رِئاَس
B. Kedudukan Anak dalam Islam
1. Pengertian Anak dalam Islam
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia anak adalah keturunan yang kedua; manusia yang masih kecil.91 Artinya anak adalah manusia yang membutuhkan didikan, bimbingan dan pengarahan dari orang dewasa baik orang tuanya maupun orang dewasa lainnya.
Salah satu tokoh hujjatul Islam imam Al-Ghazali dalam Hamdani ihsan dan A. Fuad Ihsan, mengatakan bahwa anak adalah amanah Allah yang harus
90Akmal Hawi, Op. Cit., hal. 134
91Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan, Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta: Balai Pustaka, 1991), hal. 35
dijaga dan dididik untuk mencapai keutamaan dalam hidup dan mendekatkan diri kepada Allah.92 Jadi, anak merupakan tanggung jawab yang harus dipelihara oleh para orang tua dan pendidik untuk menjadikannya menjadi hamba Allah yang bertaqwa.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa anak adalah tanggung jawab berupa amanat yang dititipkan Allah SWT kepada para orang tua untuk dijaga dan dididik dengan bimbingan dan pengarahan agar ia dapat taqorruf kepada Allah.
2. Hak-hak Anak dalam Islam
Anak bukanlah benda yang tiada bernyawa dan bukan pula miniatur orang dewasa, ia memiliki hak yang mesti ia dapatkan secara penuh dan layak yang berupa hak-hak azazi manusia yang berupa kebutuhan baik kebutuhan jasmani maupun rohani yang harus dipenuhi dan ditunaikan oleh para orang tua. Kebutuhan jasmani seperti makan, minum, pakaian dan perumahan, dan kebutuhan rohani seperti pendidikan, bimbingan, dan pengarahan dari orang tua dan orang dewasa lainnya. Artinya seorang anak harus diperlakukan selayaknya manusia sesuai dengan fitrahnya sebagai makhluk Allah yang sempurna.
Dengan adanya kebutuhan jasmani anak akan terhindar dari kelaparan dan kehausan serta kedinginan dan kepanasan. Dan juga dengan terpenuhinya
92Hamdani Ihsan dan Fuad Ihsan, Filsafat Pendidikan Islam, (Bandung: Pustaka Setia,
berbagai kebutuhan rohani anak, maka anak akan mendapatkan kepuasan batin seperti perasaan aman, tenang dan tentram.
Abdul Aziz El-Qussy mengatakan bahwa setiap anak memiliki kebutuhan pokok yang meliputi:
a. Kebutuhan akan rasa aman
b. Kebutuhan akan rasa kasih sayang c. Kebutuhan akan penghargaan d. Kebutuhan akan rasa kebebasan e. Kebutuhan akan rasa sukses
f. Kebutuhan akan satu kekuatan pembimbing atau pengendali.93
Jadi, masing-masing anak memiliki kebutuhan yang harus dipenuhi oleh orang tuanya, kebutuhan tersebut akan penulis rincikan lagi sebagai berikut:
Pertama, kebutuhan akan rasa aman. Seorang anak memiliki perasaan takut dan cemas terhadap segala sesuatu yang belum ia ketahui, apalagi sesuatu itu bersifat mengancam dan menekan keberadaan akan dirinya. Orang tua sebagai orang yang paling dekat dengan anaknya mempunyai tugas dan tanggung jawab untuk memelihara dan menjaga anak-anaknya dari segala bahaya atau kemungkinan-kemungkinan yang dapat mengancam anaknya.
Kedua, kebutuhan akan rasa kasih sayang. Setiap anak yang terlahir kedunia ini butuh dan membutuhkan akan rasa kasih sayang dari orang-arang yang ada disekitarnya terlebih lagi dari kedua orang tuanya. Sebab masing-masing seorang anak mendambakan kehidupan yang hangat, harmonis, rukun dan penuh cinta kasih serta kehadirannya diterima dengan baik diantara mereka.
93Nur Ahid, Pendidikan Keluarga dalam Perspektif Islam, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2010), hal. 114
Untuk menciptakan kondisi keluarga yang seperti itu hendaknya orang tua mencintai anak-anaknya seperti ia mencintai dirinya sendiri tanpa adanya pilih kasih antara anak yang satu dengan anak-anak yang lainnya atau dengan istilah lain tidak ada anak yang diemaskan.
Ketiga, kebutuhan akan penghargaan. Penghargaan adalah bentuk daripada apresiasi yang diberikan orang tua kepada anaknya yang telah berhasil dalam hal-hal tertentu, baik berupa pujian, tepuk tangan, senyuman, hadiah dan lain- lain. Penghargaan hendaknya diberikan oleh orang tua kepada anaknya, jika orang tua mendapati anak-anaknya mengalami kemajuan dalam hal kebaikan yang mengarah kepada kemajuan (progresif), maka orang harusnya memberikan penghargaan kepada anaknya.
Keempat, kebutuhan akan rasa kebebasan. Setiap anak memiliki keinginan dan kemauan yang harus dipenuhi. Namun, bukan berarti semua keinginan dan kemauannya mutlak harus dituruti, ada hal-hal tertentu yang tidak boleh untuk dituruti, ini bukan berarti mengekang hasrat anak untuk mendapatkan sesuatu.
Sebab, jika keinginan dan kemauan seorang anak selalu dikekang oleh orang tuanya akan berdampak buruk dan fatal bagi perkembangan psikis sang anak.
Karena itu perlakuan yang diberikan orang tua kepada anak tanpa memperhatikan aturan yang ada akan menjadikan anak murung, sering melamun dan lain-lain, hal ini tentunya dapat memicu sang anak untuk melakukan hal-hal yang tidak diinginkan. Tindakan seperti ini harus dihindari oleh para orang tua dengan cara memberikan kebebasan dalam arti positif
kepada anak-anaknya dengan menuruti segala keinginan dan kemauan anak dengan memperhatikan batasan-batasan yang ada.
Kelima, kebutuhan akan rasa sukses. Sukses adalah sebuah kata yang disematkan kepada orang-orang yang telah berhasil menorehkan prestasi dalam hal-hal tertentu baik dibidang akademis maupun non akademis. Prestasi tersebut diperoleh tentunya dengan usaha yang sungguh-sungguh dan kerja keras serta diiringi dengan do’a. Seorang anak memerlukan kebutuhan akan rasa sukses dari orang-orang yang ada disekitarnya terutama orang tua, untuk memenuhi kebutuhannya tersebut para orang tua hendaknya mengajarkan sang anak untuk selalu berusaha dengan sungguh-sungguh dan selalu optimis serta bekerja keras dengan diiringi do’a demi mencapai gerbang dan mengetuk pintu kesuksesan itu.
Keenam, kebutuhan akan satu kekuatan pembimbing atau pengendali. Kekuatan pembimbing atau pengendali merupakan dorongan motivasi berupa support yang diberikan untuk mencapai sesuatu. Pembimbing atau pengendali seorang anak adalah orang tua dan dirinya. Dalam memenuhi kebutuhan akan satu kekuatan pembimbing atau pengendali seorang anak membutuhkan suntikan semangat semangat berupa support dari orang-orang terdekatnya yaitu ayah dan ibunya, hal ini ia butuhkan karena ia butuh bimbingan dan pengarahan dari orang-orang terdekatnya tersebut.
Selanjutnya Zakiah Daradjat mengatakan bahwa kebutuhan anak paling tidak meliputi kebutuhan primer, kebutuhan sosial dan kebutuhan kejiwaan
yang meliputi: kebutuhan rasa kasih sayang, rasa aman, harga diri, kebebasan, rasa sukses, dan kebutuhan akan mengenal.94
Dengan demikian dapat diketahui bahwa hak-hak anak adalah kebutuhan- kebutuhan yang harus anak dapatkan dan dipenuhi oleh orang tuanya. Sebab, dengan terpenuhinya berbagai kebutuhan, anak akan merasa bahagia, tenang, tentram dan merasa aman. Keadaan yang demikian ini merupakan permulaan dari kepercayaan diri.95 Artinya kondisi psikis sang anak terpenuhi dengan adanya berbagai kebutuhan yang telah ia dapatkan dari orang tuanya.