KAJIAN KEPUSTAKAAN
B. Kajian Teori
2. Keberlanjutan Pendidikan Anak
Dalam pendidikan formal ada yang namanya jenjang pendidikan. Jenjang pendidikan adalah tahapan pendidikan yang ditetapkan berdasarkan tingkat perkembanganpeserta didik, tujuan
35
yang akan dicapai, dan kemampuan yang dikembangkan.27
Jenjang pendidikan formal terdiri atas pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi. Selain jenjang pendidikan di atas diselenggarakan pendidikan pra sekolah sebagai persiapan untuk memasuki pendidikan dasar.28
1. Pendidikan Pra Sekolah
Penddikan Pra sekolah diselenggarakan untuk meletakkan dasar- dasar ke arah perkembangan sikap, pengetahuan, keterampilan, dan daya cipta yang diperlukan anak untuk hidup di lingkungan masyarakat serta memberikan bekal kemampuan dasar untuk memasuki jenjang sekolah dasar dan mengembangkan diri sesuai dengan asas pendidikan sedini mungkin dan seumur hidup.29
2. Pendidikan Dasar, terdiri dari:
a. Sekolah Dasar / Madrasah Ibtidaiyah
Pendidikan dasar merupakan pendidikan yang lamanya 9 (sembilan) tahun yang diselenggarakan selama 6 tahun di SD/MI dan 3 tahun di SLTP/MTS atau satuan pendidikan yang sederajat.30
27Sekretariat Negara RI, Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional.
28Fuad, Ihsan, Dasar-Dasar Kependidikan(Jakarta : PT Rineke Cipta, 1996), 129.
29Ibid., 129.
30Halim Soebahar, Kebijakan Pendidikan Islam (Jember : Pena Salsata, 2012), 78.
36
b. SMP/MTs
Pendidikan ini merupakan pendidikan awal selama 9 tahun pertama masa sekolah anak-anak, yaitu di Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Pada masa ini para siswa mempelajari bidang-bidang studi Ilmu Pengetahuan Alam, Matematika,Ilmu Pengetahuan Sosial, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Pendidikan Seni, Pendidikan Olahraga.31
Di akhir masa pendidikan di SD, para siswa harus mengikuti dan lulus dari Ujian Nasional (UN) untuk dapat melanjutkan pendidikannya ke SMP dengan lama pendidikan 3 tahun.
3. Pendidikan Menengah, tediri dari:
a. SMA, MA, SMK, dan MAK.
Pendidikan menengah merupakan lanjutan pendidikan dasar, dan masa belajarnya sama-sama kurang lebih 3 tahun.
Pendidikan menengah atas ini berupa SMA/MA atau sederajat. Dalam hal ini perserta didik dipersiapkan untuk mengikuti pendidikan tinggi ataupun memasuki lapangan kerja.32
Pendidikan menengah merupakan salah satu pertanda peradaban suatu masyarakat. Masyarakat yang berperadaban
31Fuad, Ihsan, (Jakarta : PT Rineke Cipta, 1996), 129.
32Binti Maunah, Ilmu Pendidikan (Yogyakarta : Teras, 2009), 145.
37
cenderung mengembangkan berbagai institusi yang mampu menggali dan menerapkan pengetahuan yang diperlukan untuk memajukan yaitu untuk menyiapkan siswa masuk dalam masyarakat, siswa diberi pengetahuan dasar, yang harus dimengerti agar nanti dapat terlibat dalam masyarakat.
Bahan itu adalah yang dianggap sebagai nilai budaya yang perlu diketahui oleh siswa bila ingin aktif dalam masyarakatnya. Bila tidak maka mereka tidak dapat berperan sebagai warga masyarakat yang ideal.
4. Pendidikan Tinggi terdiri dari:33 a. Akademi
Ialah perguruan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan terapan dalam satu cabang atau sebagian cabang ilmu pengetahuan, tekhnologi, atau kesenian tertentu.
b. Institut
Merupakan perguruan tinggi yang terdiri atas sejumlah fakultas yang menyelenggarakan pendidikan akademik dan profesional dalam sekelompok disiplin ilmu tertentu.
c. Sekolah Tinggi
Merupakan perguruan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan akademik dan profesional dalam suatu disiplin ilmu tertentu.
33Ibid., 130.
38
d. Universitas
Merupakan perguruan tinggi yang terdiri atas sejumlah fakultas yang menyelenggarakan pendidikan akademik dan profesional dalam sejumlah disiplin ilmu tertentu.
Keberadaan perguruan tinggi merupakan salah satu pertanda peradaban suatu masyarakat. Masyarakat yang berperadaban cenderung mengembangkan berbagai institusi yang mampu menggali dan menerapkan pengetahuan.
Dunia pendidikan tinggi sangat memerlukan adanya tatanan transformasi untuk memperoleh tatanan pendidikan nasional yang lebih bermakna sesuai dengan tuntutan dan dan generasinya.34
Setiap anak memiliki hak untuk melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi. Siswa kelas VI SD/MI berhak melanjutkan ke pendidikan SMP/MTs, kelas IX SMP/MTs juga dapat melanjutkan pendidikannya ke SMA/MA dan siswa kelas XII SMA/MA berhak melanjutkan pendidikannya ke bangku perguruan tinggi. Perguruan tinggi berbeda dengan bangku sekolah, disana diharuskan memilih satu jurusan yang sesuai dengan minat dan bakat peserta didik. Untuk itu sebelum memilih jurusan peserta didik tentunya harus mengetahui bakat dan kemampuannya sendiri. Disitulah peranan keluarga yaitu
34Soegoto, Menetapkan Strategi Keunggulan bersaing Perguruan Tinggi (Yogyakarta : PT Graha Ilmu, 2008), 58.
39
mengarahkan keberlanjutan pendidikan. Dalam rangka pelaksanaan pendidikan nasional, peranan keluarga sebagai lembaga pendidikan semakin tampak dan penting. Peranan keluarga terutama dalam penanaman sikap dan nilai hidup, pegembangan bakat dan minat serta pembinaan bakat dan kepribadian.
Dilihat dari segi pendidikan, keluarga merupakan lembaga pendidikan yang pertama dan utama dalam masyarakat, karena dalam keluarga lah manusia dilahirkan, berkembang menjadi dewasa. Keluarga menyediakan situasi belajar anak. Sementara itu, yang berkenaan dengan keluarga menyediakan situasi belajar, dapat dilihat bahwa bayi dan anak-anak sangat bergantung kepada orang tua, baik karena keadaan jasmaniahnya maupun kemampuan intelektual, meniru apa yang diajarkan oleh orang tua.35
Sumbangan keluarga bagi pendidikan anak adalah sebagai berikut:36
a. Cara orang tua melatih anak untuk menguasai cara-cara mengurus diri, seperti cara makan, buang air, berbicara, berjalan, berdoa, sungguh-sungguh membekas dalam diri anak karena berkaitan erat dengan perkembangan dirinya sebagai pribadi.
35Hasbullah, Dasar-Dasar Ilmu Pendidikan, 35.
36Ibid.,36.
40
b. Sikap orang tua sangat mempengaruhi perkembangan anak. Sikap menerima atau menolak, sikap kasih sayang atau acuh tak acuh, sikap sabar atau tergesa-gesa, sikap melindungi atau membiarkan secara langsung.
Sangat wajar dan logis jika tanggung jawab pendidikan terletak di tangan kedua orang tua dan tidak bisa dipikulkan kepada orang lain karena ia adalah darah dagingnya. Dalam menentukan lembaga pendidikan anak, keluarga sangat berperan penting dalam mengarahkannya.37
Tanggung jawab pendidikan yang perlu disadarkan dan dibina oleh kedua orang tuaterhadap anak antara lain yaitu memelihara dan membesarkannya, melindungi dan menjamin kesehatannya, mendidiknya dengan berbagai ilmu pengetahuan, dan keterampilan yang berguna bagi kehidupannya kelak bila ia telah dewasa mampu berdiri sendiri dan membantu orang lain.
Jadi, tugas utama keluarga bagi pendidikan anak ialah sebagai peletak dasar bagi pendidikan akhlak, pendangan hidup keagamaan dan mengarahkan keberlanjutan pendidikan anak- anaknya.38
37Ibid., 88.
38Hasbullah, Dasar-Dasar Ilmu Pendidikan (Jakarta : Rajawali Press, 2012), 89.
41