• Tidak ada hasil yang ditemukan

Prosedur Pemanfaatan Lingkungan sebagai Sumber Belajar

Dalam dokumen MODEL PEMBELAJARAN ONLINE (Halaman 84-90)

LINGKUNGAN BELAJAR AUTHENTIC 4

A. Lingkungan sebagai Sumber Belajar

3. Prosedur Pemanfaatan Lingkungan sebagai Sumber Belajar

Apabila kita menginginkan siswa memperoleh hasil belajar yang banyak dan bermakna dari sumber belajar lingkungan, maka

kita perlu membuat persiapan yang matang. Tanpa persiapan belajar siswa tidak akan terkendali dengan baik sehingga akan berpengaruh terhadap terjadinya tujuan pendidikan yang diha­

rapkan. Perlu kita ketahui bahwa ada tiga langkah prosedur yang bisa ditempuh dalam menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar, yaitu:

1. Langkah perencanaan.

Perencanaan menempati bagian yang penting. Melalui pe­

rencanan yang matang, yang disusun secara sistematis, dalam pola pemikiran yang menyeluruh akan memberikan landasan yang kuat dalam melaksanakan kegiatan­kegiatan proses pembelajaran. Guru selaku pengelola kegiatan belajar harus mengetahui dan memahami tentang apa­apa yang harus direncanakan.

2. Langkah pelaksanaan.

Pelaksanaan proses pembelajaran harus dilaksanakan secara efektif dan efisien agar hasilnya optimal sesuai dengan yang telah direncanakan. Pelaksanaan kegiatan belajar harus dapat meningkatkan dan memotivasi aktivitas siswa sehingga siswa dapat menikmati bahwa lingkungan sebagai sumber belajar benar­benar dapat memperkaya dan memperjelas bahan ajar yang dipelajari.

3. Langkah tindakan lanjut (follow up).

Langkah ini untuk menindaklanjuti hasil kegiatan pembel­

ajaran. Sehingga apabila ada siswa yang belum mengerti atau memahami lingkungan sebagai sumber belajar dibimbing dan diarahkan sesuai dengan materi pembelajaran. Adapun bagi siswa yang sudah memahami dapat melanjutkan kegiat­

annya lebih mendalam sehingga lingkungan merupakan sumber belajar yang banyak manfaatnya.

Sumber belajar mencakup apa saja yang dapat digunakan un­

tuk membantu tiap orang untuk belajar. Sumber belajar meliputi, pesan, orang, bahan, alat, teknik, dan lingkungan (Sujana dan

Riva`i, 2003: 78­79). Belajar mandiri adalah belajar yang dilaku­

kan siswa secara bebas menentukan tujuan belajarnya, arah bel­

ajarnya, merencanakan proses belajarnya, strategi belajarnya, menggunakan sumber­sumber belajar yang dipilihnya, membuat keputusan akademik, dan melakukan kegiatan­kegiatan untuk tercapainya tujuan belajarnya (Brookfield, 1984) dalam Paulina Panen, 1997: 5­4).

Jenis sumber belajar ini yaitu jenis alam sekitar (lingku ng an) yang dikemukakan oleh Gerlach dan Ely media adalah “A medium, conceived is any person, material or event that establishs condi ti­

on which enable the lerner to acquire knowledge, skill, and atti­

tude.” Menurut Gerlach secara umum media itu meliputi orang, bahan, peralatan, atau kegiatan yang menciptakan kondisi yang memungkinkan siswa memperoleh pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Jadi, dalam pengertian ini media bukan hanya peran­

tara seperti TV, radio, slide, bahan cetakan, tetapi meliputi orang atau manusia sebagai sumber belajar atau kegiatan semacam diskusi, seminar, karyawisata, simulasi, dan lain sebagainya yang dikondisikan untuk menambah pengetahuan dan wawasan, meng ubah sikap siswa, atau untuk menambah keterampilan.

Misalnya, dalam pemanfaatannya dapat membantu mening­

katkan hasil belajar dari siklus I ke siklus II. Mulanya pembel ajar­

an IPA lebih mengacu pada metode ceramah dan pemberian tugas menyelesaikan soal dalam buku paket, karena pembel ajar an IPA dianggap bisa dipahami hanya dengan membaca materinya.

Jadi, lingkungan di sekitar, misalnya membahas atau mengamati tentang tumbuhan, hewan, di lingkungan sekitar sekolah meru­

pakan salah satu sumber belajar yang dapat dioptimalkan untuk pencapaian proses dan hasil pendidikan yang berkualitas bagi peserta didik. Sumber belajar yang terdapat di lingkungan sekitar sekolah terdiri dari lapangan yang biasanya terdapat hewan dan tumbuhan, kolam, halaman atau kebun sekolah dengan berbagai tumbuh­tumbuhan yang dapat dijadikan objek pengamatan yang

berkaitan dengan materi mengenal ciri­ciri makhluk hidup.

Kelebihan dari sumber belajar ini yaitu:

1) Kegiatan belajar lebih menarik dan tidak membosankan bagi siswa, sehingga motivasi belajar siswa akan lebih tinggi, pro­

ses pembelajaran akan lebih berarti sebab siswa dihadapkan dalam keadaan alam yang nyata sehingga kebenarannya lebih akurat.

2) Menghemat biaya, karena memanfaatkan benda­benda yang telah ada di lingkungan.

3) Praktis dan mudah dilakukan, tidak memerlukan peralatan khusus seperti listrik, media elektronik.

4) Memberikan pengalaman yang ril kepada siswa, pelajaran menjadi lebih konkret, tidak verbalistik.

Kelemahan dari sumber belajar ini, yaitu:

1) Terkadang jadi salah sasaran (tujuan tidak tercapai) karena siswa lebih berkesan main­main kecakapan berkaitan dengan bel ajarnya, bagi masyarakat merasa terbantu karena ikut ke­

giatan yang diprogramkan oleh masyarakat tersebut. Misalnya siswa membantu melayani posyandu, keber sihan lingkungan, gotong­royong, perbaikan fisik maupun nonfisik.

2) Membutuhkan waktu yang cukup leluasa.

3) Kurangnya pemahaman guru dalam memanfaatkan ling­

kung an untuk media pembelajaran, dan lain­lain.

Pengembangan tindakkan lanjutnya itu seperti kegiat an belajar “pelak sanaan” adalah kegiatan belajar di kelas un tuk mem bahas dan mendiskusikan hasil belajar dari ling kungan bel­

ajar. Setiap kelompok diminta untuk melapor kan hasil­hasil dari pengamatan untuk dibahas bersama. Selain itu, guru juga dapat meminta para siswa untuk menyam paikan kesan­kesannya dari kegiatan belajar tersebut. Di lain pihak, guru juga memberikan penilaian terhadap kegiatan belajar siswa dan hasil yang di­

ca painya. Tugas lanjutan dari kegiatan belajar tersebut dapat

diberikan sebagai pekerjaan rumah, misalnya, menyusun laporan yang lebih lengkap dan ilmiah.

Dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa penggunaan lingkungan sebagai sumber belajar itu banyak manfaatnya, baik dari segi motivasi belajar, kegiatan belajar, kekayaan informasi, hubungan sosial siswa dan  sebagainya. Proses pengajaran yang mengoptimalkan lingkungan sebagai sumber belajar dikenal dengan pendekatan ekologis. Dalam upaya pembaruan kuri ku­

lum melalui kurikulum muatan lokal pendekatan lingkungan mutlak diperlukan, sehingga lingkungan di sekitarnya benar­

benar menjadi tujuan dan sumber belajar para siswa dalam proses pendidikan dan pengajaran.

Manfaat dalam menggunakan sumber lingkungan sekolah untuk pemanfaatan sumber belajar dapat membuat cara pembe l­

ajaran jauh lebih bervariasi. Di mana yang di sekolah ini biasanya menggunakan metode yang membuat proses pembelajaran men­

jadi membosankan dengan adanya pemanfaatan lingkungan dalam proses pembelajaran selain siswa dapat berteman dengan lingkungan bahkan pembelajaran dapat lebih dipahami lagi dikarenakan siswa turun langsung untuk melakukan praktik dan melihat langsung lingkungannya. Kaitan lingkungan dengan pem belajaran IPA pastinya sama­sama berhubungan dengan alam yang ada dalam kehidupan sehari­hari. Oleh karena itu, peneliti memilih pemanfaatan lingkungan sekolah sebagai lingkungan belajar agar lebih bervariasi dan membuat proses pembelajran tidak membosankan.

Dengan hasil dari analisis penelitian tersebut dapat disimpul­

kan bahwa sumber belajar tidak hanya di kelas melainkan dengan lingkungan sekolah juga dapat menghasilkan sumber belajar yang baik dan bervariasi.

Kelebihan Sumber Belajar:

 Siswa menjadi lebih aktif di lingkungannya.

 Siswa lebih mengenal lingkungan sekitarnya.

 Lingkungan sekolah jadi lebih terawat dikarenakan sering di­

gunakan untuk pembelajaran.

 Dapat membuat proses pembelajaran akan bersifat student centered (berfokus pada siswa).

 Dapat memberikan adanya proses feedback atau timbal balik yang baik antara guru dan siswa baik dalam proses tanya jawab dan respons.

 Akan memberikan inovasi dan kreatif baru terhadap proses pembelajaran.

 Menambah wawasan siswa tentang bagaimana cara merawat lingkungan sekolah dengan baik.

Kelemahan Sumber Belajar:

 Kurangnya spesies tanaman untuk pembelajaran di sekolah.

 Banyak siswa yang melakukan hal lain saat sedang melakukan praktik di lapangan sekolah.

 Kurang luasnya lingkungan sekolah.

 Jika didalam kelas tingkat kemapuan siswa berbeda­beda jadi guru lebih memahami bagaimana metode pembelajaran yang sebaiknya dilakukan sedangkan dengan lingkungan tidak di­

karenakan siswa terkesan bermain­main oleh karena itu guru tidak terlalu dapat memperhatikan siswa dengan baik.

 Dengan adanya pembelajaran di lingkungan tidak semua siswa mampu menyesuaikan diri dengan sumber belajarnya.

 Peran guru tidak terlalu terlihat lagi dikarenakan guru berpe­

ran sebagai pembimbing dengan proses pemanfaatan sum ber belajar di lingkungan sekolah.

Manfaat dalam menggunakan sumber lingkungan sekolah untuk pemanfaatan sumber belajar dapat membuat cara pembel­

ajaran jauh lebih bervariasi. Di mana yang di sekolah ini biasanya menggunakan metode yang membuat proses pembelajaran men­

jadi membosankan dengan adanya pemanfaatan lingkungan da­

lam proses pembelajaran selain siswa dapat berteman dengan

lingkungan bahkan pembelajaran dapat lebih dipahami lagi dika­

renakan siswa turun langsung untuk melakukan praktik dan melihat langsung lingkungannya.

Kaitan lingkungan dengan pembelajaran pastinya sama­

sama berhubungan dengan alam yang ada dalam kehidupan sehari­hari. Oleh karena itu, pemilihan pemanfaatan lingkungan sekolah sebagai lingkungan belajar agar lebih bervariasi dan mem buat proses pembelajaran tidak membosankan.

B. Authentic Learning Berbasis Lingkungan

Dalam dokumen MODEL PEMBELAJARAN ONLINE (Halaman 84-90)