• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERSEPSI REMAJA DESA KADUR TERHADAP KESADARAN MELANJUTKAN PENDIDIKAN DI PERGURUAN TINGGI

N/A
N/A
Maulana

Academic year: 2024

Membagikan "PERSEPSI REMAJA DESA KADUR TERHADAP KESADARAN MELANJUTKAN PENDIDIKAN DI PERGURUAN TINGGI"

Copied!
106
0
0

Teks penuh

Anas Ansori, 2023 Persepsi pemuda desa Kadur terhadap kesadaran melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Tesis, Program Studi Tadris Ilmu Sosial, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura; Pembimbing : Muhammad Hadiatur Rahmah, M.Si. Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang atas rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsinya yang berjudul “Persepsi Remaja Desa Kadur Terhadap Kesadaran Melanjutkan Pendidikan di Perguruan Tinggi”.

Fokus penelitian

Berdasarkan hasil observasi awal tersebut terlihat adanya kesenjangan antara tingkat ekonomi dan tingkat pendidikan masyarakat di desa Kadur, sehingga peneliti tertarik untuk melakukan penelitian mengenai persepsi remaja desa mengenai pendidikan. pentingnya melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi agar peneliti dapat mengetahui bagaimana persepsi remaja desa kadur sehingga peneliti tertarik untuk mengangkat judul “Persepsi remaja desa kadur mengenai kesadarannya untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi” .

Tujuan Penelitian

Meningkatkan kepekaan, kreatifitas, wawasan serta menambah pengetahuan persepsi generasi muda akan pentingnya pendidikan tinggi. Kami berharap penelitian ini dapat menjadi tambahan informasi atau referensi khususnya bagi para peneliti yang melakukan penelitian tentang persepsi kesadaran remaja untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, sehingga dapat mengembangkan penelitian selanjutnya.

Kajian penelitian terdahulu

Indikator Persepsi

Pemahaman atau pemahaman Setelah gambaran atau kesan muncul di otak, gambar-gambar tersebut diorganisasikan, diklasifikasi, dibandingkan dan diinterpretasikan sehingga terbentuklah pemahaman atau pemahaman. Individu membandingkan makna atau pemahaman yang baru diperolehnya dengan kriteria atau norma yang dimiliki individu tersebut secara subyektif.

Proses Terjadinya Persepsi

Dengan demikian, tahap akhir dari proses persepsi adalah individu menjadi sadar akan apa yang diterima melalui inderanya.18. Persepsi merupakan bagian dari segala proses yang menghasilkan tanggapan atau tanggapan setelah manusia menerima rangsangan.

Faktor-Faktor Persepsi

Sebuah eksperimen di Amerika Serikat (Bruner dan Godman, 1947, Carter dan Schooler, 1949) menunjukkan bahwa anak-anak dari keluarga miskin menganggap koin lebih besar dari ukuran sebenarnya. Ciri-ciri kepribadian juga akan mempengaruhi persepsi, seperti dua orang yang bekerja di kantor yang sama di bawah pengawasan satu atasan, orang yang pemalu dan orang yang percaya diri tinggi akan mempersepsikan atasannya secara berbeda.20.

Tahapan-tahapan Perkembangan Ramaja

Seorang remaja pada tahap ini masih terkesima dengan perubahan yang terjadi pada tubuhnya sendiri dan dorongan yang menyertai perubahan tersebut, mereka mengembangkan pemikiran baru, cepat tertarik pada lawan jenis dan mudah terangsang secara erotis. Pada tahap ini remaja sangat membutuhkan teman, mereka senang jika banyak teman yang menyukainya, terdapat kecenderungan “narsis” yaitu mencintai diri sendiri, dengan menyukai teman yang mempunyai kualitas yang sama dengan dirinya.

Klasifikasi Umur Remaja

Emosi yang dominan pada masa ini adalah keinginan untuk bermain, berlari, melompat dan lain-lain, yang pada dasarnya harus melatih ketajaman indra dan ketajaman anggota tubuh. Kemampuannya masih sangat kurang, sehingga Rousseau mengatakan bahwa anak-anak pada usia ini sebaiknya tidak mengenyam pendidikan formal seperti berhitung, membaca dan menulis. Anak akan belajar sendiri karena masa ini mencerminkan era perkembangan ilmu pengetahuan dalam evolusi manusia.

Pada peringkat ini terdapat perubahan daripada kecenderungan mementingkan diri sendiri kepada keprihatinan terhadap orang lain dan kecenderungan untuk mementingkan diri sendiri.

Tinjauan tentang kesadaran 1. Pengertian Kesadaran

Indikator Kesadaran

Menurut Soekant, ada empat indikator kesadaran yang masing-masing merupakan tahapan untuk tahapan berikutnya.

Tingkat Kesadaran

Tinjauan tentang Perguruan tinggi

Namun juga bagaimana al-‘ulum al-naqliyah (ilmu abadi) memberikan ruh dan landasan, serta rencana pengembangan al-ulum al-aqliyah (ilmu yang diperoleh), yang meliputi: (1) Seni (ilmu imajinatif ) ), seperti: seni dan arsitektur Islam, bahasa, sastra;. 2) ilmu-ilmu intelektual, yang meliputi ilmu-ilmu sosial (teoretis), filsafat, pendidikan, ekonomi, ilmu politik, sejarah, peradaban Islam, geografi, sosiologi, linguistik, psikologi, antropologi; (3) ilmu pengetahuan alam, yang meliputi: filsafat. Kajian yang berkembang di perguruan tinggi agama Islam akhir-akhir ini tidak hanya menekankan pada pengembangan ilmu agama Islam dalam pengertian ilmu al-‘ulum al-naqliyah atau tanziliyah (yang diperoleh dari wahyu), tetapi juga melibatkan kajian tentang al’ulum al’aqliyah atau kauniyah. ilmu pengetahuan (dari alam semesta yang diciptakan Tuhan) yang bersifat empiris. Fakultas-fakultas tersebut bernaung dan bergabung dengan jurusan tersebut karena semuanya mempunyai bidang ilmu yang sama yaitu ilmu pertanian.Kelima perguruan tinggi tersebut mempunyai satu persamaan yaitu kewenangan menerima lulusan SMA dan menyelenggarakan pendidikan tinggi.34.

Enoch Mrkum, Pendidikan Tinggi dalam Perspektif Sejarah dan Perkembangannya di Indonesia, (Jakarta: UI-PRESS, 2007) hal.22.

Kehadiran Peneliti

Smitch, makna merupakan suatu kandungan penting yang timbul sebagai akibat dari pengalaman sadar manusia.37 Menurut Cresswell, fenomenologi adalah suatu pendekatan penelitian dimana peneliti mengidentifikasi pengalaman manusia mengenai suatu fenomena tertentu, maka dari proses tersebut peneliti menggambarkan gejala-gejala yang bersumber dari pengalaman sadar manusia. pengalaman subjek38. Berdasarkan uraian di atas, maka kajian fenomenologi merupakan kajian yang membahas tentang pengalaman manusia mengenai fenomena tertentu yang dialami secara sadar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana persepsi remaja tentang pentingnya melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Peneliti kemudian melakukan observasi terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar serta mewawancarai berbagai informan, dalam hal ini remaja yang ingin melanjutkan pendidikan setelah kuliah, remaja yang tidak ingin melanjutkan pendidikan setelah kuliah, guru dan juga masyarakat, serta dokumentasi di berupa data desa dan informasi – informasi yang dibutuhkan sebagai bahan dalam penelitian ini.

Lokasi Penelitian

Adapun kehadiran peneliti dalam hal ini peneliti terjun langsung ke lapangan untuk menggali informasi dibandingkan mendapatkan data relevan dari informan dengan cara mendatangi sekolah secara langsung.

Subjek Penelitian

Populasi adalah keseluruhan objek atau individu yang akan diteliti, mempunyai ciri-ciri tertentu, jelas dan lengkap. Populasi dalam penelitian ini adalah remaja yang tidak ingin melanjutkan kuliah dan remaja yang ingin melanjutkan ke perguruan tinggi. Dalam penelitian ini digunakan teknik purposive sampling karena pengambilan sampel didasarkan pada pertimbangan bahwa informasi yang diinginkan sesuai tujuan hanya dapat diperoleh dari sumber tertentu.

Sumber Data

Sumber data primer merupakan sumber terpenting dalam penelitian kualitatif berupa perkataan dan tindakan yang diperoleh langsung dari berbagai sumber. “Pada bagian ini, jenis data dibagi menjadi kata-kata dan tindakan.” Pengumpulan sumber data primer melalui wawancara atau observasi partisipan merupakan hasil gabungan upaya mengamati, mendengarkan, dan mengajukan pertanyaan. Sedangkan data primer dalam penelitian ini adalah hasil wawancara terhadap remaja desa Kadur yang tidak mempunyai keinginan untuk melanjutkan pendidikan tinggi (Habibur Rahman, Dinda Nur Inayah, Iqbal Ramadhon, Fausi Rizal, Alex Affan, Rosiyadi). dan remaja yang mempunyai keinginan untuk melanjutkan pendidikan tinggi (Nurul Hidayat, Faiqotul Izzah, Mohammad Rizki,).

Sumber data sekunder yang digunakan dalam penelitian ini adalah buku-buku yang berkaitan dengan penelitian persepsi remaja terhadap pendidikan tinggi.

Prosedur Pengumpulan Data

Sukma Dinata menjelaskan observasi atau observasi adalah suatu teknik atau cara mengumpulkan data dengan melakukan pengamatan terhadap kegiatan yang sedang berlangsung. Menurut Sukmadinata, dokumentasi adalah suatu teknik pengumpulan data dengan cara mengumpulkan dan menganalisis dokumen, baik tertulis, visual, maupun elektronik. Namun yang dilaporkan dalam penelitian adalah hasil analisis, bukan dokumen mentah yang belum dianalisis peneliti.46.

Dokumentasi dalam penelitian ini dilakukan peneliti untuk mengetahui profil sekolah, foto-foto pada saat wawancara dan observasi, panduan wawancara, panduan observasi dan arsip-arsip lain yang diperlukan untuk penelitian.

Tahap-Tahap Penelitian

Dalam mencari topik yang menarik, sebaiknya peneliti melakukan langkah pertama yaitu menggali topik yang menurut peneliti menarik dan layak untuk diteliti, karena topik yang bagus akan menghasilkan judul yang bagus. Masalah dirumuskan berdasarkan sisi menarik dari topik yang ingin diteliti beserta tujuan yang ingin dicapai. Manfaat dirumuskan berdasarkan rumusan masalah yang ada, dan dirumuskan berdasarkan dua pandangan, yaitu pandangan teoretis dan praktis.

Teknik analisis data yang digunakan peneliti dalam penelitian ini adalah dengan menentukan data primer dan sekunder setelah data primer dan sekunder terkumpul, kemudian memperjelasnya berdasarkan pertanyaan penelitian yang telah diidentifikasi.

Paparan Data

Persepsi remaja desa Kadur terhadap kesadaran melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi

Menurut saya sangat penting untuk melanjutkan pendidikan sampai ke jenjang universitas, mengapa demikian, karena seseorang yang... Dari hasil wawancara yang dilakukan peneliti dengan Nurul Hidayat menunjukkan bahwa beliau mempunyai persepsi yang baik terhadap pendidikan tinggi. pendidikan dan memiliki kesadaran bahwa melanjutkan pendidikan tinggi diperlukan. Tentunya saya akan melanjutkan pendidikan perguruan tinggi setelah saya lulus, karena menurut saya sangat penting untuk melanjutkan pendidikan sampai ke jenjang universitas, karena saya akan mendapatkan lebih banyak ilmu dan pengalaman di sana.”

Rasanya setelah lulus saya tidak akan melanjutkan pendidikan tinggi atau kuliah karena menurut saya tidak melanjutkan studi tidak masalah, mengejar cita-cita kita tidak harus melalui universitas untuk setiap cita-citanya.

Temuan Penelitian

PEMBAHASAN

Setelah peneliti mengumpulkan data berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh dari wawancara, observasi dan dokumentasi.

Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan peneliti, remaja Kadur mempunyai persepsi yang berbeda-beda, ada yang mempunyai persepsi baik akan pentingnya melanjutkan pendidikan tinggi, ada juga yang mempunyai persepsi kurang baik terhadap kesadarannya untuk melanjutkan pendidikan di tingkat tersier. Persepsi seperti ini dianut oleh para remaja yang beranggapan bahwa melanjutkan pendidikan tinggi hanya bertujuan untuk mencari pekerjaan, bukan untuk menimba ilmu. Merespon persepsi remaja di Desa Kadur mengenai kesadarannya akan pentingnya melanjutkan pendidikan tinggi.

Berdasarkan uraian yang ditulis peneliti mengenai persepsi remaja di Desa Kadur mengenai kesadarannya untuk menuntut ilmu hingga perguruan tinggi, maka dapat disimpulkan bahwa memang demikian adanya.

SARAN

Remaja desa kadur

Jadi antara remaja yang ingin melanjutkan dan yang tidak ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, lebih banyak lagi yang tidak ingin melanjutkan, menurut hasil wawancara yang dilakukan oleh penelitian yang ada. ada remaja yang mempunyai kesadaran dan persepsi baik dan ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi, ada pula remaja yang mempunyai kesadaran dan persepsi baik namun tidak ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi karena beberapa faktor dari keluarga mereka. dan ekonomi, serta remaja yang menganggap kuliah tidak penting sehingga tidak mempunyai keinginan untuk melanjutkan pendidikan.

Lulusan perguruan tinggi

Peneliti Selanjutnya

Berdasarkan observasi awal, terdapat tiga lembaga pendidikan setingkat SMA/MA di Desa Kadur yang berjumlah 231, namun remaja di Desa Kadur yang tamat SMA/MA banyak yang hanya 25% saja yang melanjutkan sedangkan sebagian lainnya melanjutkan. tidak melanjutkan pendidikan sampai jenjang perguruan tinggi atau lebih tinggi, memilih bekerja dan sejenisnya. TIDAK. Asisten Tujuan wawancara. untuk mendapatkan data tentang caranya. Persepsi pemuda desa tentang keberadaan pendidikan tinggi. untuk memperoleh data mengenai persepsi remaja di desa Kadur terhadap pentingnya melanjutkan pendidikan tinggi. untuk memperoleh data faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi remaja di desa Kadur. B : Perguruan Tinggi sering juga disebut dengan perkuliahan, dimana merupakan sekolah atau tempat dimana mereka dapat melanjutkan pendidikannya setelah lulus SMA atau MA.

B: Tentu saja kedepannya saya akan melanjutkan studi di perguruan tinggi, karena menurut saya melanjutkan studi di perguruan tinggi itu sangat penting, karena saya akan menambah ilmu dan pengalaman di sana. B : “Sebenarnya persepsi terhadap pendidikan tinggi itu sangat baik, namun kembali lagi kepada individu, terkadang meskipun persepsinya baik, ada juga hal yang mempengaruhinya untuk tidak melanjutkan pendidikan tinggi padahal persepsinya baik. , misalnya saya sendiri, saya mempunyai keinginan untuk melanjutkan. Sepertinya saya masih tidak bisa melanjutkan kuliah setelah lulus. B : “Melanjutkan pendidikan memang penting, apalagi ke perguruan tinggi dan seterusnya, tapi untuk melanjutkan ke perguruan tinggi perlu biaya yang banyak dan kalau mereka tanya aku mau melanjutkan pendidikan atau tidak, aku sangat ingin, tapi keluarga saya tidak mendukung karena di keluarga saya tidak ada satupun yang kuliah, jadi setelah lulus mereka disuruh segera mencari pekerjaan.

Referensi

Dokumen terkait

Skripsi yang berjudul “faktor-faktor penyebab anak lulusan SLTA tidak melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi di desa perteguhen kecamatan simpang empat kabupaten

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menumbuhkan kesadaran akan pentingnya melanjutkan pendidikan pada remaja awal di Desa Mekarmanik dengan menggunakan konsep Orientasi Masa

Hasil perhitungan untuk nilai (R 2 ) diperoleh 73,9% minat melanjutkan studi ke perguruan tinggi dipengaruhi oleh persepsi peluang kerja dan kondisi ekonomi orang tua, sisannya

Berdasarkan hasil distribusi data di atas, dapat dilihat bahwa faktor penyebab remaja desa tidak melanjutkan pendidikan kejenjang sekolah lanjutan dengan indikator

Rendahnya Minat Siswa Kelas XII Untuk Melanjutkan Pendidikan Ke Perguruan Tinggi di Desa

Dengan demikian besarnya pengaruh lingkungan sosial dan persepsi terhadap minat melanjutkan ke perguruan tinggi (siswa pada jenjang pendidikan menengah yang bertempat tinggal

Problematika Orang Tua dalam melanjutkan pendidikan anak ke perguruan tinggi pada Masyarakat Desa Angkasa Kecamatan Bandar Petalangan ditinjau dari hasil

Berdasarkan penelitian yang dilakukan di Pasar Barito terhadap empat anak tersebut bahwa faktor kesiapan bukanlah penghambat mereka dalam melanjutkan pendidikan ke