Kerja Sama
Pada saat kita mengambil bagian dalam pekerjaan pelayanan anak melalui sekolah minggu, kelompok penelitian Alkitab, kegiatan pekan sekolah minggu, atau pekerjaan pelayanan yang lain, adalah penting untuk diingat bahwa kerja sama di antara
pembimbing adalah suatu hal yang indah sekali. Kerja sama tidak selalu merupakan hal yang mudah dilakukan. Jika Allah memanggil kita untuk suatu kerja sama, maka sudah barang tentu ada suatu persekutuan; persekutuan dengan Tuhan dan dengan sesama.
Persekutuan merupakan bagian dari suatu jemaat. Adakah suatu sekolah minggu atau sebuah kelompok penelitian Alkitab yang bukan merupakan bagian dari jemaat Tuhan Yesus Kristus? Kerja sama dengan orang lain selalu menghendaki penyesuaian diri dan saling menerima antara satu dengan yang lain. Hal ini tidaklah semudah seperti apa yang terdapat dalam buku-buku teori berorganisasi, karena AKU tidak sama dengan DIA.
Adalah sangat menguntungkan bahwa kita memiliki perbedaan. Allah telah menciptakan kita seperti itu. Setiap orang memunyai karakter dan kepribadian serta karunianya sendiri, termasuk juga segala kelemahan dan kekurangannya.
Karunia-karunia Anda merupakan kemampuan Anda, bukan saja karunia yang ada sejak dari kandungan ibu, tetapi juga karunia yang terbentuk oleh situasi dan alam di mana anda berada, serta karunia yang berkembang dalam pendidikan anda.
Jadi, jika Anda menjadi anggota dari satu tim yang terdiri dari berbagai macam orang, maka berarti ada banyak kemungkinan. Anda boleh saja menjadi anggota dari suatu KESATUAN, walaupun terdapat perbedaan-perbedaan, seperti umur, pendidikan, latar belakang, kemampuan, jenis kelamin, atau pun status sosial. yang terpenting adalah dasar kesatuan ini. Visi kesatuan ini tidak berbeda sedikit pun: "Allah tidak
menginginkan satu saja dari anak-anak ini terhilang." Ini merupakan alasan dasar kerja sama kita.
Tujuan
Apa yang menjadi tujuan Allah melalui jemaat-Nya? (Efesus 4:116)
Ayat 1 : "Sebab itu aku menasihatkan kamu, aku, orang yang dipenjarakan karena Tuhan, supaya hidupmu sebagai orang-orang yang terpanggil berpadanan dengan panggilan itu."
Apakah Anda mendengar suara panggilan untuk tugas itu? Atau Anda hanya mau menolong karena tidak ada orang lain yang bersedia untuk tugas tersebut? Saya berpikir bahwa panggilan Allah ialah tugas dari Allah bagi kita semua. Kita sama-sama terpanggil untuk menggenapi perintah-Nya.
e-BinaAnak 2009
31
'Jadi, kita harus hidup berpadanan dengan panggilan kita.
Ayat 2, 3: "Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam saling membantu dan berusahalah memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera."
' Kita tidak boleh saling bermusuhan, tetapi kita harus hidup dalam damai, lemah lembut, dan sabar antara satu dengan yang lain.'
Ayat 4: "Satu tubuh, dan satu Roh, sebagaimana kamu telah dipanggil kepada satu pengharapan yang terkandung dalam penggilanmu, satu Tuhan, satu iman, satu baptisan, satu Allah dan Bapa dari semua, Allah yang diatas semua dan oleh semua dan di dalam semua."
'Kesatuan percaya merupakan dasar pekerjaan pelayanan kita.'
Ayat 7: "Tetapi kepada kita masing-masing telah dianugerahkan kasih karunia menurut ukuran pemberian Kristus."
Kita tidak boleh iri hati antara satu dengan yang lain, yang memiliki karunia yang kurang atau lebih dari kita, itu merupakan karunia Allah.
Ayat 11: "Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar."
Mengapa ada perbedaan kasih karunia dalam pelayanan?
Ayat 12, 13: "Untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus, sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus."
Jadi,tujuan Allah melalui jemaat-Nya ialah:
1. memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan; dan 2. mendirikan jemaat Kristus.
Sampai berapa lama kita harus melakukan pekerjaan pelayanan ini? Sampai kita semua mencapai:
1. kesatuan iman,
2. pengenalan yang sempurna akan Tuhan Yesus, 3. kedewasaan rohani, dan
4. kepenuhan dalam Kristus.
e-BinaAnak 2009
32
Hal-hal inilah yang harus kita semua capai. Inilah arah kerja sama kita. Kita harus saling membangkitkan semangat. Para pengajar pandai mendidik. Para penginjil menjalin pesahabatan dengan anak-anak yang main-main di jalan. Para gembala memelihara kawanan domba. Ia melihat keperluan jika anak-anak membutuhkan perhatian khusus.
Para rasul menyebarkan visi adalah keperluan untuk membawa Injil kepada anak-anak.
Para nabi memperlihatkan kekayaan firman Allah serta pandai menceritakan hal itu kepada anak-anak. Kitab Roma 12:4-8 menyatakan beberapa tugas lain yang juga penting dalam Tubuh Kristus, seperti: memberi pimpinan, menunjukkan kemurahan, melayani, dan sebagainya. Tetapi semua itu harus dilakukan dengan sukacita.
Melatih Persekutuan
Persekutuan dilatih dengan cara bersama-sama:
berdoa,
menyusun rencana kerja, dan memecahkan persoalan.
Yang olehnya kita saling mengenal dan menerima satu sama lain.
Berdoa bersama merupakan bentuk dasar persekutuan. Kalau kita membentuk suatu persekutuan anak-anak bersama-sama, maka kita harus memberikan ruang dan waktu supaya persekutuan itu bersama-sama diangkat ke hadirat Allah. Berdoa bersama- sama untuk anak-anak, untuk kita masing-masing, untuk kerja Roh Kudus (Matius 18:20). Waktu yang paling tepat untuk berdoa bersama ialah sebelum anak-anak berdiri di depan pintu. Kita tidak bisa berdoa dengan tenang kalau anak-anak sudah mulai ramai di luar ruangan. Pada saat itu, kita harus sedia untuk mereka saja.
Rencana Kerja
Kalau kita mau mencapai suatu tujuan, maka kita harus lebih dahulu memulainya dengan perencanaan yang matang. Apakah yang akan kita berikan kepada anak-anak dalam bulan-bulan yang akan datang? Cerita-cerita manakah akan dipilih dari Alkitab?
Patokan hidup yang bagaimanakah yang akan kita berikan kepada anak-anak?
Bagaimanakah kita melaksanakan sesuatu? Siapakah yang akan bertanggung jawab untuk setiap hal tersebut? Perencanaan yang baik adalah sangat penting, supaya kita bisa menentukan arah perjalanan dan masa depan bagi organisasi kita ini. Kalau tidak, tentu jam persekutuan tidak ada hubungannya antara satu sama lain. Pilihlah suatu waktu tertentu untuk bersama-sama membuat rencana kerja demi persiapan pelayanan kita. Carilah kesempatan untuk saling mengenal satu dengan yang lain.
Pemecahan Persoalan
Perhatikanlah apa yang telah terjadi pada waktu yang baru saja berlalu, apakah hal itu berjalan sesuai dengan rencana kerja? Apakah ada suatu kekurangan? Apakah
suasana dalam pertemuan anak-anak itu menggembirakan atau membosankan?
e-BinaAnak 2009
33
Adakah anak-anak yang menghadapi persoalan-persoalan tertentu? Apakah yang bisa kita perbuat untuk memecahkan persoalan-persoalan tersebut dan bagaimana jalan keluar yang paling tepat? Ini merupakan suatu bentuk dalam melatih persekutuan.
Landasan Kerja
Jika Tuhan begitu besar sehingga Ia bisa mengubah kehidupan saya, maka terlebih lagi Ia sanggup mengubah kehidupan teman saya! Landasan untuk persekutuan kita ialah visi bersama kita. Kita harus meletakkan percaya kita akan:
kasih Allah,
anugerah Allah, dan kuasa Allah.
Ini merupakan tiang-tiang penopang yang bisa menunjang pekerjaan pelayanan kita.
Kita boleh melakukan apa saja yang bisa kita lakukan. Tuhan memerintahkan kita untuk melayani dengan semua talenta kita. Tetapi kita juga akan melihat bahwa hal itu
merupakan pekerjaan Tuhan sendiri, dan bahwa berkat Tuhan turun atas pekerjaan pelayanan tersebut. Kita akan menyaksikan anak-anak yang tadinya tertutup, sekarang terbuka di hadapan Tuhan dan bertumbuh serta berbuah lebat. Kalau kita bekerja sama dengan cara semacam ini, maka kita akan melihat bahwa kita tumbuh bersama dalam kasih akan Allah.
Ayat 15: "Tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh didalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala."
Aku Tidak Tahu Apakah Aku Bisa .... Mari Kita Lakukan Bersama!
Hasil
Peraturan hidup alkitabiah merupakan tata cara hidup yang bernilai tinggi. Hal ini menuntut ketaatan diri dan memberi semangat untuk mengasihi sesama. Pengalaman hidup seorang anak kecil membawa pengaruh besar dalam kehidupan anak itu pada masa-masa selanjutnya, entah itu baik atau buruk. Kalau kita membawa anak-anak kecil kepada Tuhan Yesus, maka mereka akan belajar mengenal Tuhan dan
membandingkan tingkah laku mereka dengan aturan dan kehendak Allah. Mereka mendapat kesempatan terbaik untuk menjadi orang Kristen yang sejati.
Anak-Anak yang Percaya
Kebanyakan orang tidak begitu percaya akan kehidupan rohani seorang anak kecil.
Mengapa tidak? Charles H. Spurgeon, seorang pengkhotbah terkenal, meluangkan banyak waktu bersama anak-anak. Ia berkata: "Secara garis besar, aku lebih menaruh percaya akan kehidupan rohani seorang anak kecil dalam jemaat di gerejaku daripada kehidupan rohani seorang anggota dewasa. Aku biasa menemukan suatu pengenalan
e-BinaAnak 2009
34
yang lebih jelas akan Injil serta suatu perasaan kasih akan Juru Selamat yang lebih hangat pada anak-anak yang percaya daripada orang Kristen dewasa."
Alkitab memberikan banyak keterangan tentang anak-anak yang percaya. Tuhan Yesus sendiri berkata: "... sambutlah Kerajaan Allah seperti seorang anak kecil." (Markus 10:15; Matius 18:3)
"Apakah" kita harus membawa berita Injil kepada anak-anak bukan lagi merupakan pertanyaan. yang menjadi pokok perhatian kita ialah: "bagaimana?"
Diambil dan disunting seperlunya dari:
Judul buku: Petunjuk untuk Pengasuh Sekolah Minggu
Penulis: Tim Penulis Foundation Child & World/Yayasan Pekerjaan Pelayanan Anak Timotius
Penerbit: Foundation Child & World/Yayasan Pekerjaan Pelayanan Anak Timotius Halaman: 6 -- 8
e-BinaAnak 2009
35
Bahan Mengajar: Daging dan Roh
Peralatan khusus:
boneka mainan kecil (orang-orangan) yang tidak memiliki sisi yang tajam.
sebuah balon.
Bagaimana Melakukan Permainan Balon
Tiup balon sampai ukurannya dua kali lebih besar dari boneka mainan. Pastikan untuk tidak meniup balon terlalu besar. Ikat mulut balon. Aktivitas ini memerlukan latihan, jadi jangan lakukan hal ini di dalam kelas. Ambillah boneka mainan yang ada dan masukkan ke dalam balon, pada bagian mulutnya, hingga seluruh bagian boneka tersebut tertutup oleh balon. Peganglah balon pada bagian bawah boneka yang menahan keluarnya udara. Lalu, lepaskan ikatan pada mulut balon sehingga boneka itu dapat terpental- pental di dalam balon.
Apa yang Harus Dikatakan dan Bagaimana Mengatakannya
Siapakah kita dan bagaimana kita dibentuk? Kita adalah anak-anak Allah. Ketika roh kita diselamatkan, kita yang sesungguhnya yang tinggal di dalam tubuh kita, diciptakan kembali menjadi serupa dengan Allah. Namun daging, bagian tubuh kita yang di luar, tetap sama. Ada peperangan yang terjadi terus-menerus antara daging dan roh. Daging kita masih memiliki semua kebiasaan lamanya. Daging itu masih ingin melakukan kebiasaan-kebiasaan yang dulu kita lakukan. Kini, roh kita ingin melakukan hal-hal baik yang Allah kehendaki untuk kita lakukan. Kelihatannya terlalu sukar bagi kita untuk melakukan apa yang Allah kehendaki untuk kita lakukan jika kedagingan kita masih begitu kuat. Sama seperti dengan boneka ini (tunjukkan boneka mainan kepada semua murid).
(Tiuplah balon. JANGAN TIUP BALON TERLALU BESAR! Besarnya cukup dua kali ukuran boneka mainan saja. Masukkan boneka ke dalam mulut balon seperti yang telah dijelaskan di atas dan pegang balon di bagian bawah boneka sehingga boneka benar- benar di dalam balon. Lepaskan ikatan pada mulut balon tanpa merusak bagian luar balon. Biarkan balon dalam keadaan menggembung. Perlihatkan boneka mainan yang terpental-pental di dalam balon.)
Jika kalian tidak memberi makan rohmu dengan firman Tuhan, rohmu akan menjadi kerdil dan lemah di dalam tubuhmu, persis seperti boneka mainan yang ada di dalam balon. Boneka itu tidak cukup besar untuk mengendalikan balon. Balonlah yang
mengendalikannya, dan kedaginganmu akan mengendalikan hidupmu (Galatia 4:8-9).
(Biarkan semua udara keluar dari balon sampai balon tak berisi udara sama sekali dan berbentuk sesuai bentuk boneka.) Jika kalian memberi makan diri sendiri dengan firman Tuhan, dengan menghabiskan banyak waktu bersama Tuhan dan sedikit waktu untuk kedaginganmu. Kuasa kedaginganmu akan menyusut dan menyesuaikan diri dengan rohmu, dan akhirnya rohmulah yang akan berkuasa atas hidupmu.
e-BinaAnak 2009
36
Ayat pendukung lain: Roma 12:1-2; Roma 13:1-4. (t/Setya) Diterjemahkan dari:
Nama situs: Apple Sauce Kids
Judul asli artikel: The Flesh and The Spirit Penulis: Tidak dicantumkan
Alamat URL: http://applesaucekids.com/ObjectLe/OBSpirit.html
Warnet Pena: Situs Aku, Dia, dan Sabda-Nya: Download Audio Khotbah Tentang Panggilan
==>http://www.rahmiati.org/keyword/panggilan
Firman Allah merupakan senjata rohani yang paling penting bagi para pelayan anak dalam memenuhi panggilan Allah untuk melayani Dia. Oleh karena itu, setiap pelayan anak dituntut untuk selalu hidup dalam firman-Nya agar panggilan itu tidak memudar dan roh melayani tetap menyala-nyala. Redaksi mengajak Pelayan Anak sekalian untuk mendengarkan firman Tuhan yang disampaikan melalui Pdt. Rahmiati Tanudjaja dalam situs Aku, Dia, dan Sabda-Nya. Berkaitan dengan tema publikasi e-BinaAnak di bulan ini, yaitu tentang "Panggilan Pelayanan Anak", maka kami bagikan referensi khotbah Pdt. Rahmiati Tanudjaja yang membahas perihal topik panggilan di dalam pelayanan.
Dalam tautan di atas, telah tersedia ringkasan khotbahnya, dan Pelayan Anak dapat mengunduh bahan khotbah dalam format MP3 secara langsung dari situsnya. Silakan berkunjung dan selamat memperlengkapi diri.
Oleh: Kristina (Redaksi)
Mutiara Guru
―
Mengajar adalah hak istimewa yang Allah berikan kepada Anda. Lakukanlahdengan penuh tanggung jawab.
‖
e-BinaAnak 2009
37
e-BinaAnak 416/Januari/2009: Memimpin Anak Datang Kepada Kristus
Salam dari Redaksi
Rekan Pelayan Anak,
Karya penyelamatan Tuhan terus dan terus bekerja hingga sekarang. Sebagai rekan sekerja Allah, para Pelayan Anak juga mengambil bagian di dalam rencana
penyelamatan Tuhan kepada anak layan Anda.
Topik edisi kali ini mengajak kita untuk semakin giat bekerja dalam memenangkan setiap anak yang Tuhan percayakan kepada kita. Memang bukan hal yang mudah, namun janganlah hambatan-hambatan dalam pelayanan menjadi penghalang untuk melakukan pekerjaan besar ini. Jadikanlah hal itu sebagai tantangan, bahwa hal itu adalah sebuah pekerjaan besar yang Allah embankan kepada kita dan harus kita selesaikan sampai akhir. Sajian artikel, tips, dan lainnya kiranya semakin menguatkan dan menajamkan visi pelayanan Anda. Selamat menyimak. Tuhan Yesus memberkati.
Staf Redaksi e-BinaAnak, Kristina Dwi Lestari
―
Ingatlah juga bahwa dari kecil engkau sudah mengenal Kitab Suci yang dapat memberi hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan oleh imankepada Kristus Yesus.
‖
—(2 Timotius 3:15)
< http://sabdaweb.sabda.org/?p=2Timotius+3:15 >
e-BinaAnak 2009
38
Artikel: Mengabarkan Injil Kepada Anak Layan Lewat Tujuan Pelajaran Anda
Sekarang perlulah kami membicarakan prosedur penyusunan tujuan-tujuan pelajaran agar anak layan akan mengambil keputusan untuk menerima Kristus. Karena kami hendak menambahkan sedikit keterangan yang telah dibentangkan tentang tujuan- tujuan pelajaran yang baik, mungkin ada faedahnya untuk membahas beberapa bagian dari Alkitab dan kemudian menyusun tujuan-tujuan pelajaran yang akan mengakibatkan pertobatan anak layan kita.
Kisah Penciptaan Cerita:
Kita belajar dari Alkitab bahwa pada mulanya Allah menciptakan alam semesta. Dalam urutan perbuatan-perbuatan penciptaan yang teratur yang terjadi atas firman Allah, maka terjadilah segala sesuatu yang ada di alam semesta. yang terakhir dari karya penciptaan Allah adalah penciptaan Adam dan Hawa, nenek moyang umat manusia.
Allah melihat segala yang telah diciptakan-Nya itu dan kemudian berfirman bahwa semuanya baik.
Tujuan-tujuan yang mungkin:
1. Menunjukkan kebesaran Allah seperti yang nampak dalam perbuatan penciptaan-Nya.
2. Membangkitkan penghargaan tentang betapa baiknya segala sesuatu yang dijadikan Allah itu.
3. Membuktikan kesalahan teori-teori evolusi.
Tujuan Pekabaran Injil: Bagaimanakah caranya mengajarkan anak layan agar dapat menekankan perlunya keselamatan pribadi? Apakah yang mungkin menjadi tujuan pelajaran yang dapat meyakinkan anak layan tentang dasar-dasar kebenaran Injil yang akan memimpin mereka kepada kepercayaan pribadi akan Kristus? Marilah kita
mengikuti jalan pemikiran yang membawa kepada tujuan anak layan yang berpusat pada pekabaran Injil.
Sungguh mengagumkan bila kita memerhatikan besarnya daya cipta Allah. Berita keselamatan dapat disusun dengan tema "daya cipta" sebagai kebenaran inti. Alkitab mengatakan bahwa keselamatan menjadikan manusia suatu kejadian yang baru di dalam Kristus, segala perkara yang lama sudah lenyap dan yang baru sudah terbit.
Karena itu, tidaklah salah bila berbicara tentang daya cipta Allah untuk menciptakan
"hati yang baru" dalam diri seorang anak layan yang bertobat. Tujuannya adalah agar para anak layan mengetahui bahwa Yesus akan menciptakan hati yang baru dalam diri siapa pun yang memperkenankan Dia masuk ke dalam hatinya. Tujuan ini baik, karena secara logis muncul dari diri anak layan; tujuan ini singkat, mudah dilukiskan dan secara wajar akan membawa kepada ajakan untuk menerima Kristus sebagai Juru Selamat.
e-BinaAnak 2009
39
Keluar dari Mesir Cerita:
Keluarga Yakub bertambah banyak sehingga menjadi suatu bangsa yang besar di negeri Mesir. Ketika seorang Firaun baru memegang tampuk kepemimpinan, ia
menganggap bangsa asing ini sebagai ancaman terhadap persatuan nasional. Karena itu, ia mulai menganiaya mereka dengan menyuruh mereka mengerjakan pekerjaan yang berat. Allah, yang telah memilih bangsa ini menjadi umat-Nya, mengutus Musa untuk memimpin mereka kepada suatu negeri baru. Setelah Allah berfirman melalui banyak bencana yang menimpa Mesir, maka umat-Nya diizinkan meninggalkan Mesir.
Usaha Firaun untuk menarik mereka kembali gagal dan umat Allah mendapat kemenangan.
Tujuan-tujuan yang mungkin:
1. Membuktikan keunggulan kuasa Allah di atas segala kuasa lain di dunia.
2. Menunjuk perhambaan yang timbul karena ketidaktaatan.
3. Memperlihatkan bagaimana Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan.
4. Menunjukkan bagaimana Allah memelihara orang-orang milik-Nya.
Tujuan Pekabaran Injil: Bagaimanakah cara menguraikannya kepada anak layan agar dapat menekankan perlunya penyerahan pribadi kepada Kristus? Tujuan anak layan yang bagaimanakah yang dapat mempersiapkan pelajaran itu ke arah keselamatan?
Adakah sesuatu kebenaran pokok, sesuatu tema dalam cerita ini yang dapat
menekankan keselamatan? Jika demikian, apakah tema tersebut mudah dilukiskan?
Akan berartikah tema tersebut untuk tingkat usia anak layan Anda?
Satu gagasan nampak jelas dalam cerita ini, yaitu gagasan tentang "kelepasan". Demi tindakan anugerah Allah, Israel terlepas dari perhambaan. Tinggal di negeri Mesir melambangkan perhambaan kepada dosa -- hidup lama yang ditawan oleh sifat
keakuan. Perjalanan keluar itu melambangkan jalan anugerah yang membawa ke hidup baru. Kalau begitu, tepatlah tujuan bagi anak layan, yaitu:
Menekankan adanya perhambaan kepada dosa dan menunjukkan bahwa satu-satunya jalan kelepasan adalah dengan menerima keselamatan yang dikerjakan oleh Yesus.
Tentu, banyak tujuan lain yang dapat dibuat, yang dapat dipandang sebagai "tujuan- tujuan pekabaran Injil". Akan tetapi, yang penting ialah bahwa pengajar harus
memaksakan dirinya untuk menerangkan dengan sejelas-jelasnya tujuan tertentu yang menurut dia harus ditekankan selama pelajaran itu berlangsung. Jikalau tujuan
pelajaran tidak ditetapkan sebelumnya karena mengharapkan ilham sementara menyajikan pelajaran tersebut, maka terbataslah kebebasan Roh Kudus untuk memimpin persiapan pelajaran maupun penyampaiannya.
Perzinahan Gomer
e-BinaAnak 2009
40 Cerita:
Tuhan menyuruh Hosea menikah dengan seorang perempuan yang mempunyai nama buruk. Setelah mereka memperoleh tiga anak, Gomer mulai bergaul dengan laki-laki lain. Kehidupan Gomer bertambah rusak, sampai ia menjadi seorang budak yang jatuh namanya. Dalam hati Hosea, Allah menanamkan kasih yang tidak terpadamkan untuk Gomer. Akhirnya, Hosea menebus Gomer di pasar budak dan membawanya pulang untuk menjadi istrinya lagi.
Tujuan-tujuan yang mungkin:
1. Menunjukkan kemerosotan yang berangsur-angsur yang disebabkan kehidupan yang menuruti hawa nafsu.
2. Mengusut kemunduran Israel dari generasi ke generasi.
3. Menunjukkan sifat-sifat dari seorang ayah yang baik.
4. Menemukan cara-cara untuk mengukuhkan keutuhan keluarga kita.
Tujuan Pekabaran Injil:
Sebagaimana halnya dengan kebanyakan cerita dalam Alkitab, ada banyak kebenaran dalam cerita ini yang mengingatkan kita tentang anugerah Allah yang nyata dalam keselamatan. Pengajar harus menanyai dirinya: bagaimana caranya mengarahkan pelajaran ini untuk mendapat tanggapan yang terbanyak dari anak layan? Segi apakah yang harus mendapat tekanan khusus yang dapat memberi kesempatan kepada anak layan untuk memasuki persekutuan pribadi dengan Yesus Kristus?
Cerita ini memberi kesempatan untuk membesar-besarkan efek yang hebat akibat dari dosa, seperti yang dilambangkan dalam pengalaman Gomer. Tetapi, di sini juga ada gambaran yang indah tentang Kristus, Hosea surgawi, yang telah membayar penuh harga untuk menebus orang berdosa dari perhambaannya kepada dosa. Mungkin kebenaran ini dapat disingkatkan hingga menjadi tujuan pelajaran seperti berikut:
Menunjukkan bagaimana dosa telah memperhambakan setiap manusia dan bahwa hanya kematian Kristus yang dapat membebaskan.
Perlu diterangkan, bahwa sesuatu tujuan pelajaran tidak bersifat membatasi, malah, tujuan pelajaran itu dirancangkan untuk menetapkan sasaran dari bagian-bagian penting dalam pelajaran tersebut. Bermacam-macam pikiran, lukisan, dan keterangan- keterangan yang menarik, semuanya ada baiknya, asal diarahkan kepada sasaran dan tujuan utama dari pelajaran yang bersangkutan.
Sukarlah untuk meremehkan kebenaran-kebenaran yang disarankan dalam bagian
"tujuan-tujuan yang mungkin" di atas. Meskipun kebenaran-kebenaran tersebut
merupakan bagian yang penting dari pelajaran itu, namun ia dapat diatur dan disajikan sedemikian rupa sehingga menguatkan tujuan utama dari pelajaran tersebut. Cara mengajar ini mengizinkan kita menggunakan bermacam-macam bahan, dan asalkan kita tetap berpegang pada tujuan pelajaran itu, maka sasaran kita tetap akan tercapai.