DENGAN PENDEKATAN AUTHENTIC
SINTAKS 6 SINTAKS 6 MODEL
F. Kelebihan dan Kekurangan Metode Pembelajaran Authentic
Kelebihan:
a) Siswa tidak merasa jenuh terhadap pembelajaran karena pem belajaran dapat terjadi di mana saja.
b) Siswa mempunyai keterampilan yang lebih dalam mengana
lisis wacana sosial.
c) Siswa mempunyai pengalaman belajar yang mumpuni dalam berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya.
d) Pembelajaran berpusat pada siswa, sehingga memungkinkan siswa memahami materi secara utuh.
Kekurangan:
a) Pembelajaran authentic cenderung hanya dapat dilakukan pada siswa yang memiliki taraf inteligensi di atas ratarata sehingga pembelajaran berjalan secara aktif.
b) Tidak semua materi pelajaran dapat menggunakan pembel
ajaran authentic, karena materi yang sesuai dengan pembel
ajaran authentic bersifat studi sosial.
c) Memerlukan waktu, biaya, dan tenaga ekstra dari siswa untuk melaksanakannya.
Pembelajaran authentic (authentic learning) adalah sebuah pendekatan pembelajaran yang memungkinkan siswa menggali, mendiskusikan, dan membangun secara bermakna konsepkon
sep dan hubunganhubungan, yang melibatkan masalah nyata dan proyek yang relevan dengan siswa (Donovan, Bransford &
Pallegrino, 1999). Istilah “authentic” berarti asli, sejati, dan nyata (Webster’s Revised Unabridged Dictionary, 1998). Pembelajaran ini dapat digunakan untuk siswa pada semua tingkatan kelas, maupun siswa dengan berbagai macam tingkat kemampuan.
Model authentic ini banyak dibicarakan di dunia pendidikan karena model ini direkomendasikan, atau bahkan harus dite
kankan, penggunaannya dalam kegiatan menilai hasil belajar pembelajar.
Model authentic siswa harus terlibat dalam masalah belajar asli yang mendorong kesempatan bagi mereka untuk membuat koneksi langsung antara material baru yang sedang dipelajari dan pengetahuan mereka sebelumnya. Jenis pengalaman akan meningkatkan motivasi siswa. Siswa tidak lagi hanya mempel
ajari faktafakta hafalan dalam situasi abstrak atau buatan, tetapi mereka pengalaman dan informasi digunakan dalam cara
cara yang didasarkan pada realitas. Kekuatan sebenarnya dari pembelajaran authentic adalah kemampuan untuk secara aktif melibatkan siswa dan menyentuh motivasi intrinsik mereka (Meh linger, 1995). Pembelajaran authentic sangat berbeda dengan metodemetode pembelajaran yang tradisional. Ciriciri pembel
ajaran authentic:
1) Belajar berpusat pada tugastugas authentic yang menggugah rasa ingin tahu siswa. Tugas authentic berupa pemecahan masalah nyata yang relevan dengan kehidupan siswa;
2) Siswa terlibat dalam kegiatan menggali dan menyelidiki;
3) Belajar bersifat interdisipliner;
4) Belajar terkait erat dengan dunia di luar dinding ruang kelas;
5) Siswa mengerjakan tugas rumit yang melibatkan kecakapan berpikir tingkat tinggi, seperti menganalisis, mensintesis, me rancang, mengolah, dan mengevaluasi informasi;
6) Siswa menghasilkan produk yang dapat dibagikan kepada audiens di luar kelas;
7) Belajar bersifat aktif dan digerakkan oleh siswa sendiri, se
dang kan guru, orang tua, dan narasumber bersifat mem ban
tu atau mengarahkan;
8) Guru menerapkan pemberian topangan (scaffolding), yaitu memberikan bantuan seperlunya saja dan membiarkan siswa bekerja secara bebas manakala mereka sanggup melaku kan
nya sendiri;
9) Siswa berkesempatan untuk terlibat dalam wacana dalam masyarakat;
10) Siswa bekerja dengan banyak sumber;
11) Siswa seringkali bekerja bersama dan mempunyai kesempatan luas untuk berdiskusi dalam rangka memecahkan masalah.
Literatur menunjukkan bahwa pembelajaran authentic me
miliki beberapa karakteristik kunci.
1) Belajar adalah berpusat pada tugastugas authentic yang menarik bagi peserta didik.
2) Siswa terlibat dalam eksplorasi dan penyelidikan.
3) Belajar, paling sering, adalah interdisipliner.
4) Belajar sangat erat hubungannya dengan dunia di luar din
ding kelas.
5) Siswa menjadi terlibat dalam tugastugas kompleks dan or
der kemampuan berpikir lebih tinggi, seperti menganalisis, sin tesis, merancang, memanipulasi, dan mengevaluasi infor
masi.
6) Siswa menghasilkan produk yang bisa dibagi dengan pemirsa di luar kelas.
7) Belajar adalah siswa didorong dengan guru, orang tua, dan para ahli di luar semua membantu/pembinaan dalam proses pembelajaran.
8) Pembelajar menggunakan perancah teknik.
9) Siswa memiliki peluang untuk wacana sosial (Donovan et al.;
1999 Newman & Associates, 1996; Newmann et al.; 1995 Nolan
& Francis, 1992).
Adapun kelebihan dan kekurangan dari model authentic a. Kelebihan
1) Siswa tidak merasa jenuh terhadap pembelajaran karena pembelaaran dapat terjadi di mana saja.
2) Siswa mempunyai keterampilan yang lebih dalam meng
ana lisis wacana sosial.
3) Siswa mempunyai pengalaman belajar yang mumpuni dalam berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya.
4) Pembelajaran berpusat pada siswa, sehingga memungkin
kan siswa memahami materi secara utuh.
b. Kekurangan
1) Pembelajaran authentic cenderung hanya dapat dilaku
kan pada siswa yang memiliki taraf intelegensi di atas ratarata sehingga pembelajaran berjalan secara aktif.
2) Tidak semua materi pelajaran dapat menggunakan pem
bel ajaran authentic, karena materi yang sesuai dengan pembelajaran authentic bersifat studi sosial.
3) Memerlukan waktu, biaya, dan tenaga ekstra dari siswa untuk melaksanakannya.
Pembelajaran authentic (authentic learning) adalah pem bel ajaran yang menggunakan masalah dunia nyata yang me mung kinkan peserta didik untuk mengeksplorasi dan membahas masalahmasalah ini dengan cara yang relevan. Peserta didik tidak lagi mempelajari faktafakta hafalan, tetapi berdasar kan pengalaman dan informasi yang digunakan berdasarkan pada
realita. Wiggins mengemukakan bahwa pembelajaran authentic memperbolehkan peserta didik untuk mempelajari dunia nyata menggunakan high order thinking skills (Blank & Harwell, 1997).
Authentic learning activities memiliki signifikansi dan value dalam dunia nyata (Herrington & Oliver, 2000). Rule (Elliot, 2007: 35) mendefiniskan empat komponen authentic learning yaitu: realworld problems that engage learners in the work of pro fes sionals; inquiry activities that practice thinking skills and metacognition; discourse among a community of learners; and stu
dent empowerment through choice. Komponen authentic in quiry learning, yaitu permasalahan sesuai dengan dunia nyata yang meli batkan peserta didik untuk bekerja secara profesional, ke
giatan penye lidikan melatih keterampilan berpikir dan meta kog
nisi peserta didik, wacana antara komunitas pelajar dan melalui pilihan pemberdayaan peserta didik. Selain itu, pembel ajaran authentic (authentic learning) adalah sebuah pendekatan pem
belajaran yang memungkinkan peserta didik menggali, mendis
ku sikan, dan membangun secara bermakna konsepkonsep dan hubunganhubungan, yang melibatkan masalah nyata dan pro
yek yang relevan dengan peserta didik (Donovan, Bransford &
Pallegrino, 1999).
Pembelajaran authentic (authentic learning) adalah sebuah pendekatan pembelajaran yang memungkinkan peserta didik menggali, mendiskusikan, dan membangun secara bermakna konsepkonsep dan hubunganhubungan, yang melibatkan masa
lah nyata dan proyek yang relevan dengan peserta didik (Donovan, Bransford & Pallegrino, 1999). Berdasarkan beberapa pengetian tersebut, maka peneliti menyimpulkan authentic learning meru
pakan pembelajaran dengan menghadirkan perma salahan yang nyata kepada peserta didik untuk kemudian ditempukan solusi dengan menggunakan high order thingking.
Authentic learning mempunyai karakteristik. Adapun karak
teristik utama dalam authentic learning menurut Donovan et al.;
(1999) antara lain: (a) Pembelajaran dipusatkan pada authentic task yang menarik bagi pembelajar; (b) Peserta di dik didorong untuk bereksplorasi dan berinkuiri; (c) Pembelajaran seringkali interdisipliner; (d) Pembelajaran lebih erat dikaitkan dengan kehidupan nyata; (e) Peserta didik menjadi terdorong dalam tugas yang lebih kompleks dan berpikir tingkat tinggi (higher
order thinking) seperti menganalisis, merancang, memanipulasi, dan mengevaluasi informasi; (f) Peserta didik menghasilkan suatu produk atau karya yang dibagikan kepada teman lain di kelas; (g) Pembelajaran diambil Peserta didik dari guru, orang tua, ahli, ataupun pelatih yang membantu dalam penyelenggaraan pembelajaran; (h) Pembelajar melakukan kerangka pokok teknik (scaffolding techniques).
Adapun menurut Lombardi (2007, 34), terdapat beberapa komponen penting yang bisa dijadikan pedoman penting dalam authentic learning, antara lain: Realworld relevance: Kegiatan authentic sesuai dengan dunia nyata. Mendefinisikan masalah:
Peserta didik dapat mengidentifikasi sendiri permasalahan yang terjadi untuk mendapatkan penyelesaiannya. Investigasi: Masalah tidak bisa diselesaikan dalam hitungan menit atau bahkan jam.
Sebaliknya, kegiatan authentic terdiri tugastugas kom pleks un
tuk diselidiki oleh peserta didik selama periode waktu yang berke
lan jutan, membutuhkan investasi yang signifikan dari segi waktu dan sumber. Berbagai sumber dan perspektif, kegiatan authentic memberikan kesempatan bagi peserta didik untuk mengkaji so
lusi menggunakan berbagai sumber daya, dan menuntut peserta didik untuk membedakan yang relevan dan yang tidak relevan dengan permasalahan. Kolaborasi: Kegiatan authentic menuntut keterkaitan antara teori dan dunia nyata. Refleksi (metakognisi):
Kegiatan authentic memungkinkan peserta didik untuk mem
buat pilihan dan merefleksikan pembelajaran, baik secara indi
vi du maupun sebagai kelompok. Interdisipliner perspektif:
Re le vansi tidak terbatas pada satu domain atau spesialisasi
sub jek. Sebaliknya, kegiatan authentic memiliki konsekuensi yang me lampaui disiplin tertentu, mendorong peserta didik untuk meng adopsi peran yang beragam dan berpikir dalam tim in ter disi pli ner. Penilaian yang terintegrasi: Penilaian tidak hanya kegiatan su matif dan authentic tapi dijalin mulus ke tugas utama dalam cara yang men cer minkan proses evaluasi dunia nyata. Pro
duk dipoles: Ke simpulan tidak hanya latihan atau substeps dalam per siapan untuk sesuatu yang lain. Kegiatan authentic me muncak dalam penciptaan produk utuh, berharga dalam dirinya sendiri.
Multitafsir dan hasil: Menghasilkan jawaban yang benar dengan penerapan aturan dan prosedur, kegiatan authentic memung kin
kan untuk interpretasi yang beragam dan solusi bersaing.