• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pelajaran Dari Kisah Perjalanan ke Emaus

Dalam dokumen e-BinaAnak 2009 - MEDIA SABDA (Halaman 170-192)

Sebagai seorang jurnalis, saya bisa membayangkan percakapan dua orang murid yang menuju ke Emaus setelah kebangkitan Yesus seperti yang ditayangkan salah satu jaringan televisi besar. yang menjadikan peristiwa ini tidak biasa adalah bahwa Yesus berperan sebagai orang yang bertanya (pewawancara). Bukannya kamera yang menghilang di akhir wawancara, tetapi justru Yesuslah yang menghilang ketika para murid menyadari keberadaan-Nya.

Apa yang bisa kita pelajari dari penampakan yang misterius ini?

"Mereka tidak mengenali Dia karena Dia mungkin mengenakan pakaian yang compang- camping dan tidak tampak seperti Yesus," kata Cory, 9 tahun.

Kita tidak seharusnya mengharapkan Tuhan menuruti ide-ide yang kita miliki tentang bagaimana seharusnya Ia menampakkan diri. Tuhan tidak membatasi pelayanan kebaktian gereja di hari Minggu atau perjalanan misi ke luar negeri. Yesus akan

menampakkan diri kapan pun dan di mana pun Ia memilih-Nya. Bila hati kita tidak siap, kita akan terus berjalan menyusuri hidup kita ini tanpa pernah melihat Dia.

"Mereka mengira Yesus telah mati," kata Kendall, 7 tahun. "Mereka tidak tahu bahwa Dia sudah hidup," tambah Adam, 10 tahun.

Meskipun kebangkitan Yesus adalah perbedaan antara kekristenan dan semua anggapan tentang kehidupan setelah kematian, banyak orang percaya yang hidup seolah-olah Yesus masih di dalam kubur. Kenyataan tentang hidup baru ini

bagaimanapun juga sirna di tengah-tengah harga yang harus dibayar, ditinggalkan, dan bisnis dalam kehidupan sehari-hari.

Berapa banyak orang Kristen yang bisa menegaskan kenyataan kebangkitan dalam kehidupan Rasul Paulus: "namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku." (Galatia 2:20)

Hiduplah dalam hidupmu atau dalam hidup Allah yang telah bangkit. Masuknya surga ke dalam planet ini dimulai dengan inkarnasi Yesus dan terus berlangsung dengan kehadiran-Nya di sekeliling kehidupan setiap orang Kristen. Seperti dua murid yang berjalan ke Emaus, kita masih bisa lupa terhadap kenyataan rohani saat kita berjalan, atau kita bisa mengambil waktu sejenak untuk memecah roti bersama Tuhan dan membuka mata kita.

"Mereka tidak mengenali Dia karena otak mereka memikirkan peristiwa menyedihkan yang terjadi di Yerusalem," kata Trip, 8 tahun.

e-BinaAnak 2009

171

Film "A Beautiful Mind" yang memenangkan Academy Award menggambarkan

keheranan dan kerapuhan seorang ahli matematika jenius bernama John Forbes Nash Jr.. Sepertinya cerita Nash ini adalah cerita kita sendiri. Pikiran kita bisa benar-benar indah atau benar-benar gelap.

Hanya pikiran yang diperbarui yang mengenal kebangkitan Kristus-lah yang mampu merasakan sukacita dan keindahan. Tuhan ingin semua orang Kristen mengalami dunia baru dalam anugerah, pengampunan, dan pemahaman tentang cengkeraman gelap kecemburuan, kepahitan, dan dosa-dosa mental lainnya yang bisa menyebabkan kita depresi dan bahkan gila.

Dalam situs film "A Beautiful Mind", dikatakan, "Dia melihat dunia ini dengan cara yang tak seorang pun bisa membayangkannya."

Tidakkah menjadi masalah bagi murid-murid yang ke Emaus bila mereka tidak bisa melihat peristiwa ini? Mereka tidak bisa membayangkan suatu dunia di mana Yesus telah mematahkan rantai kematian. Bukankah ini juga menjadi masalah kita?

Di pagi hari Paskah, kita mengenakan pakaian terbaik kita untuk merayakan

kebangkitan-Nya hanya untuk merasakan bahwa hari itu sama seperti hari Minggu pagi.

Kita merindukan kenyataan tentang dunia baru yang dijanjikan oleh kebangkitan Yesus hanya untuk menenggelamkan diri kita sendiri dalam pekerjaan yang membosankan di dunia yang lama ini.

"Pada awalnya mereka tidak mengenali Dia karena mata mereka tidak terbuka. Ketika Yesus memecah roti, maka mata mereka terbuka," kata Mandy, 11 tahun.

Hentikan perjalanan Anda hari ini, dan pecah-pecahlah roti persekutuan dengan Tuhan yang sudah bangkit. Hanya dengan demikian mata kita akan terbuka terhadap

kenyataan kehadiran-Nya dan terjadinya kehidupan kebangkitan-Nya. Ketika Dia membagikan roti dengan murid-murid-Nya, Dia juga ingin membagikan hidup-Nya denganmu sekarang ini. (t/Ratri)

Diterjemahkan dari:

Nama situs: KidsTalkAboutGod.org

Judul asli artikel: What Can We Learn from the Road to Emmaus?

Penulis: Carey Kinsolving Alamat URL:

http://www.kidstalkaboutgod.org/Home/KTAGBibleLessonArchive/tabid/648/articleType/

ArticleView/articleId/121/What-Can-We-Learn-from-the-Road-to-Emmaus.aspx

e-BinaAnak 2009

172

Bahan Mengajar: Yesus Mengasihimu

Dirangkum oleh: Davida Welni Dana Bacaan Alkitab:

Yohanes 21:1-25

Pendahuluan:

Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya.

— (Yohanes 15:13)

Ayat di atas merupakan satu dari banyak ayat di Alkitab yang berbicara mengenai kasih Tuhan kepada kita. Pelajaran hari ini juga berbicara mengenai kasih Yesus kepada kita, sekaligus juga berisi pertanyaan, apakah kita mengasihi Yesus? Yesus telah

menyatakan kepada kita betapa besar cinta-Nya melalui kelahiran, kematian, dan kebangkitan-Nya. dan kita pun perlu menguji perasaan kita setelah pengorbanan besar yang Dia berikan untuk kita. Ingatlah, ketika kita mengarahkan anak-anak, teruslah mengulang hal-hal yang positif. Kemungkinan besar ini adalah hal yang baru bagi anak- anak, jadi akan sangat menolong untuk mengulang-ulang pesan yang penting beberapa kali. Ini akan menjadi rangkuman seri pelajaran tentang Paskah.

Inti Pelajaran:

a. Untuk kelas kecil: Apapun yang terjadi, Yesus mengasihimu.

b. Untuk kelas besar: Yesus mencintaimu tanpa syarat.

Pesan mengenai Yesus mati di salib untuk menyelamatkan kita dan kemudian bangkit dari kematian, merupakan pesan yang sangat penting, bahkan mungkin lebih penting dari pesan Natal. Pesannya adalah hidup yang diubahkan, pengampunan, dan harapan kekal bersama Tuhan. Ini akan menjadi waktu yang sangat berharga untuk berbicara secara pribadi dengan anak-anak mengenai Tuhan dan meminta-Nya hidup dalam hati mereka.

Ingatlah bahwa tidak ada doa khusus yang harus diucapkan kecuali beberapa pengakuan penting: Tuhan mengasihi kita, kita adalah orang berdosa dan

membutuhkan pengampunan dari Tuhan. Dia harus menjadi pusat kehidupan kita.

Pastikan Anda mengulangi pesan penting tersebut beberapa kali selama pelajaran berlangsung.

Cerita untuk Anak: Setelah kebangkitan-Nya, Yesus beberapa kali menampakkan diri kepada para murid. Ini adalah salah satu ceritanya.

e-BinaAnak 2009

173

Petrus berkata kepada murid-murid yang lain, "Aku mau pergi menangkap ikan." Murid- murid yang lain pun menyahut, "Tunggu, kami ikut denganmu."

Di luar keadaannya gelap, tetapi para murid berpikir bahwa mereka dapat menangkap beberapa ikan. Mereka naik ke atas perahu dan pergi ke tengah danau. Cukup lama mereka berada di sana. Waktu terus berlalu, bahkan hari sudah hampir pagi, mereka tetap saja belum menangkap satu ekor ikan pun.

Yesus tahu di mana murid-murid-Nya berada dan Ia pergi menemui mereka. Dia berdiri di tepi pantai, namun murid-murid-Nya tidak mengenali-Nya. Yesus berkata kepada mereka, "Apakah kalian berhasil menangkap ikan?"

"Tidak," jawab mereka. Kemudian Yesus berkata kepada mereka, "Tebarkanlah jalamu di sisi yang lain dan kamu akan mendapatkan ikan." Para murid yang telah berusaha menjala ikan semalam-malaman dan tidak mendapatkan apa pun, menebarkan jala mereka ke sisi yang lain. yang terjadi kemudian sangat mencengangkan; hanya dalam hitungan menit, jala mereka melimpah dengan ikan.

Kemudian, salah seorang murid menyadari siapa yang tadi berbicara dengan mereka,

"Itu Tuhan!" Petrus mendengarnya dan segera melompat dari perahu menuju Yesus.

(Mereka tidak berada terlalu jauh dari pantai.)

Murid yang lain tetap berada di dalam perahu dan bekerja keras untuk menarik semua ikan tersebut ke pantai. Ketika mereka bertemu dengan Yesus, ada api yang menyala dengan beberapa roti yang dipanggang di atasnya. Yesus berkata kepada mereka,

"Bawalah beberapa ikan yang telah kalian tangkap itu ke sini, dan kita akan sarapan bersama-sama."

Petrus lalu menolong murid-murid yang lain menarik ikan-ikan tersebut keluar dari perahu. Ada begitu banyak ikan yang besar-besar. Semuanya harus diturunkan oleh banyak orang karena sangat berat.

Kemudian mereka duduk bersama di depan api. Yesus mengambil roti dan ikan, lalu diberikan kepada murid-murid-Nya. Ini adalah kali ketiga Yesus bertemu dengan murid- murid-Nya sejak kebangkitan-Nya.

Setelah sarapan, Yesus menanyakan pertanyaan penting kepada Petrus. Dia bertanya,

"Petrus, apakah engkau sungguh mengasihi Aku lebih dari orang tua dan sahabat- sahabatmu?"

"Ya, Tuhan," jawab Petrus, "Engkau tahu, aku mengasihi-Mu." Yesus bertanya lagi,

"Petrus, apakah engkau sungguh mengasihi Aku walau apa pun yang terjadi?" Petrus menjawab, "Ya, Tuhan, Engkau tahu bahwa aku mengasihi-Mu."

e-BinaAnak 2009

174

Kemudian Yesus bertanya untuk yang ketiga kalinya, "Engkau mengasihi Aku?" Petrus merasa sangat sedih karena Yesus terus-menerus bertanya kepadanya, tetapi ia tetap menjawab, "Tuhan, Engkau tahu jawabnya, Engkau tahu bahwa aku mengasihi-Mu."

"Kalau begitu, ikutlah Aku," kata Yesus.

Renungan: Kita sudah belajar bahwa Yesus mati di salib karena Ia mengasihi kita, tidak peduli sebesar apa kesalahan yang telah kita lakukan! Sekarang, apa pun keadaannya, kita harus mengasihi Yesus pula. Berikut ini beberapa pertanyaan yang harus kita renungkan.

Apakah kamu akan tetap mengasihi dan mengikuti Yesus jika ...

a. ibu atau ayahmu menderita sakit parah, b. kamu tidak memunyai teman,

c. kamu menjadi buta, atau tidak dapat berjalan lagi, d. segala sesuatunya selalu salah,

e. kamu harus pergi dari semua teman-temanmu, atau

f. kamu menjadi miskin dan tidak pernah lagi mendapatkan hadiah Natal?

Beberapa anak seusiamu juga memiliki masalah-masalah di atas, bahkan lebih buruk lagi keadaannya, namun mereka tetap mengasihi Yesus! Kita harus tetap mengingat bahwa Yesus selalu mengasihi kita apa pun keadaan kita, dan Dia tidak pernah berhenti mencintai kita! Terkadang terjadi sesuatu yang tidak kita mengerti, tetapi Yesus tahu segalanya dan Dia akan menolong kita jika kita meminta kepada-Nya.

Penutup:

a. Untuk kelas kecil:

o Diskusikan apa bukti cinta Yesus kepadamu? Yesus mau kita mengasihi Ia pula.

o Dengan cara apa kita dapat menunjukkan kepada Yesus bahwa kita mengasihi-Nya? (Dengan cara berbicara kepada-Nya, menjadi anak yang baik dengan semua orang, melakukan segala sesuatu yang Yesus

lakukan.) b. Untuk kelas besar:

o Diskusikan apa arti "Yesus mengasihimu tanpa syarat".

o Lalu diskusikan pula mengenai bagaimana mengasihi Yesus tanpa syarat.

(Ketika terjadi hal buruk, itu bukanlah kesalahan Yesus, itu karena dosa di dunia yang menyebabkan hal-hal jahat terjadi.) Sebagai ilustrasi, minta anak-anak merentangkan tangan mereka, kira-kira sebesar apa cinta Yesus kepada mereka (kemungkinan mereka akan merentangkan tangan mereka lebar-lebar), dan kemudian jelaskan bahwa sebesar rentangan tangan mereka itulah Yesus mengasihi mereka, karena seperti itulah tangan-Nya terentang di kayu salib ketika Ia mati untuk mereka. (t/Davida)

e-BinaAnak 2009

175

Diterjemahkan dan dirangkum dari: "Jesus Loves You".

Dalam http://www.dltk-bible.com/cv/jesus_loves_you_cv.htm "Jesus Loves You".

Dalam http://www.dltk-bible.com/guides/jesus_loves_you.htm

Warnet Pena: Rajawali Kecil Ministries (Racil)

==>http://www.rajawalikecil.com/

Satu lagi situs baru seputar pelayanan anak hadir di Indonesia. Bersyukur, karena di tengah minimnya situs-situs pelayanan anak berbahasa Indonesia, Rajawali Kecil Ministries menawarkan berbagai bahan yang dapat menambah pengetahuan pelayan anak di Indonesia. Situs ini memiliki bahan-bahan seperti artikel, ide-ide kreatif, syair lagu, permainan, dan bahan-bahan pendukung pelayanan anak lainnya. Karena masih baru, bahan-bahan dalam situs ini memang belum banyak. Namun, dilihat dari tahun berdirinya pelayanan Rajawali Kecil -- sejak tahun 2002 -- pastinya ada banyak sekali bahan yang dapat diposting dalam situs ini nantinya. Jadi, sering-seringlah

mengunjunginya agar tidak ketinggalan bahan terbaru di dalamnya.

Kiriman: Abemoms <abemoms(at)>

Mutiara Guru

Jangan takut! Dia sudah bangkit dan hidup, kerjakanlah pelayananmu dengan

tekun dalam penyertaan-Nya.

—- Welni -

e-BinaAnak 2009

176

e-BinaAnak 429/April/2009: Kenaikan Kristus ke Surga

Salam dari Redaksi

Salam kasih,

Pada saat akan naik ke surga, Yesus meminta murid-murid-Nya untuk menjadikan seluruh bangsa sebagai murid-Nya. Perintah ini tidak berlaku bagi para murid Yesus saat itu saja, namun juga menjadi Amanat Agung bagi anak-anak Tuhan saat ini, termasuk para pelayan anak.

Minggu ini, masih dalam rangkaian perayaan Paskah, Redaksi e-BinaAnak mengajak Anda mempersiapkan peringatan Kenaikan Yesus ke Surga, sebuah peringatan yang tidak terlalu sering dirayakan dalam sekolah minggu. Sejatinya, peristiwa ini sangat penting untuk diperingati karena kita terus diingatkan akan Amanat Agung Tuhan Yesus dan janji-Nya untuk datang kembali menjemput orang percaya, termasuk anak-anak layan kita yang telah menerima Dia sebagai Tuhan dan Juru Selamat. Untuk memaknai kenaikan-Nya ke surga, terlebih dahulu simaklah artikel yang kami siapkan. Setelah itu, ajarkanlah kepada anak-anak layan Anda dengan bantuan dua bahan mengajar.

Jangan lupa tengok referensi cerita, aktivitas, dan alat peraganya dalam Warnet Pena.

Kiranya, melalui peringatan kenaikan Yesus ke surga setelah kebangkitan-Nya, kita selalu diingatkan dan semakin berkomitmen untuk memuridkan para murid yang telah Tuhan percayakan kepada kita. Amin.

Selamat memuridkan murid Anda!

Pemimpin Redaksi e-BinaAnak, Davida Welni Dana

http://www.sabda.org/publikasi/e-binaanak/

http://pepak.sabda.org/

Lalu Ia berkata kepada mereka: "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.

—(Markus 16:15)

< http://sabdaweb.sabda.org/?p=Markus+16:15 >

e-BinaAnak 2009

177

Artikel: Makna Kenaikan Yesus

Oleh: Pdt. Mangapul Sagala

Kisah kenaikan Yesus Kristus umumnya tidak dilihat sebegitu penting sebagaimana kisah kematian dan kebangkitan-Nya. Hal itu tampak dari cara umat menyikapi

peringatan kenaikan-Nya. Umumnya kelihatan sepi-sepi saja. Sebagian teolog memang melihat hari kenaikan tersebut tidak begitu penting. Bahkan ada yang meragukan dan menolak peristiwa tersebut dan menganggapnya sebagai karangan dan dongeng dari gereja mula-mula. Lalu, sebenarnya apa dasar kita menerima dan memercayai

kenaikan-Nya tersebut?

Sebenarnya, di berbagai tempat, langsung atau tidak langsung, Alkitab berbicara tentang kenaikan Tuhan Yesus tersebut. Bahkan, ada satu bagian Alkitab yang sangat jelas menuliskan kisah tersebut. Dokter Lukas dengan sangat jelas dan cukup detail menuliskan kisah tersebut pada volume kedua dari tulisannya, yaitu pada Kisah Para Rasul 1:6-11. Berdasarkan kisah tersebut di atas, kita dapat belajar beberapa hal penting.

Pertama, kenaikan Yesus tersebut menegaskan fakta perihal kebangkitan-Nya. Alkitab menegaskan bahwa kenaikan Tuhan Yesus merupakan satu kesatuan dengan

kematian dan kebangkitan-Nya. Menarik sekali bagaimana dokter Lukas memulai kitab Kisah Para Rasul tersebut. "Hai Teofilus, dalam bukuku yang pertama aku menulis tentang segala sesuatu yang dikerjakan dan diajarkan Yesus, sampai pada hari Ia terangkat," (1:1-2). Jadi, dokter Lukas tidak hanya menulis penderitaan, kematian, dan kebangkitan Yesus, melainkan sampai pada hari Ia terangkat!

Kedua, kenaikan Yesus ke surga mendemonstrasikan kemenangan-Nya yang sempurna. Alkitab menegaskan bahwa Yesus bukan hanya mengalahkan kuasa penyakit, menghentikan badai dan angin ribut, serta mengalahkan kuasa dosa, melainkan dengan jelas kita membaca bahwa Yesus juga mengalahkan kuasa maut.

Lebih dari itu, Yesus sendiri bangkit dari kubur. Sesungguhnya, tidak ada catatan tentang pendiri-pendiri agama atau nabi mana pun yang memiliki kuasa yang setara dengan kuasa Yesus tersebut. Apalagi, faktanya, tentu saja tidak ada.

Ketiga, kenaikan Yesus ke surga menegaskan identitas-Nya yang sesungguhnya.

Seseorang pernah mengatakan, "Semua yang hidup akan berakhir ke bawah, karena semua yang hidup akan mati dan dikubur." Namun, tidak demikian dengan Yesus.

Tuhan Yesus mengakhiri hidup-Nya ke atas. Kenaikan Yesus tersebut menunjukkan dari mana Dia berasal. Hal itulah yang pernah ditegaskan-Nya kepada orang-orang yang memusuhi-Nya: "Kamu berasal dari bawah, Aku dari atas; kamu dari dunia ini, Aku bukan dari dunia ini," (Yoh. 8:23). Selanjutnya, dalam pasal berikutnya kita membaca bahwa sambil memandang ke atas, Tuhan Yesus berdoa: "Aku tidak ada lagi di dalam dunia, tetapi mereka masih ada di dalam dunia, dan Aku datang kepada-Mu," (Yoh.

17:11). Dengan perkataan lain, kenaikan Yesus ke surga merupakan peristiwa "pulang mudik". Hal itu dilakukan-Nya setelah seluruh pekerjaan-Nya selesai (Yoh. 17:4).

e-BinaAnak 2009

178

Ambisi yang Benar

Setelah Yesus menyelesaikan seluruh karya penyelamatan tersebut, apa yang

selanjutnya terjadi? Kita membaca satu pertanyaan murid yang sangat menyedihkan.

"Tuhan, maukah Engkau pada masa ini memulihkan kerajaan bagi Israel?" (Kis. 1:6).

Nampaknya, hal itu menjadi sesuatu hal yang terus-menerus memenuhi pikiran dan hati mereka. Pada detik-detik terakhir sebelum Yesus meninggalkan mereka, yang mereka tanyakan adalah soal kerajaan duniawi, kerajaan Israel. Padahal, Tuhan Yesus datang bukan untuk itu, melainkan untuk kerajaan yang lain, yang lebih mulia dan kekal, yaitu kerajaan surga.

Kelihatannya, dokter Lukas sengaja menonjolkan fakta yang sangat ironis tersebut.

Pada ayat sebelumnya, dokter Lukas menulis bahwa selama 40 hari setelah

kebangkitan-Nya, Yesus "berbicara kepada mereka tentang Kerajaan Allah" (Kis. 1:3).

Namun, di sisi lain, murid-murid malah menanyakan soal kerajaan Israel, bukan Kerajaan Allah.

Syukurlah, ambisi yang salah itu masih sempat dikoreksi oleh Tuhan Yesus dan menegaskan apa yang seharusnya menjadi ambisi mereka seumur hidup. Itulah hal yang sangat penting untuk dilakukan, yaitu pentingnya tugas pekabaran Injil. "Kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu. dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem, dan di seluruh Yudea dan Samaria, sampai ke ujung bumi," (Kis.

1:8). Selanjutnya, di dalam Ayat 9 kita membaca: "Sesudah Ia mengatakan demikian, terangkatlah Ia disaksikan oleh mereka, dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka." Jadi, kita membaca bahwa Tuhan Yesus terangkat sesudah Ia mengatakan pentingnya menjadi saksi Yesus, memberitakan Injil Kerajaan Allah yang

menyelamatkan dan membahagiakan manusia. Jika kita amati pasal-pasal berikutnya, memang kita melihat bagaimana rasul-rasul dan orang percaya sangat serius

melakukan tugas penginjilan tersebut. Oleh karena itulah kita dapat membaca statistik Lukas mengenai pertumbuhan gereja yang sedemikian pesat. Lukas memulai dengan seratus dua puluh orang (Kis.1:15), selanjutnya menjadi tiga ribu jiwa (2:41). Jumlah tersebut meningkat lagi secara tajam menjadi kira-kira lima ribu orang laki-laki (4:4).

Pertumbuhan jemaat terus terjadi. Oleh karena itu, rupanya dokter Lukas kewalahan untuk memberikan statistik detail. Itulah sebabnya, selanjutnya dokter Lukas

menggunakan istilah "jumlah murid makin bertambah" (6:1).

Hal tersebut juga menjadi pelajaran dan koreksi bagi kita agar kita memeriksa diri kita masing-masing. Setelah kita mengenal Tuhan Yesus dan mendengar segala

pengajaran-Nya, sejauh mana hati dan pikiran kita semakin menyatu dengan visi dan ambisi ilahi. Sejauh mana hati kita bersemangat serta berkobar-kobar dalam hal penggenapan Kerajaan Allah tersebut.

Apakah doa, dana, dan diri kita sudah semakin terpusat untuk hal tersebut? Jika ternyata kita masih memiliki ambisi-ambisi duniawi bahkan semakin dikuasai oleh

ambisi-ambisi yang demikian, biarlah kita dengan segera membuang dan meninggalkan

e-BinaAnak 2009

179

itu dan dengan segala kerendahan hati memohon rahmat-Nya agar Roh-Nya bekerja menguasai diri kita untuk hidup menjadi saksi-Nya (8). Semoga. Soli Deo Gloria.

) Penulis adalah alumnus Trinity Theological College, Singapura,melayani di Persekutuan Antar Universitas (Perkantas).

Diambil dan disunting seperlunya dari:

Nama situs: Harian Umum Sore Sinar Harapan Penulis: Pdt. Mangapul Sagala

Alamat URL: http://www.sinarharapan.co.id/berita/0705/19/opi03.html

e-BinaAnak 2009

180

Bahan Mengajar: Kenaikan Yesus ke Surga

Bahan Bacaan Alkitab:

Kisah Para Rasul 1:6-11 Inti Kebenaran:

Yesus dimuliakan.

Tujuan Pelajaran:

Pada akhir pelajaran, anak-anak diharapkan dapat:

1. mengerti bahwa Yesus harus naik ke surga untuk dimuliakan, dan

2. memercayai janji Tuhan bahwa Ia akan kembali ke dunia untuk kedua kalinya.

Ayat Hafalan:

"Yesus akan datang kembali" (Kis. 1:11b).

Persiapan Guru

Bacalah terlebih dahulu: Kisah Para Rasul 1:1-5; 1:6-11 Latar Belakang Alkitab

40 hari sesudah kebangkitan-Nya, Yesus telah cukup menunjukkan diri kepada orang- orang yang mengasihi-Nya bahwa Ia hidup! Penderitaan dan perjuangan-Nya sudah selesai. Kemenangan sudah di tangan-Nya. dan tiba saatnya untuk berpisah dengan mereka. Namun demikian, masih saja ada anggapan yang salah dari murid-murid-Nya tentang konsep Kerajaan Surga yang sering Yesus ceritakan kepada mereka. Kerajaan yang dipikirkan oleh murid-murid Yesus adalah kerajaan Israel, secara jasmani, karena saat itu kerajaan Israel masih dalam penjajahan. Itulah sebabnya Yesus sekali lagi menyakinkan mereka bahwa kuasa yang akan Allah berikan kepada mereka adalah kuasa rohani, bukan kuasa jasmani untuk memerintah kerajaan Israel.

Untuk terakhir kalinya Tuhan Yesus berkumpul bersama-sama murid-Nya dan

mengulangi pesan-Nya yang terakhir, yaitu menunggu sampai Roh Kudus turun atas mereka.

Kenaikan Tuhan Yesus terjadi di atas sebuah bukit yang dikenal dengan nama Bukit Zaitun. Sesudah memberi berkat, maka terangkatlah Ia ke atas dan awan menutupi-Nya dari pandangan mereka. di antara orang-orang yang menyaksikan kejadian itu ada kira- kira lima ratus orang. Kepedihan hati murid-murid Yesus karena ditinggalkan oleh Guru yang dikasihinya, membuat mereka segan untuk meninggalkan tempat itu. Mereka akhirnya meninggalkan tempat itu sesudah dua orang berpakaian putih memberikan berita bahwa Yesus telah terangkat ke surga dan akan datang kembali kelak dengan cara yang sama.

Dalam dokumen e-BinaAnak 2009 - MEDIA SABDA (Halaman 170-192)

Dokumen terkait