SEKTOR PUBLIK
3. Setiap kegiatan harus dilihat dari sisi efisiensi dan memaksimalkan output
organisasi. Sislem anggaran kinerja pada dasamya merupakan sistem yang mencakup kegiatan ponyusunan program
dan tolok ukur
kinerja sobagaiinstrumen untuk mecapai tujuan dan sasaran program. Sistom
ini memeduksn indikator kinerja, standar kinerja, siandar biaya danbenchma*
dari setiap jenis pelayanan (Yuwono dkk, 2005: 35). Setiap unit kerja harus
bisa
merencanakan anggarannya berdasarkantugas pokok dan
fungsi, tingkat prioritas setiap pekerjaan, tujuan dan s€saran tertentu yang disertai dengan indikator penilaian yangjelas dan
dapat diukur sehingga masing- masing tingkat dalam sualu unit akan mempunyai tanggung jawab yang jelas.Dengan sistem
ini,
biaya satuan untuk setiapjenis
pelayanan harus dapat diukur sehingga dapat diketahui tingkat efisiensidan
efektivitasdari
setiap pelayanan.Struktur anggaran kinerja diawali dengan pencapaian tujuan, prcgram
dan didasari pemikiran bahwa
penganggarandigunakan sebagai
alat manajemen. Bastian (2006b: 53) menyatakanada
beberapa ciri-clri pokok anggaran berbasis kin6rja yailu sebagai berikut:1
.
Secara umum sistem ini mengandung tiga unsur pokok, yaitu:a. Pengeluaran pemerintah diklasifikasikan menurut program
dan kegiaianb.
Pengukuran hasil kerja(niormance
measurcmen}c.
Pelaporan program (ptugram eporting)2.
Titik perhatian lebih ditekankan pada pengukuran hasil kerja, bukan pada pengawasan.3. Setiap
kegiatanharus dilihat dari sisi efisiensi dan
memaksimalkanmenggunakan sumber daya yang dimilikinya. Dengan demikian p€nyusunan
anggaran daerah harus benar-benar b€rorientasi pada
kepentingan masyarakat.Organisasi sektor publik sebagai wujud nyata menghad api tutbulensi
yang sangat
kompl€ks menyangkutbidang sosial, ekonomi dan
politiksehingga menuntul manajernya selalu mengembangkan
b€rbagai pendekatanyang
paling efektifdan
efisienuntuk
memperbaiki organisasisecara
lerus-menerus (contiinuousimprcvement).
Berkaitandengan
hal tersebut, maka para manajer seklor publik telah mengembangkan berbagai invosi baru untuk mongatasi berbagai kondala dalam menghadapi pesatnya perubahan lingkungan dengan b€berapa pendekatan termasuk manajemenKneia (pefioman@ managemonf).
Pendekatankinerja disusun
untuk mengEtasi berbagai kelemahan yang terdapat dalam anggaran tradisionalkhususnya
kelemahanyang disobabkan oleh tidak adanya tolok
ukuryang dapat
digunakanunluk
mongukurkinorja
dalam pencapaian tujuan dan sasaran pelayanan publik.Anggaran
dengan
pendokatankinerja sangat,
menekankan pada konsep value for money dan pengau/asan atas kinerja oufpuf. Pendekatan inijuga
mengutamakan mekanisme penentuan dan pembuatan prioritas tujuan serta pendekatan yang sistematikdan
rasional dalam proses pengambilan keputusan. Selain itu, juga anggarankinerja didasarkan
padatujuan
dansasaran kinerja. Oleh
karena itu anggaran digunakan sebagai alat untuk mencapai tujuan. Penilaian kinerja didasarkan pada pelaksanaan valuefot
money dan efeKivitas anggaran (Mardiasmo, 2003: 84).Pefiormance budgeting merupskan Sisiem penyusunan
dan pengelolaan anggaran daerah yang berorientasi pada pencapaian hasil dankinerja. Kinerja tersebut harus
mencarminkanefisiensi dan
ofektivitas pelayanan publik, yang berarti harus berorientasi pada kepentingan publik.'
(Mardiasmo, 2000: 58). Betartt
pedormance budgeting
berorientasi pada outpul organisasi dan berkaitan sangat erat terhadap visi, misi dan rencanastrategi organisasi. Performance budgeting mengalokasikan
sumberdaya
pada progrem bukan pada unit organisasi semata dan memakai output measurement sebagai indikator kinerja organisasi. Namun lebihjauh
lagi pendekatanini
mengkaitkan dengan ouFu, organisasi sebagai bagian yang integral dalam berkas anggarannya.Tujuan
dari
penetapanou$ut
measuremenf yang dikaitkan dengan biaya adalah untuk dapal mengukur tingkat efisiensi dan efeKivitas. Hal ini sekaligus merupakanalal untuk dapat
menjalankan prinsip akuntabilitas, karena yang diterimaoleh
masyarakat pada akhirnya adalahoufput
darisuatu proses kegiatan birokrasi.
Ukuran-ukurankinerja pada
sistem anggaran yang berorientasi padakinerja berguna pula bagi lembaga
perwakilan rakyat (DPR dan DPRD) pada saat menjalankan fungsi
penetapan kebijakan, fungsi penetapan anggaran dan fungsi
pelaksanaan pengawasan. Bagi manajemen puncak/pihak eksekutif
berguna untuk melakukan kontrol manajemen dan kontrol kualitasdan dapet digunakan oleh masyarakat untuk memberikan
penilaian kinerja danakunlabilitas
pemeriniah.Karakteristik dad sistem penganggaran yang berorientasi pada kinorja
sangat bertolak
belakangdengan sistem
anggarankadisional
(Bastian,2006a:
173)yang
banyak diterapkan pada negara-negara dengan sistemadministrasi publik tradisional. Sebagai sistem penganggaran
yang beroriontasi kepada output dan memakai output measurcmenl hal ini tidaklahsekedar membutuhkan indikator-indikator k6berhasilan sebagai perubahan paradigma, namun juga perubahan secara luas
padapeiotmance mandgement
dalam oEanisasi. Alasannya adal€h karena adanya luntutan yang mendesak dalam p€r.luasan otonomi yang menyangkutpermasalahan mengonai shaing of powe1 disttibution of
income;kemandirian sistem manajemen. Sehubungan dengan
hal
tersebut, makadiperlukan
upaya-upayastrategis untuk
menjawabtuntuian
masyarakatsekaligus
menciptakandaya tahan
pembangunandaerah yang
terukur secara social, ekonomi, budaya dan politik, serta lingkungan hidup.Hal
iniberarti reformasi panjang yang berkelanjutan membutuhkan suatu sistem administrasi publik modern atau canggih pada pertormance budgeting. Karena dalam
membangunpertormance buclgeting lidak terlepas dari 6lemen-elemen strat6gis dan elemen-elemen
praKis.Elemen-elemen strategic terdiri dari misi dan sasaran.
Sememara
elomen-elemen praktisterdiri dari
program, aktivitas, target aKivitas. Dari k6dua karakter di atas dapat disimpulkan bahwaWfiomanb
buclgeting menunlut diterapkannya sistem administrasi publik modem, yang lebih dikenal dengan fhe new public managelrent (Hughes, 1994).
Mardiasmo
(2002:
't 1Ol menyatakan bahwa pendekatan anggarankinerja dominasi pemerintah akan diawasi dan dikendalikan
melalui penerEpan intemal cost,audit
keuangandan audii
kinerja serta €valuasikinerja ekstemal. Dongan kata lain pemerintah dipaksa
bertindakberdasarkan cost minded dan harus ofisien. Selain didorong
untuk menggunakandana secara ekonomis,
pemerintahjuga dituntut
untukmampu
mencapaitujuan yang
ditetapkan.Oleh karena ilu, agar
dapat mencapai tujuan tersebut maka diperlukan adanya program dan tolok ukur sebagai standart kinerja.3.6.
Pertembengan Slstem AnggaranKeberadaan seklor publik
tidak bisa
lepasdari
regulasi. Seklor publik dihadapkan pada sejumlah regulasi yang selalu berkembang sesuai dengan kondisi, lingkungan dan tuniutan masyarakal yang dinamis. D€ngandemikian,
pengembanganseKor publik sudah dapd dipastikan
selalu dipengaruhi oloh aspek politik dan hukum. Hal ini dapat dilihat clari reformasianggaran (budgeting refom\ merupakan aspek mendesak
untukdilaksanakan dalam pelaksanaan d€sentralisasi. R€formasi
anggaEn dilakukan dalam rangka memperbaiki sistem penganggaran.Reformasi anggaran meliputi proses penyusunan, pengesahan, pelaksanaan,