• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kelas C, untuk general purpose,  dengan didasarkan pada segi ekonomis dan ukuran kecil,digunakan untuk proses-proses umum industry

PENDAHULUAN

2. Kelas C, untuk general purpose,  dengan didasarkan pada segi ekonomis dan ukuran kecil,digunakan untuk proses-proses umum industry

Penukar panas adalah alat yang digunakan untuk menukarkan panas secara

continous

  dari suatu medium ke medium lainnya dengan membawa energi panas.

Secara umum ada dua tipe penukar panas, yaitu Direct Heat Exchanger, dengan kedua

Cooling Tower 

. Selain itu, terdapat pula Indirect Heat Exchanger, dengan media penukar panas dipisahkan oleh sekat/dinding tempat penukar panas. Contoh dari penukar jenis ini adalah

Shell

and

Tube,plate

,

spiral.

2.1.2 Proses Heat Exchanger

Hampir semua

 Heat Exchanger 

, perpindahan panas didominasi oleh konveksi dan koduksi dari fluida panas ke fluida dingin dimana keduanya dipisahkan oleh dinding. Konduksi merupakan perpindahan panas yang mengalir panas yang mengalir tanpa disertai oleh suatu gerakan, ini terjadi dari dinding tube bagian luar ke dinding tube bagian dalam. Untuk konveksi terjadi dari tube bagian dalam ke fluida sehingga panas berpindah ke fluida tersebut. Perpindahan panas secara konveksi sangat di pengaruhi oleh bentuk geometri heat exchanger dan 3 bilangan tak berdimensi, yaitu bilangan Reynold, bilangan Nusselt dan bilangan Prandtl fluida.

2.1.3 Jenis-Jenis Heat Exchanger

1. Double Pipe Heat Exchanger

Double pipe heat exchanger merupakan alat penukar panas yang terdiri dari 2 buah pipa yang di letakan secara konsentris. Fluida yang satu mengalir di dalam pipa, sedangkan fluida kedua mengalir di dalam ruang annulus antara pipa luar dengan pipa dalam. Alat penukar panas  jenis ini dapat digunakan pada laju alir fluida yang kecil dan tekanan

operasi yang tinggi.

raktek Kerja Lapang an

T. ertamina ( ersero) RU V Balikpapan 11 Maret 2019 – 11 Mei 2019

Satya Nugraha (16521014) Muhajir (16521037) Teknik Kimia – Universitas Islam Indonesia

6

Gambar IV.A Double Pipe Heat Exchanger  Kelebihan :

Dapat diaplikasikan untuk fluida dengan tekanan tinggi

Pada bagian fitting mudah di bersihkan

Aplikasi dan pengaturan pipanya flexible

Dapat di pasang seri maupun pararel Kelemahan :

Harganya cukup mahal

Hanya dapat di gunakan untuk fluida yang membutuhkan luas perpindhan kalor yang kecil <50m

raktek Kerja Lapang an

T. ertamina ( ersero) RU V Balikpapan 11 Maret 2019 – 11 Mei 2019

Satya Nugraha (16521014) Muhajir (16521037) Teknik Kimia – Universitas Islam Indonesia

7

Perancangannya rumit

Desainnya memerlukan gasket khusus 2. Shell and Tube Heat Exchanger

 Heat Exchanger jenis ini terdiri dari ruangan atau pipa besar yang disebutshell dan di dalamnya terdapat rangkaian pipa kecil yang disebut tube bundle yang di lengkapi dengan beberapa sekat yang di baffle. Fluida yang satu mengalir di dalam bundle pipa.sedangkan fluida yang lain mengalir di luar pipa pada arah yang sama, berlawanan, atau bersilangan.

Gambar IV.BShell and Tube Heat Exchanger Kelebihan :

Dapat mengakomodasi ekspansi termal

Mudah dibersihkan

Menggunakan teknik fabrikasi yang sudah mapan

Konstruksinya sederhana,pemakaian ruang relatif kecil

Pengoprasiannya tidak berbelit belit Kekurangan :

Konstruksi mahal

Kurang efisien di gunakan untuk haeting surface raktek Kerja Lapang an

T. ertamina ( ersero) RU V Balikpapan 11 Maret 2019 – 11 Mei 2019

Satya Nugraha (16521014) Muhajir (16521037) Teknik Kimia – Universitas Islam Indonesia

12

Gambar IV.E Fixed Tube Sheet  3. Split-backing-ring Floating Head

Satu tubesheet fix dengan baik pada shell  dan tubesheet   satunya terapung, dan dimungkinkan untuk memindahkan secara terpisah antara shell side andtube side, serta seluruh tube bundle dapat dilepas. Untuk memisahkan antara fluida pada shell  dengan fluida yang melewati tube side, maka dipergunakan flanged cover  yang dibautkan pada split backing ring pada sisi lain tubesheet .

Akses ke tube end  pada stationary end  hanya dapat dilakukan dengan melepaskan head cover , sedangkan akses ke tube end  pada floating head end  dilakukan dengan melepas shell cover ,split back ring dan floating head cover .

 Ada internal joint   pada tipe ini sehingga membutuhkan desain yang sangat hati-hati dan cermat.

Gambar IV.F Split-backing-ring Floating Head 

2.1.5 Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Kinerja Heat Exchanger raktek Kerja Lapang an

T. ertamina ( ersero) RU V Balikpapan 11 Maret 2019 – 11 Mei 2019

Satya Nugraha (16521014) Muhajir (16521037) Teknik Kimia – Universitas Islam Indonesia

13

Kinerja

heat exchanger 

  harus memenuhi persyaratan agar tidak terjadi kegagalan atau penurunan kinerja

heat exchanger 

 tersebut. Kegagalan

hear exchanger 

dapat berupa kegagalan pemenuhan kebutuhan perpindahan panas yang disebabkan

 fouling

  dan kegagalan mekanik peralatan (korosi). Berikut adalah faktor-faktor yang

mempengaruhi kinerja heat exchanger.

a)  Duty (Q)

 Duty

 merupakan besarnya energi atau panas yang ditransfer per waktu.

Duty dapat dihitung baik pada fluida dingin atau fluida panas. Apabila duty lebih kecil dari desain kemungkinan terjadi

heat loss, fouling

dalam

tube

, penurunan laju laju alir dan lain-lain. Duty juga dapat meningkatkan seiring bertambahnya kapasitas.

b) Koefisien Perpindahan Panas

Koefisien perpindahan panas menyatakan nudah atau tidaknya panas berpindah dari fluida panas ke fluida dingin dan juga menyatakan aliran panas menyeluruh sebagai gabungan proses konduksi dan konveksi.

Semakin baik system perpindahan panas maka semakin tinggi koefisien panasnya. Koefisien perpindahan panas menyeluruh dapat di dasarkan atas luas dalam atau luas luar tabung.

c) Fouling

Menurut Mc. Cabe,

 fouling

adalah tertinggalnya senyawa atau partikel padatan (pengotor) pada dinding permukaan perpindahan panas, pengotor ini dapat dihilangkan secara mekanik. Selain

 fouling

ada juga

scaling,

yaitu penyumbatan karena adanya pengotor yang menempel pada permukaan panas dan mengeras sehingga sulit untuk di hilangkan secara mekanik, sehingga membutuhkan senyawa kimia untuk menghilangkannya.

Kerugian yang di akibatkan oleh

 fouling

  dan

scaling

ini mengakibatkan

raktek Kerja Lapang an

T. ertamina ( ersero) RU V Balikpapan 11 Maret 2019 – 11 Mei 2019

Satya Nugraha (16521014) Muhajir (16521037) Teknik Kimia – Universitas Islam Indonesia

14

hambatan pada proses perpindahan panas dan memperkecil luas perpindahan panas.

d) Pressure Drop

Penurunan tekanan pada

heat exchanger

dapat menyebabkan perubahan factor gesek (

 friction factor 

). Perubahan

 friction factor

dapat mengakibatkan berubahnya angka

 Reynold 

  dan angka

 Nusselt 

, sehingga nilai koefisien perpindahan kalor menyeluruhnya akan ikut berubah.Penurunan tekanan ini disebabkan adanya gaya gesek antara fluida yang mengalir dengan dinding/pipa. Penurunan tekanan mempengaruhi kecepatan aliran, profil aliran dan juga berkaitan dengan

 friction loss

e) Jumlah Lintasan

Pada lintasan tunggal kecepatan aliran akan tinggi, sedangkan jika lintasan banyak dapat memperkecil penampang aliran fluida dan meningkatkan kecepatan alira dengan bertambah tingginya koefisien perpindahan panas, tetapi kelemahannya alat penukar panas ini akan menjadi agak rumit dan meningkatnya gesekan.

f) Kecepatan Aliran

Semakin tingginya kecepatan aliran pada

shell and tube heat exchanger

dapat menyebabkan tingginya

 pressure drop

, selain itu juga dapat menyebabkan erosi, memerlukan energi pemompaan yang besar namun dapat meminimalisir pembentukan

 fouling

. Kecepatan aliran fluida mempengaruhi bilangan

 Reynold 

-nya

g) Luas Permukaan Panas

Semakin luas permukaan perpindahan panas maka panas yang dipindahkan  juga akan semakin besar. Hal ini bergantung pada jenis dan ukuran

tube

serta

baffle

,selain itu variasi

 fin

  pada tabung dan

 plate

  (ukuran, jumlah, bentuk) pada tipe

 plate heat exchanger.

raktek Kerja Lapang an

T. ertamina ( ersero) RU V Balikpapan 11 Maret 2019 – 11 Mei 2019

Satya Nugraha (16521014) Muhajir (16521037) Teknik Kimia – Universitas Islam Indonesia

18 3.3 Pengolahan Data

Perhitungan  Heat Exchanger   menggunakan aplikasi Ms. Excel Data yang digunakan untuk mengevaluasi performa heat exchanger   adalah data  Historical Cleaning and Replacement  pada rentang Bulan Januari – Februari 2019 Sebagai data penunjang untuk perhitungan heat exchanger digunakan data  sheet heat exchanger  E- 201-01, E-201-11, dan E-202-02.

Akan lebih baik lagi ketika menggunakan aplikasi Aspen Hysys, namun karena dibangku kuliah belum diajarkan, kami khawatir akan membutuhkan waktu lama sehingga bisa melewati lama waktu KP yang ditentukan sehingga kami menggunakan cara manual sesuai buku panduan Process Heat Transfer Donald Q Kern, dan sebagai gantinya aplikasi Ms.Excel.

Setelah didapatkan data desin dan data actual heat exchanger  lalu dibandingkan antara performa desain dengan performa actual pengamatan. Parameter performa yang diamati meliputi Uc, Ud  dan Fouling factor .

3.4 Metode Perhitungan

Dalam mengevaluasi alat penukar panas dilakukan perhitungan perhitungan.

Metode metode yang dilakukan dalam perhitungan adalah metode kern. Berikut adalah tahap tahap perhitungan

Gambar IV.G Diagram Tahap Perhitungan Heat Exchanger  mengevaluasi

neraca panas (Q)

menghitung perbedaan temperatur

Δp

menghitung caloric temperatur,

Tc dan tc raktek Kerja Lapang an

T. ertamina ( ersero) RU V Balikpapan 11 Maret 2019 – 11 Mei 2019

Satya Nugraha (16521014) Muhajir (16521037) Teknik Kimia – Universitas Islam Indonesia

19 a. Shell side

1. Menghitung flow area(as) 2. Menghitung mass velocity (Gs) 3. Menghitung bilangan reynold (Res)

4. Menentukan faktor perpindahan panas (jH) dari Fig 28 kern.

5. Menentukan nilai spesifik heat (c) dan konduktivitas panas ( K) pada temperatur caloric (Tc)

6. Menghitung koefisien transfer panas pada bagian tube (h0) 7. Menghitung tube wall temperatur (Tw)

8. Menhhitung viskositas fluida (μw) pda Tw

9. Menghitung faktor koreksi pada viskositas terhadap temperatur fluida di dalam shell (Φs)

10. Meghitung corrected coeficient

b. Tube side

1. Menghitung flow area(at) 2. Menghitung mass velocity (Gt) 3. Menghitung velocity (fps)

4. Menghitung biloagan reynold (Ret)

5. Menghitung koefisien transfer panas bagian dalam tube (Hi),dengan kern Fig 25

6. Menghitung corrected coeficient (Hio)

Gambar IV.H Diagram Alur Perhitungan Heat Exchanger  meghitung

clean over all coefficient

(Uc)

menghitung desain overall

coefficient (Ud)

menghitung fouling faktor(Rd) raktek Kerja Lapang an

T. ertamina ( ersero) RU V Balikpapan 11 Maret 2019 – 11 Mei 2019

Satya Nugraha (16521014) Muhajir (16521037) Teknik Kimia – Universitas Islam Indonesia

20 3.4.1 Perhitungan laju alir panas

Untuk menghitun besarnnya panas yang di lepas atau panas yang di terima oleh fluda dapat di hitung dengan Asas Black :

Q = panas yang di lepas atau yang di terima (Btu/Hr) W = laju alir massa fluida panas ( lb/Hr)

Cp = kapasitas fluida panas(Btu/lb˚ F)

ΔT = Selisih temperatur masuk dan keluar fluida panas ( ˚F) w = laju alir fluida dingin(lb/Hr)

cp = kapasitas panas fluida dingin (Btu/lb ˚ F)

ΔT = selisih temperatur masuk dan keluar Fluida dingin ( ˚F) 3.4.1.1 Hot Fluid 

Parameter yang digunakanuntuk menghitung kebutuhan panas (Q) pada fluida panas adalah

a. Perbedaan temperatur (ΔT), ( ˚F)

T1 = Temperatur inlet T2 = temperatur outlet b. Perbedaan rata - rata ( ˚F)

c. Spesifik gravity (Sg)

Q = W x Cp x ΔT = W x Cp x ΔT

ΔT = T2-T1

T average = 

Sg =  



raktek Kerja Lapang an

T. ertamina ( ersero) RU V Balikpapan 11 Maret 2019 – 11 Mei 2019

Satya Nugraha (16521014) Muhajir (16521037) Teknik Kimia – Universitas Islam Indonesia

34 34 Gambar IV.2 Perbandingan Kalor Perpindahan Panas E-201-11

Gambar IV.2 Perbandingan Kalor Perpindahan Panas E-201-11

Tabel IV.9 Perbandingan

Tabel IV.9 Perbandingan Transfer Transfer  Panas Panas Hot Fluid  Hot Fluid  dan danCold Fluid Cold Fluid  E-202-02 E-202-02

Tanggal HE

Tanggal HE

Heat Duty Heat Duty

Design Design

Q Vac Residue Q Vac Residue

(Hot (Hot Fluid,Tube) Fluid,Tube)

Q Red Crude Q Red Crude (Cold Fluid,Shell) (Cold Fluid,Shell)

%Perpindahan

%Perpindahan Q

Q Kcal/jam

Kcal/jam 2 Februari 2019

2 Februari 2019

E-202-02 E-202-02

2690000

2690000 283527,09 283527,09 114878,33 114878,33 41%41%

3

3 Februari Februari 2019 2019 2690000 2690000 297755,83 297755,83 106145,36 106145,36 36%36%

4

4 Februari Februari 2019 2019 2690000 2690000 333551,84 333551,84 140086,64 140086,64 42%42%

5

5 Maret Maret 2019 2019 2690000 2690000 860491,71 860491,71 160192,87 160192,87 19%19%

di Non- di Non- Aktifkan Aktifkan 6

6 Maret Maret 2019 2019 2690000 2690000 658221,37 658221,37 210151,03 210151,03 32%32%

7

7 Maret Maret 2019 2019 2690000 2690000 1101451,95 1101451,95 215535,51 215535,51 20%20%

8

8 Maret Maret 2019 2019 2690000 2690000 2131070,3 2131070,3 198306,42 198306,42 9%9%

0 0 1000000 1000000 2000000 2000000 3000000 3000000 4000000 4000000 5000000 5000000 6000000 6000000 7000000 7000000 8000000 8000000

Q Perpindahan HE E-201-11 Q Perpindahan HE E-201-11

Q

Q DDeessiiggnn Q Q DDees s CCrruudde e ((SShheellll,,CCoolld d FFlluuiidd)) Q Q RReed d RReessiidduue e ((TTuubbee,,HHoot t FFlluuiidd))

raktek Kerj

raktek Kerja Lapanga Lapang anan T.

T. ertamina ertamina ( ( ersero) ersero) RU RU V V BalikpapanBalikpapan 11 Maret 2019 – 11 Mei 2019

11 Maret 2019 – 11 Mei 2019

Satya

Satya Nugraha Nugraha (16521014) (16521014) Muhajir Muhajir (16521037)(16521037) Teknik Kimia –

Teknik Kimia – UniversiUniversitas Islam Indonesiatas Islam Indonesia

35 35 Gambar IV.3 Perbandingan Kalor Perpindahan Panas E-202-02

Gambar IV.3 Perbandingan Kalor Perpindahan Panas E-202-02

Tabel IV.10

Tabel IV.10 Clean Overall Heat Transfer CoefficientClean Overall Heat Transfer CoefficientE-201-01E-201-01

Tanggal HE

Tanggal HE Uc Uc Aktual Aktual Uc DesainUc Desain Kcal/Jam.m

Kcal/Jam.m22.°C.°C 1 Februari 2019

1 Februari 2019

E-201-01 E-201-01

463,942 594

463,942 594

2

2 Februari Februari 2019 2019 481,081 481,081 594594 3

3 Februari Februari 2019 2019 470,159 470,159 594594 6

6 Maret Maret 2019 2019 444,737 444,737 594594 7

7 Maret Maret 2019 2019 446,765 446,765 594594 8

8 Maret Maret 2019 2019 450,292 450,292 594594 9

9 Maret Maret 2019 2019 450,292 450,292 594594

0 0 500000 500000 1000000 1000000 1500000 1500000 2000000 2000000 2500000 2500000

Q Perpindahan HE E-202-02 Q Perpindahan HE E-202-02

Q

Q DDeessiiggnn Q Q RReed d CCrruudde e ((SShheellll,,CCoolld d FFlluuiidd)) Q Q VVaac c RReessiidduue e ((TTuubbee,,HHoot t FFlluuiidd))

raktek Kerj

raktek Kerja Lapanga Lapang anan T.

T. ertamina ertamina ( ( ersero) ersero) RU RU V V BalikpapanBalikpapan 11 Maret 2019 – 11 Mei 2019

11 Maret 2019 – 11 Mei 2019

Satya

Satya Nugraha Nugraha (16521014) (16521014) Muhajir Muhajir (16521037)(16521037) Teknik Kimia –

Teknik Kimia – UniversiUniversitas Islam Indonesiatas Islam Indonesia

36 36 Gambar IV.4 Perbandingan Uc Perpindahan Panas E-201-01

Gambar IV.4 Perbandingan Uc Perpindahan Panas E-201-01

Tabel IV.11

Tabel IV.11 Clean Overall Heat Transfer CoefficientClean Overall Heat Transfer CoefficientE-201-11E-201-11

Tanggal HE

Tanggal HE Uc Uc Aktual Aktual Uc DesainUc Desain Kcal/Jam.m

Kcal/Jam.m22.°C.°C 17 Januari 2019

17 Januari 2019

E-201-11 E-201-11

337,801 560

337,801 560

18

18 Januari Januari 2019 2019 286,737 286,737 560560 19

19 Januari Januari 2019 2019 254,652 254,652 560560 24

24 Januari Januari 2019 2019 276,738 276,738 560560 25

25 Januari Januari 2019 2019 264,863 264,863 560560 26

26 Januari Januari 2019 2019 245,681 245,681 560560 27

27 Januari Januari 2019 2019 261,28 261,28 560560

0 0 100 100 200 200 300 300 400 400 500 500 600 600 700 700

Perbandingan Uc HE E-201-01 Perbandingan Uc HE E-201-01

U

Uc c DDeessiiggnn UUc c AAccttuuaall

raktek Kerj

raktek Kerja Lapanga Lapang anan T.

T. ertamina ertamina ( ( ersero) ersero) RU RU V V BalikpapanBalikpapan 11 Maret 2019 – 11 Mei 2019

11 Maret 2019 – 11 Mei 2019

Satya

Satya Nugraha Nugraha (16521014) (16521014) Muhajir Muhajir (16521037)(16521037) Teknik Kimia –

Teknik Kimia – UniversiUniversitas Islam Indonesiatas Islam Indonesia

37 37 Gambar IV.5 Perbandingan Uc Perpindahan Panas E-201-11

Gambar IV.5 Perbandingan Uc Perpindahan Panas E-201-11

Tabel IV.12

Tabel IV.12 Clean Overall Heat Transfer CoefficientClean Overall Heat Transfer CoefficientE-202-02E-202-02

Tanggal HE

Tanggal HE Uc Uc Aktual Aktual Uc DesainUc Desain Kcal/Jam.m

Kcal/Jam.m22.°C.°C 2 Februari 2019

2 Februari 2019

E-202-02 E-202-02

202,915 102

202,915 102

3

3 Februari Februari 2019 2019 247,009 247,009 102102 4

4 Februari Februari 2019 2019 291,968 291,968 102102 5

5 Maret Maret 2019 2019 192,63 192,63 102102 6

6 Maret Maret 2019 2019 194,984 194,984 102102 7

7 Maret Maret 2019 2019 200,556 200,556 102102 8

8 Maret Maret 2019 2019 252,671 252,671 102102

0 0 100 100 200 200 300 300 400 400 500 500 600 600

Perbandingan Uc HE E-201-11 Perbandingan Uc HE E-201-11

U

Uc c DDeessiiggnn UUc c AAccttuuaall

raktek Kerj

raktek Kerja Lapanga Lapang anan T.

T. ertamina ertamina ( ( ersero) ersero) RU RU V V BalikpapanBalikpapan 11 Maret 2019 – 11 Mei 2019

11 Maret 2019 – 11 Mei 2019

Satya

Satya Nugraha Nugraha (16521014) (16521014) Muhajir Muhajir (16521037)(16521037) Teknik Kimia –

Teknik Kimia – UniversiUniversitas Islam Indonesiatas Islam Indonesia

38 Gambar IV.6 Perbandingan Uc Perpindahan Panas E-202-02

Tabel IV.13 Overall Heat Transfer CoefficientE-201-01

Tanggal HE

Ud Aktual

Ud Desain

Shell Tube

Kcal/Jam.m2.°C 1 Februari 2019

E-201-01

471,94 639,688 298

2 Februari 2019 453,97 612,926 298

3 Februari 2019 433,71 596,021 298

6 Maret 2019 604,19 797,656 298

7 Maret 2019 597,13 782,886 298

8 Maret 2019 565,83 735,442 298

9 Maret 2019 425,39 578,728 298

0 50 100 150 200 250 300 350

Perbandingan Uc HE E-202-02

Uc Design Uc Actual

raktek Kerja Lapang an

T. ertamina ( ersero) RU V Balikpapan 11 Maret 2019 – 11 Mei 2019

Satya Nugraha (16521014) Muhajir (16521037) Teknik Kimia – Universitas Islam Indonesia

39 Gambar IV.7 Grafik Perbandingan Ud E-201-01 aktual (shell &tube) & Desain

Tabel IV.14 Overall Heat Transfer CoefficientE-201-11

Tanggal HE

Ud Aktual

Ud Desain

Shell Tube

Kcal/Jam.m2.°C 17 Januari 2019

E-201-01

155,25 107,09 179

18 Januari 2019 128,99 105,30 179

19 Januari 2019 130,07 104,10 179

24 Januari 2019 295,33 286,29 179

25 Januari 2019 278,92 279,37 179

26 Januari 2019 270,29 266,89 179

27 Januari 2019 277,44 280,81 179

0 100 200 300 400 500 600 700 800 900

01-Fe b- 19 02-Fe b-19 03- Feb-19 04- Feb-19 05-Fe b- 19 06-Fe b- 19 07-Fe b-19 08- Feb-19 09-Feb-19

Perbandingan Ud HE E-201-01

Ud Design Ud Actual Shell Ud Actual Tube

raktek Kerja Lapang an

T. ertamina ( ersero) RU V Balikpapan 11 Maret 2019 – 11 Mei 2019

Satya Nugraha (16521014) Muhajir (16521037) Teknik Kimia – Universitas Islam Indonesia

40 Gambar IV.8 Grafik Perbandingan Ud E-201-11 aktual (shell &tube) & Desain

Tabel IV.15 Overall Heat Transfer CoefficientE-202-02

Tanggal HE

Ud Aktual

Ud Desain

Shell Tube

Kcal/Jam.m2.°C 2 Februari 2019

E-202-02

14,55 35,91 68

3 Februari 2019 12,80 35,90 68

4 Februari 2019 15,48 36,87 68

5 Maret 2019 28,06 150,73 68

6 Maret 2019 27,25 85,35 68

7 Maret 2019 30,42 155,45 68

8 Maret 2019 23,66 254,22 68

0 50 100 150 200 250 300 350

Perbandingan Ud HE E-201-11

Ud Design Ud Actual Tube Ud Actual Shell

raktek Kerja Lapang an

T. ertamina ( ersero) RU V Balikpapan 11 Maret 2019 – 11 Mei 2019

Satya Nugraha (16521014) Muhajir (16521037) Teknik Kimia – Universitas Islam Indonesia

44 44 Gambar IV.12 Grafik Perbandingan Rd E-202-02 Aktual & Desain (

Gambar IV.12 Grafik Perbandingan Rd E-202-02 Aktual & Desain (shellshell & &tubetube))

0 0 0,01 0,01 0,02 0,02 0,03 0,03 0,04 0,04 0,05 0,05 0,06 0,06 0,07 0,07 0,08 0,08

Perbandingan Rd HE E-202-02 Perbandingan Rd HE E-202-02

R

Rd d DDeessiiggn n SShheellll RRd d DDeessiiggn n TTuubbee RRd d AAccttuuaal l TTuubbee RRd d AAccttuuaal l SShheellll

raktek Kerj

raktek Kerja Lapanga Lapang anan T.

T. ertamina ertamina ( ( ersero) ersero) RU RU V V BalikpapanBalikpapan 11 Maret 2019 – 11 Mei 2019

11 Maret 2019 – 11 Mei 2019

Satya

Satya Nugraha Nugraha (16521014) (16521014) Muhajir Muhajir (16521037)(16521037) Teknik Kimia –

Teknik Kimia – UniversiUniversitas Islam Indonesiatas Islam Indonesia

45 45 4.2 Pembahasan

4.2 Pembahasan

Jenis HE yang digunakan pada E-201-01, E-201-11 dan E-202-02 adalah Jenis HE yang digunakan pada E-201-01, E-201-11 dan E-202-02 adalah Jenis

Jenis

ShellShell

 and  and

Tube Heat ExchangerTube Heat Exchanger

dan sifatnya dan sifatnya

 Heater  Heater 

 (pemanas), dimana  (pemanas), dimana

koefisien perpindahan panasnya dipengaruhi oleh laju alir dan suhu fluida. Letak E- koefisien perpindahan panasnya dipengaruhi oleh laju alir dan suhu fluida. Letak E- 201-01 berada sebelum

201-01 berada sebelum

 Desalter  Desalter 

 dan CDU V, E-201-11 berada setelah  dan CDU V, E-201-11 berada setelah

 Desalter  Desalter 

 dan  dan sebelum

sebelum

FurnaceFurnace

 menuju CDU V dan E-202-02 berada sebelum  menuju CDU V dan E-202-02 berada sebelum

FurnaceFurnace

 menuju  menuju HVU III.Evaluasi dengan data 7 hari (3 hari sebelum dan 4 hari setelah

HVU III.Evaluasi dengan data 7 hari (3 hari sebelum dan 4 hari setelah pembersihan/penggantian) pada masing-masing HE. Evaluasi secara teori pembersihan/penggantian) pada masing-masing HE. Evaluasi secara teori

menunjukkan apabila telah dibersihkan/diganti Ud bernilai lebih besar sedangkan Uc menunjukkan apabila telah dibersihkan/diganti Ud bernilai lebih besar sedangkan Uc tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pembersihan/pergantian. Sehingga tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pembersihan/pergantian. Sehingga Rd tentunya bernilai lebih kecil setelah proses pembersihan/pergantian. Rd

Rd tentunya bernilai lebih kecil setelah proses pembersihan/pergantian. Rd merupakan faktor utama terhadap kualitas HE dan Faktor yang kedua adalah merupakan faktor utama terhadap kualitas HE dan Faktor yang kedua adalah pengaruh jumlah laju alir (

pengaruh jumlah laju alir (

FlowrateFlowrate

). ).

Evaluasi terkait Rd. E-201-01 dan E-201-11 mengalami penurunan Rd Evaluasi terkait Rd. E-201-01 dan E-201-11 mengalami penurunan Rd signifikan setelah dibersihkan dan nilainya turun hingga mendekati Rd Desain.

signifikan setelah dibersihkan dan nilainya turun hingga mendekati Rd Desain.

Khusus E-202-02 nilai Rd-nya turun ketika dibersihkan tetapi tidak sampai mendekati Khusus E-202-02 nilai Rd-nya turun ketika dibersihkan tetapi tidak sampai mendekati kearah Rd Desain. Ketika Rd turun maka pengaruhnya sangat besar ditimbulkan pada kearah Rd Desain. Ketika Rd turun maka pengaruhnya sangat besar ditimbulkan pada Q perpindahan panas yaitu Gambar IV.1, IV.2 dan IV.3. Pada gambar tersebut setelah Q perpindahan panas yaitu Gambar IV.1, IV.2 dan IV.3. Pada gambar tersebut setelah dibersihkan/diganti nilai Q-nya hampir bernilai sama antara di

dibersihkan/diganti nilai Q-nya hampir bernilai sama antara di

shellshell

 dan  dan

tubetube

 artinya  artinya

% perpindahan panas sangat baik. Hal ini dapat dilihat jelas pada Tabel IV.7, IV.8

% perpindahan panas sangat baik. Hal ini dapat dilihat jelas pada Tabel IV.7, IV.8 dan IV.9. Khusus Gambar IV.3 dan Tabel IV.9 yaitu tentang E-202-02, Q-nya dan IV.9. Khusus Gambar IV.3 dan Tabel IV.9 yaitu tentang E-202-02, Q-nya bernilai jauh berbeda. Ini bukan karena kualitas HE yang kurang baik namun karena bernilai jauh berbeda. Ini bukan karena kualitas HE yang kurang baik namun karena HE ini hanya melewatkan panas ke HE selanjutnya (E-202-03) di 4 hari setelah HE ini hanya melewatkan panas ke HE selanjutnya (E-202-03) di 4 hari setelah diganti, agar perpindahan panas dari sudut pandang perusahaan lebih ekonomis.

diganti, agar perpindahan panas dari sudut pandang perusahaan lebih ekonomis.

Khusus pada HE-E-201-01 Q hanya sekitar 76% baik sebelum atau setelah Khusus pada HE-E-201-01 Q hanya sekitar 76% baik sebelum atau setelah

dibersihkan walaupun ada sedikit peningkatan, sangat berbeda dengan E-201-11. Bisa dibersihkan walaupun ada sedikit peningkatan, sangat berbeda dengan E-201-11. Bisa disebabkan karena alatnya memang seperti itu bekerjanya, karena E-201-01 ini

disebabkan karena alatnya memang seperti itu bekerjanya, karena E-201-01 ini

raktek Kerj

raktek Kerja Lapanga Lapang anan T.

T. ertamina ertamina ( ( ersero) ersero) RU RU V V BalikpapanBalikpapan 11 Maret 2019 – 11 Mei 2019

11 Maret 2019 – 11 Mei 2019

Satya

Satya Nugraha Nugraha (16521014) (16521014) Muhajir Muhajir (16521037)(16521037) Teknik Kimia –

Teknik Kimia – UniversiUniversitas Islam Indonesiatas Islam Indonesia

46 46

menerima

menerima

Crude OilCrude Oil

 yang tentunya belum melewati  yang tentunya belum melewati

desalter desalter 

 maka umpan masuk  maka umpan masuk dapat mempengaruhi kualitas perpindahan panas. Tabel-tabel diatas membuktikan dapat mempengaruhi kualitas perpindahan panas. Tabel-tabel diatas membuktikan terutama dengan keterangan Rd bahwa E-202-02 dalam kondisi yang kualitasnya terutama dengan keterangan Rd bahwa E-202-02 dalam kondisi yang kualitasnya rendah dari E-201-01

rendah dari E-201-01 dan 201-11 dan 201-11 karena, walaupun telah dibersihkan nilai Rd-nya karena, walaupun telah dibersihkan nilai Rd-nya masih diatas desain. Bisa diperhatikan perbedaannya Rd masing-masing HE pada masih diatas desain. Bisa diperhatikan perbedaannya Rd masing-masing HE pada gambar IV.7, IV.8 dan IV.9

gambar IV.7, IV.8 dan IV.9 Evaluasi terkait

Evaluasi terkait

Flowrate.Flowrate.

 Ketika diperhatikan Table IV.1, IV.2 dan IV.3  Ketika diperhatikan Table IV.1, IV.2 dan IV.3 disimpulkan bahwa E-201-01 dan E-201-11 dimana

disimpulkan bahwa E-201-01 dan E-201-11 dimana

 flowrate flowrate

secara berurutan pada secara berurutan pada kedua HE

kedua HE

hot fluid hot fluid 

 lalu  lalu

cold fluid cold fluid 

 pada shell kurang dari desain. Ketika dilihat pada  pada shell kurang dari desain. Ketika dilihat pada Table IV.4, IV.5 dan IV.6 Khusus HE E-202-02 jumlah Q keduanya di shell dan tube Table IV.4, IV.5 dan IV.6 Khusus HE E-202-02 jumlah Q keduanya di shell dan tube signifikan kurang dari desain sedangkan HE E-201-01 jumlah Q keduanya sangat signifikan kurang dari desain sedangkan HE E-201-01 jumlah Q keduanya sangat signifikan tinggi dari desain. Pengaruhnya Q setelah dibersihkan dan diganti tidak signifikan tinggi dari desain. Pengaruhnya Q setelah dibersihkan dan diganti tidak mengalami perubahan yang besar pada jumlah Q-nya maka dapat disimpulkan ini mengalami perubahan yang besar pada jumlah Q-nya maka dapat disimpulkan ini merupakan pengaruh dari

merupakan pengaruh dari

 flowrate flowrate

. Perpindahan panas lebih baik apabila . Perpindahan panas lebih baik apabila

FlowrateFlowrate

yang masuk 

yang masuk Heater Heater

 Hot Fluid  Hot Fluid 

 tidak  tidak bernilai bernilai kurang dari desain kurang dari desain jika nilainya kurang jika nilainya kurang maka

maka

Cold Cold Fluid Fluid 

 Jumlahnya  Jumlahnya juga lebih baik juga lebih baik kurang dari desain. kurang dari desain. Pada akhirnya Pada akhirnya

Flowrate

Flowrate

 ini mempengaruhi CIT (  ini mempengaruhi CIT (

Coil Inlet TemperatureCoil Inlet Temperature

). Pada ). Pada

FurnaceFurnace

 (Dapur  (Dapur Pemanas), apabila HE kualitas perpindahan panasnya rendah maka CIT bernilai Pemanas), apabila HE kualitas perpindahan panasnya rendah maka CIT bernilai rendah. HE sebagai

rendah. HE sebagai

 Economizer  Economizer 

 (Pemanas bernilai rendah dengan energy ekonomis)  (Pemanas bernilai rendah dengan energy ekonomis) sangat membantu

sangat membantu

Furnace. FlowrateFurnace. Flowrate

dipengaruhi dari mana kedua fluida tersebut dipengaruhi dari mana kedua fluida tersebut berasal. Misalnya

berasal. Misalnya

 Hot fluid Hot fluid

yaitu yaitu

 Red. Residue Red. Residue

 berasal dari CDU V ketika produknya  berasal dari CDU V ketika produknya yang keluar dari CDU V sedikit dan kurang dari design HE sebagai

yang keluar dari CDU V sedikit dan kurang dari design HE sebagai

hot fluid hot fluid 

 maka  maka dapat berpengaruh terhadap perpindahan panas di

dapat berpengaruh terhadap perpindahan panas di

cold fluid cold fluid 

..

FlowrateFlowrate

 ini masalah  ini masalah kedua pada perpindahan panas.

kedua pada perpindahan panas.

Evaluasi Ud di lapangan ternyata berbanding lurus dengan teori. Pada Tabel Evaluasi Ud di lapangan ternyata berbanding lurus dengan teori. Pada Tabel IV.13, IV.14 dan IV.15 nilai Ud setelah dibersihkan cenderung naik pada

IV.13, IV.14 dan IV.15 nilai Ud setelah dibersihkan cenderung naik pada

shellshell

 dan  dan

Dokumen terkait