BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
B. Kehilangan Air
1. Kebocoran pada sambungan pipa, hidran dan valve karena penyambungan dan pemeliharaan yang sembarangan.
2. Pipa atau tangki air bocor karena terbuat dari bahan yang tidak bermutu, pipa dan peralatan yang tua atau karena tekanan yang berlebihan.
3. Penggunaan air pada penggelontoran pipa dengan prosedur yang tidak normal.
4. Kebocoran karena tekanan yang terlalu tinggi pada jaringan perpipaan dan tekanan yang muncul secara tak wajar.
24
NO. JUDUL, PENULIS, TAHUN VARIABEL ABSTRAK PERSAMAAN,
PERBEDAAN 1 Judul :
Perencanaan teknis jaringan perpipaan air bersih dengan sistem pengaliran pompa di Desa Susulaku A Kecamatan Insana Kabupaten Timor Tengah Utara.
Penulis :
Gaspar Y. K. Tuames Wilhelmus Bunganaen Sudiyo Utomo
Tahun : 2015
1. Mengidentifikasi sumber mata air di Desa Susulaku Kecamatan Insana Kabupaten Timor Tengah Utara.
2. Menganalisis hidrolis pada pom- pa dan jaringan pi- pa serta hal yang diperhatikan dalam sistem operasional dan pemeliharaan.
3. Menghitung jum- lah kebutuhan air di tahun rencana
Desa Susulaku A memiliki sumber air yang cukup memadai tetapi yang menjadi kendala adalah sumber mata air berada di bawah pemukiman warga sehingga diperlukan pompa untuk menaikan air ke pemukiman warga.
Penelitian ini bertujuan untuk merencanakan jaringan perpipaan air bersih dengan sistem pengaliran pompa di Desa Susulaku A. Metode yang digunakan dalam perhitungan proyeksi jumlah penduduk meng- gunakan Metode Aritmatik, meng- hitung pertambahan jumlah fasilitas, serta perhitungan proyeksi kebutuhan air. Selanjutnya melakukan analisis hidrolis pada pompa dan jaringan pipa serta hal yang diperhatikan dalam sistem operasional dan pemeliharaan.
Hasil proyeksi jumlah penduduk Dusun II Desa Susulaku A tahun 2023 adalah 631 jiwa. Besar kebutuhan air pada tahun rencana adalah 0,47 ltr/dtk. Debit Mata Air
Persamaan : Persamaannya adalah sama-sama meneliti tentang teknis jaringan per- pipaan air bersih di suatu tempat
Perbedaan : Perbedaannya adalah Berbeda lo- kasi penelitian dan berbeda sistem pengaliran
25 GIP,berdiameter pipa 2 inchi dan 2,5
inchi. Volume bak penampung mata air (BPMA) 14 m , volume bak penampung (BP) 12 m dan volume hidran 33 umum (HU) 10 m . Spesifikasi pompa 65 x 50X - 5 15 dengan waktu beroperasi pagi hari 132 jam dan sore hari 1 jam. Teknis operasional menyangkut hal-hal teknik yakni rincian kebutuhan operasional dan pemeliharaan, pelaku dan keterampilan yang dibutuhkan.
Organisasi pengelola terdiri dari struktur organisasi dan tata peran serta perkiraan biaya operasional dan pemeliharaan perbulan adalah Rp 2.347.300,- sehingga tarif yang dikenakan adalah Rp 25.000/KK/bulan
2 Judul :
Analisis kapasitas dan
1. Menganalisis untuk mengetahui
Air merupakan unsur utama bagi kehidupan makhluk di planet ini.
Persamaan : Persamaannya
26 Kecamatan Tallo Kota Makassar
Penulis : Arifuddin Herman Parung Arsyad Thaha Tahun : 2012
dikaitkan dengan kebutuhan air ber- sih berdasarkan jumlah penduduk saat ini tahun 2012.
2. Menyusun model/strategi pengembangan jaringan pipa dis- tribusi yang di- butuhkan dikaitkan dengan pertumbuh- an penduduk hingga tahun 2022.
yang cukup baik dalam segi kuantitas, kualitas, dan kontinuitasnya. Tujuan penelitian ini adalah, (1) Menganalisis untuk mengetahui kapasitas pipa distribusi yang ada dikaitkan dengan kebutuhan air bersih berdasarkan jumlah pnduduk saat ini tahun 2012, (2) menyusun model/strategi pengembangan jaringan pipa distribusi yang dibutuhkan dikaitkan dengan pertumbuhan penduduk hingga tahun 2022.
Penelitian ini di laksanakan di wilayah pesisir kelurahan Tallo kecamatan Tallo Kota Makassar, Metode yang digunakan dalam penelitian adalah survey lapangan dan pengumpulan data – data sekunder yang berhubungan denga penelitian. Data dianalisis dan disimulasi menggunakan program aplikasi Waternet Versi 2,2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi eksisting pada aliran fluktuatif menunjukkan beberapa titik node tidak dapat terlayani air bersih secara maksimal,
jaringan pipa dis- tribusi PDAM Perbedaan : Perbedaannya adalah pada jurnal ini menganaisis ka- pasitas dan pengembangan jaringan pipa se- dangkan skripsi kami meninjau sistem perpipaan
27 tahun 2022 hasil penelitian
menunjukkan semua titik node dapat terlayani air bersih secara maksimal bila diameter pipa eksisting dalam jaringan sudah diperbesar sesuai hasil analisis. Jaringan pipa distribusi yang ada tersebut dapat dikembangkan dengan menambah jaringan pipa baru secara paralel dengan pipa eksisting sesuai tingkat dan jumlah kebutuhan penduduk. Jaringan pipa distribusi yang melayani kawasan pesisir Kelurahan Tallo untuk kondisi eksisting tahun 2012, dengan data-data pelayanan Jumlah Penduduk di Kelurahan Tallo = 8.034 Jiwa.
Jaringan pipa distribusi, terdiri dari Pipa dia. 6” = 1.765 meter, Pipa dia.
4” = 1.813 meter, Pipa dia. 3” = 873 meter, Pipa dia. 2” = 3.743 meter.
3 Judul :
Studi kasus perencanaan jaringan
1. Mengetahui
Kendala pelayanan
Studi kasus ini dilatarbelakangi oleh masih sulitnya masyarakat sekitar
Persamaan : Persamaannya
28 Kabupaten Kapuas Hulu
Penulis : Eko Sarwono Tahun : 2012
2. Mengetahui
Teknologi yang tepat untuk meng- hasilkan air bersih yang berkualitas 3. Mengetahui jumlah
kebutuhan air ber- sih di desa terse- but tersebut pada saat sekarang dan 5 (lima) tahun ke depan.
jaringan air bersih PDAM di desa tersebut belum ada sama sekali, mengingat di desa tersebut memiliki jumlah penduduk yang semakin pesat sesuai dengan proyeksi kebutuhan air bersih per 5 tahun sehingga peme- nuhan kebutuhan air bersih cukup tinggi. Dari hasil studi kasus ini memunculkan hasil analisa yang mana diketahui bahwa jumlah kebutuhan air bersih di desa tersebut tersebut pada saat sekarang dan 5 (lima) tahun ke depan sekiranya pihak Unit Penge- lola Sarana (UPS) desa Rantau Kalis Kecamatan Kalis dan desa Suka Maju Kecamatan Mentebah Kabupaten Kapuas Hulu sudah dapat pengetahui dan merealisasikan pembangunan instalasi jaringan air bersih sampai menjadi PDAM Desa.
jaringan perpipaan Air bersih
Perbedaan : Perbedaannya adalah berbeda latar belakang dari jurnal yaitu masih sulitnya masya- rakat untuk men- dapatkan air bersih di lokasi penelitian
4 Judul :
Perencanaan jaringan distribusi air bersih perumnas Banyumanik
1. Merencanakan jaringan distribusi untuk meningkat-
Dengan semakin banyaknya penduduk di wilayah Banyumanik, maka peringkat kebutuhan akan kebutuhan
Persamaan : Persamaannya adalah sama sama
29 Penulis :
Rio D. Finanda Saefuddin Nur Huda Tahun : 2012
da periode saat ini dan masa depan.
2. Menganalisis Pengembangan sis- tem pasokan air untuk keberadaan konsep perencana- an, perancangan, implementasi, dan pengoperasian kar- ya yang matang dengan memper- timbangkan kon- disi sosial, eko- nomi, fisik, dan penggunaan lahan perkotaan.
3. Menganalisis tekanan dan kontinuitas
dilakukan dengan analisis teoritis dan program Epanet sebagai kontrol, disesuaikan dengan kebutuhan air se-
jaringan distribusi perlu dilakukan untuk meningkatkan layanan publik dan Semarang pada periode saat ini dan masa depan. Pengembangan sistem pasokan air untuk keberadaan konsep perencanaan, perancangan, implementasi, dan pengoperasian kar- ya yang matang dengan mempertim- bangkan kondisi sosial, ekonomi, fisik, dan penggunaan lahan per- kotaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebutuhan air hingga tahun 2021. Analisis tekanan dan kontinuitas dilakukan dengan analisis teoritis dan program Epanet sebagai kontrol, disesuaikan dengan kebutuhan air setiap jam. Perencanaan pem- bangunan jaringan distribusi air dalam bentuk jumlah data diperlukan dan kondisi tempat tinggal sebagai dasar perencanaan. Proyeksi populasi masa depan pertumbuhan dapat dihitung dari tingkat pertumbuhan populasi 5 tahun terakhir yaitu 2007 s / d 2011, memperoleh data dari Biro Pusat dan Statistik. Dan pertumbuhan populasi
Perbedaan : Perbedaannya adalah pada jurnal ini merencanakan jaringan distribusi dalam perumahan dan mengembang- kan pasokan air
30 metris, sehingga dapat diproyeksikan
pada populasi di kota Jakarta Perumahan Banyumanik Semarang hingga 2021 berjumlah 45.309 orang.
Butuh air bersih kriteria perencanaan dapat didasarkan pada tabel air Permukiman Manusia DPU, per- hitungan populasi pada tahun 2021 Perumahan Banyumanik rata - rata 98 liter / detik dan kebutuhan air bersih pada puncak 147 liter / detik. Analisis dan perencanaan distribusi air menggunakan program Epanet 2.0.
Hasil dari analisis dan perencanaan, jaringan distribusi berjalan dengan lancar sampai tahun 2021 itu diganti sistem perpipaan yang ada tidak cukup dengan pipa PVC sepanjang 715 m Ø250, Ø250 pipa PVC sepanjang 610 m, pipa Ø250 PVC sepanjang 199 m.
5 Judul :
Studi perencanaan sistem penyediaan air bersih di Desa
1. Memperoleh debit kebutuhan air ber- sih di Desa Serang
Kabupaten Blitar saat ini memiliki 37 desa rawan air dari 73 desa yang ada. Kecamatan Panggungrejo memi-
Persamaan : Persamaannya adalah sama sama
31 Penulis :
Swesty Ari Donya Ery Suhartanto Very Dermawan Tahun : 2009
Kabupaten Blitar.
2. Memperoleh perencanaan jari- ngan distribusi air bersih sampai ta- hun 2029 dengan menerapkan
model simulasi dengan bantuan program Water- CAD V8 XM Edition.
3. Memperoleh kon- disi hidrolis sistem jaringan distribusi air bersih untuk memenuhi kebu- tuhan di Desa Serang Kecamatan Panggungrejo Kab.
Blitar.
4. Agar penulis mempunyai ke- ahlian dalam menyelesaikan suatu permasa-
Tingkat pelayanan air minum yang dikelola swakelola masyarakat (PAMDES) masih sangat rendah yaitu 37%, dengan kualitas pelayanan yang belum memadai baik kuantitas maupun kontinuitasnya. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui keter- sediaan air sumber sampai dengan tahun 2029 dan kondisi hidrolis yang ada. Simulasi jaringan pipa di- lakukan dengan bantuan program WaterCAD V8 XM Edition. Besar- nya kebutuhan air disesuaikan dengan permintaan daerah yang dilayani.
Diketahui total debit yang tersedia di RD Sumber Gemplah sebesar 5,0 liter/detik. Berdasarkan analisa hasil perhitungan diketahui bahwa besar total debit untuk bisa melayani 100%
kebutuhan penduduk sebesar 6,06 liter/detik untuk daerah pelayanan RD Sumber Gemplah. Perhitungan di- lakukan dengan simulasi kondisi tidak permanen dengan kebutuhan air berubah sesuai dengan kebutuhan tiap jamnya. Berdasarkan hasil akhir
bersih suatu tempat Perbedaan :
Perbedaannya adalah pada jurnal ini merencanakan sistem air bersih dengan menggu- nakan watercad
32 menggunakan
software WaterCAD.
bahwa sistem jaringan pipa dapat berjalan dengan baik. Hal ini berdasarkan kondisi tekanan, kece- patan dan headloss yang sudah sesuai dengan syarat perencanaan dan volume tandon yang mampu untuk memenuhi kebutuhan air bersih di daerah studi.
6 Judul :
Sistem jaringan distribusi air bersih PDAM tirta tawar Kabupaten Aceh Tengah.
1. Mengetahui faktor- faktor yang harus dipenuhi agar sis- tem jaringan air
Penyediaan air bersih di Kota Takengon, Kabupaten Aceh Tengah adalah disediakan oleh PDAM Tirta Tawar, salah satunya adalah melalui
Persamaan : Persamaannya adalah sama sama meneliti tentang
33 Penulis :
Zamzami Azmeri Syamsidik Tahun : 2018
2. Memahami air ber- sih jaringan dis- tribusi di area sumber daya Oregon Mendale IPA.
3. Mengetahui sistem jaringan distribusi air bersih untuk persyaratan kece- patan aliran di wilayah layanan
sumber IPA
Oregon Mendale.
demikian, survei pendahuluan di Oregon IPA Mendale sumber menya- rankan air yang tidak memadai untuk masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang harus dipenuhi agar sistem jari- ngan air bersih bisa berjalan dengan lancar. Ini termasuk aliran air, tekanan dan aliran kontinuitas, faktor harian maksimum (Fmax) dan faktor puncak nyata (Fpeak) dari jaringan yang ada.
Penelitian ini juga untuk memahami air bersih jaringan distribusi di area sumber daya Oregon Mendale IPA. Ini penelitian menggunakan metode des- kriptif dan observasi lapangan.
Pelajaran ini menyarankan yang berikut : rata-rata konsumsi air adalah 0,426 m3 / pelanggan / hari, tekanan air maksimum adalah 1,517 m dan kontinuitas aliran adalah 6 jam setiap hari.
Perbedaan : Perbedaannya adalah pada jurnal ini menganalisis sistem jaringan distribusi air bersih untuk persyaratan kecepatan aliran
7 Judul :
Perencanaan sistem penyediaan air bersih di desa kolongan dan kolongan satu Kecamatan Kombi
1. Sistem penyediaan air bersih yang direncanakan di- mulai dari penya-
Desa Kolongan dan Kolongan Satu terletak di Kecamatan Kombi yang pertumbuhan penduduknya mengalami
perkembangan sehingga
Persamaan : Persamaannya adalah sama sama meneliti tentang air
34 Penulis :
Tirza Gabriela Tambalean Alex Binilang
Fuad Halim Tahun : 2018
lur pipa distribusi.
2. Menghitung kebutuhan air ber- sih sampai dengan tahun 2037(selama 20 tahun).
3. Membuat Desain sistem penyediaan air bersih termasuk distribusi didalam Desa (hidran umum).
4. Pemeriksaan kualitas air dan struktur bangunan tidak dibahas.
air bersih. Masyarakat sekitar meng- gunakan mata air untuk memenuhi kebutuhan mereka akan air bersih, namum pada kenyataannya tidak semua warga mendapatkan air bersih dari sumber air tersebut. Oleh karena itu diperlukan perencanaan sistem penyediaan air bersih guna menun- jang kebutuhan penduduk pada masa mendatang. Sistem penyediaan air bersih di Desa Kolongan dan Kolo- ngan Satu direncanakan untuk memenuhi kebutuhan akan air bersih selama 20 tahun hingga tahun 2037.
Proyeksi jumlah penduduk dihitung menggunakan metode analisis regresi logaritma karena memiliki koefisien korelasi terbesar dan nilai standart error terkecil. Hasil analisis menun- jukan bahwa jumlah pertumbuhan penduduk hingga tahun rencana adalah 1838 jiwa, dengan kebutuhan total air bersih sebesar 0,7696 liter/detik atau 66493,44 liter/hari masih dapat dipenuhi oleh potensi mata air yang ada. Sumber mata air
Perbedaan : Perbedaannya adalah pada jurnal ini menganalisis sistem jaringan distribusi air bersih untuk persyaratan kecepatan aliran
35 kebutuhan air. Untuk penyaluran air
bersih dilakukan dengan sistem gra- vitasi. Mata air akan ditampung di reservoir berkapasitas 60m 3 dengan dimensi 6m x 4m x 2,5m, selan- jutnya air didistribusikan ke daerah pelayanan melalui 19 hidran umum.
Desain sistem penyediaan air bersih dianalisa menggunakan software EPANET 2.0 dan didapat ukuran pipa berdiameter 3 inch untuk pipa transmisi dan pipa 2 inch untuk pipa distribusi.
8 Judul :
Perencanaan sistem jaringan distribusi penyediaan air minum pedesaan di Desa Kubu Kecamatan Kubu.
1. Merencanakan jaringan distribusi air minum di wila- yah studi dibantu dengan software
Air bersih merupakan kebutuhan paling penting bagi kelangsungan hidup manusia. Kecamatan Kubu di bagian utara Kabupaten Karangasem memiliki sumber air yang sangat
Persamaan : Persamaannya adalah sama sama meneliti tentang jaringan distribusi
36 I Putu Gustave S.P
I G. N. Kerta Arsana I Putu Yogy Sanjaya Tahun : 2014
kebutuhan harian maksimum agar dapat menentukan volume reservoir.
Dengan data-data penunjangnya adalah elevasi pe- nempatan untuk menghitung kehi- langan energi dan head pompa, jum- lah penduduk sela- ma 5 tahun sebe- lum tahun peren- canaan untuk me- nentukan proyeksi pertumbuhan penduduk 20 tahun mendatang
PDAM hanya 11,06% atau 6.360 jiwa dari 69.731 jiwa menyebabkan kondisi pemenuhan air bersih di daerah ini sangat rendah/minus air.
Perencanaan jaringan distribusi air minum di wilayah studi dibantu dengan software WaterNet. Metode yang digunakan adalah dengan meng- hitung kebutuhan harian maksimum agar dapat menentukan volume reser- voir. Data-data penunjangnya adalah elevasi penempatan untuk menghitung kehilangan energi dan head pompa, jumlah penduduk selama 5 tahun sebelum tahun perencanaan untuk menentukan proyeksi pertumbuhan penduduk 20 tahun mendatang. Hasil proyeksi kebutuhan air pada daerah pelayanan direncanakan dengan jum- lah kebutuhan untuk pelayanan Reservoir I Desa Kubu sebesar 600 m³, Reservoir II sebesar 300 m³ dan Reservoir III sebesar 100 m³.
Berdasarkan hasil simulasi dengan program waternet, sistem perpipaan wilayah studi menggunakan pipa
Perbedaan : Perbedaannya adalah pada jurnal ini merencanakan penyediaan air mi- num di pedesaan yang memeiliki sumber air yang sangat terbatas
37 sistem gravitasi dan pompa. Sumber
air berasal dari Mata Air Telaga waja. Untuk daerah pelayanan Reservoir I Dari stasioning 0+900 - 3+350 digunakan pipa berdiameter 0,177 m. Reservoir II ke daerah pelayanan dari stasioning 3+100 - 0+600 menggunakan pipa berdiameter 0,152 m. Kemudian Reservoir III kedaerah pelayanan dari stasioning 4+550 - 4+450 menggu- nakan pipa berdiameter 0,101 m.
Dengan sistem pemompaan dengan kapasitas 10 liter/detik untuk pompa I dan 3 liter/detik untuk pompa II. Salah satu titik dibanjar dinas Juntal Kelod menggunakan BPT yang berfungsi untuk menghilangkan tekanan air agar energi relatif pada node 34 sesuai dengan kualitas pipa yang direncana 9 Judul :
Analisa sistem pemipaan penyediaan air bersih pada Kecamatan Medan Sunggal Kota Medan dan kebutuhannya pada tahun 2064
1. Mengevaluasi jaringan pipa di daerah tersebut dan proyeksi kebutu- han airnya dengan cara pemodelan
Satu diantara pokok permasalahan di daerah perkotaan khususnya di kecamatan Medan Sunggal adalah tidak meratanya distribusi air bersih terutama pada jam-jam tertentu. Oleh sebab itu perlu diadakan evaluasi
Persamaan : Persamaannya adalah sama sama meneliti tentang penyediaan air bersih
38 Rafuad Torumuda Siregar
Terunajaya Tahun : 2015
EPANET 2.0.
2. Menganalisa jaringan pipa di- ambil sampel yaitu Perumahan Graha Sunggal yang ma- na jaringan pipa- nya dilakukan ana- lisa menggunakan analisis Program EPANET 2.0, setelah itu dila- kukan perbanding- an menggunakan metode Hardy Cross.
cara pemodelan menggunakan bantuan software EPANET 2.0. Untuk analisa jaringan pipa diambil sampel yaitu Perumahan Graha Sunggal yang mana jaringan pipanya dilakukan analisa menggunakan analisis Program EPANET 2.0, setelah itu dilakukan perbandingan menggunakan metode Hardy Cross. Berdasarkan hasil penelitain ini didapat proyeksi jumlah penduduk pada tahun 2064 sebanyak 154.380 jiwa dan debit air yang dibutuhkan untuk sektor domestik dan non domestik adalah sebesar 350,530 l/s. Didapat rata-rata selisih perban- dingan antara perhitungan meng- gunakan EPANET 2.0 dan metode Hardy Cross untuk headloss adalah 0.61m dan untuk debit adalah 0,002271m3 /s.
Perbedaannya adalah pada jurnal ini menganalisa sis- tem pemipaan dengan software
EPANET dan
menghitung
kebutuhan untuk tahun 2064
10 Judul :
Perencanaan distribusi air bersih Kecamatan Loura Kabupaten Sumba Barat Daya – NTT.
Penulis :
Mengetahui kebutu- han air, ketersediaan sumber air, peren- canaan pendukung seperti bak pelepas tekan, bak pelayanan
Kebutuhan air bersih terus meningkat dengan jumlah penduduk yang terus bertambah. Meskipun ketersediaan air cukup memadai tetapi cara menyalurkan dari sumber air masih relative terbatas sehingga belum dapat
Persamaan : Persamaannya adalah sama sama meneliti tentang distribusi air bersih
39
Tahun : 2018 anggaran Kecamatan
Loura, Kabupaten Sumba Barat Daya dengan bantuan Prog- ram WaterCAD.
kebutuhan air dan ketersediaan air di masa mendatang, diperlukan upaya pembangunan prasarana untuk pemenuhan air baku yang baik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kebutuhan air, ketersediaan sumber air, perencanaan pendukung seperti bak pelepas tekan, bak pelayanan umum, jaringn pipa distribusi dan rencana anggaran Kecamatan Loura, Kabupaten Sumba Barat Daya dengan bantuan Program WaterCAD. Dalam penelitian ini kebutuhan air dihitung berdasarkan jumlah biaya. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan penduduk di Kecamatan loura. Sumber air yang digunakan adalah Mata Air Lokorede, Mata Air Mataliku, Mata Air Karuni, dan Mata Air We’eloko. Jumlah ketersediaan air dihitung dengan Metode Geometrik, Metode Aritmatik dan Metode Potensial. Sumber air baku yang dimanfaat adalah mata air dengan debit pengambilan 0.0223 m 3 /dtk. Hasil pengujian Lab dapat memenuhi persyaratan Permenkes RI
adalah pada jurnal ini merencanakan distribusi air dengan meng- gunakan software WaterCAD
40 (tahun 2031) supaya produksi atau
suplai air yang disuplaikan ke Kecamatan Loura dan kapasitas tandon yang tersedia cukup untuk memenuhi kebutuhan air pelanggan dan kontinuitas aliran 24 jam supaya sesuai dengan kriteria perencanaan pengembangan.
11 Judul :
Analisis sistem distribusi air bersih PDAM Karanganyar
Penulis :
Hendra Hafid Fathony
1. Mengetahui kebu- tuhan air bersih pelanggan PDAM Karanganyar tahun 2016 dan menge- tahui peningkatan jumlah pelanggan
Air mempunyai peranan penting dalam kehidupan manusia dan makhluk lainnya di alam ini. Tidak ada satupun kehidupan di dunia ini yang tidak membutuhkan air. Air merupakan hal pokok bagi konsumsi manusia dan telah menjadi salah satu
Persamaan : Persamaannya adalah sama sama meneliti tentang sistem distribusi air bersih PDAM
41 tersebut.
2. Menganalisis realisasi kebutuhan diperoleh kebutu- han air bersih pelanggan PDAM Karanganyar tahun 2016 dan lima tahun yang akan datang.
dengan ketersediaan air bersih yang sehat dan cukup. Air tersebut dapat berasal dari atas permukaan tanah, bawah maupun dari air tanah (misalnya air sungai, air danau dan lain sebagainya) yang sebelum digunakan harus diolah terlebih dahulu. Jenis Penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Penelitian untuk mengetahui jumlah kebutuhan air pelanggan PDAM dilakukan untuk lingkup Karanganyar, Jaten, dan Perumnas Palur. Tujuan dari penulisan tugas akhir ini adalah untuk mengetahui kebutuhan air bersih pelanggan PDAM Karanganyar tahun 2016 dan mengetahui peningkatan jumlah pelanggan serta seberapa banyak kebutuhan tersebut. Sehingga PDAM Karanganyar dapat melayani masyarakat pada saat ini dan yang akan datang dalam pendistribusiannya secara merata, agar masyarakat dapat memperoleh air bersih secara lancar.
Dari hasil analisis dengan menggu- nakan analisis realisasi kebutuhan
adalah pada jurnal ini menganalisis realisasi kebutuhan air bersih pelang- gan
42 2016 sebesar 157,58 liter /detik.
Perkiraan debit air bersih yang dibutuhkan untuk tahun 2016 pada Kecamatan Karanganyar sebesar Q = 109,33 lt/det, Perumnas Palur Q = 39,18 lt/det dan Jaten Q = 40,59 lt/det.
Besarnya volume penambahan pelang- gan untuk tahun 2016 wilayah Karanganyar, Perumnas Palur dan Jaten adalah 0,0125m /det. Dengan jumlah debit tersebut kemungkinan dapat ditambah jumlah 3 pelanggan PDAM Karanganyar sebesar 2.913 pelangggan. Pada analisis kapasitas pipa lima tahun mendatang 2016 untuk daerah perumnas Palur dimensi pipa masih mampu mengalirkan air dari reservoir Popongan kecuali pipa nomer satu yang perlu pembesaran 12 Judul :
Analisis dan perencanaan pengembangan sistem distribusi air minum PDAM Kota Banyuwangi.
Penulis :
1. Menganalisis penyebab terjadi- nya kurangnya ali- ran air yang sam- pai ke sambungan rumah khususnya pada pagi dan sore
Sistem distribusi air minum yang dikelola oleh PDAM untuk pelayanan Kota Banyuwangi mencakup lima kecamatan yaitu Kecamatan Banyuwangi, Kecamatan Giri, Kecamatan Glagah, Kecamatan Kalipuro dan Kecamatan Kabat. Ting-
Persamaan : Persamaannya adalah sama sama meneliti tentang sistem distribusi air bersih PDAM