• Tidak ada hasil yang ditemukan

pengaruh pemberian beberapa jenis media tanam dan zat

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "pengaruh pemberian beberapa jenis media tanam dan zat"

Copied!
83
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang 1.1 Latar Belakang

  • Rumusan Masalah
  • Tujuan Penelitian
  • Hipotesis Penelitian
    • Iklim
  • Perbanyakan Vegetatif Tanaman Nilam
  • Zat Pengatur Tumbuh (ZPT)

Berdasarkan uraian di atas, penulis melakukan penelitian untuk melihat pengaruh jenis media tanam dan zat pengatur tumbuh alami ekstrak tauge terhadap pertumbuhan stek tanaman nilam (Pogostemon cablin Benth). Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana pengaruh jenis media tanaman dan zat pengatur tumbuh ekstrak tauge terhadap pertumbuhan stek tanaman nilam (Pogostemon cablin Benth). Untuk melihat efektivitas ZPT alami dari ekstrak tauge terhadap pertumbuhan stek tanaman Nilam (Pogostemon cablin Benth).

Sebagai sumber informasi bagi petani tanaman konvensional mengenai pengaruh jenis media tanam dan efektivitas ekstrak tauge zpt terhadap pertumbuhan stek tanaman nilam (Pogostemon cablin Benth). Terdapat interaksi antara media tanam dan zat pengatur tumbuh alami ekstrak tauge terhadap pertumbuhan stek tanaman nilam (Pogostemon cablin Benth). Bagian tanaman nilam yang paling berharga adalah daunnya, karena minyak nilam yang baik berasal dari daunnya.

Tanaman nilam dapat tumbuh di dataran rendah paling rendah hingga dataran cukup tinggi yaitu sampai dengan ketinggian 2000 m dpl. Untuk mencapai pertumbuhan yang optimal, tanaman nilam memerlukan air yang cukup pada awal penanaman hingga terjadi pertumbuhan.

Gambar 1. Tanaman Nilam ( Pogostemonn cablin  Benth)  Sumber: republika.co.id
Gambar 1. Tanaman Nilam ( Pogostemonn cablin Benth) Sumber: republika.co.id

Auksin

ZPT merupakan senyawa organik, bukan unsur hara tanaman, aktif pada konsentrasi rendah yang dapat merangsang, menghambat, atau mengubah pertumbuhan dan perkembangan tanaman, mengandung beberapa golongan hormon antara lain auksin, sitokinin, giberelin, dan etilen. Auksin merupakan zat aktif pada sistem perakaran yang membantu dalam proses reproduksi vegetatif, dimana di dalam sel auksin dapat mempengaruhi pembelahan sel, pemanjangan sel dan pembentukan akar (Wiratmaja, 2017).

Giberelin

Giberelin mempunyai pengaruh terhadap pembesaran dan pembelahan sel, pengaruh Giberelin mirip dengan auksin yaitu pada pembentukan akar.

Sitokinin

Etilen

Kecambah Kacang Hijau ( Tauge)

  • Sekam
  • Pupuk Kandang

Tauge (tauge) merupakan salah satu jenis sayuran yang banyak dikonsumsi, mudah didapat, ekonomis, dan tidak menghasilkan senyawa yang mempunyai efek toksik. Ekstrak tauge kacang hijau mempunyai konsentrasi senyawa pengatur tumbuh auksin 1,68 ppm, giberelin 39,94 ppm dan sitokinin 96,26 ppm (Ulfa, 2014). Namun terdapat beberapa kelemahan dalam penggunaan tanah lapisan atas sebagai media penyapihan, antara lain media penyapihan cepat menjadi padat, aerasi yang kurang baik karena sedikit mengandung bahan organik dan ketersediaan unsur hara tertentu bagi tanaman sangat buruk.

Penggunaan bahan organik seperti serbuk sabut kelapa, serbuk gergaji, gambut atau sekam padi sebagai media tambahan atau pengganti lapisan tanah atas diketahui semakin meningkat. Keuntungan penting lainnya dari penggunaan media organik adalah mencegah berkurangnya kesuburan tanah lapisan atas dan mengurangi penggunaan bahan-bahan yang dapat membahayakan lingkungan (Putri dan Nurhasbyi, 2010). Sekam bakar merupakan media tanaman yang terbuat dari bahan sekam padi yang porous dan steril, hanya dapat digunakan untuk satu musim tanam dengan cara membakar sekam padi yang sudah kering di atas tungku yang menyala, dan sebelum bara sekam padi berubah menjadi abu, disiram dengan air bersih. .

Yati Supriati dan Ersi Herlina (2011) mengatakan arang sekam adalah sekam padi yang dibakar dengan cara pembakaran tidak sempurna. Sekam bakar yang digunakan merupakan hasil pembakaran sekam padi yang tidak sempurna, sehingga menghasilkan sekam bakar yang berwarna hitam dan bukan abu dari sekam padi yang berwarna putih. Penambahan sekam padi mempunyai aerasi dan drainase yang baik, namun masih mengandung patogen atau organisme yang dapat menghambat pertumbuhan tanaman.

Pupuk kandang memiliki kemampuan untuk mengubah berbagai faktor di dalam tanah sehingga menjadikannya sebagai faktor yang menjamin kesuburan tanah. Selain pupuk kandang sebagai penyedia unsur hara bagi tanaman, media tanaman juga memegang peranan penting dalam budidaya tanaman (Anata, dkk., 2004). Selain meningkatkan ketersediaan unsur hara bagi tanaman, pupuk kandang juga dapat meningkatkan kehidupan mikroorganisme di dalam tanah.

Mikroorganisme berperan dalam mengubah limbah dan sisa tanaman menjadi humus, senyawa tertentu yang disintesis menjadi bahan yang berguna bagi tanaman. Penambahan kotoran sapi pada tanah dapat memperbaiki sifat fisik tanah seperti daya ikat air, porositas tanah dan berat jenis tanah, interaksi antara kotoran sapi dengan mikroorganisme tanah dapat memperbaiki luas dan struktur tanah. Tanah berpasir, kotoran sapi mempunyai peran stabilisasi yang lebih besar dibandingkan tanah liat (Hartanik, 2002).

BAHAN DAN METODE 3.1 Waktu dan Tempat Penelitian3.1 Waktu dan Tempat Penelitian

  • Bahan dan Alat Penelitian
  • Metode Penelitian
  • Pelaksanaan Penelitian
    • Penyediaan Ekstrak Tauge
    • Persiapan Lahan
    • Persiapan Media Tanam
    • Persiapan Bahan Tanam
    • Aplikasi Ekstrak Tauge
    • Penanaman
    • Pembuatan Sungkup
  • Pemeliharaan tanaman .1 Penyiraman .1 Penyiraman
    • Penyiangan
    • Pengendalian Hama dan Penyakit
  • Parameter Pengamatan .1 Tinggi Tunas .1 Tinggi Tunas
    • Jumlah Tunas
    • Jumlah Daun (helai)
    • Panjang Akar
    • Volume Akar

Setelah data penelitian diperoleh maka analisis data akan dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAG) dengan rumus sebagai berikut: Yijk : Hasil pengamatan pada replikasi i yang mendapat perlakuan dengan media tanam tingkat j dan ZPT ekstrak tauge pada tingkat ke-k μ: Nilai rata-rata populasi. I: Pengaruh replikasi ke-i αj: Pengaruh lingkungan penyemaian ke-j. βk : Pengaruh ZPT ekstrak tauge pada kadar k. αβ)jk : Pengaruh interaksi antara lingkungan tanam pada level j dengan ZPT ekstrak tauge pada level k.

Apabila hasil penelitian ini mempunyai pengaruh nyata maka akan dilakukan pengujian lebih lanjut dengan menggunakan uji jarak Duncan (Montgomery, 2009). Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah tauge hijau (tauge) yang akan diekstraksi sebanyak 1 kg. Selanjutnya dibuat ZPT alami dengan konsentrasi 10% (100 ml/L ml/L ml/L) Setelah konsentrasi diukur menggunakan gelas ukur, ditambahkan aquades untuk melarutkan ekstrak (Wibawa, 2010).

Media tanam yang ditempatkan pada polybag hendaknya dalam keadaan baik, tidak kusut, hal ini dapat diatasi dengan memadatkan media tanam pada polybag. Stek tanaman nilam yang digunakan berasal dari kebun petani di Desa Takal Lae Kecamatan Lae Parira Kabupaten Dairi. Stek sebaiknya ditanam segera sebelum dilakukan penjemuran dan penjemuran, jumlah tunas yang digunakan dalam penelitian ini sebaiknya sama atau seragam.

Gulma (gulma pengganggu tanaman) di sekitar tanaman nilam sebaiknya dibersihkan agar tidak mengganggu pertumbuhan tanaman induk. Hama yang menyerang tanaman nilam adalah ulat daun yang dapat menyebabkan kerusakan pada daun. Pengamatan dilakukan setiap minggu terhadap tanaman sampel, dimulai pada umur 3 minggu setelah tanam (MBS) dengan interval 1 minggu sekali selama 6 minggu pengamatan.

Proses penghitungan jumlah tunas dilakukan pada saat tanaman berumur 3 minggu setelah tanam (MST), dimulai sejak tanaman pertama kali memunculkan cabang atau tunas pada tanaman uji. Hal ini dilakukan pada tanaman sampel dengan mengukur panjang akar yang muncul dari kalus hingga ujung akar yang paling panjang. Pengamatan volume akar dapat dilakukan dengan cara mencabut akar seluruhnya pada media tanam dan membersihkannya dengan air tanpa tanah, akar dipotong dari bagian bawah batang dan dimasukkan ke dalam gelas kimia yang berisi 10 ml air dan volume air yang ditambahkan adalah diukur, penambahan volume air merupakan besarnya volume akar.

KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan 5.1 Kesimpulan

  • Saran

Gambar

Gambar 1. Tanaman Nilam ( Pogostemonn cablin  Benth)  Sumber: republika.co.id
Lampiran 2. Ilustrasi Sungkup Dalam Penelitian

Referensi

Dokumen terkait

LAMPIRAN KEPTMJSAN DEXAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSIIAS ANDATAS NO|4OR t257lUN76.O1,DlKPrl2022 TANGGAL : 30 JUNI 2022 TENTANG I REy.APITULASI DOSEN PENGUII SEMINAR HASIL PRODI

Berdasarkan pemikiran di atas maka perlu dilakukan penelitian mengenai berapa besar pengaruh biaya produksi pakan, tenaga kerja dan obat- obatan/vitamin dan keuntungan yang didapat