• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kecambah Kacang Hijau ( Tauge)

D. Etilen

2.5. Kecambah Kacang Hijau ( Tauge)

Kecambah adalah tumbuhan kecil yang baru tumbuh dari biji kacang- kacangan yang disemaikan atau melalui perkecambahan. Kecambah yang dibuat dari biji kacang hijau disebut tauge. Kecambah memiliki kandungan vitamin C, thiamin, riboflavin, niasin, asam pantothenik, vitamin B6, folat, kolin, ß-karoten, vitamin A, vitamin E (atokoferol), dan vitamin K. Selain itu, kecambah juga mengandung mineral yang terdiri dari kalsium (Ca), besi (Fe), magnesium (Mg), fosfor (P), potasium (K), sodium (Na), zinc (Zn), tembaga (Cu), mangan (Mn), dan selenium (Se). Asam amino esensial yang terkandung dalam tauge, antara lain: triptofan, treonin, fenilalanin, metionin, lisin, leusin, isoleusin, dan valin (Amilah dan Astuti, 2006). Auksin juga terkandung dalam kecambah kacang hijau (tauge). Auksin berfungsi untuk membantu dalam proses mempercepat pertumbuhan, baik itu pertumbuhan akar maupun pertumbuhan batang, membantu dalam proses pembelahan sel dan mempercepat pemasakan buah. Menurut Artanti (2007) salah satu fungsi auksin yaitu membantu proses pemanjangan sel pada pucuk tanaman, sehingga secara tidak langsung membantu dalam perbanyakan jumlah daun. Semakin tinggi batang maka akan semakin banyak pula daun yang ada pada batang (Siregar dkk., 2015).

Tauge mengandung banyak sekali senyawa fitokimiawi yang sangat berkhasiat. Saat dalam bentuk tauge, kecambah memiliki kandungan vitamin lebih banyak dari kandungan bijinya. Dibandingkan kadar dalam biji, kadar vitamin B dan E meningkat jumlahnya, dari 2,5 sampai 3 kali lebih besar. Sedangkan vitamin C yang sangat sedikit pada biji-bijian kering, dalam bentuk tauge

meningkat menjadi 20 mg/100g. Kandungan giberelin dalam spesies Phaseolus sp mencapai 18 mg/kg (Amilah dan Astuti, 2006).

Menurut Direktorat Gizi Departemen Kesehatan (dalam Amilah dan Astuti, 2006) kandungan gizi dalam 100 g tauge terdiri dari, kalori 23 kal, protein 2,9 g, lemak 0,2 gram, kalsium 29 mg,fosfor 69 mg, besi 0,8 mg, vitamin A 10 IU, vitamin B1 0,07 mg, vitamin C 15 mg, dan air 92,4 g. Kecambah kacang hijau (tauge) merupakan jenis sayuran yang umum dikonsumsi, mudah diperoleh, ekonomis, dan tidak menghasilkan senyawa yang berefek toksik. Ekstrak kecambah kacang hijau memiliki konsentrasi senyawa zat pengatur tumbuh auksin 1,68 ppm, giberelin 39,94 ppm dan sitokinin 96,26 ppm (Ulfa, 2014).

Menurut Yuliatul Muslimah dkk (2016) pengaruh pemberian ZPT organik ekstrak tauge tertinggi dijumpai pada konsentrasi 25%. Hal ini diduga bahwa konsentrasi 25% sudah cukup efektif untuk memacu dan meningkatkan pertumbuhan bibit stek lada, terutama dalam merangsang dan memacu pertumbuhan awal stek (inisiasi akar dan tunas stek).

2.6. Media Tanam 2.6.1. Tanah top soil

Top soil tersusun atas komposisi alamiah dengan kandungan mineral yang sangat berguna bagi tanaman. Namun terdapat beberapa kelemahan dari penggunaan top soil sebagai media sapih, diantaranya media sapih lekas menjadi padat, aerasi kurang baik karena mengandung bahan organic sedikit dan ketersediaan unsur hara tertentu bagi tanaman yang sangat kurang. Penggunaan bahan organic seperti serbuk sabut kelapa, serbuk gergaji, gambut, atau sekam padi sebagai media tambahan atau pengganti top soil diketahui dapat menambah

ketersediaan unsur hara dalam tanah, memperbaiki struktur tanah, meningkatkan kapasitas tukar kation, memperbesar kemampuan tanah menahan air, membantu mengurangi toksisitas ion aluminium, meningkatkan drainasi dan aerasi tanah serta memperbaiki aktivitas mikroorganisme tanah. Manfaat penggunaan media organik yang penting lainnya adalah untuk mencegah semakin berkurangnya lapisan top soil yang subur dan mengurangi penggunaan bahan yang dapat merusak lingkungan (Putri dan Nurhasbyi, 2010)

2.6.2. Sekam

Sekam bakar adalah media tanam yang porous dan steril dari sekam padi yang hanya dapat dipakai untuk satu musim tanam dengan cara membakar kulit padi kering diatas tungku pembakaran, dan sebelum bara sekam menjadi abu disiram dengan air bersih. Hasil yang diperoleh berupa arang sekam (sekam bakar) (Tim penulis PS, 2009). Menurut Yati Supriati dan Ersi herlina (2011) arang sekam adalah sekam padi yang telah dibakar dengan pembakaran tidak sempurna. Cara membuatnya dapat dilakukan dengan menyangrai atau membakar.

Keunggulan sekam bakar adalah dapat memperbaiki sifat fisik dan kimia tanah, serta melindungi tanaman. Sekam bakar yang digunakan adalah hasil pembakaran sekam padi yang tidak sempurna, sehingga diperoleh sekam bakar yang berwarna hitam, bukan abu sekam yang berwarna putih. Menambahkan sekam padi memiliki aerasi dan drainase yang baik, tetapi masih mengandung organisme-organisme pathogen atau organisme yang dapat menghambat pertumbuhan tanaman. Oleh sebab itu sebelum menggunakan sekam sebagai media tanam, maka untuk menghancurkan pathogen sekam tersebut dibakar terlebih dahulu (Timbul P. Tumanggor, 2006).

2.6.3. Pupuk Kandang

Pupuk kandang mempunyai kemampuan mengubah berbagai factor dalam tanah, sehingga menjadi factor-faktor yang menjamin kesuburan tanah. Pupuk kandang yang digunakan yaitu pupuk kandang yang sudah terdekomposisi sehingga sudah berupa kompos. Selain pupuk kandang sebagai penyuplai nutrisi bagi tanaman, media tanam juga berperan penting dalam budidaya tanaman (Anata, dkk., 2004).

Pupuk kandang sapi merupakan pupuk padat yang banyak mengandung air dan lender. Pupuk kandang selain dapat menambah ketersediaan unsur-unsur hara bagi tanaman, juga mengembangkan kehidupan mikroorganisme di dalam tanah.

Mikroorganisme berperan mengubah seresah dan sisa-sisa tanaman menjadi humus, senyawa-senyawa tertentu disintesa menjadi bahan-bahan yang berguna bagi tanaman. Penambahan pupuk kandang sapi pada tanah dapat memperbaiki sifat fisik tanah seperti kemampuan mengikat air, porositas dan berat volume tanah, interaksi antara pupuk kandang sapi dan mikroorganisme tanah dapat memperbaiki area dan struktur tanah. Hal ini dapat terjadi karena hasil dekomposisi oleh mikroorganisme tanah seperti polisakarida dapat berfungsi sebagai lem atau perekat antara partikel tanah. Keadaan ini berpengaruh langsung terhadap porositas tanah. Tanah berpasir, pupuk kandang sapi berperan sebagai pemantapan yang lebih besar daripada tanah liat ( Hartanik, 2002).

III. BAHAN DAN METODE

Dokumen terkait