Atas karunia Allah SWT dan dengan sekuat tenaga penulis mencoba memaparkan skripsi yang berjudul “Persepsi Pekerja Anak Indonesia (TKI) Tentang Pentingnya Pendidikan di Desa Sukamakmur Kecamatan Ajung Kabupaten Jember”. bentuk pengabdian sekaligus memenuhi persyaratan untuk menerima gelar Sarjana Pendidikan Islam (S.Pd.I) di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jember. Persepsi Pekerja Anak Indonesia (TKI) terhadap pentingnya pendidikan di Desa Sukamakmur, Kecamatan Ajung, Kabupaten Jember. Anak TKI adalah anak yang orang tuanya atau salah satu orang tuanya bekerja di luar negeri. Berdasarkan latar belakang di atas maka permasalahan pokoknya adalah: 1) Bagaimana persepsi anak TKI mengenai pentingnya pendidikan di Desa Sukamakmur Kecamatan Ajung Kabupaten Jember? 2) Bagaimana persepsi anak TKI terhadap keberlangsungan pendidikan di Desa Sukamakmur Kecamatan Ajung Kabupaten Jember.
Salah satunya untuk mendeskripsikan persepsi anak TKI terhadap pentingnya pendidikan di Desa Sukamakmur, Kecamatan Ajung, Kabupaten Jember.
DAFTAR TABEL
PENDAHULUAN
- Latar Belakang
- TujuanPenelitian
- Manfaat Penelitian
- Sistematika Pembahasan
Oleh karena itu, wajib hukumnya bagi para orang tua untuk berusaha semaksimal mungkin agar mampu menafkahi dan mampu memberikan kasih sayang kepada putra-putrinya. Tak heran jika istilah Broken Home muncul dari anak-anak yang kurang mendapat kasih sayang dari orang tuanya karena sibuk bekerja. Nah, sebagai orang tua tentunya tidak ingin memiliki anak yang mengalami gangguan jiwa karena kurangnya perhatian dan kasih sayang dari orang tua.
Oleh karena itu, jalan alternatif yang ditempuh para orang tua di Desa Sukamakmur adalah menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dan rela meninggalkan anak dan keluarganya.7.
KAJIAN KEPUSTAKAAN
Penelitan Terdahulu
Penelitian ini lebih fokus pada TKI dan perkembangan psikologis anak, sedangkan penelitian ini lebih fokus pada persepsi anak TKI terhadap. Penelitian ini lebih fokus pada pendidikan dan pelatihan bagi pekerja migran, padahal dalam penelitian ini lebih banyak lagi. Penelitian ini lebih fokus pada manajemen orang tua pekerja migran Indonesia (TKI) dalam motivasi belajar anak, sedangkan penelitian ini lebih fokus pada persepsi anak TKI terhadap.
Perbedaan penelitian yang akan dilakukan dibandingkan dengan penelitian tersebut adalah penelitian ini lebih fokus pada persepsi pekerja migran mengenai pentingnya pendidikan.
Kajian Teori
- Persepsi Anak Tenaga Kerja Indonesia (TKI) terhadap pentingnya pendidikan
- Keberlanjutan Pendidikan Anak
Anak adalah seseorang yang mengalami perkembangan dan perubahan, yang dimaksud disini adalah anak dari keluarga Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang memikirkan pentingnya pendidikan. Sedangkan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) adalah seluruh penduduk usia kerja (15 tahun ke atas) yang bekerja di luar negeri yang mempunyai potensi menghasilkan barang dan jasa. Namun sejak sensus penduduk tahun 2000 dan sesuai dengan peraturan internasional, pekerja adalah penduduk yang berusia 15 tahun ke atas.
Pekerja adalah setiap laki-laki atau perempuan yang melakukan atau akan melaksanakan pekerjaan, baik dalam bidang pekerjaan maupun pekerjaan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) adalah orang yang bekerja di luar negeri sebagai buruh yang bekerja pada pemberi kerja untuk menciptakan nilai finansial dan sosial yang lebih besar.10. Tenaga kerja adalah setiap orang yang mampu melakukan pekerjaan di dalam dan di luar hubungan kerja untuk menghasilkan barang atau jasa guna memenuhi kebutuhan masyarakat.
Dalam konteks ini, pengembangan tenaga kerja berarti meningkatkan efektivitas tenaga kerja dalam melaksanakan pekerjaan. Pengurangan kata di dalam atau di luar hubungan kerja dan tidak sesuai dengan konsep ketenagakerjaan dalam pengertian umum. Begitu pula dengan menambahkan kata “memiliki” pada kalimat tersebut berarti memenuhi kebutuhan diri sendiri dan masyarakat karena barang atau jasa yang dihasilkan oleh angkatan kerja tidak hanya untuk masyarakat tetapi juga untuk dirinya sendiri sehingga menimbulkan kesan merampas hak milik. kenyataan bahwa penduduk pekerja selama ini hanya bekerja pada orang lain dan melupakan dirinya sendiri.
Jadi dapat disimpulkan bahwa Anak Tenaga Kerja Indonesia (TKI) umur 12-22 tahun adalah anak yang telah mencapai usia remaja yang orang tuanya bekerja di luar negeri sebagai tenaga kerja yang bekerja pada pemberi kerja yang mampu melakukan pekerjaan tersebut, baik di dalam maupun di luar hubungan kerja. menghasilkan barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan pribadi, keluarga, dan masyarakat umum. Pendidikan formal merupakan jalur pendidikan yang terstruktur dan berjenjang yang terdiri dari pendidikan dasar, pendidikan pemuda, dan pendidikan tinggi. Dalam penelitian ini lebih fokus pada pendidikan formal, yaitu jalur pendidikan yang terstruktur dan berjenjang yang terdiri dari pendidikan dasar, pendidikan pemuda, dan pendidikan tinggi.
Jalur pendidikan formal juga sejalan dengan pendidikan anak-anak pekerja Indonesia berusia 12 hingga 22 tahun di Desa Sukamakmur, Ajung Jember.
METODE PENELITIAN
Metode Penelitian
- Lokasi Penelitian
- Penetuan Subyek Penelitian
- Teknik Pengumpulan Data
- Analisa Data
- Keabsahan Data
- Tahap-Tahap Penelitian
Alasan dipilihnya desa ini sebagai lokasi penelitian karena Desa Sukamakmur merupakan desa yang mayoritas masyarakatnya adalah tenaga kerja Indonesia (TKI). Misalnya saja ketika meneliti anak-anak pekerja migran yang berusia 12-22 tahun, maka yang dipilih sebagai sampel adalah orang-orang yang sebenarnya adalah anak-anak pekerja migran yang berusia 12-22 tahun. Menurut Margono, observasi diartikan sebagai pengamatan dan pencatatan secara sistematis gejala-gejala yang terjadi pada objek penelitian.8 Sedangkan Arikunto menyatakan bahwa observasi atau disebut juga observasi meliputi kegiatan memusatkan perhatian pada suatu objek penelitian dengan menggunakan seluruh alat indera. . 9.
Observasi yang dilakukan dalam penelitian ini adalah observasi langsung, yaitu peneliti mengamati langsung dan terjun ke lapangan. Dengan demikian peneliti dapat mengetahui secara langsung persepsi para pekerja migran mengenai pentingnya pendidikan di Desa Sukamakmur Kecamatan Ajung Kabupaten Jember. Metode dokumenter adalah suatu cara pengumpulan data melalui peninggalan-peninggalan tertulis seperti arsip termasuk buku-buku pendapat, teori, postulat atau undang-undang dan lain-lain yang berkaitan dengan masalah penelitian.11.
Jadi jelas bahwa metode dokumenter adalah suatu metode yang digunakan dalam penelitian untuk memperoleh data dari berbagai catatan, arsip, laporan, tentang peristiwa masa lalu yang berbentuk dokumen. Setelah dikumpulkan dari lapangan dengan berbagai metode, dilakukan analisis data karena data yang diperoleh merupakan data mentah yang perlu diolah dan dianalisis. Jumlah data yang diperoleh pada saat penelitian lapangan sangat banyak sehingga harus dicatat secara cermat dan rinci.
Triangulasi sumber adalah perbandingan dan pengecekan balik terhadap derajat reliabilitas informasi yang diperoleh melalui waktu dan instrumen yang berbeda, artinya derajat reliabilitas seorang informan yang diperoleh dibandingkan dan dicek ulang dengan informasi yang diperoleh dari sumber lain.14. Pada tahap ini peneliti mulai melakukan pemilihan informan untuk memperoleh informasi yang terpilih, Informan yang diambil dalam penelitian ini adalah kepala desa, anak TKI, anak eks TKI dan tetangga TKI.
PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS
Gambaran Objek Penelitian 1. Sejarah Desa Sukamakmur
- Persepsi Anak Tenaga Kerja Indonesia (TKI) Terhadap Pentingnya Pendidikan
- Persepsi Anak TKI Terhadap Keberlanjutan Pendidikan
Saya sangat ingin melanjutkan pendidikan saya ke bangku SMA, kalaupun orang tua saya mampu dan memberikan dukungan, saya ingin melanjutkan pendidikan saya ke perguruan tinggi. Bagi saya kelanjutan pendidikan itu penting, bagi saya dan setiap anak pasti ada keinginan yang sama, walaupun banyak tetangga saya yang terkadang enggan melanjutkan pendidikan karena malas dan menikah dini. 14. Ia merasa melanjutkan pendidikan penting baginya, meski ada beberapa anak di rumahnya yang enggan melanjutkan pendidikan karena malas.
Melanjutkan pendidikan memang penting baginya, namun sebaliknya bagaimana ia bisa mengeluarkan banyak uang untuk pendidikannya padahal ia tidak memiliki keinginan untuk bersekolah, itu hanya akan menambah beban orang tuanya dan membuang-buang uang. Saya rasa pelatihan lanjutan adalah keinginan semua orang, namun sayangnya saya tidak bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, saya takut dengan guru baru, biaya juga tidak bisa menutupinya. Terkadang saya berpikir saya menyesal tidak bisa melanjutkan pendidikan dan mewujudkan impian saya menjadi seorang guru.16.
Berdasarkan hasil wawancara di atas, pendidikan menengah merupakan dambaan setiap siswa, namun sayangnya ia tidak dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, karena takut berhadapan dengan guru dan biaya pendidikannya tidak mampu. Meski baru saja lulus dari MI Sukamakmur, namun melanjutkan pendidikan tetap penting baginya untuk mendapatkan masa depan cerah. Melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi adalah dambaan setiap anak, walaupun perekonomian keluarga saya tidak memungkinkan saya untuk kuliah, namun semangat saya tidak berhenti untuk mencoba melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, ada beasiswa.
Berdasarkan hasil wawancara diatas, pendidikan lanjutan merupakan dambaan setiap anak, walaupun perekonomian keluarga tidak memungkinkan untuk melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi namun ia tidak putus asa dan terus berusaha untuk bisa. Oleh karena itu, berdasarkan wawancara dengan berbagai informan di atas, dapat disimpulkan bahwa anak-anak pekerja migran memandang melanjutkan pendidikan sangat penting dan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, bahkan hingga perguruan tinggi, merupakan dambaan setiap orang.
Pembahasan Temuan
Meskipun tidak semua anak pekerja migran dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, hambatannya antara lain sumber daya yang tidak memadai, pernikahan dini, dan pengaruh lingkungan. Mereka ingin mendapatkan pendidikan yang lebih tinggi, termasuk universitas, dengan pendidikan yang lebih tinggi, anak-anak pekerja migran menjanjikan masa depan yang cerah, pekerjaan yang layak dan sesuai dengan kemampuan atau potensinya. Dari beberapa uraian data yang disajikan di awal, dapat kita simpulkan bahwa banyak anak buruh migran yang ingin mengenyam pendidikan tinggi.
Berdasarkan wawancara, observasi dan dokumentasi, terlihat bahwa tidak semua anak TKI dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi atau bahkan perguruan tinggi. Namun para pekerja migran di Desa Sukamakmur rata-rata hanya dapat melanjutkan pendidikan hingga sekolah dasar dan menengah. Ada juga seorang anak TKI yang percaya bahwa dirinya bisa mendapatkan masa depan yang baik, mendapatkan pekerjaan dan mendapatkan uang meski tanpa pendidikan tinggi.
Selain hal di atas, ditemukan persepsi anak TKI yang menganggap penting pendidikan, ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, bahkan hingga perguruan tinggi. Anak-anak TKI juga sangat sadar akan pentingnya pendidikan lanjutan, walaupun biaya keluarga tidak memungkinkan mereka untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, namun hal tersebut tidak menyurutkan semangat anak-anak TKI untuk menempuh pendidikan. Selain itu, ada juga anak-anak buruh migran yang sempat tertunda pendidikannya untuk melanjutkan ke perguruan tinggi namun mereka ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi jika dana yang terkumpul mencukupi.
Sehingga dalam persepsi pekerja migran mengenai pentingnya pendidikan dan keberlangsungan pendidikan, mereka menganggap kedua hal tersebut sangat penting bagi mereka. Sehingga anak-anak pekerja migran saat ini mempunyai keinginan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi bahkan sampai perguruan tinggi, walaupun tidak semua anak pekerja migran dapat melanjutkan pendidikan karena biaya yang tidak menunjang, kemalasan karena pengaruh lingkungan dan perkawinan. pada usia dini.
PENUTUP
Kesimpulan
Saran
DAFTAR PUSTAKA