreased by 31.57% in the yoga group and increased by 6.60% in the control group (P = 0.001). During a guided relaxation period in the yoga group, compared with values obtained before a practice session, the high-frequency band of the heart rate variability spectrum (parasympathetic) increased by 64% in the 20th week and by 150% in the 36th week, and both the low-frequency band (sympathetic), and the low-frequency to high-frequency ratio were concomitantly reduced (P b 0.001 between the 2 groups). Moreover, the low-frequency band remained decreased after deep relaxation in the 36th week in the yoga group. Conclusion: Yoga reduces perceived stress and improves adaptive autonomic response to stress in healthy pregnant women (International Journal of Gynecology and Obstetrics 104 (2009) 218–

222).

3. Skripsi

Marwa Annisa Rifdatul (2017) Perbedaan Skala Nyeri Kala I dan Durasi Kala II Persalinan Pada Primigravida dengan Senam dan Yoga Kehamilan.

Penelitian ini menggunakan desain kohort prospektif dengan teknik purposive sampling. Subjek penelitian adalah primigravida trimester III yang mengikuti senam hamil di RSIA Rachmi dan yoga kehamilan di RSGM AMC bulan April-Mei tahun 2017 berjumlah 20 orang untuk masing-masing kelompok. Analisis data menggunakan uji Independent t test dan Mann-Whitney. Hasil analisis menunjukkan ada perbedaan skala nyeri kala I antara primigravida yang senam hamil dan yoga kehamilan (p-value 0,001) dan tidak ada perbedaan durasi kala II antara primigravida yang senam hamil dan yoga kehamilan (p value 0,079). (Skripsi Prodi DIV Kebidanan Jurusan Kebidanan Poltekes Kemenkes 2017)

Berdasarkan jurnal-jurnal yang telah dikumpulkan kemudian dianalisis kriteria kelayakan untuk digunakan dalam studi literature dalam penelitian, dan berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, maka jurnal yang akan dijadikan acuan dalam membahas fenomena dan masalah yang terkait dengan efektifitas prenatal gentle yoga dan senam hamil terhadap kelancaran persalinan.

Jurnal yang sudah terpilih selanjutnya dipelajari satu persatu dan kemudian dicocokan kriteria inklusi dan eksklusinya, kemudian dipilih

jurnal yang memiliki kualitas baik. Adapun analisis jurnal dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Tabel 4.1. Referensi Jurnal Sesuai Kriteria Inklusi dan Eksklusi

No Jurnal yang sesuai Kriteria

Sumber Inklusi Eksklusi Penilaian Kualitas Hasil Kesimpulan

1 Dewi, Elok Sari (2017) Pengaruh Kombinasi Yoga Pranatal dan Senam Hamil Terhadap

Perubahan Kadar Kortisol dan Lama Persalinan Kala I.

JURNAL ILMIAH BIDAN, VOL.I, NO.3, 2016

- Jurnal < 5 tahun terakhir - Yoga dan

senam hamil - Masalah lama

persalinan - Penelitian

eksperimen

- Metode penalitian

quasy-experimental (experiment semu) rancangan Non- Equivalen Group Desain.

Populasi adalah ibu hamil trimester III di Kabupaten Nganjuk.

Cara pengambilan sampel dengan teknik purposive sampling penelitian ini dilakukan pada 26 responden yang terdiri dari kelompok perlakuan dan kelompok kontrol.

Analisis data dengan menggunakan uji

beda sampel

berpasangan yang sebelumnya dilakukan uji normalitas

Ada perbedaan yang bermakna kadar kortisol sebelum dan sesudah intervensi pada kelompok perlakuan Hasil uji Mann-

Whitney diperoleh nilai signifikasi 0,010 lebih kecil dari 0,05.

Terjadi penurunan sebesar - 209.67 ng/ml pada kelompok perlakuan dan -129.96 ng/ml pada kelompok kontrol. Rerata lama

persalinan

Metode penelitian dijelaskan dengan lengkap, tahun masih dibawah 5 tahun, hasil penelitian dapat dijadikan acuan untuk penelitian

Kriteria

pada kelompok perlakuan dan kelompok kontrol setelah dilakukan uji statistic dengan uji Wilcoxon di peroleh nilai p

= 0,003 lebih kecil dari 0,05, artinya ada pengaruh kombinasi yoga prenatal dan senam hamil

terhadap lama persalinan kala I 2 Wahyuni Ridha

(2020)

Mempersiapkan Persalinan dengan Yoga Pregnancy

Indonesian Journal of Community Dedication (IJCD) Volume 2 Nomor 1 Januari 2020

- Yoga pregnancy

- Mempersiapan kan persalinan - Bukan

penelitian eksperimen tetapi penelitian pengabdian masyarakat dengan mengajar dan membimbing

Penelitian

pengabdian dengan metode demostrasi dan redemonstrasi

Hasil yang dicapai adalah ibu hamil melaksankan yoga kehamilan sampai tuntas dan tertarik mengikuti kembali.

Kesimpulan pengabdian ini

Metode penelitian bukan penelitian eksperimen, variabel outputnya persiapan persalinan dan tidak dapat diajdikan acuan untuk penelitian

Kriteria

adalah untuk mendapatkan persalinan yang nyaman perlu

dilakukan persiapan sedini mungkin dari masa kehamilan dengan melakukan latihan yoga pregnancy.

3 Fatmawati Diana

Nur (2017)

Pengaruh Yoga Pada Ibu Inpartu Primigravida Terhadap Kemajuan

Persalinan Kala I Fase Aktif.

Jurnal Ners Kebidanan volume 4 no. 1 April 2017

- Variabel yoga - Kemajuan

persalinan - Jurnal < 5

tahun

- Desain penelitian diawali dengan pendekatan perbandingan

kelompok statis.

Populasi

primigravida pada fase aktif tahap pertama dari April hingga November 2016 di BPM Nurul Aini sebanyak 34 orang. Total sampel adalah 17 orang yang melakukan yoga dan 17 orang tidak melakukan yoga. Uji 75 ublic 75 ic

kemajuan persalinan pada fase aktif primigravida yang diberikan pengobatan yoga 75 ublic setengah dari kemajuan normal adalah 6 jam dari 8 orang (47,1%) dan tidak diberi

pengobatan mempercepat akselerasi yoga pada jam

Metode penelitian dijelaskan dengan lengkap, tahun masih dibawah 5 tahun, hasil penelitian dapat dijadikan acuan untuk penelitian

Kriteria

menggunakan uji Wilcoxon Mann – Whitney U – Test (SPSS) dan Regresi Linier

5 sebanyak 1 (5,9

%). Hasil Uji Wilcoxon Mann Whitney U dalam nilai SPSS p <0,05, ini

menunjukkan bahwa perbedaan antara kemajuan tenaga kerja dengan latihan yoga

primigravida dengan latihan yoga yang tidak. Dan kemudian untuk mengetahui seberapa jauh pengaruh latihan yoga terhadap kemajuan tahap pertama perpersalinan pada fase aktif primigravida

Kriteria

dilakukan uji regresi linier dan

mendapatkan nilai R2 = 0,383,

yang berarti latihan yoga berpengaruh sebesar 38,3%

terhadap tahap pertama.

Kemajuan persalinan untuk

fase aktif primiravida.

Dalam upaya mengatasi kecemasan dan rasa sakit saat

melahirkan, yoga dapat disebarluaskan ke 77 ublic untuk

dilakukan secara rutin 4 Pujianti Rima

(2018) Hubungan Frekuensi Senam

Jurnal Kebidanan 10 (02) 103 – 205

- Senam yoga - Lama

persalinan

- Penelitian ini

menggunakan

rancangan penelitian Hasil penelitian menunjukan

Metode penelitian dijelaskan dengan lengkap, tahun

Kriteria Yoga dengan Lama Persalinan Kala I Fase Aktif

deskriptif korelasional dengan pendekatan cross-sectional.

Populasi dalam penelitian ini ibu bersalin normal di Aura Cantika pada bulan April - Mei 2014, dengan teknik accidental sampling diperoleh sampel 30.

Analisa data dengan menggunakan uji statistik chi square

dari 15

responden yang rutin melakukan senam yoga, 14 responden diantaranya (46.7%) lama persalinannya cepat, sedangkan

dari 15

responden yang tidak rutin

melakukan senam yoga, didapatkan 11 responden (36,7 %) mengalami persalinan cepat. Hasil uji chi square dengan SPSS 16.0 nilai p value = 0,032 yang

menunjukkan ada hubungan yang

bermakna

masih dibawah 5 tahun, hasil penelitian dapat dijadikan acuan untuk penelitian

Kriteria

antara senam yoga dengan lama

persalinan kala I fase aktif

5 Suryani Ida (2015) Pengaruh Senam Hamil Teratur pada Primigravida terhadap

Perubahan

Psikofisiologis Ibu dan Berat Badan Lahir Bayi (Studi Eksperimen di Puskesmas

Pagarsih dan Padasuka

Bandung)

IJEMC, Volume 2 No. 3,

September 2015 - Senam hamil - Variabel

Perubahan Psikofisiologis Ibu

- Variabel Berat Badan Lahir Bayi

- Jurnal

diterbitkan > 5 tahun

Tidak relevan meskipun senam hamil tetapi focus penelitian pada perubahan psikofisiologis dan Berat Badan Lahir Bayi dan jurnal diterbitkan

> 5 tahun

6 Puspita Erlin dan Syarifah Rosita (2019) Pengaruh Tata Gym Dan Yoga Vinyasa Terhadap

Kemajuan

Persalinan Dan Penurunan Nyeri Pada Ibu Hamil Trimester III

LAPORAN AKHIR PENELITIAN UNGGULAN TERAPAN PERGURUAN TINGGI POLTEKKES KEMENKES JAKARTA I TAHUN 2019

- Yoga - Kemajuan

persalinan - Penelitian

eksperimen - Jurnal

diterbitkan < 5 tahun

- Penelitian kualitatif dengan rancangan Quasi Experimental

Group dengan

Pottest-Only Control Design. Adapun teknik pengambilan sampel yaitu dengan menggunakan teknik Sampling Purposif ( Purposive Sampling) yakni dengan sampel

Hasil penelitian dengan uji statistik Chi Square didapatkan hasil bahwa Tata Gym berpengaruh terhadap Kemajuan persalinan

Metode penelitian dijelaskan dengan lengkap, tahun masih dibawah 5 tahun, hasil penelitian dapat dijadikan acuan untuk penelitian

Kriteria

penelitian berjumlah 60 responden, 30 ibu hami Trimester III sebagai kelompok Kasus, dan 30 ibu hamil sebagai kelompok kontrol, dari hasil penelitian bivariat dengan uji statistik Chi Square

Kala II dengan nilai P Value 0,018

sedangkan untuk Kemajuan Persalinan

Kala I

didapatkan nilai P 0,506 (

> 0,05) sehingga Tata Gym tidak ada pengaruh terhadap Kala I. Untuk Variabel Nyeri Persalinan dilakukan dengan Regresi Logistik untuk melihat tingkatan nyeri yang paling berpengaruh, didapatkan hasil Skala Nyeri Sedang dengan P Value <0,05,

dan OR

Dokumen terkait